Mark Up Nilai Obat, Kejati Sumut Tahan Tiga Tersangka

Friday, November 5, 2010
By nias

TEMPO Interaktif, Medan -Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka kasus dugaan mark up atau pengelembungan nilai pengadaan obat dan perbekalan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan, anggaran 2007. Ketiganya resmi dijadikan tersangka dan ditahan usai menjalani pemeriksaan, Kamis (4/11) sore.

“Untuk saat ini data dan bukti mengarah pada ketiganya,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut, Erbindo Saragih. Untuk tersangka lainnya, Erbindo menyatakan lebih berpatokan pada data dan bukti yang ada. “Jawaban saya, pada data dan bukti yang ada, mengarah kepada siapa. Itu saja,” ujarnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati, Edi Irsan, mengungkapkan, mereka yang ditahan adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kristian Hondrö, Berektus Manaö selaku panitia pengadaan, dan pemenang pengadaan Rianda Kendy Damanik dari PT Safeta. Perusahaan ini menjadi rekanan Dinas Kesehatan atas penunjukkan langsung.

Edi menuturkan, dari hasil penyidikan Kejaksaan, nilai kerugian mencapai Rp 2,5 miliar. “Dari Rp 3,5 miliar nilai PAGU dalam pengadaan,” kata Edi.

Soal penunjukkan langsung terhadap perusahaan, PT Safeta. Edi mengungkapkan, penunjukkan itu tidak memperhatikan dan mengacu Keptusan Menteri Kesehatan Nomor 521/Menkes/VII/2007. “Dan bertentangan juga dengan perubahan ketujuh Kepres No 8/2007 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa,” katanya. Tapi, lanjut Edi, “Mereka mengacu pada keputusan Bupati Nias Selatan No 050/10/2007.” (www.tempointeraktif.com – 4 November 2010)

Tags:

2 Responses to “Mark Up Nilai Obat, Kejati Sumut Tahan Tiga Tersangka”

  1. 1
    Fekderi Ge'e Says:

    karna ada kesempatan….

  2. 2
    demodaeli Says:

    Sikat terus pak jaksa…!!!jgn…di peti eskan…upah ada di surga…dan Tuhan bersamamu dan keluargamu,Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

November 2010
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930