Archive for April 13th, 2010 | Daily archive page

Tender Proyek Pembangunan Nias Dipermainkan: Anggota DPRD Berang

Tuesday, April 13th, 2010

Medan – Lagi-lagi seorang anggota dewan (DPRD) berang dan marah, kali ini dari DPRD Kabupaten Nias, karena sejumlah proyek pembangunan senilai Rp31 miliar lebih di daerah itu disinyalir dipermainkan atau ‘diolah’ oleh kalangan oknum panitia lelang di Medan dengan dalih harus diulang proses tendernya.

“Ada 11 proyek pembangunan yang diselenggarakan Dinas PU Bina Marga Propinsi Sumut melalui Unit Pengembangan & Rehabilitasi Pembangunan Jalan-Jembatan (UPRPJJ) Gunung Sitoli di Nias. Lalu, dari tujuh proyek yang sudah diumumkan pemenangnya, empat proyek tiba-tiba dibilang harus diulang di Medan. Ada apa ini?! Apa maksudnya tender ulang harus dilaksanakan di Medan, harusnya kan tetap di Nias…! Jangan lagi dibiasakan trik-trik kotor untuk mengarahkan rekanan tertentu menjadi pemenang dengan dalih ulang tender dsb…,” ujar Damili R Gea SH, anggota DPRD Nias, kepada pers di Medan, Kamis (8/4).

Sebelumnya, masalah proyek di daerah lain, misalnya di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat, juga telah menimbulkan kemarahan anggota DPRD juga disela-sela acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) propinsi di Medan 1 April lalu. Misalnya proyek pembangunan irigasi Lae Ordi senilai Rp25 miliar untuk daerah Pakpak Bharat tiba-tiba di’pending’ pihak Pemprop Sumut sehingga anggota DPRD Sumut Richard EM Lingga SE mencak-mencak protes. Demikian juga dengan satu proyek drainase dari Dinas Tarukim Propinsi Sumut yang mengundang kemarahan anggota DPRD SU lainnya, karena ada proyek yang nyata-nyata dialihkan alokasinya ke kawasan daerah lain.

Kasus ‘pengalihan’ dan ‘pengolahan’ empat paket proyek untuk pembangunan Nias itu terungkap ketika sejumlah rekanan ‘tuan rumah’ di Nias protes begitu mendengar rencana pihak panitia lelang akan melakukan tender ulang, bukan di Nias (Gunung Sitoli) melainkan ke Medan, tanpa alasan yang jelas. Keluhan itu antara lain terungkap dari pertemuan rekanan anggota Asosiasi Pengusaha Konstruksi Indonesia (Aspekindo) Nias dengan pengurus tingkat propinsi di kantor DPD Aspekindo Sumut Jln Bahagia By Pass Medan, Selasa (6/4) pekan lalu.

“Pengalihan tender ini, dengan alasan harus diulang atau alasan apapun, bukan hanya akan menimbulkan kecurigaan akan adanya upaya ‘pengolahan’ yang mengarah pada praktek KKN dengan memenangkan rekanan tertentu. Ini juga menjadi tindak pelecehan bagi warga Nias karena terkesan kurang mempercayai kemampuan orang Nias untuk membangun daerah atau kampung halamannya sendiri. Pihak Bina Marga, khususnya UPR PJJ harus mengembalikan proses tender ulang itu di Nias sendiri,” ujar Ketua Umum DPD Aspekindo Sumut Dr Binsar Marbun, didampingi Ketua DPC Aspekindo Nias Haryanto Zega, dan tim advokasi Aspekindo yang tengah menelusuri adanya aspek pidana dalam pengalihan tender proyek tersebut.

Proyek fisik itu meliputi pembangunan Jalan Tuhemberua–Lahewa (55 KM) di Nias Utara senilai Rp1,95 miliar, pembangunan Jembatan Idano Soligasi (Nias Utara) senilai Rp2,03 miliar, pembangunan Jembatan Idano Lahewa (Nias Utara) senilai Rp2,04 miliar, lanjutan proyek Jembatan Idano Ehau (Nias Utara) senilai Rp3,64 miliar, pembangunan Jembatan Idano Latu senilai 1,75 miliar di Nias Barat, pembangunan Jembatan Idano Lika (Nias Barat) senilai Rp2,03 miliar, pembangunan Jembatan Idano Mangela (Nias Barat) senilai Rp2,04 miliar, pembangunan Jembatan Idano Huruna (Nias Barat) senilai Rp2,04 miliar, pembangunan jalan raya Lahusa-Teluk Dalam di Nias Selatan (Rp1,95 miliar), proyek Jembatan Idano Malizimbo (Nias Selatan) senilai Rp 2,04 miliar, dan pembangunan bronjong penahan erosi pada ruas jalan Lahusa–Teluk Dalam di Nias Selatan senilai Rp800 juta.

