Archive for November, 2010 | Monthly archive page

Isu Gempa: Warga Mengungsi dan Borong Sembako

Tuesday, November 9th, 2010

Jakarta (Nias Online) – Informasi mengenai prediksi gempa antara 10-20 November 2010 di Nias Selatan tampak semakin meresahkan. Dari sejumlah warga yang dikontak Nias Online terungkap, sejumlah warga, terutama di dataran rendah dan dekat pantai melakukan pengungsian, termasuk memindahkan barang-barangnya.

“Informasi itu sudah tersebar ke mana-mana. Banyak yang resah. Tapi informasinya simpang siur. Saya dengar ada beberapa yang mengungsi,” ujar pengelola penginapan Shady Palm Beach Rupawan Luahambowo di Pantai Sorake ketika dihubungi melalui telepon genggamnya pada Senin (8/11).

Rupawan menjelaskan, dia dan keluarganya, setiap malam kembali ke kampung di Bawömataluo yang secara geografis lebih tinggi dari pantai Sorake. Dia mengakui, hal itu dilakukan sebagai antisipasi bila prediksi itu benar-benar terjadi.

Dia menambahkan, isu gempa dan tsunami tersebut, juga membuat sejumlah calon tamunya, turis mancanegara, yang saat ini sudah berada di Bali, ragu-ragu untuk datang dan kemungkinan membatalkan kunjungan mereka ke pantai tempat selancar terkenal itu.

Sementara itu, beberapa warga yang dihubungi di Bawömataluo mengungkapkan, pihak aparat desa telah mengumumkan melalui pengeras suara kepada warga agar mengantisipasi bila informasi soal gempa itu benar-benar terjadi. Selain itu, juga ada penjelasan serupa dari aparat kecamatan yang disampaikan pada saat kebaktian di gereja pada hari Minggu (7/11).

“Selain resah, ada yang borong beras sampai berkarung-karung. Akibatnya, harga beras naik. Demikian juga dengan susu untuk kebutuhan anak-anak. Semua sangat resah,” ujar salah satu warga yang tidak mau disebut namanya. Dia juga menjelaskan, sejumlah warga yang selama ini tinggal di kota Teluk Dalam mulai memindahkan dokumen-dokumen ke rumah mereka di Bawömataluo.
Sikap Pemda

Dihubungi terpisah, Camat Fanayama Elikasi Wau membenarkan adanya sejumlah penduduk yang mengungsi tersebut meski jumlahnya tidak banyak. Dia juga membenarkan adanya warga yang memborong sejumlah bahan makanan pokok.

Dia menjelaskan, sebelumnya di masyarakat beredar informasi yang katanya diperoleh dari media massa. Yakni, bahwa sekitar tanggal 15-17 November 2010 akan terjadi gempa dengan kekuatan 8,8 SR dan gelombang tsunami yang mencapai tujuh meter. Meski begitu, dia mengakui, informasi yang beredar di masyarakat simpang siur.

Dia menjelaskan, menanggapi isu yang beredar tersebut, pimpinan Pemda telah melakukan rapat dengan semua aparatnya untuk membahasnya. Rapat itu membahas upaya menjelaskan kepada masyarakat agar tidak gelisah serta menyikapi informasi itu dengan antisipasi yang wajar dan tidak berlebihan. Cuma, menurut dia, mungkin karena faktor trauma gempa waktu lalu, warga berespons terlalu cepat dan bahkan ada yang berlebihan sehingga panik seperti itu. “Jadi Pemda hanya mempersiapkan warga untuk mengantisipasi informasi itu. Bukan memastikan bahwa pasti akan terjadi seperti isu itu,” kata dia.

Sebelumnya, Nias Online telah meminta penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta mengenai kebenaran informasi prediksi gempa tersebut. Deputi Geofisika BMKG Dr. Prih Harjadi mengatakan, prediksi itu sebagai isu tidak berdasar. Tidak pernah ada institusi resmi yang pernah mengerluarkan prediksi seperti itu, apalagi dengan menyebut tanggal.

“Itu isu tidak berdasar. Kami pastikan info yang beredar itu tidak benar. Sebab, gempa belum pernah bisa diprediksi. Jadi tidak usah ditanggapi. Jangan disebarluaskan. Kalau disebarluaskan, ya, sebarluaskan bahwa isu itu tidak benar,” tegas dia.

Dia menjelaskan, teknologi yang dimiliki saat ini, baik di Indonesia mau pun di negara dengan teknologi lebih maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, belum bisa memrediksi tanggal akan terjadinya gempa.

Dia mengingatkan, bukan hanya wilayah Kepulauan Nias, tapi sebagian besar wilayah Indonesia adalah daerah rawan gempa. Karena itu, seluruh masyarakat harus selalu waspada dan tahu apa yang harus dilakukan bila gempa itu terjadi. “Jadi, apakah dari perhitungan ahli dari Inggris itu, dari Amerika Serikat, Jepang atau pun perhitungan BMKG, semua tahu bahwa pasti di situ akan gempa. Tapi kapan waktunya, kita tidak tahu. Jadi kita minta masyarakat antisipasi dan paham masalah itu,” tukas dia. (Etis Nehe)

Mantan Kadis Perikanan Kab. Nisel Disidangkan Terkait Dugaan Korupsi Proyek DAK Rp 500 Juta Lebih

Tuesday, November 9th, 2010

* Kontraktor Jefri T Gari Minta JPU dan Hakim Majelis Menghukum seberat-beratnya Terdakwa

Gunungsitoli – Pengadilan Negeri Gunungsitoli mulai menyidangkan terdakwa dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek pengadaan sarana transportasi antar pulau (DAK 2006) dengan Nilai kontrak Rp 549.433.500 pada dinas perikanan dan kelautan Kab.Nias Selatan yang bersumber dari APBD Kab.Nias Selatan Tahun 2008.

Sidang yang digelar Selasa (2/11) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dimana telah terjadi pembohongan kepada rekanan Jefri T Gari juga kepada staf Drs Aluisokhi Telaumbanua, Samadi Wau AMD dan Hendra Syam Zega AMD.

Saksi Drs Aluisokhi Telaumbanua, Samadi Wau AMD, Hendra Syam Zega AMD, kepada Hakim Majelis, mengatakan pengadaan sarana transportasi antar pulau itu tidak ada yang berminat karena anggaran sangat kecil dan tidak bisa membiayai satu unit kapal.

Namun terdakwa Ir AD meminta Jefri T Gari untuk melaksanakan proyek tersebut dengan perjanjian merehab kapal milik Jefri T Gari yaitu Kapal Boga Sari. Jefri T Gari juga mengatakan, bahwa dana sebesar itu tidak bisa memenuhi biaya rehap kata Drs Aluisokhi Telaumbanua dengan saksi Samadi Wau dan Hendra Syam Zega.

