Archive for April, 2010 | Monthly archive page

Rabies Kembali Renggut Korban di Nias

Monday, April 19th, 2010

Medan – Korban jiwa akibat gigitan anjing rabies di Nias bertambah dari sebelumnya 7 orang, kini menjadi 8 orang.

Satu orang penderita yang menyusul meninggal bernama Martiniat Zebua (33) asal Kabupaten Hiliweto, Nias. Ia meninggal 9 April 2010, baru dilaporkan 14 April. Teguh Supriadi, koordinator penyelidikan Dinas Kesehatan Medan, Jumat (16/4), membenarkannya, korban positif meninggal setelah tergigit anjing rabies. “Kami masih melakukan penelitian lebih lanjut, kapankorban digigit” kata Teguh.

Saat ini, kata Teguh, Nias setelah ditetapkan tempat kejadian luar biasa (KLB) rabies, kini statusnya menjadi epidemik. “Artinya akan ada kasus-kasus baru lagi ditemukan di tempat ini, atau ini akan menjadi hal biasa,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Kepala Seksi Bagian Pencegahan Pemberatasan Penyakit Bersumber dari Binatang Dinkes Sumut, Suhardiono, saat ini situasi di Nias sudah tenang. Ini terlihat, jika sebelumnya, banyak masyarakat yang datang berbondong-bondong datang untuk minta diberikan vaksin anti rabies, kini mulai menurun. Dan ia memastikan, stok virus anti rabies masih aman.

Di Langkat

Dalam kasus yang sama, ungkap Suhardiono, di daerah Langkat di temukan 1 anjing rabies telah menggigit 5 orang. ” Untungnya, anjing tersebut dapat segera ditangkap, dan ketika diperiksa di labotorium anjing tersebut anjing positif terkena rabies,” katanya.

Sedangkan untuk 5 orang yang telah tergigit, ujarnya, telah diobati dengan diberikan vaksin anti rabies, sehingga tidak ada korban jiwa. “Mereka telah disuntik dengan kuur yang tersedia, dimana 1 kurr dengan 4 kali suntikan dengan jarak yang berbeda-beda. Ini diharapkan tidak putus agar virus tersebut dapat segera mati,”kata Suhardino.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Suhardino, pihaknya, Senin (19/4) akan memberikan 5 kuur ke Kabupaten Langkat. “Seharusnya sekalipun provinsi tidak mengirim, masing-masing kabupaten kota sudah terlebih dahulu menyediakan untuk warganya. Karena virus anti rabies (VAR) ini bisa dibeli, yah kabupaten kota kan sudah punya anggaran sendiri-sendiri. Kecuali ada kejadian yang luar biasa yang memerlukan bantuan segera,” kata Suhadrino.

Ia menambahkan, tidak semua orang yang terkena gigitan anjing harus diberikan VAR, karena tidak semua anjing tekena rabies.

“Tentunya setelah digigit harus diteliti dahulu apakah anjingnya mati atau tidak, jika mati, artinya rabies dan jika tidak berati tidak. Dan setelah digigit sebaiknya langsung membersihkan dengan air bersih dan sabun,” sarannya.

(dna)

Paus Benediktus Kunjungi Malta

Sunday, April 18th, 2010

* Paus akanh memperingati karamnya kapal yang ditumpangi Santu Petrus 1950 tahun lalu.

Paus Benediktus tiba di Malta hari Sabtu (17/4) dalam kunjungan keluar negerinya yang pertama sejak maraknya skandal pelecehan seksual yang dilakukan rohaniwan Katolik.

Tujuan kunjungan Paus ke Malta adalah memperingati karamnya kapal yang ditumpangi Santu Petrus 1950 tahun lalu. Santu Petrus dipandang sebagai misionaris besar pada awal perkembangan agama Kristen.

Paus Benediktus kepada wartawan dalam penerbangan ke Malta mengatakan, Gereja Katolik telah dilukai dosa. Tetapi dia tidak menyebut skandal seks secara langsung.

Paus Benediktus bertemu dengan Presiden Malta George Abela dan muda-mudi Katolik Malta. Berkotbah di depan ribuan umat di Valleta, ibukota Malta, Paus Benediktus mendorong rohaniwan Katolik untuk mempertahankan panggilan mereka yang penuh tantangan dan kepahlawanan itu.

“Malta memberikan kontribusi besar untuk memeprtahankan Kekristenan lewat darat dan lewat laut,” kata Paus dalam sambutannya ketika bertemu dengan Presiden Malta.

“Anda terus memainkan peran dalam debat yang berkelanjutan tentang identitas, kultur dan kebijakan Eropa. Malta telah berkontribusi banyak terhadap berbagai masalah menyangkut toleransi, reprositas, imigrasi, dan isu-isu lain yang krusial terhadap masa depan benua ini,” kata Paus.

Sebelumnya, Abela mengajak rakyat Malta untuk menyambut Paus dengan “antusiasme dan tangan terbuka”, dalam pesannya lewat radia dan televisi.

Dalam kunjungan ini Paus Benediktus mendapat tantangan besar menyampaikan pesannya untuk Malta, khususnya tentang imigrasi. Malta, yang berada di anata Sisilia dan garis pantai utara Afrika menerima sebanyak 3,000 manusia perahu pada tahun 2008, jumlah yang tercatat dalam rekor. Masih ratusan manusia perahu dari Afrika berada dalam penampungan sementara menunggu keputusan atas nasib mereka.

Paus Benediktus telah berkali-kali menghimbau dalam beberapa bulan terakhir untuk menemukan solusi yanga dil dan manusiawi terhadap isu manusia perahu ini.

Tema lain yang mendapat perhatian khusus Paus adalah pelestarian warisan kristiani Eropa.

Malta adalah negara anggota Uni Eropa terkecil dengan jumlah penduduk sekitar 443,000 jiwa.

Malta memiliki 1 imam untuk melayani 490 umat Katolik dibandingkan dengan rata-rata dunia sebesar 1: 2900, menurut statistik Gereja.

Di Malta, aborsi adalah ilegal dan bahkan tidak diperdebatkan; tetapi semakin banyak menginginkan relaksasi terhadap perceraian.

Akan tetapi selama kunjungannya Paus menegaskan kembali sikap tegasnya terhadap perceraian.

“Negara Anda sebaiknya terus mempertahankan keutuhan perkawinan,” katanya.

Kunjungan Paus Benediktus ke Malta merupakan kunjungannya ke 14 ke luar negeri sejak 2005 dan yang pertama tahun ini.

