Mege, bözi satu, aefa Gadi’a ba zekola eside (SD) lö aröu moroi ba nomora. Kalasi Önö Ga Di’a. Sindruhunia no alawa ndröfinia maifu, no felewitu fakhe, owalusö sa’e. Ba hiza börö sa’atö wa’omasinia sekola ba börö göi wa’ambö ndraono ba zekola sawena mufazökhi andrö, ba latema manö ia kalasi 4 me dua fakhe no. (more…)
Author Archive
Jajak Pendapat NO: 1 Putri, 3 Putra Ono Niha Layak Menjadi Anggota DPR-RI 2014-2019
Monday, September 16th, 2013
NIASONLINE, Jakarta – Dari hasil jajak pendapat yang diselenggarakan selama 3 bulan dari tanggal 14 Juni s/d 13 September 2014, para pengunjung Nias Online menempatkan 1 putri dan 3 putra Ono Niha sebagai calon yang layak menjadi anggota DPR-RI 2014-2019.
Dalam jajak pendapat tersebut, setiap pemberi suara diberi kesempatan memilih sebanyak 4 nama sekali gus, yang menurutnya layak menjadi wakil Ono Niha di Senayan padda pemilu legislatif 2014. Hal ini didasarkan atas sebuah kajian sebelumnya, di mana diperkirakan Ono Niha bisa menempatkan wakilnya sebanyak-banyaknya 4 orang di DPR RI dan 1 di DPD pada pemilu 2014 (baca: Ono Niha Bisa Tempatkan 4 Wakil di DPR & 1 di DPD). (more…)
Tentang Asal Usul Suku Bangsa Nias – Sebuah Wawancara dengan Prof. dr. Herawati Sudoyo, PhD
Tuesday, September 3rd, 2013
Pengantar Redaksi: Beberapa waktu lalu, Museum Pusaka Nias dan Yayasan Gema Budaya Nias menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema Asal Usul Suku Bangsa Nias – ditinjau dari DNA dan Benda-Benda Purbakala Nias di Teluk Dalam (11-12 April 2013) dan di Gunungsitoli (13 April 2013). Salah seorang pembicara dalam Seminar tersebut adalah Mannis van Oven, mahasiswa doktoral pada Departemen Biologi Molekular Forensik, Erasmus MC University Medical Center Rotterdam, The Netherlands.
Hasil penelitian   van Oven dkk ini berawal dari penelitian yang dimulai lebih dari sepuluh tahun lalu. Ketika itu, S. Laia (Pendiri dan Pemimpin Redaksi Nias Portal – kini situs tersebut sudah tidak ada namun dulu beralamat di www.niasportal.org) mewawancarai Prof.Dr.med. Ingo Kennerknecht dari Universitas Münster, yang datang ke Nias dalam rangka penelitian tersebut (baca artikel: Merunut Asal-Usul Orang Nias Berdasarkan DNA/Gen).
Setelah menyajikan materi Seminar di Teluk Dalam dan Gunungsitoli, Mannis van Oven melanjutkan sajiannya di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, pada tanggal 15 April 2013.
Berikut adalah hasil wawancara Nias Online dengan Prof. dr. Herawati Sudoyo, Ph.D, Deputi Direktur Lembaga Molekul Biologi Eijkman Indonesia yang merupakan pendapat beliau tentang hasil penelitian tersebut. Bahan wawancara tertulis ini disusun oleh Etis Nehe, S. Laia dan E. Halawa, dan disunting oleh Lovely C. Zega – Redaksi
Â
A – Berhubungan dengan Riset Mannis van Oven dkk
Nias Oniline (NO): Sehari setelah Mannis van Oven mempresentasikan hasil penelitian kelompoknya di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, Senin (15/4/2013), Kompas online memuat berita berjudul: “Asal-usul Orang Nias Ditemukanâ€.  Apakah judul berita di Kompas ini mencerminkan hasil riset yang dipresentasikan oleh van Oven tersebut, yang sebelumnya juga dimuat dalam sebuah karya tulis ilmiah dengan judul: “Unexpected Island Effects at an Extreme: Reduced Y Chromosome and Mitochondrial DNA Diversity in Nias“.
Prof. Herawati Sudoyo (HS): Sebenarnya apa yang ditemukan oleh van Oven dkk dan dilaporkan dalam jurnal ilmiah tersebut menyimpulkan adanya temuan yang tak terduga yang memperlihatkan adanya tingkat keragaman yang sangat rendah pada populasi Nias, baik yang diteliti menggunakan kromosom Y (memperlihatkan penurunan garis paternal) dan juga pada DNA mitokondria (menggambarkan penurunan garis maternal), bila dibandingkan dengan populasi Asia maupun Oceania. Hal ini tentu saja sangat mengejutkan, mengingat bahwa pulau Nias sebenarnya dari sudut jarak tidaklah terlalu jauh secara geografis dari Asia Tenggara.
Judul Kompas on line “Asal Usul Orang Nias Ditemukan†masih bisa diterima, mengingat bahwa penelitian tersebut melibatkan cukup banyak sampel, yang diharapkan dapat menggambarkan populasi Nias modern dari Nias utara maupun selatan. Hasilnya juga dapat mengungkapkan adanya hubungan dengan nenek moyang berbahasa Austronesia yang berasal dari Formosa 4000-5000 tahun yang lalu.
NO: Orang awam agak susah mengerti bagaimana menelusuri asal usul suatu bangsa melalui DNA. Bisakah Ibu menjelaskan secara ringkas cara menetapkan “jalur darah” seseorang atau satu suku berdasarkan analisis DNA?
HS: Saya berharap dapat mencari jawaban yang tepat untuk dapat memberikan penjelasan tentang DNA dan asal usul seseorang. DNA adalah informasi genetik yang terdapat di dalam sel tubuh kita yang sifatnya diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. DNA dapat digunakan untuk menentukan spesies makhluk hidup mulai dari manusia sampai mikroorganisme, identifikasi individu. Perlu juga untuk mempelajari migrasi dan struktur populasi. Struktur populasi atau lebih tepatnya hubungan genetik antara individu dan/atau subpopulasi, tergantung pada aliran genetik atau seleksi yang terjadi.
Ada tiga macam bentuk atau marka DNA yang umum digunakan untuk mempelajari struktur populasi dan sejarah migrasi nenek moyang maupun identifikasi individu yaitu menggunakan kromosom Y dan DNA mitokondria, yang diturunkan hanya dari salah satu orang tua, ayah atau ibu,  yang berevolusi melalui akumulasi mutasi. Mutasi adalah perubahan basa yang terjadi pada untai DNA. Perbedaan mekanisme penurunan tersebut akan memberikan pengaruh terhadap informasi yang diperoleh dari data genetik. Kromosom Y dapat digunakan untuk menelusuri garis paternal, sedangkan DNA mitokondria untuk garis maternal, dan keduanya dapat digunakan untuk membangun pohon evolusi serta melihat perbedaan perilaku migrasi antara laki-laki dan perempuan, seperti yang telah dilakukan oleh van Oven dkk.
NO: Dalam seminar hasil riset van Oven dkk itu, Ibu menyiratkan perlunya menganalisis juga DNA dari Kalimantan dan Sulawesi, sebelum memastikan migrasi bangsa Austronesia ke Nias. Apakah yang membuat Ibu masih ragu akan hasil analisis DNA yang dilakukan van Oven dkk?
