Posts Tagged ‘Energi Terbarukan’

India Targetkan Kapasitas Pembangkit Energi Surya 100 GW Pada Tahun 2022

Thursday, November 20th, 2014
Membersihkan Panel Surya | ipceagle.com

Membersihkan Panel Surya | ipceagle.com

NIAS ONLINE -  India di bawah pemerintahan Aliansi Demokratik Nasional (NDA) merevisi target pembangkitan listrik tenaga surya dari 20 ribu MW menjadi 100 ribu MW (100 GW) pada tahun 2022. Target ambisius ini diperirakan akan membutuhkan investasi sebesar $ 100 miliar.

Saat ini India telah memiliki kapasitas pembangkitan listrik energi surya sebesar 2.9 GW. Peningkatan kapasitas itu akan membutuhkan lahan, biaya investasi dan tenaga kerja.

Untuk merealsasikan sasaran itu, India akan melatih 50 ribu ‘bala tentara surya’, tenaga teknis yang akan memainkan peran penting di sektor ini.

Ke 50 ribu bala tentara surya ini akan diberi pelatihan selama 3 – 6 bulan untuk menguasai hal-hal yang berhubungan dengan teknik tenaga surya yang akan membuka kesempatan kerja bagi mereka kelak dari sektor ini,” kata seorang pejabat pemerintah India sebagaimana diberitakan oleh Live Mint.

Kapasitas pembangkitan listrik India saat ini sekitar 250 GW, sekitar 12.5 persen (31.6 GW) berasal dari energi terbarukan (surya, bayu, hidro, dll). (brk/*)

 

LSM Arnold Schwarzenegger Bangun PLTS Senilai US$ 40 Juta di Nias Utara

Friday, August 8th, 2014

Panel Surya | kbluecheese.blogspot.com

Panel Surya | kbluecheese.blogspot.com

NIASONLINE, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Nias Utara membuat terobosan dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan investor asing untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). MoU dengan R20-Regions dan perusahaan energi asal Prancis Akuoenergy tersebut terkait pembangunan PLTS dengan kapasitas 10 megawatt (MW) senilai US$ 40 juta. (more…)

Kabupaten Nias Punya Banyak Potensi Sumber Daya Energi Terbarukan

Wednesday, April 4th, 2012

Noniawati Telaumbanua, ST. M.Sc saat menyampaikan paparannya (Foto: NTBanua)

JAKARTA, NIASONLINE – Kabupaten Nias memiliki sejumlah potensi sumber daya energi terbarukan yang bisa digunakan untuk mengatasi kebutuhan listrik di wilayah itu. Terutama di beberapa bagian yang sampai saat ini belum tersentuh layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). (more…)

Mendesak, Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan di Kabupaten Nias

Thursday, March 29th, 2012

Noniawati Telaumbanua Saat Paparan (Foto: NTbanua)

JAKARTA, NIASONLINE – Perkembangan paska bencana tsunami 2004 dan gempa pada 2005 menunjukkan terjadinya lonjakan pemanfaatan energi listrik secara signifikan di Kabupaten Nias. Di sisi lain, ketersediaan sumber listrik tetap saja hanya mengandalkan suplai dari PT PLN, yang juga memiliki keterbatasan.

Pembangunan akan terus berlanjut dan tentu saja akan membutuhkan suplai listrik yang semakin meningkat. Setidaknya dalam 15 tahun mendatang, pembangunan sarana dan prasarana bagi masyarakat dan juga pemerintahan akan terus dilakukan mengingat masih banyak fasilitas dimaksud belum tersedia saat ini.

“Pembangunan ini juga dipastikan membutuhkan pasokan energi listrik dalam jumlah yang tidak sedikit. Di saat yang sama, upaya memenuhi kebutuhan listrik dalam skala rumah tangga yang paling minimumpun terus dilakukan baik oleh PLN maupun perorangan. Dalam hal ini, kebutuhan akan ketersediaan sumber-sumber energi terbarukan dan tak terbarukan guna memenuhi kebutuhan pembangunan yang sangat tinggi dan mendesak pula,” ujar Noniawati Telaumbanua, ST. M.Sc., dalam Seminar Nasional & Workshop Indonesia Menuju Kemandirian Energi Listrik Secara Berkelanjutan & Ramah Lingkungan di Graha William Soerjadjaja, Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta, Rabu (28/3/2012).

