Archive for the ‘Berita Keluarga’ Category

Kabar Dukacita

Friday, December 9th, 2011

Alm. Victor Zebua (Foto: Repro dari buku Jejak Cerita Rakyat Nias)

Pagi ini, kami mendapat kabar mengejutkan dan mendukakan. Rekan terkasih kami di jajaran redaksi Nias Online, dr. Victor Zebua telah dipanggil Tuhan di Yogyakarta pada Kamis, 08 Desember 2011 sekitar pukul 23.00 Wib. (more…)

Berita Duka

Tuesday, July 12th, 2011

Telah meninggal dunia dengan tenang Bapak Talifao Halawa – ayah mertua dari Bapak Etis Nehe (Ama Samuel) anggota Tim Redaksi Nias Online – di Desa Sifaoro’asi, Nias Tengah, Kabupaten Nias Selatan, pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2011 pukul 06.00 WIB, dalam usia sekitar 69 tahun. Pemakaman dilaksanakan hari ini, Selasa, 12 Juli 2011. Redaksi Nias Online menyampaikan turut berdukacita, dan mendoakan supaya jiwa Bapak T. Halawa diberi tempat indah di surga. Semoga Allah yang mahakasih memberikan penghiburan kepada Bapak Ama/Ina Samuel. (Redaksi)

Selamat Berbahagia

Sunday, April 10th, 2011

Tim Redaksi Nias Online mengucapkan “Selamat” dan ikut berbahagia atas Pernikahan Suci Sdr. Serius Nehe (Putra ke-2 dari Bapak/Ibu Ama/Ina Etis Nehe dan adik dari Bapak Etis Nehe anggota Tim Redaksi Nias Online) dengan Liriani Daeli (Putri ke-3 dari Bapak/Ibu Ama Mareti (+) dan Ina Mareti Daeli (+).

Acara Pernikahan berlangsung pada hari ini, Minggu, 10 April 2011, di Jakarta.

Semoga pasangan yang berbahagia ini selalu mendapat limpahan rahmat dan berkat Tuhan. Amen.

Kami yang ikut berbahagia:

Tim Redaksi Nias Online (www.niasonline.net)

Lowongan Kerja di LSM Forniha

Thursday, April 7th, 2011

Redaksi Nias Online mendapatkan informasi lowongan kerja ini melalui email dari LSM Forum Peduli Tanö Niha (FORNIHA). Lowongan kerja yang dibuka adalah untuk posisi Entry Data dan Cleaning Services. (more…)

Penanganan Lala’aro Gulö Masih Menunggu Dokter

Thursday, April 7th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Bapak Lala’aro Gulö yang menderita luka bolong pada pipi sebelah kirinya, saat ini masih menjalani perawatan di Balai Pengobatan Santa Margaretha Gunungsitoli, Nias. Saat ini, luka bolong tersebut mulai mengering dan tidak berbau karena dibersihkan setiap hari. (more…)

Dalisökhi Gea Ditangani Lima Dokter RS Atmajaya

Thursday, April 7th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Bapak Dalisökhi Gea, penderita tumor/gondok pada lehernya saat ini sudah berada di Rumah Sakit Atmajaya Jakarta. Bapak Dalisökhi tiba di Jakarta di antar oleh Suster Klara Duha. Pengoperasiannya akan ditangani oleh lima dokter spesialis dari RS Atmajaya. (more…)

Pipi Berlubang Karena Penyakit Kulit, Bapak Lala’aro Gulö Butuh Bantuan Anda

Thursday, March 17th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Bapak Lala’aro Gulö, warga Desa Botona’ai Te’olo, Kabupaten Nias Utara (dekat Mandrehe, Nias Barat namun pasca pemekaran masuk wilayah Nias Utara), saat ini sangat menderita karena pipi sebelah kirinya berlubang sekitar 7 cm hingga giginya kelihatan dari luar.

