Archive for January, 2011 | Monthly archive page

Partisipasi Pemilih dalam Pilkadasung Dapat Jadi Indikator Percepatan Pembangunan

Monday, January 31st, 2011

Medan, (Analisa) – Tingkat partisipasi politik masyarakat dalam ajang pemilihan kepala daerah langsung (Pilkadasung) di penjuru Tanah Air bisa dijadikan salah satu indikator untuk mengukur percepatan pembangunan.

Sebab, partisipasi dalam bentuk keikutsertaan memilih berkorelasi erat dengan kesejahteraan dan menjadi kunci pembuka persoalan-persoalan semisal isolasi pembangunan, ketimpangan administrasi pemerintahan, kesenjangan sosial, kebodohan hingga kemelaratan taraf hidup.

Demikian anggota DPRD Sumut Ramli kepada wartawan ketika ditemui di Medan, kemarin.

Menurutnya, konsepsi partisipasi rakyat menjadi sesuatu yang penting diwujudkan warga Nias menjelang Pilkadasung di beberapa wilayah pemekarannya.

“Kesediaan warga datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menyalurkan hak pilih akan menjadi momentum strategis kelahiran harapan baru akan terciptanya perubahan di era kepemimpinan 5 tahun ke depan.

Kendati Pulau Nias sempat porak poranda dan mulai ‘terkenal’ akibat bencana alam Tsunami Desember 2004 serta gempa berskala 8,6 SR pada 28 Maret tahun 2005, Ramli tetap saja mengkategorikan Nias sebagai wilayah terpandang yang pantas disejajarkan dengan daerah lain di Indonesia.

Alasan Ramli juga masuk akal karena dilatarbelakangi keindahan pantai hingga pernah dipercaya sebagai tuan rumah kejuaraan surfing internasional serta beberapa potensi keragaman wisata alam.

Menyinggung Pilkadasung Nisel 29 Desember 2010 lalu dengan partisipasi rakyat rendah (sekira 45 persen dari DPT), anggota Komisi B DPRDSU itu pun menyatakan keprihatinan mendalam.

Dikatakan Ramli, realita tersebut menjadi sakral untuk direnungkan semua pihak khususnya warga Gunung Sitoli, Nias Barat serta Nias Utara yang akan menggelar Pilkadasung 2 Februari 2011 dan diikuti Nias Induk pada 5 April 2011.

Artinya, tambah Ramli lagi, pintu percepatan pembangunan Nias hanya dapat dibuka dengan kunci “penyaluran hak suara” pada ajang Pilkadasung.

“Saya minta jangan ada lagi warga Nias yang apatis atau merasa tidak penting terhadap hasil Pemilu. Ikutlah menyuarakan nurani sebab rakyat juga bertanggungjawab atas percepatan pembangunan,” tukas Ramli, seraya menyatakan perjuangan rakyat masih teramat panjang.

Tolak Politik Uang

Selain itu, Ramli juga mengajak berbagai komponen untuk merenungkan yang menjadi hak dan kewajiban warga terhadap percepatan sekaligus perancangan pembangunan yang lebih baik melalui pemberian suara ikhlas dalam Pilkadasung.

Setiap masyarakat Nias dimintanya tidak terkontaminasi oleh politik uang atau praktik jual beli suara yang akan merusak sistem, mengotori kelanjutan pembangunan dan menghambat kesejahteraaan anak cucu kelak.

“Ingatlah, sekecil apapun hal baik yang kita lakukan, termasuk penyediaan waktu dalam memberikan suara secara ikhlas, niscaya menjadi bentuk pengorbanan kita untuk percepatan pembangunan,” tegas Ramli optimis.

Terhadap wakil rakyat di daerah pemekaran, Ramli juga meletakkan harapan besar supaya terus bersinergi dengan pemerintah setempat.

Sehingga pemerintah mampu menjalankan fungsi dan tugas sebagai ujung tombak percepatan pembangunan daerah maupun peningkatan kesejahteraan rakyat.

KPUD sebagai penyelenggara Pemilu diimbaunya pula melakukan tahapan sesuai aturan dan UU serta memberikan sosialisasi berkesinambungan kepada masyarakat luas.