HS: Sebenarnya tidak ada yang diragukan dari hasil penelitiannya, karena semua didasarkan atas fakta dan analisis data secara bioinformatika melalui uji statistik kompleks yang biasa kami gunakan untuk studi populasi genetik.
Seperti yang mungkin diketahui, sejarah awal kepulauan Asia Tenggara dimulai dengan adanya dua penyebaran populasi; yang pertama adalah kolonisasi awal paleolitik paparan Sahul kurang lebih 45000 tahun yang lalu dan diikuti ekspansi neolitik populasi berbahasa Austronesia kurang lebih 4500 tahun yang lalu. Penyebaran bahasa Austronesia itu dipercaya berasal dari pulau Formosa dan turun ke selatan melalui Filipina, ujung Sulawesi, atau Borneo kemudian diteruskan ke Jawa dan Sumatra. Ada aliran lain bahasa Austronesia ke arah timur menuju Polinesia. Kami sendiri telah melakukan kajian di Sulawesi, tetapi barulah Sulawesi tengah (Kaili), dan selatan (Makassar, Bugis, Mandar, Toraja dan Kajang). Diharapkan dengan tersedianya seluruh data dari Sulawesi utara (yang akan kami lakukan tahun ini) dan Borneo, akan dapat memberikan gambaran yang lebih luas dari perjalanan nenek moyang kita.
NO: Sampel-sampel tersebut dikumpulkan sekitar 10 tahun lalu (baca artikel: Merunut Asal-Usul Orang Nias Berdasarkan DNA/Gen) dan publik mulai mengakses hasil riset ini pada 8 November 2010 (terlihat dari label Advanced Access publication November 8, 2010 di bagian bawah halaman pertama artikel ilmiah itu). Adakah kira-kira alasan teknis yang menyebabkan hasil-hasil riset itu baru dipublikasi beberapa tahun setelah sampel dikumpulkan?
HS: Saya tidak dapat menjawab pertanyaan spesifik ini karena tidak terlibat dalam studi dan sampling yang dilakukan tahun 2002 (lihat dalam Materials and Methods, Samples). Agaknya penelitian ini baru dapat dilakukan pada waktu saudara van Oven melakukan studi doktoralnya di laboratorium Manfred Kayser di Erasmus MC, Rotterdam. Kayser adalah ahli genetika populasi terpandang dan telah meneliti populasi Oceania dan Papua Nugini. Kayser juga merupakan kolaborator kami dalam studi Papua Barat.
NO: Artikel “Unexpected island effects …†mengungkapkan bahwa dalam genetika orang Nias saat ini tidak ada lagi jejak dari masyarakat Nias kuno yang sisa peninggalannya ditemukan di Gua Tögi Ndrawa. Selanjutnya, kutipan dari sebuah artikel di Museum Pusaka Nias berjudul Jalan Setapak Menuju Gua Tögi Ndrawa menyebutkan: “… Gua Tögi Ndrawa secara kontinu dihuni sejak 12.000 tahun sampai 700 tahun yang lalu. Para penghuni itu berbudaya epi-paleolitik (Hoabinh) dan tergolong ke akhir zaman paleolitik atau awal zaman mesolitik.â€. Di pihak lain, van Oven dkk memperkirakan migrasi penduduk dari Taiwan melalui Filipina terjadi 4.000 – 5.000 tahun lalu. Dapat disimpulkan, kedua penghuni purba Nias itu pernah hidup pada selang waktu yang sama. Akan tetapi penghuni pertama (yang jejaknya terlacak di Tögi Ndrawa) punah begitu saja. Adakah penjelasan yang logis untuk merujukkan kedua ‘temuan’ yang berbeda ini ?
Dalam artikel tersebut, pendekatan molekul menggunakan marka kromosom Y dan DNA mitokondria, yang hanya dapat memperlihatkan pola genetik yang diturunkan dari sisi ayah dan ibu secara terpisah. Kita dapat mengetahui kemungkinan adanya campuran pola genetik penghuni pertama dan manusia modern Nias sekarang dengan meneliti DNA autosom, seperti yang telah kami lakukan dalam studi nenek moyang Asia dalam program Pan Asian SNP Intiative.
NO: Kembali ke pertanyaan sebelumnya, temuan arkeologis manusia purba Nias di gua Tögi Ndrawa ditopang oleh Carbon Dating sementara temuan van Oven dkk didukung analisis genetik/DNA. Bagaimana menempatkan kedua pendekatan ini dalam menelusuri asal-usul suatu suku atau masyarakat dan pemetaan migrasi bangsa-bangsa?
HS: Genetika populasi melibatkan banyak pakar dalam bidangnya yang mendukung temuan DNA sehingga dapat diartikan. Data DNA saja tanpa ada latar belakang humaniora seperti sejarah, budaya, aspek sosial dan lainnya tidak akan dapat memberikan arti yang bermakna. Saya menyitir kata-kata tersebut untuk memberikan tekanan bahwa setiap bidang dapat memberikan kontribusi pada studi seperti Nias ini. Standard emas dari temuan arkeologi adalah carbon dating ataupun pendekatan lain yang digunakan untuk memberikan estimasi usia temuan tersebut. Data DNA akan memberikan sumbangan dengan memoles dan memberikan data yang lebih rinci, dengan analisa matematik dan statistik terkini.
NO: Apakah lembaga riset dan para ahli Indonesia dilibatkan dalam riset van Oven dkk ini, terutama dari Lembaga Eijkmann? Bila tidak, apakah praktek seperti ini (tidak melibatkan lembaga riset dan ahli lokal) suatu kelaziman ?
HS: Lembaga Eijkman tidak terlibat sama sekali dalam studi ini, walaupun kami mendengar ada peneliti Jerman yang melakukan studi genetika di Nias. Kalau saya tidak salah, saya dulu juga pernah berkomunikasi dengan Museum Pusaka Nias menanyakan tentang kegiatan tersebut, tetapi tidak kami tindak lanjuti.
NO: Temuan Mannis dkk ini, masih ‘menggantung’, artinya belum secara tuntas memastikan asal-usul masyarakat Nias. Menurut Ibu, apa kira-kira langkah-langkah selanjutnya dilakukan dan sebaiknya ditindaklanjuti oleh siapa (institusi mana?)
HS: Saya sangat tergelitik dengan istilah “menggantungâ€. Dalam studi genetika populasi, setiap kesimpulan pastilah akan memberikan suatu pertanyaan tambahan, apalagi sebagai disiplin ilmu biologi molekul merupakan suatu ilmu yang sangat berkembang dengan cepat, tidak hanya dalam teknologi tetapi juga kemampuan untuk melakukan studi dalam waktu yang cepat dengan sampel jumlah besar.
Sebenarnya ada satu marka lagi yang akan dapat memberikan makna tambahan yaitu marka autosom, yang kita ketahui diturunkan dari sisi ayah maupun ibu. Marka ini telah kami gunakan pada penelitian untuk mengetahui nenek moyang Asia, dan sangat jelas memperlihatkan adanya campuran genetik dari aliran migrasi pertama dan kedua pada populasi Indonesia tengah dan timur, sebelah timur garis Wallacea.