“Tujuh dari proyek sudah diumumkan pemenangnya : Jalan Lahusa-Teluk Dalam, Jembatan Idano Soligasi, Jembatan Idano Lotu, Jembatan Idano Ehau, Jembatan Idano Lika, Jembatan Idano Mangela, dan proyek Jembatan Idano Malizimbo. Tapi empat dari ketujuh proyek ini tiba-tiba akan diulang tendernya di Medan. Pada dasarnya kami rekanan, khususnya dari Aspekindo tak keberatan tendernya diulang, tapi harus tetap di Nias, jangan di Medan” papar Binsar Marbun sembari menunjukkan data keempat proyek itu dengan daftar para rekanan yang mengikuti tendernya.

Selain mendapat dukungan dari anggota DPRD, protes rekanan dari Aspekindo itu juga mendapat reaksi serupa dari kalangan warga Nias di Medan. Advokat Yos Lase SH selaku Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Nias Utara (FKM Kanira) bersama Sekum-nya Drs Temazaro Zega, juga datang ke kantor SIB menyatakan hal serupa. Bahwa, pihak Dinas Marga atau UPRPJJ harus mengembalikan proses lelang ke Nias sebagai tempat atau lokasi penyelenggaraan proyek itu sesegera mungkin.
“Apa dasarnya proyek itu musti dilelang-ulang di Medan. Tolong jangan menambah-nambah prosedur di atas prosedur yang sudah baku lah… Nias itu sedang konsentrasi dalam membangun kembali kampung halamannya yang porak poranda diterjang gempa dan tsunami. Itu berarti butuh gerak cepat dan segala bentuk percepatan pembangunan. Jadi, jangan dihambat atau diperlambat dengan dalih tender ulang di tempat lain dsb,” ujar Yos Lase dan Temazaro kepada SIB Jumat (9/4) sembari menunjukkan data yang sama dengan yang diperoleh SIB dari anggota Aspekindo.

Di lain pihak, Kepala Dinas PU Bina Marga Propinsi Sumut Ir Marapinta Harahap, menyatakan pihaknya segera akan menelusuri masalah tersebut, termasuk akan menanyakannya ke pihak UPRPJJ di Gunung Sitoli, Nias.

“Kita cek dulu nanti ya… Saya panggil dulu panitianya….,” katanya singkat sembari bergegas masuk ke mobilnya tanpa sempat menjawab apakah hal itu terjadi sebelum ataukah sesudah dia menjabat Kadis Bina Marga Sumut baru-baru ini.

(sib)

Pengembangan Rumah Sederhana Diharapkan Tidak Hanya di Medan

Tuesday, April 13th, 2010

Medan – Pengembangan rumah sederhana bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Sumatera Utara sudah saatnya tidak hanya terfokus di kota besar seperti Medan .

Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional maupun pengembang swasta diharapkan bisa menjadikan kabupaten/kota lain, khususnya yang belum berkembang sebagai tempat pembangunan rumah sederhana.

Permintaan ini disampaikan sejumlah anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut saat rapat kerja dengan General Manajer Perum Perumnas Regional I Adil Manurung di gedung DPRD Sumut, Senin (6/4). Rapat yang dipimpin Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Jhon Hugo Silalahi juga dihadiri Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sumut Rusmin Lawin.

Anggota Komisi DPRD Sumut Maratua Siregar yang juga politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, masyarakat yang tinggal di kawasan Pantai Barat Sumut hingga kini belum tersentuh pembangunan rumah sederhana. Dia mencontohkan masyarakat di Tapanuli Selatan, Padanglawas dan Padanglawas Utara, Padang Lawas Selatan, Tapanuli Tengah dan kabupaten di Pulau Nias. Padahal, masyarakat di daerah itu sangat membutuhkan rumah sederhana. “Kita berharap Perum Perumnas dan REI masuk ke situ. Jangan fokus di kota besarsaja,” ujar Maratua.

Permintaan yang sama juga diungkapkan anggota komisi D lainnya, Analisman Zalukhu. Dia mengakui, pengembangan perumahan sederhana di daerah memang membutuhkan dukungan dari semua pihak, seperti pemerintah daerah dalam hal ini dinas tata ruang. Selain itu juga PT Perusahaan Listrik Negara dan perusahaan daerah air minum yang menjadi penunjang pengembangan perumahan. Tanpa kerja sama yang baik semua pemangku kepen-tingan, Analisman yakin, pengembangan rumah sederhana tidak akan tercapai.

Sambut Baik

Adil Manurung menyambut baik usulan anggota Dewan mengenai pengembangan rumah sederhana di daerah. Tanpa diminta pun, Perum Perumnas Regional I yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumut, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau sudah membidik pasar di daerah.

Selain Medan, daerah yang menjadi pengembangan rumah sederhana antara lain Dairi, Gunung Sitoli, Pematangsiantar, Deliserdang, Tanjungbalai dan sebagainya. Harus diakui, menurut Adil, pengembangan rumah sederhana tidak bisa berjalan tanpa kerja sama semua pihak terutama pemerintah daerah. Sebab, pemda merupakan pihak yang berwenang dalam pemberian izin dan penentuan lahan karena berkaitan dengan tata ruang. “Saat ini kami sudah menyurati bupati-bupati dalam hal pengembangan pembangunan rumah sangat sederhana ini,” katanya.

