Archive for April 15th, 2010 | Daily archive page

Anak Korban Gempa Nias di Panti Asuhan Kesulitan Makan

Thursday, April 15th, 2010

Medan – Lions Club (LC)Medan Mulia Distict 307-A menyerahkan bantuan paket sembako ke Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia di Jalan Danau Ranau Sambu Baru Medan, Sabtu (10/4). Bantuan yang disumbangkan berupa beras, minyak goreng, mie instan, telur, ikan asin, ikan kaleng, dan sabun.

Bantuan dimaksudkan untuk menindaklanuti laporan dari salahseorang pengurus Lions Club yang melaporkan kondisi Panti Asuhan Yayasan kasih Indonesia yang tengah kesulitan keuangan untuk membiayai keperluan dapur dan untuk sekolah anak-anak asuh mereka. Para pengurus Lions Club Medan Mulia District 307-A secara langsung menyerahkan bantuan kepada Pimpinan Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia Jhonny S.Zebua Dipl.Th.

“Kami berharap bantuan yang didapat dari penggalangan dana sesama pengurus Lions Club Medan Mulia District 307-A dan dukungan sponsor akan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya” ujar Charter President Lions Club Medan Mulia 307-A, Janlie SE, Ak didampingi sejumlah Vice President William Hesli, Han Kok, dan Sari Gustini.

Pengurus

Dari pengurus Lions Club Medan Mulia Distict-307A yang juga hadir pada acara penyerahan bantuan ke Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia yakni Committee Membershib, Ratna, Director I Darma Saleh, Direktur II Herwan, dan Anggota masing-masing Yenny Angkasa, Gek Loui, dan Juandi Halim. Penyerahan bantuan juga ditandai acara hiburan yang dibawakan anak-anak asuh Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia.

“Kami saat ini memang sangat kesulitan untuk pengadaan biaya konsumsi bagi anak-anak. Tercatat saat ini terdapat 7 tenaga asuh dengan jumlah anak asuh mencapai 88 anak asuh yang keseluruhan merupakan yatim-piatu dari korban Gempa Nias 2005 lalu. Semua anak mulai tingkat TK hingga SD hingga kini masih bersekolah,” jelas Ketua Yayasan kasih Indonesia Jhonny S Zebua Dipl.Th.

(analisa, bohicittamandala)

Kejari Gunungsitoli Panggil Sejumlah Pejabat Nias

Thursday, April 15th, 2010

Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli akan segera memanggil sejumlah pejabat untuk dimintai keterangan erkait dugaan korupsi dana APBD Tahun Anggaran 2008 dan dugaan rekayasa dokumen pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.

Demikian disebutkan Kajari melalui Kasie Pidsus Noferius Lombu SH kepada wartawan di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Pejabat itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nias Yuniaro Nazara, diminta hadir pada 19 April 2010. Bendahara Pengeluaran Arlinda Tanjung, PPTK Pengadaan Bibit Pertanian Dalpri Astuti dan PPTK Pengadaan Kendaraan bermotor Aliran Telaumbanua, pada 20 April 2010.

Noferius menambahkan, perintah penyelidikan dalam kasus tersebut dilakukan setelah menerima laporan dari Lembaga Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Harta Negara (LSM-LP2KHN) Koordinator Kepulauan  Nias dengan No penerimaan Laporan B. -53/N.2.21.5/Fd.1/03/2010 tanggal 24 Maret 2010.

Di samping dugaan tindak pidana korupsi tersebut pihaknya juga telah menerima laporan lain atas dugaan penyimpangan pelaksaan anggaran tahun 2007 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias T.A 2007 senilai Rp 5.367.208.420.