NO: Riset lain menyebutkan bahwa ada juga kesamaan DNA antara penduduk Madagaskar, khususnya dari sisi wanita, dengan penduduk Nias. Bagaimana mengkaitkannya dengan hasil riset dari van Oven dkk ?
HS: Apakah memang ada pernyataan bahwa moyang Madagaskar berasal dari Nias, sepertinya tidak secara gamblang dinyatakan demikian. Berdasarkan perbendaharaan bahasa, bahasa Malagassy adalah kelompok bahasa Austronesia, yang hampir 90% menyerupai bahasa Dayak Maanyan dari Barito, ditambah dengan berbagai bahasa pinjaman seperti Sansekerta, Jawa kuno, Bugis dan lain-lain. Dengan membandingkan data DNA mitokondria populasi kepulauan Nusantara dan Madagaskar dan dengan perhitungan statistic yang cukup rumit, dibuktikan bahwa sejumlah kecil perempuan Indonesia adalah nenek moyang orang Madagaskar. Penelitian van Oven ini tidak mengkaitkan dengan seluruh Nusantara tetapi hanya melihat beberapa populasi yang datanya diperoleh dari data yang telah dipublikasikan sebelumnya, kecuali Karo.
B – Tentang penelitian DNA di Indonesia:
NO: Sejauh mana perkembangan riset DNA di Indonesia dewasa ini?
HS: Seperti yang telah saya sampaikan, riset DNA tidak hanya mengenai manusia saja, tetapi semua organisme. Di Lembaga Eijkman, riset DNA digunakan untuk menjawab berbagai macam mekanisme terjadinya penyakit, seperti malaria, hepatitis, dengue, pneumonia, dan juga berbagai penyakit infeksi yang baru timbul seperti avian flu, Japanese encephalitis dan lain-lainnya.  DNA juga digunakan untuk melakukan epidemiologi molekul berbagai penyakit sel darah merah, seperti thalassemia, yang sangat dikaitkan dengan malaria endemik. Kami juga memiliki laboratorium DNA forensik yang memilki kegiatan untuk identifikasi individu untuk penanganan kasus kriminal,  orang hilang, perdagangan manusia,  bahkan juga untuk satwa liar yang dilindungi.
Di lembaga penelitian lain, pendekatan molekul dengan menggunakan marka DNA sudah tidak asing lagi, walaupun mungkin hanya dilakukan secara rutin di lembaga pendidikan terkemuka, sedangkan di tempat lain hanya terbatas.
NO: Sejauh mana animo mahasiswa di perguruan tinggi terkemuka untuk memilih jurusan ilmu genetik?
HS: Sebenarnya tidak ada jurusan genetik di perguruan tinggi, tetapi ini lebih merupakan suatu pendekatan, yang kemudian diterapkan berdasarkan topik atau fokus penelitian masing-masing. Genetika jaman sekarang pun sudah meluas, dari dulunya genetika klasik, menjadi genetika molekul.  Kini hampir semua bidang menggunakan pendekatan biologi molekul untuk menjawab pertanyaan riset, baik dari bidang kedokteran/medik, tanaman, maupun hewan.
Siapa yang harus melakukan? Ini pertanyaan yang sangat bagus.  Pendekatan untuk melihat perbedaan ini masih mahal sekarang ini dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Paling tidak, seyogyanya ada institusi penelitan Indonesia yang juga terlibat, mungkin tidak dalam metodenya tetapi dalam analisis dan kesimpulan. Sayangnya, karena sampel ini tidak ada di Indonesia, tentu saja sulit dilakukan demikian.
Peneliti asing yang melakukan kegiatan lapangan di Indonesia wajib meminta ijin ke pemerintah. Saat ini perijinan tersebut diurus oleh Kementerian Riset dan Teknologi, sebelumnya diurus melalui LIPI. Ijin tersebut diberikan dengan persyaratan memiliki mitra “setara†dan juga ada komponen transfer teknologi dan pembangunan kemampuan lokal.
Ijin tersebut tidak diperlukan apabila peneliti tersebut hanya berkunjung dan merupakan tamu dari suatu intitusi di Indonesia, apakah dari pihak swasta, pemerintah maupun universitas.
NO: Di Amerika (baca: Women at forefront of booming forensic science field) dan katanya di Inggris juga, minat kaum perempuan untuk menggeluti bidang ilmu forensik semakin tinggi. Mengapa demikian? Bagaimana pengalaman Ibu di Indonesia?
HS: Forensik itu seksi! Hal ini saya kira disebabkan oleh banyaknya film seri di televisi yang menayangkan penanganan kasus kriminal menggunakan teknik dan peralatan canggih yang memang secara nyata digunakan di laboratorium forensik. Tidak hanya itu, dengan berbagai peraturan keselamatan hayati, maka ruang autopsi tidak lagi menakutkan seperti pada jaman kegelapan, laboratoriumnya modern dengan sinar lampu yang terang. Karena perubahan tersebut, banyak generasi muda yang sekarang tertarik untuk mendalami forensik, termasuk dokter atau peneliti perempuan.
NO: Ilmu genetik sering masuk berita beberapa tahun terakhir dan nampaknya ilmu ini merupakan kunci untuk teknologi masa depan. Menurut Ibu, apa peranan ilmu baru ini dalam peta perkembangan ilmu di Indonesia?
HS: Saya merasa bukan genetik tetapi biologi molekul yang akan menjadi kunci teknologi di masa depan. Ilmu ini merupakan dasar pengembangan bioteknologi kedokteran untuk pembuatan vaksin baru, diagnostik yang tepat, dan pengembangan obat.  Di bidang pertanian sebagai contohnya, ilmu ini digunakan untuk meningkatkan  ketahanan pangan, pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap serangan hama, atau yang memiliki sifat yang dapat menguntungkan.
Saya kira kita harus menyadari bahwa bangsa yang kuat adalah bangsa yang menguasai teknologi dan mampu bersaing. Dan seperti yang telah saya sampaikan, penguasaa ilmu dasar patut dimiliki.
NO: Profesor Herawati, terima kasih atas waktu yang diberikan untuk wawancara ini.
HS: Terima kasih. (brk/*)
Kura-kura Dalam Hamburger
Thursday, August 1st, 2013
Ada-ada saja cara ditempuh orang untuk menggolkan keinginannya. Simaklah apa yang dilakukan oleh Li berikut ini. Untuk menyembunyikan kura-kura kesayangannya sehingga (pikirnya) tak terdeteksi oleh pihak keamananan di Bandara Internasional Guangzhou Baiyun, ia menyembunyikannya dalam hamburger buat KFC.
Seperti dilansir harian South China Morning Post – yang mengutip Guangzhou Daily – insiden tersebut terjadi Senin (29/07) ketika Li akan menaiki pesawat maskapai China Southern Airlines. Ketika Li memasuki ruang keamanan bandara, mesin skrining sinar X mengendus sesuatu yang mencuat keluar dari hamburger yang dibungkus dalam tasnya.
Staf bandara pun mencurigai benda aneh ini yang lewat layar deteksi menyerupai lengan dan kaki kura-kura. Mereka menginspeksi tas Li.
Entah karena panik, menjawab para petugas Li menyebutkan ‘kura-kura’ dalam pembelaannya.
