Posts Tagged ‘Sains – Teknologi’

Beberapa Hal Tentang Windows 10

Tuesday, August 11th, 2015
W10_Igo

Sejak dirilis ke publik oleh Microsoft pada tanggal 29 Jui 2015 lalu, Windows 10 telah diunduh dan diinstal oleh jutaan pengguna PC di seluruh dunia. Windows 10 merupakan produk respons Microsoft terhadap ketidakpuasan terhadap produk pendahulunya, Windows 8.

Memesan dan Menginstal Windows 10

Banyak pengguna Winsows 7 atau Windows 8 yang masih belum menginstal Windows karena berbagai alasan. Tulisan ini coba memberikan beberapa informasi penting bagi yang mempertimbangkan instalasi Windows 10.

Bagi yang sudah memiliki Windows 7 atau Windows 8 Microsoft merilis Windows 10 secara cuma-cuma. Cara mememesan dan menginstal Windows 10 adalah sebagai berikut.

  1. Jika komputer Anda mengguakan salah satu versi Windows in (7 atu 8), maka pada bagian kanan bawah layar komputer Anda akan terlihat ikon WW10_Iconindows 10 seperti pada gambar di sebelah kanan. Kalau ikon ini tidak kelihatan, maka coba run Windows Update. (Windows Update dapat dicari pada Control Panel).
  2. Klik ikon “Get Windows 10” tersebut untuk memesan Windows 10. Aplikasi ini sekali gus mengecek apakah komputer Anda kompatibel dengan sistem operasi baru ini.
  3. Konfirmasikan pesanan Anda dengan mengetikkan alamat email Anda.
  4. Microsoft akan mengunduh Windows 10 ke komputer Anda dan memberitahukan apabila telah siap. (Catatan: Pemesanan Windows 10 dapat dibatalkan setiap saat).
  5. Microsoft juga memberikan tautan yang Anda bisa manfaatkan untuk membuat USB drive atau DVD. Ini penting untuk menginstal Windows 10 di beberapa komputer.
  6. Sesudah proses pemesanan, komputer Anda akan terdaftar dalam antrian upgrade.
  7. Sesudah pemberitahuan dari Microsoft datang, Anda bisa menginstal Windows 10. (Catatan; Dibutuhkan waktu sekitar 2 – 2.5 jam untuk menginstal Windows 10, berdasarkan pengalaman penulis).

Bagi yang menggunakan produk-produk Kaspersky untuk antivirus atau keamanan internet (internet security) disarankan mengunduh produk rilis terbaru sebelum menginstal Windows 10. Pasalnya, produk Kaspersky yang diinstal untuk Windows versi sebelumnya (7 atau 8) tidak bekerja pada sistem operasi Windows 10 – setidaknya berdasarkan pengalaman penulis. Setelah menginstal Windows 10, maka segeralah menginstal produk Kaspersky yang baru diunduh itu agar komputer Anda lebih aman.

Bagi pengguna produk Norton, berdasarkan informasi dari situs Norton, produk Norton masih tetap bisa dipakai setelah Windows 10 diinstal, “asalkan Anda telah menginstal versi terbaru” (“as long as you have installed the latest version“).

***

Privacy Setting di Windows 10

Secara default, Windows 10 diprogram untuk memantau berbagai aktivitas Anda: kata-kata yang Anda ketik atau ucapkan, situs yang anda kunjungi, lokasi Anda, pembelian yang Anda lakukan secara online, dsb..

Kalau Anda tidak mau aktivitas dunia maya Anda terlalu banyak dipantau oleh Windows 10, maka ubahlah default settings di Windows 10 segera setelah Anda menginstalnya.

Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Klik Start Button yang berada di sebelah kiri bawah monitor. W10StartB
  2. Dari menu yang tersedia, klik “Settings” (lihat gambar di sebelah kanan), maka akan muncul beberapa pilihan seperti pada gambar di bawah (Anda bisa perbesar dengan mengklik pada gambar).W10PSettings
  3. Dengan mengklik “Privacy“, maka Anda akan disuguhi berbagai pilihan: Genral, Location, Camera, dst. Anda bisa mengubah masing-masing setting itu yang umumnya dengan default setting “On” menjadi “Off”.
  4. Disarankan untuk mengubah setting itu satu per satu (tidak sekaligus) untuk melihat pengaruh perubahan itu, dan membatalkannya apabila memberikan masalah pada operasi komputer Anda.