Selanjutnya Aluisokhi Telaumbanua menyatakan bahwa dalam proses administrasi pencairan dana pembayaran pengadaan kapal juga kami telah dibohongi oleh Kadis karena kami diberi tugas untuk melihat kapal disiapi-api namun secara tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Awalnya ditugaskan dengan surat perintah dari Kadis perikanan kelautan dan yang sakitnya kami dipaksa menandatangani berita acara pemeriksaan barang dengan perjanjian setelah pulang dari siapi-api baru surat tersebut diberlakukan.

Tetapi kami dibohongi karena uang telah dicairkan 21 Nopember 2008 sebesar Rp 164.830.050. untuk pembayaran uang muka sebesar 30 %, berita acara pembayaran 10 Desember 2008 Rp384.603.450 kepada Jefri T Gari melalui rekening BRI Unit Teluk Dalam yang ditandatangani oleh pihak pertama Ir Anselmus Dachi selaku KPA dengan pihak kedua Jefri T Gari selaku Direktur CV Putra Pantai Selatan.

Sedangkan Tim PHO dan penerima barang/jasa DAK TA 2008 pada 20 Desember 2008 yang isinya menerangkan bahwa telah melakukan serah terima (PHO) paket pekerjaan pengadaan sarana transportasi antar pulau 1. Satu unit berdasarkan berita acara pemeriksaan pekerjaan No 523/6464/TP-DAK/DPK/XI/2008 28 Nopember 2008 yang dilaksanakan oleh Tim Teknis dan pemeriksa barang/jasa pada dinas perikanan dan kelautan Kab.Nias Selatan tanpa memeriksa Fisik kapal tersebut.

Setelah mendengar keterangan saksi maka sidang dilanjutkan Selasa 9 Nopember 2010 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yaitu Direktur CV Putra Pantai Selatan Jefri T.Gari .

Sementara Jefri T Gari kepada SIB usai mendengar sidang tuntutan JPU Rabani Halawa SH selaku terdakwa sebagai kontraktor dalam kasus dugaan korupsi dana DAK tersebut (2/11) kepada SIB mengatakan, bahwa ia telah ditipu oleh mantan Kadis Perikanan Kelautan sesuai surat perjanjian 10 Nopember 2008 bahwa ia tidak mengerjakan kapal baru tetapi ia hanya merehap kapal miliknya Merek Boga Sari dan ternyata ia jadi korban, uangnya habis dan dipenjarakan sejak Maret 2010.

Saya mohon kepada Jaksa penutut umum (JPU) R Damanik dan Ketua Hakim Majelis agar terdakwa mantan Kadis Perikanan Kelautan Ir Anselmus Dachi dihukum seberat-beratnya, bila diringankan mereka akan mengadu ke MARI.

Pada sidang Jumat 5 Nopember 2010, Jefri T Gari divonis selama satu tahun penjara dan setelah dibacakan vonis tersebut dia menyatakan banding tidak menerima hukuman tersebut dengan alasan dia telah ditipu dan dibohongi oleh mantan Kadis karena ada perjanjian kami sebelumnya Tgl 11 Nopember 2008, katanya pada SIB usai sidang keputusan vonis. (www.hariansib.com – 8 November 2010)

Menjelang kunjungan Presiden Obama ke Indonesia

Monday, November 8th, 2010

Para pejabat Amerika terus memantau dari dekat aktivitas Gunung Merapi menjelang rencana kunjungan Presiden Obama ke Indonesia. “Kami sedang memantau berbagai perkembangan dengan seksama,” kata Ben Rhodes, deputi penasehat keamanan nasional Gedung Putih seperti dikutip harin the Hindu Times.

Karena aktivitas letusan Gunung Merapa sejumlah penerbangan ke dan dari Jakarta sempat dibatalkan beberapa hari belakangan ini.

Saat ini Presiden Obama sedang mengadakan kunjungan ke India sebagai bagian dari tur Asianya. Rencana kunjungan ke Indonesia sempat mengalami penundaan dua kali. (HT/brk*)

Vatikan Menegaskan Dukungan Terhadap Solusi Dua Negara Bagi Israel-Palestina

Saturday, November 6th, 2010

Perwakilan Vatikan di PBB menegaskan kembali dukungan Vatikan terhadap Solusi Dua Negara bagi konflik yang berlangsung antara Israel dan Pelstina.

Dalam presentasinya pada pertemuan Badan PBB untuk Bantuan dan Karya Pengungsi Palestina di Timur Dekat (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East – UNRWA) Uskup Agung Francis Chullikatt menghimbau semua pihak untuk mematuhi resolusi-resolusi PBB yang telah ada dan mendesak “dialog yang signifikan dan substantif untuk membawa stabilitas dan perdamaian ke Tanah Suci”.

Dikatakan oleh Uskup Agung Francis Chullikatt bahwa UNRWA dan Misi Kepausan untuk Palestina telah bekerja selama lebih dari 60 tahun untuk menolong para pengungsi Palestina melalui penyediaan obat-obatan, pendidikan dan layanan sosial lain, yang biasanya adalah tanggung jawab otoritas pemerintahan lokal.

“Akan tetapi Delegasi saya yakin bahwa terdapat banyak laki-laki dan perempuan yang berkehendak baik yang memiliki keinginan dan dedikasi untuk mempromosikan pembentukan otoritas pemerintahan semacam itu,” tambah Uskup Francis.

Meski terdapat berbagai kesulitan yang seakan-akan tak terselesaikan dan perbedaan yang seakan-akan tak tersejembatani antara pihak pihak Israel dan Palestina, Delegasi Vatikan berkeyakinan terdapat kehendak baik untuk mempromosikan, membangun dan melestarikan berbagai mekanisme yang akan menhadirkan kedamaian, kerjasama dan sikap ketetanggaan yang rukun.

Delegasi Vatikan berharap proses perdamaian yang diperbaharui dapat menyelesaikan akar-akar penyebab berbagai simptom dan membantu Israel dan Palestina membentuk sebauh negara yang aman bagi rakyat Israel dan sebuah negara yang aman bagi rakyat Palestina. (Sumber: http://www.holyseemission.org/2Nov2010.html – Foto: catholicnew.com)

Isu Gempa Besar Resahkan Warga Nias Selatan

Friday, November 5th, 2010

JAKARTA (Nias Online) – Beberapa hari terakhir, di Nias Selatan beredar informasi mengenai prediksi akan terjadinya gempa besar melanda Pulau Nias. Informasi itu menyebutkan, akan terjadi gempa besar antara 10-20 November 2010, sebagai kelanjutan gempa yang melanda Kepulauan Mentawai pada 26 Oktober 2010 lalu.

