Archive for April, 2010 | Monthly archive page

2 Mei, Wings Air Terbang Perdana Medan-Gunungsitoli

Friday, April 30th, 2010

JAKARTA (30/4/2010) – Janji Direktur Utama Lion Air/Wings Air Rusdi Kirana untuk membuka rute penerbangan jarak pendek Medan-Gunungsitoli akhirnya terwujud. Penerbangan perdana yang dioperasikan oleh anak usaha Lion Air, Wings Air akan dilaksanakan pada Minggu (2/5) di Bandara Polonia, Medan, Sumatera Utara. (more…)

Buruknya Nasib Buruh

Friday, April 30th, 2010

Oleh Syahganda Nainggolan*

Apa yang ditulis Kompas (23/4/10) dalam ”Semut-semut” di Galangan Kapal tentang akar kerusuhan buruh galangan kapal, di mana buruh bukan hanya ditindas secara material, tetapi juga dihina secara spiritual (diskriminasi), merupakan fenomena ”gunung es” marginalisasi buruh di Indonesia. (more…)

Orang Indonesia yang Jadi Pahlawan di Korea

Thursday, April 29th, 2010

Jakarta – Di tengah duka bangsa Korea yang masih sangat dalam terasa akibat tenggelamnya kapal perang Cheonan yang menewaskan 46 prajurit angkatan laut, nama Indonesia harum dipuji di negeri ginseng itu.

Ada orang Indonesia yang dipandang sebagai pahlawan dan pemberi inspirasi dalam musibah yang menggetarkan hati dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea tersebut. Penghargaan terhadap orang Indonesia itu disampaikan pejabat dan media setempat.

Pada 26 Maret 2010 sebuah Korvet Angkatan Laut dengan 104 awak kapal sedang patroli rutin di perairan dekat perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Tiba-tiba saja terjadi ledakan dahsyat di buritan. Mesin perang itu nyaris terbelah dua dan tenggelam.

Saat itu pukul 21:00 waktu setempat. Tempat di Laut Kuning, dekat Kepulauan Baengyeong. Malam mulai gelap ketika operasi penyelamatan dilakukan oleh penjaga pantai dibantu oleh nelayan pencari ikan yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Mereka berhasil menyelamatkan 58 orang. Yang lainnya tewas dan menghilang.

Salah satu kapal nelayan yang ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan adalah kapal ikan Geumyang No.98. Di kapal ikan itu ada Lambang Nurcahyo (36) dan Yusuf Harefa (35), dua pelaut Indonesia. Bersama lima pelaut Korea Selatan, awak Geumyang terlibat dalam aksi heroik penyelamatan di laut bebas, gelap dan berbahaya.

Malang tak bisa diraih, untung tak bisa ditolak. Kapal ikan Geumyang di tengah aksi penyelamatan bertabrakan dengan kapal kargo Kamboja. Seluruh awaknya ikut tenggelam.

Jenazah Lambang Nurcahyo, bapak dua anak, ditemukan beberapa hari kemudian. Namun si lajang Yusuf Harefa hingga kini masih hilang. Upaya kemanusiaan pelaut Indonesia itu diakui dan dihormati bangsa Korea yang tengah berkabung. Mereka wafat dalam upaya mulia.

Surat kabar Korea Times hari Kamis (22/4) memuji Nurcahyo dan Harefa. Dalam tajuk rencana berjudul “Indonesian heroes”, Korea Times menulis bahwa “Seperti para pelaut AL yang gugur itu, para nelayan Geumyang itu juga merupakan pahlawan-pahlawan yang telah mengambil risiko nyawa mereka untuk menyelamatkan korban-korban Cheonan?.

Pemerintah Korea Selatan berjanji memberikan santunan baik kepada awak kapal Korsel maupun Indonesia. Menteri Luar Negeri Yu Mung-hwan menyampaikan simpati dan telah menulis surat sehubungan dengan tragedi tersebut kepada keluarga Nurcahyo dan Harefa.

“Kami menghargai jasa-jasa kedua pelaut Indonesia yang tewas dalam insiden tersebut. Kami sungguh menyesalkan telah terjadinya peristiwa ini,” kata Yu Mung-hwan.

Jadi pusat perhatian

Orang Indonesia lain yang mendapat penghormatan di Seoul adalah Dirut Perum LKBN ANTARA Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf. Ia menjadi pusat perhatian di Seoul karena selaku Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) ia meminta pimpinan media dunia yang berkumpul di negeri itu untuk berdiri dan mengheningkan cipta atas musibah yang meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

“Semoga arwah mereka beristirahat dengan damai dan yang hilang bisa segera ditemukan,” katanya dalam hening cipta yang diikuti 68 pimpinan kantor berita dari Asia Pasifik, Arab, Mediterania, Eropa dan Balkan serta Perdana Menteri Korea Selatan Chung Un-Chan.

Mukhlis Yusuf sudah tiga tahun terakhir ini memimpin OANA, organisasi kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik.

Bekerja sama dengan kantor berita Yonhap, OANA mengumpulkan para tokoh media di Seoul untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi kantor berita pada era konvergensi multimedia. Namun, OANA Summit Congress dibayangi kasus tenggelamnya Cheonan.

Meski belum bisa dibuktikan keterlibatan Korea Utara dalam insiden itu, laporan media setempat menyebut kemungkinan kapal tersebut ditorpedo atau terkena ranjau laut yang disebar Pyongyang.

Ketika membawa para tokoh media dari seluruh dunia itu bertemu dengan Presiden Lee Myung-bak di Istana Biru, Mukhlis menyampaikan belasungkawa dan doa kepada para korban. Presiden Lee tampak tergugah dengan pidato pengantar Mukhlis yang tidak diduga menyinggung insiden Cheonan dan doa agar bangsa Korea bisa mengatasi musibah itu dengan penuh kesabaran dan perdamaian.

Pidato Mukhlis itulah yang mendorong Presiden Lee menyatakan sikapnya atas musibah Cheonan. Sikap itulah yang kemudian menjadi berita utama di seluruh dunia. Di koran-koran setempat, seperti The Korean Times dan Korean Herald, berita pertemuan Mukhlis Yusuf dan Presiden Lee menjadi berita utama di halaman depan. Foto Mukhlis pun menghiasi halaman media Seoul.

“Saya mulai mengagumi anda,” kata Park Jung-Chan, Presiden kantor berita Korea Selatan Yonhap kepada Mukhlis Yusuf pada pidato jamuan makan malam selepas pertemuan di Istana Biru.

“Anda berhasil membuat Presiden Lee angkat bicara soal Cheonan,” katanya.

Presiden Lee dan seluruh bangsa Korea memang sangat terguncang dengan musibah itu. Lee langsung meninjau operasi pencarian dan bertemu marinir yang ditempatkan di barat Pulau Baengnyeong.

Dengan helikopter, Lee menuju pulau dekat perbatasan Korsel-Korut itu. Kunjungan Lee dimaksudkan untuk menghibur keluarga korban yang menunggu dengan cemas pencarian jasad anggota keluarga mereka. Lee juga memerintah militer agar lebih waspada pasca tenggelamnya Cheonan. Sejak tenggelamnya kapal Cheonan militer diminta benar-benar mempersiapkan diri untuk setiap aktivitas yang dilakukan Korea Utara.

Ketegangan memuncak di semenanjung Korea menyusul insiden itu. Kemungkinan pecah perang baru antar Korea kembali menjadi kekhawatiran dunia. Padahal, Korea Utara memiliki senjata nuklir sebagai pemusnah massal dan rejim di Pyongyang bisa melakukan tindakan tidak terduga.

Namun, kekhawatiran dunia itu bisa diredakan. Menjawab pertanyaan dan pernyataan Mukhlis, Presiden Lee menyatakan tidak akan membalas dendam sekalipun Pyongyang terbukti paling bertanggungjawab atas insiden Cheonan. Perang, menurut Lee, bukan pilihan. Pihaknya membawa kasus ini kepada Dewan Keamanan PBB.