Sedangkan kepada para kandidat Pilkadasung, Ramli meminta kesediaan masing-masing untuk bersaing sehat, santun, jujur dan siap menerima hasilnya kelak dengan kelapangan dada. Apapun yang telah dikeluarkan kandidat, imbuhnya lagi, semua patut dipandang sebagai pengorbanan dan pengabdian terhadap upaya percepatan pembangunan Nias yang ingin diraih bersama.

Kalaupun ada perbedaan pandangan dari kandidat dan kelompoknya, Ramli mengharapkan kebesaran jiwa untuk mau menerima dan selanjutnya mendukung pemenang setelah Plkadasung usai.

Kontribusi

Siapapun pemimpin Nias kedepan, kapasitasnya disebut Ramli masih sangat membutuhkan kontribusi pemikiran konstruktif tanpa intrik saling menjatuhkan.

Karena selain menghambat laju percepatan pembangunan Nias sendiri, juga merongrong kewibawaan pemerintah di mata masyarakat.

Pada sisi lain, komponen masyarakat seperti LSM, pemuda, pemuka adat, tokoh agama, insan Pers dan unsur terkait diajak Ramli menampakkan kepedulian serta ikut mengawal pemerintahan yang baru. Manakala ada kejanggalan atau ketimpangan dilakukan pemerintah, Ramli mempersilahkan warga mengkritisi dengan orientasi mengingatkan, menuntut perbaikan dan bukan saling menjatuhkan.

“Saya rasa ini bisa dijadikan acuan dan bahan perenungan bagi semua komponen bangsa di Republik ini. Untuk Nias, saya ucapkan selamat kepada semua kandidat peserta Pilkadasung. Semoga pesta demokrasi di Pulau Nias berjalan lancar, aman dan jujur. Rakyat Nias ikhlas memberikan suara, maka percepatan pembangunan akan tercipta,” tukas Ramli. (aru/rel)

Sumber: Analisa Online – www.analisadaily.com – 31 January 2011.

KPK Telusuri Dugaan Keterlibatan Wakil Bupati Nias

Monday, January 31st, 2011

Tribunnews.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan keterlibatan wakil Bupati Nias Temazaro Harefa dalam kasus korupsi bantuan bencana tsunami Nias pada tahun 2006 silam. Fakta itu diungkapkan oleh Bupati Nias Binahati B Baeha, yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi itu.

“Masih didalami,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan di depan penyidik
KPK, di kantor KPK, Jakarta, Jumat (28/1/2011).

Binahati mengaku, kepada penyidik KPK, dirinya mengungkapkan bahwa
Temazaro turut menikmati dana sisa bantuan bencana tsunami itu.
“Memang dari pengakuan (saksi), wakil ikut terima,” tuturnya.

Seperti diketahui, menurut Laporan Ketua Lembaga Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Harta Negara (LP2KHN) Herman Jaya Harefa ke KPK, Temazaro diduga turut menikmati dana sisa bantuan bencana tsunami Nias pada tahun 2006.

Keterlibatan Temazaro, lanjut Herman, disebut oleh Kepala Bagian Umum Kabupaten Nias, Baziduhu Ziliwu. Menurut Herman, kepada dirinya, Bazihudu, mengakui sendiri jika dirinya telah memberikan sejumlah uang kepada Temazaro, yang mana dana itu bersumber dari sisa dana bantuan tsunami Nias berdasarkan petunjuk dari Binahati.

“Karena wakil Bupati Nias marah-marah pada saat itu karena tidak dilibatkan dalam pengadaan barang tersebut,” ucapnya.

Keterlibatan Temazaro, ucapnya, juga dapat dilihat dalam kapasitasnya
selaku penyusun proposal penyediaan barang bantuan bagi korban bencana tsunami Nias yang diajukan ke Menko Kesra.

Dalam penyusunan proposal itu, kata Herman, Temazaro tidak mempunyai dasar acuan harga pasar barang-barang yang akan disediakannya. “Perlu diketahui, dari data yang sudah kami laporkan (ke KPK), dia (wakil bupati) telah melakukan penggelembungan harga dan penyalahgunaan sisa dana bantuan bencana alam,” tuturnya.

