Posts Tagged ‘Nasional’

Diperlukan Solusi Efektif Untuk Memberantas Kekerasan Seksual Pada Anak

Wednesday, May 11th, 2016
Presiden Jokowi pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Selasa (10/5).
Presiden Jokowi pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Selasa (10/5) – Kredit Foto: Humas Setkab.

NIASONLINE, Jakarta – Presiden Joko Widodo menilai kasus kekerasan seksual pada anak semakin hari semakin mengkhawatiran. Oleh sebab itu Presiden meminta respons bersama dan komprehensif antara kementerian terkait, Polri dan Kejaksaan Agung.

Presiden memerintahkan Menko terkait mengkoordinasi langkah-langkah yang menghasilkan sebuah keputusan yang efektif untuk memberantas kejahatan ini.

Presiden Jokowi juga menginginkan agar kekerasan seksual pada anak menjadi kejahatan luar biasa.

“Saya ingin agar ini (kekerasan seksual pada anak, Red.) menjadi sebuah kejahatan yang luar biasa, sehingga penanganannya juga dengan penanganan, sikap-sikap yang luar biasa,” tegas Presiden Jokowi saat menyampaikan pengarahan pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/5).

Sidang kabinet paripurna itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Menteri Koordinator dan para menteri Kabinet Kerja. Demikian rilis berita Hubungan Masyarakat Sekretariat Kabinet yang diterima Redaksi Nias Online. (brk/*)

Pesawat Hercules Milik TNI Jatuh di Medan, Sumatera Utara

Tuesday, June 30th, 2015

Sebuah pesawat militer Hercules C-130 milik TNI jatuh dan menimpa perumahan penduduk di kawasan Simpang Simalingkar, sekitar Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara.

Pesawat naas tersebut jatuh sekitar jam 12 siang waktu setempat.

‘Keynote Speech’ Presiden Joko Widodo Pada Pembukaan Rakernas KADIN Indonesia Wilayah Timur, Di Jakarta, 25 Mei 2015

Monday, June 15th, 2015

Presiden_JokowiCatatan Redaksi: Pidato Presiden Joko Widodo pada pembukaan Rakernas KADIN Indonesia Wilayah Timur, Di Jakarta, 25 Mei 2015 mengandung pokok-pokok pikiran beliau untuk pengembangan kawasan Indonesia Timur.

Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat sore, salam sejahtera bagi kita semuanya.

Yang saya hormati seluruh menteri yang hadir, Ketua KADIN, utamanya KADIN Indonesia Timur, dan Bapak Ibu semuanya anggota KADIN yang saya hormati.

Kalau berbicara perdagangan dan investasi Indonesia bagian timur, kita melihat di lapangan sebetulnya potensi dan kekuatan yang bisa diangkat itu sangat besar sekali. Tetapi pendukung untuk melakukan itu memang perlu segera dikerjakan. Apa itu? Infrastruktur, tidak ada yang lain.

Oleh sebab itu, hari Jumat kemarin, kita sudah mulai pembangunan groundbreaking untuk pelabuhan Makassar, pelabuhan dan zona industri yang mencakup keluasan 2.000 hektar, bukan meter persegi, hektar, 2.000 hektar. Kemudian nanti bulan Juli, insya Allah juga akan kita mulai bangun lagi pelabuhan besar di Sorong, bukan pelabuhan yang lama, tetapi akan bergeser kurang lebih 30 km dari yang lama, dengan keluasan kurang lebih 7.000 hektar, yang di dalamnya akan ada pelabuhan untuk power plant dan tentu saja untuk kawasan industri. Hanya dengan cara-cara pembangunan seperti inilah, saya meyakini Indonesia bagian timur akan bisa berkembang lebih cepat dan lebih baik.

Saya berikan contoh, misalnya di kabupaten Merauke. Tapi dari Merauke ke tempat lokasi kurang lebih 2 jam lewat darat, namanya desa Wapeko. Disitu ada hamparan tanah datar yg sangat luas, sudah dihitung ada 4,6 juta hektar, tetapi setelah diidentifikasi yang siap untuk dikerjakan baru 1,2 juta hektar yang bisa dipakai untuk menanam padi, jagung, maupun untuk tebu. Kalau 4,6 juta hektar itu bisa dikerjakan semuanya, dan sudah ada 5.000 hektar yang dicoba, hasilnya 1 hektar bisa mencapai 8 ton. Artinya apa? Kalau menghasilkan padi 8 ton, kalau Bapak-bapak dan Ibu-ibu kalikan 8 ton kali 4,6 juta, hampir 37 juta ton sekali panen. Dua kali panen berarti 74 juta ton. Kalau tiga kali panen berarti 110 juta ton hanya dari satu kabupaten, padahal produksi nasional kita sekarang ini 60-70 juta ton.

