Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat pada kedalaman 22 kilometer pada lokasi 88 km sebelah tenggara Nisel. (more…)
Posts Tagged ‘Gempa’
Gempa 5,1 SR Guncang Nias Selatan
Friday, July 26th, 2013Awas, Tiga Titik Ini Berpotensi Terjadi Gempa 8,7 SR
Tuesday, July 9th, 2013Tidak tanggung-tanggung, potensi gempa di tiga daerah itu, bila terjadi, bisa mencapai 8,7 SR. (more…)
Setelah Aceh, Kini Mentawai Dihajar Gempa 6,1 SR
Saturday, July 6th, 2013Berdasarkan informasi yang diperoleh Nias Online dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu terjadi pada pukul 12.05 Wib dengan kekuatan 6,1 SR. (more…)
Aceh Didera Gempa Lagi, 22 Meninggal Dunia
Wednesday, July 3rd, 2013Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (3/7/2013) mengatakan, selain korban jiwa tersebut, sebanyak 210 orang luka-luka dan ribuan bangunan dan rumah rusak.
Dua wilayah dengan korban jiwa tersebut, seperti dijelaskan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, berada di Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Berdasarkan laporan dari BPBA Aceh Tengah, di wilayah itu 10 orang meninggal, 140 orang luka-luka dan sekitar 1.500 unit bangunan mengalami kerusakan. Juga terjadi kerusakan ruas jalan berupa longsor. Warga yang mengungsi tersebar di 10 titik.
Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah dikabarkan 12 orang meninggal, 70 orang di rawat di RSUD Bener Meriah dan puskesmas. Sedangkan jumlah bangunan rusak masih dalam pendataan.
Presiden SBY telah memerintahkan BNPB untuk bergerak cepat untuk melakukan penyelamatan. Tindakan penyelamatan dilakukan bersama tim dari dari berbagai lembaga di antaranya, SRC PB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Kementerian PU.
Tak hanya itu, atas instruksi presiden, satu unit helikopter Collibri milik TNI AU yang digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran di Pekanbaru dialihkan ke Aceh. Heli itu difokuskan membantu penangangan korban gempa khususnya di perbatasan Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Selain itu, satu uni CN 235 TNI AU juga diberangkatkan untuk melakukan foto udara dan kaji cepat dampak kerusakan gempa.
Gempa pertama terjadi pada sekitar pukul 14.00 wib pada Selasa (2/7/2013) dengan skala 6,2 SR. Kemudian, sekitar pukul 20.55 Wib terjadi gempa susulan berkekuatan 5,5 SR. Pusat gempa pada titik koordinat 4,7 Lintang Utara dan 96,69 Bujur Timur atau 27km baratdaya Kabupaten Bener Meriah. (EN)
Gempa 5,6 SR Guncang Gunungsitoli
Monday, October 29th, 2012Pakar: Tsunami Tak Selalu Didahului Laut Surut
Wednesday, September 19th, 2012Usai Gempa, Aktifitas Warga Nias Selatan Kembali Normal
Thursday, April 12th, 2012
NIASONLINE, JAKARTA – Setelah sempat dilanda kepanikan dan mengungsi ke sejumlah daerah yang lebih tinggi, masyarakat Nias Selatan, khususnya kota Teluk Dalam kembali normal.
Tadi malam, sekitar pukul 19.00 wib, semua warga yang mengungsi telah kembali ke rumah setelah diberi pengertian oleh aparat pemerintah Kabupaten Nias Selatan. (more…)
Peringatan Tsunami Gempa Aceh Berakhir
Wednesday, April 11th, 2012Paska Gempa 8,5 SR, Omo Sebua di Desa Bawömataluo Tak Alami Kerusakan
Wednesday, April 11th, 2012Gempa Susulan Berkekuatan 8,1 SR Kembali Mengguncang
Wednesday, April 11th, 2012Antisipasi Tsunami, Warga Kota Teluk Dalam Mengungsi
Wednesday, April 11th, 2012JAKARTA, NIASONLINE – Sampai saat ini masyarakat Nias Selatan, khususnya di Kota Teluk Dalam masih terlihat panik akibat gempa yang terjadi pada pukul 15.38 wib dengan kekuatan 8,5 SR dan berpusat di Simeulue, NAD tadi. (more…)
Gempa Dirasakan Merata di Pulau Nias, Belum ada Laporan Korban
Wednesday, April 11th, 2012Gempa 8,5 SR Guncang Pesisir Barat Sumatera
Wednesday, April 11th, 2012Gempa Berkekuatan 5.9 SR Mengguncang Nias
Thursday, April 7th, 2011Nias Online – Gempa berkekuatan 5.9 pada skala Richter terjadi Rabu malam (6/4) pada pukul 21.01 WIB. Informasi situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan pusat gempa berjarak 67 km arah barat laut Kota Gunungsitoli pada kedalaman 15 km.