Selamat ber-Windows 10-ria.

Catatan: Artikel ini disajikan untuk membantu calon pengguna Windows 10. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap berbagai akibat dari pemakaian artikel ini. (eh).

Ketika Bill Gates Meminum Air Olahan Teknologi Dari Limbah Manusia

Wednesday, January 21st, 2015
Bill Gates ! en.wikipedia.org
Bill Gates ! en.wikipedia.org

NIASONLINE – Siapa yang tak pernah mendengar nama Bill Gates. Setiap kali kita bersentuhan dengan komputer yang bersistem operasi Windows dan berbagai produk terkait lainnya, kita tentu ingat nama itu.

Meskipun Bill Gates telah cukup lama pensiun sebagai CEO Microsoft, ia masih aktif dalam kapasitas lain: membantu masyarakat miskin di dunia ketiga lewat Yayasan Bill Gates (Bill Gates Foundation).

Melalui yayasan ini, ia bersama istrinya – Melinda – menyalurkan sebagian dari kekayaannya untuk meringankan penderitaan masyarakat miskin di berbagai belahan dunia, khususnya di Afrika.

Kali ini mari kita menyimak sebuah aktivitas sosial Bill Gates dalam bentuk usaha perbaikan sanitasi di dunia ketiga.

Baru-baru ini, Gates dalam blognya memperlihatkan sebuah video di mana ia menerangkan teknologi pengolahan limbah manusia menjadi energi listrik, abu yang bisa dijadikan pupuk dan … ini: air bersih, sebersih air kemasan dalam botol plastik yang biasa kita minum sehari-hari.

Bagaimana hal itu dimungkinkan? Jawabannya tentu saja adalah teknologi. Bill Gates menantang para insinyur untuk menciptakan sebuah sistem pengolahan limbah manusia yang bisa menjadi kunci perbaikan sanitasi di dunia ketiga. Syaratnya: murah (terjangkau secara ekonomis) dan handal secara teknik.

Terciptalah sebuah sistem pengolahan limbah manusia yang disebut Omniprocessor hasil rancangan Janicki Bioenergy, sebuah perusahaan teknik di Seatle, Amerika Serikat.

***
Mengapa Gates begitu getol mencari alat yang cocok untuk tujuan ini? Dari berbagai kunjungannya ke negara-negara berkembang, ia menemukan bahwa sanitasi adalah salah satu masalah serius di dunia ketiga. Limbah manusia yang dibuang secara terbuka adalah salah satu sumber kematian sekitar 700,000 anak-anak setiap tahun. Menurut Gates, ada sekitar 2 miliar orang di dunia ketiga yang mengguakan kakus seadanya – tanpa sistem pembersihan dan pembuangan yang baik, bahkan ada yang membuangnya secara sembarangan. Limbah ini tidak jarang mengotori sumber-sumber air minum yang membawa berbagai penyakit, bahkan kematian.

***

Meurut Gates, Omniprocessor adalah alat paling aman untuk menampung dan mengolah kotoran manusia. Mesin ini memproses limbah pada suhu mencapai 1000°C, jadi semua bakteri yang menghasilkan bau dan penyakit mati. Mesin ini juga telah memenuhi standar emisi yang dikeluarkan pemerintah AS.

Bill memilih Dakar, Senegal, sebagai tempat projek percontohan dari sistem pengolah limbah ini, yang direncakan akan dimulai akhir tahun ini.