Sejumlah informasi yang dihimpun Nias Online dari warga Nias Selatan membenarkan beredarnya informasi itu. Bukan hanya di antara warga ibukota Kabupaten Nisel tersebut, tapi juga sampai ke kampung-kampung. “Tidak tahu darimana info itu pertama sekali. Tapi memang sudah tersebar dan banyak yang resah,” ujar Patriot Zagötö, salah satu warga.

Ditanya mengenai tanda-tanda adanya warga yang mengungsi meninggalkan Teluk Dalam, kata Patriot, sampai saat ini belum terlihat. Sebelumnya, Nias Online mendapatkan informasi juga mengenai adanya sejumlah warga yang mulai meninggalkan kota itu. Patriot menambahkan, semalam sejumlah pejabat Pemda melakukan rapat membahas masalah terkait informasi yang beredar itu.

Ketika Nias Online mengkonfirmasi hal itu, salah satu tokoh masyarakat di Teluk Dalam, Pdt Foluaha Bidaya membenarkannya. Dia menjelaskan, informasi itu diperoleh masyarakat dari berita di televisi dan juga media cetak yang memberitakan mengenai prediksi sejumlah pakar bahwa gempa akan terjadi pada rentang waktu tersebut.

Meski begitu, Foluaha membantah telah terjadinya pergerakan warga Teluk Dalam yang meninggalkan kota itu untuk menghindar. Justru menurut dia, yang paling resah akibat informasi itu adalah warga di Kepulauan Tello. “Mereka lebih resah di banding di Teluk Dalam. Kalau pun ada yang mengungsi, itu cuma satu dua orang. Itu informasi yang saya dapat dari camat di sana. Saya pikir, BMKG perlu memberi penjelasan agar masyarakat tidak resah,” kata dia.

Isu Tidak Berdasar

Di hubungi terpisah, kepada Nias Online, Deputi Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr. Prih Harjadi mengatakan prediksi itu sebagai isu tidak berdasar. Menurut dia, institusi-institusi resmi seperti BMKG dan LIPI tidak pernah mengeluarkan prediksi dengan menyebut tanggal seperti itu. “Itu isu tidak berdasar. Kami pastikan info yang beredar itu tidak benar. Sebab, gempa belum pernah bisa diprediksi. Jadi tidak usah ditanggapi. Jangan disebarluaskan. Kalau disebarluaskan, ya, sebarluaskan bahwa isu itu tidak benar,” kata dia.

Dia menjelaskan, penyebutan tanggal dalam prediksi tersebut justru makin menegaskan ketidakbenaran informasi itu. Teknologi yang dimiliki saat ini, baik di Indonesia mau pun di negara dengan teknologi lebih maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, belum bisa memrediksi tanggal akan terjadinya gempa.

Dia mengingatkan, bukan hanya wilayah Kepulauan Nias, tapi sebagian besar wilayah Indonesia adalah daerah rawan gempa. Karena itu, seluruh masyarakat harus selalu waspada dan tahu apa yang harus dilakukan bila gempa itu terjadi.

Adapun mengenai prediksi potensi gempa oleh para pakar dari luar negeri yang sering jadi referensi isu tersebut, kata dia, bukan hal baru. Sebab, semua sudah tahu, mulai dari wilayah Sumatera, terutama di daerah-daerah pesisir terluar seperti Simeulue, Nias, Mentawai hingga ke selatan Jawa merupakan daerah yang potensial terjadi gempa setiap saat.

Sebagai contoh, pada 2004 gempa yang memicu tsunami terjadi di Aceh. Pada 2005 di Nias, 2007 di Bengkulu, 2009 di Padang, dan 2010 di Mentawai. Dari berbagai perhitungan para pakar, di sekitar Mentawai itu memang ada energi yang belum di lepas dalam bentuk gempa. Pelepasan energi itu, bisa dalam hitungan tahun, puluhan tahun atau pun hitungan bulan. “Jadi, apakah dari perhitungan ahli dari Inggris itu, dari Amerika Serikat, Jepang atau pun perhitungan BMKG, semua tahu bahwa pasti di situ akan gempa. Tapi kapan waktunya, kita tidak tahu. Jadi kita minta masyarakat antisipasi dan paham masalah itu,” tukas dia.

Mengenai kekuatiran sejumlah pihak bahwa setelah gempa Mentawai ini, akan menyusul terjadinya gempa di Pulau Nias, Prih mengatakan sejauh ini justru yang dicurigai justru daerah Mentawai. Sebab, bila melihat pada rangkaian kejadian gempa, di wilayah Pulau Nias, sudah ada energi yang telah dilepaskan pada 2005 dengan magnitude yang sangat besar. (Etis Nehe)

Skyfire, Memungkinkan Pemutaran Video yang menggunakan Adobe Flash

Friday, November 5th, 2010

Anda hanya mampu memutar video dari Youtube dan sejumlah terbatas format video lain di iPhone Anda ? Sebentar lagi hal itu akan berubah. Skyfire, sebuah applikasi baru iPhone yang baru saja diluncurkan memungkinkan Anda, pengguna telefon genggam iPhone, memutar Video yang menggunakan Adobe Flash.

Aplikasi baru buatan Skyfire Labs Inc. ini adalah suatu web browser yang dapat memutar video yang menggunakan Flash dari berbagai situs web. Browser ini selain dapat dipakai di iPhone, bisa juga digunakan di iPad dan iPod Touch.

Aplikasi ini bekerja dengan mengirim video yang diminta ke server Skyfire Labs Inc. yang akan menerjemahkan video itu ke dalam format yang didukung oleh sistem operasi Apple.

Sebagaimana diketahui hingga saat ini Apple tidak mengizinkan teknologi Flash dalam sistem operasinya, hal yang membuat para pengguna iPhone kecewa.

Menurut Jeffrey Glueck Chief Executive Skyfire, aplikasi ini membantu pengguna iPhone, iPad dan iPod Touch untuk memutar video-video yang selama ini tak bisa diputar pada perangkat-perangkat tersebut. Ditambahkannya applikasi ini tidak akan berpengaruh pada kinerja baterai dan akses internet.

Apple mencegah penggunaan teknologi media Adobe pada perangkat-perangkat mobile-nya dengan alasan Adobe adalah teknologi usang yang berpengaruh pada kinerja perangkat buatannya.