Menurut keluarga dekatnya, Turunan B Gulö, penyakit itu bermula dari rasa gatal pada tahi lalat pada pipi kirinya yang telah ada sejak lahir. Pada usia 47 tahun, rasa gatal mulai terasa. Kemudian, tahi lalat itu memerah, membengkak dan semakin melebar. Kondisi Pak Lala’aro yang lahir di Desa Hilinduria (1951) dan berprofesi sebagai petani itu makin kritis sejak 5 tahun lalu. Tahi lalat yang membengkak dan melebar itu meneteskan nanah bercampur darah.

“Saat ini, telah membentuk lubang sekitar 7 cm sehingga gigi-gigi Pak Lala’aro terlihat jelas dari luar,” ujar Turunan kepada Nias Online, Kamis (17/3/2011).

Dia menjelaskan, berbagai upaya pengobatan di Puskesmas terdekat dan juga pengobatran tradisional telah dilakukan. Namun tidak mendapatkan hasil. Upaya untuk berobat ke luar Pulau Nias untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, juga tidak dapat dilakukan karena ketidakmampuan keluarga membiayainya. Sementara tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.

“Akibatnya, beliau susah makan, minum dan berbicara. Beliau masih mencoba bertahan hidup, entah sampai kapan. Kami dari keluarga juga sangat terbatas dan membutuhkan bantuan dari berbagai pihak,” ujar Turunan.

Karena itu, melalui publikasi ini, pihaknya mengharapkan uluran tangan dari saudara-saudara masyarakat Nias atau siapapun yang tergerak untuk membantu. Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Turunan B Gulö di 08126044445  dan Tomosa Gulö di 081388034467. (EN)

Suster Klara Cari Dokter Tangani Pak Dalisökhi Gea di Jakarta

Thursday, March 10th, 2011

JAKARTA – Suster Klara Duha saat ini sedang mencari informasi dokter di Jakarta yang bisa menangani pengoperasian penyakit gondok yang diderita Pak Dalisökhi Gea. Pak Dalisökhi sendiri saat ini sudah berada di Laverna, Gunungsitoli dan akan berada di sana sampai penyakitnya selesai diobati. Suster Klara sendiri berada di Jakarta dalam rangka membawa Yarni Halawa, penderita kebocoran kantung kemih untuk dirawat di RS Atmajaya Jakarta. (more…)

Suster Klara Fasilitasi Bantuan Untuk Dalisökhi Gea

Monday, March 7th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Suster Klara Duha menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi pengumpulan bantuan untuk penanganan penyakit yang diduga gondok, yang diderita Dalisökhi Gea. Suster Klara mempersilakan Dalisökhi Gea dibawa ke Laverna, Gunungsitoli dan tinggal di sana sambil mempersiapkan penanganan penyakit yang dideritanya. (more…)

Dalisökhi Gea Membutuhkan Uluran Tangan Anda

Tuesday, March 1st, 2011

Gunungsitoli, Nias Online – Dalisökhi Gea, seorang pria berusia 61 tahun asal Nias telah menderita tumor di bagian dagu dan lehernya selama sekitar 30 tahun. Kini, setelah sekian lama tanpa pengobatan, tumor itu menyembul dan menggelayut dari dagu hingga sejajar dengan pinggangnya, sepanjang sekitar 40 cm dengan berat sekitar 5 kg.

Memang suatu hal yang ganjil, karena sampai berpuluh tahun, tidak ada satupun jalan keluar yang bisa membantunya. Bahkan, meski beberapa tahun lalu, pemerintah menggelontorkan triliunan rupiah dana untuk rekonstruksi dan rehabilitasi Pulau Nias pasca gempa, yang salah satunya mencakup biaya kesehatan, ternyata Dalisökhi tidak mendapatkan pertolongan sama sekali.

Ditemui di Gunungsitoli pada 26 Februari 2011, Dalisökhi mengungkapkan kerinduannya untuk mendapatkan pertolongan berupa operasi. Dia sangat membutuhkan uluran tangan mengingat dia sendiri saat ini hidup sebatang kara dan tidak memiliki kemampuan membiayai pengobatannya. Saat ini saja, di desanya Fadoro Hilimböwö, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Dalisökhi tinggal di rumah warga yang bersedia memberikan tumpangan dan makanan sekedarnya.