Pada kunjungannya ke lokasi pengoperasian Omniprocessor di Seatle, Gates melihat langsung limbah manusia memasuki mesin pemroses, dan tidak lama kemudian, ia mengarahkan gelas ke keran pengeluaran air bersih dari mesin … dan meminumnya. (brk/*)

India Targetkan Kapasitas Pembangkit Energi Surya 100 GW Pada Tahun 2022

Thursday, November 20th, 2014

Membersihkan Panel Surya | ipceagle.com

Membersihkan Panel Surya | ipceagle.com

NIAS ONLINE -  India di bawah pemerintahan Aliansi Demokratik Nasional (NDA) merevisi target pembangkitan listrik tenaga surya dari 20 ribu MW menjadi 100 ribu MW (100 GW) pada tahun 2022. Target ambisius ini diperirakan akan membutuhkan investasi sebesar $ 100 miliar.

Saat ini India telah memiliki kapasitas pembangkitan listrik energi surya sebesar 2.9 GW. Peningkatan kapasitas itu akan membutuhkan lahan, biaya investasi dan tenaga kerja.

Untuk merealsasikan sasaran itu, India akan melatih 50 ribu ‘bala tentara surya’, tenaga teknis yang akan memainkan peran penting di sektor ini.

Ke 50 ribu bala tentara surya ini akan diberi pelatihan selama 3 – 6 bulan untuk menguasai hal-hal yang berhubungan dengan teknik tenaga surya yang akan membuka kesempatan kerja bagi mereka kelak dari sektor ini,” kata seorang pejabat pemerintah India sebagaimana diberitakan oleh Live Mint.

Kapasitas pembangkitan listrik India saat ini sekitar 250 GW, sekitar 12.5 persen (31.6 GW) berasal dari energi terbarukan (surya, bayu, hidro, dll). (brk/*)

 

Tentang Kesepakatan AS dan Cina Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sunday, November 16th, 2014

Logo Pertemuan Puncak G20 2014 - www.g20.org

Logo Pertemuan Puncak G20 2014 – www.g20.org

NIAS ONLINE – Beberapa hari menjelang dimulainya Pertemuan Puncak Kelompok 20 di Brisbane, Australia, 14-16 November 2014, Amerika Serikat dan Cina pada pertemuan di Beijing mengumumkan kesepakatan kedua negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Presiden Obama menargetkan, emisi GRK AS pada tahun 2025 akan berkurang sebesar 26 – 28  dari emisi GRK yang diemisi pada 2005. Target ini setara dengan dua kali target reduksi untuk periode 2005 – 2020.

Sementara itu, Presiden Xi Jinping mengatakan Cina akan menargetkan tahun 2030 sebagai tahun puncak emisi; setelah mana Cina akan secara gradual mengurangi emisi GRK-nya.

***

Kesepakatan ini memiliki efek yang cukup berarti pada kesepakatan pengurangan EGRK dunia. Cina dan AS adalah dua negara pengemisi GRK terbesar di dunia; pada tahun 2010 Cina mengemisi 9 632 juta ton setara karbon sementara AS mengemisi 6 548 juta ton setara karbon. Namun, bila dilihat dari emisi per kapita, maka setiap penduduk Amerika mengemisi 17.6 ton setara karbon pertahun, jauh di atas emisi per kapita Cina sebesar 6.2 ton setara karbon per tahun.

***

Pengurangan emisi GRK menjadi isu yang sensitif di seluruh dunia karena ia menyangkut hitung-hitungan ekonomi yang rumit. Di satu pihak, emisi GRK yang tak terkendali akan mengakibatkan konsekuensi ekonomi dan lingkungan hidup sebagai mana disampaikan dalam laporan Stern. Di pihak lain, banyak negara yang belum menemukan alternatif yang tepat untuk mengatasinya. (brk/*)

Dr Marwan Rosyadi – Peneliti Muda Indonesia Yang Sedang Berkiprah di Jepang

Sunday, September 21st, 2014

MRosyadiNIASONLINE – Tokyo. Kisah-kisah sukses mahasiswa/i dan para peneliti Indonesia di luar negeri seperti tiada habisnya, justru di tengah kegalauan dunia penelitian di tanah air. Sebut saja Ricky Elson yang beberapa waktu lalu digaet oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Kisah membanggakan bercampur mengharukan yang dialami Ricky boleh dikatakan merupakan kisah tipikal peneliti kita, yang pada awalnya memiliki idealisme tinggi tapi kemudian ‘terpelanting’ oleh situasi yang di luar kendali mereka sebagai peneliti.