Oleh karena itulah, pemimpin media dari seluruh dunia yang bertemu Presiden Lee, memuji Mukhlis Yusuf. Presiden OANA yang juga Dirut Perum ANTARA itu berhasil menggugah Presiden Lee untuk menyatakan sikapnya yang jelas: tak boleh ada perang lagi di semenanjung Korea.
(A017/B010) – Antara News – www.antaranews.com – 27 April 2010

Puskesmas Gunungsitoli Kehabisan Stok Obat

Thursday, April 29th, 2010

Stok obat di puskesmas Kota Gunungsitoli, kosong. Setidaknya itu yang tertulis di dinding Puskesmas Olora, Puskesmas Alo’oa, Puskesmas Gunungsitoli Fodo, Puskesmas Tetehosi Foa.

Kepala Puskesmas Tetehosi Foa, Fatieli W Lõmbu SKM ketika ditemui Global, Selasa (27/4), mengatakan mulai bulan April ini stok obat tidak ada lagi. “Untuk melayani masyarakat yang mau berobat terpaksa kami rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli,” katanya.

Sayangnya ketika dikonfirmasi, Pejabat Walikota Gunungsitoli tidak ada di tempat dan beberapa staf mengatakan Walikota sedang bertugas di luar daerah. Sukurnya masih ada Sekda Drs Kemurnian Zebua BE didampingi Kadis Kesehatan Temaziduhu Lombu.

Sekda mengakui keadaan itu dan bahkan diungkapkan seluruh kepala puskesmas sudah menyampaikan ke Kadis Kesehatan, namun Pemko Gunungsitoli tidak berdaya karena dana anggaran untuk beli obat tidak ada.

Dikatakan bahwa pihaknya telah menyurati dua kali Bupati Nias sebagai kabupaten induk untuk segera mendistribusikan obat ke puskesmas, namun sampai sekarang belum ada jawaban.

Ketika dikonfirmasi kepada Kadis Kesehatan Kabupaten Nias Julianus Dawolo MKes mengakui telah menerima surat tersebut, tapi belum ada petunjuk dari Bupati Nias. Begitupun Julianus Dawolo menjelaskan bahwa habisnya obat bukan tanggung jawabnya.

Soalnya, sejak Kota Gunungsitoli menjadi daerah pemekaran yang defenitif pada 1 Januari 2010. Namun pada Mei sampai Desember 2009 yang merupakan masa transisi obat tetap didistribusikan, katanya.

Kemudian di tambahkannya, Pemkab Nias sedang menyusun rencana penyerahan obat hanya butuh waktu lama karena harus melibatkan beberapa unsur termasuk Bagian Hukum. Karena pembelian obat tersebut memakai DPA Kabupaten Nias, bukan DPA kota Gunungsitoli. Jadi harus jelas apakah dihibahkan, atau tidak, katanya.

Sementara anggota DPRD Gunungsitoli dari Partai Hanura Agustinus Lase SH mengatakan kepada Global bahwa pihaknya hanya mengimbau kepada Pemko Gunungsitoli untuk segera mencari solusi agar obat segera didistribusikan ke puskesmas. “Jangan sampai pelayanan kesehatan masyarakat terganggu,” katanya.

Sedangkan anggota DPRD dari PKDI, B Harefa berharap Pemko Gunungsitoli segera menyurati Gubernur Sumatera Utara, sesuai visi misi yang di antaranya melaksanakan program “rakyat tidak sakit”. (Harian Global – www.harian-global.com – 29 April 2009)

Beasiswa Bidik Misi, Jawaban Mimpi Pelajar Miskin

Thursday, April 29th, 2010

Tana Toraja: Jangan pernah menyerah pada nasib jika ingin maju. Ungkapan ini rasanya tepat menggambarkan perjuangan dua remaja asal Sulawesi Selatan yang mau melakukan apapun asalkan bisa duduk dibangku kuliah. Meski berasal dari keluarga miskin, Andi William Pakilaran dan Mutmainna Cendi pantang menyerah agar bisa kuliah.

Perjuangan mereka melalui prestasi belajar dan juga mengikuti beragam lomba ternyata jadi salah satu jalan agar bisa mendapatkan beasiswa bidik misi dari pemerintah. Itu adalah sebuah beasiswa yang bertujuan untuk membiayai segala kebutuhan siswa berprestasi selama menjalani proses perkuliahan sepanjang 4 tahun.

Andi yang sehari-hari tinggal dengan neneknya aktif bernyanyi di gereja. Beragam penghargaan pernah diraih karena suara emas dan kemampuannya memainkan alat musik.

Sementara Mutmainna yang lulusan pesantren putri modern Rahmatul Asri, Kabupaten Enrekang adalah seorang qori dan saritilawah terbaik yang sering menang dalam lomba baca Alquran sekaligus juga atlit tolak peluru berbakat.

Pemerintah menganggarkan dana satu triliun rupiah untuk menyelenggarakan program beasiswa bidik misi ini. Sekitar 20 ribu siswa miskin seluruh Indonesia akan menjadi sasaran program itu. Dalam program ini tiap siswa akan menerima uang tunai lima hingga enam juta rupiah per semesternya untuk menunjang perkuliahannya.(IAN) – (Liputan 6 – http://berita.liputan6.com, 18 April 2010.)

Catatan Redaksi: Informasi lengkap tentang Beasiswa Bidik Misi dapat dilihat pada tautan berikut:
http://kelembagaan.dikti.go.id/index.php/component/content/article/43-berita/388-bidik-misi

Peran DPRD yang Strategis Wujudkan Kedaulatan Rakyat dan Ciptakan Kehidupan Demokrasi

Wednesday, April 28th, 2010

Gunungsitoli – Bupati Nias Utara, Tolo’aro hulu menegaskan sebaiknya dan seharusnya peran DPRD yang sangat strategis adalah mewujudkan kedaulatan rakyat dan menciptakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah karena pada hakekatnya DPRD dan pemerintah daerah memiliki tujuan yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Tentunya sangat diharapkan terciptanya hubungan kemitraan yang harmonis dengan tetap saling menghormati tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing sesuai anugrah tuhan ” katanya saat menyampaikan sambutannya pada acara pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten Nias Utara, Tolo’aro hulu di aula serba guna kantor Bupati Nias Utara.

Ditambahkannya, berdasarkan pengalaman yang terjadi di berbagai daerah, hubungan legislatif dan eksekutif penuh dinamika maka saat pendapat dan pandangan berbeda membuat mekanismeme pemerintah berjalan agak lambat. Jadi hal ini jangan sampai Kabupaten Nias Utara sebagai daerah otonom baru menjadi susunan kesenjangan pemikiran yang berbeda dalam memajukan daerah tersebut, harap Bupati Nias Utara.

Selama setahun ungkapnya penyelenggaraan pemerintah daerah di Nias Utara perlu dipaparkan beberapa hal adalah pertama telah mempersiapakan struktur dan mekanisme pemerintah daerah, kedua, telah menyelenggarakan pemerintah daerah Nias Utara, ketiga, telah menfasilitasi pembentukan DPRD dan ke empat, telah menfasilitasi pemerintah Kabupaten Nias Utara pada Oktober 2010 mendatang akan dilakukan pesta demokrasi pemilihan Bupati Nias Utara dan wakilnya, jelas Hulu.

Dari paparan Bupati Nias utara, mengungkapkan, permasalahan utama yang dihadapi oleh pemerintah nias utara hingga saat ini adalah terbatasnya jumlah SDM aparatur khususnya tenaga teknis yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan struktural, terbatasnya sarana dan prasarana pemerintahan, serta terbatasnya anggaran, kgusus menyangkut anggaran alokasi umum untuk Nias Utara sangat terbatas dan sebagian besar tersedor untuk membiayai sebagai aparatur kama dana hanya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), jelasnya.