Meski menderita dengan tumor itu, Dalisökhi tidak mau mengeluh dan pasrah. Di temani oleh salah seorang keluarganya, mereka menempuh perjalanan sekitar 2 jam menuju kota Gununsitoli untuk mencari pertolongan. Di usianya yang ke-61 tahun, sambil memapah daging tumornya, Dalisökhi menyusuri setiap jalan, gang dan rumah warga untuk mendapatkan uluran tangan, berupa bantuan uang. Berharap uang yang terkumpul tersebut dapat digunakan untuk biaya operasi.

Uang yang diperolehnya dari upaya tersebut sangat terbatas. Bahkan, masih jauh dari kebutuhan. Dalisökhi tetap membutuhkan uluran tangan untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Mungkin di antara Anda yang membaca tulisan ini, ada yang tergerak untuk membantu. Saat ini, redaksi Nias Online sedang berkoordinasi dengan beberapa pihak di Gunungsitoli untuk membantu memfasilitasi bila ada bantuan kepada yang bersangkutan. Sambil menunggu hal itu, pengunjung Nias Online yang tergerak hatinya untuk membantu, bisa menghubungi Redaksi melalui email: ni*********@***il.com dan / atau nomor 081398048912. ” (EN/OH)

Reuni II Alumni SMA St Xaverius – Gunungsitoli

Saturday, January 29th, 2011

Bogor – Nias Online – Pada tanggal 18 – 19 Desember 2010, bertempat di Wisma Kinasih – Caringin berlangsung Reuni II Alumni SMA St Xaverius – Gunungsitoli. Mendung dan hujan rintik di Caringin – Bogor sore tanggal 18 Desember 2010 tak sanggup meluluhkan hasrat para alumni untuk segera bereuni. Sejumlah anggota panitia Fendy Mugni dan Syukur Gulö (keduanya alumni 91) bahkan sudah datang lebih pagi untuk mengurus persiapan ruang pertemuan, makanan dan lain-lain termasuk spanduk yang membentang di depan Wisma Kinasih.

Reuni II ini dihadiri antara lain oleh Suster Theresia Hondrö, salah seorang mantan Kepala Sekolah SMA Xaverius, Ibu Marcelina Dakhi (mantan guru kesenian) dan sejumlah alumni yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Niko Dakhi (alumni 1988) dalam sambutannya mewakili panitia menekankan pentingnya memupuk rasa kebersamaan para alumni. Sementara Suster Theresia dalam sambutannya menghimbau agar para alumni di manapun berada tetap berbuat baik, tetap berbuat kasih dan hal-hal positif lainnya untuk keluarga. untuk sesama alumni dan almamater.

Reuni II ini berhasil mencapai beberapa kesepakatan pada acara sharing yang berlangsung pada hari pertama antara lain:

  • Peningkatan kebersamaan di antara kita menjadi sebuah wadah yang lebih baku dan formal, wadah yang mempunyai program kerja pasti dan bermanfaat, untuk kita sebagai alumni serta untuk almamater SMA Xaverius.
  • Pembentukan Tim Adhoc beserta tugas-tugas nya.
  • Team Adhoc yang terpilih (yang disebut team 10) terdiri dari: Niko Dachi, Jose Rizal, Hellen Harefa, Abdi Harefa, Paskalis Lase, Elyson Lase, Nota Mendrofa, Syukur Gulo, Fendy Mugni, dan David Choa.
  • Disepakati bahwa Team Adhoc ini dipimpin oleh Fendy Mugni.
  • Tugas dari Team Adhoc adalah: (1) Melakukan studi komparasi & pengumpulan data untuk menentukan formula dan bentuk wadah dari organisasi yang hendak dibentuk, (2) Membuat program kerja yang membumi, (3) Menentukan visi dan misi wadah yang hendak dibentuk, dan (4) Merencanakan serta menentukan pola serta tempat acara reuni berikutnya

Hari kedua (Minggu, 19 Desember 2010) diawali dengan sarapan bersamadan dilanjutkan dengan Ibadah Minggu. Elyson S.Th dalam khotbahnya mengingatkan hendaknya kebersamaan ini didasari oleh Kasih. Kasih yang tidak pura-pura – kasih yang tanpa pamrih – tanpa udang di balik batu.