Bagi Malta, kunjungan Paus ini merupakan kunjungan Paus ketiga, setelah Paus Johannes Paulus II ke sana pada tahun 1990 dan 2001. (VOA/AP/maltadiocese.org/brk*)

Jarak Pantau Minta KPK Monitor Persidangan Gugatan CPNS PTUN Medan

Sunday, April 18th, 2010

Medan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta memonitor persidangan gugatan CPNS Nias Barat di PTUN Medan yang diduga kuat ada indikasi campur tangan pihak ketiga untuk mempengaruhi majelis hakim. Hal itu dikemukakan Direktur Jaringan Rakyat Memantau (Jarak Pantau) Y Restu Gulõ SH kepada wartawan seusai mengikuti sidang gugatan CPNS Nias Barat di PTUN Jl Listrik Medan, Rabu (14/4). Sidang sudah berlangsung beberapa kali. Pihak Pemkab Nias Barat selaku tergugat menyerahkan bukti-bukti yang diminta majelis hakim. (more…)

Anak Korban Gempa Nias di Panti Asuhan Kesulitan Makan

Thursday, April 15th, 2010

Medan – Lions Club (LC)Medan Mulia Distict 307-A menyerahkan bantuan paket sembako ke Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia di Jalan Danau Ranau Sambu Baru Medan, Sabtu (10/4). Bantuan yang disumbangkan berupa beras, minyak goreng, mie instan, telur, ikan asin, ikan kaleng, dan sabun.

Bantuan dimaksudkan untuk menindaklanuti laporan dari salahseorang pengurus Lions Club yang melaporkan kondisi Panti Asuhan Yayasan kasih Indonesia yang tengah kesulitan keuangan untuk membiayai keperluan dapur dan untuk sekolah anak-anak asuh mereka. Para pengurus Lions Club Medan Mulia District 307-A secara langsung menyerahkan bantuan kepada Pimpinan Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia Jhonny S.Zebua Dipl.Th.

“Kami berharap bantuan yang didapat dari penggalangan dana sesama pengurus Lions Club Medan Mulia District 307-A dan dukungan sponsor akan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya” ujar Charter President Lions Club Medan Mulia 307-A, Janlie SE, Ak didampingi sejumlah Vice President William Hesli, Han Kok, dan Sari Gustini.

Pengurus

Dari pengurus Lions Club Medan Mulia Distict-307A yang juga hadir pada acara penyerahan bantuan ke Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia yakni Committee Membershib, Ratna, Director I Darma Saleh, Direktur II Herwan, dan Anggota masing-masing Yenny Angkasa, Gek Loui, dan Juandi Halim. Penyerahan bantuan juga ditandai acara hiburan yang dibawakan anak-anak asuh Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia.

“Kami saat ini memang sangat kesulitan untuk pengadaan biaya konsumsi bagi anak-anak. Tercatat saat ini terdapat 7 tenaga asuh dengan jumlah anak asuh mencapai 88 anak asuh yang keseluruhan merupakan yatim-piatu dari korban Gempa Nias 2005 lalu. Semua anak mulai tingkat TK hingga SD hingga kini masih bersekolah,” jelas Ketua Yayasan kasih Indonesia Jhonny S Zebua Dipl.Th.

(analisa, bohicittamandala)

Kejari Gunungsitoli Panggil Sejumlah Pejabat Nias

Thursday, April 15th, 2010

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli akan segera memanggil sejumlah pejabat untuk dimintai keterangan erkait dugaan korupsi dana APBD Tahun Anggaran 2008 dan dugaan rekayasa dokumen pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Demikian disebutkan Kajari melalui Kasie Pidsus Noferius Lombu SH kepada wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Pejabat itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nias Yuniaro Nazara, diminta hadir pada 19 April 2010. Bendahara Pengeluaran Arlinda Tanjung, PPTK Pengadaan Bibit Pertanian Dalpri Astuti dan PPTK Pengadaan Kendaraan bermotor Aliran Telaumbanua, pada 20 April 2010.

Noferius menambahkan, perintah penyelidikan dalam kasus tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari Lembaga Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Harta Negara (LSM-LP2KHN) Koordinator Kepulauan  Nias dengan No penerimaan Laporan B. -53/N.2.21.5/Fd.1/03/2010 tanggal 24 Maret 2010.

Di samping dugaan tindak pidana korupsi tersebut pihaknya juga telah menerima laporan lain atas dugaan penyimpangan pelaksaan anggaran tahun 2007 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias T.A 2007 senilai Rp 5.367.208.420.

Dihubungi secara terpisah Koordinator LSM-LP2KHN) Kepulauan  Nias Herman Jaya Harefa menjelaskan dari hasil investigasi yang dilakukan di lapangan, diduga kuat pada kantor Dinas Pertanian Nias terdapat anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalaupun uang tersebut telah dikembalikan di kas daerah, paling tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas waktu pengembalian tersebut dan diduga pengembalian tersebut berasal dari uang pinjaman sehingga patut untuk diselidiki guna membuat terang permasalahan yang ada,” katanya.

Dugaan penyimpangan  pada kantor Dinas Pendidikan Kabupaten  Nias T.A 2007 meliputi anggaran yang berasal dari Surat Perintah membayar (SPM) tahun 2006 Rp 751.511.200 yang baru masuk kerekning Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias pada tahun 2007.

Dan SPM tahun 2007 yang baru masuk pada rekening Dinas Pendidikan tahun 2008 sebesar Rp Rp4.615.697.220 serta adanya uang negara sebesar Rp 20.500.000.000 yang dimutasikan dari rekening daerah melalui  beberapa Surat Perintah Pencarian Dana (SP2D)  ke rekening pribadi bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias T.A 2007 dibank BNI atas nama Murni Darma Zebua yang saat ini sebagai camat di Gunungsitoli Barat, di mana jasa giro atas uang tersebut sebesar Rp 50.326.044, terhitung sebagai jasa giro mulai tahun tahun 2005 sampai 2008.

“Harapan kami Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memeriksa kasus ini secara profesional dan menyeret para pelaku ke meja pengadilan bila terdapat bukti yang cukup dalam memproses kasus tersebut,” tegasnya. (Harian Global – www.harian-global.com – 13 April 2010)

Beasiswa S-1 Universitas Pelita Harapan Jakarta

Thursday, April 15th, 2010

UPH Scholarships

Applicants must pass either from Direct Admission or Admission Test in order to apply the UPH Scholarship

UPH offers 3 types of scholarship:
1. Academic Achievement (must be Rank 1)
2. Sport and Art Achievement (must be at least Rank 2)
3. Financial Limited Condition (must be at least Rank 2)

Offline Procedure:
1. Purchase Registration Form at affiliated school or UPH address below :

UPH Lippo Village
Undergraduate Admission Center
UPH Global Campus, Building D, 1st Floor
Jl. M.H. Thamrin Boulevard 1100
Lippo Village, Tangerang 15811-Indonesia
Phone: +62 21 547 0901
Fax: +62 21 5421 3298
Toll Free: 0-800-1-010203
email: un*********************@*ph.edu This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website: www.uph.edu

UPH Surabaya
Jl. Jend. A. Yani no.288
City of Tommorow
Surabaya 60234-Indonesia
Phone: +62 31 5825 1007-10
Fax: +62 31 5825 1020
email: in*****@************ac.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website: www.uphsurabaya.ac.id

2. Online Procedure

1. Login to :

http://klik.uph.edu/admission/regis/registration.php
2. Fill in the Registration Form and print the replied email from the System.