Sumber Nias Online di Gunungsitoli menghubungi beberapa saat setelah terjadinya gempa. Seperti biasa masyarakat langsung keluar dari rumah masing-masing menuju tempat terbuka. Sumber itu meminta Nias Online untuk memantau berita kalau-kalau ada peringatan tsunami dan mengharapkan informasi dikirimkan ke Nias. Sedemikian jauh tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.
Sementara itu situs Malay Mail melaporkan bahwa getaran gempa itu dirasakan juga di daerah pantai barat semenanjung Malaysia seperti di Westport di Port Klang. Namun Badan Meteorologi Malaysia tidak mengeluarkan peringatan tsunami (brk/*)Â
Kemiskinan Meningkat di Daerah Rawan Gempa
Monday, February 21st, 2011VIVAnews – Daerah kabupaten yang rawan bencana gempa bumi memiliki prosentase penduduk miskin yang cukup besar dibanding persentase rata-rata provinsinya.
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Emil Salim, mengatakan kawasan daerah rawan gempa mengalami ketertinggalan dalam penurunan kemiskinan penduduknya.
Daerah-daerah rawan gempa yang tingkat kemiskinannya cukup tinggi seperti di kabupaten Simeuleu yang mencapai 26,45%, Aceh Barat (29,96%) dan Kota Sabang (25,72%).
Lalu, Nias (25,19%), Nias Selatan (24,36%) dan Sibolga (17,67%). Berikutnya kepulauan Mentawai (22,86%), Padang Pariaman (14,15%), Bengkulu selatan (27,53%), Lampung Barat (21,74%) dan Lampung Selatan (24,72%). Tingkat kemiskinan di atas rata-rata propinsinya juga terjadi di bagian selatan pulau Jawa, meliputi Tasikmalaya (26,08%), Cilacap (21, 40%), dan Pacitan (21,17%).
“Tantangan besar yang kita hadapi bersama adalah menaikkan kesejahteraan penduduk dan menurunkan tingkat kemiskinan penduduk di daerah-daerah yang rawan gempa,” kata Emil Salim dalam pidato ilmiah yang disampaikan dalam Dies Natalis ke-65 Fakultas Teknik UGM, Kamis 17 Februari 2011.
* Rata-rata kemiskinan di Nias, Mentawai, Cilacap, lebih tinggi dari rata-rata provinsinya
Untuk mengatasi persoalan prosentase kemiskinan di daerah yang rawan bencana ini menurut Emil Salim adalah dengan menerapkan ilmu tekno-sains dan ekonomi. Pendekatan dan pola pikir ilmu ekonomi saja tidaklah cukup, harus menerapkan pola pembangunan berkelanjutan dengan membangun jejaring antara pelaku ekonomi, pelaku sosial dan pelaku lingkungan. Interaksi dan interkoneksi antar ketiga pelaku ini memungkinkan tumbuhnya pola pembangunan yang pro growth, pro job, pro poor dan pro environment.
Sementara Dekan Fakultas Teknik Dr. Tumiran mengungkapkan, dalam menanggapi situasi bencana dalam lima tahun terakhir, Fakultas Teknik (FT) UGM berperan aktif dalam mensikapi berbagai kejadian bencana geologi seperti gempa di Sumatera Barat, banjir bandang di Wasior dan bencana erupsi Merapi.
“Kejadian-kejadian bencana geologi ini, civitas akademika fakultas teknik telah mengambil peran strategisnya sesuai dengan kompetensi dan kepakaran yang dimilikinya,” kata Tumiran dalam laporan tahunan fakultas teknik 2010 dilansir laman UGM. (Sumber: Vivanews – 17 Februari 2011)