“Tak ada kura-kura di sana, hanya hamburger,” kata Li berkeras. “Tak ada sesuatu yang istimewa di dalam,” kata Li melanjutkan.
Mereka akhirnya membawa Li ke ruang inspeksi dan mendapatkan kura-kura dalam hamburger. Li mengatakan ide aneh ini muncul karena ia tidak ingin berpisah dari binatang kesayangannya itu selama ia meninggalkan rumah.
Kesabaran mereka akhirnya meyakinkan Li untuk pergi tanpa ditemani kura-kuranya, dan akhirnya kura-kura hamburger itu dititipkan kepada seorang sahabatnya.
Setelah membaca berita ini, seorang mengomentari “Kura-kura yang malang … ia harus menyerap sinar-sinar X itu !”
Gambar: “Turtle Burger” dari pengguna flickr ‘flaunted’ (brk/*)
Tawaran Beasiswa Australia 2014
Wednesday, July 3rd, 2013
NIAS ONLINE, Jakarta – Pemerintah Australia kembali menawarkan beasiswa untuk program Master dan Doktor untuk tahun ajaran 2014. Beasiswa ini bernama Australia Awards Scholarships (dahulu bernama: Australian Development Scholarships).
Program besasiswa ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada warganegara Indonesia untuk mendapatkan kualifikasi pendidikan di perguruan-perguruan tinggi di Australia.
Pada ronde pelamaran 2013-2014, akan ditawarkan sebanyak 525 beasiswa untuk perkuliahan yang dimulai tahun 2014-2015.
Dari jumlah yang ditawarkan itu: (1) 30% akan dialokasikan untuk para pelamar dari daerah fokus geografis: Papua Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Aceh, (2) sekitar 85% dialokasikan untuk tingkat Master, dan 15% untuk tingkat PhD, (c) akan diberikan jatah yang sama (50-50) untuk pelamar laki-laki dan perempuan.
Bidang studi yang diprioritaskan adalah: pertumbuhan berkelanjutan dan manajemen ekonomi, keadilan, demokrasi dan tata laksana kepemerintahan yang baik, investasi pada sumber daya manusia, keselamatan dan perdamaian.
Informasi lengkap, termasukan rinican persyaratan dapat diperoleh dari situs AusAID.
Pendaftaran ditutup pada tanggal 17 Juli 2013 untuk studi yang dimulai pada tahun 2014.
(brk/*)
Tarif Tenaga Listrik Untuk Periode 1 Juli – 30 September 2013
Monday, July 1st, 2013
NIAS ONLINE – Kenaikan tarif tenaga listrik secara bertahap sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 30 tahun 2012 memasuki tahap pemberlakuan ketiga, yakni terhitung mulai tanggal 1 Juli 2013 dan efektif hingga 30 September 2013. Dalam Pasal 3 Permen ESDM 30 tertanggal 21 Desember 2012 tersebut dirinci tahapan kenaikan Tarif Tenaga Listrik sebagai berikut: (1) 1 Januari s/d 31 Maret 2013, (2) 1 April s/d 30 Juni 2013, (3) 1 Juli 2013 s/d 30 September 2013, dan (4) 1 Oktober 2013.
Berikut adalah rincian tarif tenaga listrik untuk (1) Keperluan Rumah Tangga, (2) Pelayanan Sosial, (3) Keperluan Bisnis, dan (4) Keperluan Industri – untuk tahapan kenaikan 1 Juli – 30 September 2013.
(Sumber: PERATURAN MENTERI ESDM No. 30 TAHUN 2012 TENTANG TARIF TENAGA LISTRIK YANG DISEDIAKAN OLEH PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA)
(brk/*)
Fokasi Moyo (Ba Zoroso Nou)
Wednesday, June 26th, 2013Me tohareö, ötörö khöma nomo
Öleke’ö no öbohoboho
Ulaudo furi möido ubini’ödo
Ha koko mbadagaheu urongorongo
He ga’a ndraono
Si’oroi hulo
Te so khöu nösi, fokasi
Fokasi moyo
Wa lö u’ila uliwö’ödo
Bude-budegu da’ö, tuho dödö
Böi tanö ba dödöu, böi ofönu
Lö aetu wehi’ahi’a dödögu
Me no falukha ita
Ba zoroso Nou
{Ba zoroso Nou
Li … öfabu’u
Irongo angi ba asi
Ba teu toho
Wa lö olifu’ö ndra’o} 2x
(Lirik dan melodi: E. Halawa, 1997)
Kevin Rudd Kembali Menjadi Perdana Menteri Australia
Wednesday, June 26th, 2013
NIASONLINE, Canberra – Australia memiliki Perdana Baru, Kevin Rudd, setelah Partai Buruh yang memerintah memilihnya kembali dalam sebuah pemungutan suara malam ini (26/6). Ia menggantikan Julia Gillard yang menggulingkannya dalam suatu pemungutan suara tiga tahun lalu.Dalam pemungutan suara malam ini, Rudd mendapat 57 suara sementara Gillard mendapat 45 suara.
Beberapa bulan terakhir popularitas pemerintah Partai Buruh di bawah Perdana Menteri Julia Gillard menurun tajam. Beberapa jajak pendapat minggu-minggu terakhir memprediksi Partai Buruh akan kalah telak dalam pemilu mendatang. Dengan pergantian kepemimpinan ini, pemilu yag ditetapkan oleh Gillard berlangsung 14 September 2013 bisa saja berubah tergantung pada Perdana Menteri terpilih.
Kevin Rudd naik ke panggung kepemimpinan Partai Buruh dan menjadi Perdana Menteri Australia pada tanggal 3 Desember 2007 setelah Partai Buruh menang pada pemilu yang berlangsung 24 November 2010. Ia mengalahkan John Howard dari partai Liberal yang menjadi Perdana Menteri Australia selama 11 tahun lebih.
Setelah popoularitasnya menurun, Partai Buruh melengserkan Kevin Rudd melalui suatu pemungutan suara dan memilih Julia Gillard sebagai penggantinya. Pemilu yang berlangsung tahun 2010 menghasilkan parlemen yang mengambang, namun Partai Buruh berhasil membentuk pemerintahan minoritas lewat dukungan Partai Hijau dan tiga orang anggota parlemen independen. (brk/*)
Paus Fransiskus Menegaskan Kembali Sikap Gereja Katolik Menentang Hukuman Mati
Friday, June 21st, 2013
NIAS ONLINE, MADRID – Paus Fransiskus menegaskan kembali sikap Gereja Katolik yang menghimbau pengapusan hukuman mati. Sikap Gereja ini disampaikan Paus dalam pesannya pada Kongres Internasional ke 5 Penghapusan Hukuman Mati di Madrid, Spanyol.
Sikap Gereja menentang hukuman mati merupakan bagian dari pembelaan Gereja terhadap martabat manusia, kata Paus, dan “merupakan penegasan kembali secara berani kayakinan bahwa kemanusiaan bisa berhasil menghadapi kejahatan ” tanpa berpaling kepada penindasan kehidupan.
Dalam pesannya yang dilansir National Catholic Register, Amerika, Bapa Suci mengenang kembali bahwa imbauan yang sama pernah disampaikan para pendahulunya Paus Johannes Paulus XVI dan Paus Benediktus. Pesan Paus ini ditandatangai oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Tarcisio Bertone.
