Posts Tagged ‘Pendidikan Tinggi’

Sebanyak 121.653 Peserta Seleksi SBMPTN 2015 Lulus

Thursday, July 9th, 2015

diktiNIASONLINE – Dari jumlah 693.185 peserta  yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015, sebanyak 121.653 dinyatakan lulus. Dari jumlah itu, sebanyak 49.719 lulus seleksi pada program studi (prodi) Saintek, 45.878 lulus seleksi prodi Soshum, dan 26.056 lulus campuran prodi Saintek dan Soshum.

Pada SBMPTN 2015, peserta yang lulus dengan nilai tertinggi pada kelompok Saintek diterima di Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika – Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan nilai 925,39. Peserta dengan nilai tertinggi pada kelompok Soshum diterima di prodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan nilai 801,97. Peserta dengan nilai tertinggi pada kelompok Soshum / Bahasa diterima di prodi Bahasa Inggris Universitas Indonesia dengan nilai 790,76.

Demikian informasi yang diperoleh Nias Online dari situs Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Pengumuman SBMPTN sudah dapat diakses Kamis 9 Juli 2015 mulai pukul 17.00 melalui laman resmi SBMPTN di :

http://pengumuman.sbmptn.or.id

Hasil SBMPTN dapat juga diakses pada laman mirror berikut:

1. Universitas Indonesia (UI);

2. Institut Teknologi Bandung (ITB);

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS);

4. Universitas Diponegoro (Undip);

5. Universitas Airlangga (Unair);

6. Universitas Gadjah Mada (UGM);

7. Universitas Sriwijaya (Unsri);

8. Universitas Hasanuddin (Unhas);

9. Universitas Tanjungpura (Untan);

10. Universitas Andalas (Unand); dan

11. Institut Pertanian Bogor (IPB). (brk/*)

 

 

 

Beasiswa Australia Awards 2015/2016

Monday, March 23rd, 2015
Ilustrasi | alertmagazine.org

Ilustrasi | alertmagazine.org

Pemerintah Australia kembali membuka kesempatan kepada putra-putri Indonesia melamar beasiswa Australia Awards untuk putaran 2015/2016.

Australia Awards dibagi dalam dua kategori: (1) Kategori Sektor Publik dan (2) Katergori Terbuka.

Pelamar dalam Kategori Publik berasal dari instutusi pemerintah, universitas negeri dan BUMN, dan aplikasinya harus mendapat persetujuan dari Badan Kerjasama Luar Negeri dari institusi yang bersangkutan. Informasi selengkapknya dapat dibaca pada halaman Category and Eligibility.

Bidang-bidang studi prioritas adalah (1) Sustainable Growth and Economic Management, (2) Democracy Justice and Good Governance, (3) Investing in People, (4) Safety and Peace. Informasi selengkapknya dapat dibaca pada halaman Priority Fields of Study.

Pendaftaran dibuka hingga tanggal 30 April 2015. (brk/*)

Perguruan Tinggi Indonesia Tak Masuk Dalam Kelompok 400 Terbaik Dunia (Versi THE)

Thursday, October 2nd, 2014
timeshighereducation.co.uk

timeshighereducation.co.uk

Peringkat universitas di seluruh dunia 2014-2015 versi The Times Higher Education telah diumumkan. Kelompok 10 besar masih tetap didominasi universitas-universitas di Amerika Serikat yang menempatkan 7 universitas dan Inggris dengan 3 universitas. Ke 10 universitas – institut terbaik itu adalah: 1. California Institute of Technology (Caltech) (AS), 2. Harvard University (AS), 3. University of Oxford (Inggris), 4. Stanford University (AS), 5. University of Cambridge (Inggris), 6. Massachusetts Institute of Technology (MIT) (AS), 7. Princeton University (AS), 8. University of California, Berkeley (AS), 9 Imperial College London (Inggris), dan 9. Yale University (AS). Dalam daftar peringkat yang dikeluarkan The Times Higher Education di situsnya, Imperial College London (Inggris) dan Yale University (AS) sama berada pada peringkat 9 dengan nilai 87.5.

