Archive for April, 2010 | Monthly archive page

Pekan Olahraga Sumut dan Sepakbola U-15 diselenggarakan PSSI Sumut

Thursday, April 8th, 2010

Medan – Akibat mundurnya Binjai selaku tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah Sumatera Utara (Porwilsu) ternyata berdampak terganggunya persiapan di beberapa cabang olah raga.

Namun demikian agar Porwilsu tetap berlangsung sukses, maka KONI Sumut mengambil kebijakan dengan menunjuk Pengprov PSSI Sumut sebagai penyelenggara cabang sepak bola Porwilsu wilayah II yang seyogianya berlangsung di Binjai.

Sekum PSSI Sumut Coking Susilo Sakeh didampingi Ketua III Bidang Kompetisi, Status dan Alih Status Dr M Nur Rasyid Lubis SpB FinanCS dan Ketua Biro Kompetisi Drs Azzam Nasution MAP mengatakan hal ini di Pengprov PSSI Sumut Jalan Sekip Baru Medan, Rabu (7/4).

Dijelaskannya, pada gelaran Porwilsu kali ini cabang sepak bola dibagi empat wilayah. Untuk Wilayah I yang berlangsung di Langkat diikuti Medan, Sergai, Karo, Dairi, Pak-pak Barat. Sedangkan wilayah II mencakup Binjai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Simalungun, Toba Samosir dan Samosir.

Wilayah III yang diikuti 9 tim berlangsung di Asahan. Kesembilan tim tersebut adalah Asahan, Tanjung Balai, Labuhan Batu, Pematang Siantar, Tapanuli Selatan, Batubara, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan dan Humbang Hasundutan.

Sementara itu Wilayah IV yakni Sibolga, Padang Sidempuan, Madina, Taput, Tapteng, Gunung Sitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara.

“Khusus untuk wilayah II di Medan kita masih menunggu masukan dari tiap-tiap peserta tentang apa saja yang menjadi kendala mereka jika even itu dilangsungkan di Medan. Selain itu, untuk pelaksanaan di Medan, kita masih menyesuaikan dengan jadwal Pilkada Medan,” ucap Coking.

Untuk itu pada Jum’at (9/4) pukul 15.00 WIB di sekretariat PSSI Sumut akan digelar rapat dengan para peserta wilayah II, serta tuan rumah tiap-tiap wilayah untuk membahas semua hal yang terakit dengan penyelenggaraan cabor sepak bola agar gelaran Porwilsu berlangsung sukses.

Kemudian pada Sabtu (9/4) nanti PSSI Sumut akan menggelar seleksi pembentukan Timnas U-14 yang berlangsung di Stadion Teladan Medan sejak pukul 07.00 WIB.
Dari hasil seleksi ini nanti akan dipilih tiga pemain yang akan dilibatkan pada seleksi nasional yang berlangsung di Jakarta, Minggu (11/4) guna disertakan mengikuti AFC U-14 Festival of Football di Kota Kinabalu Malaysia 24 April – 6 Juni 2010 mendatang.

Tiap-tiap sekolah sepak bola (SSB) yang ingin mengirim pemainnya mengikuti seleksi ini dapat mengutus dua pemain. Adapun kriteria yang ditetapkan PSSI di antaranya, pemain tersebut kelahiran 1 Januari 1996 yang memiliki tinggi badan minimal 165 cm. Selanjutnya menyediakan akte kelahiran, ijazah SD, rapor SD, kartu keluarga dan KTP orang tua.

COMMUNITY COLLEGE INITIATIVE PROGRAM

Thursday, April 8th, 2010

The Bureau of Educational and Cultural Affairs of the United States Department of State is pleased to announce the Community College Initiative Program. This new international educational exchange program enables individuals from Brazil, Egypt, Indonesia, Pakistan, Turkey and South Africa to study at a community college in the United States to develop professional skills.

Eligible fields are Business Management and Administration; Tourism and Hospitality Management; Health Professions, including Nursing; Media; Information Technology; Security and Public Safety; and Engineering Science.