Dihubungi secara terpisah Koordinator LSM-LP2KHN) Kepulauan  Nias Herman Jaya Harefa menjelaskan dari hasil investigasi yang dilakukan di lapangan, diduga kuat pada kantor Dinas Pertanian Nias terdapat anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kalaupun uang tersebut telah dikembalikan di kas daerah, paling tidak terdapat perbuatan melawan hukum atas waktu pengembalian tersebut dan diduga pengembalian tersebut berasal dari uang pinjaman sehingga patut untuk diselidiki guna membuat terang permasalahan yang ada,” katanya.

Dugaan penyimpangan  pada kantor Dinas Pendidikan Kabupaten  Nias T.A 2007 meliputi anggaran yang berasal dari Surat Perintah membayar (SPM) tahun 2006 Rp 751.511.200 yang baru masuk kerekning Bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias pada tahun 2007.

Dan SPM tahun 2007 yang baru masuk pada rekening Dinas Pendidikan tahun 2008 sebesar Rp Rp4.615.697.220 serta adanya uang negara sebesar Rp 20.500.000.000 yang dimutasikan dari rekening daerah melalui  beberapa Surat Perintah Pencarian Dana (SP2D)  ke rekening pribadi bendahara Dinas Pendidikan Kabupaten Nias T.A 2007 dibank BNI atas nama Murni Darma Zebua yang saat ini sebagai camat di Gunungsitoli Barat, di mana jasa giro atas uang tersebut sebesar Rp 50.326.044, terhitung sebagai jasa giro mulai tahun tahun 2005 sampai 2008.

“Harapan kami Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memeriksa kasus ini secara profesional dan menyeret para pelaku ke meja pengadilan bila terdapat bukti yang cukup dalam memproses kasus tersebut,” tegasnya. (Harian Global – www.harian-global.com – 13 April 2010)

Beasiswa S-1 Universitas Pelita Harapan Jakarta

Thursday, April 15th, 2010

UPH Scholarships

Applicants must pass either from Direct Admission or Admission Test in order to apply the UPH Scholarship

UPH offers 3 types of scholarship:
1. Academic Achievement (must be Rank 1)
2. Sport and Art Achievement (must be at least Rank 2)
3. Financial Limited Condition (must be at least Rank 2)

Offline Procedure:
1. Purchase Registration Form at affiliated school or UPH address below :

UPH Lippo Village
Undergraduate Admission Center
UPH Global Campus, Building D, 1st Floor
Jl. M.H. Thamrin Boulevard 1100
Lippo Village, Tangerang 15811-Indonesia
Phone: +62 21 547 0901
Fax: +62 21 5421 3298
Toll Free: 0-800-1-010203
email: un*********************@*ph.edu This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website: www.uph.edu

UPH Surabaya
Jl. Jend. A. Yani no.288
City of Tommorow
Surabaya 60234-Indonesia
Phone: +62 31 5825 1007-10
Fax: +62 31 5825 1020
email: in*****@************ac.id This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website: www.uphsurabaya.ac.id

2. Online Procedure

1. Login to :

http://klik.uph.edu/admission/regis/registration.php
2. Fill in the Registration Form and print the replied email from the System.

For Music Department applicant, please download Recommendation Form below :
Recommendation Form.pdf (English) or
- Formulir Rekomendasi.pdf (Indonesia)

For Scholarship Applicant, please download Scholarship Form.pdf

Step 2 : Complete the Required Document

1.General Requirement
-Two recent headshots (black-and-white / colored) size 3 x 4 cm.
-A copy of a valid id card (residence identification card / KTP) / student id card / driving license.
-A copy of high school academic record grade 10 to 11 and legalized by the principal.
-A copy of the national examination (UAN) from junior high school and legalized by the principal/school.
-Admission statement.
-Direct Admission form & requirements.
-For the Music faculty : VCD/DVD + recommendation letter + composition for Composition
concentration.
-For (FDTP): 3 pcs drawing portfolio (excl. civil engineering) + 1 page essay “Statement of
Purpose”

Incomplete requirements WILL NOT BE PROCESSED and will be returned for you to complete.

