Posts Tagged ‘Australia’

Kevin Rudd Kembali Menjadi Perdana Menteri Australia

Wednesday, June 26th, 2013

KRuddJGillardNIASONLINE, Canberra – Australia memiliki Perdana Baru, Kevin Rudd, setelah Partai Buruh yang memerintah memilihnya kembali dalam sebuah pemungutan suara malam ini (26/6). Ia menggantikan Julia Gillard yang menggulingkannya dalam suatu pemungutan suara tiga tahun lalu.Dalam pemungutan suara malam ini, Rudd mendapat 57 suara sementara Gillard mendapat 45 suara.

Beberapa bulan terakhir popularitas pemerintah Partai Buruh di bawah Perdana Menteri Julia Gillard menurun tajam. Beberapa jajak pendapat minggu-minggu terakhir memprediksi Partai Buruh akan kalah telak dalam pemilu mendatang. Dengan pergantian kepemimpinan ini, pemilu yag ditetapkan oleh Gillard berlangsung 14 September 2013 bisa saja berubah tergantung pada Perdana Menteri terpilih.

Kevin Rudd naik ke panggung kepemimpinan Partai Buruh dan menjadi Perdana Menteri Australia pada tanggal 3 Desember 2007 setelah Partai Buruh menang pada pemilu yang berlangsung 24 November 2010. Ia mengalahkan John Howard dari partai Liberal yang menjadi Perdana Menteri Australia selama 11 tahun lebih.

Setelah popoularitasnya menurun, Partai Buruh melengserkan Kevin Rudd melalui suatu pemungutan suara dan memilih Julia Gillard sebagai penggantinya. Pemilu yang berlangsung tahun 2010 menghasilkan parlemen yang mengambang, namun Partai Buruh berhasil membentuk pemerintahan minoritas lewat dukungan Partai Hijau dan tiga orang anggota parlemen independen. (brk/*)

 

 

 

 

Spesies laki-laki akan musnah ?

Wednesday, April 3rd, 2013

PlatoBagimana masa depan manusia tanpa pria? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika dikaitkan dengan pernyataan seorang ilmuwan Australia yang memprediksi bahwa spesies laki-laki akan musnah. Untungnya bukan besok atau seratus tahun lagi, melainkan dalam kurun waktu 5 juta tahun ke depan.

Profesor Jenny Graves – seorang pakar genetika evolusi – mengatakan musnahnya spesies laki-laki bisa terjadi dalam kurun waktu 5 juta tahun ke depan. Ia bahkan memperkirakan telah mulai terjadi pada kelompok-kelompok tertutup.

Ramalan Profesor Graves didasarkan atas kerapuhan inheren dari kromosom seks laki-laki, yang juga dikenal dengan kromosom seks Y. Menurut Graves, jumlah gen dalam kromoson laki-laki berkurang dengan cepat.

Pada awalnya – sekitar 200 hingga 300 juta tahun lalu – kromosom Y memiliki 1700 gen – kini jumlah itu tinggal 45 dan kebanyakan tak berkualitas (‘junk’). Bandingkan dengan khromoson X yang masih memiliki sekitar 1000 gen.
Perempuan mempunyai dua khromoson X yang bisa dipertukarkan bila membutuhkan perbaikan. Laki-laki memiliki hanya satu kromosom dan satu kromosom Y yang lemah (tak efektif). Graves menjelaskan, oleh karena khormosom Y laki-laki lebih sulit memperbaiki kesalahan-kesalahnnya, ia mulai layu.

“Laki-laki memiliki khormosom X tunggal sementara pada perempuan kromosom X memiliki teman, jadi pertukaran dimungkinkan jika perbaikan diperlukan. Sebaliknya jika kromosom Y mengalami kerusakan, maka perbaikan tidak mungkin.”, kata Graves kepada Australian Associated Press.

“Anda mungkin berpikir seks begitu penting sehingga tidak akan berubah banyak. Akan tetapi ia berubah dan khoromosom Y agaknya mengalami kerusakan diri,” katanya, seperti dikutip AAP.

