Archive for April 10th, 2010 | Daily archive page

5 Prioritas Pembangunan 2011

Saturday, April 10th, 2010

MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, mengatakan pihaknya merencanakan lima prioritas pembangunan pada tahun 2011 yang perlu menjadi perhatian dan patokan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2010.

Lima prioritas pembangunan itu adalah peningkatan kualitas pembangunan masyarakat dan aparatur pemerintah; peningkatan kualitas kesehatan; serta revitalisasi bidang pertanian; kemudian, percepatan dan peningkatan pendapatan guna pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat; serta peningkatan pembangunan infrastruktur.

Dari lima prioritas itu, pihaknya menetapkan beberapa faktor yang menjadi perhatian pembangunan, yakni peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD), termasuk dunia pendidikan lainnya mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Setelah itu, adanya jaminan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin, pemberdayaan masyarakat petani terutama dalam mendapatkan berbagai akses guna meningkatkan usaha produksi, pemberdayaan koperasi dan UKM serta pengurangan kesenjangan pembangunan antara perkotaan dan pedesaan.

Semua program itu bertujuan untuk merealisasikan lima program Pemprov Sumut, yakni “Rakyat Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, “Rakyat Tidak Lapar”, “Rakyat Tidak Bodoh”, “Rakyat Tidak Sakit” dan “Rakyat Punya Masa Depan”.

“Semua program sesuai dengan tema Musrenbang 2010, yakni membangun Sumut yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera,” katanya, Rabu (31/4).

Sementara, kepala Bappeda Sumut, Riyadil Akhir Lubis, mengatakan Musrenbang Sumut yang akan dilaksanakan 30 Maret – 1 April 2010 itu akan membicarakan sejumlah program dan proyek jangka panjang.

Diantaranya membicarakan pola pembangunan yang berintegrasi di tiga kawasan, yakni kawasan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Tanah Karo (Mebidang Karo); kawasan kepulauan Nias; dan kawasan Danau Toba.

Di bidang pendidikan, katanya, Pemprov Sumut menyiapkan program pemberian dana intensif dan peningkatan kualitas guru dengan menerapkan standar minimal S-1.

Kemudian, katanya, Pemprov Sumut juga merencanakan pembukaan area persawahan baru seluas 1.500 hektare untuk mendukung program swasembada pangan di daerah itu.

Untuk mematangkan program-program itu, pihaknya berencana untuk menghadirkan 10 menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II guna memberikan pengarahan dan bimbingan. Pada pelaksanaannya, hadir Menneg PPN/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta.

(waspada)

Musrenbang Sumut dikhawatirkan tak akan terimplementasi

Saturday, April 10th, 2010

MEDAN – Anggota DPRD Sumut khawatir rencana pembangunan yang dihasilkan dalam Musrenbang Sumut, tidak akan terimplementasi secara maksimal. Selain itu, pemerintah kabupaten/kota juga diminta memberikan usulan rancangan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah. Kekhawatiran itu disampaikan anggota Fraksi PAN DPRD Sumut, Muslim Simbolon, menanggapi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sumut 2011 di aula Martabe Pemprovsu.

Dikatakan, dari sisi penyelenggaraan dirinya memberikan apresiasi kepada Pemprovsu karena acara yang bertujuan merancang pembangunan Sumut pada 2011 ini dapat menghadirkan 10 menteri.

“Sepanjang sejarah Musrenbang Sumut, mungkin baru kali ini bisa begitu banyak menteri yang hadir,” katanya, Kamis (1/4).

Namun di sisi lain, diakui khawatir implementasi dari hasil Musrenbang tersebut nantinya tidak akan maksimal. Sebab, selama ini pejabat Pemprovsu dinilainya kerap tidak serius melaksanakan setiap rancangan yang dihasilkan dalam Musrenbang.

“Selama inikan salah satu masalah dalam pembangunan di Sumut adalah tidak adanya niat dari eksekutif untuk melaksanakan hasil Musrenbang prov Sumut,” katanya.