For Music Department applicant, please download Recommendation Form below :
Recommendation Form.pdf (English) or
- Formulir Rekomendasi.pdf (Indonesia)

For Scholarship Applicant, please download Scholarship Form.pdf

Step 2 : Complete the Required Document

1.General Requirement
-Two recent headshots (black-and-white / colored) size 3 x 4 cm.
-A copy of a valid id card (residence identification card / KTP) / student id card / driving license.
-A copy of high school academic record grade 10 to 11 and legalized by the principal.
-A copy of the national examination (UAN) from junior high school and legalized by the principal/school.
-Admission statement.
-Direct Admission form & requirements.
-For the Music faculty : VCD/DVD + recommendation letter + composition for Composition
concentration.
-For (FDTP): 3 pcs drawing portfolio (excl. civil engineering) + 1 page essay “Statement of
Purpose”

Incomplete requirements WILL NOT BE PROCESSED and will be returned for you to complete.

Download General Requirement checklist

http://www.uph.edu/admissions/171-new-admission-undergraduate-online-2.html

2.
Scholarship Additional Requirement (for Scholarship Applicant Only)
A. General Requirements for All Scholarship Categories
-Scholarship form & requirements
-Completed UPH scholarship application form
-Legalized copy of academic report (Grade 10 & 11 High School)
-Legalized copy UAN SMP
-Legalized copy of Highschool NEM
-Legalized copy of Highschool certificate
-Recomendation Letter from the school’s Principal, scholarship applicant should be in between rank 1-10
-Copy of Residential I.D/Driver’s License/Sudent I.D.
-Copy of Family Card (KK)
-Two Recent Headshots size 3X4 cm
-Application letter to the UPH Scholarship Committee, signed and acknowledge by parents.
-Biodata / Curriculum Vitae
-A 500-word English essay on “Why I choose X Study Program as a Stepping Stone for “My Career”
-3 pcs Portfolio Design for Product Design, Interior Design, Design and Visual Communication, Architecture, Civil Engineering
-VCD/DVD Audition for Music Department & Recommendation Form from Music Course/ School

B. Specific Requirements for Sports and Art Scholarship
Sports :
-Recommendation letter from the Indonesian National Committee for Sports (KONI-National regional) or other national / province sports organization.
-Award certificate/trophy/medallion/certificate of performance (minimum at province level)
Music :
-Award certificate/trophy/medallion/certificate of performance (minimum at province level)

C. Specific Requirements for Limited Financial Scholarship
-A letter to state the financial condition of the family issued by:
a. RT/RW/Kelurahan (for Non Christian/Catholics)
b. Church/Christian Foundation/Religious Organization (for Christian/Catholic)
-Copy of electricity bills for the last three months.
-Copy of water bills for the last three months.
-Copy of house telephone bills for the last three months.
-Copy of Land and Building Tax (PBB) proof of payment.
-Copy of parent’s payslip or certificate of income

Incomplete requirements WILL NOT BE PROCESSED and will be returned for you to complete.

Step 3 : Submission

1. Submit all requirement documents, by mail or come to our :

UPH Lippo Village
Undergraduate Admission Center
UPH Global Campus, Building D, 1st Floor
Jl. M.H. Thamrin Boulevard 1100
Lippo Village, Tangerang 15811-Indonesia
Phone: +62 21 547 0901
Fax: +62 21 5421 3298
Toll Free: 0-800-1-010203
email: un*********************@*ph.edu This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website: www.uph.edu

2.For direct admission applicant (from National School), please wait maximum 14 working days after you submit your application.

USM schedule

Term 4: Saturday, 24th April 2010
Term 5 Friday, 28th May 2010
Term 6 Friday, 25th June 2010
Term 7 Friday, 30th July 2010

Admission Test Regulations

1 During the UPH Admission test, prospective students must dress appropriately, wear covered footwear, be ready in the test room, and sit in the assigned seats 15 minutes before the test is scheduled to start.
2 Test takers must bring the following identification to be shown to the test supervisor :
a. Admission Test Card
b. A valid identification Card ( Residence Identification Card / KTP, Driver’s Licence or other forms of identification bearing the photo of the prospective student)
3 Test takers who do not bring the UPH Admission Test Card must seek special permission from POSKO.
4 Maximum lateness is 30 minutes. Late arrivals do not receive extra time and must hand in their test with the others for those who are later than 30 minutes, must seek special permission from POSKO.
5 Personal items permitted to be taken to the test room :
a. Writing utensils (pen, No. 2B type pencil, eraser)
b. Calculator
6 Rules of conduct during the test :
a. Test takers shall not a communicate with one another or any manner whatsoever during the admission test.
b. Test takers shall not Assist or obtain assistance from other students or from any unauthorized source or they are liable for penalties.
c. During the examination test takers must obtain permission from the test supervisor before leaving the test room.
7 Prospective students should only use the official UPH answer sheet received at the test site.
8 At the conclusion of the test, all writing shall cease. Students are to remain in their seats until the test supervisor collects the test papers.
9 Carrying of weapons and smoking are strictly forbidden in UPH area.
10 Misconduct :
A prospective student may be expelled if engaging in any misconduct with respect to the prohibited conduct outlined in this policy. Expelled students will be withdrawn from admission.

Step 4

Check your Acceptance Status at :
http://klik.uph.edu/admission/announcement/

Important Note:

* Failed applicant (Direct Admission) can register again by restart the Registration Procedure from step no.1 and undergone an admission test.

http://www.uph.edu/admissions.html

DCT Kerjasama UNDP dan Pemerintah RI Laksanakan Program Monitoring di Nias Utara

Thursday, April 15th, 2010

Gunung Sitoli – Distric Coordination Team (DCT), yaitu suatu Tim Koordinasi Pelaksanaan Program di tingkat kabupaten merupakan Penguatan Kapasitas dan Peran Organisasi Masyarakat Sipil di Nias kerjasama UNDP (Badan PBB untuk Program Pembangunan) dan Pemerintah Republik Indonesia, menetapkan Desa Lasara Sawo sebagai salah satu lokasi program monitoring yang mewakili Nias bagian Utara sebelah pesisir 5 tahun paska gempa tektonik di wiliayah itu.

Basis pelaksanaan program monitoring ini ada pada masyarakat, artinya kegiatan monitoring atau pemantauan terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi baik yang sudah selesai maupun yang sedang dalam proses pelaksanaan dilaksanakan masyarakat itu sendiri.

Masyarakat dipandang sebagai pihak yang paling tepat memberikan evaluasi dari berbagai proses bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi yang mereka alami, rasakan dan terlibat sebagai pelaku di Nias. Dengan demikian diharapkan akan diperoleh informasi yang akurat dan proporsional tentang dampak yang dirasakan oleh masyarakat selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias.

Dari proposal yang diajukan beberapa kelompok-kelompok masyarakat di desa Lasara Sawo, terpilihlah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Samaeri sebagai pelaksana program di desa Lasara Sawo. KSM. Samaeri merupakan salah satu dari sejumlah kelompok tani di desa Lasara Sawo, yang secara khusus bergerak dalam pengembangan bibit karet okulasi.