Seminar itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pembicara ahli, baik dari kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Keuangan, Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), PLN, dan pelaku bisnis energi baru terbarukan.

Kabupaten Nias yang diwakili oleh Noniawati dari Bappeda Kabupaten Nias, merupakan satu-satunya perwakilan dari daerah dalam seminar tersebut. Noniawati menyampaikan presentasi dengan topik “Tranformasi Potensi Air dan Cahaya, Titik Terang Menuju kemandirian Energi Listrik: Studi Kasus Kabupaten Nias.”

Noniawati menjelaskan, bahkan sampai saat ini pun, masih ada tiga kecamatan di Kabupaten Nias yang paling kritis kondisi kelistrikannya. Yaitu, Kecamatan Ma’u, Kecamatan Ulugawo dan Kecamatan Somölö-mölö.

Dia memaparkan, dari kondisi yang ada saat ini, pasokan listrik yang ada sangat tidak memadai. PLN yang ada saat di berada di Kota Gunungsitoli masih berstatus cabang dan melayani seluruh Kepulauan Nias. Didukung oleh ranting Gunungsitoli yang melayani Kabupaten Nias, Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias Utara serta ranting Teluk Dalam yang melayani Nias Barat dan Nias Selatan.

Kenyataannya, PLN tidak mampu memberikan layanan yang diharapkan. PLN sendiri masih mengandalkan PLTD sewaan untuk mendukung kinerjanya. Akibatnya, pemadaman listrik menjadi tak terhindarkan.

Dia mengatakan, tidak hanya pemadaman pada jam-jam tertentu, bahkan pernah, selama seminggu listrik tidak menyala sama sekali. Di sisi lain, masih ada wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan listrik sama sekali.

“Untuk menjangkau wilayah seperti ini dibutuhkan infrastruktur yang mendukung. Di lihat dari sisi konsumsi dan ekonomi, daerah-daerah terisolir harus didorong lai ntuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan memiliki nilai ekonomi,” jelas dia (EN)

Australia Akan Menerapkan Pajak Karbon

Monday, February 28th, 2011

Adelaide – (Nias Online) – Pemerintah Australia berencana menarik pajak karbon dari pihak-pihak bisnis yang memiliki andil besar dalam pencemaran lingkungan. Dalam konferensi pers pada hari Rabu 24 Februari Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan mulai tanggal 1 Juli 2012 pajak karbon akan diterapkan.

Rencana penerapan pajak karbon ini merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah Partai Buruh, Partai Hijau dan dua orang anggota parlemen independen. Dalam rencana ini, pada tahap pertama, harga karbon akan dipatok secara tetap dalam kurun waktu 3 – 5 tahun. Setelah itu, tergantung dari kondisi internasional, barulah sistem pembatasan dan perdagangan (cap-and-trade) diberlakukan.

Rencana penerapan pajak karbon ini mendapat tanggapan yang beragam dari berbagai kalangan. Kalangan yang peduli terhadap perubahan iklim menganggap kebijakan ini sebagai sebuah langkah awal yang positif, sementara pihak skeptis terhadap penyebab pemanasan global menganggap ini hanya akan membebani ekonomi dengan naiknya harga-harga barang dan jasa yang menggunakan energi konvensional dalam produksinya. Dewan mineral dan Asosiasi Kamar Dagang Australia memperingatkan pemerintah Australia bahwa penerapan pajak karbon akan memiliki implikasi luas terhadap ekonomi Australia.

Partai Liberal, yang merupakan partai oposisi Australia menolak rencana ini dan telah bertekad untuk menghalangi rencana ini menjadi undang-undang. Pihak oposisi mengatakan bahwa penerapan pajak karbon hanya akan menambah beban masyarakat kecil yang akan membayar biaya listrik dan jasa atau barang lain yang semakin mahal. Opoisis bahkan telah meramalkan bahwa setiap rumah tangga akan terpaksa mengeluarkan biaya tambahan listrik sebesar $300 per tahun.

Sementara itu, dalam percakapan dengan program Insiders di televisi ABC minggu 27 Februari, Menteri Urusan Perubahan Iklim dan Efisiensi Energi Greg Combet mengatakan bahwa hingga saat ini Pemerintah belum mematok harga karbon; oleh karenanya tidak relevan berspekulasi tentang efeknya terhadap perekonomian, khususnya terhadap keluarga tak mampu.