Artinya apa? Kalau serius kita kerjakan ini, bukan hanya selesai, tapi kita akan berlimpah, yang namanya pangan itu akan berlimpah ruah. Hanya dari satu kabupaten. Padahal di sekitar Merauke, ada 4 kabupaten lagi dengan kondisi yang sama, tanahnya datar, subur, kanan kiri ada sungai yang sangat besar, yang juga bisa dikerjakan kegiatan yang sama.

Pertanyaan saya, kenapa bertahun-tahun ini tidak dikerjakan? Yang pertama, karena memang infrastruktur pelabuhannya diragukan siap untuk menampung produksi ini. Kedua, infrastruktur jalan dari pelabuhan menuju ke lokasi yang tadi saya sampaikan memang membutuhkan pembangunan dan beberapa tempat membutuhkan perbaikan. Dan juga yang tidak kalah besarnya investasi adalah untuk pembangunan irigasi menuju lokasi itu.

Kenapa tidak dikerjakan? Ya karena mungkin menterinya ngga pergi kesana. Saya hanya dengar, “Ada 4,6 juta, Pak.” “Masa?” “Betul, Pak.” Oke, ambil foto. Ambil foto, foto, foto, ternyata benar. Baru saya putuskan saya melihat sendiri kesana. Dan setelah melihat, karena sudah dikerjakan, hasilnya juga sudah dikerjakan 5.000. Hasilnya juga sudah ketemu. Jenis varietas yang cocok disitu juga sudah ketemu. 8 ton per hektar. Saya putuskan di lapangan, ya sudah dimulai. Bagian pemerintah nanti ada bagian pelabuhan, bagian jalan, dan bagian irigasi. Investasi silakan masuk, tapi jangan semuanya. 70 persen dipegang oleh BUMN, 30 persen silakan swasta. 30 persennya juga sudah banyak. Jutaan hektar begitu mau konsorsium berapa perusahaan juga belum tentu bisa kerjakan langsung. Padahal peluang pasar yang saya lihat, saya baru saja pergi ke Papua Nugini, beras yang ada disana harganya 3 kali lipat kita, kurang lebih Rp 30-an ribu. Saya itu kalau pergi kemana-mana, kuping saya saya buka lebar-lebar, Rp 30.000. Kalau di Merauke ada produksi seperti itu, meloncat kesana ga ada 1 jam sudah sampai, tapi beras yang ada di Papua Nugini berasal dari Thailand, masuk ke Australia, Australia kirim ke Papua Nugini.

Inilah saya kira kesempatan investasi, kesempatan perdagangan yang bisa saya berikan contohnya satu. Belum di tempat yang lain. Coba lihat di Maluku, lihat di Ternate, Tidore juga sama. Ikan itu bukan melimpah, sangat-sangat melimpah. Saya belum lihat sendiri, kalau malam hari yang namanya kapal itu kayak pasar malam di malam hari di sekitar itu. Lampunya gemerlapan banyak sekali, ngambil ikan. Tapi sayangnya bukan kapal kita, kapalnya kapal asing. Dan perlu saya informasikan, di seluruh tanah air ada 7.000 kapal yang lalu lalang dibiarkan ngambil ikan kita. Hitungannya adalah Rp 300 triliun setiap tahun kita kehilangan. Dan itu, menurut saya, hampir 70 persen, 80 persen ada di Indonesia bagian timur. Inilah juga investasi yang diperlukan di Indonesia bagian timur agar ikan-ikan itu tidak diambili oleh mereka dan kita menjadi penonton. Ini peluang yang sangat besar sekali.

Apa yang harus dilakukan? Beli kapal sebanyak-banyaknya, Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, terutama yang berasal dari Indonesia bagian timur. Kalau sudah beli bagaimana? Kerja sama dengan nelayan. Terus? Ikannya itu diambil. Terus? Buat pabrik cold storage. Terus? Buat pabrik pengalengan ikan. Kalau tidak bisa dilakukan sendiri, lakukan bersama-sama, konsorsium. Polanya plasma inti, biar nelayan juga mendapatkan sesuatu, intinya juga dapat keuntungan. Selalu yang saya terangkan seperti itu.

Di Merauke juga sama, yang akan kita bangun adalah inti plasma. Intinya dapat 70 persen, plasmanya, yang punya laham, dapat 30 persen. Semua penduduk mau semuanya. Dikerjakan dengan mekanisasi total, mekanisasi modern. Peluang-peluang seperti itu, setiap saya ke daerah, saya melihat betul-betul Indonesia bagian timur adalah masa depan kita. Tapi jangan keliru kebijakan. Saya titip, baik gubernur, bupati, jangan keliru kebijakan.

Kita pernah kehilangan, saya bolak balik menyampaikan, kehilangan momentum waktu booming minyak, kita kehilangan momentum, fondasi, fundamental ekonomi ngga betul kita bangun, hilang pada tahun 70-an, 80-an. Ada booming lagi, booming kayu juga sama. Tahun 80-an, 80, 85, 90, booming kayu saat itu, juga kita tidak bisa bangun fundamental ekonomi kita secara kokoh, padahal sangat melimpah ruah saat itu. Terakhir kita hampir saja juga kehilangan momentum minerba. Ini juga sangat besar sekali, tapi larinya selalu bahan mentah.