Sumber: www.tribunnews.com/2011/01/28/kpk-telusuri-dugaan-keterlibatan-wakil-bupati-nias

Reuni II Alumni SMA St Xaverius – Gunungsitoli

Saturday, January 29th, 2011

Bogor – Nias Online – Pada tanggal 18 – 19 Desember 2010, bertempat di Wisma Kinasih – Caringin berlangsung Reuni II Alumni SMA St Xaverius – Gunungsitoli. Mendung dan hujan rintik di Caringin – Bogor sore tanggal 18 Desember 2010 tak sanggup meluluhkan hasrat para alumni untuk segera bereuni. Sejumlah anggota panitia Fendy Mugni dan Syukur Gulö (keduanya alumni 91) bahkan sudah datang lebih pagi untuk mengurus persiapan ruang pertemuan, makanan dan lain-lain termasuk spanduk yang membentang di depan Wisma Kinasih.

Reuni II ini dihadiri antara lain oleh Suster Theresia Hondrö, salah seorang mantan Kepala Sekolah SMA Xaverius, Ibu Marcelina Dakhi (mantan guru kesenian) dan sejumlah alumni yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Niko Dakhi (alumni 1988) dalam sambutannya mewakili panitia menekankan pentingnya memupuk rasa kebersamaan para alumni. Sementara Suster Theresia dalam sambutannya menghimbau agar para alumni di manapun berada tetap berbuat baik, tetap berbuat kasih dan hal-hal positif lainnya untuk keluarga. untuk sesama alumni dan almamater.

Reuni II ini berhasil mencapai beberapa kesepakatan pada acara sharing yang berlangsung pada hari pertama antara lain:

  • Peningkatan kebersamaan di antara kita menjadi sebuah wadah yang lebih baku dan formal, wadah yang mempunyai program kerja pasti dan bermanfaat, untuk kita sebagai alumni serta untuk almamater SMA Xaverius.
  • Pembentukan Tim Adhoc beserta tugas-tugas nya.
  • Team Adhoc yang terpilih (yang disebut team 10) terdiri dari: Niko Dachi, Jose Rizal, Hellen Harefa, Abdi Harefa, Paskalis Lase, Elyson Lase, Nota Mendrofa, Syukur Gulo, Fendy Mugni, dan David Choa.
  • Disepakati bahwa Team Adhoc ini dipimpin oleh Fendy Mugni.
  • Tugas dari Team Adhoc adalah: (1) Melakukan studi komparasi & pengumpulan data untuk menentukan formula dan bentuk wadah dari organisasi yang hendak dibentuk, (2) Membuat program kerja yang membumi, (3) Menentukan visi dan misi wadah yang hendak dibentuk, dan (4) Merencanakan serta menentukan pola serta tempat acara reuni berikutnya

Hari kedua (Minggu, 19 Desember 2010) diawali dengan sarapan bersamadan dilanjutkan dengan Ibadah Minggu. Elyson S.Th dalam khotbahnya mengingatkan hendaknya kebersamaan ini didasari oleh Kasih. Kasih yang tidak pura-pura – kasih yang tanpa pamrih – tanpa udang di balik batu.

Di akhir ibadah Ibu Marcelina Dakhi (mantan guru kesenian SMA Xaverius) mengaku menikmati dan merasakan kehadiran Allah.

Diskusi Lanjutan pada hari kedua dihasilkan keputusan-keputusan antara lain tentnag nama wadah organisasi yang dibentuk: Forum Kebersamaan Alumni SMA St. Xaverius – Gunungsitoli serta usulan format dan waktu acara reuni berikutnya yang akan diputuskan oleh Tim Adhoc. Juga dibahas tentang Pola komunikasi antara sesama alumni dan komitment yang dibangun sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Team Adhoc juga ditugaskan sebagai ujung tombak dalam menanggapi surat dari Kepala Sekolah SMA Xaverius, seraya tidak ditutup kesempatan bagi individu-individu yang mau merespon secara personal.

Team Adhoc saat ini dan selanjutnya organisasi yang terbentuk akan menjadi Duta Alumni secara resmi yang menjaga komunikasi dengan SMA Xaverius. Sebagai langkah awal membangun komunikasi yang baik dengan almamater, hasil pertemuan ini akan disampikan ke SMA Xaverius – Gunungsitoli.

Situs dan Milis Alumni SMA Xaverius Gunungsitoli
Saat ini Forum Kebersamaan Alumni SMA St. Xaverius Gunsit – Nias
sudah memiliki website di http://www.alumni-xaverius.web.id/ dan juga milis bersama. Untuk menjadi anggota milis ini, alumni diharapkan mengirim email ke: al*************@**********ps.com).