Kromosom Y sangat aktif dalam testis yang menghasilkan sperma. Graves mengatakan ini adalah “tempat paling berbahaya” karena terjadinya pemecahan sel-sel di sana, dan di mana pemecahan terjadi, selalu ada kemungkinan mutasi atau hilangnya gen.

Dalam sebuah kuliah umum, Profesor Graves – Thinker in Residence di Institute for Applied Ecology, Canberra University – mengatakan pelayuan kromosom Y merupakan “berita buruk bagi semua pria di sini”.

“Ini contoh yang baik bagi yang saya sebut rancangan dungu (dumb design),”. “Suatu kecelakaan revolusi,” Graves menambahkan.

Graves kembali menambahkan, bahwa jika manusia tidak musnah, gen-gen penentu seks akan berevolusi dan bisa menghasilkan spesies hominid yang baru.

Teori Graves ini disanggah oleh para pakar lain.

Tahun lalu, sebuah hasil riset para peneliti Amerika berjudul Strict evolutionary conservation followed rapid gene loss on human and rhesus Y chromosomes diterbitkan di jurnal Nature. Para peneliti yang berasal dari tiga institusi ini (Massachusetts Institute of Technology (MIT), Washington University, dan Baylor College of Medicine) mengklaim menemukan bukti yang mematahkan apa yang disebut “teori peluruhan Y” yang mengasumsikan kromosom Y akan terus mengalami peluruhan secara genetis sampai ia tidak memiliki gen lagi. Mereka membandingkan kromosom Y dari resus macaque (jenis kera tertua di dunia) yang memiliki kesamaan leluhur dengan simpanse dan manusia modern, dengan sekuens-sekuens kromosom manusia. Mereka menemukan bahwa selama 25 juta tahun terakhir, kehilangan gen pada manusia hanya terbatas pada stratum termuda (stratum 5) yang terdiri dari 3 persen kromosom Y. Pada strata-strata yang lebih tua, kehilangan gen berhenti lebih dari 25 juta tahun lalu. Sejak itu, kehilanagn gen tak terjadi lagi. (brk*/aap/nature) – Gambar: Plato (Wikipedia)

Hidup Tegar & Arif Sebagai Warga Daerah Rawan Bencana

Wednesday, March 28th, 2012

Kepulauan Nias bersama daerah lainnya dalam jalur bencana yang sama (Foto: http://gempapadang.wordpress.com)

Oleh Etis Nehe

Beberapa saat lagi, ‘ulangtahun’ gempa dahsyat yang mendera Kepulauan Nias dan rakyatnya akan diperingati. Gempa yang terjadi sekitar pukul 23.30 Wib tersebut datang dalam kekuatan dahsyat, 8,7 skala Richter (SR). Hanya berselang empat bulan setelah ikut menderita karena gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 berkekuatan 9,3 SR. (more…)

Australia Akan Menerapkan Pajak Karbon

Monday, February 28th, 2011

Adelaide – (Nias Online) – Pemerintah Australia berencana menarik pajak karbon dari pihak-pihak bisnis yang memiliki andil besar dalam pencemaran lingkungan. Dalam konferensi pers pada hari Rabu 24 Februari Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan mulai tanggal 1 Juli 2012 pajak karbon akan diterapkan.

Rencana penerapan pajak karbon ini merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah Partai Buruh, Partai Hijau dan dua orang anggota parlemen independen. Dalam rencana ini, pada tahap pertama, harga karbon akan dipatok secara tetap dalam kurun waktu 3 – 5 tahun. Setelah itu, tergantung dari kondisi internasional, barulah sistem pembatasan dan perdagangan (cap-and-trade) diberlakukan.

Rencana penerapan pajak karbon ini mendapat tanggapan yang beragam dari berbagai kalangan. Kalangan yang peduli terhadap perubahan iklim menganggap kebijakan ini sebagai sebuah langkah awal yang positif, sementara pihak skeptis terhadap penyebab pemanasan global menganggap ini hanya akan membebani ekonomi dengan naiknya harga-harga barang dan jasa yang menggunakan energi konvensional dalam produksinya. Dewan mineral dan Asosiasi Kamar Dagang Australia memperingatkan pemerintah Australia bahwa penerapan pajak karbon akan memiliki implikasi luas terhadap ekonomi Australia.