Tanggapan pengguna iPhone terhadap aplikasi baru seharga $3 dollar (sekitar Rp 30,000) ini luar biasa. Hari Rabu lalu (3/10), pihak Skyfire menghentikan untuk sementara penjualannya karena kelabakan dengan permintaan yang memperngaruhi kinerja server-nya. (*)

Mark Up Nilai Obat, Kejati Sumut Tahan Tiga Tersangka

Friday, November 5th, 2010

TEMPO Interaktif, Medan -Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka kasus dugaan mark up atau pengelembungan nilai pengadaan obat dan perbekalan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan, anggaran 2007. Ketiganya resmi dijadikan tersangka dan ditahan usai menjalani pemeriksaan, Kamis (4/11) sore.

“Untuk saat ini data dan bukti mengarah pada ketiganya,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut, Erbindo Saragih. Untuk tersangka lainnya, Erbindo menyatakan lebih berpatokan pada data dan bukti yang ada. “Jawaban saya, pada data dan bukti yang ada, mengarah kepada siapa. Itu saja,” ujarnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati, Edi Irsan, mengungkapkan, mereka yang ditahan adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kristian Hondrö, Berektus Manaö selaku panitia pengadaan, dan pemenang pengadaan Rianda Kendy Damanik dari PT Safeta. Perusahaan ini menjadi rekanan Dinas Kesehatan atas penunjukkan langsung.

Edi menuturkan, dari hasil penyidikan Kejaksaan, nilai kerugian mencapai Rp 2,5 miliar. “Dari Rp 3,5 miliar nilai PAGU dalam pengadaan,” kata Edi.

Soal penunjukkan langsung terhadap perusahaan, PT Safeta. Edi mengungkapkan, penunjukkan itu tidak memperhatikan dan mengacu Keptusan Menteri Kesehatan Nomor 521/Menkes/VII/2007. “Dan bertentangan juga dengan perubahan ketujuh Kepres No 8/2007 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa,” katanya. Tapi, lanjut Edi, “Mereka mengacu pada keputusan Bupati Nias Selatan No 050/10/2007.” (www.tempointeraktif.com – 4 November 2010)

Uma, La uma (La-uma), La’uma, Sila’uma

Thursday, November 4th, 2010

Oleh: E. Halawa*

Pada pagaraf 1 dan 2 halaman 42 sebuah buku Hammerle [1], ditulis yang berikut:

Kata la’uma punya arti yang berbeda di Nias. Di Nias Selatan la’uma berarti mereka mencium. Sering juga seorang anak kecil diajak untuk mencium tangan atau pipi seseorang dengan berkata: Uma !

Akan tetapi di Onowaembo lain artinya. Sila’uma di daerah Idanoi berarti dahi.

Ada sejumlah hal yang perlu diluruskan dalam paragraf itu.

Uma dan La’uma
Pertama, dua kata dasar uma dan la’uma adalah dua kata yang berbeda dan tidak memiliki kaitan. uma – baik dalam bahasa Nias varietas Selatan seperti ditulis di depan maupun varietas Utara – berarti: cium.

I’uma gangango namania ono da’õ. – Anak itu mencium dahi ayahnya.

Dalam artikel Dada, Nidada, Fodada, Ladada, Dinidadakan [2] telah dijelaskan fungsi awalan la-. Jika awalan la- dilekatkan dengan kata dasar uma, maka muncullah kata bentukan la’uma (mereka mencium) seperti dalam kalimat kedua paragraf yang dikutip di depan. Sebenarnya, la- dalam kata bentukan la’uma (mereka mencium) bukanlah awalan murni. Demikian juga dalam kata ladada bila artinya mereka turunkan (lihat artikel Dada, Nidada, Fodada, Ladada, Dinidadakan [2]). La- dalam hal ini boleh dikatakan sebagai kata ganti orang ketiga: ya’ira (mereka).

‘Kebingungan’ terjadi karena dalam Li Niha, kata ganti orang mengalami perubahan bentuk ketika difungsikan dalam kalimat.

Beberapa contoh:

Kalimat: “Mereka melempar saya” tidak bisa diterjemahkan lurus ke dalam Li Niha menjadi ‘Ya’ira tebu ya’odo’.

Dalam Li Niha, Mereka melempar saya menjadi Latebudo. Kata tebu (lempar) diapit langsung oleh pelaku ya’ira (mereka) yang mengalami perubahan bentuk menjadi la- dan pelengkap penderita ya’odo (saya) yang disingkat menjadi do.

Lahangöiga – Mereka membentak kami.

Bentuk panjang, janggal dan yang tak berterima dari lahangöiga adalah Ya’ira hangöi ya’aga. Tentu saja Ono Niha tidak menggunakan versi terakhir itu. Versi yang lebih panjang dari Lahangöiga adalah Lahangöi ndra’aga.

Saya pribadi berpendapat, pemisahan kata ganti pelaku dari kata kerja bisa membantu meminimalkan atau bahkan meniadakan ‘kebingungan’ ini, sehingga kata la uma (mereka mencium) dengan mudah dibedakan dari kata la’uma (dahi yang tinggi/besar).

La’uma dan La uma (La-uma)

Jadi seperti dijelaskan di depan,  la’uma yang berarti dahi yang besar adalah kata dasar, bukan kata bentukan dari awalan la- dan uma. Di pihak lain, la’uma yang lain berarti: mereka mencium, adalah kata bentukan dari awalan la- dan uma. Dan seperti yang saya usulkan di depan, penulisannya menjadi la uma menghindari kebingungan itu. Atau, alternatif lain, tanda apostrof (‘) tetap dipakai untuk kata dasar sementara tanda hubung biasa (-) dipakai untuk kata bentukan.

Dengan penjelasan ini, kedua pertama dalam kalimat kutipan di atas “Kata la’uma punya arti yang berbeda di Nias. Di Nias Selatan la’uma berarti mereka mencium” adalah kurang tepat.

Dengan usul penulisan baru ini:
La’uma = dahi,  pakai apostrof (‘), sedangkan
La uma atau la-uma = mereka mencium, terpisah atau pakai tanda hubung biasa

Kalimat “La’uma zebua la’uma” karena memakai tanda apostrof (‘) yang sama bisa berarti:

  1. Mereka mencium orang yang berdahi besar, atau:
  2. Dahi orang yang berdahi besar (terlepas dari makna kalimat dulu …)

Dengan memisahkan kata ganti orang pelaku dari kata kerja, maka kalimat pertama dapat ditulis dalam Li Niha sebagai;

La uma zebua la’uma atau La-uma zebua la’uma.

Dengan menggunakan aturan yang diusulkan ini, kalimat di bagian awal tulisan ini dapat diulis menjadi:

I uma gangango namania ono da’õ, atau
I-uma gangango namania ono da’õ.

Dahi, Lau’ma, Angango, Mbangombango

Pada halaman 42 dari buku tersebut [1], Hammerle mencantumkan dalam sebuah table arti dari kata dahi dalam bahasa Nias Selatan, Nias Idanoi dan Nias Utara.