Adapun ke 25 anggota perwakilan rakyat Kabupaten Nias Utara masing-masing: Partai Demokrat, Ferieli Zaluhu, Rasali Zaluhu, S. Ag, Asnidar Hulu, Hisikia Harefa, A. Ma. Pd, Sirila Baeha, Pidaman Nazara, A, Ma. Pd, Partai Demokrat Indonesia Perjuangan Alim Yunus Hulu, Partai Golongan Karya, Varselius Zagati Nazara, A.Md, Partai Peduli Rakyat Nasional, Budieli Telaumbanua, Partai Kebangkitan Bangsa, Kabayu Hulu, SH, Partai Patriot, Desman Serius Nazara, SE, Partai Damai Sejahtera, Emannuel Zebua, SH, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, Asa’aro Lase, Dalifati Ziliwu, S.Pd, Partai Karya Peduli Bangsa, Penataran Zebua, Partai Persatuan Daerah, Agustinu Hulu, S.Pd, Arimei Zega, SE, Partai Nurani Rakyat, Faogõnaso Harefa, Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia, Sodiriang Ziliwu, A.Md, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Drs. Foanoita Zai, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Sozaro Gea, Partai Merdeka, Tolosõkhi Gea. (Analisa, 28 April 2010)

Press Release ITB Atas Kasus Plagiarisme Mochammad Zuliansyah

Tuesday, April 27th, 2010

Jum’at, 23 April 2010

ITB sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya bangsa, selalu berupaya keras untuk menegakkan tradisi akademik dengan kualitas dan nilai-nilai yang tinggi untuk kepentingan bangsa dan negara secara holistik. Berkaitan dengan plagiarisme, sejak awal ITB selalu berkeyakinan bahwa plagiarisme adalah tindakan yang tidak terpuji, yang mencederai nilai-nilai akademik yang selama ini selalu dijunjung tinggi dan dijaga tetap tegaknya oleh ITB. Oleh karena itu ITB tidak akan pernah mentolerir plagiarisme dan segala bentuk kecurangan akademik lain.

Pada dasarnya ITB telah mempunyai kode etik yang dapat menjadi pegangan dan ramburambu untuk masyarakat akademiknya (mahasiswa maupun dosen) guna menegakkan nilainilai dan integritas akademik ITB, yaitu berupa: (1) Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan ITB (SK Rektor ITB, No. 297/SK/K01/PP/2009), (2) Nilai-Nilai Inti ITB (SK Senat Akademik ITB, No. 032/SK/K01-SA/2002), (3) Kode Etik Dosen (SK Senat Akademik ITB, No. 03/SK/K01-SA/2008), dan (4) Kode Etik ITB (SK Senat Akademik ITB, No. 09/SK/K01-SA/2009).

A. INFORMASI DASAR

  1. Mochammad Zuliansyah (selanjutnya disingkat MZ), sebelumnya adalah mahasiswa program Doktor ITB di lingkungan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) angkatan 2003 dengan NIM: 33203011.
  2. Disertasi MZ yang berjudul “Model Topologi Geometri Spasial 3 Dimensi” telah disetujui pada tanggal 1 Agustus 2008. MZ telah dinyatakan lulus program Doktor dan telah mengikuti AcaraWisuda ITB pada Oktober 2008.

B. PERMASALAHAN PLAGIARISME

  1. Plagiarisme yang dilakukan oleh MZ mencakup plagiasi makalah ilmiah dan plagiasi Disertasi program Doktornya.
  2. Makalah ilmiah MZ yang berjudul “3D topological relations for 3D spatial analysis” yang pengarangnya tercantum sebagai Mochammad Zuliansyah, Suhono Harso Supangkat, Yoga Priyana dan Carmadi Machbub dan dipresentasikan pada the IEEE International Conference on Cybernetics and Intelligent Systems di Chengdu China, 21-24 Sptember 2008; telah diketemukan oleh komite IEEE sebagai plagiasi dari paper yang berjudul “On 3D Topological Relationships” yang dikarang oleh Siyka Zlatanova dan dipresentasikan pada the 11th
    International Workshop on Database and Expert System Application, DEXA 2000, pp. 913-919. IEEE mengkategorikan plagiasi yang dilakukan oleh MZ sebagai plagiasi Level 1 (paling berat).
  3. MZ telah mengirimkan permintaan maaf kepada pihak IEEE melalui jalur e-mail untuk kesalahan plagiasi yang dilakukannya. MZ juga menginformasikan pada IEEE bahwa plagiasi makalah ilmiah ini dilakukan oleh dia sendiri tanpa sepengetahuan para penulis pendamping (co-authors). Dalam hal ini IEEE telah memutuskan bahwa MZ dilarang (banned) untuk publikasi pada semua bentuk publikasi IEEE selama 3 tahun sejak April 2009.
  4. Berkaitan dengan kemungkinan plagiarisme dalam penulisan disertasi yang dilakukan oleh MZ, tim Dekanat dan para Guru Besar di lingkungan STEI ITB, telah melakukan penelaahan terhadap Disertasi saudara MZ yang berjudul “Model Topologi Geometri Spasial 3 Dimensi” serta disertasi Dr. Siyka Zlatanova yang berjudul “3D GIS for Urban Development” dari Graz University of Technology, Austria tahun 2000. Tim menyimak bahwa disertasi MZ telah banyak mengambil bahan dan ide dari disertasi Dr. Siyka Zlatanova tanpa sama sekali menyebutkan sumbernya. Tim berpendapat bahwa disertasi MZ merupakan plagiasi dari disertasi Dr. Siyka Zlatanova.
  5. MZ telah mengirimkan permintaan maaf kepada Rektor ITB, Dekan STEI, para pembimbing program Doktor, komunitas dosen dan juga alumni ITB melalui jalur e-mail, atas kesalahan plagiasi yang dilakukannya. MZ menyampaikan bahwa plagiasi ini dilakukan oleh dia sendiri tanpa sepengetahuan para pembimbingnya. MZ juga telah mengundurkan diri dari status calon CPNS dosen ITB tahun 2008-2009.

D. PERNYATAAN SIKAP ITB
Setelah mempelajari semua fakta yang terkait dan mempertimbangkan masukan dari pimpinan MWA (Majelis Wali Amanat), pimpinan SA (Senat Akademik), pimpinan MGB (Majelis Guru Besar), Rektor ITB atas nama ITB menyatakan bahwa :

  1. Plagiarisme yang dilakukan oleh saudara Mochamad Zuliansyah dalam penulisan makalah ilmiah dan disertasi telah dilakukan dengan kesengajaan tanpa diketahui sama sekali oleh para pembimbingnya yaitu Prof. Carmadi Machbub, Prof. Suhono Harso Supangkat, dan Dr. Yoga Priyana.
  2. ITB secara institusi sangat menyesalkan terjadinya kejadian ini, dan dengan tulus meminta maaf pada Dr. Siyka Zlatanova, IEEE, seluruh pemangku kepentingan ITB, serta komunitas akademik nasional maupun internasional. ITB juga akan segera mengirimkan surat permintaan maaf langsung ke Dr. Siyka Zlatanova dan IEEE.
  3. Karena disertasi Mochamad Zuliansyah merupakan hasil plagiasi dari disertasi Dr. Siyka Zlatanova, maka sesuai dengan Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan yang berlaku di lingkungan ITB, dan juga kode etik ilmiah yang berlaku universal, maka disertasi dan ijazah
    Doktor dari Mochamad Zuliansyah dinyatakan tidak berlaku.
  4. Para pembimbing program Doktor dari Mochammad Zulfiansyah telah kurang cermat dalam melaksanakan proses pembimbingan sehingga proses plagiasi tidak terdeteksi dari awal, dan secara moral ikut bertanggung jawab terhadap terjadinya plagiasi tersebut. Untuk itu Rektor ITB telah menegur secara tertulis masing-masing pembimbing atas kekurang cermatan dalam proses pembimbingan tersebut.
  5. Agar kasus sejenis tidak terjadi lagi di masa mendatang, maka ITB akan secara serius melaksanakan upaya-upaya penyempurnaan academic environment yang dapat menjamin tetap tegaknya kinerja, kualitas serta nilai-nilai akademik yang baik dan membanggakan
    semua pihak.

