Archive for November 18th, 2010 | Daily archive page

Ahli Geologi ITM, Ir Lisnawaty, MT: Sumut Terancam Gempa Besar

Thursday, November 18th, 2010

Ahli Geologi Institut Teknologi Medan (ITM), Ir Lisnawaty MT mengatakan Indonesia sangat rawan terjadi gempa bahkan wilayah Sumut berpotensi alami gempa sangat besar. Kerawanan gempa itu berada di sepanjang pesisir pantai barat.

“Di Sumut ada dua sumber jalur gempa yang sangat berpotensi terutama jalur sepanjang pantai barat dan sumber jalur darat yakni Bukit Barisan,” ungkap Ahli Geologi Institut Teknologi Medan (ITM), Ir Lisnawaty MT saat memberikan kuliah umum, Sabtu lalu di kampus Institut Teknologi Medan.

Kerawanan gempa itu ada di sepanjang pantai barat yang sumbernya dari laut dan berpotensi tsunami. Menurutnya, gempa yang bersumber di laut disebabkan daerah itu masuk dalam lempeng Asia yakni tempat pertemuan lempeng benua Asia dan lempeng Samudera Hindia.

Tumbukan kedua lempeng itu mengakibatkan kepulauan kecil terdepan, seperti Nias dan daerah pesisir barat yakni Tapsel, Taput dan Madina sekitarnya terlebih dulu dihantam gempa. “Gempa akibat tubrukan dua lempeng sifatnya bisa menyeluruh dan getarannya dirasakan daerah lain yang sangat jauh dari sumber gempa,” ungkap Lisnawaty yang juga Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumut.

Tidak itu saja, menurutnya pulau-pulau yang terdekat dengan sumber gempa juga bisa hilang diakibatkan naiknya permukaan air laut dan turun akibat retakan bumi.

Dijelaskannya, sepanjang pegunungan Bukit Barisan merupakan jalur gempa di darat yakni pada jalur patahan semangko. Di Sumut jalur patahan itu masuk pada tiga segmen patahan, terdiri sekmen patahan Renun melalui Dairi, Karo, Langkat, Pakpak Barat, Tobasa dan Humbang Hasudutan.

Pada segmen patahan Toru yakni melintasi Tapanuli Utara dan Tengah dan segmen lainnya adalah patahan angkola meliputi Tapsel dan Madina.

Lisnawaty mencontoh jalan di Aeklatong Tapsel tidak pernah bagus karena jalan itu masuk jalur sehmen patahan angkola.

Di Sumut Utara gunung-gunung yang tergolong aktif dan berpotensi gempa yakni Gunung Sibayak, Sinabung, Martimbang, Sibual-buali, Sorik Marapi dan Gunung Lubuk Raya. “Dari sisi keilmuan, potensi gempa selalu ada namun belum bisa dipastikan kapan terjadi dan berapa besar skala richter. Karena itu sebaiknya pemerintah melakukan mitigasi yakni antisipasi sebelum dan sesudah gempa terjadi,” tegasnya.

Perbedaan kondisi gunung api di kawasan Pulau Sumatera berbeda dengan di Pulau Jawa. Menurutnya, komposisi perbedaan kedua gunung api tersebut dilihat dari komposisi magma yang dikeluarkan gunung berapi tatkala meletus.

“Secara umum, magma gunung api di Jawa komposisinya intermidiatis hingga basa atau adesitic. Sedangkan gunung api yang ada di Sumatera cenderung intermidiatis hingga asam atau granitis,” kata Lisnawaty.

Lisnawaty mengatakan, debu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Merapi yang saat ini sedang meletus, ke depan bernilai ekonomis untuk mengembalikan kesuburan tanah. Bahkan pasir yang dimuntahkan memiliki kualitas terbaik untuk bahan bangunan dibandingkan pasir sungai. (Sumber: www.harian-global.com – 18 November 2010)

Korupsi Nias Bisa Seret Tersangka Lain

Thursday, November 18th, 2010

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak menutup kemungkinan korupsi APBD Kabupaten Nias, Sumatera Utara bakal menyeret nama lain selain Bupati Nias, Binahati B Baeha. Pasalnya, dana yang diduga diselewengkan Binahati ternyata mengalir ke beberapa orang.

Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto, mengungkapkan, awalnya pada tahun 2007 Nias menerima dana Rp 9,48 miliar untuk dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi paskagempa dan tsunami 2004. Selanjutnya, dana itu digunakan untuk pengadaan barang dan jasa.

“Tapi dalam pelaksanannya, terjadi mark up dalam pembelian barang dan jasa untuk berbagai kegiatan penanggulangan pascabencana yang diduga dilakukan oleh Bupati Nias, BBB. Dana hasil mark up diduga dibagikan ke beberapa orang,” ujar Bibit saat dihubungi, Rabu (17/11).