Inilah saya kira ke depan perlu semua, yang namanya produk-produk, semua bahan mentah, semua yang berkaitan dengan kekayaan kita, harus ada industrialisasi, harus ada hilirisasi. Dengan cara apapun itu harus ditempuh. Itu tugasnya swasta. Pemerintah tugasnya apa? Membangun infrastruktur tadi. Pelabuhannya dibangun, jalannya dibangun, transportasi dibangun.

Saya meyakini, apabila tol laut nanti selesai, perkiraan kita 3-4 tahun pelabuhan-pelabuhan besar kita jadi, Kuala Tanjung di Sumatera Utara, masuk kesini ke Tanjung Priok, ke timur ke Tanjung Perak, masuk lagi ke Makassar, masuk lagi ke Sorong, itu memang harus standarnya sama. Kapal besar semuanya bisa merapat. Semuanya harus seperti itu. Percuma yang di Priok, yang di Kuala Tanjung kapal bisa merapat, tapi di timur tidak bisa merapat. Kapalnya ya maju mundurnya disini terus, disana ga akan dapat. Tapi kalau semuanya bisa dilalui kapal-kapal itu, dari barat ke tengah ke timur, semuanya bisa terus, pada akhirnya apa? Biaya logistik akan jatuh lebih murah. Biaya transportasi juga akan jatuh lebih murah, ya transportasi barang. Dan akhirnya apa? Produk-produk kita akan kompetitif. Karena coba bandingkan biaya transportasi kita, biaya logistik kita dengan negara-negara dekat 2,5 sampai 3 kali lipat. Mana bisa produk-produk kita bersaing kalau biaya transportasi, biaya logistik masih sebesar itu? Inilah yang kita kejar. Karena dengan itu nanti daya saing produk-produk kita akan bisa compete dengan produk-produk negara yang lain.

Saya yakin kita mampu melakukannya. Kita optimis bisa melakukannya. Tetapi memang dunia usaha harus bergerak lebih cepat mendahului pemerintah. Kita di belakangnya memberikan dukungan. Contoh yang saya dengar mengenai Merauke tadi, dari swasta, “Pak, kita akan ini tapi kita butuh dukungan ini.” Saya cek, iya betul, oke. Saya bangun ini, saya bangun ini, kamu mulai. Memang harus seperti itu. APBN kita tidak cukup untuk semuanya kita kerjain, ngga mungkin. Selalu saya sampaikan, silakan swasta masuk. Investasi, silakan swasta masuk.

Peluang ada, silakan swasta masuk. Tapi kalau saya tunggu, tidak ada yang masuk, sudah saya sampaikan berkali-kali, saya tunggu, swasta tidak ada yang masuk, ya BUMN akan saya suruh masuk. Saya ngga mau nunggu-nunggu juga. Tapi sudah saya sampaikan, ini sudah saya buka. Inilah saya kira kesempatan-kesempatan dan peluang-peluang, opportunity, yang ada di Indonesia bagian timur. Saya belum berbicara masalah minerba. Saya belum berbicara masalah sumber daya alam yang lain yang juga sangat melimpah ruah. Memang harus satu persatu. Kalau semuanya kita buka, yang masuk bukan Bapak, Ibu, dan saudara semuanya, tapi ada yang lebih dahulu dan mengambil keuntungan dan kita hanya jadi penonton. Untuk apa? Ini kesempatan, ini peluang, baik sisi investasinya, baik sisi perdagangannya. Tetapi kalau tidak dimanfaatkan, akan ada nanti yang mengambil peluang itu.

Saya kira itu yang bisa saya sampailan pada kesempatan yang baik ini. Terima kasih ata perhatiannya dan saya memgucapkan selamat ber-Rakernas.

Terima kasih.
Assalamualaikum Wr. Wb.

Sumber: Situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (Foto: Wikipedia.)

Kadin Jabar Dukung Rosan Roeslani

Friday, May 29th, 2015

Bandung, NIASONLINE – Setelah mendapatkan dukungan para pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari 13 Provinsi di Indonesia Timur, pengusaha muda nasional Rosan Perkasa Roeslani kembali mendapatkan dukungan dari Kadin Jawa Barat untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Kadin Indonesia (2015 – 2020).

Pada Kamis (28/5/2015), Rosan Roeslani dan rombongan hadir di Bandung untuk menghadiri undangan silaturahmi Kadin Jawa Barat. Dalam sambutannya, Ketua Kadin Provinsi Jabar Agung Suryamal menyatakan Kadin mempunyai peran informal untuk menjadi perekat antar pengusaha. Untuk itulah Kadin membutuhkan sosok yang bersahabat, terbuka, memiliki jaringan yang luas dan kematangan.