Demikian disampaikan Nota Mendröfa, Humas Forum Kebersamaan Alumni SMA St. Xaverius Gunungsitoli – Nias, kepada Nias Online.

Undangan Natal Masyarakat Nias Selatan Se-Jabodetabek

Saturday, January 29th, 2011

Dengan penuh rasa sukacita, kami mengundang Bapak/Ibu/Sdra/i untuk berkenan hadir pada perayaan Natal 2010 dan Tahun Baru 2011 Forum Nias Selatan (Fornisel) yang akan dilaksanakan pada: (more…)

Kisah Korban Kebakaran Kapal – “Anak Saya Terlepas Ditelan Gelombang”

Friday, January 28th, 2011

BANTEN, KOMPAS.com – “Bunda, orang meninggal itu sepeti apa, orang meninggal itu sepertinya tidak kembali,” ujar Veny menirukan pertanyaan Azis putranya. Barangkali itulah firasay yang disampaikan Azis, bocah lima tahun putra pasangan Muhardi dan Veny sebeleum meninggal akibat kebakaran KMP Laut Teduh II di Selat Sunda, Jumat (28/1/2011). (more…)

Puluhan Tewas Akibat Kebakaran Kapal dan Tabrakan Kereta Api

Friday, January 28th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Kebakaran pada kapal ferry KMP Laut Teduh II yang melayari rute Merak-Bakauheni merenggut 12 korban jiwa dari total 434 penumpang. Sejumlah korban tewas karena tenggelam setelah berupaya menyelamatkan diri dari kebakaran kapal dengan terjun ke laut. Data sementara itu disampaikan oleh Kapolda Banten Brigjen (Pol) Agus Kusnadi. (more…)

Gunungsitoli, Medan, Jakarta …

Friday, January 28th, 2011

Kehadiran jasa penerbangan dari Gunungsitoli ke Medan yang dimungkinkan dengan dibukannya kembali lapangan terbang Binaka telah memperpendek waktu tempuh perjalanan dari Gunungsitoli ke kota-kota lain di Indonesia dan bahkan ke seluruh dunia.

Menurut catatan majalah Tempo (edisi 1 Mei 1976) Bandar Udara Binaka yang dibuka kembali pada tahun 1976 itu merupakan peninggalan Jepang dan pernah dimanfaatkan oleh TNI AU untuk menumpas pembertakan PRRI. Segera setelah gempa Maret 2005 meluluhlantakkan Nias, frekuensi penerbangan ke dan dari Gunungsitoli lewat bandara Binaka meningkat tajam.

Kalau dulu – hingga 10 tahun lalu – masyarakat Nias masih sangat mengandalkan kapal laut untuk bepergian keluar dari Nias, maka dalam tahun-tahun terakhir ini tren itu sudah sangat berubah.

Program rekonstruksi dan rehabilitasi Nias menyusul gempa Maret 2005 itu berperan besar dalam membuka keterisoliran Nias dari dunia luar dan perbaikan akses ke dan dari daerah-daerah yang selama ini sunguh-sungguh susah dijangkau. Seiring dengan itu, pemekaran Nias menjadi 4 kabupaten dan 1 kota semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, memeratakan dana pembangunan ke daerah-daerah yang selama ini ini hanya mendapat zõnõzõnõ alias sisa-sisa yang tak habis dimakan.

Kehadiran penerbangan regular Gunungsitoli-Medan dan sebaliknya dengan frekuensi yang lebih tinggi dibanding 10 – 5 tahun lalu meningkatkan mobilitas masyarakat Nias dan orang-orang yang ingin berkunjung ke Nias.

Tanggal 2 Januari lalu, seorang kru Redaksi Nias Online terbang dalam satu pesawat dengan 4 orang anak muda Nias dalam penerbangan dari Gunungsitoli menuju Medan dengan pesawat ATR 72-500 milik maskapai Wings Air, dan selanjutnya ke Jakarta dengan sebuah pesawat Lion Air. Mereka adalah Yaman Harefa, Surilawati Hulu, Gita Gulö dan Yenni Lase.