Karenanya Bibit tak menampik kemungkinan penyidikan kasus Nias akan diperluas sehingga tak menyeret Binahati saja. Terlebih lagi, pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPIdana tentang perbuatan turut serta atau bersama-sama juga termasuk dalam pasal yang disangkakan kepada Binahati.

Namun sejauh ini, kata Bibit, jumlah tersangkanya belum bertambah. “Kalau sekarang masih BBB (Binahati B Baeha),” tandasnya.

Yang pasti, lanjut Bibit, KPK telah mengantongi angka kerugian keuangan negara dari proyek senilai Rp 9,48 miliar itu. “Sejauh ini kerugian negaranya Rp 3,8 miliar,” sebut Bibit.

Seperti diketahui, awal pekan ini KPK telah menaikkan status penyelidikan dugaan korupsi APBD dan dana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Nias ke penyidikan. Pelaksana tugas (plt) Direktur Penyidikan KPK, Feri wibisono, mengungkapkan, kasus itu telah menyeret Bupati Nias Binahati B Baeha sebagai tersangka.

Oleh KPK, Binahati dijerat dengan sejumlah pasal antara lain pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 UU Pemb Korupsi. Jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.(ara/jpnn) (Sumber: www.jpnn.com – 17 November 2010).

Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli Periode 2011-2016 Serahkan Hewan Qurban 4 Ekor Sapi dan Kerbau, 24 Ekor Kambing

Thursday, November 18th, 2010

Gunungsitoli – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Gunungsitoli Periode 2011-2016 Drs Kemurnian Zebua BE dan Temazaro Harefa yang juga Ketua Posko Delasiga Kota Gunungsitoli menyerahkan hewan qurban kepada Panitia Masjid di Saombo seekor Sapi, Kelurahan Pasar Kota Gunungsitoli seekor sapi, Masjid Jami Kelurahan Ilir Gunungsitoli seekor Kerbau, di desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli seekor Sapi yang diserahkan langsung oleh Temazaro. Tandawana, dan Boe, Bousö, Siarawi, Kecamatan Gunungsitoli utara, Gumbu, Moawö, Suhada Olora, Afia, Gamo, Landatar, Idanö Tae, Luaha Laraga, Foa, Tetehosi Foa, Humene Satua, Miga, Tohia, Desa Booyo, Surau Annur Afilaja, berupa kambing sebanyak 24 ekor.

Drs Kemurnian Zebua didampingi Temazaro Harefa, Koordinator Posko Delasiga Agus Hardian Mendrofa, pengurus Partai Demokrat Kharis Harefa, anggota DPRD kota Ir Filifo Waruwu, dan sejumlah anggota DPRD kota pada sambutannya mengatakan sesuai program Delasiga yang dipimpin putra Nias di Jakarta Fona Marundruri agar diserahkan melalui Masjid Saombo ini.

Kegiatan kita doakan kiranya ini merupakan awal dan dapat berkelanjutan di masa yang akan datang diharapkan bapak ibu saudara dapat mendukung dengan doa agar kegiatan seperti ini bisa kita lakukan setiap tahun.

Sementara Ketua Koordinator Posko Delasiga Agus Hardian Mendrofa mengatakan selaku kordinator Posko Delasiga memohon kepada tokoh agama, adat dan masyarakat kiranya dapat bekerjasama dalam bidang kesejahteraan masyarakat, pendidikan dan perekonomian.

Delasiga yang dipimpin oleh Fona Marundruri telah melakukan kegiatan kemanusiaan terhadap korban bencana Tahun 2004 dan Pasca Gempa yang melanda Nias Tahun 2005 di mana Posko Delasiga membangun perumahan untuk korban bencana dan 23 Nopember 2010 Posko Delasiga akan berangkat ke Mentawai untuk menyerahkan bantuan dalam bentuk barang senilai Rp 500 juta.

“Kegiatan qurban yang kita lakukan hari ini akan tetap berkelanjutan dimasa yang akan datang dan harapan kami mari kita menjalin kerjasama yang baik untuk membantu masyarakat yang tidak mampu dan bila ada yang tidak berkenan dalam hati kita semua kami memohon maaf,” ujarnya.

Panitia dan tokoh di wilayah kota Gunungsitoli menyatakan terima kasih kepada Pasangan Drs Kemurnian Zebua dan Temazaro Harefa (Murni – Zaro) dan kepada Pimpinan Delasiga Fona Marunduri yang peduli dengan warga kota Gunungsitoli dalam menyambut Hari Raya Qurban. (LZ/hh) – www.hariansib.com – 18 November 2010)