Dalam rencana ini, Pemerintah Australia akan menarik pajak karbon dari pihak-pihak pencemar seperti perusahaan pembangkitan listrik konvensional. Untuk mengurangi dampaknya terhadap keluarga tak mampu, sebagian dari pajak itu akan dimanfaatkan untuk mensubsidi biaya energi yang akan menjadi mahal. Dengan kebijakan ini, dampaknya terhadap keluarga tak mampu akan minimal.

Untuk menggolkan rencana ini, Pemerintah Partai Buruh masih harus berunding dengan para anggota parlemen dari Partai Hijau dan anggota independen untuk membicarakan rincian kebijakan. Pihak Partai Hijau bahkan berencana untuk memasukkan bahan bakar kendaraan bermotor (bensin) ke dalam kebijakan yang akan menjadi sangat tidak populer. Sementara anggota parlemen Independen Tony Windsor mengatakan ia tidak akan mendukung rencana yang akan menambah beban biaya trasportasi masyarakat di daerah-daerah yang jauh dari kota.

Pajak karbon merupakan isu politik yang sensitif karena ia langsung mempengaruhi sikap para pemilih. Karena takut akan penolakan para calon pemilihnya, Partai Buruh di bawah kepemimpinan mantan perdana mentri Kevin Rudd mengeluarkan pajak karbon dari agenda partai. Sebelum terpilih menjadi perdana menteri pada pemilu 2010, Julia Gillard berjanji tidak akan menerapkan pajak karbon. Akan tetapi hasil pemilu 2010 mempengaruhi kebijakan pemerintahan Partai Buruh yang terpaksa bergantung kepada dukungan Partai Hijau dan 3 orang Independen untuk terus berkuasa. (brk/*)

Subsidi Industri Energi Surya Jerman Dikurangi

Friday, January 21st, 2011

Industri energi surya di Jerman telah menyetujui usulan pemerintah Jerman untuk mengurangi subsidi industri energi surya hingga 15 persen tahun ini.

Di Jerman, permintaan pasar akan panel-panel tenaga surya telah meningkat pesat, suatu bukti keberhasilan industri tenaga surya di Jerman. Demikian dikatakan oleh Menteri Lingkungan Jerman Norbert Röttgen sebagaimana diberitakan oleh harian Jerman berbahasa Inggris The Local.

Röttgen dan presiden dari asosiasi industri tenaga surya BSW, Günther Cramer, mengumumkan secara bersama kesepakatan itu di Berlin. Pengurangan subsidi itu mulai berlaku bulan Juli tahun ini, 6 bulan lebih awal dari rencana semula.

Besarnya pengurangan subsidi berkisar 3 – 15 persen, tergantung dari berapa banyak panel surya terhubung ke grid mulai bulan Maret hingga Mei. Pengurangan sebesar 15 persen hanya berlaku jika penjualan panel surya mencapai 7.5 gigawatt.

Di Jerman hingga saat ini pemasok daya diwajibkan membeli listrik dari ‘kebun-kebun’ surya dan pemasok energi surya lain pada harga rata-rata 29 sen per kWh di atas harga pasar. Selisih harga ini diteruskan ke konsumen sehingga setiap orang membayar sedikit untuk mensubsidi energi surya yang masih relatif mahal.

Röttgen memuji industri energi surya yang menerima pemotongan subsidi ini yang merupakan isyarat kepercayaan akan semakin matangnya industri energi surya di Jerman.

Pemerintah Jerman mengkuatirkan subsidi surya telah memanaskan pasar secara berlebihan dan menekan harga sel-sel surya secara artifisial.

Panel fotovoltaik adalah perangkat pembangkitan listrik yang terdiri dari sel-sel surya. Keterangan gambar: panel surya di atap sebuah rumah (Sumber: Harian The Local – local.de – foto: wikipedia)

Denmark: 17% Energinya dari Sumber Terbarukan

Tuesday, December 15th, 2009

Pada tahun 2007 hampir 17% energi yang dikonsumsi di Denmark berasal dari sumber-sumber energi terbarukan. Salah satu umber yang paling diandalkan adalah energi angin. Sebesar 30% energi listrik Denmark berasal dari sumber terbarukan, 20% di antaranya dari angin. Denmark telah menginstalasi sekitar 5300 turbin angin, 250 di antaranya memasok lebih dari 20% tenaga angin di Denmark. Di masa mendatang turbin-trubin angin kapasitas besar akan dipasang lepas pantai, yang menghasilkan energi dari kejauhan. (more…)

Peluang dari Kerjasama di Bidang Energi Terbarukan

Thursday, August 13th, 2009

* Kerjasama di bidang energi terbarukan tidak hanya mendorong pemanfaatan energi alternatif di dunia, tapi juga mendorong perdamaian.