Partai Liberal, yang merupakan partai oposisi Australia menolak rencana ini dan telah bertekad untuk menghalangi rencana ini menjadi undang-undang. Pihak oposisi mengatakan bahwa penerapan pajak karbon hanya akan menambah beban masyarakat kecil yang akan membayar biaya listrik dan jasa atau barang lain yang semakin mahal. Opoisis bahkan telah meramalkan bahwa setiap rumah tangga akan terpaksa mengeluarkan biaya tambahan listrik sebesar $300 per tahun.

Sementara itu, dalam percakapan dengan program Insiders di televisi ABC minggu 27 Februari, Menteri Urusan Perubahan Iklim dan Efisiensi Energi Greg Combet mengatakan bahwa hingga saat ini Pemerintah belum mematok harga karbon; oleh karenanya tidak relevan berspekulasi tentang efeknya terhadap perekonomian, khususnya terhadap keluarga tak mampu.

Dalam rencana ini, Pemerintah Australia akan menarik pajak karbon dari pihak-pihak pencemar seperti perusahaan pembangkitan listrik konvensional. Untuk mengurangi dampaknya terhadap keluarga tak mampu, sebagian dari pajak itu akan dimanfaatkan untuk mensubsidi biaya energi yang akan menjadi mahal. Dengan kebijakan ini, dampaknya terhadap keluarga tak mampu akan minimal.

Untuk menggolkan rencana ini, Pemerintah Partai Buruh masih harus berunding dengan para anggota parlemen dari Partai Hijau dan anggota independen untuk membicarakan rincian kebijakan. Pihak Partai Hijau bahkan berencana untuk memasukkan bahan bakar kendaraan bermotor (bensin) ke dalam kebijakan yang akan menjadi sangat tidak populer. Sementara anggota parlemen Independen Tony Windsor mengatakan ia tidak akan mendukung rencana yang akan menambah beban biaya trasportasi masyarakat di daerah-daerah yang jauh dari kota.

Pajak karbon merupakan isu politik yang sensitif karena ia langsung mempengaruhi sikap para pemilih. Karena takut akan penolakan para calon pemilihnya, Partai Buruh di bawah kepemimpinan mantan perdana mentri Kevin Rudd mengeluarkan pajak karbon dari agenda partai. Sebelum terpilih menjadi perdana menteri pada pemilu 2010, Julia Gillard berjanji tidak akan menerapkan pajak karbon. Akan tetapi hasil pemilu 2010 mempengaruhi kebijakan pemerintahan Partai Buruh yang terpaksa bergantung kepada dukungan Partai Hijau dan 3 orang Independen untuk terus berkuasa. (brk/*)

Parasit Malaria “Tertangkap Basah” Menyerang Sel-Sel Darah

Tuesday, February 8th, 2011

Para ilmuwan di Australia berhasil menyaksikan lewat mikroskop bagaimana parasit-parasit malaria sedang beraksi menyerang sel-sel darah merah. Hal ini dimungkinkan melalui penggunaan teknologi mikroskopi elektron beresolusi tinggi. Citra rinci bagaimana parasit melaria menembus dinding-dinding sel darah merah membuka pemahaman baru tentang kejadian pada tingkat molekuler dan seluler dan membuka kemungkinan dikembangkannya teknik penyembuhan baru terhadap penyakit malaria.

Demikian dilaporkan dalam sebuah media release Walter+Eliza Hall Institute of Medical Research yang dikeluarkan pada tanggal 20 Januari 2011.

Para peneliti yang terlibat dalam penelitian ini antara lain Dr Jake Baum, Mr David Riglar dan Dr Dave Richard dan para peneliti dari Divisi Imunitas dan Infeksi serta para peneliti dari i3 Institute pada Universitas Teknologi Sydney (UTS).