Karena itu, diharapkan Pemprovsu serius dalam mengimpelementasikan seluruh usulan pemerintah kabupaten/kota yang disetujui dalam Musrenbang. Termasuk rencana lima prioritas pembangunan Sumut 2011 yang diusulkan Gubsu, seperti peningkatan kualitas pembangunan masyarakat dan aparatur pemerintahan; peningkatan kualitas kesehatan serta revitalisasi pertanian; percepatan dan peningkatan pendapatan guna pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat; serta peningkatan pembangunan infrastruktur.

“Lima skala prioritas yang dicanangkan Gubsu dalam Musrenbang itu harus terukur dalam teori dan impelementasinya nanti dalam pembangunan,” tambahnya.

Selain itu, diingatkan, dalam Musrenbang itu pemerintah kabupaten/kota juga harus membawa aspirasi yang sesuai dengan kebutuhan. “Jangan memberikan usulan dengan pertimbangan untuk proyek. Sehingga hasil Musrenbang nantinya benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat dalam pemerataan pembangunan Sumut sebagai jawaban visi-misi Gubernur.”

“Yang jelas hasil Musrenbang nantinya juga harus mencerminkan pemetaan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) dan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) pembangunan Sumut,” tegas Muslim Simbolon.

(waspada)

Suster Nias Berpulang

Saturday, April 10th, 2010

Suster Maria Adriana Fau fsE memenuhi panggilanNya pada hari Selasa (6/4) sekitar pukul 09.25 WIB di Medan. Beliau sempat menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit (28/3). Sr. Adriana Fau fsE adalah salah satu orang Nias pertama (bersama satu rekannya yakni Sr Yasinta Fau yang kini mengabdi di Kalimantan) yang menjadi biarawati.

Suster Maria lahir di Bawomatolua, 25 Desember 1940. Beliau masuk Postulant pada 15 Agustus 1960, memasuki Novis 31 Januari 1961, menjalani profesi sejak 1 Agustus 1963 dan profesi kekal pada 1 Desember 1965. Ia merayakan pesta perak pelayanannya pada 3 Juli 1988 dan pesta 40 tahun pengabdian pada 1 Agustus 2003.

Karya pengabdian kasihnya sebagai biarawati dilakukan di banyak tempat antaranya di Kom. Pangururan pada 29 Januari 1979 hingga Asrama Pangururan 28 Juni 1980. Ia memasuki ke Kom. St. Elisabeth sejak 18 September 1981, ke Kom. St Lidwina Berastagi sejak 29 September 1987, seterusnya di Kom. St Agustinus Psr VIII sejak 30 Juni 1988. Sejak 30 Juni 1988 di Kom. Iman Bonjol. Pada 28 Februari – Mei 1977 beliau mengikuti penyegaran rohani di Girisonta. Sejak 11 Januari 1998 melayani di Kom. Mandala dan sejak tahun 2001 di Kom. St. Anna Lusia. Hingga sampai akhir hayatnya, St Adriana Fau FSE masih melayani.

Uskup Medan Pimpin Misa Requiem

Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap memimpin Misa Requiem dan Ibadah Paskah khusus untuk arwah Suster Maria Adriana Fau FSE (Fransiskani St. Elisabeth) di Kapel RS St. Elisabeth Medan, Kamis (8/4). Di misa terakhir ini, lebih seribu biarawan dan biarawati mengikuti misa hingga kapel penuh sesak; mulai dari ruang utama Asrama FSE St Elisabeth, selasar dan ruang tamu sampai ke luar di sekitar mobil jenazah di Jl Imam Bonjol Medan, tepat di depan Keuskupan Agung Medan.
Kabar wafatnya Sr Maria Adriana Fau fsE langsung menyebar dan menjadi duka bagi banyak pihak, khususnya keluarga besar masyarakat Nias dan pihak yang selama ini dilayaninya. “Jangan berduka atas wafatnya Sr Adriana Fau FSE. Kematiannya kabar bahagia karena suster telah mengawali kehidupan kekalnya,’ ujar Pastor Ignatius Simbolon OFMCap di khotbahnya saat Misa Ekaristi, malam pertama kematian Sr Adriana Fau FSE.