Download General Requirement checklist

http://www.uph.edu/admissions/171-new-admission-undergraduate-online-2.html

2.
Scholarship Additional Requirement (for Scholarship Applicant Only)
A. General Requirements for All Scholarship Categories
-Scholarship form & requirements
-Completed UPH scholarship application form
-Legalized copy of academic report (Grade 10 & 11 High School)
-Legalized copy UAN SMP
-Legalized copy of Highschool NEM
-Legalized copy of Highschool certificate
-Recomendation Letter from the school’s Principal, scholarship applicant should be in between rank 1-10
-Copy of Residential I.D/Driver’s License/Sudent I.D.
-Copy of Family Card (KK)
-Two Recent Headshots size 3X4 cm
-Application letter to the UPH Scholarship Committee, signed and acknowledge by parents.
-Biodata / Curriculum Vitae
-A 500-word English essay on “Why I choose X Study Program as a Stepping Stone for “My Career”
-3 pcs Portfolio Design for Product Design, Interior Design, Design and Visual Communication, Architecture, Civil Engineering
-VCD/DVD Audition for Music Department & Recommendation Form from Music Course/ School

B. Specific Requirements for Sports and Art Scholarship
Sports :
-Recommendation letter from the Indonesian National Committee for Sports (KONI-National regional) or other national / province sports organization.
-Award certificate/trophy/medallion/certificate of performance (minimum at province level)
Music :
-Award certificate/trophy/medallion/certificate of performance (minimum at province level)

C. Specific Requirements for Limited Financial Scholarship
-A letter to state the financial condition of the family issued by:
a. RT/RW/Kelurahan (for Non Christian/Catholics)
b. Church/Christian Foundation/Religious Organization (for Christian/Catholic)
-Copy of electricity bills for the last three months.
-Copy of water bills for the last three months.
-Copy of house telephone bills for the last three months.
-Copy of Land and Building Tax (PBB) proof of payment.
-Copy of parent’s payslip or certificate of income

Incomplete requirements WILL NOT BE PROCESSED and will be returned for you to complete.

Step 3 : Submission

1. Submit all requirement documents, by mail or come to our :

UPH Lippo Village
Undergraduate Admission Center
UPH Global Campus, Building D, 1st Floor
Jl. M.H. Thamrin Boulevard 1100
Lippo Village, Tangerang 15811-Indonesia
Phone: +62 21 547 0901
Fax: +62 21 5421 3298
Toll Free: 0-800-1-010203
email: un*********************@*ph.edu This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
website: www.uph.edu

2.For direct admission applicant (from National School), please wait maximum 14 working days after you submit your application.

USM schedule

Term 4: Saturday, 24th April 2010
Term 5 Friday, 28th May 2010
Term 6 Friday, 25th June 2010
Term 7 Friday, 30th July 2010

Admission Test Regulations

1 During the UPH Admission test, prospective students must dress appropriately, wear covered footwear, be ready in the test room, and sit in the assigned seats 15 minutes before the test is scheduled to start.
2 Test takers must bring the following identification to be shown to the test supervisor :
a. Admission Test Card
b. A valid identification Card ( Residence Identification Card / KTP, Driver’s Licence or other forms of identification bearing the photo of the prospective student)
3 Test takers who do not bring the UPH Admission Test Card must seek special permission from POSKO.
4 Maximum lateness is 30 minutes. Late arrivals do not receive extra time and must hand in their test with the others for those who are later than 30 minutes, must seek special permission from POSKO.
5 Personal items permitted to be taken to the test room :
a. Writing utensils (pen, No. 2B type pencil, eraser)
b. Calculator
6 Rules of conduct during the test :
a. Test takers shall not a communicate with one another or any manner whatsoever during the admission test.
b. Test takers shall not Assist or obtain assistance from other students or from any unauthorized source or they are liable for penalties.
c. During the examination test takers must obtain permission from the test supervisor before leaving the test room.
7 Prospective students should only use the official UPH answer sheet received at the test site.
8 At the conclusion of the test, all writing shall cease. Students are to remain in their seats until the test supervisor collects the test papers.
9 Carrying of weapons and smoking are strictly forbidden in UPH area.
10 Misconduct :
A prospective student may be expelled if engaging in any misconduct with respect to the prohibited conduct outlined in this policy. Expelled students will be withdrawn from admission.