Paus meninta agar “hukuman mati direduksi menjadi hukuman yang lebih ringan yang memberikan kesempatan dan insentif kepada pelaku kejahatan untuk mengubah diri”.
“Hari ini, lebih dari hari-hari sebelumnya, mendesak untuk kita ingat dan tegaskan perlunya pengakuan dan penghargaan universal terhadap martabat manusia yang tak boleh dirampas, dalam nilai-nilainya yang tak terukur,” tulis Kardinal Bertone atas nama Paus Fransiskus.
Kongres Internasional Ke 5 Penghapusan Hukuman Mati berlangsung di Madrid, Spanyol, 12-15 Juni 2013. (brk/*) – Foto Ilustrasi:Â Wikipedia – Eksekusi seorang terpidana mati di Meksiko, 1914.
Ledakan bom di Boston – 3 tewas, Lebih 130 luka-luka
Tuesday, April 16th, 2013
Dua ledakan bom, berselisih waktu 12 detik, menggoncang garis finis dari Boston Marathon, AS, hari Senin (15/04) waktu setempat, menewaskan tiga orang, termasuk seorang kanak-kanak berumur 8 tahun dan melukai lebih dari 130 orang. Darah terlihat berceceran di mana-mana dekat lokasi kejadian.
Seperti diberitakan harian Boston Globe, paramedis yang awalnya ditugaskan untuk memberikan pertolongan pertama pada even Maraton di alun-alun Copley, terlihat sibuk memberikan pertolongan kepada para korban luka berat atau yang kehilangan anggota tubuh mereka. Ledakan ini terjadi bertepatan dengan hari libur Patriots Day di Boston.
Ledakan-ledakan yang terjadi pada pukul 2:50 sore waktu lokal ini – beberapa jam setelah para pelari elit mengakhiri perlombaan – menghancurkan jendela-jendela dan mengirimkan asap hitam ke atas langit kota Boston.
Ada sekitar 30 orang yang diantar ke rumah-rumah sakit di bawah sandi Code Red yang berarti luka yang mengancam nyawa, hal yang dikuatirkan akan menambah jumlah korban tewas, kata seorang pejabat seperti dikutip harian Boston Globe.
Di Washington dan di berbagai penjuru AS bendera setengah tiang dikibarkan. Dari Gedung Putih Presiden Obama mengeluarkan statemen yang berisikan tekad untuk mencari para pelaku dan motif mereka.
“Kami akan menemukan siapa yang melakukan hal ini; kami akan tahu mengapa mereka melakukannya,” kata Obama.
“Setiap individu yang terlibat, setiap kelompok yang bertanggungjawab akan dihadapkan pada pengadilan,” tambahnya.
Penyelidikan intensif mulai berlangsung sejak hari Senin malam di bawah arahan Biro Penyelidik Federal AS (FBI). Para pejabat mewawancarai seseorang di Rumah Sakit Bringham and Women Hospital. Namun belum ada seorang pun yang ditahan, kata seorang pejabat kepolisian setempat.
Para pejabat rumah sakit mengatakan tadi malam bahwa pengujian terhadap para korban tidak menunjukkan adanya agen radiasi atau biologis.
Para agen FBI dan Keamanan Dalam Negeri terlihat memasuki kompleks apartment Water’s Edge di 364 Ocean Avenue. Beberapa kendara polisi yang diparkir di luar apartemen telah meninggalkan lokasi sebelum tengah malam.
Ledakan ini menghentikan perlombaan paling bergengsi itu – yang disebut Marathon Monday, yang diikuti para pelari dari berbagai penjuru dunia.
Para pejabat maraton dan kepolisian langsung menghentikan perlombaan itu segera setelah terjadinya ledakan, yang menghalau para pelari dari alun-alaun Copley. Para pejabat menghimbau para penonton televisi untuk menghindari datang ke kota dan meminta para pelari dan penonton untuk pulang dan menghindari berkumpul ramai-ramai (brk/*)
Sumber: Boston Globe.
Keterangan gambar: (1) Asap dari ledakan bom do Boston, (2) Seorang korban luka mendapat pertolongan medis.
Tarif Tenaga Listrik Untuk Periode 1 April – 30 Juni 2013
Friday, April 5th, 2013
Nias Online – Kenaikan tarif tenaga listrik secara bertahap sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 30 tahun 2012 memasuki tahap pemberlakuan kedua, yakni terhitung mulai tanggal 1 April 2013 dan efektif hingga 30 Juni 2013. Dalam Pasal 3 Permen ESDM 30 tertanggal 21 Desember 2012 tersebut dirinci tahapan kenaikan Tarif Tenaga Listrik sebagai berikut: (1) 1 Januari s/d 31 Maret 2013, (2) 1 April s/d 30 Juni 2013, (3) 1 Juli 2013 s/d 30 September 2013, dan (4) 1 Oktober 2013.
Berikut adalah rincian tarif tenaga listrik untuk (1) Keperluan Rumah Tangga, (2) Pelayanan Sosial, (3) Keperluan Bisnis, dan (4) Keperluan Industri – untuk tahapan kenaikan 1 April – 30 Juni 2013.
(brk*/)
Ia serius, ini Jorge Bergoglio …
Friday, April 5th, 2013
Kardinal Jorge Bergoglio dikenal sebagai seorang yang sederhana. Ia memasak makanan sendiri, dan ia tinggal di apertemen sederhana, menghindari berdiam di istana kardinal di Buenos Aires. Ia sering terlihat berada di atas bis bersama dengan kerumunan orang banyak. Singkatnya, ia mengusahakan sendiri keperluan pribadinya dan tidak mengandalkan para pembantunya yang sebenarnya tersedia untuknya sebagai tokoh tertinggi Gereja Katolik di Argentina.
Setelah terpilih menjadi Paus, para wartawan mengabadikan bagaimana ia kembali ke hotel tempat ia menginap selama masa konklaf untuk membayar langsung biaya hotelnya. Dan ia naik taksi ke mana-mana ketimbang menaiki mobil yang jauh lebih mewah yang disediakan pihak Vatikan. Segera setelah terpilih menjadi Paus ia juga terlihat naik bis dan duduk bersama para kardinal ketimbang menaiki mobil kepausan.
***
Daniel Del Regno adalah seorang pemilik kios surat kabar di Buenos Aires. Daniel memiliki seorang langganan ‘spesial’, siapa lagi kalau bukan Jorge Bergoglio, Uskup Agung Buenos Aires dan Kardinal sederhana itu. Secara reguler Daniel atau ayahnya, Luis Del Regno, mengantarkan koran ke apartemen sederhana di mana Kardinal Jorge Bergoglio tinggal.
Maka, ketika Daniel mendapat panggilan telefon dari seseorang yang mengaku bernama Jorge Bergoglio tidak lama setelah Paus baru terpilih, ia tidak begitu saja percaya. Dalam percakapan itu, si penelpon meminta Daniel untuk menghentikan pengantaran surat kabar ke apartemennya karena tidak mungkin kembali ke Buenos Aires dalam waktu dekat. Daniel berpikir ini pastilah ulah seseorang yang iseng mempermainkannya. Hal ini diungkapkan Daniel dalam percakapannya dengan orang yang ‘mencurigakan’ itu.
