Posts Tagged ‘Sains – Teknologi’

Gunung Berapi Kirim Sinyal Setahun Sebelum Meletus

Wednesday, June 13th, 2012

NIASONLINE, NEWPORT – Letusan gunung berapi kini dapat diantisipasi jauh-jauh hari sebelumnya. Penelitian terbaru di bidang vulkanologi menunjukkan, sebuah gunung berapi bawah laut memberi sinyal yang sangat jelas setahun sebelum meletus. Temuan ini bisa membantu meramalkan letusan gunung berapi di masa depan. (more…)

Flame Diperintahkan Binasakan Diri

Tuesday, June 12th, 2012

Nias Online – Para pakar keamanan komputer Amerika mengatakan virus komputer Flame yang menggerogoti komputer fasilitas energi di Timur Tengah selama bertahun-tahun telah diperintahkan untuk membinasakan diri. Hal ini dimaksudkan agar asal-asulnya tidak dapat dilacak lagi.

Dalam sebuah artikel yang muncul minggu lalu di blog antivirus Symantec dikatakan bahwa server komando dan pengendali virus tersebut mengirim perintah terbaru kepada komputer-komputer yang terinfeksi. ‘Perintah ini dimaksudkan untuk membinasakan virus-virus itu dari komputer yang terinfeksi’ kata artikel dalam blog tersebut.

Muncul dugaan virus ini diciptakan oleh agen-agen keamanan Amerika dan Israel untuk mencuri informasi tentang fasilitas tenaga nuklir Iran.

Menurut Kapersky Lab, yang mengidentifikasi virus Flame bulan lalu, Flame “kira-kira 20 kali lebih besar dari Stuxnet,” virus yang ditemukan pada bulan Juni 2010 dan ditujukan untuk melumpuhkan program nuklir Iran.

Selain Iran, negara-negara lain yang komputernya terjangkit virus Flame termasuk Lebanon, Tepi Barat di Palestina dan Hongaria. Infeksi juga dilaporkan telah terjadi di Austria, Hong Kong, Rusia dan United Arab Emirates.

Komputer-komputer yang terjangkiti termasuk komputer di rumah-rumah. Para pakar keamanan komputer sedang mengecek apakah infeksi yang dilaporkan di beberapa komputer lokal merupakan akibat dari pemakaian komputer-komputer laptop itu ketika sedang dalam perjalanan di tempat lain.

Umumnya komputer yang terinfeksi dengan virus ‘malware‘ diprogram untuk berkeliaran di internet untuk mendapat perintah-perintah terbaru dari server yang dikendalikan para hacker.

Dalam kasus Flame para pengendali memerintahkannya untuk membinasakan diri sehingga tidak meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi para pelacak asal-usulnya. Perintah bunuh diri ini dikirim setelah keberadaan Flame diekspos dan pelacakan terhadapnya dimulai.

Komputer-komputer yang terinfeksi yang mendapat perintah tersebut menghapus sejumlah berkas dan memenuhi disket dengan karakter acak untuk menghalangi usaha pemulihan kode-kode asli. Demikian pendapat para pakar keamanan komputer.

Flame diprogram untuk mencuri data dari jaringan-jaringan komputer dan mengirimnya ke para pengendalinya. Flame bisa merekam aktivitas pemasukan data lewat pengetikan (keystroke), merekam gambar yang muncul di layar komputer dan mendengar percakapan lewat mikrofon komputer.

Flame juga bisa memanfaatkan kemampuan Bluetooh komputer untuk mengakses telefon cerdas dan tablet. Akses ini bisa dimanfaatkan untuk mencuri daftar kontak atau informasi lain. (brk/*)

Ahli Astronomi Vatikan: Sains dan Agama Tidak Bermusuhan

Sunday, February 20th, 2011

Bruder Guy J. Consolmagno SJ, seorang ilmuwan keplanetan dan ahli astronomi di Observatorium Vatikan mengatakan ilmu pengetahuan dan agama tidak bermusuhan. Menurut Consolmagno, konflik antara agama dan ilmu pengetahuan sebenarnya tidak ada. “Sains bertumbuh dari agama,” katanya.