“Kita perlu tokoh yang bisa menjadi perekat, yang memiliki jaringan luas dan bisa menyatukan kita dengan kematangannya, supaya tidak muncul lagi kadin-kadin tandingan. Itu saya lihat dalam diri Rosan, orang yang sudah cukup lama saya kenal,” ujar Agung Suryamal di Bandung.

Agung juga memberikan kredit bagi Chairman Recapital Advisors. Menurutnya, Kadin perlu memelopori kemandirian ekonomi nasional. Ketergantungan yang besar pada produk, SDM, hingga investasi asing perlu diminimalisir.

“Dari prasyarat ini, saya melihat salah satu calon yang bisa diandalkan untuk memimpin Kadin ke depan adalah Rosan,” ungkap Agung.

Ia yakin Rosan bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk mendorong masyarakat mencintai produk dalam negeri. Langkah ini sebagai titik awal untuk mewujudkan kemandirian nasional.

Erwin Aksa yang hadir dalam silaturahmi ini juga ikut memuji sohibnya sebagai seorang entrepreneur ulung. Menurut Erwin, selain keunggulan network dan kematangan sebagai pengusaha, Rosan merupakan tokoh yang memiliki kredibilitas dan kapabilitas untuk menjadi seorang pemimpin. “Karena itulah saya lah yang pertama mendorong Bang Rosan untuk maju sebagai Ketua Umum Kadin,” ulas Erwin.

Menanggapi undangan ini, Rosan dalam sambutannya menyatakan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Dia menyatakan bahwa perlu terjadi reorientasi dalam paradigma ekonomi nasional. Ketergantungan yang besar pada produk komoditas telah mengakibatkan ekonomi Indonesia rentan terhadap krisis. “Semua negara maju perlu didukung industri-manufaktur yang kuat sebagai basisnya. Komoditas sangat fluktuatif dan rentan terhadap goncangan ekonomi. Itulah yang menyebabkan kondisi ekonomi saat ini melemah. Kita lama terlena pada harga komoditas yang tinggi sehingga lupa membangun industri,” papar Rosan.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana dialog-diskusi. Hadir dalam diskusi ini para ketua Kadin Kabupaten/Kota se-Jawa Barat serta ketua asosiasi-asosiasi pengusaha se-Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, periode kepemimpinan Suryo Bambang Sulisto sebagai Ketua Kadin akan berakhir pada September 2015.

(ak/brk*)

PBNU: Jangan Terpengaruh Faham dan Idelologi ISIS

Tuesday, January 27th, 2015

Lambang NU | jombang.nu.or.id

Lambang NU | jombang.nu.or.id

JAKARTA-NIASONLINE – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan beredarnya foto-foto yang memperlihatkan konvoi mirip pendukung gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Makassar melalui twitter dan beredarnya video youtube ancaman yang bikin gempar akhir Desember lalu.

“Itu bukan ancaman, hanya sensasi belaka. Jadi masyarakat tidak terlalu takut dan hal itu jangan dibesar-besarkan,” terang Ketua PBNU KH. Maksum Machfoedz, di Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut dia, agama Islam tidak mentoleransi kekerasan seperti yang dilakukan oleh kelompok  ISIS. Sebab, ISIS telah bertindak sadistis terhadap orang yang tidak sejalan dengan ajarannya.

“Agama Islam tidak mentoleransi kekerasan,” beber Maksum.

Kendati warga negara Indonesia yang bergabung ISIS terhitung relatif kecil jumlahnya, namun kata Maksum, bukan berarti kasus itu tidak penting untuk dicermati. Semua masyarakat Indonesia harus tetap waspada dan tidak terpengaruh dengan paham ISIS.

“Jangan sampai masyarakat terpengaruh dan kemasukan oleh paham dan ideologi ISIS yang disebarkan oleh kelompok atau jaringan tertentu,” ujarnya. (brk/*)

AirAsia QZ8501, Ralat: 6 Jenazah Yang Ditemukan (Diangkat)

Tuesday, December 30th, 2014

NASONLINE – Informasi sebelumnya yang menyebutkan 40 jenazah korban dari jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada hari Minggu 28 Desember 2014, telah diralat. Sebelumnya, sejumlah media dalam dan luar negeri mengutip Kadispen TNI AL Laksma Manahan Simorangkir sebagai mengatakan bahwa 40 jenazah telah ditemukan (diangkat). Manahan mengatakan informasi yang tidak akurat itu sebagai akibat miskomunikasi staf.

Berita terakhir dari jurubicara Basarnas – menyebutkan 6 jenazah korban, bukan 40.