“Ia serius, ini Jorge Bergoglio. Saya menelpon anda dari Roma.”
Daniel mengusap air matanya dan selama berberapa saat tidak mampu berbicara. Ia akhirnya percaya, sebab memang ia mengenal suara yang menelponnya.
“Beliau mengucapkan terima kasih karena selama ini kami mengantarkan koran ke apartemennya. Ia mengirimkan salam dan berkat untuk keluarga saya,” tutur Daniel kepada surat kabar harian Argentina La Nacion sebagaimana dikutip harian The Telegraph.
Sebelum Jorge Bergoglio ke Roma untuk menghadiri konklaf (pertemuan para kardinal untuk memilih Paus, Red.) Daniel sempat bertemu dan berbincang-bincang dengannya. Bahkan Daniel sempat bertanya mengenai kans Jorge Bergoglio untuk dipilih.
“Beliau menjawab: ‘Ini terlalu panas untuk disentuh. Kita jumpa 20 hari lagi, dan teruskan mengantar koran (ke apartemen saya). Sisanya adalah sejarah.’,” tambah Daniel.
Ayah Daniel, Luis Del Regno, mengungkapkan bahwa Jorge Bergoglio dikenal sangat ‘pelit’.
Luis Del Regno, setiap bulan koran-koran tadi dikembalikannya ke kiosnya, dalam keadaan rapi.
Setiap hari Minggu Kardinal Jorge Bergoglio “datang ke Kios kami sekitar jam 5.30 pagi dan membeli koran La Nacion. Beliau ngonbrol-ngobrol dengan kami sebentar lalu naik bis ke Lugano untuk menyajikan teh untuk para muda-mudi dan orang-orang sakit, tambah Luis Del Regno seperti diberitakan the Catholic News Agency (CNA).
Kesederhanaan Paus Fransikus tentu saja kontras sekali dengan praktek-praktek kehidupan para pejabat Gereja di Vatikan. Bahkan juga kontras dengan kehidupan para biarawan di berbagai biara di berbagai belahan dunia yang sering terkesan sebagai rumah-rumah mewah ketimbang rumah di mana para pelayan Tuhan berdiam. (brk/* – The Telegrah – CNA – AP – The Huffington Post)
Ketegrangan Gambar:
(1) Kardinal Jorge Bergoglio (kedua dari kiri dalam kereta api bawah tanah di Buenos Aires
(2) Paus Franciskus sedang membayar biaya hotelnya di Roma, setelah terpilih jadi Paus.
(3) & (4) Paus Francis dalam bis bersama para kardinal
Tenaga Pendidik Nias Selatan Dilatih Menjadi Fasilitator Profesional
Wednesday, April 3rd, 2013
Pematangsiantar (NO) – Sebanyak 15 tenaga pendidik dari Nias Selatan ikut dilatih dalam training of trainers (ToT) Pelatihan Daerah untuk Praktik yang Baik di tingkat SMP/MTs Provinsi Sumatera Utara(Provsu). Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provsu yang diwakili Kabid Mapenda Drs. H. Yulizar Lubis, M.Pd di Siantar Hotel, Pematang Siantar, Sumatera Utara (Selasa,2/3).
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Provsu meminta peserta untuk berlatih serius supaya terampil meningkatkan mutu pembelajaran dan manajemen di sekolah. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provsu (Kadisdiksu) yang diwakili Dra. Rosmawaty Nadeak, M.Pd, mengatakan bahwa program USAID PRIORITAS sesuai dan selaras dengan tujuh tujuan strategis Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdiksu), terkhusus pada poin meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di kabupaten/kota. Disdiksu berharap USAID PRIORITAS akan membantu meningkatkan layanan pendidikan bermutu dan berkelas dunia.†Pemprovsu siap mendukung program USAID PRIORITAS baik dari segi dana, kebijakan dan penyediaan sumberdaya manusia,†tukas Kadisdiksu.
Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut, Agus Marwan, menjelaskan bahwa peserta berasal dari 10 kabupaten/kota mitra (Medan, Binjai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Labuhan Batu, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan), LPTK mitra (Universitas Negeri Medan dan IAIN Sumatera Utara) dan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Sumatera Utara. Mereka dipilih dari guru-guru terbaik, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, staf teknis dinas pendidikan dan staf teknis kantor kementerian agama.â€Para fasilitator ini dilatih untuk mewujudkan komitmen USAID PRIORITAS, memberikan layanan pendidikan berkelas dunia kepada Provinsi Sumatera Utara,†terang Agus Marwan.
Selama tujuh hari (2-8 April 2013) peserta dilatih untuk mampu mengembangkan pembelajaran berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning), mengelola Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dan terampil sebagai fasilitator profesional. Guna mempertajam keterampilan praktis dalam mengembangkan CTL, peserta akan melakukan praktik mengajar (real teaching). Sejumlah kepala sekolah akan diundang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dalam mengelola MBS.â€Selama pelatihan, peserta akan lebih banyak melakukan kerja praktik, tujuannya agar mereka memiliki keterampilan teknis yang bisa diimplementasikan untuk melatih dan mendampingi sekolah di daerahnya masing-masing,†tukas Agus Marwan.
Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun senilai US$83,7 juta yang didanai oleh  United States Agency for International Development (USAID), program ini didesain untuk membawa pendidikan kelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara Program ini akan menjangkau 208 sekolah dasar, sekolah menegah pertama dan madrasah, serta memberikan manfaat langsung kepada sekitar 50.000 siswa. (eht/brk*)
Teks foto:
- Pembukaan. Kakanwil Kemenag Provsu diwakili Kabid Mapeda Drs. H. Yulizar Lubis, M.Pd membuka secara resmi ToT Pelatihan Daerah untuk Fasilitator Praktik Yang Baik di Tingkat SMP/MTs Provsu di Siantar Hotel, Pematang Siantar (Selasa,2/4).
- Komitmen Bersama. Pembukaan ToT Pelatihan Daerah untuk Fasilitator Praktik Yang Baik di Tingkat SMP/MTs Provsu, dihadiri oleh Teacher Training Office (TTO) Junior Secondary M. Ikyar, Teacher Training Institute Development Specialist Parapat Gultom, PhD, Kabid Mapenda Kemenag Provsu Drs. H. Yulizar Lubis, M.Pd, Dra. Rosmawaty Nadeak, M.Pd, Kasi Kurikulum dan Supervisi Kemenag Provsu Dr. Azizah Nasution, Provincial Coordinator (PC) Sumut Agus Marwan dan Whole School Development (WSD) Specialist Agus Prayitno.
Spesies laki-laki akan musnah ?
Wednesday, April 3rd, 2013
Bagimana masa depan manusia tanpa pria? Pertanyaan ini menjadi relevan ketika dikaitkan dengan pernyataan seorang ilmuwan Australia yang memprediksi bahwa spesies laki-laki akan musnah. Untungnya bukan besok atau seratus tahun lagi, melainkan dalam kurun waktu 5 juta tahun ke depan.
Profesor Jenny Graves – seorang pakar genetika evolusi – mengatakan musnahnya spesies laki-laki bisa terjadi dalam kurun waktu 5 juta tahun ke depan. Ia bahkan memperkirakan telah mulai terjadi pada kelompok-kelompok tertutup.