Step 4

Check your Acceptance Status at :
http://klik.uph.edu/admission/announcement/

Important Note:

* Failed applicant (Direct Admission) can register again by restart the Registration Procedure from step no.1 and undergone an admission test.

http://www.uph.edu/admissions.html

DCT Kerjasama UNDP dan Pemerintah RI Laksanakan Program Monitoring di Nias Utara

Thursday, April 15th, 2010

Gunung Sitoli – Distric Coordination Team (DCT), yaitu suatu Tim Koordinasi Pelaksanaan Program di tingkat kabupaten merupakan Penguatan Kapasitas dan Peran Organisasi Masyarakat Sipil di Nias kerjasama UNDP (Badan PBB untuk Program Pembangunan) dan Pemerintah Republik Indonesia, menetapkan Desa Lasara Sawo sebagai salah satu lokasi program monitoring yang mewakili Nias bagian Utara sebelah pesisir 5 tahun paska gempa tektonik di wiliayah itu.

Basis pelaksanaan program monitoring ini ada pada masyarakat, artinya kegiatan monitoring atau pemantauan terhadap program rehabilitasi dan rekonstruksi baik yang sudah selesai maupun yang sedang dalam proses pelaksanaan dilaksanakan masyarakat itu sendiri.

Masyarakat dipandang sebagai pihak yang paling tepat memberikan evaluasi dari berbagai proses bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi yang mereka alami, rasakan dan terlibat sebagai pelaku di Nias. Dengan demikian diharapkan akan diperoleh informasi yang akurat dan proporsional tentang dampak yang dirasakan oleh masyarakat selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Nias.

Dari proposal yang diajukan beberapa kelompok-kelompok masyarakat di desa Lasara Sawo, terpilihlah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Samaeri sebagai pelaksana program di desa Lasara Sawo. KSM. Samaeri merupakan salah satu dari sejumlah kelompok tani di desa Lasara Sawo, yang secara khusus bergerak dalam pengembangan bibit karet okulasi.

KSM ini diketuai Agustinus Telaumbanua dengan 13 anggota kelompok. Dukungan pendanaan program berasal dari UNDP, yang kemudian bekerjasama dengan lembaga Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM) atau Association for Community Empowerment (ACE) sebagai yang bertanggungjawab melaksanakan program. Khusus di wilayah Nias, Perdhaki sebagai anggota konsorsium dari PPKM mengambil bagian untuk mefasilitasi pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Hasil monitoring yang berhasil di himpun menurut Ketua KSM Samaeri, Agustinus Telaumbanua mengatakan di Nias Utara, Jumat (9/4) program bantuan pembangunan yang masuk di Desa Lasara Sawo selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi ada yang dalam bentuk fisik dan ada juga yang non-fisik berupa kegiatan penyuluhan dan pemberian bantuan untuk kegiatan produksi peternakan dan pertanian.

Dirangkum

Sejumlah program tersebut telah dirangkum dari berbagai donor yakni Saluran irigasi sawah dari BRR 1 unit, Peningkatan produktifatas pertanian dari UNDP 277 kk, Rumah penduduk BRR 33 kk, Bantuan rumah ibadah BRR 2 unit, Bantuan bibit ternak babi BRR 2 kk, Sanitasi air bersih PMI 135 kk, Gedung sekolah SDN 071026 KRRP-R2PN 1 unit, Bantuan bibit tanaman karet okulasi BRR 13 orang, Pelatihan pengembangan bibit ICRAF 15 org, Pemberian bibit tanaman FAO 138 kk, Pemberian bantuan dana prog KJA ADB 19 orang, Program Bantuan Sosial Perbaikan Rumah (BSPR) BRR 2,5 juta per unit.