ELIGIBILITY

To apply to the program, candidates must:

* Have completed a secondary school education; D1, D2, D3 and S1
* Preference will be given to High School Diploma
*

Applicants with a Bachelor’s degree are eligible if they are applying in a field different from the field of their degree and have relevant work experience in the field for which they are applying.
* Applicants with MA or PhD degrees are not eligible to participate.
* Have relevant work experience in the field in which they are applying;
* Have English language skills that provide a basis for enrolling in academic coursework following approximately 6 months of intensive English language study in the U.S.;
* Submit a complete application; and
* Minimum Institutional TOEFL score 500 or TOEIC score 650 atau IELTS 5.0 (only scores less than 2 years old are valid).

U.S. PROGRAM

The Community College Summit Initiative Program will provide funding for round-trip airfare to the U.S.; a living allowance during English language, academic, and practical training program components; tuition costs; health insurance; and cultural enhancement activities. Students will be hosted in groups by community colleges competitively selected to participate in the program. Programs may range from six months to two years in duration and may result in either a certificate or an Associate Degree. Students are required to return home at the end of their program and may not transfer to a four-year U.S. academic institution.

SUBMISSION OF APPLICATIONS

AMINEF is administering this program on behalf of the Bureau of Educational and Cultural Affairs of the United States Department of State. Please return to AMINEF your complete application package (original application and two copies) by the application deadline that includes:

*
Completed application form.
*
Copy of your most recent, less than two years old, TOEFL/TOEIC/IELTS score report.
* Copy of high school diploma (English translation).
*
Copy of identity document (KTP or passport).

Please send the application package to AMINEF Office, Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720

NO LATER November 1, 2010.

For additional information, contact in***************@*******or.id.

We do not accept email applications. Hard copies must be sent or delivered to American Indonesian Exchange Foundation.

To download form click
http://www.aminef.or.id/fulbright.php?site=fulbright&m=ip-pro-sp-communitycollege

Au pair: Membangun Jembatan Kuliah di Luar Negeri dengan Biaya sendiri

Wednesday, April 7th, 2010

TRIER (NO) -  Selepas SMU, Desi sama sekali tak tertarik mendaftarkan diri ke bangku kuliah bersama teman-temannya. Ia malah mengikuti kursus bahasa Jerman. Ia berencana ingin menjadi au pair dan merintis jalan kuliah di luar negeri dengan biaya sendiri. Apa itu au pair?

Au pair berasal dari bahasa Perancis, berarti “setara dengan”. Au pair adalah pemuda/pemudi yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan penjaga anak di keluarga tuan rumah di negeri asing. Dari namanya terlihat bahwa au pair memiliki kedudukan setara dengan keluarga tuan rumah. Ini sesuatu yang berbeda dengan kedudukan pembantu rumah tangga dengan tuan rumah di Indonesia. (more…)

Beasiswa President University

Wednesday, April 7th, 2010

President University offers many scholarship and financial aid programs to students who show great potential for future academic studies and those with financial need. Scholarship offers depend on several factors including high school performance, performance on the President University Entrance Exams, and the student’s family income level. (more…)

Wings Beroperasi di Sibolga Akhir April

Wednesday, April 7th, 2010

Sibolga – Bandar udara Ferdinan Lumbantobing (Bandara FL Tobing) yang berada di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah pada anggaran 2010 ini, menerima kucuran dana bantuan dari APBN pusat senilai Rp9 miliar rupiah untuk pembangunan fisik sarana pendukung aktivitas di areal Bandar udara tersebut. (more…)

Sensus Penduduk Bertepatan dengan Pilkada

Wednesday, April 7th, 2010

Medan – Untuk keenam kalinya pascakemerdekaan, tahun ini, tepatnya selama Mei 2010, Badan Pusat Statistik menggelar sensus penduduk di seluruh Indonesia. Di Sumatera Utara, BPS Sumut menurunkan 28.955 petugas untuk mencacah seluruh warga Sumut tanpa terkecuali.

Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE mengharapkan masyarakat Sumatera Utara proaktif pada sensus penduduk yang akan dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mulai tanggal 1 sampai 30 Mei tahun ini. Pemprovsu akan membackup sensus, karena pentingnya hasil sensus untuk mengetahui bagaimana persisnya Sumut bisa dibangun untuk sepuluh tahun ke depan.

Sebanyak 20.539 orang merupakan petugas pencacah lapangan, 6.845 pengawas lapangan, 1.290 koordinator lapangan, dan 285 petugas satuan tugas.

Pelaksanaan sensus pada 1 Mei hingga 31 Mei bertepatan dengan pelaksanaan pilkada di Kota Medan dan beberapa daerah lainnya.