Ramalan Profesor Graves didasarkan atas kerapuhan inheren dari kromosom seks laki-laki, yang juga dikenal dengan kromosom seks Y. Menurut Graves, jumlah gen dalam kromoson laki-laki berkurang dengan cepat.
Pada awalnya – sekitar 200 hingga 300 juta tahun lalu – kromosom Y memiliki 1700 gen – kini jumlah itu tinggal 45 dan kebanyakan tak berkualitas (‘junk’). Bandingkan dengan khromoson X yang masih memiliki sekitar 1000 gen.
Perempuan mempunyai dua khromoson X yang bisa dipertukarkan bila membutuhkan perbaikan. Laki-laki memiliki hanya satu kromosom dan satu kromosom Y yang lemah (tak efektif). Graves menjelaskan, oleh karena khormosom Y laki-laki lebih sulit memperbaiki kesalahan-kesalahnnya, ia mulai layu.
“Laki-laki memiliki khormosom X tunggal sementara pada perempuan kromosom X memiliki teman, jadi pertukaran dimungkinkan jika perbaikan diperlukan. Sebaliknya jika kromosom Y mengalami kerusakan, maka perbaikan tidak mungkin.â€, kata Graves kepada Australian Associated Press.
“Anda mungkin berpikir seks begitu penting sehingga tidak akan berubah banyak. Akan tetapi ia berubah dan khoromosom Y agaknya mengalami kerusakan diri,†katanya, seperti dikutip AAP.
Kromosom Y sangat aktif dalam testis yang menghasilkan sperma. Graves mengatakan ini adalah “tempat paling berbahaya†karena terjadinya pemecahan sel-sel di sana, dan di mana pemecahan terjadi, selalu ada kemungkinan mutasi atau hilangnya gen.
Dalam sebuah kuliah umum, Profesor Graves – Thinker in Residence di Institute for Applied Ecology, Canberra University – mengatakan pelayuan kromosom Y merupakan “berita buruk bagi semua pria di siniâ€.
“Ini contoh yang baik bagi yang saya sebut rancangan dungu (dumb design),â€. “Suatu kecelakaan revolusi,†Graves menambahkan.
Graves kembali menambahkan, bahwa jika manusia tidak musnah, gen-gen penentu seks akan berevolusi dan bisa menghasilkan spesies hominid yang baru.
Teori Graves ini disanggah oleh para pakar lain.
Tahun lalu, sebuah hasil riset para peneliti Amerika berjudul Strict evolutionary conservation followed rapid gene loss on human and rhesus Y chromosomes diterbitkan di jurnal Nature. Para peneliti yang berasal dari tiga institusi ini (Massachusetts Institute of Technology (MIT), Washington University, dan Baylor College of Medicine) mengklaim menemukan bukti yang mematahkan apa yang disebut “teori peluruhan Y†yang mengasumsikan kromosom Y akan terus mengalami peluruhan secara genetis sampai ia tidak memiliki gen lagi. Mereka membandingkan kromosom Y dari resus macaque (jenis kera tertua di dunia) yang memiliki kesamaan leluhur dengan simpanse dan manusia modern, dengan sekuens-sekuens kromosom manusia. Mereka menemukan bahwa selama 25 juta tahun terakhir, kehilangan gen pada manusia hanya terbatas pada stratum termuda (stratum 5) yang terdiri dari 3 persen kromosom Y. Pada strata-strata yang lebih tua, kehilangan gen berhenti lebih dari 25 juta tahun lalu. Sejak itu, kehilanagn gen tak terjadi lagi. (brk*/aap/nature) – Gambar: Plato (Wikipedia)
Bukalah Pintu Hatimu – Pesan Paus Fransiskus Pada Audiensi Umum Pertamanya
Thursday, March 28th, 2013
Hari Rabu kemarin (27 Maret 2013), Paus Fransiskus mengadakan auidensi umum pertamanya di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Dalam pesannya (versi bahasa Inggris dapat diakses di sini), Paus mengajak hadirin untuk membuka pintu hati dan mendekati orang lain untuk menghadirkan cahaya dan kegembiraan iman. Berikut adalah terjemahan bebas dari pesan Paus yang diusahakan oleh Redaksi NO.
Saudara-saudari, selamat pagi !
Dengan gembira saya menyambut Anda semua pada audiens umum saya yang pertama. Dengan rasa syukur dan hormat yang mendalam saya menerima “kesaksian†dari tangan pendahulu saya yang terkasih, Bendiktus XVI. Setelah Paskah kita akan melanjutkan kembali katekesis tentang Tahun Iman. Hari ini saya ingin berfokus sedikit pada Pekan Suci. Dengan Minggu Palem kita memulai pada pekan ini pusat dari seluruh kalender liturgi dalam mana kita menemani Yesus dalam Sengsara, Kematian dan Kebangkitan-Nya.
Akan tetapi apa artinya bagi kita hidup dalam Pekan Suci? Apa artinya mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya menuju ke Salib di Kalvari dan Kebangkitan ? Dalam perutusan (misi) awalnya, Yesus berjalan di jalan-jalan di Tanah Suci; Ia memanggil kedua belas manusia biasa untuk tetap tinggal bersamanya, untuk mengikuti secara bersama perjalanan-Nya dan meneruskan perutusan-Nya; Ia memilih mereka dari antara orang-orang yang memiliki iman penuh akan janji-janji Allah.
Ia berbicara kepada setiap orang, tanpa membeda-bedakan, kepada bangsawan dan orang hina, kepada pemuda kaya dan janda miskin, kepada yang berkuasa dan tak berdaya; Ia membawa cintakasih dan pengampunan Allah kepada semua; Ia menyembuhkan, menghibur, mengerti (memahami), memberikan harapan, Ia mengarahkan semua kepada kehadiran Allah yang memberikan perhatian kepada setiap orang, seperti seorang ayah atau ibu yang baik yang memberikan perhatian kepada setiap anaknya.
Allah tidak menunggu kita untuk mendekati-Nya, Allah bergerak ke arah kita, tanpa perhitungan, tanpa ukuran-ukuran. Beginilah Allah: Ia selalu yang pertama, Ia menuju kita. Yesus hiudp dalam realitas keseharian orang-orang sederhana. Ia tergerak oleh kerumunan domba-domba yang tidak memiliki gembala, dan Dia menangis di depan penderitaan Marta dan Maria di saat kematian saudara mereka Lazarus; Ia memanngil pemungut pajak untuk menjadi muridnya dan Ia juga menderita karena pengkhianatan seroang sahabat.
Dalam Kristus, Tuhan telah memberikan kepada kita jaminan bahwa Dia bersama kita, di tengah-tengah kita. “Serigala†– kata Yesus – “mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya†(Mat. 8:20). Yesus tidak memiliki rumah karena rumahnya adalah manusia, kita; misi-Nya adalah membuka semua pintu-pintu Allah, menjadi kehadiran Allah yang mengasihi.