Di sela-sela berlangsungnya Grand Renewable Energy 2014 International Conference and Exhibition di Tokyo dari 27 Juli – 2 Agustus 2014, Nias Online sempat ngobrol-ngobrol santai dengan salah seorang peneliti muda Indonesia yang sedang aktif meneliti di Jepang.

Dia adalah Dr Marwan Rosyadi, yang sejak tahun 2013 bekerja sebagai peneliti di Laboratory of Electric Machinery, Dept. of Electrical and Electronic Engineering, Kitami Institute of Technology, Hokkaido, Jepang. Bidang khusus yang menjadi minat Marwan adalah Analisis Dinamik dan Pengendalian Jejala Daya Skala Besar yang digandeng dengan sumber-sumber energi terbarukan (Dynamic Analysis and Control for Large Scale Power Grid Incorporating Renewable Energy Sources).

Ketertarikannya Marwan dengan dunia listrik dimulai sejak umur 6 tahun.

“Saat itu listrik baru masuk di kampung kelahiran saya di Taliwang, Sumbawa Barat. Ketika pertama kali melihat bolam listrik menyala saat saklar di-on-kan, decak heran dan kagum bercampur baur saat itu. Ada keinginan besar dalam diri saya untuk ingin tahu lebih dalam. Kerap kali saya membuat listrik di rumah saya konslet dan membuat skringnya bolak balik putus. Saya beberapa kali kena strum karena eksperimen konyol saya, Alhamdulillah saya tidak apa-apa karena rumah saya adalah rumah panggung dari kayu”, tuturnya kepada Nias Online.

Pada tahun 2013 Marwan mendapat gelar Doctor of Engineering (Dr. Eng) dari Kitami Institute of Technology, dalam bidang Cold Region Environmental and Energy Engineering. dengan topik riset “Stability augmentation of grid connected wind farm by using Permanent Magnet Synchronous Generator“.

Marwan, yang mendapat gelar Sarjana Teknik (ST) dari Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya pada tahun 2004 ini, memiliki kisah ketika bekerja di sebuah perusahaan asing sebagai Electrical Engineer yang menjadikannya tertarik dengan energi terbarukan.

“Saya sangat terkejut ketika pertama melihat lokasi tambang. Pepohonan yang katanya rindang dan besar menurut cerita guru SD saya sudah tidak terlihat lagi di tempat yang saya tuju, hanya ada bukit-bukit dan gunung-gunung yang sudah gundul, kadang-kadang berasap menandakan bahwa bukit/gunung itu kaya akan batu-bara.

Dalam hati saya berkata “gunung-gunungnya sudah gundul lalu batubara dibakar, jadi berapa ton CO2 yang akan mencemari bumi sementara pohon-pohon yang akan menyerapnya sudah berkurang”.”

Ironisnya lagi, tambah Marwan, masyarakat yang hidup di sekitar tambang kebanyakan hidup miskin dan tanpa listrik. Dia tidak habis berpikir bahwa kekayaan negeri ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Batinnya bergejolak, sebab apa yang sedang dia kerjakan tidak sesuai dengan idealismeya. Akhirnya Marwan memutuskan berhenti setelah bekerja 6 hanya (enam) bulan di perusahaan itu.

Sejak saat itu Marwan pun mulai berhasrat mempelajari dan mengembangkan energi terbarukan, karena dia sadar suatu saat nanti sumber-sumber energi fosil akan habis.

Pada Tahun 2006 Marwan mendapat gelar Magister Teknik (MT) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jurusan Teknik Elektro dengan bidang studi: sistem tenaga. Topik riset yang diambilnya adalah Optimal Reactive Power Compensation on Jawa-Bali Grid System Using Artificial Immune System via Clonal Selection Algorithm (CSA).

Marwan berharap pemerintah Indonesia mulai lebih serius mengambil langkah kebijakan energi yang mendorong pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan.

