Archive for July 3rd, 2013 | Daily archive page

Panglima Komando Armada Barat Kunjungi Nias Selatan

Wednesday, July 3rd, 2013

Pangarmabar Laksda TNI Arief Rudianto bersama rombongan saat berkunjung ke Desa Bawömataluo | http://koarmabar.tnial.mil.id/

Pangarmabar Laksda TNI Arief Rudianto bersama rombongan saat berkunjung ke Desa Bawömataluo | http://koarmabar.tnial.mil.id/

NIASONLINE, JAKARTA – Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Arief Rudianto mengunjungi Nias Selatan (Nisel) pada Sabtu (29/6/2013).

Mengutip info di situs resmi Koarmabar, www.koarmabar.tnial.mil.id, yang dilansir hari ini, Rabu (3/7/2013), Pangarmabar tiba di Teluk Dalam, Ibukota Nisel menggunakan KRI Oswald Siahaan-354.

Dia didampingi Komandan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat (Danguspurlaarmabar) Laksamana Pertama TNI A. Octavian untuk melakukan kunjungan ke Pos Angkatan Laut (Posal) di Teluk Dalam, salah satu pos di jajaran Lanal Sibolga.

Juga hadir Asrena Pangarmabar Kolonel Laut (P) M. Zainudin, Aslog Pangarmabar Kolonel Laut (T) Ika Irwanto, Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Ivan Gatot Prijanto, Danposal Gunung Sitoli Letda Laut (P) T. Budi Gunawan dan Daposal Teluk Dalam Peltu Mes Suhartono Harefa.

Mereka disambut oleh Bupati Nisel Idealisman Dachi. Acara penyambutan dilakukan di rumah dinas Bupati Nisel. Kedua petinggi TNI-AL tersebut juga diberikan baju adat khas Nisel.

Setelah meninjau Posal Teluk Dalam, Pangarmabar bersama Muspida Nisel meninjau lokasi lahan yang diberikan Pemkab Nisel untuk keperluan pembangunan Pangkalan AL (Lanal) baru di Kepulauan Nias yang akan bermarkas di wilayah Teluk Dalam.

Kehadiran Lanal di Wilayah Nisel yang memiliki wilayah laut yang luas dan gugusan pulau yang banyak dapat membantu mewujudkan pertahanan dan ketahanan laut sebagai salah satu kepulauan terdepan di Samudera Hindia.

Setelah itu, bersama Muspida Nisel dan rombongan, Pangarmabar melanjutkan kunjungan ke Desa Bawömataluo. Mereka disambut dengan atraksi Tari Perang dan Lompat Batu. (EN/*)

Tawaran Beasiswa Australia 2014

Wednesday, July 3rd, 2013

AASNIAS ONLINE, Jakarta – Pemerintah Australia kembali menawarkan beasiswa untuk program Master dan Doktor untuk tahun ajaran 2014. Beasiswa ini bernama Australia Awards Scholarships (dahulu bernama: Australian Development Scholarships).

Program besasiswa ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada warganegara Indonesia untuk mendapatkan kualifikasi pendidikan di perguruan-perguruan tinggi di Australia.

Pada ronde pelamaran 2013-2014, akan ditawarkan sebanyak 525 beasiswa untuk perkuliahan yang dimulai tahun 2014-2015.

Dari jumlah yang ditawarkan itu: (1) 30% akan dialokasikan untuk para pelamar dari daerah fokus geografis: Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Aceh, (2) sekitar 85% dialokasikan untuk tingkat Master, dan 15% untuk tingkat PhD, (c) akan diberikan jatah yang sama (50-50) untuk pelamar laki-laki dan perempuan.

Bidang studi yang diprioritaskan adalah: pertumbuhan berkelanjutan dan manajemen ekonomi, keadilan, demokrasi dan tata laksana kepemerintahan yang baik, investasi pada sumber daya manusia, keselamatan dan perdamaian.

Informasi lengkap, termasukan rinican persyaratan dapat diperoleh dari situs AusAID.

Pendaftaran ditutup pada tanggal 17 Juli 2013 untuk studi yang dimulai pada tahun 2014.

(brk/*)

Obesitas Resmi Dinyatakan Sebagai Penyakit

Wednesday, July 3rd, 2013

Ilustrasi | rahasiasehat.com

Ilustrasi | rahasiasehat.com

NIASONLINE, JAKARTA – Anda masih berpikir bahwa kelebihan berat badan atau juga dikenal dengan obesitas sebagai hal yang normal dan wajar? Sudah saatnya Anda mengubah pandangan itu. (more…)

Aceh Didera Gempa Lagi, 22 Meninggal Dunia

Wednesday, July 3rd, 2013

Peta Lokasi Gempa | IST

Peta Lokasi Gempa | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Gempa yang kembali mendera wilayah Aceh sejak kemarin telah merenggut sebanyak 22 korban jiwa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (3/7/2013) mengatakan, selain korban jiwa tersebut, sebanyak 210 orang luka-luka dan ribuan bangunan dan rumah rusak.

Dua wilayah dengan korban jiwa tersebut, seperti dijelaskan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, berada di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Berdasarkan laporan dari BPBA Aceh Tengah, di wilayah itu 10 orang meninggal, 140 orang luka-luka dan sekitar 1.500 unit bangunan mengalami kerusakan. Juga terjadi kerusakan ruas jalan berupa longsor. Warga yang mengungsi tersebar di 10 titik.

Sedangkan di Kabupaten Bener Meriah dikabarkan 12 orang meninggal, 70 orang di rawat di RSUD Bener Meriah dan puskesmas. Sedangkan jumlah bangunan rusak masih dalam pendataan.

Presiden SBY telah memerintahkan BNPB untuk bergerak cepat untuk melakukan penyelamatan. Tindakan penyelamatan dilakukan bersama tim dari dari berbagai lembaga di antaranya, SRC PB, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Kementerian PU.

Tak hanya itu, atas instruksi presiden, satu unit helikopter Collibri milik TNI AU yang digunakan untuk membantu pemadaman kebakaran di Pekanbaru dialihkan ke Aceh. Heli itu difokuskan membantu penangangan korban gempa khususnya di perbatasan Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Selain itu, satu uni CN 235 TNI AU juga diberangkatkan untuk melakukan foto udara dan kaji cepat dampak kerusakan gempa.

Gempa pertama terjadi pada sekitar pukul 14.00 wib pada Selasa (2/7/2013) dengan skala 6,2 SR. Kemudian, sekitar pukul 20.55 Wib terjadi gempa susulan berkekuatan 5,5 SR. Pusat gempa pada titik koordinat 4,7 Lintang Utara dan 96,69 Bujur Timur atau 27km baratdaya Kabupaten Bener Meriah. (EN)