Ribuan Biarawan Iringi Pemakaman

Saat itu ribuan khalayak ikut kebaktian dan memanjatkan doa arwah, termasuk puluhan pastor seperti Pastor Wiro, Pastor Guido Situmorang OFM Cap, Pimpinan Kongregasi FSE Suster Wilfrida Simbolon FSE, Wakil Direktur RS ST Elisabeth Sr Ignatia Siringoringo, Dr Ir Binsar Situmorang Msi yang calon Wakil Walikota Medan, Suster Karoline Tamba. Malam kedua persemayamkan, Pastor Benitius Brevoort OFMCap memimpin Misa Ekaristi.

Sangat mengharukan kala peti jenazah didorong, Suster Elisabet yang beretnik India dan rekan sejawat alamarhumah Sr Adriana Fau FSE, sesenggukan menyentuh peti jasad sahabat karibnya. Di atas kursi roda, Sr. Elisabeth FSE bersedekap.

Sesaat hendak dimakamkan di kompleks St Angela Susteran St Elisabeth Delitua, didampingi sejumlah pastor —antaranya Ps Guido Situmorang OFMCap, Ps Jhon Rupinus saragih OFMCap, Ps Marihat simanjuntak Pr, Ps Samuel Aritonang OFMCap, Ps Antoni Saragih OFMCap, Ps Aditya Peranginangin OFMCarm — Uskup Agung Medan Mgr Dr AB Sinaga OFMCap menegaksan bahwa Sr Adriana Fau FSE telah mengakhiri kehiduapan duniawi dan mengawali kehidupan surgawi sebagaimana yang dititahkan di Yoh 11: 25, Akulah Kebangkitan dan Hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walau sudah mati.

(sib, rumahbolon-skyscrapercity)

Undergraduate Exchange Program Global

Saturday, April 10th, 2010

Program Pertukaran Mahasiswa S1 ke USA

Program Description:

The Office of Academic Exchange Programs in the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the U. S. Department of State, is pleased to announce a new exchange program for undergraduate students-the 2011 Global Undergraduate Exchange Program (Global UGRAD)

The Global UGRAD Program provides scholarships for one semester or one academic year of U.S. Study in a NON-DEGREE Program. The goals of the program are to provide a diverse group of emerging student leaders, from non-elite and underrepresented groups in Indonesia and East Asia.

All global UGRAD Program participants will be enrolled full-time in undergraduate course work chosen from the institution’s (US) existing curriculum to allow students ample opportunity for ongoing interaction with U.S. Faculty and student peers, and for exposure to U.S. academic and classroom culture.

To ensure that students succeed in their new academic environments, host institutions will offer tailored instruction on topics including academic research and writing, critical thinking, time management, note taking, and studying for and taking tests. Participants will live on campus with American peers.

Students will also be provided with opportunities to participate in up to ten hours of community service per semester. Additionally, an internship component will be offered to all academic-year participants during the academic component of the program. Internships will be related to each participant’s field of study and/or career plans.

Participants may be eligible for up to 4 weeks of intensive English Language instruction in the United States prior to the start of academic portion of their program.

Eligibility:

1/ Scholarships will be granted to students who currently are enrolled in S-1 degree programs only, and have completed their first semester and up to their firth semester of undergraduate study at an Indonesian university.

2/ Applicants should demonstrate leadership potential through academic work, community involvement, and extracurricular activities.

3/ Applicants must have minimum institutional TOEFL score of 500-score or IELTS 5.0 less than two years old. In some cases a personal interview by a fluent qualified Native English Speaker who can confirm that the nominee would be able to achieve that score when tested is acceptable. Candidates must also meet all the requirements of the institution where admission is being sought.

4/ Preference will be given to those who have had little or NO experience in the U.S. or outside of their home countries.

5/ Applications can be for either for one semester or two semesters based on nominee’s availability. No applications should be submitted for both one semester and full year programs.

6/ Applicants are required to return to Indonesia after the completion of the one or two semester program.

Submission of Applications

An original application and two copies should be submitted to the address below by: November 1, 2010

American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF)

Gedung Balai Pustaka Lt. 6

Jl. Gunung Sahari Raya No. 4, Jakarta 10720

Tel. 021- 3452016

Applications are available at the AMINEF offices or can also be downloaded from AMINEF website at www.aminef.or.id

For additional information, contact in***************@*******or.id.

We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

To download form click
http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&m=ip-pro-sp-globalunderex