Bahasa Indonesia Bahasa Dearah Nias
Nias Selatan Nias Idanoi Nias Utara
Dahi Dahi* (si) la’uma Angango

   * Barangkali ini hanya kesilafan, yang dimaksud mungkin adalah la’uma.

Dalam Li Niha varietas Utara, la’uma memang berarti dahi atau kening tetapi dahi atau kening yang panjang/tinggi dan agak menonjol ke depan. Sebua la’uma adalah sebutan kepada seseorang yang memiliki dahi yang besar ini, dan agak bernada negatif – mengejek. Sebenarnya penyebutan sebua la’uma sendiri berlebihan (redundant), karena dalam kata la’uma sudah terkandung makna ebua (besar). Namun hal itu banyak ditemukan dalam Li Niha. Ebua sibai la’umau, besar kali dahimu – orang tua terkadang mengelakari anak-anak.

Dalam Li Niha varietas utara, dahi (yang normal) adalah angango. Ada kata lain yang searti, yakni: mbangombango.

“Tezu manö mbangombangonia” -> “Tinju saja dahinya”, sering dikatakan oleh orang mabuk dan atau yang suka berkelahi kepada teman yang lain di harimbale-harimbale pada masa lalu.

Sila’uma, Sola’uma
Apakah sila’uma berarti dahi menurut Li Niha varietas Idanoi? Pada halaman yang sama Hammerle selanjutnya menulis:

Nah, kalau ornamen kayu di dalam rumah disebut sila’uma, apakah istilah si’lauma dalam pembuatannya terinspirasi oleh bentuk ujung muka? Kelihatan seperti kepala patung yang mempunyai dahi (si’lauma) yang tinggi atau mempertujukkan dahi-nya kepada kita. Contoh Schröder, seorang pegawai Belanda yang betugas di Nias pada awal abad ke-20, dulu diberi gelar Sila’uma. Mengapa? Mungkin karena dahinya yang tinggi dan menonjol ke depan ? Sehingga ciri khas wajahnya menjadi alasan untuk memberi gelarnya Sila’uma? Di luar itu mitologi masih mengenal seorang leluhur dengan nama Sila’uma.

Paragraf kutipan ini sebenarnya memberi petunjuk kepada kita bahwa si’aluma tidak dapat diartikan sebagai dahi. Menurut saya, ‘si’ dalam kata silau’ma lebih berfungsi sebagai semacam kata sandang. Dengan demikian si’lauma adalah yang memiliki dahi yang besar, agak menonjol ke depan. Tapi mengapa patung disebut si’lauma ? Jawabannya: mengapa tidak? Sila’uma dalam pengertian ini adalah patung yang memiliki dahi yang besar. Sangat mungkin, seperti ditulis Hammerle, bahwa Schrõder memiliki dahi yang tinggi dan menonjol ke depan, paling tidak di mata orang-orang Nias di zaman itu.

Fungsi imbuhan ‘si’ telah cukup dibahas panjang lebar di bawah artikel: Sibaya, Paman, Uncle [3]. Salah satu komentar di sana mencoba ‘berhipotesis’ bahwa ‘si’ dalam kata sibaya bermaksud memberi makna ‘penghormatan’. Tulis komentar itu:

“ … saya setuju penulisan sibaya – menjadi satu tidak dipisah, tetapi saya beranggapan “si” yang didepan kata baya tetap saja berasal dari artikel yang ingin memberi pengertian “penghormatan” pada baya, kasarnya “sibaya” bisa diartikan “yang terhormat baya” …”

Julukan sila’uma yang diberikan kepada Schrõder tentulah tidak bermakna penghormatan, paling netral adalah julukan yang muncul secara spontan dari ciri yang menonjol sosok Schrõder.

Di Nias, harus diakui, kebiasaan menggelari/menjuluki orang melalui tampilan fisik cukup kental. Maka muncullah ‘sanau kaewa’ – kepada orang yang berkaki panjang, sanau ikhu – kepada yang berhidung panjang, dan seterusnya. Kebiasaan ini seharusnya mulai ditinggalkan.

Mengapa sola’uma tidak dipakai untuk menamakan patung itu? Padahal sola’uma berarti juga orang yang memiliki dahi panjang, agak menonjol ke depan? Dalam sebuah komentar saya di bawah artikel Sibaya, Paman, Uncle, saya menulis:

“Sibowo dan sobowo kayaknya agak berbeda pengertiannya, walau sangat tipis: sibowo -> si (sang) kuntum bunga, sementara sobowo -> yang berkuntumkan … “

Gelar (julukan) Sila’uma yang diberikan kepada Schröder berarti: si dahi besar; jadi ‘si’ di sini kurang lebih seperti kata sandang ‘si’ atau ‘sang’ dalam bahasa Indonesia.

Dari penjelasan di depan, tabel Hammerle tadi dapat dimodifikasi  sebagai berikut:

Bahasa Indonesia

Bahasa Dearah Nias

Nias Selatan Nias Idanoi Nias Utara
Dahi La’uma ? la’uma Angango, Mbangombango
Dahi besar

?

La’uma La’uma = angango (mbangombango) sebua
Julukan bagi orang yang memiliki dahi panjang dan agak menonjol ke depan

?

Sila’uma

Si’lauma

? Penulis tidak bisa memberi pendapat untuk Li Niha varietas Selatan.

Rujukan:

[1]. Hammerle, J., (tak bertahun), Daeli Sanau Talinga & Tradisi Lisan dari Onowaembo Idanoi. Yayasan Pusaka Nias.

[2]. Halawa, E., 2010: Dada, Nidada, Fodada, Ladada, Dinidadakan –  www.niasonline.net/2010/10/29/dada-nidada-fodada-ladada-dinidadakan/

[3]. Halawa, E., 2008: Sibaya, Paman, Uncle – www.niasonline.net/2008/05/07/sibaya-paman-uncle/

Republikan Mendapat 5 Kursi, Demokrat Mempertahankan Mayoritas

Wednesday, November 3rd, 2010

Nias Online – Partai Demokrat AS mempertahankan mayoritas di Senat Amerika dalam pemilihan pertengahan masa jabatan. Demokrat kehilangan kursi antara lain di West Virginia dan California.

Partai Republik mendapat tambahan kursi yang mengesankan, mengalahkan calon-calon Demokrat di Pennsylvania, Wisconsin, Arkansas, North Dakota dan Indiana. Partai Republik bahkan memenangi kursi Barack Obama sebelum ia dipilih jadi Presiden tahun 2008.

Akan tetapi Partai Republik masih tetap kecewa, karena mereka tidak mampu merampas 10 kursi dari Demokrat di Senat.

