Tidak tanggung-tanggung, potensi gempa di tiga daerah itu, bila terjadi, bisa mencapai 8,7 SR.
“Pertama di Pulau Siberut, lalu sebelah barat daya Selat Sunda, serta Selatan Pulau Bali,” ungkap Kepala BMKG Sri Woro Budiharjo Harijono dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (9/7/2013).
Ketiga titik itu, jelas dia, berada di sepanjang lempeng India-Australia.
Namun, dia menegaskan, kapan akan terjadi dan apakah berpotensi tsunami, tidak ada yang bisa mengetahuinya.
Dia mengatakan, ketiga titik itu sampai saat ini belum pernah terjadi gempa. Kondisi ketiga titik itu, jelas dia, juga terus dipantau.
Sementara itu, Deputi bidang Geofisika BMKG, Prih Haryadi juga membenarkan hasil penelitian terkait ketiga titik tersebut.
Dia hanya berharap, bila pada waktunya terjadi gempa, ketiga titik itu tidak melepaskan energy secara bersamaan atau sepenuhnya.
“Kalau dilepaskan semua, sangat berbahaya karena akan terjadi gempa besar,†ujar dia.
Ketiga titik itu, menurut dia, berpotensi mengalami gempa megathrust berupa gempa sesar naik dan berpotensi tsunami. (EN/*)

Leave a Comment