Selain perizinan, masalah lain yang dihadapi Perum Perumnas dalam pengembangan perumahan sederhanan adalah tingginya harga tanah. Padahal, standar biaya yang ditentukan dalam pembangunan rumah sederhana adalah Rp 50 juta per unit. Di sejumlah daerah, seperti Padanglawas, pengembangan rumah sederhana terhambat karena tingginya harga tanah.

Rusmin Lawin menambahkan, masalah besar yang harus dihadapi pengembang perumahan saat ini adalah persoalan birokrasi yang kerap rumit dan lama. Dia mencontohkan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) yang kurang transparan.

Walaupun sebagian daerah sudah menerapkan perizinan satu pintu, namun menurut Rusmin, hal ini belum memberi kepastian dan kemudahan bagi pengembang. Selain keterbatasan lahan, permasalahan lain yang dihadapi adalah infrastruktur seperti jalan, listrik dan ketersediaan fasilitas air bersih.

Menanggapi hal ini, anggota Komisi DPRD Sumut Zulkarnain berpendapat, perlu ada evaluasi ketat terhadap proses pemberian izin dalam pengembangan perumahan di Sumut.

(analisa, kaskus)

Beasiswa S-1 di Universitas Atmajaya Jogja

Tuesday, April 13th, 2010

Universitas Atma Jaya Yogyakarta menyediakan berbagai cara pendaftaran mahasiswa baru program S-1.

1. Program PSSB
Program ini akan memberikan beasiswa berupa bebas Sumbangan Pengembangan Universitas dan biaya kuliah selama 4 tahun, 8 semester berturut-turut dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pihak UAJY. Jenis PPSB-Khusus (khusus yang beragama Katolik) dan Beasiswa (untuk umum). Syarat al. :
1. Terbuka bagi siswa SMA/ SMK segala jurusan untuk tahun kelulusan terbaru
2. Terbuka untuk seluruh program studi
3. Termasuk dalam (maksimal) ranking 5 di kelasnya
4. Rekomendasi dari sekolah untuk mendapatkan beasiswa karena kesulitan ekonomi
5. Data penghasilan keluarga
6. Aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan

2. Program Unggulan merupakan program penerimaan mahasiswa baru yang seleksi penerimaannya didasarkan pada prestasi yang pernah diraih oleh calon mahasiswa ketika masih duduk di bangku SMA atau SMK, kelas X dan XI. Calon mahasiswa yang diterima melalui program ini tidak perlu mengikuti ujian tertulis dan akan mendapat potongan Sumbangan Pengembangan Universitas (SPU) yang besarnya akan ditentukan oleh pihak universitas.
Jenis Unggulan yang tersedia, antara lain : Unggulan Ranking, Unggulan Raport, Unggulan NEM, dan Unggulan Non Kependidikan.
Masing-masing mempunyai syarat dan jadwal yang berbeda.

3. Program Antara
Program Antara merupakan program penerimaan mahasiswa baru dengan seleksi ujian tertulis dengan bahan ujian meliputi tes kemampuan belajar (kemampuan verbal, kemampuan penalaran, kemampuan kuantitatif) dan Bahasa Inggris. Tes dilakukan sebelum pengumuman kelulusan SMA/ SMK dan dapat dilakukan di sekolah yang ditunjuk/ bekerjasama atau di UAJY dengan jadwal yang disepakati.
Jenis :
1. Jalur Antara
Terbuka bagi siswa SMA/ SMK/SMK segala jurusan untuk tahun kelulusan terbaru dan sebelumnya.
2. Jalur Kerjasama
Terbuka bagi siswa SMA/ SMK/SMK segala jurusan untuk tahun kelulusan terbaru dan sebelumnya; dan hanya dibuka untuk untuk program studi Arsitektur, Teknik Sipil, Teknobiologi, Ilmu Ekonomi, Teknik Industri, Ilmu Hukum, dan Sosiologi.
4. Program Reguler
Program Reguler merupakan program penerimaan mahasiswa baru dengan seleksi ujian tertulis di Kampus UAJY dengan bahan ujian meliputi tes kemampuan belajar (kemampuan verbal, kemampuan penalaran, kemampuan kuantitatif) dan Bahasa Inggris. Proses pendaftaran dapat dilakukan melalui Internet (http://www.uajy.ac.id/pmb-online) ataupun langsung di UAJY.
Syarat :
1. Terbuka bagi siswa SMA/SMK segala jurusan untuk lulusan terbaru maupun sebelumnya.
2. Terbuka untuk semua program studi di UAJY.

(Informasi ini juga berlaku untuk Universitas Atma Jaya Jakarta)

http://www.uajy.ac.id/menu-page/admisi/penerimaan-mahasiswa-baru-s1/

http://forum.atmajaya.ac.id/viewtopic.php?p=53464