Peribgkat 10 besar untuk tahun 2014-2015 ini tidak jauh beda dengan hasil pemeringkatan tahun 2013-2014, dengan pergeseran kecil pada posisi 3 perguruan tinggi, yakni: Massachusetts Institute of Technology (MIT) (AS) sebelumnya pada peringkat 5, Princeton University (AS) sebelumnya pada peringkat 6 dan University of Cambridge yang naik dua tingkat dari peringkat 7 sebelumnya. Pada kelompok 10 besar 2014-2015 ini yang terlempar ke luar adalah University of Chicago (AS) yang pada tahun ini menempati peringkat 11, digantikan oleh Yale University (AS) pada posisi 9.

Kelompok 100 besar ditempati antara lain: ETH Zurich, Swiss (13), University of Pennsylvania, AS (16), University College London (UCL), Inggris (22), University of British Columbia, Canada (32), London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris (34) dan McGill University, Canada (39).

Dua universitas dari negara tetangga Singapura masuk dalam kelompok 100 besar yaitu: National University of Singapore (25) dan Nanyang Technological University (61). Jepang juga memiliki 2 wakil pada kelompok 100 besar yaitu: University of Tokyo (23), Kyoto University (59).

Australia mencatat kemajuan yang berarti pada hasil pemeringkatan 2014-2015, di mana beberapa universitasnya yang masuk kelompok 100 besar mengalami kenaikan peringkat. University of Melbourne naik setingkat dan menduduki posisi 34, Australian National University naik 3 tingkat menduduki peringkat 45, Sydney University dari posisi 72 menjadi 60, Monash University dari 91 ke 83. Pengecualian adalah University of Queensland yang justru turun peringkat dari 63 ke peringkat 65.

Asia, yang diwakili beberapa Negara Asia Timur (kecuali Singapura yang mewakili Asia Tenggara) menempatkan 6 universitas dalam kelompok 50 terbaik dunia: University of Tokyo (23), National University of Singapore (25), University of Hong Kong, Hong Kong (43), Peking University, Cina (48), Tsinghua University, Cina (49), Seoul National University, Korea (50).

Indonesia Tidak Punya Wakil Dalam 400 Besar Dunia

Dalam kelompok 400 besar dunia, menurut pengamatan NO, sudah sejak 5 tahun terakhir Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sana.

Dalam kelompok 100 besar tingkat Asia pun, yang pada tahun 2014-2015 dipimpin oleh The University of Tokyo Japan, National University of Singapore (NUS) Singapore dan University of Hong Kong, Indonesia tidak memiliki wakil. Nasib yang sama dialami oleh Malaysia.

(Sumber: Situs The World University Rankings) – brk*

Buntut Dugaan Plagiarisme, Anggito Abimanyu Mundur dari UGM

Monday, February 17th, 2014

NIASONLINE, JAKARTA – Tak butuh waktu lama sejak terungkapnya dugaan plagiarisme atas tulisannya yang dimuat pada halaman Opini di harian Kompas, Anggito Abimanyu memutuskan mundur dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Di kampus tersebut, Anggito tercatat sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (more…)

Dibuka Mulai Hari Ini, Ayo Daftar SNMPTN

Monday, February 17th, 2014

NIASONLINE, JAKARTA – Mulai hari ini, Senin (17/2/2014) sampai Senin (31/3/2014), seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui prestasi akademik kembali dibuka. (more…)

329 Mahasiswa/i STKIP & STIE Nias Selatan Diwisuda

Saturday, January 11th, 2014

Wisuda STKIP Nisel | Timotius Duha

Wisuda STKIP Nisel | Timotius Duha

NIASONLINE, TELUKDALAM – Bertempat di Aula Kampus di Telukdalam, Nias Selatan (Nisel), STKIP dan STIE Nisel menggelar wisuda kedua lulusan program Sarjana dan Diploma. (more…)

100 Dosen Curangi Syarat Guru Besar, 400 PTS Palsukan Data Dosen/Mahasiswa

Monday, October 7th, 2013

Ilustrasi | IST

Ilustrasi | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Anda termasuk orang yang mudah percaya dan salut dengan mereka yang bergelar Guru Besar atau Profesor? Ataukah sedang menjadi mahasiswa salah satu dari mereka? (more…)

Pemerintah Bakal Gratiskan Kuliah S-2

Monday, July 29th, 2013

beasiswaNIASONLINE, JAKARTA – Dalam rangka memperbanyak lulusan perguruan tinggi bergelar Strata 2 (S-2), pemerintah akan menggelontorkan program beasiswa khusus.

