Archive for November 16th, 2010 | Daily archive page

Scientists cannot predict the exact time (when) an earthquake will strike

Tuesday, November 16th, 2010

Jakarta (Nias Online) – Scientists are not able to determine the exact time (hour, date, and year) when an eartquake will strike a certain region. Such a prediction is false and will never come from credibel experts in the field. This statement comes from two leading earthquake experts Prof. Kerry Edward Sieh and Dr. Danny Hilman Natawidjaja, M. Sc.

Scientific research does not allow us to predict whether an earthquake will happen in Sumatra on a specific day, month, or year.” said Prof Sieh and Dr. Natawidjaja in a joint statement received by Nias Online, Monday (15/11/2010).

As reported by Nias Online earlier, Nias inhabitants, in particular those living in South Nias have been overwhelmed by rumours of imminent large eartquake that will jolt the region. The rumour even predicted that the earthquake will strike at any time between 10 – 20 November 2010 resulting in some people fleeing their homes and stocking basic household needs in large amount.

The statement from these two scientists strongly discredits such rumours.

“Any such predictions are fake and do not come from reputable scientists”, they said.

Profesor Kerry Sieh is the Director of the Earth Observatory of Singapore – Nanyang Technological University in Singapore, whilst Dr. Danny Hilman Natawijaya, M. Sc. is a geologist from Research Center for Geotechnology, the Indonesian Institute of Sciences (LIPI) in Bandung. Both scientists are actively involved in the research on earthquake activities along the west coast of Sumatra.

However, they hinted that in the coming decades a great earthquake and the resulting tsunami will hit the region of western cost of Sumatera and islands nearby.

“Our research does show that a great earthquake and its tsunami are very likely sometime in the next few decades in the area between the Batu and Pagai Islands and along the neighbouring mainland West Sumatran coast. However, we cannot say exactly when within the next few decades this might occur. “ they explained in the joint statement.

“This means that young people living in this region today are very likely to experience this great earthquake and its tsunami within their lifetimes. There are many actions that can be taken in the time between now and then to lessen the loss of life, livelihood and property.”, the joint statement concluded.

Pictures: Kompas.com dan Nanyang Technological University website – ntu.edu.sg (EH/EN/*)

Para Ilmuwan Tidak / Belum Dapat Memprediksi Kapan Sebuah Gempa Akan Terjadi

Tuesday, November 16th, 2010

Jakarta (Nias Online) – Para ilmuwan tidak atau belum bisa menentukan jam, hari, tanggal dan tahun berapa sebuah gempabumi akan terjadi. Ramalan semacam itu adalah kebohongan dan tidak datang dari para ilmuwan.

Demikian antara lain penjelasan Prof. Kerry Edward Sieh dan Dr. Danny Hilman Natawidjaja, M. Sc. dalam pernyataan bersama mereka yang diterima Nias Online, Senin malam (15 November).

Penelitian ilmiah tidak atau belum memungkinkan kita untuk memprediksi akan terjadinya gempabumi di Sumatra pada hari, bulan dan tahun tertentu. ” kata kedua pakar gempa itu dalam pernyataan bersama.

Sebagaimana diberitakan Nias Online sebelumnya, warga Nias khususnya di Nias Selatan merasa was-was karena merebaknya isu akan terjadinya gempa besar. Bahkan menurut isu itu, gempabumi tersebut akan terjadi antara tanggal 10-20 November 2010. Akibat dari isu miring tersebut sebagiam warga Nias Selatan mengungsi dan memborong sembako.

Pernyataan bersama kedua pakar ini secara tegas mendiskreditkan sumber-sumber yang mengklaim bisa meramal dengan tepat kapan terjadinya gempabumi.

Apabila mendengar ada ramalan atau prediksi tentang akan terjadinya gempabumi pada waktu tertentu, hal tersebut adalah tidak benar, dan pasti tidak berasal dari ahli yang berkompeten.” kata mereka menegaskan.

Profesor Kerry Edward Sieh adalah Direktur Earth Observatory of SingaporeNanyang Technological University di Singapura, sedangkan Dr. Danny Hilman Natawidjaja, M. Sc. adalah ahli geologi dari Pusat Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Bandung. Kedua ilmuwan tersebut aktif melakukan penelitian gempa dan tsunami di pantai barat Sumatera.

Menurut mereka, potensi terjadinya gempabumi dan tsunami di pantai barat Sumatera memang ada, tetapi mereka tidak dapat memprediksi dengan pasti kapan.

Penelitian kita menunjukkan bahwa gempabumi and tsunami-nya akan terjadi di suatu saat dalam kurun waktu beberapa dekade ke depan di wilayah antara kepulauan Batu dan Pagai dan sepanjang pantai di pinggiran Sumatra-Barat yang ada di dekatnya. Namun demikian, kita tidak dapat menentukan kapan waktu tepatnya di beberapa dekade ke depan tersebut gempa akan terjadi.” jelas mereka dalam pernyataan bersama yang diterima Nias Online.

Hal ini bermakna“, kata pernyataan tersebut, “bahwa generasi muda yang ada saat ini di wilayah tersebut berkemungkinan besar untuk mengalami gempabumi tersebut di masa kehidupannya. Banyak tindakan yang dapat dilakukan di waktu ini sampai yang akan datang untuk mengurangi kerugian jiwa, dan harta benda.”

Sumber foto: Kompas.com dan situs  Nanyang Technological University – ntu.edu.sg (EH/EN/*)