Archive for the ‘Khusus’ Category

Lowongan Kerja di LSM Forniha

Thursday, April 7th, 2011

Redaksi Nias Online mendapatkan informasi lowongan kerja ini melalui email dari LSM Forum Peduli Tanö Niha (FORNIHA). Lowongan kerja yang dibuka adalah untuk posisi Entry Data dan Cleaning Services. (more…)

Penanganan Lala’aro Gulö Masih Menunggu Dokter

Thursday, April 7th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Bapak Lala’aro Gulö yang menderita luka bolong pada pipi sebelah kirinya, saat ini masih menjalani perawatan di Balai Pengobatan Santa Margaretha Gunungsitoli, Nias. Saat ini, luka bolong tersebut mulai mengering dan tidak berbau karena dibersihkan setiap hari. (more…)

Dalisökhi Gea Ditangani Lima Dokter RS Atmajaya

Thursday, April 7th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Bapak Dalisökhi Gea, penderita tumor/gondok pada lehernya saat ini sudah berada di Rumah Sakit Atmajaya Jakarta. Bapak Dalisökhi tiba di Jakarta di antar oleh Suster Klara Duha. Pengoperasiannya akan ditangani oleh lima dokter spesialis dari RS Atmajaya. (more…)

Pipi Berlubang Karena Penyakit Kulit, Bapak Lala’aro Gulö Butuh Bantuan Anda

Thursday, March 17th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Bapak Lala’aro Gulö, warga Desa Botona’ai Te’olo, Kabupaten Nias Utara (dekat Mandrehe, Nias Barat namun pasca pemekaran masuk wilayah Nias Utara), saat ini sangat menderita karena pipi sebelah kirinya berlubang sekitar 7 cm hingga giginya kelihatan dari luar.

Menurut keluarga dekatnya, Turunan B Gulö, penyakit itu bermula dari rasa gatal pada tahi lalat pada pipi kirinya yang telah ada sejak lahir. Pada usia 47 tahun, rasa gatal mulai terasa. Kemudian, tahi lalat itu memerah, membengkak dan semakin melebar. Kondisi Pak Lala’aro yang lahir di Desa Hilinduria (1951) dan berprofesi sebagai petani itu makin kritis sejak 5 tahun lalu. Tahi lalat yang membengkak dan melebar itu meneteskan nanah bercampur darah.

“Saat ini, telah membentuk lubang sekitar 7 cm sehingga gigi-gigi Pak Lala’aro terlihat jelas dari luar,” ujar Turunan kepada Nias Online, Kamis (17/3/2011).

Dia menjelaskan, berbagai upaya pengobatan di Puskesmas terdekat dan juga pengobatran tradisional telah dilakukan. Namun tidak mendapatkan hasil. Upaya untuk berobat ke luar Pulau Nias untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, juga tidak dapat dilakukan karena ketidakmampuan keluarga membiayainya. Sementara tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.

“Akibatnya, beliau susah makan, minum dan berbicara. Beliau masih mencoba bertahan hidup, entah sampai kapan. Kami dari keluarga juga sangat terbatas dan membutuhkan bantuan dari berbagai pihak,” ujar Turunan.

Karena itu, melalui publikasi ini, pihaknya mengharapkan uluran tangan dari saudara-saudara masyarakat Nias atau siapapun yang tergerak untuk membantu. Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Turunan B Gulö di 08126044445  dan Tomosa Gulö di 081388034467. (EN)

Suster Klara Cari Dokter Tangani Pak Dalisökhi Gea di Jakarta

Thursday, March 10th, 2011

JAKARTA – Suster Klara Duha saat ini sedang mencari informasi dokter di Jakarta yang bisa menangani pengoperasian penyakit gondok yang diderita Pak Dalisökhi Gea. Pak Dalisökhi sendiri saat ini sudah berada di Laverna, Gunungsitoli dan akan berada di sana sampai penyakitnya selesai diobati. Suster Klara sendiri berada di Jakarta dalam rangka membawa Yarni Halawa, penderita kebocoran kantung kemih untuk dirawat di RS Atmajaya Jakarta. (more…)

Suster Klara Fasilitasi Bantuan Untuk Dalisökhi Gea

Monday, March 7th, 2011

JAKARTA, Nias Online – Suster Klara Duha menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi pengumpulan bantuan untuk penanganan penyakit yang diduga gondok, yang diderita Dalisökhi Gea. Suster Klara mempersilakan Dalisökhi Gea dibawa ke Laverna, Gunungsitoli dan tinggal di sana sambil mempersiapkan penanganan penyakit yang dideritanya. (more…)

Dalisökhi Gea Membutuhkan Uluran Tangan Anda

Tuesday, March 1st, 2011

Gunungsitoli, Nias Online – Dalisökhi Gea, seorang pria berusia 61 tahun asal Nias telah menderita tumor di bagian dagu dan lehernya selama sekitar 30 tahun. Kini, setelah sekian lama tanpa pengobatan, tumor itu menyembul dan menggelayut dari dagu hingga sejajar dengan pinggangnya, sepanjang sekitar 40 cm dengan berat sekitar 5 kg.

Memang suatu hal yang ganjil, karena sampai berpuluh tahun, tidak ada satupun jalan keluar yang bisa membantunya. Bahkan, meski beberapa tahun lalu, pemerintah menggelontorkan triliunan rupiah dana untuk rekonstruksi dan rehabilitasi Pulau Nias pasca gempa, yang salah satunya mencakup biaya kesehatan, ternyata Dalisökhi tidak mendapatkan pertolongan sama sekali.

Ditemui di Gunungsitoli pada 26 Februari 2011, Dalisökhi mengungkapkan kerinduannya untuk mendapatkan pertolongan berupa operasi. Dia sangat membutuhkan uluran tangan mengingat dia sendiri saat ini hidup sebatang kara dan tidak memiliki kemampuan membiayai pengobatannya. Saat ini saja, di desanya Fadoro Hilimböwö, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Dalisökhi tinggal di rumah warga yang bersedia memberikan tumpangan dan makanan sekedarnya.

Meski menderita dengan tumor itu, Dalisökhi tidak mau mengeluh dan pasrah. Di temani oleh salah seorang keluarganya, mereka menempuh perjalanan sekitar 2 jam menuju kota Gununsitoli untuk mencari pertolongan. Di usianya yang ke-61 tahun, sambil memapah daging tumornya, Dalisökhi menyusuri setiap jalan, gang dan rumah warga untuk mendapatkan uluran tangan, berupa bantuan uang. Berharap uang yang terkumpul tersebut dapat digunakan untuk biaya operasi.

Uang yang diperolehnya dari upaya tersebut sangat terbatas. Bahkan, masih jauh dari kebutuhan. Dalisökhi tetap membutuhkan uluran tangan untuk mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Mungkin di antara Anda yang membaca tulisan ini, ada yang tergerak untuk membantu. Saat ini, redaksi Nias Online sedang berkoordinasi dengan beberapa pihak di Gunungsitoli untuk membantu memfasilitasi bila ada bantuan kepada yang bersangkutan. Sambil menunggu hal itu, pengunjung Nias Online yang tergerak hatinya untuk membantu, bisa menghubungi Redaksi melalui email: ni*********@***il.com dan / atau nomor 081398048912. ” (EN/OH)