KSM ini diketuai Agustinus Telaumbanua dengan 13 anggota kelompok. Dukungan pendanaan program berasal dari UNDP, yang kemudian bekerjasama dengan lembaga Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM) atau Association for Community Empowerment (ACE) sebagai yang bertanggungjawab melaksanakan program. Khusus di wilayah Nias, Perdhaki sebagai anggota konsorsium dari PPKM mengambil bagian untuk mefasilitasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Hasil monitoring yang berhasil di himpun menurut Ketua KSM Samaeri, Agustinus Telaumbanua mengatakan di Nias Utara, Jumat (9/4) program bantuan pembangunan yang masuk di Desa Lasara Sawo selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi ada yang dalam bentuk fisik dan ada juga yang non-fisik berupa kegiatan penyuluhan dan pemberian bantuan untuk kegiatan produksi peternakan dan pertanian.

Dirangkum

Sejumlah program tersebut telah dirangkum dari berbagai donor yakni Saluran irigasi sawah dari BRR 1 unit, Peningkatan produktifatas pertanian dari UNDP 277 kk, Rumah penduduk BRR 33 kk, Bantuan rumah ibadah BRR 2 unit, Bantuan bibit ternak babi BRR 2 kk, Sanitasi air bersih PMI 135 kk, Gedung sekolah SDN 071026 KRRP-R2PN 1 unit, Bantuan bibit tanaman karet okulasi BRR 13 orang, Pelatihan pengembangan bibit ICRAF 15 org, Pemberian bibit tanaman FAO 138 kk, Pemberian bantuan dana prog KJA ADB 19 orang, Program Bantuan Sosial Perbaikan Rumah (BSPR) BRR 2,5 juta per unit.

Dari monitoring sejumlah program rehabilitasi dan rekonstruksi yang masuk di desa Lasara Sawo, ada beberapa temuan yang dampaknya berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat di desa, yaitu peralatan pertanian yang diberikan sangat membantu para petani, namun tidak dapat dinikmati oleh sebagain besar Petani, oleh karena; jumlahnya terbatas, dimanfaatkan hanya oleh kelompok tertentu saja, Komite Desa yang dibentuk untuk mengelola pemilikan, pemanfaatan, dan pemeliharaan tidak berfungsi secara efektif.

Selama ini persawahan Torowa merupakan sektor ekonomi vital bagi masyarakat desa Lasara Sawo dan 6 desa tetangga yang penggarap sawah. Tetapi dengan proyek rehabilitasi saluran irigasi persawahan Torowa oleh BRR yang terbengkalai, tidak sesuai dengan yang direncanakan, dan kualitas bangunan tidak kuat mengakibatkan areal bagian bawah tidak mendapat pasokan air sehingga menjadi lahan kering dan sekarang beralih fungsi terdapat 3 lokasi di areal tengah rusak berat oleh hantaman banjir, karena saluran irigasi tidak selesai dan distribusi air tidak terkendali.

Juga pengaliran air dari bendungan induk tidak optimal karena konstruksi saluran yang jauh lebih dalam dari permukaan areal persawahan dan kondisi bangunan saluran irigasi yang sebagian sudah roboh menimbul bandar saluran. Malah akibat dari pelaksanaan proyek ini produktifitas persawahan Torowa turun hingga 50 persen dari produksi sebelumnya.

Hal lain bagi warga yang rumahnya termasuk kategori rusak ringan dan rusak berat yang sudah didata dan dikirim ke tingkat kabupaten serta BRR pada waktu pendataan pasca bencana, masih belum mendapat kejelasan apakah termasuk dan mendapat alokasi sebegai penerima manfaat program BSPR di desa Lasara Sawo Kecamatan. Sawo.

Belum Ada Perubahan

Berdasarkan hasil wawancara kepada 60 orang responden masyarakat Desa Lasara Sawo dengan menggunakan instrumen survey yang disiapkan lembaga PPKM, untuk mengetahui seberapa dampak program yang dirasakan masyarakat diketahui hasil sebagai berikut penerima manfaat program rehab-rekon di desa Lasara Sawo, sekitar 40 persen di antaranya menyatakan belum ada dampak perubahan (kondisi tetap saja) selama program rehap-rekon di desa Lasara Sawo. Namun di sisi lain 50 persen lebih menyatakan ada perubahan peningkatan dari ke sepuluh aspek yang ditanyakan.

(analisa)

Women in Nias Have Entrepreneurial Spirit

Thursday, April 15th, 2010

By: Nia Sarinastiti, 3-3-2009

Women entrepreneurs in Nias, Indonesia, describe how they manage community loans and expand business ventures.

In the many trips I’ve taken with the World Bank’s Indonesia Country Director, Joachim von Amsberg, I’ve always admired how indigenous locals interact with expatriates. I think from the curiosity of whether an expatriate really would like to engage with them and understand their needs, you can actually see the sparkle in their eyes to pose many questions.

In our visit to Hiliweto village of Gido district of Nias, the mission team visited the home of one of the women’s group leaders to chat with informal women entrepreneurs on how they manage their community loans and expand their business ventures. At first, the group was reluctant to even answer a question, but Joachim broke the ice by agreeing to have the women ask about him – for example, where he comes from, married or not, children, etc. As the discussion went into a more relaxed mode, we asked what specific program benefits them the most. They all hailed microfinancing. Getting small loans is a common problem in Indonesia because credit is difficult to obtain from banks without having any collateral as a guarantee.

Through the Kecamatan Development Program – funded by the World Bank – the 10 women members formed a group to be able to participate in a savings and loan scheme for women. The group members were very excited to talk about what they did with the money. The group’s leader, Diana Hora, had to take the helm and compile the comments.

With Rp. 10 million (about US $1,000), the women bought several sewing machines, seeds for each of their own vegetable gardens and livestock – i.e. chicken and pigs. Diana said the group has also paid back the community lender at an interest rate of 1.25 percent. They plan to borrow again to get ready for the holidays when the buying power of people is higher. As far as I know, based on various discussions, women tend to be better borrowers because they do not want to be considered as bad debtors in the community, and they feel that having to owe people is a burden.

When asked what the most profitable business was, they all simultaneously answered, with joy – livestock. Poultry eggs come in as a routine breadwinner for the households. They also start with piglets, which become large enough to be sold for Christmas time. Every three months, most of the women are able to sell their livestock and earn quite a high profit margin, to be used as a base for their small businesses. Although the group’s treasurer, Kidalial, is a very good seamstress and she sees that sewing is profitable, she cannot rely on it as a daily income since people only make clothes for the holidays or special events.

I believe that when we were able to engage with the women, they became excited to tell us everything. And of course, the trip would not have been complete without a picture together with the group.

http://blogs.worldbank.org/eastasiapacific/indonesia-women-in-nias-have-entrepreneurial-spirit

Wah, Aktif di OSIS Juga Bisa Dapat Beasiswa!