Dari monitoring sejumlah program rehabilitasi dan rekonstruksi yang masuk di desa Lasara Sawo, ada beberapa temuan yang dampaknya berpengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat di desa, yaitu peralatan pertanian yang diberikan sangat membantu para petani, namun tidak dapat dinikmati oleh sebagain besar Petani, oleh karena; jumlahnya terbatas, dimanfaatkan hanya oleh kelompok tertentu saja, Komite Desa yang dibentuk untuk mengelola pemilikan, pemanfaatan, dan pemeliharaan tidak berfungsi secara efektif.

Selama ini persawahan Torowa merupakan sektor ekonomi vital bagi masyarakat desa Lasara Sawo dan 6 desa tetangga yang penggarap sawah. Tetapi dengan proyek rehabilitasi saluran irigasi persawahan Torowa oleh BRR yang terbengkalai, tidak sesuai dengan yang direncanakan, dan kualitas bangunan tidak kuat mengakibatkan areal bagian bawah tidak mendapat pasokan air sehingga menjadi lahan kering dan sekarang beralih fungsi terdapat 3 lokasi di areal tengah rusak berat oleh hantaman banjir, karena saluran irigasi tidak selesai dan distribusi air tidak terkendali.

Juga pengaliran air dari bendungan induk tidak optimal karena konstruksi saluran yang jauh lebih dalam dari permukaan areal persawahan dan kondisi bangunan saluran irigasi yang sebagian sudah roboh menimbul bandar saluran. Malah akibat dari pelaksanaan proyek ini produktifitas persawahan Torowa turun hingga 50 persen dari produksi sebelumnya.

Hal lain bagi warga yang rumahnya termasuk kategori rusak ringan dan rusak berat yang sudah didata dan dikirim ke tingkat kabupaten serta BRR pada waktu pendataan pasca bencana, masih belum mendapat kejelasan apakah termasuk dan mendapat alokasi sebegai penerima manfaat program BSPR di desa Lasara Sawo Kecamatan. Sawo.

Belum Ada Perubahan

Berdasarkan hasil wawancara kepada 60 orang responden masyarakat Desa Lasara Sawo dengan menggunakan instrumen survey yang disiapkan lembaga PPKM, untuk mengetahui seberapa dampak program yang dirasakan masyarakat diketahui hasil sebagai berikut penerima manfaat program rehab-rekon di desa Lasara Sawo, sekitar 40 persen di antaranya menyatakan belum ada dampak perubahan (kondisi tetap saja) selama program rehap-rekon di desa Lasara Sawo. Namun di sisi lain 50 persen lebih menyatakan ada perubahan peningkatan dari ke sepuluh aspek yang ditanyakan.

(analisa)

Women in Nias Have Entrepreneurial Spirit

Thursday, April 15th, 2010

By: Nia Sarinastiti, 3-3-2009

Women entrepreneurs in Nias, Indonesia, describe how they manage community loans and expand business ventures.

In the many trips I’ve taken with the World Bank’s Indonesia Country Director, Joachim von Amsberg, I’ve always admired how indigenous locals interact with expatriates. I think from the curiosity of whether an expatriate really would like to engage with them and understand their needs, you can actually see the sparkle in their eyes to pose many questions.

In our visit to Hiliweto village of Gido district of Nias, the mission team visited the home of one of the women’s group leaders to chat with informal women entrepreneurs on how they manage their community loans and expand their business ventures. At first, the group was reluctant to even answer a question, but Joachim broke the ice by agreeing to have the women ask about him – for example, where he comes from, married or not, children, etc. As the discussion went into a more relaxed mode, we asked what specific program benefits them the most. They all hailed microfinancing. Getting small loans is a common problem in Indonesia because credit is difficult to obtain from banks without having any collateral as a guarantee.