Dengan ini informasi dalam berita Nias Online sebelumnya dikoreksi. (brk/*)

Pesawat AirAsia QZ8501 Jatuh: Sekitar 40 Jenazah Telah Diangkat Dari Laut

Tuesday, December 30th, 2014

Helikopter TNI AL Yang Ikut Dalam Pencarian | AP

Helikopter TNI AL Yang Ikut Dalam Pencarian | AP

Tim SAR Indonesia telah mengangkat sejumlah jenazah dan serpihan-serpihan dari pesawat AirAsia QZ8501 yang diperkirakan jatuh di Selat Karimata. Kadispen TNI AL Laksma Manahan Simorangkir mengungkakan KRI Bung Tomo telah mengangkat 40 jenazah dan jumlah ini akan bertambah, sebagaimana mana diberitakan 9news.com.au.

Sebelumnya, beberapa objek temuan tim pencari lewat udara hari ini (Selasa, 30 Desember 2014) dipastikan merupakan puing-puing dari peawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada hari Minggu, 28 Desember 2014. Kepastian itu disampaikan oleh Direktur Jendral Penerbangan Sipil Djoko Murjatmodjo.

“Untuk saat ini dapat dipastikan bahwa (puing-puing) itu adalah pesawat AirAsia dan menteri transportasi akan segera berangkat ke Pangkalan Bun,” kata Djoko Murjatmodjo.

“Berdasarkan pengamatan oleh personel pencarian dan penyelamatan, benda-benda penting ditemukan seperti pintu penumpang dan pintu kargo. Benda-benda itu ada di lautan, 160 kilometer barat daya Pangkalan Bun,” katanya, merujuk pada kota di Kalimantan Tengah,” kata Djoko lebih lanjut.

***

Pemutakhiran berita:

Dari halaman AirAsia Indonesia di Facebook (https://www.facebook.com/AirAsiaIndonesia), Redaksi mengambil informasi berikut:

“AirAsia Indonesia akan mengundang seluruh anggota keluarga penumpang QZ 8501 ke Surabaya, dimana kami akan memberikan tim konseling khusus kepada setiap keluarga guna mendukung dan memastikan segala kebutuhan mereka terpenuhi. Kami juga telah mengundang berbagai konselor psikologi dan spiritual termasuk para pemuka agama guna memberikan dukungan moril kepada seluruh keluarga penumpang.”

“AirAsia akan terus memberikan informasi terkini terkait proses pencarian dan evakuasi. Bagi seluruh keluarga penumpang QZ 8501 dapat menghubungi emergency call center kami di nomor:

021-29270811 atau

031-8690855 atau

031-2986790 (Surabaya).

“Doa dan harapan kami terus menyertai keluarga dan kerabat penumpang QZ 8501.”

Koreksi Jumlah Jenazah Yang Ditemukan:

Jumlah jenazah yang ditemukan sebanyak 40 orang seperti dituliskan di depan telah dikoreksi oleh pihak Basarnas. Silahkan baca berita terkini: AirAsia QZ8501, Ralat: 6 Jenazah Yang Ditemukan (Diangkat) - (brk/*)

Pernyataan Terkini mengenai Penerbangan QZ8501

Monday, December 29th, 2014

Lintasan Penerbangan AirAsia | bbc.com

Lintasan Penerbangan AirAsia | bbc.com

NIASONLINE – Manajemen AirAsia Indonesia bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur, Soekarwo, tim Badan SAR Nasional (BASARNAS) Republik Indonesia, otoritas bandara, dan PT. Angkasa Pura I kemarin malam (28 Desember 2014) telah bertemu dengan anggota keluarga penumpang QZ 8501 untuk menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan dan menyampaikan komitmen maskapai untuk memberikan segala bentuk dukungan.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko mengatakan sungguh terpukul atas kejadian ini. AirAsia Indonesia tengah berkoordinasi dengan seluruh otoritas terkait guna menentukan penyebab dari kejadian ini. Ditambahkan Sunu Widyatmoko, saat ini prioritas utama AirAsia adalah memberikan informasi terkini kepada keluarga atau kerabat penumpang dan karyawan AirAsia yang berada di pesawat tersebut.

“Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya sejalan dengan proses investigasi yang saat ini tengah berlangsung. Selain itu, kami telah membentuk tim pendukung untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan para keluarga maupun kerabat termasuk akomodasi dan transportasi. Pusat informasi terpadu juga telah kami siapkan di Surabaya untuk para keluarga penumpang.”

Sementara itu, bagi para keluarga penumpang yang berada di Singapura, AirAsia telah telah menyiapkan sebuah ruangan khusus yang belokasi di Terminal 2 lantai 3 Bandara Internasional Changi Singapura, di mana maskapai akan memberikan informasi terbaru secara berkala.

Selain itu, AirAsia telah membuka Emergency Call Centre bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut di nomor: +6221 2927 0811.

Adapun saat ini AirAsia Indonesia tengah berkoordinasi dengan BASARNAS dalam upaya pencarian pesawat tersebut.

Pesawat yang hilang kontak adalah pesawat berjenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Dalam penerbangan tersebut terdapat 155 penumpang dimana sebanyak 137 penumpang adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Di samping itu, juga terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi.