Yaman Harefa berasal dari Gunungsitoli dan bekerja di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Yaman sudah 6 tahun tinggal Jakarta. Tentang kehidupannya saat ini, Yaman secara singkat berkomentar: “Lumayanlah, jauh lebih baik dari waktu di Nias”. Meskipun sudah merasa betah tinggal di Jakarta, Yaman mengaku sering pulang ke Nias; hal ini dimungkinkan oleh lancarnya transportasi udara ke dan dari Nias.

Kalau dulu, Medan masih merupakan tujuan utama para pelajar Nias untuk meneruskan studi, kini hal itu berubah, seiring dengan munculnya kantong-kantong masyarakat Nias di berbagai kota seperti Padang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Salatiga, dan – tentu saja – Jakarta.

Surilawati Hulu, misalnya, berencana melanjutkan kuliah di Jakarta. Gadis Nias yang berasal dari Moaŵö ini, berbekalkan sebuah hape dan nomor-nomor telefon keluarganya di Jakarta, berangkat pagi itu dari Gunungsitoli sendirian, hanya diantar sampai di Bandara Binaka oleh keluarganya. Wati yang menyelesaikan studi di SMK BNKP Gunungsitoli ingin melanjutkan studi di Jakarta, jurusan Manajemen. Wati, yang baru pertama kali di Jakarta ini, mengatakan kuliahnya akan dibiayai secara gotong-royong oleh keluarga. “Kuliah saya akan dibiayai oleh orang mama dan juga paman saya yang tinggal di Jakarta”. Sesampai di Jakarta, Wati menghubungi sebuah nomor telpon, dan tidak lama dari wajahnya terpancar senyum, ia sudah terhubung dengan keluarganya di Jakarta.

***
Gita Gulö dan Yenni Lase, setiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, masih harus melapor ke bagian transit untuk penerbangan selanjutnya ke Yogyakarta, kota di mana keduanya menuntut ilmu. Sama seperti Yaman dan Wati, Gita dan Yenny tidak harus menunggu lama atau bermalam untuk tiba di kota tujuan; mereka hanya menunggu sekitar sejam untuk meneruskan perjalanan dengan penerbangan lain menuju Yogyakarta.

Gita, yang menekuni Public Relations Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya Yogyakarta ini, memiliki harapan yang tinggi tentang Nias. “Nias is an exotic island … sangat bagus, cuma belum dikembangkan saja”, kata gadis dari Fukagambö, Nias Barat ini. Ketika disinggung tentang Nias Barat, Gita lebih antusias lagi. “Harapan saya Nias Barat bisa lebih maju, lebih baik, benar-benar bebas dari korupsi dan nepotisme,” kata Gita, putri dari Zemi Gulö, SH, Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat. Pilkada yang akan berlangsung pada bulan Februari mendatang diharapkan menjadi momen untuk menjadikan Nias lebih baik lagi, tambah Gita yang setelah menyelesaikan studinya, bercita-cita menjadi konsultan Public Relations.

Yenni Lase, yang berasal dari Gunungsitoli, pagi itu dalam perjalan menuju Yogyakarta untuk menempuh studi strata 2 (S2) Magister Ekonomika Pembangunan (MEP) di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Yenni, lulusan SMA Negeri I Matauli Pandan Sibolga dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi – Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Bandung ini, mendapat beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Nias. Yenni berharap kehadiran derah-daerah otonom baru di Nias berdampak positif pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengoptimalan pengembangan dan pemanfaatan sumber-sumber daya alam. Setamat dari UGM nanti, Yenny akan kembali ke Nias untuk menerapkan ilmu yang diperolehnya di tempat ia bertugas: Sekretariat Daerah Kabupaten Nias.

***
Kecepatan, kepraktisan dan kenyamanan perjalanan sebagian dari anak-anak muda Nias ini tentu saja jauh dari hal yang dialami oleh generasi-generasi Ono Niha sebelumnya yang – dengan menggunakan kapal laut yang menuju Sibolga – harus mengalami segala penderitaan digoncang ke kiri dan ke kanan oleh bis yang melalui jalan berkelok-kelok dari Sibolga hingga ke Medan. Bukan hanya itu, di Sibolga sendiri, mereka terkadang harus mengalami penderitaan awal, dilarikan oleh becak keliling-keliling kota untuk mengompas mereka dengan ongkos yang tak masuk akal ketika turun di tempat perhentian sementara sambil menunggu bis atau taksi ke Medan.