Menurut Dr. Jake Baum, terobosam baru bagi kelompok riset ini adalah kemampuan untuk mengambil citra-citra beresolusi tinggi dari parasit pada masing-masing dan setiap tahap invasi (sel-sel darah merah, Red) dan kemampuan untuk mengulangi hal itu secara andal dan berulang-ulang. Temuan mereka ini dipublikasikan pada jurnal Cell Host & Microbe edisi 20 Januari 2011.

“Inilah kali pertama kami mampu memvisualisasikan proses ini dalam tingkat molekul dengan segala keindahannya, dengan menggabungkan capaian Institut di bidang pengisolasian parasit-parasit dan teknologi pencitraan yang inovatif,” kata Dr Braum.

“Mikoroskopi resolusi tinggi telah membuka pemahaman baru tentang bagaimana sesungguhnya parasit-parasit malaria menginvasi sel-sel darah merah manusia. Walau kami pernah mengamati parasit miniatur membuka jalannya ke dalam sel darah sebelumnya, keindahan dari tekonologi pencitraan baru ini adalah ia memberikan loncatan kuantum dalam rincian yang dapat kami amati, mengungkap kajadian-kejadian pada level molekuler dan seluler yang diperlukan pada setiap tahap invasi.”

Teknologi yang diterapkan itu disebut mikroskopi resolusi super OMX 3D SIM, suatu piranti tiga dimensi yang menangkap proses-proses seluler pada skala nanometer. Tim ini bekerja secara dekat dengan Associate Professor Cynthia Whitchurch dan Dr Lynne Turnbull dari i3 Institute pada University of Technology Sydney (UTS) untuk menangkap citra-citra itu.

“Ini barulah awal dari era penemuan-penemuan baru yang mengesankan yang dimungkinkan oleh teknologi ini yang akan membuka jalan bagi pemahaman tentang bagaimana mikroba seperti malaria, bakteri dan virus menyebabkan penyakit menular, kata Associate Professor Whitchurch.

Dr Braum mengatakan metodologi ini akan menjadi bagian integral dari pengembangan obat-obat dan vaksi-vaksin baru malaria. “Jika, misalnya, Anda ingin menguji suatu obat atau vaksin, atau menyelidiki bagaimana suatu antibodi manusia bekerja untuk melindungi Anda dari malaria, teknologi pencitraan ini memberikan anda jendela untuk melihat pengaruh aktual dari masing-masing reagent atau antibodi pada setiap tahap invasi secara persis,” katanya.

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah tertular. Setiap tahun sekitar 400 juta orang tertular malaria dan sebanyak sejuta, kebanyakan anak-anak, meninggal dari penyakit ini.

Penelitian ini didukung oleh the National Health and Medical Research Council, The University of Melbourne, Canadian Institutes of Health, the University of Technology, Sydney, dan the Australian Research Council. (Sumber: www.wehi.edu.au)

Keterangan gambar:

Gambar menunjukkan tingkah-laku parasit malaria pada setiap tahap invasi sel darah merah (pelekatan, invasi, penutupan) – Ketiga unsur parasit dilabel dengan protein fluoresent (biru = inti parasit, merah = secretory organelle, dan hijau = lingkar ketat, tight junction). Sel darah merah ditunjukkan berwarna abu-abu dalam gambar.

Gambar 1: Pelekatan – Parasit mau menginvasi sel darah merah. Lingkar ketat ibarat sebuah jendela yang dibawa parasit untuk mendapat akses ke sel darah. Gamabr 2: Invasi – Pada tahap ini parasit membuka jendela (lingkar ketat warna hijau) dan masuk melaluinya. Secretory organelle (warna merah) mengeluarkan isinya melalui lingkar ketat dan menciptakan vakuola dalam mana parasit hidup dalam sel darah merah. Inti parasit (warna biru) bergerak menuju sel darah merah melalui jendela warnahijau. Gambar 3: Penutupan – Proses invasi selesai dan parasit telah berada dalam vakuola yang ada dalam sel darah. Jendela (lingkar ketat warna hijau) telah ditutup kembali dan akan pecah pada tahap berikutnya.

Kredit gambar: The Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research – www.wehi.edu.au. Kredit penjelasan gambar: www.physorg.com.