Menurut Br. Consolmagno, seorang Yesuit, tujuan utama kehadiran Observatorium Vatikan adalah untuk menunjukkan bahwa Gereja sangat mendukung sains dan penelitian ilmiah. Ketika diangkat ke dalam jabatan itu pada tahun 1993, instruksi pertama yang ia terima adalah: “Guy, lakukanlah penelitian ilmiah yang baik”.

Consolmagno, kelahiran Detroit, Michigan, Amerika, memasuki Ordo Yesuit pada tahun 1989. Peran gandanya sebagai ilmuwan dan pekerja religi memberikan kepadanya kesempatan untuk merenungkan “pertanyaan-pertanyaan besar”, – “misteri-misteri yang anda hirup dan renungkan”.

“Ada banyak pertanyaan-pertanyaan menyangkut manusia,” katanya, sambil menerangkan bahwa “kucing saya tidak pernah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini. Kucing saya tidak pernah berminat mengamati lewat teleskop.”

Menemukan jawaban-jawaban menyangkut pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana alam semesta bekerja dan bagaimana kita menjadi bagian dari padanya merupakan aktivitas-aktivitas yang sungguh-sungguh hanya bisa dilakukan oleh manusia, “seperti berdansa atau melukis atau melakukan hal-hal lain yang tidak bisa dilakukan oleh seekor kucing,” katanya.

Menurut doktor dari Massachusetts Institute of Technology ini, secara historis Gereja dari dulu telah berperan sentral dalam mengembangkan sains dan kehidupan akademis; banyak para biarawan berada di garis depan kemajuan ilmu pengetahuan, katanya, sambil mengingatkan bahwa ide awal dari terori Dentuman Dahsyat (Big Bang Theory) berasal dari seorang imam Katolik (Mgr. Georges Henri Joseph Édouard Lemaître, Red.)

“Tidak ada ayat dalam Kitab Suci yang melawan teroi evolusi,” katanya, “akan tetapi ada sesuatu dalam Kitab Suci yang melawan Astrologi.”

Literalisme biblis (faham yang menafsirkan Kitab Suci secara harafiah, Red.) adalah faham yang berkembang akhir-akhir ini, bukan tradisi kekristenan, katanya.

“Hingga waktu terakhir, semua literatur bersifat puitis,” katanya, dan dalam dunia zaman purba, menggunakan bahasa puisi – bukan bahasa ilmiah – adalah “cara mereka melukiskan dunia.”

Menerapkan cara membaca modern untuk memahami teks yang berumur 2,000 tahun “jelas melanggar teks (mengacaukan pemahamanan teks – Red.),” kata Consolmagno, “dan itu bukan saya yang mengatakan, itu dikatakan oleh Augustinus.”, katanya merujuk kepada St. Augustinus – seorang filsuf dan teolog yang banyak menyumbang pendapat di bidang interpretasi biblis.

Menurut Consolmagno, Observatorium Vatikan didanai dengan dana sebesar 0.5% dari anggaran tahunan Vatikan – kurang lebih persentase yang sama yang diberikan Pemerintah Amerika untuk NASA. Ia juga mengatakan bahwa Paus Bendiktus mendukung penuh riset dan independensi Observatorium Vatikan ini, baik secara filosofis maupun secara finansial.

Keterangan Gambar: (1) Bruder Guy J. Consolmagno SJ, (2) Mgr. Georges Henri Joseph Édouard Lemaître.

Sumber: www.jesuit.org & Wikipedia: en.wikipedia.org.

Dikembangkan, Kolibri Nano Mata-mata

Sunday, February 20th, 2011

Jika suatu saat di masa depan seekor burung kecil hinggap di jendela Anda, itu mungkin burung kakatua, karena ia lebih lebih kecil dari burung yang telah diabadikan dalam sebuah lagu itu. Ia mungkin juga bukan seekor burung kolibri sungguhan. Ia barangkali adalah ‘seekor’ burung mata-mata yang ingin mengintai apa saja dalam bangunan yang anda tempati.