Kapten yang memimpin penerbangan pesawat tersebut, Irianto, telah memiliki total jam terbang sebanyak 20.537 jam, dimana sebanyak 6.100 jam terbangnya dijalani bersama AirAsia Indonesia dengan pesawat Airbus A320. Sedangkan first officer atau co-pilot – Remi Plesel – telah memiliki sebanyak 2.275 jam terbang. (brk/*-AirAsia Indonesia-Ant-BBC).

Harga BBM Naik Sebesar Rp 2000 Per Liter

Tuesday, November 18th, 2014

Ilustrasi | beritakendal.com

Ilustrasi | beritakendal.com

NIAS ONLINE – Terhitung mulai pukul 00.00 tanggal 18 November 2014, harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan sebesar Rp 2000 per liter.

Dengan kenaikan sebesar Rp 2000 ini, harga bensin jenis premium menjadi Rp 8500 per liter (sebelumnya Rp 6500 per liter), sedangkan harga solar menjadi Rp 7.500 per liter (sebelumnya Rp 5500).

Kenaikan harga BBM tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Istana Kepresidenan, Senin (17/11) malam yang disiarkan oleh sejumlah stasium TV.

“Dari waktu ke waktu kita sebagai bangsa dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Meski demikian kita harus memilih dan mengambil keputusan,” kata Presiden Widodo di awal pidato pengumuman kenaikan harga BBM itu.

“Pemerintah memutuskan untuk mengalihkan subsidi BBM dari sektor konsumtif ke sektor-sektor produktif,” kata presiden Joko Widodo menjelaskan alasan di balik keputusan menaikkan harga BBM. (brk/*).

Bangsa Indonesia Menyambut Kepemimpinan Baru

Monday, October 20th, 2014

Jokowi-JK |Sumber: www.deviantart.com

Jokowi-JK |Sumber: www.deviantart.com

Hari ini, Ir Joko Widodo (Jokowi) dan Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla (JK) dilantik masing-masing menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2014-2019.

Seperti pada peristiwa-peristiwa penting nasional sebelumnya, terutama sejak babak baru demokrasi yang dimulai semenjak peristiwa Reformasi 1998, rakyat Indonesia kembali berharap, bermimpi, berangan-angan, dan berdoa kiranya kehadiran kepemimpinan baru melahirkan juga Indonesia Baru.

Indonesia Baru itu adalah konsep ideal yang di dalamnya tercakup segala macam harapan luhur seluruh rakyat Indonesia dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kita menyebut beberapa di antaranya. Dalam bidang sosial kemasyarakatan, terwujudnya kehidupan bangsa yang harmonis di mana rasa aman menjadi milik semua, suasana saling menghargai dan menghormati semakin merasuk ke dalam kesadaran batin, sikap dan perilaku dari bangsa yang memang datang dan dibentuk oleh keberagaman.

Dalam bidang hukum, terwujudnya suasana psikologis yang nyaman karena setiap insan dan kelompok merasa diayomi secara hukum, hak-hak dan kewajibannya dilindungi dan dijamin, karena di depan hukum dalam Indonesia Baru itu semua orang sederajat.

Di bidang sosial ekonomi, semakin meningkatnya persentase masyarakat yang hidup secara layak dan manusiawi yang dicapai melalui program-program pro-rakyat. Juga terjaminnya kebutuhan-kebutuhan fisik mendasar di bidang kesehatan, energi, air, pangan dan papan.

Di level internasional, cita-cita ideal ‘Indonesia Baru’ itu didekati apabila Indonesia semakin dihargai di mata dunia, didengar dan ditanggapi secara serius suaranya dalam forum-forum dunia, makin berperan dalam percaturan politik dunia, termasuk dalam rangka mewujudkan tatanan dunia baru yang lebih berkeadilan, aman dan damai.

Sebenarnya tiada hal yang baru dalam cita-cita dan idealisme Indonesia Baru itu. Idealisme dan cita-cita Indonesia Baru itu telah dirumuskan jauh sebelumnya oleh para pendiri bangsa ini.

Kalau kini kita melabelnya kembali sebagai cita-cita dan idealisme Indonesia Baru, maka tujuannya tiada lain adalah untuk mencoba menyegarkan kembali ingatan kita akan idealisme awal itu, tepat di saat bangsa Indonesia menyambut kehadiran kepemimpinan barunya.

***
Ada hal yang melegakan, menyegarkan dan membesarkan hati pada pelantikan Presiden dan Wakil Presiden hari ini, yang menandai tradisi baru dalam peralihan kepemimpinan nasional.

Sepanjang ingatan kita, baru kali inilah sebuah upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dihadiri secara lengkap oleh para mantan presiden yang masih hidup, dan juga istri mantan presiden almarhum Aburrahman Wahid atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur.

Beberapa hari sebelumnya, presiden terpilih Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto, pesaingnya dalam Pilpres 2014, dalam suasana penuh keakraban.