Bandung, 23 April 2010
Rektor ITB
Prof. Akhmaloka, PhD

Sumber: Situs ITB – http://www.itb.ac.id/files/12/20100423/pressRelease23042010.pdf

Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk Mahasiswa

Tuesday, April 27th, 2010

Bagaimana pendapatmu tentang Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik?

Apakah UU ini langkah maju untuk perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia?

Kalau kamu punya pendapat, mengapa tak mencoba untuk menuliskannya, mengetiknya, dan mengirimkannya ke Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemnastik)? Karena, dengan demikian, kamu punya kesempatan memenangkan lomba karya tulis ilmiah Gemnastik ke-3 ini.


  • TUJUAN DAN LINGKUP KONTES
  • Lomba ini diperuntukkan bagi mahasiswa D3 maupun S1 di seluruh Indonesia sebagai salah satu media untuk mengasah kemampuan menulis essay ilmiah serta menyampaikan pendapat.
  • BENTUK KOMPETISI DAN TANGGAL – TANGGAL PENTING
  • Lomba terdiri dari dari dua kategori, yaitu lomba utama dan pendukung.

    1. Lomba utama adalah lomba karya tulis bidang TIK
      1. Lomba karya tulis bidang TIK merupakan kompetisi perorangan tingkat perguruan tinggi untuk mahasiswa S1 dan D3.
      2. Dalam kompetisi ini peserta menyampaikan idenya dalam bentuk essay ilmiah dalam Bahasa Indonesia.
      3. Topik essay untuk kompetisi ini adalah: UU Informasi dan Transaksi Elektronik: langkah maju untuk perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia?
      4. Dalam lomba ini peserta wajib mengumpulkan makalah dan apabila menjadi peserta terpilih pada Babak Final, peserta wajib melaksanakan presentasi dan diskusi terkait topik.
    2. Tanggal-tanggal penting yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
    3. Kegiatan Waktu Keterangan
      Pendaftaran 1 Apr – 30 Jul Online
      Pengiriman makalah 1 Apr – 30 Jul Online
      Penjurian awal 1 Ags – 27 Ags Online
      Pengumuman finalis 2 Sep Online
      Realisasi dan penyempurnaan makalah 2 Sep – 2 Okt Online
      Batas akhir pengiriman makalah hasil perbaikan 2 Okt Online
      Konfirmasi kehadiran dalam acara final 2 Sep – 2 Okt Online
      Penjurian akhir / final 6 Okt – 7 Okt On-site, Kampus ITS Keputih Sukolilo, Surabaya.
  • SYARAT KARYA YANG DIKOMPETISIKAN
  • Persyaratan karya makalah yang diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Bidang TIK meliputi ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

    1. Topik: UU Informasi dan Transaksi Elektronik: langkah maju untuk perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia?
    2. Karya yang dikirimkan merupakan karya academic essay Bahasa Indonesia, individual asli, bukan saduran atau terjemahan dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun sebelumnya. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu makalah/esay.
    3. Presentasi dan diskusi yang harus diikuti oleh para finalis juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.
    4. Makalah dikirimkan melalui e-mail dan diterima paling lambat oleh panitia tanggal 30 Juli 2010 dengan menyertakan lembar identitas (terpisah, tidak menjadi bagian dari makalah):
      1. Nama
      2. Judul Makalah
      3. Perguruan Tinggi
      4. Tingkat / Semester ke Berapa
      5. Alamat e-mail
      6. No. Telepon / HP yang dapat dihubungi
    5. Makalah ditulis dalam format MS Word font Arial 11, spasi 1,5, margin kiri dan atas 4 cm, kanan dan bawah 3 cm, tidak lebih dari 2400 kata (tidak termasuk gambar).
    6. Apabila peserta terpilih pada Babak Final, peserta dapat merevisi makalah yang dikirimkan. Revisi yang dapat diterima adalah revisi minor terhadap isi pada makalah dengan pokok bahasan yang tetap.
    7. Panitia berhak untuk menyebarkan / mempublikasikan judul dan abstrak sesuai kebutuhan sesuai nama penulis. Isi makalah selengkapnya tetap menjadi hak penulis.
    8. Keputusan dewan juri bersifat mutlak. Tidak ada surat menyurat ataupun komunikasi dengan panitia/juri selama proses penjurian ataupun mengenai hasil lomba.
    9. Peserta/karya yang tidak memenuhi kriteria di atas dinyatakan gugur secara otomatis.
  • SYARAT PESERTA KOMPETISI
  • Persyaratan peserta Lomba Karya Tulis Bidang TIK adalah sebagai berikut:

    1. Lomba Karya Tulis Bidang TIK merupakan kompetisi yang bersifat perorangan.
    2. Mahasiswa D3 maupun S1, dibuktikan dengan foto kopi KTM yang masih berlaku.
    3. Peserta wajib mendaftarkan diri melalui situs http://gemastik.its.ac.id. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 1 April hingga 30 Juli 2010.
  • TAHAP – TAHAP KOMPETISI
    1. Penjurian awal :
      1. Makalah tertulis
    2. Kompetisi Babak Final :
      1. Presentasi
      2. Tanya jawab
  • MEKANISME DAN KRITERIA PENILAIAN
    1. Lomba Karya Tulis Bidang TIK
      – Babak Penyisihan / Penjurian Awal

      1. Kelengkapan makalah: Judul, Abstrak, Pendahuluan, Isi / pokok makalah, Kesimpulan, Referensi.
      2. Kejelasan ide utama, fokus makalah dan argumentasi.
      3. Kerunutan penyajian.
      4. Keunikan dan seberapa meyakinkan makalah yang ditulis.
      5. Ketepatan pemilihan kata dan kalimat, termasuk tata bahasa.
      1. Setiap makalah akan dinilai oleh semua juri.
      2. Jumlah peserta : 12 peserta.
      3. Waktu presentasi : 15 menit dan Tanya Jawab : 15 menit.
      4. Unsur penilaian meliputi unsur penilaian pada babak Penyisihan/ Penjurian Awal dan metode penyampaian serta sikap finalis pada saat presentasi.
    2. – Babak Final

  1. Setiap makalah akan dinilai oleh semua juri.
  2. Jumlah peserta : 12 peserta.
  3. Waktu presentasi : 15 menit dan Tanya Jawab : 15 menit.
  4. Unsur penilaian meliputi unsur penilaian pada babak Penyisihan/ Penjurian Awal dan metode penyampaian serta sikap finalis pada saat presentasi.

http://www.gemastik.its.ac.id/index.php/article/home/lomba_karya_tulis_bidang_tik

Beasiswa Kuliah Ekonomi Universitas Trisakti

Tuesday, April 27th, 2010

Kalau nilai raportmu rata-rata 7, atau jika orang tuamu guru, mengapa kamu tak coba melamar program beasiswa Universitas Trisakti, Jakarta? Ini dia keterangannya:

1. Beasiswa Ganda

Pendahuluan

Universitas Trisakti memberikan Beasiswa Ganda bagi calon Mahasiswa Baru Program Studi Ilmu Ekonomi FE USAKTI yang lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru melalui Jalur Rapor atau dikenal sebagai jalur PSSB (Program Seleksi Siswa Berpotensi).