Burung buatan itu adalah hasil riset selama 5 lima tahun. Burung robotik ini berfungsi sebagai pesawat supermini mata-mata yang dapat digunakan untuk pengintaian dalam medan perang dan daerah-daerah perkotaan. Burung robotik yang disebut Nano Hummingbird (Burung Kolibri Nano) digerakkan oleh batere. Ia diperlengkapi dengan sebuah kamera, bisa terbang hingga kecepatan 18 km/jam, bisa mengambang di udara, terbang ke arah depan atau belakang dan ke arah kiri dan kanan. Demikian diumumkan secara bersama oleh Pentagon dan AeroVironment, Inc. sebuah perusahaan berpangkalan di Kalifornia yang bergerak di bidang pembuatan pesawat tanpa awak.

Para pakar industri meramalkan teknologi baru ini kelak bisa menghasilkan burung buatan yang bisa terbang melalui jendela terbuka, hinggap di kabel-kabel listrik dan menangkap suara serta gambar-gambar tanpa terdeteksi.

“Miniaturisasi ini sangat menarik,” kata pakar teknologi pertahanan Peter W. Singer, pengarang buku teknologi perang robotik Wired for War. “Anda bisa menggunakannya di mana saja, menempatkannya di mana saja, dan sasaran tidak akan pernah menyadari mereka sedang diintai,” katanya melanjutnya.

Kolibiri mata-mata ini memiliki rentang sayap 16 cm dan berat 19 gram atau lebih ringan dari sebuat batere ukuran AA, tetapi sedikit lebih besar dari seekor burung kolibri. Kolibiri mata-mata ini diperlengkapi dengan motor penggerak, sistem komunikasi dan sebuah kamera video.

Riset AeroVironment untuk menghasilkan kolibiri nano ini didanai oleh Pentagon sebesar 4 juta dollar Amerika (~ Rp. 35.5 miliar). (LAT/* – Foto: Aerovironment)

Parasit Malaria “Tertangkap Basah” Menyerang Sel-Sel Darah

Tuesday, February 8th, 2011

Para ilmuwan di Australia berhasil menyaksikan lewat mikroskop bagaimana parasit-parasit malaria sedang beraksi menyerang sel-sel darah merah. Hal ini dimungkinkan melalui penggunaan teknologi mikroskopi elektron beresolusi tinggi. Citra rinci bagaimana parasit melaria menembus dinding-dinding sel darah merah membuka pemahaman baru tentang kejadian pada tingkat molekuler dan seluler dan membuka kemungkinan dikembangkannya teknik penyembuhan baru terhadap penyakit malaria.

Demikian dilaporkan dalam sebuah media release Walter+Eliza Hall Institute of Medical Research yang dikeluarkan pada tanggal 20 Januari 2011.

Para peneliti yang terlibat dalam penelitian ini antara lain Dr Jake Baum, Mr David Riglar dan Dr Dave Richard dan para peneliti dari Divisi Imunitas dan Infeksi serta para peneliti dari i3 Institute pada Universitas Teknologi Sydney (UTS).

Menurut Dr. Jake Baum, terobosam baru bagi kelompok riset ini adalah kemampuan untuk mengambil citra-citra beresolusi tinggi dari parasit pada masing-masing dan setiap tahap invasi (sel-sel darah merah, Red) dan kemampuan untuk mengulangi hal itu secara andal dan berulang-ulang. Temuan mereka ini dipublikasikan pada jurnal Cell Host & Microbe edisi 20 Januari 2011.

“Inilah kali pertama kami mampu memvisualisasikan proses ini dalam tingkat molekul dengan segala keindahannya, dengan menggabungkan capaian Institut di bidang pengisolasian parasit-parasit dan teknologi pencitraan yang inovatif,” kata Dr Braum.