Petugas pencacah tidak boleh dimanfaatkan sebagai tim sukses pasangan calon. Petugas datang ke rumah penduduk murni untuk pendataan.

”Petugas dilarang melakukan pungutan berbentuk apa pun kepada warga,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Alimuddin Sidabalok, Kamis (1/3).

Dilengkapi identitas

Karena kekurangan tenaga pencacah, setiap kelurahan di Sumut akan ikut membantu melakukan pencacahan. Ada 5.942 desa dan kelurahan serta 417 kecamatan di Sumut yang menjadi sasaran pencacahan.

Ia mengatakan, petugas yang mendata warga dilengkapi identitas lengkap, surat tugas, mengenakan rompi, dan topi.

”Petugas sudah mendapatkan pelatihan. Mereka terjun ke lapangan dalam tim,” kata Alimuddin.

Selain untuk mendata seluruh penduduk Indonesia, sensus penduduk juga dilakukan untuk memotret dinamika dan mobilitas penduduk dan kemajemukan masyarakat Indonesia. Khusus warga yang tidak tinggal menetap, seperti anak buah kapal dan tunawisma, pendataan dilakukan pada tanggal 15 Mei malam.

Dari cacah jiwa bisa diketahui jumlah penduduk, potensi angkatan kerja, berapa jumlah masyarakat yang melek huruf, yang menggunakan sanitasi yang baik. Atau berapa masyarakat yang sudah bisa mengakses teknologi internet, dan sebagainya.

Dibandingkan dengan sensus penduduk tahun 2000, banyak variabel baru yang ditanyakan kepada warga terkait parameter Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). Variabel itu di antaranya sumber penerangan, luas lantai, fasilitas buang air, tempat pembuangan tinja, sumber air minum, bahan bakar memasak, kepemilikan telepon, akses internet, kemampuan baca tulis, kemampuan berbahasa Indonesia, hingga kematian ibu waktu hamil, melahirkan, dan nifas.

Honor

Untuk sensus keenam ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp 3,3 triliun. BPS Sumut mendapat alokasi dana APBN Rp 14,95 miliar.

Setiap kabupaten juga mengalokasikan dananya. Sebagian besar dana habis untuk honor petugas.

Untuk petugas pencacah, misalnya, mereka mendapat honor sekitar Rp 2,5 juta selama bertugas mencacah plus biaya transportasi Rp 200.000. Honor didistribusikan kepada petugas lewat PT Pos Indonesia.

(kompas, medantalk)

Gempa Guncang Nias, Sumatra

Wednesday, April 7th, 2010

Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang Sumatra bagian Utara pada 7 April 2010 pukul 5.15 WIB. Pusat gempa diduga terletak di perairan Pulau Banyak, antara Pulau Nias dan Pulau Simeleu dengan kedalaman 31 km dari permukaan bumi. Guncangan gempa menyebabkan kepanikan di Simaleu, Meulaboh, daerah Aceh lainnya, Nias, Sibolga, Padang Sidempuan, Medan, Tarutung dan Samosir. Penduduk segera berlarian ke tempat yang lebih tinggi, namun gempa ini tidak berpotensi Tsunami.
Belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat gempa ini. Gubernur NAD Irwandi Yusuf menginformasikan, “Setelah saya pantau, sejauh ini belum ada laporan korban jiwa di Aceh.” Kepanikan masyarakat akibat gempa ini bertambah karena matinya listrik secara serentak. Hingga sekarang di beberapa titik listrik belum menyala.

Gempa ini terjadi karena pergerakan lempeng Australia-India yang setiap tahunnya mendesak lempeng Sunda dengan kecepatan 60-65 mm per tahun. Karena mekanisme informasi yang tidak lengkap, diduga bahwa sebenarnya pusat gempa tidak terletak di satu titik melainkan di sepanjang pertemuan kedua lempeng tersebut.
Pertemuan kedua lempeng telah menyebabkan gempa besar 8,6 SR pada Maret 2005 di Nias, gempa besar 9,1 SR di perairan Aceh tahun 2004, gempa di Sumatra Selatan 8,4 tahun 2007, gempa di Simeleu pada tahun 2008 dengan kekuatan 7,3 SR, dan gempa Padang 7,5 SR tahun 2009.