Thursday, April 15th, 2010

JAKARTA – Memang, di Prasetiya Mulya Business School, Jakarta, terdapat tiga kategori beasiswa. Pertama, beasiswa prestasi untuk siswa yang lolos tes dengan katagori A. Kedua, beasiswa dari para alumni untuk siswa yang tidak mampu dan ketiga untuk siswa yang berdomisili di luar Jabotabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Selain itu tersedia juga beasiswa untuk Program S-2.

Khusus beasiswa prestasi, Prasetiya Mulya Business School memeruntukkannya bagi para calon mahasiwa yang ikut tes masuk strata sarjana (S-1). Si calon mahasiswa harus lulus dengan nilai kategori A. Nilai nominal beasiswanya cukup besar, mulai 25 hingga 61 juta rupiah untuk perkuliahan pada tahun pertama.

Bukan hanya itu. Beasiswa prestasi tersebut juga tidak tertutup kemungkinan terus bisa dinikmati hingga memasuki tahun ke IV. Hanya syaratnya, si mahasiwa penerima beasiswa bisa mempertahankan nilainya dengan baik.

Sementara itu, beasiswa alumni akan diberikan kepada calon mahasiswa yang tidak mampu. Mereka harus lulus seleksi masuk dengan nilai kategori B. Beasiswa ini akan diberikan secara penuh sampai mahasiswa selesai kuliah. Sekali lagi, syaratnya harus tidak mampu.

Lain halnya dengan beasiswa khusus pelajar yang berdomisili di luar Jabodetabek. Beasiswa ini baru akan digulirkan pada tahun ajaran 2010 mendatang. Syaratnya, calon mahasiswa penerima beasiswa jenis ini bukan hanya berprestasi secara akademis, melainkan juga punya prestasi dan potensi bagus dalam kemampuan kepemimpinan (leadership skill), semisal OSIS atau organisasi kesiswaan lainnya.

Nah, tidak rugi kan aktif di organisasi? Apalagi kesempatannya lumayan besar, karena setiap tahun ajaran baru jumlah penerima beasiswa di kampus ini bisa mencapai 1 – 20 mahasiswa!

Pendaftaran dibuka sampai 23 April 2010, sedangkan tes masuk dilaksanakan tanggal 2 Mei 2010 di Kampus Prasetiya Mulya, Jakarta

Kompas
http://www.pmbs.ac.id/index.php?module=ContentExpress&func=display&ceid=83

http://www.pmbs.ac.id/s1/content.php?id=1

Gempa Aceh Menaik-Turunkan Pulau

Wednesday, April 14th, 2010
Tiga pulau di Simeulu lenyap setelah gempa 7 April 2010. Pulau Tuanku terangkat lagi.

Puing-puing masih berserakan di sekitar 43 rumah yang roboh. Sebanyak 631 rumah lain temboknya retak. Pemerintah Kabupaten Simeulu, Provinsi Aceh, menaksir kerugian akibat gempa sebesar Rp 52 miliar.

“Kami berharap pemerintah pusat dan provinsi memberikan bantuan,” kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Simeulu, Zul Mufti. Termasuk untuk 22 korban yang luka-luka.

Rabu pekan lalu (7 April) pukul 05.15 WIB memang terjadi gempa berkekuatan 7,7 skala Richter (SR). Lokasi gempa di 2.33 Lintang Utara dan 97.02 Bujur Timur atau di bawah laut. Lokasi ini 75 kilometer arah tenggara Kota Sinabang, Pulau Simeulu, tepatnya dekat Kepulauan Banyak.

Tidak hanya korban jiwa dan rusaknya bangunan, gempa juga menenggelamkan Pulau Jejani, Pulau Malelo, dan Pulau Gosong Sianjei di Kepulauan Banyak. Memang ketiga pulau tidak berpenghuni ini telah lama ambles akibat gempa sebelumnya: gempa Aceh, 26 Desember 2004, dan gempa Nias, Maret 2005 (8,7 SR).

Pemerintah kabupaten melaporkan pada beberapa kawasan di sekitar Kota Singkil, terjadi amblesan tanah. Di Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, sejumlah rumah ambles sedalam 30-60 sentimeter.

Selain amblesan yang mudah terlihat, gempa ini membuat sejumlah pulau dan wilayah naik ke permukaan. “Menurut perkiraan kasar kami, Pulau Tuanku naik kembali seperti sebelum gempa 2005 karena sumber gempa berada di bawah pulau tersebut,” kata Danny Hilman Natawidjaja, ahli paleotsunami Pusat Penelitian Geoteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Di sisi lain, menurut Danny, Pulau Bale dan Singkil akan lebih turun beberapa puluh sentimeter.

Sumber gempa 7 April berada di bawah Pulau Tuanku. Lokasi ini persis ada di sebelah timur sumber gempa Nias, Maret 2005. Kepulauan Banyak lokasinya di antara Pulau Simelue dan Pulau Nias sebelah timurnya.

Tim Peneliti Gempa LabEarth LIPI–Danny tergabung di dalamnya–dan Tim Prof Kerry Sieh telah memetakan sumber gempa Nias 2005 dan gempa Aceh 2004. Mereka memperkirakan bagian-bagian mana saja yang masih mampu mengeluarkan gempa cukup besar. Termasuk bagian yang sekarang ini pecah mengeluarkan gempa pada 7 April 2010.

Ketika terjadi gempa Nias pada Maret 2005, Pulau Tuanku turun 70 sentimeter sehingga sebagian wilayah Desa Haloban berada di bawah air laut. Pulau Bale ketika itu turun sampai 1 meter sehingga rumah-rumah di pinggir pantai terendam air laut. Kota Singkil juga turun 50-100 sentimeter. “Kami berencana ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan,” kata Danny.

Dia akan meneliti lokasi di sekitar sumber gempa 7 April. Maklum, populasi manusia yang terdekat ke sumber gempa adalah Desa Haloban dan Kecamatan Bale di Pulau Bale. Selain itu, di Sinabang dan Kota Singkil.

Menurut Danny, selain kedekatan dengan sumber gempa, banyaknya kerusakan bergantung pada arah pergerakan retakan gempa. Ini disebut sebagai seismic directivity. Dia tidak tahu saat ini ke mana seismic directivity-nya. Prinsipnya, lokasi yang berada di arah seismic directivity guncangannya akan jauh lebih keras daripada yang sebaliknya. Tapi bisa juga, kata Danny, seismic directivity ini ke segala arah.

Penelitian tentang sumber gempa sangat berguna, kata Danny, karena dapat memprediksi potensi gempa bumi ke depan. Tentunya pengetahuan ini jadi pedoman melakukan mitigasi bencana gempa bumi.

(Koran Tempo – www.korantempo.com – 13 April 2010)

Seminar Nasional Pendidikan; Mutu Pendidikan Nias Sangat Tertinggal Jauh dengan Daerah Lain

Wednesday, April 14th, 2010

Gunung Sitoli – Kabupaten Nias, dalam hal peningkatan mutu pendidikan Nias, sangat tertinggal jauh di antara daerah lain. Sejak tahun 2001 hingga saat ini pendidikan merupakan salah satu pilar dalam pembangunan Kabupaten Nias.