“Mikoroskopi resolusi tinggi telah membuka pemahaman baru tentang bagaimana sesungguhnya parasit-parasit malaria menginvasi sel-sel darah merah manusia. Walau kami pernah mengamati parasit miniatur membuka jalannya ke dalam sel darah sebelumnya, keindahan dari tekonologi pencitraan baru ini adalah ia memberikan loncatan kuantum dalam rincian yang dapat kami amati, mengungkap kajadian-kejadian pada level molekuler dan seluler yang diperlukan pada setiap tahap invasi.”

Teknologi yang diterapkan itu disebut mikroskopi resolusi super OMX 3D SIM, suatu piranti tiga dimensi yang menangkap proses-proses seluler pada skala nanometer. Tim ini bekerja secara dekat dengan Associate Professor Cynthia Whitchurch dan Dr Lynne Turnbull dari i3 Institute pada University of Technology Sydney (UTS) untuk menangkap citra-citra itu.

“Ini barulah awal dari era penemuan-penemuan baru yang mengesankan yang dimungkinkan oleh teknologi ini yang akan membuka jalan bagi pemahaman tentang bagaimana mikroba seperti malaria, bakteri dan virus menyebabkan penyakit menular, kata Associate Professor Whitchurch.

Dr Braum mengatakan metodologi ini akan menjadi bagian integral dari pengembangan obat-obat dan vaksi-vaksin baru malaria. “Jika, misalnya, Anda ingin menguji suatu obat atau vaksin, atau menyelidiki bagaimana suatu antibodi manusia bekerja untuk melindungi Anda dari malaria, teknologi pencitraan ini memberikan anda jendela untuk melihat pengaruh aktual dari masing-masing reagent atau antibodi pada setiap tahap invasi secara persis,” katanya.

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah tertular. Setiap tahun sekitar 400 juta orang tertular malaria dan sebanyak sejuta, kebanyakan anak-anak, meninggal dari penyakit ini.

Penelitian ini didukung oleh the National Health and Medical Research Council, The University of Melbourne, Canadian Institutes of Health, the University of Technology, Sydney, dan the Australian Research Council. (Sumber: www.wehi.edu.au)

Keterangan gambar:

Gambar menunjukkan tingkah-laku parasit malaria pada setiap tahap invasi sel darah merah (pelekatan, invasi, penutupan) – Ketiga unsur parasit dilabel dengan protein fluoresent (biru = inti parasit, merah = secretory organelle, dan hijau = lingkar ketat, tight junction). Sel darah merah ditunjukkan berwarna abu-abu dalam gambar.

Gambar 1: Pelekatan – Parasit mau menginvasi sel darah merah. Lingkar ketat ibarat sebuah jendela yang dibawa parasit untuk mendapat akses ke sel darah. Gamabr 2: Invasi – Pada tahap ini parasit membuka jendela (lingkar ketat warna hijau) dan masuk melaluinya. Secretory organelle (warna merah) mengeluarkan isinya melalui lingkar ketat dan menciptakan vakuola dalam mana parasit hidup dalam sel darah merah. Inti parasit (warna biru) bergerak menuju sel darah merah melalui jendela warnahijau. Gambar 3: Penutupan – Proses invasi selesai dan parasit telah berada dalam vakuola yang ada dalam sel darah. Jendela (lingkar ketat warna hijau) telah ditutup kembali dan akan pecah pada tahap berikutnya.

Kredit gambar: The Walter and Eliza Hall Institute of Medical Research – www.wehi.edu.au. Kredit penjelasan gambar: www.physorg.com.

Benediktus XVI: Gunakan Internet Secara Bertanggung Jawab

Monday, January 24th, 2011

[VATIKAN] Paus Benediktus XVI meminta umat Katolik di seluruh dunia untuk menggunakan internet secara bertanggung jawab. Dia pun mengingatkan kaum muda untuk tidak mengganti interaksi kemanusiaan dengan komunikasi virtual. (more…)

Paus Benediktus: Sains Bisa Mengantar Manusia Kepada Pengenalan Akan Tuhan

Saturday, November 13th, 2010

Vatikan – Paus Benediktus XVI mengatakan bahwa penelitian ilmiah bisa mengantar manusia kepada pengenalan akan Tuhan dengan mengungkap keteraturan alamiah dari alam semesta.