“Ha’uga manõ dania bale …” (berapa sajalah nanti), jawab tukang becak Ono Niha yang ditanya tentang ongkos becak dari dari pelabuhan ke suatu tempat di Sibolga. Jawaban itu umumnya berarti ongkos yang selangit. Maka ketika itu, tidak jarang terjadi pertengkaran mulut bahkan hingga perkelahian, ketika penumpang becak Ono Niha memprotes ongkos yang dipatok oleh penarik becak yang juga Ono Niha.

Agaknya keadaan telah berubah, dan berubah ke arah yang lebih manusiawi. (brk/*)

Halaman Penggemar Facebook Mark Zuckerberg Disusupi

Thursday, January 27th, 2011

Halaman penggemar Facebook pendiri Jaringan Sosial Facebook Mark Zuckerger disusupi hacker yang memposkan pesan yang berisi kutukan terhadap pendiri Facebook yang memanfaatkan jaringan sosial paling popular ini untuk menimba keuntungan besar.

“Mari memulai penyusupan: Jika facebook membutuhkan uang, alih-alih ke bank, mengapa Facebook tidak membiarkan para penggunanya menanam modal di Facebook secara social?” tulisa pesan itu antara lain.

Penyusupan ini terjadi beberapa hari setelah Facebook membenarkan ia telah mendapatkan $1.5 miliar dari para penanam modal pada valuasi sekitar $50 miliar.

“Mengapa tidak mentransformasikan Facebook menjadi sebuah ‘bisnis sosial’ sebagaimana pemenang hadiah Nobel Muhammad Yunus melukiskannya?, lanjut pesan susupan itu merujuk pada pendiri Bank Grameen yang telah mentransformasikan hidup jutaan orang melalui skim pinjaman mikro kepada orang miskin.

Sebelum ditarik, pesan susupan itu telah disukai (‘like‘) oleh lebih dari 1800 orang.

Halaman facebook Zuckerberg memiliki lebih dari 3 juta penggemar. Menurut perkiraan para pakar keamanan dunia maya, halaman ini dikelola oleh para pembantu Zuckerberg.

Paul Ducklin, kepala departemen tekonologi pada perusahaan keamanan Sophos mengatakan tidak tahu bagaimana penyususpan ini terjadi. Akan tetapi katanya, apa pun yang terjadi dalam kasus ini, ia memunculkan satu lagi pertanyaan serius: masihkan para pengguna mempercayai Facebook dengan persona online mereka.

Penyusupan ke halaman penggemar Zuckerberg ini terjadi hanya beberapa hari setelah halaman facebook Presiden Perancis Sarkozy disusupi. Dalam penyusupan itu, penyusup menayangkan pesan bahwa Sarkozy tidak akan ikut dalam pemilihan presiden yang akan datang, yang langsung dibantah oleh Sarkozy. (brk/ht)

Gugatan Pilkada Nisel di MK – Hakim MK: Empat Syarat Pencalonan Mantan Napi Harus Kumulatif

Wednesday, January 26th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Entah kebetulan atau tidak, salah satu Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi yang mengadili gugatan hasil pilkada Nias Selatan (Nisel) mengindikasikan kecocokan pemahaman dengan argumentasi hukum pasangan Hadirat Manaö soal pencalonan mantan narapidana (napi) menjadi kepala daerah. (more…)

Gugatan Pilkada Nisel di MK – KPU RI: Coblos Simetris Sah

Wednesday, January 26th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Salah satu permasalahan krusial pada pilkada Nias Selatan (Nisel) adalah banyaknya surat suara yang dinyatakan tidak sah oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Nisel karena dicoblos secara simetris atau menembus lipatan kertas suara. Namun sebaliknya, anggota KPU Pusat Saut Hamonangan Sirait menyatakan bahwa coblos simetris itu sah berdasarkan peraturan KPU. (more…)

Gugatan Pilkada Nisel di MK – Fahuwusa Laia Disebut Berikan Uang Ke Anggota KPU Pusat

Wednesday, January 26th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Persidangan gugatan hasil pilkada Nias Selatan (Nisel) di Mahkamah Konstitusi diwarnai dengan pengakuan mengejutkan. Salah satunya, seperti diungkapkan oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Saut Hamonangan Sirait bahwa dirinya ditemui oleh Fahuwusa Laia (Bupati Nisel, red) dan memberikan uang dalam satu kantong sebesar Rp 99.900.000. Saut mengaku, pemberian uang itu terkait dengan penganuliran pasangan itu sebagai peserta Pilkada Nisel 2010. (more…)