Beasiswa Ganda adalah pemberian beasiswa berupa:

Beasiswa Keahlian Profesional senilai Rp.4,5 Juta diberikan dalam bentuk pelatihan.
Beasiswa Duta Sekolah senilai Rp.7 Juta, yang diberikan dalam bentuk tunai (Rp 5 Juta untuk Orang Tua & Rp 2 Juta untuk sekolah)

Persyaratan Beasiswa Keahlian Profesional

– Lulus Seleksi PSSB

Persyaratan Beasiswa Duta Sekolah

– Lulus Seleksi PSSB.
– Nilai Rapor rata-rata 7,5 (kelas XI – XII).
– Berlaku hanya untuk satu orang dari setiap seklah (lampirkan surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah).
– Lebih diutamakan bila memiliki prestasi ladalm Lomba Ilmiah atau Lomba Ekstrakulikuler.

Persyaratan PSSB

- Siswa Kelas XII (terdaftar sebagai siswa aktif).
– Nilai rapor rata-rata minimal 7 (kelas XI – XII).
- Tidak Pernah tinggal kelas.
- Mengisi dan menyerahkan form lamaran PSSB dilengkapi dengan foto copy rapor yang sudah dilegalisir ke FE USAKTI.

2. Beasiswa Peduli Siswa Berprestasi Putra/i Guru

Pendahuluan

Universitas Trisakti memberikan kesempatan kepada lulusan SMA berprestasi Putra/i Guru untuk mengikuti pendidikan tinggi pada Program S-1 Fakultas Ekonomi dengan fasilitas Beasiswa atau SUbsidi Biaya Pendidikan dari FE USAKTI. Program Studi yang dapat dipilih : Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi..

Syarat Prestasi:

-  Memiliki Prestasi Akademik diatas rata-rata ditunjukan dengan nilai raport rata-rata minimal 7 selama 5 semester atau
-  Termasuk dalam peringkat 10 besar dikelasnya atau
-  Pernah menjuarai lomba ilmiah/olimiade sains atau
-  Memiliki prestasi Eskul ditunjukan dengan pencapaian prestasi juara dalam lomba eskul di tingkat wilayah.

Syarat Administrasi Kependudukan:

Memiliki KTP, Akte Kelahiran dan Kartu Keluarga.

Syarat Status Pekerjaan Orangtua:

Profesi atau pekerjaan orangtua sebagai Guru. Memiliki kemampuan ekonomi sedang, penghasilan orangtua berkisar 4-5 juta rupiah perbulan, dibuktikan dengan surat keterangan penghasilan, serta bukti pembayaran listrik & telepon

Syarat Prilaku dan Kesahatan:

Memiliki perilaku yang baik dibuktikan dengan surat keterangan kelakuan baik dari pihak kepolisian wilayah dan surat keterangan bebas narkoba dibuktikan dengan hasil tes urine yang dilakukan di Laboratorium PMT USAKTI. Mengikuti tes wawancara.

Ketentuan Biaya Kuliah:

-  Biaya kuliah Semester I Rp.5.500.000,- dan Biaya Kuliah Semester II – VIII Rp.4.500.000,-/semester.
-  Biaya kuliah disubsidi oleh FE USAKTI sebesar 80% untuk pembayaran semester I dengan nilai Rp.21.450.000,-
-  Biaya kuliah Semester II sampai dengan Semester VIII (maksimal) disubsidi sebesar 50% seniali Rp.4.700.000,-

Simulasi Biaya Kuliah:

Komponen Biaya
Biaya Kuliah Normal
Beasiswa / Subsidi
Biaya yang dibayar
Semester 1
Semester 1
Semester 1
SPP
Rp. 16.000.000,-
Rp. 15.000.000,-
Rp. 1.000.000,-
BPP Pokok/semester
Rp.   5.000.000,-
Rp.   2.500.000,-
Rp. 2.500.000,-
BPP SKS (20 SKS)
Rp.   4.200.000,-
Rp.   2.200.000,-
Rp. 2.000.000,-
Biaya Praktikum
Rp.   1.750.000,-
Rp.   1.750.000,-
Rp. –
Total Biaya
Rp. 26.950.000,-
Rp. 21.450.000,-
Rp. 5.500.000,-
Komponen Biaya
Biaya Kuliah Normal
Beasiswa / Subsidi
Biaya yang dibayar
Semester II – VIII
Semester II – VIII
Semester II – VIII
BPP Pokok/semester
Rp.   5.000.000,-
Rp.   2.500.000,-
Rp. 2.500.000,-
BPP SKS (20 SKS)
Rp.   4.200.000,-
Rp.   2.200.000,-
Rp. 2.000.000,-
Biaya Praktikum
Rp.   –
Rp.   –
Rp. –
Total Biaya
Rp.   9.200.000,-/semester
Rp.   4.700.000,-/semester
Rp.   4.500.000,-/semester
Pembayaran biaya kuliah dilakukan setiap awal semester (semester gasal: minggu pertama Agustus, semester genap: minggu pertama Februari).

Ketentuan Akademik:

-  Jumlah SKS yang harus diselesaikan sebanyak 144 SKS. Pengambilan SKS setiap semester 20 SKS..
-  Masa Studi Aktif Maksimal 8 (delapan) semester.
-  Kegiatan Perkuliahan berlangsung Hari SENIN s/d JUMAT, Jam kuliah pukul 14.00 – 19.00.
-  Lokasi Kuliah di Kampus “F” FE-USAKTI Cempaka Putih.
-  Maksimal mata kuliah yang dapat diikuti adalah 2 mata kuliah per hari.
-  Indeks Prestasi Minimal 3.00 pada setiap semesternya.
Keterangan lebih lanjut:
http://www.fe.trisakti.ac.id/beasiswaganda2.php
http://www.fe.trisakti.ac.id/beasiswapeduli22.php
http://www.fe.trisakti.ac.id/daf_pssb.php
http://www.fe.trisakti.ac.id/daf_sekilas.php
(trisakti, roslan tangah)

Masyarakat Nisel Harapkan Sosok Pemimpin Membawa Perubahan Kesejahteraan

Tuesday, April 27th, 2010

Medan – Masyarakat Nias Selatan (Nisel) dari 8 Kecamatan yang diwakili tokoh masyarakat setempat menyampaikan aspirasinya kepada Lembaga Pemberdayaan Potensi Nias (LP2N) Pusat di Hotel Garuda Plaza, Minggu (18/4) lalu, yang diterima Direktur Eksekutif Badan Pimpinan LP2N Pusat Eben Ezer Hia didampingi Ketua LP2N Sumut, Ones Daeli dan jajaran fungsionaris lainnya.

Di hadapan funsionaris LP2N Pusat dan Sumut, sebanyak dua puluhan tokoh masyarakat Nias Selatan menyampaikan harapan mereka untuk mengejar ketinggalan Nias Selatan dengan pemimpin yang memiliki visi yang jauh ke depan dan profesional. Masyarakat Nias Selatan menaruh perhatian kepada hal-hal yang mendasar saat ini, dimana setelah Nias Selatan dimekarkan 7 tahun lalu dari kabupaten induk, ternyata tidak banyak perubahan perbaikan kesejateraan, bahkan cenderung menurun sehingga Nias Selatan masih tetap menyandang predikat daerah tertinggal.

Dijelaskan Eben Ezer Hia, dari hasil pertemuan tokoh masyarakat yang di fasilitasi oleh LP2N tersebut, masyarakat dari 8 Kecamatan di Nias Selatan mengharapkan kesediaan Bowoasa Hia, salah seorang Kabid di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propsu untuk bersedia memimpin Nias Selatan ke depan.

Menurut masyarakat Nias Selatan, sosok Bowoasa Hia merupakan sosok sederhana dan merakyat serta merupakan tokoh yang dapat dibanggakan dan sudah terbukti dari prestasi yang pernah di raihnya berupa penghargaan Satya Lencana Karya Satya Pengabdian 10 tahun dari Presiden RI, Camat terbaik pada tahun 2005 yang dianugrahi Gubsu dan semasa menjadi Kepala BKD Nisel tidak pernah bermasalah.

