Archive for November 5th, 2010 | Daily archive page

Isu Gempa Besar Resahkan Warga Nias Selatan

Friday, November 5th, 2010

JAKARTA (Nias Online) – Beberapa hari terakhir, di Nias Selatan beredar informasi mengenai prediksi akan terjadinya gempa besar melanda Pulau Nias. Informasi itu menyebutkan, akan terjadi gempa besar antara 10-20 November 2010, sebagai kelanjutan gempa yang melanda Kepulauan Mentawai pada 26 Oktober 2010 lalu.

Sejumlah informasi yang dihimpun Nias Online dari warga Nias Selatan membenarkan beredarnya informasi itu. Bukan hanya di antara warga ibukota Kabupaten Nisel tersebut, tapi juga sampai ke kampung-kampung. “Tidak tahu darimana info itu pertama sekali. Tapi memang sudah tersebar dan banyak yang resah,” ujar Patriot Zagötö, salah satu warga.

Ditanya mengenai tanda-tanda adanya warga yang mengungsi meninggalkan Teluk Dalam, kata Patriot, sampai saat ini belum terlihat. Sebelumnya, Nias Online mendapatkan informasi juga mengenai adanya sejumlah warga yang mulai meninggalkan kota itu. Patriot menambahkan, semalam sejumlah pejabat Pemda melakukan rapat membahas masalah terkait informasi yang beredar itu.

Ketika Nias Online mengkonfirmasi hal itu, salah satu tokoh masyarakat di Teluk Dalam, Pdt Foluaha Bidaya membenarkannya. Dia menjelaskan, informasi itu diperoleh masyarakat dari berita di televisi dan juga media cetak yang memberitakan mengenai prediksi sejumlah pakar bahwa gempa akan terjadi pada rentang waktu tersebut.

Meski begitu, Foluaha membantah telah terjadinya pergerakan warga Teluk Dalam yang meninggalkan kota itu untuk menghindar. Justru menurut dia, yang paling resah akibat informasi itu adalah warga di Kepulauan Tello. “Mereka lebih resah di banding di Teluk Dalam. Kalau pun ada yang mengungsi, itu cuma satu dua orang. Itu informasi yang saya dapat dari camat di sana. Saya pikir, BMKG perlu memberi penjelasan agar masyarakat tidak resah,” kata dia.

Isu Tidak Berdasar

Di hubungi terpisah, kepada Nias Online, Deputi Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr. Prih Harjadi mengatakan prediksi itu sebagai isu tidak berdasar. Menurut dia, institusi-institusi resmi seperti BMKG dan LIPI tidak pernah mengeluarkan prediksi dengan menyebut tanggal seperti itu. “Itu isu tidak berdasar. Kami pastikan info yang beredar itu tidak benar. Sebab, gempa belum pernah bisa diprediksi. Jadi tidak usah ditanggapi. Jangan disebarluaskan. Kalau disebarluaskan, ya, sebarluaskan bahwa isu itu tidak benar,” kata dia.

Dia menjelaskan, penyebutan tanggal dalam prediksi tersebut justru makin menegaskan ketidakbenaran informasi itu. Teknologi yang dimiliki saat ini, baik di Indonesia mau pun di negara dengan teknologi lebih maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, belum bisa memrediksi tanggal akan terjadinya gempa.

Dia mengingatkan, bukan hanya wilayah Kepulauan Nias, tapi sebagian besar wilayah Indonesia adalah daerah rawan gempa. Karena itu, seluruh masyarakat harus selalu waspada dan tahu apa yang harus dilakukan bila gempa itu terjadi.

Adapun mengenai prediksi potensi gempa oleh para pakar dari luar negeri yang sering jadi referensi isu tersebut, kata dia, bukan hal baru. Sebab, semua sudah tahu, mulai dari wilayah Sumatera, terutama di daerah-daerah pesisir terluar seperti Simeulue, Nias, Mentawai hingga ke selatan Jawa merupakan daerah yang potensial terjadi gempa setiap saat.

Sebagai contoh, pada 2004 gempa yang memicu tsunami terjadi di Aceh. Pada 2005 di Nias, 2007 di Bengkulu, 2009 di Padang, dan 2010 di Mentawai. Dari berbagai perhitungan para pakar, di sekitar Mentawai itu memang ada energi yang belum di lepas dalam bentuk gempa. Pelepasan energi itu, bisa dalam hitungan tahun, puluhan tahun atau pun hitungan bulan. “Jadi, apakah dari perhitungan ahli dari Inggris itu, dari Amerika Serikat, Jepang atau pun perhitungan BMKG, semua tahu bahwa pasti di situ akan gempa. Tapi kapan waktunya, kita tidak tahu. Jadi kita minta masyarakat antisipasi dan paham masalah itu,” tukas dia.