Di DPR, Republikan meraih kembali mayoritas yang terakhir mereka rebut pada tahun 2006.

Dengan Republikan menguasai DPR, Presiden Obama akan membutuhkan Senat yang dikuasi Demokrat untuk menggolkan berbagai programnya.

Yang kecewa dari pihak Demokrat termasuk dua orang sesepuh Demokrat Senator Russell Feingold dari Wisconsin dan Blanche Lincoln dari Arkansas yang gagal terpilih kembali.

Akan tetapi Gubernur negara bagian West Virginia – Joe Manchin – berhasil membendung hadangan milioner John Raese dari Partai Republik. Kursi senat West Virginia diduduki selama setengah abad oleh Senator Demokrat mendiang Robert C. Byrd. Senator Barbara Boxer dari California juga memenangi masa jabatan ke empat walau mendapat tantangan keras dari calon Rebpublikan Carly Fiorina.

Kemenangan-kemenangan penting Demkrat ini membuyarkan ambisi Republikan untuk meraih mayoritas di Senat. Mereka mungkin bisa menggolkan angka 50-50, akan tetapi Joe Biden sebagai Presiden Senat akan menguntungkan Demokrat.

Gerakan Tea Party yang populis meraih kemenangan di Florida dan Kentucky. Gerakan ini diperkirakan akan menekan para pimpinan partai untuk mengusahakan pajak rendah dan mengurangi pengeluaran pemerintah.

Rand Paul dari Kentucky dan Marco Rubio dari Florida menggoncangkan mesin Partai Republik pada musim semi lalu ketika mereka berhasil menumbangkan para tokoh partai favorit pada pemilihan pendahuluan. Rubio adalah putra dari pasangan imigran dari Kuba.

Di Utah, calon yang didukung oleh Tea Party, Mike Lee, juga menang setelah menyisihkan nominasi Republikan Senator Bob Bennett pada bulan Maret.

Namun calon Te Party yang dikenal luas Christine O’Donnell dari Delaware dikalahkan calon Demokrat Chris Coons. Pada pemilihan pendahuluan ia menang secara mengesankan, tetapi kemenangan awal ini tidak mampu menolongnya.

Harry Reid, Pimpinan Mayoritas Senat juga berhasil mempertahankan kursinya dari ancaman calon Tea Party Sharron Angle.

Sementara itu calon Demokrat Scott McAdams mengancam kursi yang diduduki Senator Lisa Murkowski di Alaska .

Demokrat kehilangan Senator Feingold yang dikalahkan oleh pendatang baru Republikan Ron Johnson in Wisconsin. Feingold, Senator yang tiga kali menjabat kursi Senator dikenal melalui usahanya memperketat undang-undang dana kampanye. Dia satu-satunya senator yang memberikan suara menentang undang-undang Patriot Act yang diloloskan setelah serangan teroris tahun 2001. Undang-undang itu menurutnya merupakan pelanggaran serius kebebasan sipil.

Daerah pemilihan Arkansas jatuh ke tangan Republikan John Boozman.
Di Pennsylvania, Republikan Pat Toomey menang atas calon Demokrat Joe Sestak. Kursi sebelumnya berada di tangan Arlen Specter, Republikan yang berbalik menjadi Demokrat, yang dikalahkan Sestak pada pemilihan pendahuluan.

Para pemilih di Indiana menempatkan kembali Republikan Dan Coats ke DPR setelah absen selama 12 tahun. Coats mengalahkan Brad Ellsworth dari Demokrat.

Di North Dakota, Republikan Gubernur John Hoeven dengan mudah mengalahkan Senator Demokrat Byron Dorgan yang menduduki kursi itu selama18 tahun.

Republikan Mark Kirk memenangi kursi senat di Illinois, yang pernah dijabat Obama. Kirk mengalahkan menteri keuangan negara bagian Illinois Alexi Giannoulias yang mendapat serangan atas bank keluarganya yang bermasalah.

Beberapa Senator Republikan yang terpilih kembali adalah: Mike Crapo (Idaho), David Vitter (Louisiana), Charles Grassley (Iowa) dan John McCain (Arizona). Sementara di pihak Demokrat: Ron Wyden (Oregon), Patrick Leahy (Vermont), dan Kirsten Gillibrand (New York). (HN/brk*)
Nias Online – Partai Demokrat AS mempertahankan mayoritas di Senat Amerika dalam pemilihan pertengahan masa jabatan. Demokrat kehilangan kursi antara lain di West Virginia dan California.

Partai Republik mendapat tambahan kursi yang mengesankan, mengalahkan calon-calon Demokrat di Pennsylvania, Wisconsin, Arkansas, North Dakota dan Indiana. Partai Republik bahkan memenangi kursi Barack Obama sebelum ia dipilih jadi Presiden tahun 2008.

Akan tetapi Partai Republik masih tetap kecewa, karena mereka tidak mampu merampas 10 kursi dari Demokrat di Senat.
Di DPR, Republikan meraih kembali mayoritas yang terakhir mereka rebut pada tahun 2006.

Dengan Republikan menguasai DPR, Presiden Obama akan membutuhkan Senat yang dikuasi Demokrat untuk menggolkan berbagai programnya.

Yang kecewa dari pihak Demokrat termasuk dua orang sesepuh Demokrat Senator Russell Feingold dari Wisconsin dan Blanche Lincoln dari Arkansas yang gagal terpilih kembali.

Akan tetapi Gubernur negara bagian West Virginia – Joe Manchin – berhasil membendung hadangan milioner John Raese dari Partai Republik. Kursi senat West Virginia diduduki selama setengah abad oleh Senator Demokrat mendiang Robert C. Byrd. Senator Barbara Boxer dari California juga memenangi masa jabatan ke empat walau mendapat tantangan keras dari calon Rebpublikan Carly Fiorina.

Kemenangan-kemenangan penting Demkrat ini membuyarkan ambisi Republikan untuk meraih mayoritas di Senat. Mereka mungkin bisa menggolkan angka 50-50, akan tetapi Joe Biden sebagai Presiden Senat akan menguntungkan Demokrat.

Gerakan Tea Party yang populis meraih kemenangan di Florida dan Kentucky. Gerakan ini diperkirakan akan menekan para pimpinan partai untuk mengusahakan pajak rendah dan mengurangi pengeluaran pemerintah.

Rand Paul dari Kentucky dan Marco Rubio dari Florida menggoncangkan mesin Partai Republik pada musim semi lalu ketika mereka berhasil menumbangkan para tokoh partai favorit pada pemilihan pendahuluan. Rubio adalah putra dari pasangan imigran dari Kuba.

Di Utah, calon yang didukung oleh Tea Party, Mike Lee, juga menang setelah menyisihkan nominasi Republikan Senator Bob Bennett pada bulan Maret.