Kedua peristiwa ini menandai awal dari kematangan berdemokrasi bangsa Indonesia.

***

Harus diakui, Pilpres 2014 merupakan pilpres ‘terhangat’ dalam sejarah demokrasi Indonesia.

Teknologi komunikasi modern telah menghadirkan berbagai bentuk sarana untuk menyebarluaskan informasi dalam intensitas tinggi dengan kecepatan luar biasa yang tak pernah kita alami atau saksikan sebelumnya.

Sebagaimana biasa, fenomena ini menghadirkan kepada kita informasi, baik yang utuh maupun yang terdistorsi. Seringkali, ketidakmampuan kita memilah secara kritis informasi yang benar, baik, dan perlu, merangsang meningkatnya kadar irasionalitas kita.

Dan ketika irasionalitas telah membajak kesadaran kita, maka kita biasanya malah menyulutnya dengan irasionalitas baru: ikut mendistorsi informasi itu dan berperan menyebarkannya.

Irasionalitas itu kita pertontonkan dalam berbagai bentuk: menyebarkan informasi tendensius dan provokatif yang datang dari sumber yang diragukan kredibilitasnya, memanfaatkan kepiawaian kita untuk menciptakan ‘karikatur’ fisik para calon pemimpin kita di luar batas kewajaran, beradu argumen secara irasional, dan … memutuskan relasi ‘pertemanan’ terhadap pihak-pihak yang berseberangan dengan kita.

Maka, tidak mengherankan bahwa selama masa kampanye Pilpres 2014, lebih dari masa-masa kampanye Pilpres sebelumnya, bangsa ini seakan terbelah dua – mengikuti kubu Pilpres mana yang diidolakan.

Singkat kata, masa kampanye Pilpres hingga beberapa waktu menjelang dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden baru hari ini adalah: masa demam, masa menggigil, masa di mana ‘suhu badan’ bangsa Indonesia meninggi. Dan seperti biasa, jiwa yang terkurung dalam badan yang sedang mengalami demam bisa mengingau.

Sempat muncul semacam kekuatiran: bisakah ‘suhu badan’ bangsa ini turun kembali? Sebuah kekuatiran yang beralasan, karena demam kali ini ‘tidak biasa’.

Hari ini, ‘suhu badan’ bangsa ini telah normal kembali, berkenaan dengan hadirnya kepemimpinan baru di Indonesia. Kepemimpinan yang mudah-mudahan mulai merealisasikan cita-cita dan idealisme Indonesia Baru.

Hari ini, imunitas bangsa ini dari rongrongan berbagai demam irasionalitas telah meningkat. Itu telah diperlihatkan oleh suasana damai dalam gedung rakyat dan di luarnya, dan di seluruh tanah air.

Bangsa Indonesia pernah memiliki Bung Karno dengan ucapannya yang terkenal: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”. Ucapan ini kiranya perlu digandengankan dengan kriteria tambahan berikut: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang darinya lahir para pemimpin yang berjiwa besar“. Kriteria terakhir ini kita saksikan secara nyata pada hari ini.

Selamat menyambut kehadiran kepemimpinan baru Indonesia. (eh/*).

Penanggulangan Kabut Asap Membutuhkan Manajemen Ekstra

Friday, October 17th, 2014

komering.org

Ilustrasi – komering.org

Jakarta, Nias Online – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menekankan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tiga kementerian yang turut berperan dalam penanggulangan kabut asap untuk menerapkan manajemen ekstra, yang ukuran performansinya ialah kecepatan dan ketepatan sesuai dengan tuntutan keadaan, mengutamakan penyelamatan jiwa manusia, serta koordinasi dan keterpaduan berbagai sektor yang saling mendukung.

“Sekarang bencana asap, sebelumnya bencana gunung api Sinabung. Penanganan bencana harus extra management. Normal saja harus dimenej pas, apalagi kalau bencana. Kenapa kami membuat acara ini karena persoalan ini menyangkut hidup orang banyak di daerah,” ujar Parlindungan Purba, Senator asal Sumatera Utara, yang juga Ketua Komite I DPD dalam rapat kerja (raker) dengan BNPB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/10) dalam rilis  dari Bidang Pemberitaan dan Media Visual DPD RI yang diterima NO.

Sebagai lembaga Pemerintah nonkementerian yang membantu Presiden, maka BNPB yang mengoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan penanganan bencana yang terpadu, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana. Pengkoordinasian perencanaan dan pelaksanaan yang terpadu itu meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan kedaruratan, dan pemulihan.

Kemampuan menanggulangi saat dan setelah bencana bertujuan untuk menangani kondisi kritis. Kondisi kritis saat dan setelah bencana itu dinyatakan sebagai fase tanggap darurat dengan mengutamakan penyelamatan jiwa manusia dan harta bendanya. Fase tanggap darurat membutuhkan penanganan ekstra, terutama mobilisasi dan suplai sumberdaya yang besar dan banyak. Tentunya dibutuhkan manajemen ekstra untuk mengatur atau mengelola sumberdaya dan mengarahkan atau mengendalikan kegiatan menggunakan sumberdaya itu.