“Hampir seluruh negara maju saat ini mulai mengembangkan technologi yang berorientasi pada RE. Uni Eropa, misalnya, bersepakat bahwa di tahun 2050 nanti 100% pasukan energi listrik mereka berasal dari sumber-sumber energy terbarukan. Jepang yang semula hanya memanfaatkan sebagian kecil saja energi terbarukan, kini sedang membangun renewable energy plants berupa wind farm (tenaga angin: red.) dan sistem fotovoltaik dalam sekala besar,” ujarnya.

(Catatan: Dari pengamatan NO selama berlangsungnya konferensi, bencana nuklir Fukushima tahun 2011 masih menyisakan trauma bagi rakyat Jepang, dan ini mau tak mau memaksa pemerintah Jepang untuk mengembangkan sumber-sumber energi alternatif terutama energi terbarukan, sebagai pengganti energi nuklir. )

Di Hokkaido, tempat Marwan melakukan riset saat ini, akan dibangun wind farm dengan kapasitas 400 MW. Di lepas pantai Fukushima juga akan dibangun floating wind farm dengan kapasitas yang cukup besar sebagai pengganti pembangkit nuklir yang hancur saat tsunami 2011. Projek ini akan berlanjut sampai dengan tahun 2050.

Marwan kuatir, Indonesia akan ketinggalan dalam percaturan tingkat global di bidang energi kalau kelak lahir kebijakan internasional yang mengikat semua negara untuk membatasi pembangkitan energi dengan menggunakan bahan bakan fossil. Juga, menurut Marwan, teknologi energi nuklir sampai saat ini belum mampu menjamin tidak terulangnya berbagai bencana dari penggunaan energi nuklir.

“Saya berharap Indonesia bisa memaksimalkan pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan yang ada, dan tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh negara-negara maju terutama digunakannya tenaga nuklir, mumpung kita masih dalam tahap negara berkembang,” kata Marwan.

Setelah menyelesaikan program riset pasca doktoralnya, Marwan berencana kembali ke tanah air dan menyumbangkan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya di bidang energi terbarukan untuk ikut membangun Indonesia (brk/*).

Ini Dia Para Peraih Hadiah Nobel 2013

Wednesday, October 16th, 2013

Medali Hadiah Nobel | jcconwell.wordpress.com

Medali Hadiah Nobel | jcconwell.wordpress.com

NIASONLINE, JAKARTA – Pemberian penghargaan Nobel kembali lagi digelar tahun ini. Seperti biasanya, pemberian penghargaan bergengsi berdasarkan nama industrialis Swedia yang juga penemu dinamit, Alfred Nobel tersebut selalu menyajikan kejutan, selain pengakuan bagi para penerimanya. (more…)

Matematika, Fisika, Biologi? Gampang!!

Sunday, October 13th, 2013

Salah satu ruang kuliah umum di Universitas Trier, Jerman. | dok. pribadi

Salah satu ruang kuliah umum di Universitas Trier, Jerman. | dok. pribadi

Jika mendengar ada orang yang bisa mengerjakan soal-soal Biologi, Matematika, Fisika, atau Kimia dengan gampang rasanya seperti percaya tak percaya. Bagaimana tidak? Mata pelajaran-mata pelajaran tersebut adalah mata pelajaran yang menjadi momok bagi siswa. Menarik membaca tulisan Pak Irwan Thahir Manggala yang membuat cara tertentu agar murid-muridnya dapat memahami mata pelajaran bahasa Inggris yang diajarkannya. (more…)

‘Partikel Tuhan’ Hantarkan Englert dan Higgs Raih Nobel Fisika 2013

Wednesday, October 9th, 2013

Medali Hadiah Nobel | jcconwell.wordpress.com

Medali Hadiah Nobel | jcconwell.wordpress.com

NIASONLINE, JAKARTA – Temuan yang menghebohkan setahun lalu yang dikenal dengan ‘partikel Tuhan’ membawa berkah bagi dua ilmuwan Fisika. Francois Englert dari Belgia dan Peter Higgs dari Inggris, dua peneliti tersebut diganjar dengan hadiah Nobel Fisika 2013. (more…)