(usgs, reuters, metrotv)

Krisis Dalam Gereja Katolik, Krisis Hirarkhi dan Umat Katolik

Tuesday, April 6th, 2010

Masa pra-paskah dan paskah tahun ini diselimuti oleh awan kabut berupa berita-berita skandal penutupan kasus-kasus pelecehan seksual dalam Gereja Katolik yang dilakukan oleh para imam Katolik dan yang melibatkan para uskup sebagai pelindung yang melakukan penutupan (cover up). Skandal yang menjadi sorotan pers di seluruh dunia itu terjadi di wilayah keuskupan-keuskupan Katolik di Irlandia, Amerika Serikat, Jerman dan Australia. (more…)

Negara dalam Tikaman Uang

Tuesday, April 6th, 2010

oleh Yudi Latif

Kebajikan tidaklah datang dari uang, tetapi dari kebajikanlah uang dan hal baik lainnya datang kepada manusia, baik kepada individu maupun negara.” Pernyataan Socrates itu perlu kita renungkan dalam menghadapi centang-perenang kehidupan bernegara dan berbangsa saat ini. (more…)

Korban Rabies di Nias Menjadi 9 Orang

Tuesday, April 6th, 2010

Medan, Kompas – Penyakit rabies di Pulau Nias hingga Senin (5/4) menjadi sembilan orang. Namun, pihak berwenang menyatakan bahwa penyakit sudah mulai terkendali, terutama setelah adanya bantuan serum antirabies dari lembaga swadaya masyarakat yang sudah tersalur dan sudah digunakan untuk memvaksin korban gigitan. (more…)

Gunungsitoli mulai benahi sumber PAD

Tuesday, April 6th, 2010

MEDAN – Pemerintah kota Gunungsitoli, Sumatra Utara, mulai berbenah setelah hampir setahun diresmikan dengan langkah awal mengerakan sektor pertanian, perikanan, pariwisata dan tambang batubara untuk menarik PAD.

Pemkot Gunungsitoli merupakan daerah otonomi baru yang telah dibentuk berdasarkan undang-undang No 47 tahun 2008 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada 26 Mei 2009 lalu.

Walikota Gunungsitoli, Martinus Lase, mengatakan walaupun belum genap setahun, pihaknya sudah mempunyai master plan pembangunan kota. Tujuannya untuk mengejar ketertinggalan dengan kota-kota lain di Sumatra Utara.

“Pemkot Gunungsitoli akan menggerakan sesuatu yang apa yang dimiliki seperti pertanian yang memiliki sekitar 1200 hertar lahan pertanian dan batubara, perikanan/kelautan yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Apabila dikelola dengan baik akan dapat mensejahterakan masyarakat setempat,”paparnya saat mengunjungi stan Pemkot Gunungsitoli di acara Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) di Medan.

Martinus mengungkapkan, untuk pariwisata pasca Tsunami pada 2009 lalu masih dalam pembenahan-pembenahan di sana-sini yang rehabilitasinya dilakukan pihak asing dan Pemkot sendiri.

Pasca Tsunami kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) cenderung meningkat namun pada tahun 2008 wisman cenderung menurun karena NGO-NGO secara bertahap meninggalkan Nias.

“Tapi Nias memiliki pantai Nusa Lima, Pantai Cerita yang cukup mempesona dan ada satu perkampungan rumah adat di di Tumeri yang memiliki keunikan yang selalu dirawat dengan baik sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang dapat menarik wisman dari berbagai mancanegara,” ungkapnya.

oleh : Darwinsyah Purba (Bisnis)

Pangdam Bukit Barisan Bantah Pulau di Nias Dikuasai Asing

Tuesday, April 6th, 2010

Medan – Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI M. Noer Muis, membantah Pulau Asu dan Pulau Sinarano yang berada di kepulauan Nias telah menjadi milik warga Negara asing (WNA). “Dalam peraturan, tidak ada pulau yang boleh dimiliki asing,” kata Mayjen TNI M. Noer Muis usai rapat muspida di kantor gubernur Sumut di Medan, Senin (5/4).

Sebelumnya, beredar informasi jika Pulau Asu di Kabupaten Nias Barat dan Pulau Sinarano di Kabupaten Nias Selatan telah dikuasai WNA.