Santa Pertama Australia Mengekspos Pelecehan Seksual Terhadap Anak-anak

Sunday, September 26th, 2010

Suster Mary McKillop, yang akan menjadi orang suci (Santa) pertama dari benua Australia, diekskomunikasi oleh Uskup Adelaide karena mengekspos seorang imam Katolik yang melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak (pedofilia). Hal ini diungkapkan oleh sebuah tayangan televisi dokumenter yang akan ditayangkan tanggal 10 Oktober 2010.

Suster Mary McKillop adalah pendidik dan pendiri Kongregasi Suster-Suster St. Yosef dari Hati Suci, sebuah kongregasi para Suster yang mengabdikan diri terutama di daerah-daerah terpencil.

Menurut laporan itu, Mary McKillop melaporkan kepada atasannya seorang imam yang ketahuan melakukan pelecehan seksual. Imam ini akhirnya dikirim kembali ke negeri asalnya, Irlandia. Laporan Mary McKillop ini dan sangsi kepada imam tersebut membuat marah para imam dan ingin balas dendam terhadap Mary McKillop dan kongregasinya.

Usaha balas dendam para imam ini berhasil, dengan meyakinkan Uskup Laurence Shiel, Uskup Adelaide pada saat itu, untuk mengekskomunikasi Mary McKillop. Ekskomunikasi dikeluarkan pada tahun 1871. Menjelang kematiannya, Uskup Laurence Shiel menyadari kekeliruannya dan mencabut hukuman ekskomunkasi itu. Sejak itu, Mary McKillop kelahiran Melbourne itu meneruskan usaha-usahanya di bidang pendidikan ke berbagai pelosok Australia dan mengembangkan kongregasi para suster yang didirikannya.

Mary McKillop meninggal pada tahun 1909. Pada bulan Oktober ini Paus Benediktus akan menjadikannya orang suci (santa) pertama dari Australia. (ABC/brk)

Penemu Kotak Hitam Itu Telah Tiada

Thursday, July 22nd, 2010

Istilah kotak hitam, black box atau flight data recorder sudah menjadi kosa kata harian banyak orang, terutama yang bergelut dengan dunia penerbangan. Namun banyak dari kita yang tidak mengenal penemunya.

Ialah adalah David Waren, seorang ilmuwan dan penemu dari Australia yang tiga hari lalu (19/7/2010) meninggal dunia.

Dr Warren adalah kelahiran Groote Eylandt, sebuah pulau lepas pantai Northern Territory – Australia.

Idenya merekam suara para pilot dan bacan-bacaan instrumen pesawat muncul ketika ia sedang bekerja sebagai ilmuwan di Melbourne’s Aeronautical Research Laboratory dan menolong menyelidiki kecelakaan misterius pesawat Comet pada tahun 1953.

Ketika itu idenya ditanggapi dingin di Australia. Namun Dr. Warren tetap antuasias dan bersama teman-temannya bekerja memproduksi ARL Flight Memory Unit, sebuah kotak hitam prototip yang merekam suara pilot dan bacaan-bacaan instrument pesawat selama 4 jam pada kabel baja, pada tahun 1956.

Mesin perekam itu menjalani tes dengan berhasil, tetapi Departemen Penerbangan Sipil Australia, para pilot dan RAAF (Angkatan Bersenjata Australia) mengabaikannya.

Harian The Australian mengisahkan, RAAF malah sampai menyampaikan keraguannya dengan menyatakan bahwa “alat semacam itu tidak diperlukan … ia akan mengundang hujatan daripada menghasilkan penjelasan-penjelasan”.

Inggris-lah yang akhirnya menyediakan berbagai sumber daya yang dibutuhkan Dr. Warren untuk mengembangkan temuannya di negeri Ratu Elizabteh itu setelah seorang pejabat penerbangan Inggris melihatnya pada tahun 1958. Dr. Warren dan rekan-rekan ilmuwan mengembangkan model-model baru, menyimpannya dalam kotak tahan api dan tahan benturan dan menjualnya di seluruh dunia.