Oetarjo Diran Juga, Bukan Cuma BJ Habibie

Wednesday, September 18th, 2013

Prof. Ir. Oetarjo Diran | IST

Prof. Ir. Oetarjo Diran | IST

NIASONLINE, JAKARTA – Gemilangnya prestasi dunia penerbangan Indonesia berpuluh tahun lalu, sebelum krisis ekonomi 1998, tidak lepas dari banyaknya anak bangsa ini yang memiliki kemampuan mumpuni. (more…)

Ilmuwan Belanda Berhasil ‘Ciptakan’ Daging Buatan

Tuesday, August 6th, 2013

Daging Buatan Ilmuwan Belanda | VoaIndonesia.com

Daging Buatan Ilmuwan Belanda | VoaIndonesia.com

NIASONLINE, JAKARTA – Beberapa bulan terakhir, Indonesia alami krisis daging sapi. Kelangkaan dan harga yang melambung membuat masyarakat banyak menjerit, apalagi menjelang Lebaran.

Tidak hanya itu, karena masalah daging sapi itu juga, beberapa orang kini harus berurusan dengan proses hukum karena dugaan korupsi. (more…)

Pemanasan Global Bikin Orang Gampang Marah

Monday, August 5th, 2013

Kampanye stop pemanasan global | riffajp4inspiration.wordpress.com

Kampanye stop pemanasan global | riffajp4inspiration.wordpress.com

NIASONLINE, JAKARTA – Dampak pemanasan global ternyata tidak hanya pada perubahan iklim, dan masalah lainnya terkait produksi pangan.

Riset para ilmuwan Amerika Serikat juga menunjukkan, pemanasan global berdampak lebih dari itu. Yakni, menyebabkan orang ‘mudah marah’. (more…)

Douglas Carl Engelbart, Pencipta Mouse Meninggal Dunia

Friday, July 5th, 2013

Douglas Carl Engelbart dan Mouse pertamanya | dailyoftheday.com

Douglas Carl Engelbart dan Mouse pertamanya | dailyoftheday.com

NIASONLINE, JAKARTA – Mengetik, mengedit dan mengunggah berita ini bisa berlangsung dengan mudah dan cepat, salah satunya karena bantuan alat sederhana bernama mouse. (more…)

Residu Kimia Asap Rokok Bisa Rusak DNA Manusia

Tuesday, June 25th, 2013

Ilustrasi | memobee.com

Ilustrasi | memobee.com

NIASONLINE, JAKARTA – Sudah terlalu banyak alasan kuat yang perlu dipertimbangkan agar berhenti mengonsumsi rokok. Terutama karena alasan kesehatan dan juga ekonomi bagi kalangan tak mampu. Namun, tidak serta merta membuat minat merokok langsung bisa hilang.

Dari sisi kesehatan, selama ini bahaya merokok selalu dipahami hanya akan menyasar dua kelompok. Yakni, perokok aktif (first smoker) yang menghisap rokok secara langsung dan perokok pasif (second smoker) yang terpaksa ikut menghirup asap rokok yang dikeluarkan perokok aktif.

Ternyata dampak buruk rokok itu tidak selesai ketika rokok dan asapnya itu dihirup secara langsung. Tapi, setelah itu pun, masih berdampak merusak.

Asap rokok tersebut meninggalkan residu yang disebut sebagai “thirdhand smoke”. Yaitu, bau yang tertinggal di pakaian atau rambut seseorang yang baru saja merokok. Bisa juga dalam bentuk bau yang tertinggal di ruangan yang pernah dipakai untuk merokok.

Unsur kimia yang merupakan turunan dari nikotin yang keluar bersama asap rokok tertinggal di dalam ruangan dan terserap oleh beberapa bahan perabotan ruangan seperti karpet dan tirai. Residu itu kemudian terpapar pada orang-orang yang masuk ke dalam ruangan.

Hasil riset terbaru menyebutkan, dampak terpapar residu bahan kimia dari asap rokok tersebut tidak main-main, bisa merusak DNA.

