Archive for April 29th, 2010 | Daily archive page

Orang Indonesia yang Jadi Pahlawan di Korea

Thursday, April 29th, 2010

Jakarta – Di tengah duka bangsa Korea yang masih sangat dalam terasa akibat tenggelamnya kapal perang Cheonan yang menewaskan 46 prajurit angkatan laut, nama Indonesia harum dipuji di negeri ginseng itu.

Ada orang Indonesia yang dipandang sebagai pahlawan dan pemberi inspirasi dalam musibah yang menggetarkan hati dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea tersebut. Penghargaan terhadap orang Indonesia itu disampaikan pejabat dan media setempat.

Pada 26 Maret 2010 sebuah Korvet Angkatan Laut dengan 104 awak kapal sedang patroli rutin di perairan dekat perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Tiba-tiba saja terjadi ledakan dahsyat di buritan. Mesin perang itu nyaris terbelah dua dan tenggelam.

Saat itu pukul 21:00 waktu setempat. Tempat di Laut Kuning, dekat Kepulauan Baengyeong. Malam mulai gelap ketika operasi penyelamatan dilakukan oleh penjaga pantai dibantu oleh nelayan pencari ikan yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Mereka berhasil menyelamatkan 58 orang. Yang lainnya tewas dan menghilang.

Salah satu kapal nelayan yang ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan adalah kapal ikan Geumyang No.98. Di kapal ikan itu ada Lambang Nurcahyo (36) dan Yusuf Harefa (35), dua pelaut Indonesia. Bersama lima pelaut Korea Selatan, awak Geumyang terlibat dalam aksi heroik penyelamatan di laut bebas, gelap dan berbahaya.

Malang tak bisa diraih, untung tak bisa ditolak. Kapal ikan Geumyang di tengah aksi penyelamatan bertabrakan dengan kapal kargo Kamboja. Seluruh awaknya ikut tenggelam.

Jenazah Lambang Nurcahyo, bapak dua anak, ditemukan beberapa hari kemudian. Namun si lajang Yusuf Harefa hingga kini masih hilang. Upaya kemanusiaan pelaut Indonesia itu diakui dan dihormati bangsa Korea yang tengah berkabung. Mereka wafat dalam upaya mulia.

Surat kabar Korea Times hari Kamis (22/4) memuji Nurcahyo dan Harefa. Dalam tajuk rencana berjudul “Indonesian heroes”, Korea Times menulis bahwa “Seperti para pelaut AL yang gugur itu, para nelayan Geumyang itu juga merupakan pahlawan-pahlawan yang telah mengambil risiko nyawa mereka untuk menyelamatkan korban-korban Cheonan?.

Pemerintah Korea Selatan berjanji memberikan santunan baik kepada awak kapal Korsel maupun Indonesia. Menteri Luar Negeri Yu Mung-hwan menyampaikan simpati dan telah menulis surat sehubungan dengan tragedi tersebut kepada keluarga Nurcahyo dan Harefa.

“Kami menghargai jasa-jasa kedua pelaut Indonesia yang tewas dalam insiden tersebut. Kami sungguh menyesalkan telah terjadinya peristiwa ini,” kata Yu Mung-hwan.

Jadi pusat perhatian

Orang Indonesia lain yang mendapat penghormatan di Seoul adalah Dirut Perum LKBN ANTARA Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf. Ia menjadi pusat perhatian di Seoul karena selaku Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) ia meminta pimpinan media dunia yang berkumpul di negeri itu untuk berdiri dan mengheningkan cipta atas musibah yang meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

“Semoga arwah mereka beristirahat dengan damai dan yang hilang bisa segera ditemukan,” katanya dalam hening cipta yang diikuti 68 pimpinan kantor berita dari Asia Pasifik, Arab, Mediterania, Eropa dan Balkan serta Perdana Menteri Korea Selatan Chung Un-Chan.

Mukhlis Yusuf sudah tiga tahun terakhir ini memimpin OANA, organisasi kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik.

Bekerja sama dengan kantor berita Yonhap, OANA mengumpulkan para tokoh media di Seoul untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi kantor berita pada era konvergensi multimedia. Namun, OANA Summit Congress dibayangi kasus tenggelamnya Cheonan.