Paus menyatakan hal ini dalam sambutannya di depan pertemuan pleno Akademi Ilmu Pengetahuan Kepausan yang berlangsung di Vatikan pada tanggal 28 Oktober 2010.

Logika nyata yang mengatur alam semesta ‘mengantar kita pada pengakuan adanya Nalar yang berkuasa, yang berbeda dengan manusia, dan yang menjadi penyebab keberlangsungan dunia,’ kata Benediktus.

“Inilah titik temu antara ilmu pengetahuan alam dan agama,” kata paus.

“Sebagai hasilnya, sains menjadi tempat dialog, tempat pertemuan antara manusia dan alam, dan decara potensial, antara manusia dan penciptanya.”

Salah seorang anggota Akademi itu, fisikawan Inggris Stepehn Hawking, memancing kontroversi dalam bukunya “The Grand Design” di mana ia mengatakan bahwa keberadaan alam semesta tidak memberikan bukti akan keberadaan Tuhan.

Para ilmuwan yang berkumpul itu adalah anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Kepausan, suatu badan yang memberikan nasehat kepada Gereja Katolik – dalam hal ini Paus – tentang hal-hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.

Para ilmuwan itu pada umumnya berpendapat bahwa ilmu pengetahuan tidak harus berseberangan dengan kepercayaan agama.

Pada bagian lain sambutannya, Paus Benediktus XIV memuji kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke-20. Paus mengatakan bahwa Gereja Katolik mendorong dan sekaligus mendapat keuntungan dari penilitian ilmiah. Lebih jauh Paus mengatakan bahwa ilmu pengetahuan tidak perlu ditakuti tetapi pada saat yang sama tidak boleh dianggap sebagai solusi dari segala masalah mendalam eksistensial manusia.

“Kegiatan ilmiah pada akhirnya akan beruntung dari pengakuannya akan dimensi spiritual manusia dan kehausan manusia akan jawaban-jawaban ultimat,” kata Paus menjelaskan.

Sejumlah ilmuwan peserta konferensi itu menghimbau agar Gereja Katolik berusaha lebih kuat meyakinkan masyarakat bahwa Gereja tidak anti sains.

Pandangan Gereja Katolik yang paling kontroversial ialah kutukannya terhadap Galileo Galilei karena dukungannya terhadap model tatasurya Nicolaus Copernicus yang bersifat heliocentris. Gereja Katolik juga mengambil sikap dingin terhadap teori seleksi alam Charle Darwin. Pada awalnya Gereja membakar buku-buku tentang teori Darwin dan membutuhkan waktu lebih dari seabad untuk menerima bukti-bukti yang mendukung teori itu.

Keberadaan Akademi Kepausan untuk Ilmu Pengatahuan memungkinkan Gereja berinteraksi dengan sains. Akademi ini didirikan oleh Pangeran Roma, Federico Cesi, pada tahun 1603, dan dikembalikan ke bentuknya yang sekarang oleh Paus Pius XI pada tahun 1936. Akademi ini membantu Gereja memahami perkembangan mutakhir di bidang sains khususnya yang bersentuhan dengan ajaran-ajaran Gereja.

Sejumlah nama terkenal yang pernah menjadi anggota Akademi ini adalah para ilmuwan terkemuka abad 20 di antaranya Guglielmo Marconi perintis teknologi radio dan pendiri ilmu mekanika kuantum, Max Planck.

Jumlah anggota Akademi Kepausan sekarang adalah 80 orang, termasuk sejumlah ilmuwan pemenang hadiah Nobel di bidang sains. Keanggotaan Akademi ini sangat beragam, datang dari berbagai spektrum sains, dari berbagai negara dan agama atau kepercayaan.

Kualitas ilmiah bukan hanya satu-satunya kriteria menjadi anggota Akademi ini. Paus menerima atau menolak seorang ilmuwan menjadi anggota juga didasarkan atas ‘profil moral’ kandidat, walau tidak jelas apa sesungguhnya yang dimaksudkan dengan kriteria ini.

