Archive for April 20th, 2010 | Daily archive page

DPRD: Kredit Bank Sumut tetap ditagih

Tuesday, April 20th, 2010

MEDAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mempertanyakan soal write off (penghapus bukuan-red) kredit oleh Bank Sumut yang sempat dilontarkan oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU) menyusul hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Bank Sumut, beberapa waktu lalu.

Menurut ketua komisi C DPRD Kota Medan, Aripay Tambunan, penghapusbukuan itu bukan dibiarkan, tapi tetap ditagih dan jumlahnya menurut Bank Sumut sudah mencapai 60% lebih.

“Nasabah di Nias sulit ditagih, karena banyak yang jadi korban gempa, beberapa waktu lalu,” jelasnya kepada Waspada Online, malam ini.

Pihaknya juga telah melihat dan mendengar penjelasan dari paparan Bank Sumut, di mana kriteria perbankan yang sehat sudah terpenuhi.

Dari data Bank Sumut, sejak 2000–2008 jumlah kredit yang di write off oleh bank tersebut bernilai Rp397,1 miliar. Dari jumlah itu yang sudah ditagih hingga Maret 2010 mencapai Rp251,3 miliar. “Jadi tersisa Rp145,8 miliar lagi yang sedang ditagih,” katanya.

Sebelumnya, terkait write off, Gubernur Sumut Syamsul Arifin secara terpisah menyatakan, tidak benar ada kredit macet senilai Rp918 miliar di Bank Sumut yang disebut BPK terjadi pada 2005, 2006, dan 2007.

Menurut Gubsu, jumlahnya hanya Rp190 miliar dan 60% telah ditagih. “Publikasi bahwa kredit macet PT Bank Sumut tahun 2005-2007 sebesar Rp918,5 miliar berdasarkan data BPK RI Perwakilan Medan tidak benar,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Gubernur membantah kredit macet hampir Rp1 triliun di bank milik daerah tersebut. “Yang benar hanya sekitar Rp190 miliar lebih, itu pun 60 persen di antaranya sudah ditagih dan sisanya dalam proses penagihan,” ujarnya.

Gubernur juga memastikan nilai kredit macet Rp190 miliar lebih itu setelah sehari sebelumnya melakukan pertemuan tertutup dengan dewan komisaris dan dirut PT Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu.

Gubsu mengakui seyogianya pertemuan dengan Dirut PT Bank Sumut itu dilakukan pekan lalu, namun karena kesibukan dan padatnya jadwal kerjanya pertemuan baru bisa dilakukan Selasa (13/4).

Dari pertemuan itu, gubernur mendapat penjelasan rinci bahwa nilai kredit macet PT Bank Sumut yang diwrite off (dihapusbukukan) tidak sampai Rp918,5 miliar, melainkan hanya Rp190 miliar. (Waspada – www.waspada.co.id – 19 April 2010)

Dibuka, Aplikasi Beasiswa Monbukagakusho – Jepang

Tuesday, April 20th, 2010

Pendaftaran untuk Beasiswa Monbukagakusho dari Pemerintah Jepang untuk “Program Research Student” untuk Keberangkatan 2010 telah dibuka sejak 14 April 2010.

Program ini ditujukan untuk mereka yang berminat dalam program research student di perguruan tinggi di Jepang.

Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (S-2 / S-3 / professional graduate course) atau meneruskan program S-3 setelah menyelesaikan program S-2 / professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.

Peminat juga dapat langsung masuk ke program degree tanpa mengikuti research student apabila telah mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Beasiswa diberikan tanpa ikatan dinas, mencakup biaya kuliah dan biaya hidup.

Informasi di situs Kedutaan Besar Jepang menyebutkan persyaratan berikut: (1) Pelamar lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1976. 2. Memiliki IPK minimal 3.0 dari tingkat perguruan tinggi terakhir (atau nilai EJU minimal 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang). 3. Nilai TOEFL-PBT minimal 550 atau TOEFL-CBT minimal 213 atau TOEFL-IBT minimal 79 atau ekuivalen, atau nilai Japanese Language Proficiency Test minimal level 2. 4.Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya. 5. Bersedia belajar Bahasa Jepang. 6. Sehat jasmani dan rohani. 7. Pelamar harus membaca dan memahami lampiran keterangan secara teliti.

Keterangan selnajtunya dapat diperoleh pada tautan berikut:
http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_rs.html. (brk*).

4 Berkas Korupsi Sumut dilimpahkan ke PN

Tuesday, April 20th, 2010

MEDAN – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara akan melimpahkan 4 berkas perkara korupsi yang ada di Sumatera Utara diantara Medan, Kabanjahe, Nias dan Rantau Prapat dilimpahkan ke pengadilan negeri daerah masing-masing bulan ini.