Namun calon Te Party yang dikenal luas Christine O’Donnell dari Delaware dikalahkan calon Demokrat Chris Coons. Pada pemilihan pendahuluan ia menang secara mengesankan, tetapi kemenangan awal ini tidak mampu menolongnya.

Harry Reid, Pimpinan Mayoritas Senat juga berhasil mempertahankan kursinya dari ancaman calon Tea Party Sharron Angle.

Sementara itu calon Demokrat Scott McAdams mengancam kursi yang diduduki Senator Lisa Murkowski di Alaska .

Demokrat kehilangan Senator Feingold yang dikalahkan oleh pendatang baru Republikan Ron Johnson in Wisconsin. Feingold, Senator yang tiga kali menjabat kursi Senator dikenal melalui usahanya memperketat undang-undang dana kampanye. Dia satu-satunya senator yang memberikan suara menentang undang-undang Patriot Act yang diloloskan setelah serangan teroris tahun 2001. Undang-undang itu menurutnya merupakan pelanggaran serius kebebasan sipil.

Daerah pemilihan Arkansas jatuh ke tangan Republikan John Boozman.
Di Pennsylvania, Republikan Pat Toomey menang atas calon Demokrat Joe Sestak. Kursi sebelumnya berada di tangan Arlen Specter, Republikan yang berbalik menjadi Demokrat, yang dikalahkan Sestak pada pemilihan pendahuluan.

Para pemilih di Indiana menempatkan kembali Republikan Dan Coats ke DPR setelah absen selama 12 tahun. Coats mengalahkan Brad Ellsworth dari Demokrat.

Di North Dakota, Republikan Gubernur John Hoeven dengan mudah mengalahkan Senator Demokrat Byron Dorgan yang menduduki kursi itu selama18 tahun.

Republikan Mark Kirk memenangi kursi senat di Illinois, yang pernah dijabat Obama. Kirk mengalahkan menteri keuangan negara bagian Illinois Alexi Giannoulias yang mendapat serangan atas bank keluarganya yang bermasalah.

Beberapa Senator Republikan yang terpilih kembali adalah: Mike Crapo (Idaho), David Vitter (Louisiana), Charles Grassley (Iowa) dan John McCain (Arizona). Sementara di pihak Demokrat: Ron Wyden (Oregon), Patrick Leahy (Vermont), dan Kirsten Gillibrand (New York). (HN/brk*)

Dinkes Sumut: Waspadai rabies

Wednesday, November 3rd, 2010

MEDAN – Rabies masih menjadi penyakit yang menghantui dan mematikan di Sumatera Utara. Pasalnya, penyakit jenis ini masih ditemukan di Sumut.

Atas kondisi itu, masyarakat dihimbau untuk tetap mewaspadai rabies, karena dalam tiga tahun belakangan ini penyakit tersebut di Sumatera Utara cenderung terus mengalami peningkatan di beberapa kabupaten/kota.

Koordinator Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P3B2) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Teguh Supriadi, mengatakan berdasarkan data yang ada, diketahui kasus rabies cenderung meningkat sejak tahun 2008 hingga penghujung tahun 2010.

Kabupaten Nias yang saat ini terbagi menjadi lima kabupaten/kota yakni Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli sebelumnya dinyatakan wilayah bebas rabies bersama beberapa daerah lain di Indonesia seperti pulau Bali, NTB, Maluku dan Jawa Timur.

“Namun pada awal tahun 2010 telah dilaporkan adanya kasus rabies yang hingga pertengahan tahun 2010 telah merenggut nyawa sedikitnya 31 orang di wilayah itu. Jumlah ini merupakan kasus terbanyak dalam periode waktu yang sama sepanjang sejarah rabies di Sumut,” katanya, hari ini.

Hingga saat ini, lanjutnya, Dinkes kabupaten/kota di sumut diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan penanggulangan dengan cepat pada setiap kasus gigitan hewan penular rabies.

Karena jumlah kasus gigitan anjing sebagai hewan utama penular rabies di Sumut pada tahun 2010 hingga bulan Juli diketahui mengalami peningkatan yang signifikan dan secara akumulatif per bulan hingga Desember nanti jumlahnya diperkirakan dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

“Bukan hanya itu saja, baru-baru ini juga ada laporan kasus di pengungsian Gunung Sinabung yang menyatakan lima pengungsi terkena gigitan anjing liar, sehingga harus kita berikan VAR (Vaksin Anti Rabies) guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Mengingat rabies cenderung mengalami peningkatan, lanjutnya, upaya kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan rabies dengan jumlah yang lebih banyak di waktu yang akan datang perlu ditingkatkan dengan beberapa upaya, seperti meningkatan surveilans epidemiologi rabies pada hewan dan manusia.

Kemudian meningkatkan keamanan terhadap hewan yang kemungkinan menggigit manusia, penyediaan VAR di kabupaten/kota, pemberdayaan masyarakat tentang upaya pencegahan rabies melalui berbagai kegiatan sosial dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang P3K pascagigitan hewan tersangka rabies.

“Yang terakhir koordinasi yang solid antara Dinkes dan Dinas Peternakan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, sehingga kita dapat melakukan pencegahan penularan rabies secara menyeluruh di Sumut,” katanya. (www.waspada.co.id – 2 November 2010)

50 Kabupaten Berisiko Tsunami

Tuesday, November 2nd, 2010

JAKARTA–MICOM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan sekitar 150 kabupaten/kota di Indonesia, beresiko tinggi diterjang tsunami. Untuk itu, salah yang terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko korban adalah relokasi penduduk yang berada di wilayah rawan tsunami.

“Tentunya yang dimaksud relokasi bukan mengosongkan pulau atau daerahd ari penduduk. Namun cukup memindahkan ke bagian lain dari pulau yang lebih aman,” tutur Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB Sutopo Purwo Negoro, di Jakarta, Senin (1/11).

Hal senada juga disampaikan oleh Menko Kesra Agung Laksono. “Idealnya penduduk yang tinggal di pulau-pulau kecil di sepanjang Pulau Sumatra mulai dari Nias hingga Lampung memang harus direlokasi. Karena daerah tersebut sangat rawan terkena gempa dan tsunami,” tutur Agung.

Sesuai dengan instruksi presiden, Agung menjelaskan, dalam waktu dekat akan dibuat semacam PP (Peraturan Pemerintah) atau Inpres tentang upaya relokasi bagi mereka. Tentu saja dalam relokasi nanti, pihak daerah yang harus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan. Pasalnya, daerah dengan melibatkan pemuka adat dan tokoh masyarakat adalah yang paling memahami budaya dan kultur masyarakat setempat.