Profesor Kimia Biologis Edward De Roberts dari Universitas California mengatakan masuknya ia baru-baru ini menjadi anggota Akademi ini berkat pembicaraan seorang koleganya dengan seorang imam yamg diutus oleh Kardinal Los Angeles untuk memastikan profil moralnya.

Konon Albert Einstein tidak menjadi anggota karena ia memiliki hubungan di luar pernikahan.

Pertemuan ini berlangsung di Kantor Pusat Akademi tersebut, sebuah vila di taman Vatikan yang dibangun pada abad 16. Dalam pertemuan ini dibahas berbagai macam hal, dari fisika partikel dan perubahan iklim hingga neurosains dan rekayasa genetika. Beberapa dari anggota mengadakan refleksi atas penelitian mereka. Fisikawan Charles Townes, misalnya, mengisahkan penemuan laser-nya sekitar 50 tahun lalu.

Pakar biologi Werner Arber mangatakan ia yakin kerja Akademi ini akan berpengaruh terhadap pandangan Paus terhadap ilmu pengetahuan. Ia mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan pleno biasanya merupakan kesempatan di mana paus menyampaikan pernyataan-pernyataan penting seperti pernyataan Paus Yohanes Paulus II pada konferensi Akademi tahun 1992 yang mengakui kesalahan Gereja mengutuk Galileo.

Arber juga yakin akan pengaruh pertemuan-pertemuan skala kecil yang diselenggarakan oleh Akademi untuk membahas hal-hal spesifik seperti tanaman pangan yang dihasilkan lewat modifikasi genetika, senjata nuklir atau astrobiologi. Ia berpendapat serangkaian pertemuan untuk membahas definisi kematian membantu Vatikan menganalisis peran relatif otak dan jantung dalam hal ini.

Profesor Townes juga yakin bahwa para Akademi ini mempengaruhi pemahaman Paus terhadap sains. Namun ia mengatakan Paus Benediktus terkesan kurang tanggap dibandingkan dengan mendiang Paus Yohanes Paulus II dan lebih ‘konservatif secara relijius’. Ia mengatakan bahwa para anggota Akademi pernah mengadakan diskusi-diskusi langsung dengan mendiang mendiang Paus Yohanes Paulus II, sementara dengan Paus Benediktus masih akan direncanakan.

Beberapa anggota Akademi yang lain mengatakan Gereja Katolik tak berminat mendiskusikan topik-topik kontroversial seperti kontrasepsi.

Seorang astronomer yang juga seorang imam, Pastor Giuseppe Tanzella-Nitti mengatakan bahwa sains dan agama tak pernah berada dalam konflik, melainkan dalam ‘citra konflik, akibat peristiwa-peristiwa tertentu’. Untuk menghilangkan citra ini para imam harus dibekali dengan pendidikan sains yang lebih baik.

Tanzella-Nitti mengatan hanya lewat cara itulah para imam mampu ‘berbicara tentang Tuhan dengan cara yang meyakinkan dalam abad 21. (FN/CC/brk*)

Skyfire, Memungkinkan Pemutaran Video yang menggunakan Adobe Flash

Friday, November 5th, 2010

Anda hanya mampu memutar video dari Youtube dan sejumlah terbatas format video lain di iPhone Anda ? Sebentar lagi hal itu akan berubah. Skyfire, sebuah applikasi baru iPhone yang baru saja diluncurkan memungkinkan Anda, pengguna telefon genggam iPhone, memutar Video yang menggunakan Adobe Flash.

Aplikasi baru buatan Skyfire Labs Inc. ini adalah suatu web browser yang dapat memutar video yang menggunakan Flash dari berbagai situs web. Browser ini selain dapat dipakai di iPhone, bisa juga digunakan di iPad dan iPod Touch.

Aplikasi ini bekerja dengan mengirim video yang diminta ke server Skyfire Labs Inc. yang akan menerjemahkan video itu ke dalam format yang didukung oleh sistem operasi Apple.