Mengenai kekuatiran sejumlah pihak bahwa setelah gempa Mentawai ini, akan menyusul terjadinya gempa di Pulau Nias, Prih mengatakan sejauh ini justru yang dicurigai justru daerah Mentawai. Sebab, bila melihat pada rangkaian kejadian gempa, di wilayah Pulau Nias, sudah ada energi yang telah dilepaskan pada 2005 dengan magnitude yang sangat besar. (Etis Nehe)

Skyfire, Memungkinkan Pemutaran Video yang menggunakan Adobe Flash

Friday, November 5th, 2010

Anda hanya mampu memutar video dari Youtube dan sejumlah terbatas format video lain di iPhone Anda ? Sebentar lagi hal itu akan berubah. Skyfire, sebuah applikasi baru iPhone yang baru saja diluncurkan memungkinkan Anda, pengguna telefon genggam iPhone, memutar Video yang menggunakan Adobe Flash.

Aplikasi baru buatan Skyfire Labs Inc. ini adalah suatu web browser yang dapat memutar video yang menggunakan Flash dari berbagai situs web. Browser ini selain dapat dipakai di iPhone, bisa juga digunakan di iPad dan iPod Touch.

Aplikasi ini bekerja dengan mengirim video yang diminta ke server Skyfire Labs Inc. yang akan menerjemahkan video itu ke dalam format yang didukung oleh sistem operasi Apple.

Sebagaimana diketahui hingga saat ini Apple tidak mengizinkan teknologi Flash dalam sistem operasinya, hal yang membuat para pengguna iPhone kecewa.

Menurut Jeffrey Glueck Chief Executive Skyfire, aplikasi ini membantu pengguna iPhone, iPad dan iPod Touch untuk memutar video-video yang selama ini tak bisa diputar pada perangkat-perangkat tersebut. Ditambahkannya applikasi ini tidak akan berpengaruh pada kinerja baterai dan akses internet.

Apple mencegah penggunaan teknologi media Adobe pada perangkat-perangkat mobile-nya dengan alasan Adobe adalah teknologi usang yang berpengaruh pada kinerja perangkat buatannya.

Tanggapan pengguna iPhone terhadap aplikasi baru seharga $3 dollar (sekitar Rp 30,000) ini luar biasa. Hari Rabu lalu (3/10), pihak Skyfire menghentikan untuk sementara penjualannya karena kelabakan dengan permintaan yang memperngaruhi kinerja server-nya. (*)

Mark Up Nilai Obat, Kejati Sumut Tahan Tiga Tersangka

Friday, November 5th, 2010

TEMPO Interaktif, Medan -Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menetapkan tiga tersangka kasus dugaan mark up atau pengelembungan nilai pengadaan obat dan perbekalan alat kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan, anggaran 2007. Ketiganya resmi dijadikan tersangka dan ditahan usai menjalani pemeriksaan, Kamis (4/11) sore.

“Untuk saat ini data dan bukti mengarah pada ketiganya,” kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut, Erbindo Saragih. Untuk tersangka lainnya, Erbindo menyatakan lebih berpatokan pada data dan bukti yang ada. “Jawaban saya, pada data dan bukti yang ada, mengarah kepada siapa. Itu saja,” ujarnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati, Edi Irsan, mengungkapkan, mereka yang ditahan adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kristian Hondrö, Berektus Manaö selaku panitia pengadaan, dan pemenang pengadaan Rianda Kendy Damanik dari PT Safeta. Perusahaan ini menjadi rekanan Dinas Kesehatan atas penunjukkan langsung.

Edi menuturkan, dari hasil penyidikan Kejaksaan, nilai kerugian mencapai Rp 2,5 miliar. “Dari Rp 3,5 miliar nilai PAGU dalam pengadaan,” kata Edi.

Soal penunjukkan langsung terhadap perusahaan, PT Safeta. Edi mengungkapkan, penunjukkan itu tidak memperhatikan dan mengacu Keptusan Menteri Kesehatan Nomor 521/Menkes/VII/2007. “Dan bertentangan juga dengan perubahan ketujuh Kepres No 8/2007 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa,” katanya. Tapi, lanjut Edi, “Mereka mengacu pada keputusan Bupati Nias Selatan No 050/10/2007.” (www.tempointeraktif.com – 4 November 2010)