Menanggapi hal itu, pemerintah Kabupaten Nias ke depan telah memprogramkan penataran kepada para guru untuk mengejar ketertinggalan Nias selama ini.

Hal itu diungkapkan Bupati Nias, Binahati B Baeha SH saat membuka Seminar Nasional Pendidikan Se-Kepuluan Nias yang diselenggarakan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Nias, Jumat (9/4) di Auditorium Teteholi STT (Sekolah Tinggi Teologi) BNKP (Banua Niha Keriso Protestan) Sunderman Gunungsitoli.

“Saya yakin tanpa guru, negara ini tidak akan bisa maju, karena guru menurut saya pahlawan yang sebenarnya. Selain itu pendidikan juga bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi seluruh elemen yang ada. Saya memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada DPD KNPI Kabupaten Nias saya harapkan ke depan untuk lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang,” tegas bupati.

Tanpa guru, negara ini tidak bisa akan maju, karena guru merupakan pahlawan yang sebenarnya. Untuk itu diharapkan kepada nara sumber dalam seminar ini untuk memberikan pemikiran-pemikiran baru yang dapat diaplikasikan kepada para anak didik untuk mempersiapkan generasi penerus pada 10-15 tahun ke depan.

Sementara Sekda Kota Gunungsitoli mewakili Walikota Gunungsitoli mengharapkan peran KNPI dalam membina OKP sebagai mitra pemerintah dalam membantu pemerintah dalam pemberdayaan serta mengharapkan KNPI dapat mendampaingi masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah, khususnya dalam mendampingi masyarakat dalam program PMPM Mandiri.

Mendorong
Ketua DPD KNPI Kabupaten Nias Dalifati Ziliwu S.Pd memohon perhatian yang serius dari pengambilan kebijakan di Kepuluaan Nias untuk mendorong dunia pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan di Pulau Nias agar setara dengan daerah yang lain.

Ia sangat menyesalkan tidak hadirnya para kepala dinas, khususnya para Kepala Dinas Pendikan, sementara yang hadir hanya yang mewakili Kepala Dinas Kabupaten Nias Urara. Sedang pada cara itu banyak informasi yang harus didapatkan dalam kesempatan itu yang datangnya dari pusat dan provinsi yang dapat ditulang kepada yang lainnya.

Diharapkan kerjasama yang dilakukan saat ini terus dapat ditingkatkan dan dikembangkan di masa-masa yang akan datang, hingga KNPI dapat mengetahui kendala-kendala dalam setifikasi.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Sowaa Laoli dalam laporannya menyampaikan, tujuan peneyelenggaraan kegiatan ini yakni, untuk memberikan pemahaman kepada tenaga pendidik, tenaga kependidikan dalam pemerhati pendidikan, implementasi dari UU No 20 Tahun 2003 UU No 14 Tahun 2005 dan peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005.

Memberikan konstribusi yang signifikan kepada pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas SDM. Memberikan pemahaman tentang pentingnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan.

Memberikan gambaran sistem birokrasi dalam memangku jabatan fungsional agar tenaga pendidik dan tenaga pendidikan lebih kondusif menjalankan fungsi dan tugasnya serta untuk membangun kemandirian, hingga tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dapat mengaktualisasikan dirinya lebih inovatif dan kreatif.

Dalam pelaksaan kegiatan seminar itu, diikuti 802 guru se kepuluan Nias dengan tiga nara sumber, DPD RI Parlindungan Purba SH, MM, mewakili Dirjen Peningkatan Mutu tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan RI Drs Mian Siahaan, MM dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Utara Drs H M Johari Lubis, MM, M.Pd.

(Analisa – www.analisadaily.com, 14 April 2010)

Beasiswa Universitas Bina Nusantara Jakarta

Wednesday, April 14th, 2010

BEASISWA : KRITERIA BEASISWA USM (Ujian Saringan Masuk) BINUS UNIVERSITY Tahun Akademik 2010/2011

Gelombang Pendaftaran :
Semua gelombang Jakarta & Luar Jakarta

Syarat Pendaftaran :

* Memenuhi syarat pendaftaran mahasiswa baru
* Tidak melalui pendaftaran khusus beasiswa sebelumnya

* Raport, Ijazah

* The Prospective Student Agreement Letter (Surat Perjanjian Calon Mahasiswa) which is filled and signed on a Rp 6.000,- revenue stamp.
* 2 recent photo (3 x 4)
* Special for Architecture, Graphic Design and Interior Design should enclose Color Literate Statement from Oculist.
* Special for Hotel Management should enclose Medical Literature Statement from Hospital or Clinic.

Note : The registration officer has the right to reject / return incomplete registration document

Dokumen Tambahan Khusus Beasiswa USM : Tidak ada

Ujian Saringan Masuk : Ikut

Keuntungan : Bebas Biaya Sumbangan (DP3)

Ikatan Dinas : Tidak ada

Batas Akhir Pendaftaran :

– 11 Mei 2010 (Jakarta)

– MEDAN
Registration Schedule : Until April 29, 2010
Registration Venue      :
BINUS CENTER Gajah Mada
Jl. Gajah Mada No. 3B, Medan 20153
(061) 453 1467 / 455 8802 / 455 1393 / 453 1464
Entrance Test                :Sunday, May 2, 2010
Entrance Test Venue :BINUS CENTER Gajah Mada
Entrance Test Time    : 09.00 AM

Daerah lain:
http://www.binus.ac.id/FUTURE.STUDENTS/Admissions/Admission.Calendar/English/

Jadwal Seleksi :

Sesuai dengan jadwal pelaksanaan USM setiap gelombang

Pengumuman Penerimaan Beasiswa : Sesuai dengan jadwal pengumuman USM setiap gelombang

Catatan :

1. Jalur pendaftraran Beasiswa tidak berlaku untuk pilihan jurusan Double Majors, Arsitektur, Hotel Management, Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, dan Marketing Communication.
2. Jadwal di atas dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk informasi terbaru, dapat dilihat di www.binus.ac.id

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:

Customer Service BINUS UNIVERSITY
Ruang Admisi Lt.1 Kampus Anggrek
Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530
Tel.                                  : (021) 53-69-69-69, 53-69-69-99
Fax                                  : (021) 535-0655
Email                              : pm*@***us.edu
Homepage                   : www.binus.ac.id/admission
Pendaftaran Online: www.binus.ac.id/DaftarOnline

Tender Proyek Pembangunan Nias Dipermainkan: Anggota DPRD Berang

Tuesday, April 13th, 2010

Medan – Lagi-lagi seorang anggota dewan (DPRD) berang dan marah, kali ini dari DPRD Kabupaten Nias, karena sejumlah proyek pembangunan senilai Rp31 miliar lebih di daerah itu disinyalir dipermainkan atau ‘diolah’ oleh kalangan oknum panitia lelang di Medan dengan dalih harus diulang proses tendernya.

