Pematangsiantar (NO) – Sebanyak 15 tenaga pendidik dari Nias Selatan ikut dilatih dalam training of trainers (ToT) Pelatihan Daerah untuk Praktik yang Baik di tingkat SMP/MTs Provinsi Sumatera Utara(Provsu). Pelatihan secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provsu yang diwakili Kabid Mapenda Drs. H. Yulizar Lubis, M.Pd di Siantar Hotel, Pematang Siantar, Sumatera Utara (Selasa,2/3).
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Provsu meminta peserta untuk berlatih serius supaya terampil meningkatkan mutu pembelajaran dan manajemen di sekolah. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Provsu (Kadisdiksu) yang diwakili Dra. Rosmawaty Nadeak, M.Pd, mengatakan bahwa program USAID PRIORITAS sesuai dan selaras dengan tujuh tujuan strategis Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Disdiksu), terkhusus pada poin meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di kabupaten/kota. Disdiksu berharap USAID PRIORITAS akan membantu meningkatkan layanan pendidikan bermutu dan berkelas dunia.†Pemprovsu siap mendukung program USAID PRIORITAS baik dari segi dana, kebijakan dan penyediaan sumberdaya manusia,†tukas Kadisdiksu.
Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumut, Agus Marwan, menjelaskan bahwa peserta berasal dari 10 kabupaten/kota mitra (Medan, Binjai, Deli Serdang, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Labuhan Batu, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Sibolga dan Nias Selatan), LPTK mitra (Universitas Negeri Medan dan IAIN Sumatera Utara) dan LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Provinsi Sumatera Utara. Mereka dipilih dari guru-guru terbaik, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, staf teknis dinas pendidikan dan staf teknis kantor kementerian agama.â€Para fasilitator ini dilatih untuk mewujudkan komitmen USAID PRIORITAS, memberikan layanan pendidikan berkelas dunia kepada Provinsi Sumatera Utara,†terang Agus Marwan.
Selama tujuh hari (2-8 April 2013) peserta dilatih untuk mampu mengembangkan pembelajaran berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning), mengelola Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), dan terampil sebagai fasilitator profesional. Guna mempertajam keterampilan praktis dalam mengembangkan CTL, peserta akan melakukan praktik mengajar (real teaching). Sejumlah kepala sekolah akan diundang sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dalam mengelola MBS.â€Selama pelatihan, peserta akan lebih banyak melakukan kerja praktik, tujuannya agar mereka memiliki keterampilan teknis yang bisa diimplementasikan untuk melatih dan mendampingi sekolah di daerahnya masing-masing,†tukas Agus Marwan.
Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun senilai US$83,7 juta yang didanai oleh  United States Agency for International Development (USAID), program ini didesain untuk membawa pendidikan kelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara Program ini akan menjangkau 208 sekolah dasar, sekolah menegah pertama dan madrasah, serta memberikan manfaat langsung kepada sekitar 50.000 siswa. (eht/brk*)
Teks foto:
- Pembukaan. Kakanwil Kemenag Provsu diwakili Kabid Mapeda Drs. H. Yulizar Lubis, M.Pd membuka secara resmi ToT Pelatihan Daerah untuk Fasilitator Praktik Yang Baik di Tingkat SMP/MTs Provsu di Siantar Hotel, Pematang Siantar (Selasa,2/4).
- Komitmen Bersama. Pembukaan ToT Pelatihan Daerah untuk Fasilitator Praktik Yang Baik di Tingkat SMP/MTs Provsu, dihadiri oleh Teacher Training Office (TTO) Junior Secondary M. Ikyar, Teacher Training Institute Development Specialist Parapat Gultom, PhD, Kabid Mapenda Kemenag Provsu Drs. H. Yulizar Lubis, M.Pd, Dra. Rosmawaty Nadeak, M.Pd, Kasi Kurikulum dan Supervisi Kemenag Provsu Dr. Azizah Nasution, Provincial Coordinator (PC) Sumut Agus Marwan dan Whole School Development (WSD) Specialist Agus Prayitno.
Kami ucapkan Terimaksih kepada Pemprovsu Cq DisPend. yang telah memfasilitasi program USAID prioritas khususnya pendidikan ntuk Nias Selatan, semoga ini di gunakan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan dunia pendidikan di Nias Selatan tanpa di politisasi oleh oknum-oknum tertentu, kita akan pantau terus perkembangannya, Terimkasih juga kepada Media Nias ONline yang telah meliput program ini, Gbu.
Ya’ahowu……..!!!
Yang menjadi pertanyaan semua pihak terutama tenaga pendidik di wiayah Kab. Nias Selatan, Apakah perekrutan tenaga pendidik yang dikirim tersebut direkrut sesuai dengan mekanisme yang berlaku atau hanya sekedar mengutus sejawad atau keluarga dekat para pejabat SKPD Kab. Nias Selatan? Jika benar perekrutan tsb sesuai dengan mekanisme yang ada, maka mustahil sekolah-sekolah di Kabupaten Nias Selatan tidak diminta untuk berpartispasi. Dan apabila perekrutan ini menggunakan asas yang kedua, maka celakalah pendidikan Nias Selatan yang yang hanya siap bermimpi malam hari dan bangunnya esok pagi yang tak akan pernah merubah keadaan keterbelakangan mutu pendidikan kita. Salam Perjuangan.
tenkyuuu buat ( provsu ) klo bisa di tambah lgi guru nya.
jgn hnya 15 orng…
biar smkin maju guru2. pengajar di nias..
khusus nya NIAS SELATAn…
M.a.n.t.a.p.!!!! Smoga dengan ini mampu membuka mata kita dan menambah wawasan kita ke depan untuk peningkatan mutu pendidikan khususnya di Nias Selatan,,,