Tapi, tunggu dulu. Program itu hanya berlaku untuk para peserta kuliah di empat fakultas saja. Yakni, Fakultas Tekni, Sains, MIPA dan Agrikultur Pertanian. (more…)

Hanya 109.853 Siswa Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri Tahun Ini

Tuesday, July 9th, 2013

Ilustrasi | IST

Ilustrasi | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 di 62 PTN memasuki tahap terakhir, yakni pengumuman hasil seleksi.

Kemarin, Senin (8/7/2013) sore, Ketua Umum Panitia SBMPTN Akhmaloka mengumumkan hasilnya. Pengumuman itu lebih cepat dari jadwal semula yang harusnya pada 12 Juli 2013. Percepatan dilakukan karena penilaian telah selesai.

Hasilnya, hanya 109.853 peserta saja yang dinyatakan lulus dan berhak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi milik pemerintah. Jumlah itu hanya sekitar seperlima dari total 585.789 peserta ujian tulis.

Adapun para pendaftar terdistribusi pada tiga kategori. Yakni, bidang sains teknologi sebanyak 220.769 orang, bidang sosial humaniora 232.613 orang, dan campuran saintek dan soshum 132.407 orang. Sedangkan yang dinyatakan lulus, pada kategori saintek sebanyak 50.559 orang dan kategori sosial humaniora sebanyak 59.294 orang.

Dari total pendaftar, sebanyak 55.975 orang melalui jalur beasiswa Bidik Misi dan dan 529.814 non-Bidik Misi. Sedangkan yang diterima, sebanyak 13.470 melalui Bidik Misi dan non-Bidik Misi 96.383 orang.

Akhmaloka menjelaskan, peserta yang meraih nilai ujian tertinggi untuk kelompok ujian sain teknologi diterima di Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung, sedangkan untuk kelompok ujian sosial humaniora diterima pada Program Studi Akuntansi Universitas Indonesia.

sepuluh PTN penerima beasiswa Bidik Misi terbanyak adalah Universtas Negeri Semarang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Trunojoyo, Universitas Brawijaya, Universitas Jember, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Malang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Andalas, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Adapun sepuluh PTN dengan nilai rataan peserta saintek tertinggi yang diterima, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Islam Negeri Jakarta.

Hasil seleksi sepuluh PTN dengan nilai rataan peserta sosial humaniora tertinggi yang diterima adalah Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Airlangga, Universitas Jenderal Sudirman, Universitas Sriwijaya, Universitas Sebelas Maret, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

Sementara, hasil seleksi sepuluh provinsi dengan nilai rataan peserta saintek tertinggi yang diterima berturut-turut DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung.

Adapun hasil seleksi sepuluh provinsi dengan nilai rataan peserta sosial humaniora tertinggi yang diterima berturut-turut DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Cek Kelulusan

Nah, Anda mau mengecek kelulusan Anda atau saudara Anda?

Akhmaloka yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, para peserta bisa mengetahui kelulusan mereka melalui akses khusus yang disediakan melalui internet.

Hasil tes bisa dilihat melalui pengumuman.sbmptn.or.id. kemudian, juga bisa diakses di sbmptn.ui.ac.id, sbmptn.itb.ac.id, sbmptn.undip.ac.id, dan sbmptn.its.ac.id.

Selain pengumuman secara online tersebut, hari ini, Selasa (9/7/2013) juga aka nada pengumuman melalui surat kabar nasional. (EN/*)

Cegah Gelar ‘Profesor-Profesoran’, Kemendikbud Perberat Syarat

Saturday, July 6th, 2013

Ilustrasi | simplyupi.blogspot.com

Ilustrasi | simplyupi.blogspot.com

NIASONLINE, JAKARTA – Anda bermimpi suatu kali akan berada dalam posisi menyandang gelar Profesor? Baiknya Anda menyiapkan diri saat ini.