Dari biografi David Warren yang ditayangkan di situs Depertamen Pertahanan Australia (www.dsto.defence.gov.au), ayah David Warren merupakan korban kecelakaan udara “Miss Hobart” pada selat Bass pada tahun 1934. Sebelum musibah itu, ayahnya memberinya hadiah berupa sebuah radio kristal sederhana (crystal set) yang menumbuhkan minatnya pada elektronika.

Kini kotak itu dipasang di pesawat-pesawat penumpang komersial dan menyelematkan banyak jiwa setelah para peneliti belajar dari berbagai hasil-hasil rekamannya dan menggunakannya untuk memperbaiki teknnologi keselamatan penerbangan.

Ironisnya, Australia merupakan negara pertama di dunia yang mewajibkan pemakaian kotak hitam pada tahun 1960, setelah jatuhnya pesawat Fokker Friendship di Queensland.

Kotak tahan benturan tahan api yang menyimpan alat temuan Dr. Warren ini sebenarnya tidak berwarna hitam sebagaimana namanya. Seperti terlihat dalam gambar, warnanya cukup cerah untuk memudahkan pencarian kotak itu di daerah reruntuhan pesawat. Konon, istilah ‘kotak hitam’ diyakini diperkenalkan pada sebuah pertemuan di Inggris untuk membawa pesan ‘misterius’ dari temuan yang luar biasa ini.

Kini, maskapai-maskapai penerbangan diwajibkan memasang kotak hitam pada semua pesawatnya; informasi yang dikumpulkan dari alat ini telah menjadi bahan utama dalam penentuan sebab musabab berbagai kecelakaan pesawat terbang.

Dr. Warren dan timnya menerima Lawrence Hargrave’s Award untuk temuan mereka pada 2001. Maskapai Penerbangan Australia Qantas memberikan nama David Warren pada salah satu pesawat A380-nya. Warren juga menerima penghargaan Officer in the General Division of the Order of Australia dari Pemerintah Australia pada tahun 2002.

(Sumber: The Australian, Wikipedia, www.dsto.defence.gov.au. Gambar: Dr. David Warren dengan prototip kotak hitam temuannya – sumber: wikipedia – http://en.wikipedia.org/wiki/David_Warren_(inventor))

Australia Bebaskan Biaya untuk Keluarga Penerima Beasiswa

Sunday, June 27th, 2010

JAKARTA- Pemerintah Australia membebaskan biaya sekolah bagi keluarga penerima beasiswa. Kebijakan Departemen Pendidikan Australia ini sebagai bentuk kerjasama dengan Kemendiknas yang diberlakukan sejak tahun 2010 ini. Sehingga, tak hanya penerima beasiswa yang dibebaskan pungutan sekolah, tetapi anggota keluarga yang lain juga diberikan kemudahan yang sama.

“Mulai tahun 2010 ini, Departemen Pendidikan Australia telah membebaskan biaya sekolah bagi keluarga penerima beasiswa. Kami sangat senang adanya kebijakan yang diberikan Australia,” jelas Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Djoko Santoso kepada wartawan di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Kamis (24/6).

Djoko menjelaskan, kebijakan pembebasan biaya ini diterapkan di lima negara bagian Australia. Antara lain, Victoria, Queensland, West Australia dan New South Wales. “Harapan kami Australia Capital Teritory juga turut menerapkan hal ini,” imbuhnya.

Djoko menyebutkan, Pemerintah Australia setiap tahun telah memberikan lebih dari 400 beasiswa kepada mahasiswa Indonesia. Sedangkan Pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2010 telah memberikan beasiswa Darmasiswa kepada 750 mahasiswa dari seluruh dunia.