Sebagaimana diketahui hingga saat ini Apple tidak mengizinkan teknologi Flash dalam sistem operasinya, hal yang membuat para pengguna iPhone kecewa.

Menurut Jeffrey Glueck Chief Executive Skyfire, aplikasi ini membantu pengguna iPhone, iPad dan iPod Touch untuk memutar video-video yang selama ini tak bisa diputar pada perangkat-perangkat tersebut. Ditambahkannya applikasi ini tidak akan berpengaruh pada kinerja baterai dan akses internet.

Apple mencegah penggunaan teknologi media Adobe pada perangkat-perangkat mobile-nya dengan alasan Adobe adalah teknologi usang yang berpengaruh pada kinerja perangkat buatannya.

Tanggapan pengguna iPhone terhadap aplikasi baru seharga $3 dollar (sekitar Rp 30,000) ini luar biasa. Hari Rabu lalu (3/10), pihak Skyfire menghentikan untuk sementara penjualannya karena kelabakan dengan permintaan yang memperngaruhi kinerja server-nya. (*)

Paus Benediktus Kunjungi Malta

Sunday, April 18th, 2010

* Paus akanh memperingati karamnya kapal yang ditumpangi Santu Petrus 1950 tahun lalu.

Paus Benediktus tiba di Malta hari Sabtu (17/4) dalam kunjungan keluar negerinya yang pertama sejak maraknya skandal pelecehan seksual yang dilakukan rohaniwan Katolik.

Tujuan kunjungan Paus ke Malta adalah memperingati karamnya kapal yang ditumpangi Santu Petrus 1950 tahun lalu. Santu Petrus dipandang sebagai misionaris besar pada awal perkembangan agama Kristen.

Paus Benediktus kepada wartawan dalam penerbangan ke Malta mengatakan, Gereja Katolik telah dilukai dosa. Tetapi dia tidak menyebut skandal seks secara langsung.

Paus Benediktus bertemu dengan Presiden Malta George Abela dan muda-mudi Katolik Malta. Berkotbah di depan ribuan umat di Valleta, ibukota Malta, Paus Benediktus mendorong rohaniwan Katolik untuk mempertahankan panggilan mereka yang penuh tantangan dan kepahlawanan itu.

“Malta memberikan kontribusi besar untuk memeprtahankan Kekristenan lewat darat dan lewat laut,” kata Paus dalam sambutannya ketika bertemu dengan Presiden Malta.

“Anda terus memainkan peran dalam debat yang berkelanjutan tentang identitas, kultur dan kebijakan Eropa. Malta telah berkontribusi banyak terhadap berbagai masalah menyangkut toleransi, reprositas, imigrasi, dan isu-isu lain yang krusial terhadap masa depan benua ini,” kata Paus.

Sebelumnya, Abela mengajak rakyat Malta untuk menyambut Paus dengan “antusiasme dan tangan terbuka”, dalam pesannya lewat radia dan televisi.

Dalam kunjungan ini Paus Benediktus mendapat tantangan besar menyampaikan pesannya untuk Malta, khususnya tentang imigrasi. Malta, yang berada di anata Sisilia dan garis pantai utara Afrika menerima sebanyak 3,000 manusia perahu pada tahun 2008, jumlah yang tercatat dalam rekor. Masih ratusan manusia perahu dari Afrika berada dalam penampungan sementara menunggu keputusan atas nasib mereka.

Paus Benediktus telah berkali-kali menghimbau dalam beberapa bulan terakhir untuk menemukan solusi yanga dil dan manusiawi terhadap isu manusia perahu ini.

Tema lain yang mendapat perhatian khusus Paus adalah pelestarian warisan kristiani Eropa.

Malta adalah negara anggota Uni Eropa terkecil dengan jumlah penduduk sekitar 443,000 jiwa.

Malta memiliki 1 imam untuk melayani 490 umat Katolik dibandingkan dengan rata-rata dunia sebesar 1: 2900, menurut statistik Gereja.