Through the Kecamatan Development Program – funded by the World Bank – the 10 women members formed a group to be able to participate in a savings and loan scheme for women. The group members were very excited to talk about what they did with the money. The group’s leader, Diana Hora, had to take the helm and compile the comments.

With Rp. 10 million (about US $1,000), the women bought several sewing machines, seeds for each of their own vegetable gardens and livestock – i.e. chicken and pigs. Diana said the group has also paid back the community lender at an interest rate of 1.25 percent. They plan to borrow again to get ready for the holidays when the buying power of people is higher. As far as I know, based on various discussions, women tend to be better borrowers because they do not want to be considered as bad debtors in the community, and they feel that having to owe people is a burden.

When asked what the most profitable business was, they all simultaneously answered, with joy – livestock. Poultry eggs come in as a routine breadwinner for the households. They also start with piglets, which become large enough to be sold for Christmas time. Every three months, most of the women are able to sell their livestock and earn quite a high profit margin, to be used as a base for their small businesses. Although the group’s treasurer, Kidalial, is a very good seamstress and she sees that sewing is profitable, she cannot rely on it as a daily income since people only make clothes for the holidays or special events.

I believe that when we were able to engage with the women, they became excited to tell us everything. And of course, the trip would not have been complete without a picture together with the group.

http://blogs.worldbank.org/eastasiapacific/indonesia-women-in-nias-have-entrepreneurial-spirit

Wah, Aktif di OSIS Juga Bisa Dapat Beasiswa!

Thursday, April 15th, 2010

JAKARTA – Memang, di Prasetiya Mulya Business School, Jakarta, terdapat tiga kategori beasiswa. Pertama, beasiswa prestasi untuk siswa yang lolos tes dengan katagori A. Kedua, beasiswa dari para alumni untuk siswa yang tidak mampu dan ketiga untuk siswa yang berdomisili di luar Jabotabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Selain itu tersedia juga beasiswa untuk Program S-2.

Khusus beasiswa prestasi, Prasetiya Mulya Business School memeruntukkannya bagi para calon mahasiwa yang ikut tes masuk strata sarjana (S-1). Si calon mahasiswa harus lulus dengan nilai kategori A. Nilai nominal beasiswanya cukup besar, mulai 25 hingga 61 juta rupiah untuk perkuliahan pada tahun pertama.

Bukan hanya itu. Beasiswa prestasi tersebut juga tidak tertutup kemungkinan terus bisa dinikmati hingga memasuki tahun ke IV. Hanya syaratnya, si mahasiwa penerima beasiswa bisa mempertahankan nilainya dengan baik.

Sementara itu, beasiswa alumni akan diberikan kepada calon mahasiswa yang tidak mampu. Mereka harus lulus seleksi masuk dengan nilai kategori B. Beasiswa ini akan diberikan secara penuh sampai mahasiswa selesai kuliah. Sekali lagi, syaratnya harus tidak mampu.

Lain halnya dengan beasiswa khusus pelajar yang berdomisili di luar Jabodetabek. Beasiswa ini baru akan digulirkan pada tahun ajaran 2010 mendatang. Syaratnya, calon mahasiswa penerima beasiswa jenis ini bukan hanya berprestasi secara akademis, melainkan juga punya prestasi dan potensi bagus dalam kemampuan kepemimpinan (leadership skill), semisal OSIS atau organisasi kesiswaan lainnya.

Nah, tidak rugi kan aktif di organisasi? Apalagi kesempatannya lumayan besar, karena setiap tahun ajaran baru jumlah penerima beasiswa di kampus ini bisa mencapai 1 – 20 mahasiswa!

Pendaftaran dibuka sampai 23 April 2010, sedangkan tes masuk dilaksanakan tanggal 2 Mei 2010 di Kampus Prasetiya Mulya, Jakarta

Kompas
http://www.pmbs.ac.id/index.php?module=ContentExpress&func=display&ceid=83

http://www.pmbs.ac.id/s1/content.php?id=1