“Ada 11 proyek pembangunan yang diselenggarakan Dinas PU Bina Marga Propinsi Sumut melalui Unit Pengembangan & Rehabilitasi Pembangunan Jalan-Jembatan (UPRPJJ) Gunung Sitoli di Nias. Lalu, dari tujuh proyek yang sudah diumumkan pemenangnya, empat proyek tiba-tiba dibilang harus diulang di Medan. Ada apa ini?! Apa maksudnya tender ulang harus dilaksanakan di Medan, harusnya kan tetap di Nias…! Jangan lagi dibiasakan trik-trik kotor untuk mengarahkan rekanan tertentu menjadi pemenang dengan dalih ulang tender dsb…,” ujar Damili R Gea SH, anggota DPRD Nias, kepada pers di Medan, Kamis (8/4).

Sebelumnya, masalah proyek di daerah lain, misalnya di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, juga telah menimbulkan kemarahan anggota DPRD juga disela-sela acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) propinsi di Medan 1 April lalu. Misalnya proyek pembangunan irigasi Lae Ordi senilai Rp25 miliar untuk daerah Pakpak Bharat tiba-tiba di’pending’ pihak Pemprop Sumut sehingga anggota DPRD Sumut Richard EM Lingga SE mencak-mencak protes. Demikian juga dengan satu proyek drainase dari Dinas Tarukim Propinsi Sumut yang mengundang kemarahan anggota DPRD SU lainnya, karena ada proyek yang nyata-nyata dialihkan alokasinya ke kawasan daerah lain.

Kasus ‘pengalihan’ dan ‘pengolahan’ empat paket proyek untuk pembangunan Nias itu terungkap ketika sejumlah rekanan ‘tuan rumah’ di Nias protes begitu mendengar rencana pihak panitia lelang akan melakukan tender ulang, bukan di Nias (Gunung Sitoli) melainkan ke Medan, tanpa alasan yang jelas. Keluhan itu antara lain terungkap dari pertemuan rekanan anggota Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Nias dengan pengurus tingkat propinsi di kantor DPD Aspekindo Sumut Jln Bahagia By Pass Medan, Selasa (6/4) pekan lalu.

“Pengalihan tender ini, dengan alasan harus diulang atau alasan apapun, bukan hanya akan menimbulkan kecurigaan akan adanya upaya ‘pengolahan’ yang mengarah pada praktek KKN dengan memenangkan rekanan tertentu. Ini juga menjadi tindak pelecehan bagi warga Nias karena terkesan kurang mempercayai kemampuan orang Nias untuk membangun daerah atau kampung halamannya sendiri. Pihak Bina Marga, khususnya UPR PJJ harus mengembalikan proses tender ulang itu di Nias sendiri,” ujar Ketua Umum DPD Aspekindo Sumut Dr Binsar Marbun, didampingi Ketua DPC Aspekindo Nias Haryanto Zega, dan tim advokasi Aspekindo yang tengah menelusuri adanya aspek pidana dalam pengalihan tender proyek tersebut.

Proyek fisik itu meliputi pembangunan Jalan Tuhemberua–Lahewa (55 KM) di Nias Utara senilai Rp1,95 miliar, pembangunan Jembatan Idano Soligasi (Nias Utara) senilai Rp2,03 miliar, pembangunan Jembatan Idano Lahewa (Nias Utara) senilai Rp2,04 miliar, lanjutan proyek Jembatan Idano Ehau (Nias Utara) senilai Rp3,64 miliar, pembangunan Jembatan Idano Latu senilai 1,75 miliar di Nias Barat, pembangunan Jembatan Idano Lika (Nias Barat) senilai Rp2,03 miliar, pembangunan Jembatan Idano Mangela (Nias Barat) senilai Rp2,04 miliar, pembangunan Jembatan Idano Huruna (Nias Barat) senilai Rp2,04 miliar, pembangunan jalan raya Lahusa-Teluk Dalam di Nias Selatan (Rp1,95 miliar), proyek Jembatan Idano Malizimbo (Nias Selatan) senilai Rp 2,04 miliar, dan pembangunan bronjong penahan erosi pada ruas jalan Lahusa–Teluk Dalam di Nias Selatan senilai Rp800 juta.

“Tujuh dari proyek sudah diumumkan pemenangnya : Jalan Lahusa-Teluk Dalam, Jembatan Idano Soligasi, Jembatan Idano Lotu, Jembatan Idano Ehau, Jembatan Idano Lika, Jembatan Idano Mangela, dan proyek Jembatan Idano Malizimbo. Tapi empat dari ketujuh proyek ini tiba-tiba akan diulang tendernya di Medan. Pada dasarnya kami rekanan, khususnya dari Aspekindo tak keberatan tendernya diulang, tapi harus tetap di Nias, jangan di Medan” papar Binsar Marbun sembari menunjukkan data keempat proyek itu dengan daftar para rekanan yang mengikuti tendernya.

Selain mendapat dukungan dari anggota DPRD, protes rekanan dari Aspekindo itu juga mendapat reaksi serupa dari kalangan warga Nias di Medan. Advokat Yos Lase SH selaku Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Nias Utara (FKM Kanira) bersama Sekum-nya Drs Temazaro Zega, juga datang ke kantor SIB menyatakan hal serupa. Bahwa, pihak Dinas Marga atau UPRPJJ harus mengembalikan proses lelang ke Nias sebagai tempat atau lokasi penyelenggaraan proyek itu sesegera mungkin.
“Apa dasarnya proyek itu musti dilelang-ulang di Medan. Tolong jangan menambah-nambah prosedur di atas prosedur yang sudah baku lah… Nias itu sedang konsentrasi dalam membangun kembali kampung halamannya yang porak poranda diterjang gempa dan tsunami. Itu berarti butuh gerak cepat dan segala bentuk percepatan pembangunan. Jadi, jangan dihambat atau diperlambat dengan dalih tender ulang di tempat lain dsb,” ujar Yos Lase dan Temazaro kepada SIB Jumat (9/4) sembari menunjukkan data yang sama dengan yang diperoleh SIB dari anggota Aspekindo.

Di lain pihak, Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Sumut Ir Marapinta Harahap, menyatakan pihaknya segera akan menelusuri masalah tersebut, termasuk akan menanyakannya ke pihak UPRPJJ di Gunung Sitoli, Nias.

“Kita cek dulu nanti ya… Saya panggil dulu panitianya….,” katanya singkat sembari bergegas masuk ke mobilnya tanpa sempat menjawab apakah hal itu terjadi sebelum ataukah sesudah dia menjabat Kadis Bina Marga Sumut baru-baru ini.

(sib)

Pengembangan Rumah Sederhana Diharapkan Tidak Hanya di Medan

Tuesday, April 13th, 2010

Medan – Pengembangan rumah sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Sumatera Utara sudah saatnya tidak hanya terfokus di kota besar seperti Medan .

Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional maupun pengembang swasta diharapkan bisa menjadikan kabupaten/kota lain, khususnya yang belum berkembang sebagai tempat pembangunan rumah sederhana.