Pangdam menuturkan, pihaknya telah melakukan pengecekan kepada Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Selatan mengenai kepemilikan Pulau Asu dan Pulau Sinarano. Dari keterangan dua pemkab itu dipastikan Pulau Asu dan Pulau Sinarano bukan atas nama WNA yang belum diketahui kewarganegaraannya tersebut.

Pangdam menjelaskan, infromasi yang didapat, WNA itu berdiam di kepulauan Nias setelah menikah dengan salah seorang masyarakat lokal. Kemudian, WNA yang belum diketahui namanya itu menanamkan modalnya untuk membangun berbagai prasarana, khususnya di bidang pariwisata di dua pulau tersebut.

Pihaknya menilai tindakan WNA itu tidak perlu dipermasalahkan jika tidak bertentangan dengan undang-undang termasuk peraturan daerah (Perda) yang berlaku di Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Selatan. Bahkan sebaliknya, kata Pangdam, tindakan WNA itu dapat memberikan efek positif bagi warga sekitarnya karena memiliki peluang usaha untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat.

Namun, untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi di belakangan hari, Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Selatan perlu membuat perda tentang pembuatan prasaran pariwisata di dua pulau tersebut. Dia mencontohkan kemungkinan diberlakukannya daerah khusus di dua pulau itu yang akan menyebabkan larangan bagi warga sekitar untuk memasukinya. “Itu perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan masalah,” kata Pangdam.

(tvOne)

PASKAH – Paus Serukan Perubahan Moral

Monday, April 5th, 2010

Vatican City, – minggu Umat manusia perlu melakukan perubahan spiritual dan moral. Perubahan itu dimulai dari hati nurani. Pesan itu disampaikan Paus Benediktus XVI dalam Urbi et Orbi (Untuk Kota dan Dunia) pada misa Paskah 2010, Minggu (4/4) di Vatikan. (more…)

Selamat Paskah dari YTNB

Sunday, April 4th, 2010

Dari Rp 16 Milyar, Hanya Rp 600 Juta Pembiayaan Investasi UMKM Sumut

Sunday, April 4th, 2010

Medan- Sejumlah rencana kerja bidang usaha kecil menengah dan koperasi (UMKM) Sumut yang terungkap dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) bidang ekonomi rakyat pada Selasa di aula Balai Duta Tiara Convention, dinilai belum mencerminkan misi dan keberpihakan pada rakyat kalangan UKM, karena rencana biaya kerja yang bersifat ‘acara-acara’ atas nama berbagai kegiatan dan pelatihan atau peningkatan dan pengembangan, ternyata jauh lebih besar dibanding alokasi biaya untuk hal-hal yang bersifat ril pembiayaan.

Data prioritas kegiatan bidang Ekonomi Kerakyatan pada Dinas Koperasi & UKM Propinsi Sumut untuk tahun anggaran 2011, menunjukkan enam program kerja yang meliputi 41 sub-kegiatan dengan total biaya Rp16,386 miliar. Tapi dari jumlah itu, hanya Rp600 juta yang dinilai akan ril atau nyata teralokasi sebagai sumber pembiayaan sebagai skim kredit investasi bagi usaha koperasi dan UMKM di daerah ini.

“Prioritas program kerja atau rencana proyek sektor UMKM yang diajukan untuk agenda ekonomi kerakyatan Sumut ini tampaknya belum ‘pas’ karena ajuan biaya yang berpotensi atau rawan korupsi tampak lebih besar dari ajuan biaya ril untuk rakyat ekolem. Ini perlu diperbaharui sebelum difinalisasi sebagai anggaran di APBD,” ujar Sopar Siburian SH dan Mangaliat Simarmata SH, kepada pers di Medan, Selasa.

Sopar Siburian adalah anggota DPRDSU dari Komisi E yang ikut rapat salah satu bidang (sosial dan pendidikan) di Musrenbang tersebut, dan Mangaliat adalah salah satu peninjau dari kalangan LSM/NGO yang memang banyak hadir di acara tersebut. Secara terpisah mereka menanggapi kondisi dan nasib para pelaku bisnis UKM di daerah ini yang terbilang belum juga menunjukkan perkembangan atas peranan pemerintah maupun dunia usaha terkait di daerah ini.