Ekonomi energi nuklir diatur Badan Energi Atom Internasional, sementara ekonomi energi konvensional diatur Badan Energi Konvensional Internasional IEA. Yang belum ada, sebuah badan internasional yang mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, air dan biomassa.Namun situasinya berubah sejak Senin 26 Januari di Bonn. Terutama atas bantuan Denmark dan Spanyol serta jerih payah dua utusan khusus departemen luar negeri Jerman Menteri Lingkungan Jerman Sigmar Gabriel dapat menarik neraca keberhasilan (more…)

Indonesia Produsen Utama Biodiesel

Wednesday, December 3rd, 2008

[JAKARTA] Indonesia akan menjadi negara penghasil utama biodiesel dunia. Produksi biodiesel di Indonesia yang saat ini mencapai 2 juta kiloliter (KL) per tahun akan segera meningkat menjadi 5 juta KL per tahun. “Jadi, untuk biodiesel memang kita akan leading. Kita akan terus tingkatkan produksi biodiesel, apalagi dengan menurunnya harga minyak sawit, kalangan pengusaha sawit mendorong agar pemanfaatan sawit di dalam negeri untuk produksi biodiesel diperbesar. Tentu ini peluang yang sangat bagus untuk masa depan energi nasional,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro saat memberi keynote speech dalam SP Forum “Quo Vadis Energi Nasional?” yang diselenggarakan Suara Pembaruan di Jakarta, Rabu (3/12). (more…)

Al Gore Mendesak Pengerahan Upaya Beralih ke Energi Bebas Karbon

Tuesday, July 22nd, 2008

Mantan Wapres AS Al Gore mendesak pengerahan upaya “manusia di bulan” untuk mengalihkan pembangkitan energi AS ke sumber-sumber energi bebas karbon (angin, matahari dan lain-lain) dalam kurun waktu 10 tahun. (more…)

Produksi Biofuel Sebuah ‘Kejahatan Terhadap Kemanusiaan’

Friday, April 25th, 2008

Produksi biofuel secara besar-besaran adalah ‘Kejahatan Terhadap Kemanusiaan’ karena dampaknya terhadap harga-harga pangan dunia, kata pelapor khusus PBB Jean Ziegler kepada radio Bayerischer Runfunk. (more…)

Generator Turbin Angin Terbesar di Dunia

Thursday, April 24th, 2008

*Sedang dalam pengujian – bisa menghasilkan 5 MW listrik

Generator turbin angin terbesqr di dunia sedang dalam pengujian di Laut Utara, sekitar 25 m lepas pantai Skotladia bagian timur dekat ladang minyak Beatrice. Ini untuk pertama kalinya turbin-turbin besar lepas pantai ini diuji di tempat, juga merupakan yang pertama generator turbin angin dipasang di laut yang cukup dalam – dengan kedalaman 44 m. Pemasangan berlangsung pada bulan Agustus 2006. (more…)

Mobil-Mobil Bertenaga Surya Siap Berlomba

Saturday, October 20th, 2007

Sekitar 40 buah mobil bertenaga surya telah berada di Darwin, Australia, untuk mengikuti perlombaan tahunan Solar Challenge yang dimulai Minggu besok, 21 Oktober 2007. (more…)

Freiburg Merintis Penggunaan Energi Surya

Saturday, July 21st, 2007

FREIBURG, Jerman – Rolf Disch memanen energi surya di kotanya, Freiburg, dimulai dari rumahnya sendiri. (more…)

Vatikan akan Menggunakan Energi Surya

Saturday, June 9th, 2007

ROMA – Sejumlah gedung kepausan akan mulai menggunakan energi matahari, hal yang merefleksikan kepedulian Paus Benediktus XVI pada pelestarian sumber-sumber daya bumi. Demikian disampaikan oleh insinyur Vatikan, Pier Carlo Cuscianna. Atap auditorium Paulus VI akan dipugar tahun depan, di mana panel-panel semennya akan diganti dengan sel-sel surya untuk mengubah cahaya mahatari menjadi listrik, kata Pier Carlo Cuscianna. (more…)