Dalam Pekan Suci kita berada dalam titik tertinggi perjalanan ini, rencana indah yang mengalir sepanjang sejarah hubungan Allah dan kemanusiaan. Yesus memasuki Yerusalem untuk mengambil langkah terakhir, di mana seluruh hidup-Nya disimpulkan: Ia memberikan diri-Nya secara total, Ia tidak menyimpan apa pun untuk diri-Nya sendiri, termasuk nyawa-Nya sendiri. Pada Perjamuan Terakhir dengan sahabat-sahabat-Nya, ia membagi-bagi roti dan mengedarkan piala ‘untuk kita’. Putra Allah ditawarkan untuk kita, Ia menyerahkan Tubuh dan Darah-Nya ke dalam tangan kita supaya tetap bersama kita selalu, tetap hadir di antara kita. Dan di bukit Zaitun – seperti ketika di hadapan Pilatus – Ia tidak memberikan perlawanan, Ia memberikan diri-Nya sendiri: Ia Hamba Yang Menderita yang dinubuatkan oleh Yesaya, hamba yang menyerahkan nyawanya kepada kematian (bdk Yes 53:12).
Yesus tidak menghidupi kasih ini – yang bermuara kepada perngorbanan – secara pasif atau sebagai sebuah nasib sia-sia; Ia tentu saja tidak menyembunyikan kegentaran hebat kemanusiaan-Nya menghadapi kematian yang mengerikan, tetapi Ia mempercayakan Diri-Nya dengan keyakinan penuh kepada Bapa. Yesus secara sukarela menyerahkan Diri-Nya untuk mati untuk menanggapi kasih Allah Bapa, dalam kesatuan sempurna dengan kehendak-Nya, untuk mendemonstrasikan kasih-Nya kepada kita. Di atas salib, Yesus “mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untukku (Gal 2:20). Kita masing-masing boleh berkata: “Ia mengasihiku dan memberikan diri-Nya untukku.†Setiap orang boleh mengatakan: â€untukkuâ€.
Apa artinya ini bagi kita ? Artinya, ini adalah jalanku, jalanmu, jalan kita. Merayakan Pekan Suci untuk mengikuti Yesus tidak hanya dengan perasaan-perasaan hati, merayakan Pekan Suci mengikuti Yesus berarti belajar bagaimana keluar dari diri sendiri – sepertti saya katakan pada hari Mingu lalu – menggapai yang lain, pergi ke batas-batas eksistensi, menjadi yang pertama mendekati saudara-saudari kita, terutama saudara-saudari kita yang terasing, yang terlupakan, yang sangat memerlukan pengertian, penghiburan dan pertolongan. Menghadirkan Yesus yang hidup, yang penuh pengampunan dan kasih adalah hal yang mendesak.
Mengambil bagian dalam Pekan Suci berarti memasuki jalan pikiran logis dari Tuhan, logika Salib, yang bukan pertama-tama penderitaan dan kematian, tetapi kasih dan penyerahan diri yang menghadirkan kehidupan. Mengambil bagian dalam Pekan Suci berarti masuk ke dalam logika Kabar Gembira. Mengikuti, menemani, dan tetap bersama Kristus menuntut langkah ke luar. Keluar dari diri sendiri, keluar dari jalan beriman yang rutin dan melelahkan, keluar dari godaan untuk kembali ke dalam pola-pola terdahulu yang bermuara kepada tertutupnya cakrawala kita terhadap karya kreatif Allah. Allah melangkah keluar untuk berada di antara kita, Ia mendirikan tenda di antara kita untuk menghadirkan kasih Allah yang menyelamatkan dan memberikan harapan. Bahkan bila kita ingin mengikuti-Nya dan tinggal bersama-Nya, kita tidak boleh bersikukuh untuk tetap berada dalam kelompok ke sembilan-puluh sembilan domba, kita harus keluar, untuk mencari domba yang hilang bersama dengan Dia, domba yang sangat jauh dari jangkauan. Mari kita ingat: melangkahlah keluar dari diri kita, seperti Yesus, seperti Allah keluar dari Diri-Nya dalam Yesus, dan Yesus melangkah keluar dari Diri-Nya.
Seseorang mungkin berkata pada saya: “Akan tetapi, Bapa, saya tidak punya waktuâ€, “banyak hal yang harus saya lakukanâ€, “sulitâ€, “apa yang bisa saya lakukan dengan kemampuan yang terbatas?â€, “dengan dosa-dosa saya, dengan banyak hal?â€
Sering kita terpaku pada beberapa doa, pada kehadiran yang tak konsisten dan tak terfokus pada Misa Minggu, pada karya karitas yang acak, tetapi kita kurang memiliki dorongan untuk “melangkah keluar†untuk menghadirkan Kristus.
Kita agak mirip dengan St. Petrus. Begitu Yesus berbicara tentang Penderitaan, Kematian dan Kebangkitan, tentang penyerahan diri, tentang kasih untuk semua orang, Rasul ini mengajak Yesus berbicara berdua dan memperingatkan-Nya. Apa yang Yesus katakan mengganggu rencananya, kelihatannya tak berterima, menggoncang rasa aman yang telah terbangun dalam dirinya, idenya tentang Mesias. Dan Yesus memandang para murid dan menasehati Petrus dengan kata-kata yang barangkali paling keras dalam Injil: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (mrk 8:33).
Allah selalu memikirkan belaskasih: jangan melupakan hal ini. Allah selalu berpikir dengan kasih: Bapa kita yang mahakasih. Allah berpikir seperti seorang ayah yang menantikan kedatangan kembali anaknya dan datang menemuinya, melihatnya datang ketika masih dari kejauhan … Apa artinya ini? Artinya setiap hari ia pergi keluar untuk melihat apakah anaknya sedang kembali menuju rumah. Inilah Bapa kita yang mahapengasih. Ini tanda bahwa Ia sedang menantikan anak-Nya dari teras rumah-Nya; Allah berpikir seperti orang Samaria yang tidak mendekati korban untuk bersimpati, atau melihat ke arah lain, melainkan menyelamatkan-Nya tanpa meminta balasan apapun, tanpa bertanya apakah ia seorang Yahudi, atau seorang kafir, seorang Samaria, kaya atau miskin: dia tidak menanyakan apapun. Ia menyelamatkannya: beginilah cara Allah berpikir. Allah berpikir seperti gembala yang memberikan nyawanya untuk menyelamatkan domba-dombanya.
Pekan Suci adalah waktu rahmat yang Tuhan berikan pada kita untuk membuka pintu hati kita, hidup kita, paroki-paroki kita – menyedihkan banyak gereja yang sudah ditutup ! – di paroki-paroki kita, di berbagai gerakan dan asosiasi, dan untuk “melangkah keluar†ke arah yang lain, untuk mendekati mereka sehingga kita bisa membawa cahaya dan kegembiraan iman kita. Selalu melangkahlah keluar dari diri sendiri! Dan dengan kasih dan kelembutan Allah, dengan rasa hormat dan kesabaran, sambil menyadari bahwa kita menumpangkan tangan, kaki, hati, tetapi adalah Allah sendiri yang akan membimbing mereka dan memberikan buah-buah yang baik dari karya-karya kita.
Semoga Anda menjalani hari-hati ini dengan baik mengikuti Tuhan dengan semangat, membawa cahaya kasih-Nya kepada semua yang kita jumpai. (brk/*) (Foto: Situs Vatikan – www.vatican.va).