Sebab, keadaannya tidak akan sama seperti sebelumnya, relatif ‘mudah.’ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memutuskan kebijakan baru memperberat syarat untuk mendapat gelar Profesor. (more…)

Dr. Fakhili Gulö Dikukuhkan Sebagai Guru Besar FKIP Universitas Sriwijaya

Saturday, April 28th, 2012

Prof. Dr. Fakhili Gulö (Foto: Facebook)

NIASONLINE, JAKARTA – Satu lagi putra Nias menyandang gelar Guru Besar atau Profesor. Kali ini disematkan pada Dr. Fakhili Gulö sebagai Guru Besar pada Jurusan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya, Palembang. (more…)

Press Release ITB Atas Kasus Plagiarisme Mochammad Zuliansyah

Tuesday, April 27th, 2010

Jum’at, 23 April 2010

ITB sebagai pusat ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya bangsa, selalu berupaya keras untuk menegakkan tradisi akademik dengan kualitas dan nilai-nilai yang tinggi untuk kepentingan bangsa dan negara secara holistik. Berkaitan dengan plagiarisme, sejak awal ITB selalu berkeyakinan bahwa plagiarisme adalah tindakan yang tidak terpuji, yang mencederai nilai-nilai akademik yang selama ini selalu dijunjung tinggi dan dijaga tetap tegaknya oleh ITB. Oleh karena itu ITB tidak akan pernah mentolerir plagiarisme dan segala bentuk kecurangan akademik lain.

Pada dasarnya ITB telah mempunyai kode etik yang dapat menjadi pegangan dan ramburambu untuk masyarakat akademiknya (mahasiswa maupun dosen) guna menegakkan nilainilai dan integritas akademik ITB, yaitu berupa: (1) Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan ITB (SK Rektor ITB, No. 297/SK/K01/PP/2009), (2) Nilai-Nilai Inti ITB (SK Senat Akademik ITB, No. 032/SK/K01-SA/2002), (3) Kode Etik Dosen (SK Senat Akademik ITB, No. 03/SK/K01-SA/2008), dan (4) Kode Etik ITB (SK Senat Akademik ITB, No. 09/SK/K01-SA/2009).

A. INFORMASI DASAR

  1. Mochammad Zuliansyah (selanjutnya disingkat MZ), sebelumnya adalah mahasiswa program Doktor ITB di lingkungan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) angkatan 2003 dengan NIM: 33203011.
  2. Disertasi MZ yang berjudul “Model Topologi Geometri Spasial 3 Dimensi” telah disetujui pada tanggal 1 Agustus 2008. MZ telah dinyatakan lulus program Doktor dan telah mengikuti AcaraWisuda ITB pada Oktober 2008.

B. PERMASALAHAN PLAGIARISME

  1. Plagiarisme yang dilakukan oleh MZ mencakup plagiasi makalah ilmiah dan plagiasi Disertasi program Doktornya.
  2. Makalah ilmiah MZ yang berjudul “3D topological relations for 3D spatial analysis” yang pengarangnya tercantum sebagai Mochammad Zuliansyah, Suhono Harso Supangkat, Yoga Priyana dan Carmadi Machbub dan dipresentasikan pada the IEEE International Conference on Cybernetics and Intelligent Systems di Chengdu China, 21-24 Sptember 2008; telah diketemukan oleh komite IEEE sebagai plagiasi dari paper yang berjudul “On 3D Topological Relationships” yang dikarang oleh Siyka Zlatanova dan dipresentasikan pada the 11th
    International Workshop on Database and Expert System Application, DEXA 2000, pp. 913-919. IEEE mengkategorikan plagiasi yang dilakukan oleh MZ sebagai plagiasi Level 1 (paling berat).
  3. MZ telah mengirimkan permintaan maaf kepada pihak IEEE melalui jalur e-mail untuk kesalahan plagiasi yang dilakukannya. MZ juga menginformasikan pada IEEE bahwa plagiasi makalah ilmiah ini dilakukan oleh dia sendiri tanpa sepengetahuan para penulis pendamping (co-authors). Dalam hal ini IEEE telah memutuskan bahwa MZ dilarang (banned) untuk publikasi pada semua bentuk publikasi IEEE selama 3 tahun sejak April 2009.
  4. Berkaitan dengan kemungkinan plagiarisme dalam penulisan disertasi yang dilakukan oleh MZ, tim Dekanat dan para Guru Besar di lingkungan STEI ITB, telah melakukan penelaahan terhadap Disertasi saudara MZ yang berjudul “Model Topologi Geometri Spasial 3 Dimensi” serta disertasi Dr. Siyka Zlatanova yang berjudul “3D GIS for Urban Development” dari Graz University of Technology, Austria tahun 2000. Tim menyimak bahwa disertasi MZ telah banyak mengambil bahan dan ide dari disertasi Dr. Siyka Zlatanova tanpa sama sekali menyebutkan sumbernya. Tim berpendapat bahwa disertasi MZ merupakan plagiasi dari disertasi Dr. Siyka Zlatanova.
  5. MZ telah mengirimkan permintaan maaf kepada Rektor ITB, Dekan STEI, para pembimbing program Doktor, komunitas dosen dan juga alumni ITB melalui jalur e-mail, atas kesalahan plagiasi yang dilakukannya. MZ menyampaikan bahwa plagiasi ini dilakukan oleh dia sendiri tanpa sepengetahuan para pembimbingnya. MZ juga telah mengundurkan diri dari status calon CPNS dosen ITB tahun 2008-2009.