Lembaga Pemberdayaan Potensi Nias sebagai salah satu lembaga riset menilai bahwa yang bersangkutan memang orang yang sederhana dan merakyat sehingga dari geopolitik yang ada Bowoasa Hia SSos MAP mudah diterima di 8 Kecamatan seperti Kecamatan Gomo, Lolowau, Lolomatua, Amandaya, Tello, Hilibala, Lahusa dan Hilimigai.

Berkaitan dengan hasil pertemuan dengan tokoh masyarakat dari 8 kecamatan Nias Selatan tersebut, para fungsionaris LP2N Pusat dan Sumut akan segera membawa dan menyampaikan aspirasi Nias Selatan secepatnya kepada Bowoasa Hia, dan jika mendapat persetujuan dari yang bersangkutan, akan segera dideklarasikan.

(sib)

Menyulap Kotoran Hewan Menjadi Uang

Monday, April 26th, 2010

Deli Serdang – Mulanya atau beberapa tahun lalu kotoran ternak kaki empat menjadi permasalahan tersendiri bagi kelompok tani Sami Tani yang terletak dusun II Desa Karang Anyer Kecamatan Beringin. Disana ada sekitar ratusan ekor hewan kaki empat milik anggota kelompok tani.

Dalam seharinya, hewan ternak kaki empat menghasilkan kotoran seberat 30 kilogram per ekor di dalam kandang. Tentu limbah kotoran itu membuat pening anggota Sami Tani. Pasalnya, aroma yang dikeluarkan menggangu pernafasan warga sekitar dan jumlah kotorannya yang begitu banyak.

Barulah tahun 1980-an, persoalan kotoran ternak dapat teratasi setelah anggota Koptan (kelompok tani) Sami Tani mendapat pelatihan dari berbagai NGO untuk memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk organik. “Satu persatu anggota kelompok mendapat pelatihan tentang membuat pupuk organik,” ujar Ketua Koptan Sami Tani Jumadi (43), mengenang.

Pelatihan yang diberikan itu tak menjadi sia-sia. Setelah semua petani terampil dan memahaminya, mereka mulai mengkumpulkan kotoran ternaknya dari kandang untuk diubah menjadi pupuk organik yang bisa menghasilkan uang. Bagaimana tidak, per kilogramnya kotoran ternak tersebut saat ini dihargai Rp100.

Semula kotoran ternak sebagai biang kerok penyebar aroma tak sedap, kini mulai terasa sedap karena bernilai ekonomis. “Warga Dusun II mulai rajin membersihkan kandang ternaknya, bahkan jalan-jalan kampung biasanya banyak berceceran kotoran ternak kini bersih,” tambahnya.
Dalam sebulannya, produksi pupuk organik buatan Koptan Sami Tani menghasilkan sekira 30 ton. Awalnya, pupuk yang cocok untuk semua jenis tanaman itu, diedarkan kepada anggota Koptan.

Namun, karena produksi tanam lahan anggota Koptasubur mengunakan pupuk organik, maka stok pupuk non organik mulai terabaikan. Selanjutnya, langkah petani menjalin kerjasama dengan sejumlah toko alat-alat pertanian untuk menjual pupuk organik olahan mereka. Alhasil, empat bulan sekali Koptan Sami Tani mampu mengirim 30 ton pupuk organik daerah ke Riau tepatnya daerah simpang Uli, SP4. “Disana Gapoktan Transmigrasi petani sawit yang membutuhkan,” terang Jumadi.

Agar mudah mengenali pupuk organik butan Koptan Sami Tani, pada goni plastiknya diberikan merek dengan nama Sami Tani yang namanya sama dengan Koptan Sami Tani. Harga pupuk organiknya per kilogramnya dipatok Rp1.000, tetapi agar mempermudah pembeli, pupuk dijual dalam kemasan karung pelastik dengan ukuran berat 50 Kg dengan harga Rp50 ribu per sak.

Untuk mengetahui kandungan unsurnya dipupuk organik itu dilakukan uji laboratorium oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumut.
Segala unsur yang terkandung didalam pupuk organik diperiksa secara teliti oleh ahli pertanian Sumut. Selain menjual pupuk organik, Koptan juga memproduksi Insektisida Nabati yang terbuat dari air seni hewan ternak. “Keuntungan kami sangat lumayan. Bayangkan, tiap bulan menghasilkan 30 ton pupuk organik, harga per kilonya Rp1.000. Ditambah untung dari air seni hewan,” pungkasnya.

Promosi Sambil Praktek Lapangan

Agar membuat petani tertarik mengunakan pupuk organik buatan Kelompok Tani Sami Tani yang berlokasi di Dusun II Desa Karang Anyer Kecamatan Beringin, Ketua Kelompok Tani Sami Tani, Jumadi langsung mempraktekan tatacara penggunaan pupuk organik berbahan baku kotoran ternak kaki empat itu.

Ia mempraktikkannya di lahan pertanian sekitar 12 rante yang berada di samping rumah dan juga sebagai tempat pengolahan pupuk organik. Jumadi menanam palawija sebagai lahan percontohan pengunaan pupuk organik. “Lahan dengan luas 12 rante sudah matang. Awalnya, lahan itu telah terkontaminasi dengan racun yang dihasilkan pupuk kimia buatan pabrik,” bilangnya.

Dibutuhkan waktu dua tahun untuk menyuburkan kembali lahan pertanian yang semula menggunakan pupuk kimia buatan pabrik. Caranya dengan mengkombinasikan pengunaan pupuk kimia dengan pupuk organik secara berlahan-lahan. Tujuannya, agar kondisi lahan yang semula terbiasa menerima pupuk kimia lambat laun dapat menyesuaikan dengan keberadan pupuk organik.

”Disarankan bagi petani yang hendak beralih ke pupuk organik agar memperhatikan kondisi lahan pertaniannya. Bila pengunaan pupuk organik digunakan secara sporadis akan berakibat fatal,  akan terjadi penuruan produksi tamanan secara sepontan,” ungkapnya.
Sehingga, sambungnya, pemasaran pupuk organik kepada petani tidak dapat dilakukan seperti pupuk kimia umumnya. Seperti kebun percontohan yang ada saat ini, di sana ditanam kacang kedelai yang bisa menghasilkan 1 ton kacang kedelai.  Bahkan demi mempopulerkan pengunaan pupuk organik tersebut tak jarang Jumadi harus melatih kelompok tani disatu daerah. Misalnya, bapak yang memiliki empat orang anak ini pernah dikontrak Dinas Pertanian di salah satu Kabupaten di Kepulauan Nias.

Disana, tugas Jumadi selain mengajari pola pertanian menggunakan pupuk organik juga melatih kelompok tani untuk membuat pupuk organik dari bahan baku kotoran ternak.

Selain itu, Koptan Sami Tani juga kerab menerima pemuda atau kelompok warga yang dibiayai lembaga masyarakat untuk mengikuti pelatihan di kediamannya yang menjadi tempat serta kantor Kelompok Tani Sami Tani.
Jumadi tidak pernah menarik kutipan dari kegiatan pelatihan yang dilakukannya. “Hitung-hitung bentuk promosi pupuk organik buatan Koptan Sami Tani,” ungkapnya.

Bebas Pestisida, Aman Bagi Kesehatan

PENGGUNAAN pupuk organik sampai pemilihan benih tanaman organik akan memberi nilai kesehatan bagi yang mengkomsumsi hasil tanamnya karena tidak mengandung racun.  Sebab, pertanian organik melalui proses yang ramah lingkungan atau organis, maka produk yang dihasilkan tidak mengandung pestisida beracun. “Organis adalah cara hidup yang menghargai keseimbangan dan fungsi makhluk hidup,” terang Ketua Kelompok Tani Sami Tani, Jumadi, ketika ditemui awak koran di rumahnya dusun II Desa Karang Anyer Kecamatan Beringin.