Komite II DPD meminta keterangan/penjelasan BNPB tentang penanggulangan bencana yang menyebabkan atau menimbulkan kesusahan, kerugian, atau penderitaan seperti kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah. Dalam acara itu, sejumlah senator mengeluhkan kelambanan pemerintah pusat menangani kabut asap. “Pertemuan ini untuk mencari penyelesaian masalah tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan. Tujuannya untuk kami tindak lanjuti,” ujar Parlindungan.

Para senator tersebut berasal dari daerah terdampak kabut asap, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Bengkulu, dan Jambi. “Kabut asap sudah sangat parah. Jarak pandang di Banjarmasin hanya berjarak 20 meter. Gubernur sudah menyebutkan ada kekecewaan atas lambannya penanggulangan,” ujar Habib Abdurrahman Bahasyim (senator asal Kalimantan Selatan).

Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi menejaskan, BNPB akan mengoptimalkan penanggulangan kabut asap melalui penanganan operasi darat dan udara. “Ketika sudah terjadi eskalasi besar, BNPB akan segera turun tangan dalam penanganan bencana,” jelasnya yang didampingi Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB.

BNPB memperkirakan kabut asap berakhir bulan Oktober-November. Untuk mempercepat penanggulangannya, BNPB berupaya untuk menambah unit yang melakukan operasi udara dengan modifikasi cuaca melalui pengerahan helikopter water bombing dan membuat hujan buatan. Penambahan unit itu di antaranya menambah jumlah pesawat yang pekan ini diberangkatkan menuju titik panas di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Guna menanggulangi kabut asap, Dody menambahkan, BNPB berkordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya tiga kementerian yang turut berperan dalam penanganan kabut asap, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Dalam raker, Komite II DPD menekankan rencana untuk membentuk panitia khusus (pansus) bencana kabut asap. Pansus akan meminta kembali keterangan/penjelasan BNPB dan tiga kementerian serta instansi penegak hukum tentang kebijakan penanggulangan bencana yang prioritasnya pengurangan resiko bencana seperti pencegahan, mengurangi dampak (mitigasi), dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Karena kesamaan visi dan misi para pihak, khususnya menyangkut pertukaran data dan informasi, DPD dan BNPB akan menandatangani memorandum of understanding (MoU). Kesepakatan bersama itu menjadi landasan untuk mewujudkan kerjasama antara DPD dan BNPB untuk memberdayakan daerah dalam menanggulangai bencana dalam kerangka desentralisasi (otonomi daerah). (brk/*)

DPR Putuskan Pilkada Melalui DPRD, SBY dan Partai Demokrat Dikecam

Friday, September 26th, 2014

Salah satu ungkapan kekecewaan untuk SBY di media sosial | liputan6.com

Salah satu ungkapan kekecewaan untuk SBY di media sosial | liputan6.com

NIASONLINE, JAKARTA – Pertarungan antara kubu Koalisi Merah Putih (KMP) yang dulu mengusung Prabowo Subianto dengan koalisi pendukung Jokowi Widodo pada Pilpres lalu dalam ‘memerebutkan’ RUU Pilkada akhirnya berakhir. (more…)

Disampaikan di Atas Kapal Pinisi, Ini Pidato Kemenangan Jokowi-JK

Tuesday, July 22nd, 2014

Pidato Kemenangan Jokowi-JK di atas Kapal Pinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa | Metrotv, Tempo.co

Pidato Kemenangan Jokowi-JK di atas Kapal Pinisi di Pelabuhan Sunda Kelapa | Metrotv, Tempo.co

NIASONLINE, JAKARTA – Tak lama setelah menerima penetapan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019, Jokowi-JK menuju ke Pelabuhan Sunda Kelapa. (more…)

Jokowi – JK Terpilih Sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019

Tuesday, July 22nd, 2014

Pasangan Jokowi-JK | IST

Pasangan Jokowi-JK | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Setelah melalui proses yang panjang dan disertai dengan berbagai protes, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya memutuskan menetapkan pasangan Joko Widodo dan JUsuf Kalla (Jokowi – JK) sebagai Presiden RI terpilih untuk periode 2014-2019. (more…)

Presiden Terpilih Diumumkan Besok Pukul 16.00 Wib

Monday, July 21st, 2014

Kantor KPU | Lensaindonesia.com

Kantor KPU | Lensaindonesia.com

NIASONLINE, JAKARTA – Menjelang batas akhir penetapan hasil Pilpres 2014, Komisi Pemilhan Umum (KPU) menjadwalkan pembacaan keputusan pemenang Pilpres 2014 pada esok hari, Selasa, 22 Juli 2014. (more…)