D. PERNYATAAN SIKAP ITB
Setelah mempelajari semua fakta yang terkait dan mempertimbangkan masukan dari pimpinan MWA (Majelis Wali Amanat), pimpinan SA (Senat Akademik), pimpinan MGB (Majelis Guru Besar), Rektor ITB atas nama ITB menyatakan bahwa :

  1. Plagiarisme yang dilakukan oleh saudara Mochamad Zuliansyah dalam penulisan makalah ilmiah dan disertasi telah dilakukan dengan kesengajaan tanpa diketahui sama sekali oleh para pembimbingnya yaitu Prof. Carmadi Machbub, Prof. Suhono Harso Supangkat, dan Dr. Yoga Priyana.
  2. ITB secara institusi sangat menyesalkan terjadinya kejadian ini, dan dengan tulus meminta maaf pada Dr. Siyka Zlatanova, IEEE, seluruh pemangku kepentingan ITB, serta komunitas akademik nasional maupun internasional. ITB juga akan segera mengirimkan surat permintaan maaf langsung ke Dr. Siyka Zlatanova dan IEEE.
  3. Karena disertasi Mochamad Zuliansyah merupakan hasil plagiasi dari disertasi Dr. Siyka Zlatanova, maka sesuai dengan Peraturan Akademik dan Kemahasiswaan yang berlaku di lingkungan ITB, dan juga kode etik ilmiah yang berlaku universal, maka disertasi dan ijazah
    Doktor dari Mochamad Zuliansyah dinyatakan tidak berlaku.
  4. Para pembimbing program Doktor dari Mochammad Zulfiansyah telah kurang cermat dalam melaksanakan proses pembimbingan sehingga proses plagiasi tidak terdeteksi dari awal, dan secara moral ikut bertanggung jawab terhadap terjadinya plagiasi tersebut. Untuk itu Rektor ITB telah menegur secara tertulis masing-masing pembimbing atas kekurang cermatan dalam proses pembimbingan tersebut.
  5. Agar kasus sejenis tidak terjadi lagi di masa mendatang, maka ITB akan secara serius melaksanakan upaya-upaya penyempurnaan academic environment yang dapat menjamin tetap tegaknya kinerja, kualitas serta nilai-nilai akademik yang baik dan membanggakan
    semua pihak.

Bandung, 23 April 2010
Rektor ITB
Prof. Akhmaloka, PhD

Sumber: Situs ITB – http://www.itb.ac.id/files/12/20100423/pressRelease23042010.pdf

Kemendiknas Kecewa Perguruan Tinggi Negeri Bisniskan Pendidikan

Wednesday, April 21st, 2010

Jakarta, 9/4/2010 (Kominfo-Newsroom) – Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal mengaku kecewa dengan langkah dan kebijakan beberapa perguruan tinggi negeri yang berstatus badan hukum milik negara (BHMN) membisniskan biaya pendidikan.

Menurut Fasli seusai menjadi pembicara dalam diskusi “Perspektif Indonesia tentang UU BHP” di Jakarta, Jum’at (9/4), salah satu alasan Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) adalah karena adanya pencitraan mengenai biaya masuk perguruan tinggi negeri yang mahal, dan kurang ramahnya citra PTN dengan masyarakat.