Menurutnya, dalam praktik pertanian organis, lahannya tidak tercemar oleh bahan-bahan sintetis seperti pupuk, pestisida, air tercemar. Mengalami olah tanah yang minimum, bermacam keanekaragaman hayati masih bisa hidup, benih bebas rekayasa genetik.  Pengendalian hama dan penyakit dengan rotasi tanam, mekanis dan selektif.

Bila dibandingkan praktik pertanian konvensional, lahan mengandung unsur kimia sintetis karena menggunakan pupuk kimia atau pabrikan serta pestisida sintetis, mengalami olah tanah yang intensif, pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida kimia, dengan tujuan mematikan, bahkan seringkali salah sasaran. “Petani akan terus tergantung dengan pupuk kimia, akibatnya biaya produksi terus meningkat untuk belanja pupuk,” ungkap Jumadi.

Hasil produk pertanian organik yang mengunakan pupuk organik, diyakini akan menyehatkan tubuh karena tanamannya tidak mengandung racun kimia, tapi justru kadar nutrisi hasil pertanian organik tinggi. Hasil tanamnya pun lebih renyah, manis, bebas residu pestisida serta ramah lingkungan. Sedangkan harga hasil pertanian yang mengunakan pupuk organik tidak kalah bersaing dengan pertanian konvensional. Biasanya harga produk pertanian organik selalu lebih mahal.

(sumutpos)

Hari Malaria Sedunia; 80 Persen Kabupaten / Kota Endemis Malaria

Monday, April 26th, 2010

Halmahera Selatan – Menteri Kesehatan Endang R. Sedyaningsih memperhatikan  peragaan patung nyamuk saat meresmikan Malaria Center di Labuha, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Sabtu (24/4).

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan Indonesia masih termasuk negara berisiko tinggi malaria dengan 80 persen kabupaten/kota endemis penyakit malaria.

“Tahun 2009, jumlah kasus malaria klinis yang dilaporkan 1.143.024 kasus dan jumlah kasus malaria positif hasil pemeriksaan laboratorium 199.577 kasus. Jumlah ini mungkin lebih kecil dari keadaan sebenarnya karena tidak semua kasus dilaporkan,” katanya pada peringatan Hari Malaria Sedunia di aula kantor Kabupaten Halmahera Selatan, Sabtu.

Utamanya, ia menjelaskan, penyakit malaria menyerang penduduk yang tinggal di desa-desa terpencil dengan kondisi lingkungan buruk, akses transportasi dan komunikasi sulit serta fasilitas kesehatan terbatas.

Ia menjelaskan penyakit malaria menimbulkan kerugian ekonomi. “Menurut perhitungan pakar ekonomi kerugian yang timbul mencapai Rp3 triliun,” katanya. Kerugian itu, menurut Perwakilan UNICEF di Indonesia Angela Kearney, timbul akibat kematian, biaya pengobatan, dan waktu produktif yang hilang akibat penyakit malaria.

“Sebab malaria menyebabkan kematian, termasuk ibu hamil dan balita. Juga membuat orang tidak bisa bekerja dan anak-anak kehilangan waktu belajar. Kerugian yang harus ditanggung karena ini sangat besar,” kata Angela.

Pemerintah, menurut dia, harus mengatasi masalah ini dengan program terpadu yang bisa menjamin terlaksananya deteksi dini, diagnosis tepat dan pengobatan penyakit malaria serta kegiatan-kegiatan untuk menciptakan lingkungan yang sehat guna mencegah penularan malaria.

“Deteksi dan pengobatan dini serta kegiatan pencegahan sangat penting dalam hal ini,” kata Perwakilan WHO di Indonesia Khanchit Limpakaranjanarat menambahkan.
Menteri Kesehatan mengatakan pemerintah berusaha memberantas penyakit yang disebabkan parasit Plasmodium sp itu antara lain dengan menyediakan obat antimalaria (Artemisinin Combination Therapy/ACT), alat diagnosis cepat malaria dan kelambu berinsektisida.

Pemerintah, kata dia, juga dibangun di desa endemis malaria yang terpencil untuk menggerakkan upaya kesehatan berbasis masyarakat dengan binaan dinas kesehatan melalui puskesmas dan poskesdes.

Beberapa pemerintah daerah, seperti Provinsi Maluku Utara, punya inisiatif sendiri dalam memberantas penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk Anopheles betina itu. Di Maluku Utara, pemerintah membangun Malaria Center untuk mendukung upaya pemberantasan malaria melalui kegiatan advokasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan laboratorium dan penguatan sistem logistik.

Mereka juga berusaha memberdayakan masyarakat untuk memberantas malaria dengan menerapkan model Partisipatory Learning and Action (PLA) dengan binaan UNICEF di mana para kader dilatih untuk menggerakkan masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan malaria. Salah satu kabupaten yang sudah menerapkan pendekatan itu adalah Kabupaten Halmahera Selatan.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, menurut Bupati Halmahera Selatan Muhammad Kasuba, bahkan menyediakan alokasi dana khusus untuk mendukung upaya pemberantasan malaria. “Kami punya Alokasi Dana Desa atau ADD, 40 persen dari ADD harus digunakan untuk mendukung kegiatan yang ditujukan untuk mendukung pemberantasan malaria,” demikian Muhammad Kasuba.

(analisa)

Mercy Taja Latih 17 Jururawat Dari Pulau Nias

Monday, April 26th, 2010

KUALA LUMPUR — Sebanyak 17 jururawat dari Rumah Sakit Umum Gunung Sitoli di Pulau Nias menjalani latihan di Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM) atas tajaan Mercy Malaysia.

Dekan dan Pengarah PPUKM Prof Datuk Dr Lokman Saim berkata latihan itu diadakan dalam rangka proyek Pembangunan Rumah Sakit Pulau Nias, yang dilanda gempa bumi pada 28 Maret 2005.

Para jururawat itu akan menjalani latihan teori dan praktek di PPUKM hingga 26 April, katanya, Senin, 19 April 2009.

Beliau berkata dedikasi dan komitmen perawat di pulau itu mendorong Mercy dan warga PPUKM di Jabatan Kejururawatan untuk memberikan kursus dan pelatihan kepada mereka.

“Objektif utama latihan ini adalah untuk memberikan pendedahan kepada jururawat di rumah sakit itu bagi memperkasakan ilmu asas kejururawatan di hospital-hospital dan setanding dengan perkhidmatan hospital antarabangsa selain menggalakkan mereka memberikan perkhidmatan yang terbaik kepada warga Pulau Nias,” katanya.

Sehingga kini, Mercy Malaysia telah melatih 119 perawat dari Pulau Nias dengan mengajar modul pembelajaran Perkembangan Profesional, Penanganan Infeksi dan Trauma sejak 2008.

Anggota Majelis Eksekutif Mercy Malaysia Norazam Ab Samah berkata badan lembaga masyarakat itu akan terus memberikan pelatihan kepada jururawat di rumah sakit itu dengan mengirimkan pelatih ke Rumah Sakit Umum Gunung Sitoli tahun ini.

Mercy membangun RS Gusit

Selain membangun sumber daya manusia Rumah Sakit Gunung Sitoli, Mercy Malaysia juga telah turut membangun Rumah Sakit tersebut.

Menurut keterangan Kepala BRR Perwakilan Nias, William P. Sabandar, master plan revitalisasi RSU Gunungsitoli dibuat secara sukarela oleh MERCY Malaysia. Total dana yang digunakan membangun kembali rumah sakit paska gempa mencapai Rp. 85,5milyar. MERCY Malaysia juga merupakan koordinator pembangunan gedung RSU Gunungsitoli sejak proses penyusunan master plan sampai dengan pembangunan Fase 3. Dalam pembangunan fase 1 gedung RSU Gunungsitoli dibutuhkan dana sekitar Rp 10 M yang tertutupi dari donasi MERCY Malaysia.