“Tempat relokasi tidak harus ke tempat yang jauh dari tempat tinggal mereka sekarang, tetapi cukup dicarikan yang lebih aman, mungkin ke tepian bukit yang datarannya lebih tinggi,” katanya. (www.mediaindonesia.com – 2 November 2010)

Anggota DPRD Nias Darwis Zendratö Minta Pemilukada di Kepulauan Nias Dilaksanakan Bersamaan

Monday, November 1st, 2010

Nias – Anggota DPRD Nias dari Komisi B Darwis Zendatö meminta agar Pemilukada dilaksanakan bersamaan pada bulan Pebruari tahun 2011 di empat kabupaten sekepulauan Nias yaitu Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunungsitoli karena wilayah daerah keempat kabupaten tersebut sangat berdekatan.

Hal ini dikatakan Darwis Zendratö kepada SIB di Gunung Sitoli, Jumat (22/10). Menurutnya ada beberapa hal yang dapat dihindari bila Pemilukada di empat wilayah kabupaten tersebut dilaksanakan secara bersamaan.

Darwis Zendratö menjelaskan bila Pemilukada dilaksanakan secara bersamaan maka dapat menghindari adanya mobilisasi massa, karena status kependudukan antara empat kabupaten tersebut sampai saat ini masih banyak yang berdomisili di kota Gunungsitoli, sementara mereka mempunyai kartu tanda penduduk di daerah yang lain.

Juga dapat mengefektifkan waktu, dapat memberikan pengamanan yang lebih kondusif, dapat mendorong semua pihak untuk bekerja secara maksimal termasuk pencapaian keakuratan data di DPT (daftar pemulih tetap) di masing-masing wilayah kabupaten dan Pemilukada lebih mudah dikontrol, ujarnya.

“Saya mengajak kepada semua pihak baik elit politik Parpol, pemerintah, Ormas dan pemuda supaya menjauhkan kepentingan- kepentingan pribadi tetapi marilah kita sama-sama mensukseskan Pemilukada ini agar dapat melahirkan pemimpin yang berkualitas baik yang dapat membangun Nias ini setara dengan kabupaten yang ada di Sumatera Utara,” jelasnya. (www.hariansib.com – 31-10-2010)

Guru Honor SMA Negeri 2 Mandrehe Nias Barat Aniaya Siswi Sampai Pingsan

Monday, November 1st, 2010

* Sekda Nias Barat akan Panggil Pelakunya

Nias Barat – Guru honor di SMA Negeri 2 Mandrehe di Kabupaten Nias Barat menganiaya siswi kelas XII IPA. Getini Gulö (17) Jumat (8/10) sampai pingsan di hadapan siswa/i SMA negeri 2 Mandrehe.

Setelah kejadian korban dibawa ke puskesmas terdekat, namun karena puskesmas tidak mampu, korban dirujuk ke RSU Gunungsitoli dan dirawat sejak 11 Oktober 2010 hingga 14 Oktober 2010.

Dokter RSU Gunungsitoli yang dikonfirmasi Jumat (15/10) mengakui siswi SMA Negeri 2 Mandrehe diopname RSU Gunungsitoli sejak 11 Oktober 2010 hingga 14 Oktober 2010. “Kami tidak bisa memberitahukan kepada siapapun tentang masalah yang diderita korban kecuali pihak kepolisian meminta visum melalui RSU Gunungsitoli. Yang jelasnya korban sudah diobati berdasarkan rujukan Puskesmas Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat,” kata dokter.

Sementara Kepala Desa Iraono Gambö ketika ditanya SIB Jumat (15/10 ) melalui telepon selulernya tentang langkah yang sudah dilakukan terkait penganiayaan siswi SMA Negeri 2 Mandrehe yang merupakan warga desanya mengatakan, setelah kejadian pihaknya melapor kepada pihak yang berwajib secara lisan dan anggota Polsek Mandrehe telah turun di TKP dan korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk menyelamatkan korban dan karena tidak dapat diobati oleh pihak puskesmas maka korban dirujuk ke RSU Gunungsitoli.

“Atas penganiayaan tersebut pelaku dan orangtua pelaku (Yaebesi Hia SH) telah membuat pernyataan bahwa segala biaya pengobatan korban sampai dia sembuh ditanggulangi oleh pelaku dan orangtuanya sehingga kami sebagai kepala desa dan orangtua korban fokus untuk memikirkan bagaimana supaya korban bisa sembuh secara fisik maupun traumatisnya akibat penganiayaan oleh gurunya sendiri,” kata kades.
Harapan masyarakat terhadap penegak hukum agar diterapkan Undang – Undang Perlindungan Anak kepada pelaku penganiayaan.

Kalau nanti ada perdamaian antara korban dan pelaku itu hanya untuk meringankan hukuman bukan berarti menghapuskan tindak pidananya. Diharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar memecat guru honor itu karena sebelumnya sudah pernah melakukan penganiayaan yang sama kepada siswa lainnya.

Kadis Pendidikan Kabupaten Nias Barat melalui telepon selulernya kepada SIB mengatakan, belum ada laporan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Mandrehe. “Mohon maaf saya berada di atas mobil ke Kota Gunungsitoli dan tunggu penjelasan berikutnya biar saya cek ke sekolah tersebut,” kata Kadis.

Kapolsek Mandrehe AKP Kalvinus Gulö melalui telepon selulernya membenarkan adanya peristiwa penganiayaan terhadap siswi di SMA Negeri 2 Mandrehe. “Namun belum ada laporan secara resmi dari pihak orangtua korban sehingga kita belum melakukan proses sebagaimana mekanisme yang berlaku dan informasi yang kita peroleh pihak pelaku dan orangtua pelaku telah berjanji bahwa semua biaya sampai korban sembuh ditanggulangi mereka dan kita juga menunggu kalau sudah sembuh korban meminta keterangan dan baru kepada pihak pelaku karena hingga saat ini belum ada surat perdamaian antara pihak korban dan pelaku,” kata Kapolsek.

Sementara itu, sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat Zemi Gulö SH, akan memanggil kepala sekolah dan pelakunya untuk diminta penjelasan terkait adanya pemukulan siswi, karena hal itu melanggar UU perlindungan anak.

Menurut Sekda, dia sudah mendengar ada guru honor memukul siswi bahkan polisi telah datang ke sekolah menangkap pelakunya. “Mungkin ada perjanjian pelaku Guru Honor dengan jaminan orang tua pelaku maka Polisi tidak jadi menangkapnya katanya pada SIB diruang kerja kamis (21/10 ) ketika ditanya SIB bahwa Guru honor di Kab Nias barat membuat resah orang tua karena takut atau trauma terhadap guru honor yang melakukan pemukulan terhadap siswi dan siswa. (www.hariansib.com – 31-10-2010)