Beasiswa yang diberikan Pemerintah Australia, lanjut dia, dibagi ke dalam tiga kelompok. Yakni, Australia Leader Award, Endeavour Award dan Australian Development Scholarship. Selain itu, Pemerintah Indonesia dengan dengan dukungan Education Foundation sedang berupaya mengembangkan pendidikan kejuruan melalui sister school. Program ini untuk mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI) dengan sebuah sekolah menengah di Australia.(www.jpnn.com – 24 Juni 2010)

Paus akan menyampaikan permohonan maaf

Saturday, May 8th, 2010

Paus Benediktus XVI berencana menyampaikan permohonan maaf umum pertama bagi anak-anak korban pelecehan oleh para imam Katolik ketika Paus bertemu dengan ribuan biarawan dari seluruh dunia pada bulan Juni pada peringatan puncak Tahun Internasional untuk Para Imam. Demikian dilaporkan harian The Independent mengutip sumber-sumber Vatikan.

Di waktu lampau permohonan maaf paus atau gereja bersifat individual yaitu untuk kasus-kasus pedofilia tertentu atau kasus-kasus pelecehan di negara-negara tertentu. Misalnya ketika Paus Mengunjungi Malta, Jerman dan Australia. Yang sekarang sedang dipersiapkan adalah pengakuan kepada publik bahwa pedofilia merupakan aib atau noda utama dalam sejarah gereja modern yang melibatkan banyak negara. Demikian sumber-sumber Vatikan di Kantor Kongregasi Vatikan untuk Para Imam. Langkah ini dapat disejajarkan dengan langkah bersejarah yang diambil Paus Johanes Paulus II ketika meminta maaf kepada orang Yahudi karena sikap anti-semitisme gereja yang bersejarah dan kejahatan selama Perang Salib, kata sumber-sumber itu.

Para pejabat Vatikan berharap pengakuan umum oleh Paus dan para imam di alun-alun Vatikan pada tanggal 9 – 11 Juni akan berdampak besar untuk meredam skandal besar ini. Pertemuan para imam ini merupakan klimaks dari berbagai acara dalam rangka memperingati tahun khusus para imam yang dirancang untuk meningkatkan panggilan imamat.

Paus telah mengisyaratkan berulang kali bahwa ia sedang mempertimbangkan berbagai cara untuk mengarahkan Gereja ke arah membuka halaman baru dan menemukan strategi keluar dari turbulensi ini.

“Puing-puing kehidupan dapat memunculkan projek (rencana) Allah untuk kita dan bisa menjadi sangat bermanfaat bagi awal-awal baru dalam kehidupan kita,” kata Paus kepada para wartawan di dalam pesawat yang membawanya ke Malta tiga minggu lalu. Ia menyampaikan ini secara khusus ketika dalam kunjungannya ke Malta memperingati 1950 tahun reruntuhan kapal St Paulus di pulau kecil itu dalam perjalanannya ke Roma sebagai tawanan yang akan menghadap pengadilan, pada tahun 60 Masehi.

Seorang pengamat veteran Vatikan mengatakan bahwa dengan menggunakan citra reruntuhan untuk mengibaratkan skandal ini “menyiratkan hal ini akan ditasfsirkan sebagai bukan saja menyebabkan keruntuhan gereja di berbagai negara di seluruh dunia sekarang ini, dari Irlandia ke Amerika Serikat dan Australia, dari Austria, Negeri Belanda dan Italia ke Jerman, Malta dan negera-negara lain, tetapi juga merupakan bagian dari rencana Allah untuk memurnikan, mereformasi dan merevitalisasi Gereja”.

Dalam pidato-pidatonya selama di Malta, Benediktus menekankan bagaimana buah-buah kebaikan bisa muncul dari reruntuhan, seperti terjadi ketika St. Paulus tinggal di Malta yang menjadikan bangsa Malta sebagai salah satu masyarakat Kristen pertama dan mempertahankan kepercayaan ini selama hampir 2000 tahun.

Sumber-sumber Vatikan mengatakan Paus menganggap jambore para imam bulan Juni ini sebagai kesempatan yang tepat baginya untuk membawa Gereja secara keseluruhan ke dalam “Hari Permohonan Pengampunan” kepada para korban dan keluarga mereka atas kesalahan yang dilakukan oleh segelintir imam yang melakukan pelecehan dan kekerasan terhadap anak-anak di banyak negara, dan atas kesalahan para Uskup yang menutupi pelecehan dan kekerasan itu atau melindungi para imam pemangsa itu.