Dalam rapat bidang Ekonomi Rakyat yang dipandu pejabat Dinas Koperasi & UKM Sumut plus moderator Dr Drs Layari Sinukaban (anggota DPRD Sumut yang juga Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia–HIPPI Sumut), sejumlah peserta rapat dari beberapa daerah, khususnya dari Nias (Nias Barat dan Nias Utara) menyatakan komplin dan protes atas materi rapat yang dinilai belum mengakomodir kebutuhan prioritas ekonomi rakyat di daerahnya.

“Kami kecewa, jauh-jauh kami datang dari Nias dengan ongkos yang tak sedikit untuk 49 orang, tahu-tahu kami hanya dapat Rp95 juta dari APBD Propinsi untuk biaya pengadaan peralatan pengolahan produk batu-batuan. Padahal, angka-angka untuk berbagai kegiatan lain yang sifatnya non teknis, kan bisa ditambahkan untuk hal-hal yang lebih penting bagi rakyat,” ujar pejabat dari salah satu instansi Pemkab Nias Selatan kepada para pemimpin rapat, disaksikan kepala Bappeda Nias Selatan Herman Hezatulo Laiya SH MHum.

Para peserta rapat baru tampak lega dan tenang sembari bertepuk tangan ketika mendengar paparan Layari Sinukaban yang menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi (sebagai anggota DPRD maupun sebagai pengusaha) antara pihak UKM di daerah ini dengan pejabat instansi terkait untuk memperoleh solusi dan saran tindak yang cepat dan aspiratif. Semula dijadwalkan, rapat bidang Ekonomi Rakyat itu dipandu oleh pakar ekonomi USU Drs John Tafbu Ritonga sebagai moderator. Tapi hingga sesi-kedua, pemandu rapat tetap didampingi Layari Sinukaban.

Disela-sela rehat acara rapat, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan dan Kelautan Kabupaten Nias Utara, Yusman Zega API MSi, bersama Kepala Bappeda Nias Utara Toloni Waruwu dan Sekretaris Bappeda Rozaman Gea, sangat menyesalkan sistem penyaluran pupuk organik maupun pupuk bersubsidi yang selalu kurang volumenya ke daerah itu. Dari sekira 5 juta ton yang dibutuhkan setiap musim tanam, hanya 2 juta hingga 3 juta ton yang tersalur.

“Sampai sekarang, pupuk urea dan pupuk NPK dsb yang merupakan kebutuhan primer para petani padi, belum pernah terpenuhi. Pihak pemerintah propinsi hendaknya memperhatikan hal ini secara serius, paling tidak bisa difinalisasi pada Musrenbang ini,” katanya berharap sembari menggambarkan secara ringkas kondisi dan prospek pertanian Nias Utara sebagai Kabupaten baru setelah mekar dari Nias.

Sembari itu, Sekretaris Umum Forum Komunikasi Masyarakat Kabupaten Nias Utara (FKM Kanira) Drs Temazaro Zega yang hadir meninjau acara itu, juga menyesalkan sinyalemen ‘kurang tanggap’ sejumlah pihak mulai dari tingkat pemerintah pusat maupun propinsi terhadap kondisi Kepulauan Nias selama ini.

“Dari data rancangan program kerja di sektor ekonomi daerah (koperasi & UKM) ini saja sudah menunjukkan sinyal kesenjangan itu. Jangankan dari segi alokasi, segi porsi yang mencantumkan Nias saja pun tampak sangat minus di antara semua tabel daerah-daerah itu,” katanya kepada SIB ketika mengamati data prioritas rencana kerja (Renja) itu.

Data itu menunjukkan, dari 13,386 miliar alokasi yang direncanakan, antara lain tertabulasi untuk hal-hal yang bersifat ‘acara ke acara’, misalnya pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif (biasanya hanya berupa seminar dsb) dengan biaya Rp2,27 miliar dengan enam bentuk kegiatan dan hanya disini terdapat paker riel berupa perluasan pembiayaan investasi. UKM & Koperasi yang senilai hanya Rp600 juta itu, pengembangan sistem pendukung UMKM dengan enam bentuk kegiatan senilai Rp2,45 miliar, peningkatan kualitas kelembagaan (biasanya bentuk pelatihan atau semi workshop) dengan 10 paket kegiatan Rp4,16 miliar, penciptaan iklim usaha UMKM dengan 8 paket kegiatan (tak jelas apa bentuk kerjanya, Rp1,59), pemberdayaan usaha skala mikro dengan 9 paket kerja senilai Rp5,9 miliar.

(hariansib, kontan)