Korupsi Dana Tsunami Nias Seret Nama Baru

Tuesday, January 25th, 2011

INILAH.COM, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Bagian (Kabag) Umum Kabupaten Nias Baziduhu Ziliwu terkait kasus korupsi dana bencana tsunami. Pemeriksaan kepada yang bersangkutan untuk menggali dugaan keterlibatan Wakil Bupati Nias, Temazaro Harefa pada dugaan korupsi dana bencana tsunami, di Kepulauan Nias. (more…)

Ledakan Bom di Bandara Domodedovo, Moskow: Lebih dari 30 Orang Tewas

Tuesday, January 25th, 2011

Sebuah bom berkekuatan setara dengan 5 kg TNT meledak di bandara Domodedovo, Moskow, Rusia hari Senin sore pukul 4.40 waktu setempat. Para pejabat kesehatan dan darurat Rusia mengatakan 35 meninggal dunia dan 76 orang masih dirawat di rumah sakit, banyak di antaranya dalam keadaan fisik yang parah. Demikian diberitakan oleh kantor berita Rusia RIA Novosti.

Senin petang – setelah kejadian itu, pihak kepolisian Moskow dan kota-kota lain di Rusia meningkatkan penjagaan keamanan.

Laporan-laporan awal mengatakan bahwa alat ledak diledakkan oleh seorang pembom bunuh diri ketika para penumpang tiba di terminal kedatangan di bandara internasional Domodedovo pada jam 4.40 waktu setempat.

Pesawat-pesawat dari London, Brussel, Yunani, Ukraina dan Mesir telah mendarat 30 menit sebelum ledakan itu terjadi.

Bom yang meledak itu dibungkus bersama dengan benda-benda logam untuk memaksimumkan efek ledakan.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev dalam pertemuan dengan para pejabat tinggi yang disiarkan lewat televise mengatakan bahwa, “Dari informasi awal yang kami miliki, ini adalah serangan teroris.” Ia juga mengatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui bagaimana serangan itu bisa berlangsung.

“Setelah kejadian-kejadian serupa di masa lalu, kami membuat undang-undang yang relevan, dan kami harus mengecek sejauh mana undang-undang itu telah diterapkan,” katanya.

Menurut RIA Novosti pemboman ini adalah serangan kedua di Moskow dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan. Pada bulan Maret 2010 dua orang perempuan pembom bunuh diri yang berasal dari Republik Dagestan di Kaukasus Utara meledakkan diri mereka di sistem metro ibukota, menewaskan 39 orang. Pemimpin Chechen, Doku Umarov, mengklaim serangan itu dilakukan oleh kelompoknya. Ia juga memperingatkan “perang” akan datang di jalan-jalan Moskow.

Sementara itu Presiden AS Barack Obama diberitakan mengutuk serangan bunuh diri ini dan menyampaikan ungkapan rasa belasungkawa kepada para korban.

“Saya mengutuk keras tindak teroris biadab ini yang dilakukan terhadap rakyat Rusia,” kata Obama dalam sebuah pernyataan.

Serangan terhadap bandara Domodedovo ini bukan yang pertam kali. Pada bulan Agustus 2004, dua orang perempuan pembom bunuh diri Chechen meledakkan 2 pesawat yang lepas landas dari bandara tersibuk di Moskow itu, menewaskan 90 orang.
(brk/RN).

Benediktus XVI: Gunakan Internet Secara Bertanggung Jawab

Monday, January 24th, 2011

[VATIKAN] Paus Benediktus XVI meminta umat Katolik di seluruh dunia untuk menggunakan internet secara bertanggung jawab. Dia pun mengingatkan kaum muda untuk tidak mengganti interaksi kemanusiaan dengan komunikasi virtual. (more…)

Februari, Pemerintah Berlakukan KTP Elektronik

Monday, January 24th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengungkapkan, mulai Pebruari 2001, Pemerintah akan menerapkan penggunaan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP. KTP baru tersebut berbasi Nomor Induk Kependudukan (NIK). Pengurusan KTP elektronik tersebut, kata dia, tidak memungut sepeserpun dari masyarakat. (more…)