Di akhir ibadah Ibu Marcelina Dakhi (mantan guru kesenian SMA Xaverius) mengaku menikmati dan merasakan kehadiran Allah.

Diskusi Lanjutan pada hari kedua dihasilkan keputusan-keputusan antara lain tentnag nama wadah organisasi yang dibentuk: Forum Kebersamaan Alumni SMA St. Xaverius – Gunungsitoli serta usulan format dan waktu acara reuni berikutnya yang akan diputuskan oleh Tim Adhoc. Juga dibahas tentang Pola komunikasi antara sesama alumni dan komitment yang dibangun sebagai bagian dari tanggung jawab bersama. Team Adhoc juga ditugaskan sebagai ujung tombak dalam menanggapi surat dari Kepala Sekolah SMA Xaverius, seraya tidak ditutup kesempatan bagi individu-individu yang mau merespon secara personal.

Team Adhoc saat ini dan selanjutnya organisasi yang terbentuk akan menjadi Duta Alumni secara resmi yang menjaga komunikasi dengan SMA Xaverius. Sebagai langkah awal membangun komunikasi yang baik dengan almamater, hasil pertemuan ini akan disampikan ke SMA Xaverius – Gunungsitoli.

Situs dan Milis Alumni SMA Xaverius Gunungsitoli
Saat ini Forum Kebersamaan Alumni SMA St. Xaverius Gunsit – Nias
sudah memiliki website di http://www.alumni-xaverius.web.id/ dan juga milis bersama. Untuk menjadi anggota milis ini, alumni diharapkan mengirim email ke: al*************@**********ps.com).

Demikian disampaikan Nota Mendröfa, Humas Forum Kebersamaan Alumni SMA St. Xaverius Gunungsitoli – Nias, kepada Nias Online.

Selamat Buat Keluarga Bapak Etis Nehe

Thursday, July 23rd, 2009

Telah lahir dengan selamat dan sehat anak (putra) pertama dari Bapak Etis Nehe (anggota tim Redaksi Nias Online) dan Ibu Masria Halawa – Samuel Chrisostom Hafa’omasi Nehe – pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2009 jam 21.05 WIB di Jakarta. Tim Redaksi Nias Online mengucapkan SELAMAT kepada keluarga muda yang bahagia ini, semoga senantiasa mendapat kelimpahan rahmat dan berkat dari Allah yang mahakuasa. Amin. (Redaksi- updated 24-07-2009)

Selamat Berbahagia

Wednesday, August 13th, 2008

(more…)

Berita Duka Cita

Saturday, June 7th, 2008

Kami berduka cita atas kepergian Bapak kami tercinta Pelda Purn AD B.F. Waruwu (Ama Berliana Waruwu), pada tanggal 21 April Pukul 22.10 WIB di Rumah Sakit Umum Gunungsitoli, Nias, pada usia 71 Tahun. Jasad beliau telah dimakamkan di kampung kelahiranya, desa Ononamölö I Botomuzöi, Kecamatan Hiliduho. (more…)

Berita Duka

Wednesday, March 12th, 2008

Telah kembali keharibaan Tuhan: Bobi Telaumbanua dan Noel Roy Laoli, keduanya sepupu dari Ibu Noni Telaumbanua (masing-masing pada bulan Februari dan tgl 2 Maret 2008), dan Neneknda dari Noni (Ina Talu dari Bapak A. Noni Telaumbanua) pada tanggal 8 Maret 2008, semuanya di Gunungsitoli. (more…)