(Bernama, bbr.blogspot)

Mafia Pupuk Semakin Merajalela di Sumut

Sunday, April 25th, 2010

MEDAN – Kelangkaan pupuk yang terus terjadi di sejumlah daerah Sumatera Utara,  diyakini karena ulah mafia atau spekulan. Hal ini semakin menguat mengingat pasokan pupuk dari distributor seperti PT Pupuk Sriwijaya dan PT Petro Kimia Gresik ke petani terus terserap sangat signifikan.

Anggota Komisi B DPRD Sumut, Bustami, mengaku  dirinya merasa heran mengapa stok pupuk di tingkat petani terus krisis, padahal dari pengakuan distributor pupuk, bahwa serapan petani daerah cukup signifikan.

“Kalau seperti ini, sudah pasti ada keterlibatan mafia atau spekulan,” tegasnya, tadi sore.

Keheranan itu muncul setelah Asisten II Pemko Binjai, Walubi, dan Asisten II Pemko Nias, Syaiful,  membeberkan bahwa di daerahnya masing-masing hingga kini pupuk merupakan barang yang sangat langka bagi petani.

Menurut pihak PT Petro Kimia Gresik Medan, serapan pupuk bersubsidi di kedua daerah cukup signifikan. Bahkan trennya dari tahun ke tahun terus meningkat.

Hal ini dibuktikan capaian serapan hingga 20 April 2010 untuk pupuk jenis ZA mencapai 12.990 ton dari alokasi setahun 61.735 ton. Kemudian serapan pupuk jenis Superphos/SP-36 mencapai 14.112 ton dari alokasi setahun 48.000 ton, serapan pupuk NPK sebesar 31.660 ton dari alokasi setahun 110.000 ton, dan serapan pupuk organik sebesar 9.166 ton dari alokasi setahun 50.864 ton.

Diakui, jika serapan yang cukup signifikan ini masih membuat petani di Sumut mengalami kelangkaan pupuk menjadi sebuah keheranan. “Serapan pupuk dari kami juga cukup signifikan. Jadi aneh juga, kalau masih ada petani yang tak kebagian pupuk,” kata, Herder Tambunan, dari PT Pusri Medan.

Dijelaskan, tren serapan pupuk yang terus melonjak dari tahun ke tahun, adalah jenis organik. Kendati produk pupuk jenis ini masih tergolong baru bagi petani Sumut, namun Herder melihat perkembangannya cukup menggembirakan.

“Tahun 2008 lalu, serapan pupuk organik mencapai 3.155 ton. Namun tahun 2009, serapannya meningkat empat kali lipat hingga mencapai 14.607 ton, dan sampai 20 April 2010, serapannya sudah mencapai 8.300 ton,” bebernya.

Menyiasati persoalan kelangkaan pupuk karena campur tanggan mafia/spekulan ini, seluruh peserta rapat sepakat untuk meminta bantuan aparat kepolisian.

“Bantuan aparat Polda Sumut untuk mengatasi praktik mafia pupuk ini, sangat perlu. Karena, pasokan yang sudah mencukupi, ternyata tak sampai ke tingkat petani akibat diselewengkan para mafia/spekulan,” kata Asisten Pemprovsu, Djaili Azwar.

(waspada, pakarpangan)

30 Daerah di Sumut Utang Raskin Rp14,3 M

Sunday, April 25th, 2010

MEDAN – 30 bupati/walikota di provinsi Sumatera Utara diultimatum untuk segera menagih Rp14,3 miliar lebih utang tunggakan beras miskin (raskin) mulai tahun 1998 sampai 31 Maret 2010 di wilayah masing-masing.

“Bila tidak, maka aparat kejaksaanlah yang menagihnya, dan distribusi raskin tahun 2011 dipastikasn akan di stop pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumut,” kata  Asisten Ekbang Pemprov Sumut, Djaili Azwar, tadi pagi.

Seluruh bupati dan walikota di 30 daerah itu diultimatum segera melunasi tunggakan sampai akhir 2010. Bila tidak, tahun 2011 distribusi raskin akan di stop.

Djaili meminta daerah memokuskan penyelesaian penagihan ini. Karena raskin yang sudah didistribusikan Bulog Divre Sumut ke daerah dengan sistem konsinyasi itu, bila tidak kembali uangnya, maka bisa menyulitkan pengadaan tahun berikutnya.

“Bila kondisi ini masih terus berlangsung, kita sarankan pihak Bulog Divre Sumut memanfaatkan pihak kejaksaaan untuk mengingatkan para bupati dan walikota agar segera melunasi utang tunggakan raskinnya,” tegas Djaili.

Menurut kepala Bulog Divre Sumut, Muchtar Saad, tunggakan utang raskin dari 30 kabupaten dan kota itu, awalnya bernilai Rp25 miliar. Namun dalam delapan bulan terakhir, pihak Bulog berhasil menagih piutang sebesar Rp10,7 miliar.

“Masih ada sisa piutang sebesar Rp14,3 miliar lagi. Karenanya, kami berharap bantuan Pemprov Sumut. Bila tidak, terpaksa penagihannya melalui pihak kejaksaan. Karena antara Bulog dan Kejati Sumut sudah menjalin nota kerja sama penagihan piutang raskin,” jelasnya.

Piutang sebesar Rp14.317.482.660 itu terdiri atas tiga kelompok. Pertama terjadi antara tahun  1998-2008 di delapan daerah dengan piutang sebesar Rp624.880.500. Kemudian tahun 2009 di 11 daerah sebesar Rp847.389.800, dan tahun 2010 di 28 daerah sebesar Rp12.845.212.360.

Rincian tunggakan utang raskin tahun 1998-2008, tahun 2009, dan tahun 2010 di 30 kabupaten dan kota itu meliputi Deli Serdang (Rp1.144.990.000), Serdang Bedagai (Rp664.571.000), Langkat (Rp1.372.141.000), Karo (Rp785.765.000), Dairi (Rp704.376.500), Pakpak Bharat (Rp196.227.000), Medan (Rp720.963.000).

Binjai (Rp112.239.000), Tebing Tinggi (Rp107.280.000), Simalungun (Rp729.435.000), Taput (Rp616.272.000), Humbahas (Rp26.472.000), Pematang Siantar (Rp83.590.000), Tobasa (Rp616.736.000), Samosir (Rp350.975.000), Asahan (Rp538.516.000), dan Batubara (Rp502.473.000).

Kemudian Tanjung Balai (Rp264.047.000), Labusel (Rp185.214.000), Labura (Rp459.613.000), Labuhanbatu (Rp520.245.000), Madina (Rp1.037.357.300), Tapsel (Rp795.898.000), Tapteng (Rp418.584.360),

Nias (Rp57.053.000), Nisel (Rp40.083.000),

Padang Sidimpuan (Rp160.740.000), Sibolga (Rp61.684.000), Palas (Rp585.636.000), dan Paluta (Rp456.286.000).

Diarankan agar Pemprovsu mengalokasikan dana pendamping kepada daerah yang sangat minim/kecil APBD-nya, terutama untuk enam daerah di Nias.

“Kesulitan selama ini, distribusi raskin dari entry poin ke titik distribusi hanya mampu ditanggulangi Bulog dengan dana yang sudah pas-pasan. Sehingga masih butuh bantuan pendanaan dari Pemprovsu. Karena dari titik distribusi ke Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM), pembiayaannya oleh daerah masih juga belum maksimal dilakukan,” jelasnya.

Ketua Komisi B DPRD Sumut, Layari Sinukaban, mengaku setuju dengan saran Bulog itu. Karena tunggakan piutang raskin dari 30 daerah ini bisa berdampak pada tak tercapainya upaya pengentasan rakyat tidak lapar.

“Prinsipnya, kami mendukung segala upaya untuk perbaikan distribusi dan penagihan dana raskin ini. Sebab, ke depan kami juga akan ikut membuat laporan ke Polri bila tunggakan raskin sampai akhir 2010, tak juga mampu dilunasi kabupaten dan kota ,” katanya.

(Waspada)