“Ini adalah studi pertama yang menunjukkan thirdhand smoke adalah mutagenik dan menyebabkan kerusakan DNA. Ini dianggap sebagai salah satu langkah awal menuju kanker,” ungkap peneliti Lara Gundel dari Lawrence Berkeley National Laboratory, California.

DNA atau deoxyribonucleic acid adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusun berat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel. Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik. Artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.

Gundel menjelaskan, riset menunjukkan residu bahan kimia dari asap rokok tetap tinggal di dalam ruangan yang digunakan untuk merokok untuk waktu yang sangat lama.

Bo Hang, peneliti lainnya yang sama-sama berasal dari California Consortium on the Health Effects of Thirdhand Smoke, seperti dilansir Medical Daily, dikutip Selasa (25/6/2013) mengatakan, pihaknya menggunakan dua teknik untuk mengukur dan menganalisi kerusakan DNA akibat terpapar residu asap rokok. Teknik itu adalah dengan Comet assay dan the long amplicon-qPCR assay.

“Hasilnya, paparan sisa rokok dapat merusak rantai DNA dan oksidasi DNA,” ujar Hang.

Hal itu bisa menyebabkan keracunan gen (genotoxicity), sebuah kondisi yang dikaitkan dengan berbagai jenis penyakit, di antaranya kanker. Makin lama terpapar, maka risiko bahayanya juga semakin bertambah.

Dalam risetnya, para peneliti menempatkan strip kertas di ruang merokok dan beberapa sampel dibiarkan tetap dalam ruangan hingga 20 menit yang residunya dikategorikan ‘paparan akut’. Juga ada strip yang dibiarkan hingga 200 hari di ruang merokok yang berventilasi yang kategori residunya dikelompokkan “paparan kronis”.

Hasilnya, setelah peneliti mengekstraksi bahan kimia dari strip kertas itu, ditemukan bahwa sampel kronis memiliki konsentrasi residu yang lebih tinggi dari residu asap dengan sampel akut. Sampel kronis juga menyebabkan tingkat kerusakan DNA lebih tinggi.

Karakteristik penting lainnya adalah residunya bisa berinteraksi dengan senyawa di udara seperti ozon dan menghasilkan jenis racun baru. Karena itu, sulit memastikan kapan waktu yang aman untuk memasuki tempat bekas merokok. Sebab, emisi asap rokok tampaknya terus bertahan di tempat itu untuk waktu yang lama.

Para peneliti juga menemukan, ternyata membersihkan rumah atau mobil yang sebelumnya digunakan untuk merokok, tidak menyelesaikan masalah.

Hasil lebih lengkap studi itu telah dipublikasikan dalam Jurnal Mutagenesis.

Nah, bagi para perokok, mengingat dampaknya yang berkepanjangan dan bisa menyasar banyak orang, pilihan terbaik adalah berhenti merokok. Namun, bila sangat terpaksa, maka ketika merokok semaksimal mungkin hindarkan orang lain dari dampak merusak rokok Anda dengan melakukannya di luar ruangan atau di ruangan khusus yang disediakan.

Bagi yang tidak merokok, sesuai hasil riset di atas, sangat penting untuk menghindari ruangan-ruangan bekas tempat merokok. (EN/dbs)

Kabar Baik, DNA Manusia Dilarang Dipatenkan

Wednesday, June 19th, 2013

Ilustrasi DNA | mshcdn.com

Ilustrasi DNA | mshcdn.com

NIASONLINE, JAKARTA – Sekitar 10 tahun lalu, sekelompok ahli dipimpin Prof.Dr.med. Ingo Kennerknecht dari Institut Ilmu Genetika Universitas Munster, Jerman, mengambil ratusan sampel DNA warga Nias untuk keperluan penelitian guna mengetahui asal-usul masyarakat Nias. (more…)

Spesies laki-laki akan musnah ?