Pertemuan itu akan merupakan sebuah kesempatan untuk berpuasa dan permohonan pengampunan. Dalam penerbangannya ke Malta itu Benediktus merujuk untuk kedua kalinya skandal pelecehan dan kekerasan itu dan efeknya yang mengerikan terhadap otoritas moral gereja dan para gembalanya, dengan menggambarkan Gereja sebagai tubuh Yesus Kristus “yang dilukai oleh dosa-dosa kita”.

Pengamat terpecaya Vatikan itu menambahkan: “Jelas bahwa Benediktus sedang bermenung dan mencoba memahami skandal ini dari kacamata iman. Ia kelihatannya sedang mengembangkan kerangka teologis dan spiritual untuk memahami dan berurusan dengan kenyataan yang sangat memalukan dalam kehidupan Gereja di abad 21 ini dengan merencanakan seksama strategi mengatasinya.” (The Independent, 21/04/2010)

Menggunakan Talenta Pemberian Tuhan untuk Mengelola Ekonomi

Wednesday, March 31st, 2010

Gubernur Bank Sentral Australia Glenn Stevens memberikan kejutan dengan berbicara tentang kepercayaannya kepada Tuhan dan bagaimana ia menggunakan talentanya untuk mengarahkan ekonomi Australia. (more…)

Hasil Pemeringkatan Universitas Dunia 2009 Versi THES-QS

Thursday, March 18th, 2010

Hasil pemeringkatan universitas di seluruh dunia untuk 2009 menurut The Times Higher Education Supplement (THES) and Quacquarelli Symonds (QS) memperlihatkan pergeseran kecil pada peringkat-peringat atas (1-100 besar). (more…)

Presiden Yudhoyono tiba di Australia

Tuesday, March 9th, 2010

Canberra (NO) – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Canberra, hari Selasa (9/03/2010) dalam rangka kunjungan kenegaraan selama dua hari di Australia. (more…)

4 Nias Men to Get Aussie Bravery Medals for Chopper Crash Help

Saturday, May 23rd, 2009

Four villagers from the island of Nias will receive Australia’s third-highest bravery award for providing assistance to the dying and injured aboard a downed Royal Australian Navy helicopter in 2005, the Australian Embassy in Jakarta said on Friday.

Nine Australians aboard the Sea King helicopter were killed and two others seriously injured when it crashed due to mechanical failure.

The crew had been part of the Australian relief effort in the wake of the 2005 Sumatra earthquake that killed an estimated 1,300 people, mostly in Nias.

Australian Embassy spokeswoman Sanchi Davis said the four recipients, from Amandraya village on the remote west coast of the island, were identified as Benar Giawa, Adiziduhu Harefa, Motani Harefa and Seti Eli Ndruru.

They will receive the bravery medals during a formal ceremony at the embassy on Tuesday.

The spokeswoman said the recipients had been nominated for the award by Australian Governor-General Quentin Bryce.

In a statement, the embassy said it had taken four years for the Australian government to grant the medals because “it is a very serious process,” involving approval from a number of officials.

Of the nine people killed, seven were men and two women. Two of the passengers were rescued by the Nias men. (The Jakarta Globe)

Berpesta Demokrasi Di Negeri Orang

Thursday, April 9th, 2009

Adelaide (Nias Online) – Pemilu 2009 yang berlangsung hari ini, 9 April 2009, memberikan peluang bagi rakyat untuk ikut menentukan arah bangsa ini ke depan. Peluang itu tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia di tanah air, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia yang bertempat tinggal di luar negeri. (more…)

Orang Australia Diminta “Belanja Untuk Australia”

Monday, December 8th, 2008

Pemerintah Australia di bawah Perdana Mentri Kevin Rudd meminta rakyat Australia untuk berbelanja banyak selama masa Natal 2008 untuk ‘menghabiskan’ uang yang akan dibagi-bagikan minggu ini untuk mendongkrak (atau lebih tepat mengerem jalu kemunduran) pertumbuhan ekonomi Australia akibat krisis keuangan global. (more…)