Di Malta, aborsi adalah ilegal dan bahkan tidak diperdebatkan; tetapi semakin banyak menginginkan relaksasi terhadap perceraian.

Akan tetapi selama kunjungannya Paus menegaskan kembali sikap tegasnya terhadap perceraian.

“Negara Anda sebaiknya terus mempertahankan keutuhan perkawinan,” katanya.

Kunjungan Paus Benediktus ke Malta merupakan kunjungannya ke 14 ke luar negeri sejak 2005 dan yang pertama tahun ini.

Bagi Malta, kunjungan Paus ini merupakan kunjungan Paus ketiga, setelah Paus Johannes Paulus II ke sana pada tahun 1990 dan 2001. (VOA/AP/maltadiocese.org/brk*)

Rancangan Bangunan Hemat Energi

Thursday, July 2nd, 2009

Hampir separuh dari jumlah seluruh kebutuhan energi global digunakan untuk proses pemanasan dan pendinginan. Dengan bangunan yang disebut ’netral energi’, tidak hanya energi yang dapat dihemat tapi juga emisi CO2.

Biro arsitektur RAU, adalah sebuah perusahaan di Amsterdam yang mengkhususkan diri untuk bangunan netral energi. Ke-45 karyawan perusahaan ini dianggap sebagai perintis bangunan ramah lingkungan. Salah satunya Evelien Rodenburg. Perempuan berusia 36 tahun itu bertugas menangani pembangunan ’British School’, sebuah sekolah internasional di sebuah kawasan baru. Seperti halnya proyek RAU lainnya, ’British School’ juga dirancang sebagai bangunan ramah lingkungan. (more…)

Google Mengembangkan Sofwer Pemantau Konsumsi Energi di Rumah-Rumah

Friday, February 13th, 2009

Google sedang mengembangkan sofwer (program komputer) yang mampu memantau pemakaian energi di rumah-rumah. Dengan sofwer yang diberi nama PowerMeter ini – yang akan memproses data yang datang dari berbagai alat pengukur – berbagai informasi mengenai pemakaian energi akan dapat ditampilkan secara rinci di layar setiap saat. (more…)

Inovasi LIPI Turunkan 50 Persen Biaya Fuelcell

Monday, August 18th, 2008

Teknologi fuelcell mengalami lompatan besar dengan hasil temuan pakar kimia polimer dari LIPI, Dr. Sunit Hendrana tentang proses sulfonasi untuk pembuatan membran polimer fuelcell. Sunit baru saja memenangkan Ristek-Medco Energi Award pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Ritech Expo 2008 yang berlangsung pada 8-11 Agustus dari penelitiannya berjudul “Teknologi Ultra Fast Heterogeneous Sulfonation untuk Pembuatan Membran Polimer Fuelcell”. (more…)

Dijanjikan, Keterbukaan Akan Hasil Penelitian Phoenix di Mars

Wednesday, August 6th, 2008

Badan antariksa nasional AS NASA menyangkal badan itu menyembunyikan informasi terkait dengan temuan-temuan Phoenix di Mars.

NASA mengakui bahwa penyelidikan yang dilakukan pesawat antariksa Phoenix telah menemukan senyawa perkhlorat di tanah Mars tetapi mengatakan analisis belum tuntas. (more…)

Sel Surya Gagal Komersial : Pemerintah Tidak Punya Kemauan

Wednesday, April 30th, 2008

Riset dan pengembangan teknologi sel surya sebagai sumber energi listrik terbarukan oleh LIPI gagal menuju komersialisasi. Mengantisipasi krisis energi karena harga minyak terus melambung, LIPI beralih fokus pada riset dan pengembangan sel bahan bakar dengan gas hidrogen. (more…)

Produksi Biofuel Sebuah ‘Kejahatan Terhadap Kemanusiaan’

Friday, April 25th, 2008

Produksi biofuel secara besar-besaran adalah ‘Kejahatan Terhadap Kemanusiaan’ karena dampaknya terhadap harga-harga pangan dunia, kata pelapor khusus PBB Jean Ziegler kepada radio Bayerischer Runfunk. (more…)