“Itu harus diakui oleh kalangan perguruan tinggi negeri, sehingga ke depan jangan ada lagi pencitraan seperti itu, karena akhirnya masyarakat akan antipati dengan PTN. Perguruan tinggi negeri itu kan dibayar oleh pajak, karena itu lah mereka seharusnya bisa bersikap ramah,” katanya.

Fasli mengakui, di sisi lain, pengelolaan keuangan di BHMN perguruan tinggi negeri itu memperoleh penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), demikian juga adanya akreditasi lima PTN BHMN yan masuk dalam 500 besar perguruan tinggi berkualitas di dunia, di antaranya ITB, UI dan UGM.

”Akan tetapi di sisi lain, PTN BHMN ini masih menerapkan pembiayaan yang tinggi dalam pendaftaran masuk, padahal seharusnya dilihat dulu siapa calon mahasiswa yang harus membayar berapa,” katanya.

Menurut dia, apabila beberapa PTN itu menetapkan kebijakan yang diskriminatif, bagaimana mungkin calon mahasiswa dari keluarga tidak mampu bisa terangkat dari kemiskinan. Padahal, katanya, keberadaan PTN itu salah satunya adalah untuk memutuskan rantai kemiskinan.

Kemendiknas, menurut Fasli Jalal, tidak mampu menyetop pola penerimaan mandiri yang dilakukan PTN yang diduga terjadi diskriminasi, alasannya, proses penerimaan mandiri termasuk salah satu otonomi kampus yang disahkan oleh UU Sisdiknas.

Dikemukakan, apabila Kemendiknas menerbitkan peraturan menteri untuk memberangus pendaftaran mandiri di PTN itu, maka sangat mungkin PTNI BHMN itu akan mengajukan peraturan menteri itu ke pengadilan tata usaha negara.

“Sebenarnya, langkah untuk menghadang UU BHMN yang dilaksanakan secara kebablasan oleh beberapa perguruan tinggi negeri itu UU BHP, namun UU itu telah dibatalkan MK,” katanya.

Langkah pasca-pembatalan UU BHP, menurutnya, ada kemungkinan Kemendiknas akan mengatur pengelolaan PTN melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.17 tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Fasli Jalal mengatakan bahwa PP itu bisa berlaku secara nasional karena PP itu bukan keputusan menteri, dan kekuatan hukumnya juga tidak jauh berbeda dengan undang-undang.

“Dengan demikian PTN harus menerima semua mahasiswa dari kalangan ekonomi manapun. Artinya, keluarga yang tidak mampu harus membayar sesuai kemampuan, sementara keluarga calon mahasiswa yang mampu harus membayar penuh,” katanya.

Sedangkan bagi calon mahasiswa dari kalangan keluarga elit atau kalangan ekonomi sangat mampu, yang biasanya kuliah di Australia, AS atau Singapura, namun memilih berkuliah di Indonesia, mereka harus membayar di atas biaya masuk yang ditetapkan.

“Misalnya di UI. Jika mahasiswa itu tidak masuk program Beasiswa Bidik Misi, namun kondisi keluarganya berada garis kemiskinan, maka mahasiswa itu boleh membayar Rp 100 ribu untuk uang pangkalnya dan Rp 100 ribu per semester,” kata Fasli Jalal. (Situs Badan Informasi Publik – http://www.bipnewsroom.info, 9 April 2010)

Hari Ini Arwin Sabar Pidato Ilmiah Profesor

Friday, February 27th, 2009

Bandung (Nias Online)

Arwin Sabar putra kelahiran Gunungsitoli, pulau Nias, hari ini Jum’at, 27/2, diagendakan oleh Majelis Guru Besar Institut Teknologi Bandung untuk menyampaikan pidato ilmiah Guru Besar (Profesor) di Gedung Balai Pertemuan Ilmiah ITB, Jl. Surapati No. 1, Bandung. Tema pidato ilmiah profesor yang putra Nias ini, “Perubahan Iklim, Konversi Lahan dan Ancaman Banjir dan Kekeringan di Kawasan Terbangun”. (more…)

Plagiat Dapat Terkena Sanksi Pencabutan Jabatan Peneliti

Friday, November 21st, 2008

Pelaku plagiat jika terbukti, bisa dikenai sanksi akademik berupa pencabutan sementara jabatan peneliti, kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Umar Anggara Jenie. (more…)