Hal ini dikatakan asisten pidana khusus (Aspidsus), Erbindo pada Waspada Online, Jumat (2/4).

“Semuanya sudah memenuhi persyaratan untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri,” katanya.

Berkas perkara yang dimaksud adalah dugaan korupsi di Medan yakni dugaan korupsi asuransi kesehatan di Pelindo I, dugaan korupsi di Nias biaya perjalanan dinas, sisa dana UUDP, dan kas bon bersumber dari APBD ini, dugaan korupsi di Kabanjahe tindak pidana korupsi (Tipikor) alat kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe senilai Rp1,4 M  dari APBD Karo TA 2008.

“Pada bulan ini semuanya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri daerahnya masing-masing untuk disidangkan,” jelasnya. (Waspada, 2 April 2010)

Pameran Kebudayaan Nias di Ceko

Tuesday, April 20th, 2010

Nias, Pulau Nenek Moyang dan Pulau Mitos: demikianlah judul pameran kebudayaan Nias di NÁPRSTEK-MUSEUM yang terletak di Praha, ibukota Ceko.

Budaya Nias yang ditampilkan di museum ini merupakan hasil pengamatan dan perjalanan Pavel Durdík pada akhir abad ke-19.

Di ruang pameran museum kebudayaan Asia, Afrika dan Amerika ini, pengunjung bisa mengenal lebih lanjut arsitektur, mata pencaharian, kehidupan keseharian, budaya nenek moyang, seni militer budaya Nias. Tak hanya itu, mata dan otak pengunjung pun dimanjakan dengan keterangan lebih jauh tentang kerajinan kayu, keramik, metal, pintal, kain, anyaman, dan tenun dari pulau Nias.

Para pengunjung yang tertarik bisa berkunjung antara hari Senin-Jumat, antara pukul 10-18 di Praha 1, Betlémské nám. 1.

Pengunjung yang berkesempatan mengunjungi museum tersebut bisa menyampaikan kesannya pada kami. Kami akan senang hati memuatnya.

Australia Tawarkan Beasiswa ke Pelajar Indonesia

Tuesday, April 20th, 2010

Medan – Pemerintah Australia melalui AusAID (the Australian Agency for International Development) menawarkan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka di negara kangguru itu.

Perwakilan promosi beasiswa Australia di Sumatera Utara, Ariatna, di Medan, Jumat, mengatakan, pada tahun ajaran 2010/2011 ini, pemerintah Australia menawarkan beasiswa S-2 dan S-3 untuk 300 orang melalui program Australian Development Scholarships (ADS).

Beasiswa tersebut terbuka bagi sektor pemerintah dan swasta seperti pegawai negeri sipil, tenaga-tenaga LSM, dosen perguruan tinggi negeri dan swasta maupun perorangan.

Prioritas beasiswa diberikan untuk bidang-bidang studi yang menunjang tujuan peningkatan kemampuan sumber daya manusia indonesia dan pembangunan yang akan mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta manajemen ekonomi di Indonesia.

Kemudian juga untuk investasi bagi pembangunan manusia, demokrasi, keadilan dan pemerintahan yang baik serta keamanan dan perdamaian.

“Beasiswa ini bertujuan untuk memperkuat sumber daya manusia dan pertumbuhan di Indonesia dan juga merupakan salah satu contoh kerjasama antara Indonesia dan Australia dalam membangun hubungan antar manusia,” katanya.

Melalui program beasiswa tersebut, lanjutnya, diharapkan dengan pengalaman akademis yang didapat itu dapat memberikan ketrampilan dan pengetahuan untuk mendorong perubahan dan mempengaruhi hasil pembangunan Indonesia setelah menyelesaikan studinya.

Tahun ajaran 2010/2011 ini ada beberapa wilayah di Indonesia yang menjadi target dalam pemberian beasiswa seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Aceh dan Sumut.

“Ini karena daerah-daerah itu termasuk yang cukup sedikit mendapatkan beasiswa ke Australia dari tahun ke tahun jika dibanding dengan daerah dari Jawa,” katanya.

Ia menerangkan, pendaftaran mulai dibuka 7 Juni hingga 27 Agustus 2010. Formulir pendaftaran dapat diambil di Konsul Australia di Medan, atau dapat di download di www.adsindonesia.or.id.

Pelamar maksimal berusia 42 tahun, memiliki IPK minimal 2,9 dan memiliki skor TOEFL 500. Pelamar S-2 harus sudah memiliki gelar S-1 dan pemohon S-3 diharuskan berposisi sebagai pembuat kebijakan, peneliti atau dosen. (Antara, 16 April 2010)