Meski belum bisa dibuktikan keterlibatan Korea Utara dalam insiden itu, laporan media setempat menyebut kemungkinan kapal tersebut ditorpedo atau terkena ranjau laut yang disebar Pyongyang.

Ketika membawa para tokoh media dari seluruh dunia itu bertemu dengan Presiden Lee Myung-bak di Istana Biru, Mukhlis menyampaikan belasungkawa dan doa kepada para korban. Presiden Lee tampak tergugah dengan pidato pengantar Mukhlis yang tidak diduga menyinggung insiden Cheonan dan doa agar bangsa Korea bisa mengatasi musibah itu dengan penuh kesabaran dan perdamaian.

Pidato Mukhlis itulah yang mendorong Presiden Lee menyatakan sikapnya atas musibah Cheonan. Sikap itulah yang kemudian menjadi berita utama di seluruh dunia. Di koran-koran setempat, seperti The Korean Times dan Korean Herald, berita pertemuan Mukhlis Yusuf dan Presiden Lee menjadi berita utama di halaman depan. Foto Mukhlis pun menghiasi halaman media Seoul.

“Saya mulai mengagumi anda,” kata Park Jung-Chan, Presiden kantor berita Korea Selatan Yonhap kepada Mukhlis Yusuf pada pidato jamuan makan malam selepas pertemuan di Istana Biru.

“Anda berhasil membuat Presiden Lee angkat bicara soal Cheonan,” katanya.

Presiden Lee dan seluruh bangsa Korea memang sangat terguncang dengan musibah itu. Lee langsung meninjau operasi pencarian dan bertemu marinir yang ditempatkan di barat Pulau Baengnyeong.

Dengan helikopter, Lee menuju pulau dekat perbatasan Korsel-Korut itu. Kunjungan Lee dimaksudkan untuk menghibur keluarga korban yang menunggu dengan cemas pencarian jasad anggota keluarga mereka. Lee juga memerintah militer agar lebih waspada pasca tenggelamnya Cheonan. Sejak tenggelamnya kapal Cheonan militer diminta benar-benar mempersiapkan diri untuk setiap aktivitas yang dilakukan Korea Utara.

Ketegangan memuncak di semenanjung Korea menyusul insiden itu. Kemungkinan pecah perang baru antar Korea kembali menjadi kekhawatiran dunia. Padahal, Korea Utara memiliki senjata nuklir sebagai pemusnah massal dan rejim di Pyongyang bisa melakukan tindakan tidak terduga.

Namun, kekhawatiran dunia itu bisa diredakan. Menjawab pertanyaan dan pernyataan Mukhlis, Presiden Lee menyatakan tidak akan membalas dendam sekalipun Pyongyang terbukti paling bertanggungjawab atas insiden Cheonan. Perang, menurut Lee, bukan pilihan. Pihaknya membawa kasus ini kepada Dewan Keamanan PBB.

Oleh karena itulah, pemimpin media dari seluruh dunia yang bertemu Presiden Lee, memuji Mukhlis Yusuf. Presiden OANA yang juga Dirut Perum ANTARA itu berhasil menggugah Presiden Lee untuk menyatakan sikapnya yang jelas: tak boleh ada perang lagi di semenanjung Korea.
(A017/B010) – Antara News – www.antaranews.com – 27 April 2010

Puskesmas Gunungsitoli Kehabisan Stok Obat

Thursday, April 29th, 2010

Stok obat di puskesmas Kota Gunungsitoli, kosong. Setidaknya itu yang tertulis di dinding Puskesmas Olora, Puskesmas Alo’oa, Puskesmas Gunungsitoli Fodo, Puskesmas Tetehosi Foa.

Kepala Puskesmas Tetehosi Foa, Fatieli W Lõmbu SKM ketika ditemui Global, Selasa (27/4), mengatakan mulai bulan April ini stok obat tidak ada lagi. “Untuk melayani masyarakat yang mau berobat terpaksa kami rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli,” katanya.

Sayangnya ketika dikonfirmasi, Pejabat Walikota Gunungsitoli tidak ada di tempat dan beberapa staf mengatakan Walikota sedang bertugas di luar daerah. Sukurnya masih ada Sekda Drs Kemurnian Zebua BE didampingi Kadis Kesehatan Temaziduhu Lombu.

