Riset para ilmuwan Amerika Serikat juga menunjukkan, pemanasan global berdampak lebih dari itu. Yakni, menyebabkan orang ‘mudah marah’. (more…)
Posts Tagged ‘Perubahan Iklim’
Pemanasan Global Bikin Orang Gampang Marah
Monday, August 5th, 2013Disetujui, Rancangan Sejumlah Keputusan pada Konferensi Perubahan Iklim PBB di Cancún
Wednesday, December 8th, 2010CANCÚN, Nias Online – Pada Konferensi Perubahan Iklim PBB yang sedang berlangsung di Cancún, dua badan yang bernaung di bawah the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang menasehati dan mengimplementasikan keputusan Piha-Pihak atas tindakan-tindakan yang berkaitan dengan perubahan iklim telah menyelesaikan tugas mereka dengan baik pada hari Sabtu (4/12). Tugas kedua badan ini meliputi pembuatan rancangan keputusan-keputusan yang akan dibawa untuk diadopsi pada siding pleno Konferensi pada tanggal 10 Desember 2010.
Kedua badan itu adalah Badan Subsider untuk Nasehat Ilmiah dan Teknologi – the Subsidiary Body for Scientific and Technological Advice (SBSTA) dan Badan Subsider untuk Implementasi – the Subsidiary Body for Implementation (SBI).
Rancangan keputusan yang dihasilkan termasuk yang menyangkut lanjutan dan penguatan dukungan bagi usaha negara-negara berkembang untuk adaptasi, mitigasi, termasuk projek-projek pangalihan teknologi.
Kemajuan-kemajuan ini merupakan bagian penting dari landasan utama tindakan yang kuat atas perubahan iklim. Ini juga menunjukkan bahwa negara-negara peserta datang ke Cancún dengan niat baik dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa proses multilateral dapat memberikan hasil sejauh semangat kompromi, kerjasama dan transparansi dipertahankan. Demikian dikatakan Patricia Espinosa, Presiden Konferensi Cancún dan Sekretaris Kementrian Luar Negeri Mexico.
Kemajuan-kemauan ini harus dilihat sebagai tanda positif bagi Konferensi secara keseluruhan, katanya menambahkan. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga semangat ini dan menuntaskan berbagai masalah yang masih tersisa demi keberhasilan Konferensi ini untuk mencapai persetujuan berimbang yang akan menggiring dunia ke dalam era kerjasama baru dan tindakan-tindakan ambisius untuk mengatasi perubahan iklim.
Keputusan-keputusan yang dicapai termasuk suatu butir yang hampir disetujui bahwa penangkapan dan penyimpanan karbon bisa menjadi suatu aktivitas projek di bawah Mekanisme Pembangunan Bersih Protokol Kyoto, sejauh memenuhi persyaratan peniliaian resiko dan keamanan yang ketat. Hal ini penting karena ia memberikan para menteri yang hadir – yang akan memberikan bimbingan politis pada perundingan-perundingan minggu ini – hanya dua opsi yang jelas terhadap isu ini.
Keputusan ini penting karena ia memberikan Pihak-Pihak kunci untuk menuntaskan masalah-masalah yang masih tersisa di bawah dua jalur perundingan pada Tindakan Kerjasama Jangka Panjang (Long-Term Cooperative Action) dan pada Protokol Kyoto, kata Sekretaris Eksekutif UNFCCC, Christiana Figueres.
Capaian yang lain adalah keputusan untuk memperluas mandat Kelompok Ahli Negara-Negara Terbelakang – Least Developed Countries (LDC) Expert Group – dan memperpanjang mandatnya untuk 5 tahun masa tugas, kurun waktu terpanjang yang diberikan kepada Kelompok itu sejak pembentukannya pada tahun 2001. Kelompok Ahli ini memberikan bimbingan teknis dan nasehat kepada Negara-Negara Terbelakang dalam hal persiapan dan implementasi program-program aksi adaptasi nasional (national adaptation programmes of action – NAPAs). Sejak dukungannya dimulai, 45 negara terbelakang telah menyelesaikan dan menyerahkan program aksi adaptasi nasional mereka, 38 negara telah memulai implemetasi adaptasi, dan process ini telah mendorong kemampuan dan kesedaran di negara-negara itu dari level politik ke level masyarakat.
Negara-negara yang hadir juga sepakat memperkuat pendidikan, pelatihan dan kesadaran publik terhadap perubahan iklim melalui peningkatan pendanaan berbagai aktivitas dan memperkuat pelibatan masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan nasional dan proses perubahan iklim PBB.
Tindakan yang lebih cepat dan efektif terhadap perubahan iklim menuntut pemerintah berbagai negara mendengar dan menerima ide-ide baru dan partisipasi aktif seluruh sisi masyarakat sipil, terutama generasi muda yang masa depannya menjadi taruhan. Ini menuntut komitmen perundingan-perundingan yang tetap terbuka, transparan dan aktif, kata Christiana Figueres.
Konferensi Perubahan Iklim PBB di Cancún, Meksiko, berlangsung dari tanggal 29 November hingga 10 Desember 2010. Konferensi ini juga disekenal sebagai Sesi ke 16 Konferensi Pihak-Pihak (16th session of the Conference of the Parties – COP 16) pada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).
(Sumber: http://unfccc.int)
Target Iklim Kelompok Delapan Slogan Kosong
Wednesday, July 9th, 2008Toyako, Jepang – Pertemuan bersama antara negara-negara maju dan sedang berkembang para hari Rabu sepakat bahwa perubahan iklim merupakan “salah satu dari tantangan-tantangan global yang besar di zaman ini†dan berjanji untuk mendukung usaha PBB untuk menyelesaikan kesepakatan baru iklim pada tahun 2009. Negara-negara maju mengatakan mereka mendukung tujuan jangka panjang dan menengah untuk mengurangi gas-gas rumah kaca, tetapi tidak memberikan target apapun. (more…)
Pertemuan Iklim PBB Membahas Rencana Draf Kesepakatan Baru
Friday, April 4th, 2008Paja ilmuwan dan pejabat lingkungan dari lebih 160 negara sedang membicarakan rencana pembuatan draf pengganti Protokol Kyoto pada hari terakhir pertemuan iklim PBB di Bangkok minggu ini. (more…)
Bank Dunia: Negara-negara Miskin Korban Utama Perubahan Iklim
Thursday, February 28th, 2008* Tindakan nyata harus diambil segera
Washington – Negara-negara paling miskin akan menjadi korban utama dari perubahan iklim dan harus mulai segera beradaptasi untuk menghindari berbagai konsekuensi terburuk. Demikian peringatan Bank Dunia dalam laporan tahunannya tentang lingkungan yang dikeluarkan hari Rabu. Namun Bank Dunia juga mengatakan mengatasi masalah pemanasan global bisa menyediakan kesempatan bagi kemajuan ekonomi jangka panjang di negara-negara berkembang dengan meningkatkan efisiensi, perlindungan pantai dan peningkatan produksi pertanian. (more…)
Perdagangan Karbon Bisa Membantu Indonesia Melindungi Hutan
Friday, February 8th, 2008
Feb. 7 (Bloomberg) — Perdagangan karbon kemungkinan akan diterapkan pertama kalinya untuk menolong desa-desa di Indonesia untuk melestarikan hutan sebagai bagian dari usaha global untuk menghentikan deforestasi yang mempercepat perubahan iklim. (more…)