Wednesday, April 3rd, 2013

PlatoBagimana masa depan manusia tanpa pria? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika dikaitkan dengan pernyataan seorang ilmuwan Australia yang memprediksi bahwa spesies laki-laki akan musnah. Untungnya bukan besok atau seratus tahun lagi, melainkan dalam kurun waktu 5 juta tahun ke depan.

Profesor Jenny Graves – seorang pakar genetika evolusi – mengatakan musnahnya spesies laki-laki bisa terjadi dalam kurun waktu 5 juta tahun ke depan. Ia bahkan memperkirakan telah mulai terjadi pada kelompok-kelompok tertutup.

Ramalan Profesor Graves didasarkan atas kerapuhan inheren dari kromosom seks laki-laki, yang juga dikenal dengan kromosom seks Y. Menurut Graves, jumlah gen dalam kromoson laki-laki berkurang dengan cepat.

Pada awalnya – sekitar 200 hingga 300 juta tahun lalu – kromosom Y memiliki 1700 gen – kini jumlah itu tinggal 45 dan kebanyakan tak berkualitas (‘junk’). Bandingkan dengan khromoson X yang masih memiliki sekitar 1000 gen.
Perempuan mempunyai dua khromoson X yang bisa dipertukarkan bila membutuhkan perbaikan. Laki-laki memiliki hanya satu kromosom dan satu kromosom Y yang lemah (tak efektif). Graves menjelaskan, oleh karena khormosom Y laki-laki lebih sulit memperbaiki kesalahan-kesalahnnya, ia mulai layu.

“Laki-laki memiliki khormosom X tunggal sementara pada perempuan kromosom X memiliki teman, jadi pertukaran dimungkinkan jika perbaikan diperlukan. Sebaliknya jika kromosom Y mengalami kerusakan, maka perbaikan tidak mungkin.”, kata Graves kepada Australian Associated Press.

“Anda mungkin berpikir seks begitu penting sehingga tidak akan berubah banyak. Akan tetapi ia berubah dan khoromosom Y agaknya mengalami kerusakan diri,” katanya, seperti dikutip AAP.

Kromosom Y sangat aktif dalam testis yang menghasilkan sperma. Graves mengatakan ini adalah “tempat paling berbahaya” karena terjadinya pemecahan sel-sel di sana, dan di mana pemecahan terjadi, selalu ada kemungkinan mutasi atau hilangnya gen.

Dalam sebuah kuliah umum, Profesor Graves – Thinker in Residence di Institute for Applied Ecology, Canberra University – mengatakan pelayuan kromosom Y merupakan “berita buruk bagi semua pria di sini”.

“Ini contoh yang baik bagi yang saya sebut rancangan dungu (dumb design),”. “Suatu kecelakaan revolusi,” Graves menambahkan.

Graves kembali menambahkan, bahwa jika manusia tidak musnah, gen-gen penentu seks akan berevolusi dan bisa menghasilkan spesies hominid yang baru.

Teori Graves ini disanggah oleh para pakar lain.

Tahun lalu, sebuah hasil riset para peneliti Amerika berjudul Strict evolutionary conservation followed rapid gene loss on human and rhesus Y chromosomes diterbitkan di jurnal Nature. Para peneliti yang berasal dari tiga institusi ini (Massachusetts Institute of Technology (MIT), Washington University, dan Baylor College of Medicine) mengklaim menemukan bukti yang mematahkan apa yang disebut “teori peluruhan Y” yang mengasumsikan kromosom Y akan terus mengalami peluruhan secara genetis sampai ia tidak memiliki gen lagi. Mereka membandingkan kromosom Y dari resus macaque (jenis kera tertua di dunia) yang memiliki kesamaan leluhur dengan simpanse dan manusia modern, dengan sekuens-sekuens kromosom manusia. Mereka menemukan bahwa selama 25 juta tahun terakhir, kehilangan gen pada manusia hanya terbatas pada stratum termuda (stratum 5) yang terdiri dari 3 persen kromosom Y. Pada strata-strata yang lebih tua, kehilangan gen berhenti lebih dari 25 juta tahun lalu. Sejak itu, kehilanagn gen tak terjadi lagi. (brk*/aap/nature) – Gambar: Plato (Wikipedia)