Permintaan ini disampaikan sejumlah anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut saat rapat kerja dengan General Manajer Perum Perumnas Regional I Adil Manurung di gedung DPRD Sumut, Senin (6/4). Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Jhon Hugo Silalahi juga dihadiri Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumut Rusmin Lawin.

Anggota Komisi DPRD Sumut Maratua Siregar yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, masyarakat yang tinggal di kawasan Pantai Barat Sumut hingga kini belum tersentuh pembangunan rumah sederhana. Dia mencontohkan masyarakat di Tapanuli Selatan, Padanglawas dan Padanglawas Utara, Padang Lawas Selatan, Tapanuli Tengah dan kabupaten di Pulau Nias. Padahal, masyarakat di daerah itu sangat membutuhkan rumah sederhana. “Kita berharap Perum Perumnas dan REI masuk ke situ. Jangan fokus di kota besarsaja,” ujar Maratua.

Permintaan yang sama juga diungkapkan anggota komisi D lainnya, Analisman Zalukhu. Dia mengakui, pengembangan perumahan sederhana di daerah memang membutuhkan dukungan dari semua pihak, seperti pemerintah daerah dalam hal ini dinas tata ruang. Selain itu juga PT Perusahaan Listrik Negara dan perusahaan daerah air minum yang menjadi penunjang pengembangan perumahan. Tanpa kerja sama yang baik semua pemangku kepen-tingan, Analisman yakin, pengembangan rumah sederhana tidak akan tercapai.

Sambut Baik

Adil Manurung menyambut baik usulan anggota Dewan mengenai pengembangan rumah sederhana di daerah. Tanpa diminta pun, Perum Perumnas Regional I yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumut, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau sudah membidik pasar di daerah.

Selain Medan, daerah yang menjadi pengembangan rumah sederhana antara lain Dairi, Gunung Sitoli, Pematangsiantar, Deliserdang, Tanjungbalai dan sebagainya. Harus diakui, menurut Adil, pengembangan rumah sederhana tidak bisa berjalan tanpa kerja sama semua pihak terutama pemerintah daerah. Sebab, pemda merupakan pihak yang berwenang dalam pemberian izin dan penentuan lahan karena berkaitan dengan tata ruang. “Saat ini kami sudah menyurati bupati-bupati dalam hal pengembangan pembangunan rumah sangat sederhana ini,” katanya.

Selain perizinan, masalah lain yang dihadapi Perum Perumnas dalam pengembangan perumahan sederhanan adalah tingginya harga tanah. Padahal, standar biaya yang ditentukan dalam pembangunan rumah sederhana adalah Rp 50 juta per unit. Di sejumlah daerah, seperti Padanglawas, pengembangan rumah sederhana terhambat karena tingginya harga tanah.

Rusmin Lawin menambahkan, masalah besar yang harus dihadapi pengembang perumahan saat ini adalah persoalan birokrasi yang kerap rumit dan lama. Dia mencontohkan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) yang kurang transparan.

Walaupun sebagian daerah sudah menerapkan perizinan satu pintu, namun menurut Rusmin, hal ini belum memberi kepastian dan kemudahan bagi pengembang. Selain keterbatasan lahan, permasalahan lain yang dihadapi adalah infrastruktur seperti jalan, listrik dan ketersediaan fasilitas air bersih.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi DPRD Sumut Zulkarnain berpendapat, perlu ada evaluasi ketat terhadap proses pemberian izin dalam pengembangan perumahan di Sumut.

(analisa, kaskus)

Beasiswa S-1 di Universitas Atmajaya Jogja

Tuesday, April 13th, 2010

Universitas Atma Jaya Yogyakarta menyediakan berbagai cara pendaftaran mahasiswa baru program S-1.

1. Program PSSB
Program ini akan memberikan beasiswa berupa bebas Sumbangan Pengembangan Universitas dan biaya kuliah selama 4 tahun, 8 semester berturut-turut dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak UAJY. Jenis PPSB-Khusus (khusus yang beragama Katolik) dan Beasiswa (untuk umum). Syarat al. :
1. Terbuka bagi siswa SMA/ SMK segala jurusan untuk tahun kelulusan terbaru
2. Terbuka untuk seluruh program studi
3. Termasuk dalam (maksimal) ranking 5 di kelasnya
4. Rekomendasi dari sekolah untuk mendapatkan beasiswa karena kesulitan ekonomi
5. Data penghasilan keluarga
6. Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan

2. Program Unggulan merupakan program penerimaan mahasiswa baru yang seleksi penerimaannya didasarkan pada prestasi yang pernah diraih oleh calon mahasiswa ketika masih duduk di bangku SMA atau SMK, kelas X dan XI. Calon mahasiswa yang diterima melalui program ini tidak perlu mengikuti ujian tertulis dan akan mendapat potongan Sumbangan Pengembangan Universitas (SPU) yang besarnya akan ditentukan oleh pihak universitas.
Jenis Unggulan yang tersedia, antara lain : Unggulan Ranking, Unggulan Raport, Unggulan NEM, dan Unggulan Non Kependidikan.
Masing-masing mempunyai syarat dan jadwal yang berbeda.

3. Program Antara
Program Antara merupakan program penerimaan mahasiswa baru dengan seleksi ujian tertulis dengan bahan ujian meliputi tes kemampuan belajar (kemampuan verbal, kemampuan penalaran, kemampuan kuantitatif) dan Bahasa Inggris. Tes dilakukan sebelum pengumuman kelulusan SMA/ SMK dan dapat dilakukan di sekolah yang ditunjuk/ bekerjasama atau di UAJY dengan jadwal yang disepakati.
Jenis :
1. Jalur Antara
Terbuka bagi siswa SMA/ SMK/SMK segala jurusan untuk tahun kelulusan terbaru dan sebelumnya.
2. Jalur Kerjasama
Terbuka bagi siswa SMA/ SMK/SMK segala jurusan untuk tahun kelulusan terbaru dan sebelumnya; dan hanya dibuka untuk untuk program studi Arsitektur, Teknik Sipil, Teknobiologi, Ilmu Ekonomi, Teknik Industri, Ilmu Hukum, dan Sosiologi.
4. Program Reguler
Program Reguler merupakan program penerimaan mahasiswa baru dengan seleksi ujian tertulis di Kampus UAJY dengan bahan ujian meliputi tes kemampuan belajar (kemampuan verbal, kemampuan penalaran, kemampuan kuantitatif) dan Bahasa Inggris. Proses pendaftaran dapat dilakukan melalui Internet (http://www.uajy.ac.id/pmb-online) ataupun langsung di UAJY.
Syarat :
1. Terbuka bagi siswa SMA/SMK segala jurusan untuk lulusan terbaru maupun sebelumnya.
2. Terbuka untuk semua program studi di UAJY.

(Informasi ini juga berlaku untuk Universitas Atma Jaya Jakarta)

http://www.uajy.ac.id/menu-page/admisi/penerimaan-mahasiswa-baru-s1/

http://forum.atmajaya.ac.id/viewtopic.php?p=53464