Sekda mengakui keadaan itu dan bahkan diungkapkan seluruh kepala puskesmas sudah menyampaikan ke Kadis Kesehatan, namun Pemko Gunungsitoli tidak berdaya karena dana anggaran untuk beli obat tidak ada.

Dikatakan bahwa pihaknya telah menyurati dua kali Bupati Nias sebagai kabupaten induk untuk segera mendistribusikan obat ke puskesmas, namun sampai sekarang belum ada jawaban.

Ketika dikonfirmasi kepada Kadis Kesehatan Kabupaten Nias Julianus Dawolo MKes mengakui telah menerima surat tersebut, tapi belum ada petunjuk dari Bupati Nias. Begitupun Julianus Dawolo menjelaskan bahwa habisnya obat bukan tanggung jawabnya.

Soalnya, sejak Kota Gunungsitoli menjadi daerah pemekaran yang defenitif pada 1 Januari 2010. Namun pada Mei sampai Desember 2009 yang merupakan masa transisi obat tetap didistribusikan, katanya.

Kemudian di tambahkannya, Pemkab Nias sedang menyusun rencana penyerahan obat hanya butuh waktu lama karena harus melibatkan beberapa unsur termasuk Bagian Hukum. Karena pembelian obat tersebut memakai DPA Kabupaten Nias, bukan DPA kota Gunungsitoli. Jadi harus jelas apakah dihibahkan, atau tidak, katanya.

Sementara anggota DPRD Gunungsitoli dari Partai Hanura Agustinus Lase SH mengatakan kepada Global bahwa pihaknya hanya mengimbau kepada Pemko Gunungsitoli untuk segera mencari solusi agar obat segera didistribusikan ke puskesmas. “Jangan sampai pelayanan kesehatan masyarakat terganggu,” katanya.

Sedangkan anggota DPRD dari PKDI, B Harefa berharap Pemko Gunungsitoli segera menyurati Gubernur Sumatera Utara, sesuai visi misi yang di antaranya melaksanakan program “rakyat tidak sakit”. (Harian Global – www.harian-global.com – 29 April 2009)

Beasiswa Bidik Misi, Jawaban Mimpi Pelajar Miskin

Thursday, April 29th, 2010

Tana Toraja: Jangan pernah menyerah pada nasib jika ingin maju. Ungkapan ini rasanya tepat menggambarkan perjuangan dua remaja asal Sulawesi Selatan yang mau melakukan apapun asalkan bisa duduk dibangku kuliah. Meski berasal dari keluarga miskin, Andi William Pakilaran dan Mutmainna Cendi pantang menyerah agar bisa kuliah.

Perjuangan mereka melalui prestasi belajar dan juga mengikuti beragam lomba ternyata jadi salah satu jalan agar bisa mendapatkan beasiswa bidik misi dari pemerintah. Itu adalah sebuah beasiswa yang bertujuan untuk membiayai segala kebutuhan siswa berprestasi selama menjalani proses perkuliahan sepanjang 4 tahun.

Andi yang sehari-hari tinggal dengan neneknya aktif bernyanyi di gereja. Beragam penghargaan pernah diraih karena suara emas dan kemampuannya memainkan alat musik.

Sementara Mutmainna yang lulusan pesantren putri modern Rahmatul Asri, Kabupaten Enrekang adalah seorang qori dan saritilawah terbaik yang sering menang dalam lomba baca Alquran sekaligus juga atlit tolak peluru berbakat.

Pemerintah menganggarkan dana satu triliun rupiah untuk menyelenggarakan program beasiswa bidik misi ini. Sekitar 20 ribu siswa miskin seluruh Indonesia akan menjadi sasaran program itu. Dalam program ini tiap siswa akan menerima uang tunai lima hingga enam juta rupiah per semesternya untuk menunjang perkuliahannya.(IAN) – (Liputan 6 – http://berita.liputan6.com, 18 April 2010.)

Catatan Redaksi: Informasi lengkap tentang Beasiswa Bidik Misi dapat dilihat pada tautan berikut:
http://kelembagaan.dikti.go.id/index.php/component/content/article/43-berita/388-bidik-misi