Archive for March, 2010 | Monthly archive page

Harga Cabai Naik

Monday, March 22nd, 2010

LANGKAT-Setelah bertahan di kisaran Rp12.000 per kilogram selama sepekan, harga cabai merah besar kembali naik hingga Rp14.000 per kilogram atau naik sebesar Rp2.000 per kilogram.

Menurut salah seorang pedagang di Pusat Pasar Tanjung Pura, Sahlan (36), kenaikan harga cabai itu baru terjadi lima hari lalu. Harga naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram, dan kini sudah Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram. Kenaikan terjadi karena kurangnya pasokan cabai dari luar Langkat, sementara permintaan terus bertambah.

“Kenaikan harga cabai ini dikarenakan pasokan cabai dari luar daerah mulai berkurang. Sedangkan produksi cabai asal Langkat terlalu sedikit,” kata Sahlan.

Kepala Bidang Agribisnis dan Penyuluhan Nur Supandi mengatakan, kenaikan harga cabai itu terjadi karena pasokan cabai terlalu sedikit di pasaran, baik itu cabai dari luar deaerah maupun dari Langkat.

Mengenai minimnya produksi cabai Langkat, Nur mengaku hal itu terjadi karena kurangnya minat petani di kabupaten Langkat menanam cabai.
“Petani Langkat kurang berminat menanam cabai karena iklim di Langkat tidak sesuai untuk tanaman cabai,” katanya.

Kesempatan emas bertanam cabe dengan modal yang murah, masa tanam yang cepat, perawatan yang mudah, dan harga jual yang tinggi diharapkan memacu petani nias untuk bertanam cabai. Dalam waktu kurang lebih 3 bulan sejak penyemaian, tiap pohon cabai dapat menghasilkan hingga 10 kg buah. Modal untuk bertanam cabe bisa terbayarkan setelah panen ketiga.

Informasi lebih lanjut tentang budidaya cabai bisa dilihat di
http://images.google.de/imgres?imgurl=http://www.padang-today.com/foto/berita/cabe_merah.jpg&imgrefurl=http://aksestani.blogspot.com/2009/11/budidaya-cabai.html&usg=__4lIAq_EWkfp6ZXtUTnltjwIBqyc=&h=400&w=533&sz=88&hl=de&start=15&um=1&itbs=1&tbnid=akpJVCeV3hjbkM:&tbnh=99&tbnw=132&prev=/images%3Fq%3Dcabai%2Bpicture%26um%3D1%26hl%3Dde%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dcom.ubuntu:en-US:unofficial%26tbs%3Disch:1

(sumutpos, niasonline)

Posko Delasiga Bangun Jalan di Nias Barat

Monday, March 22nd, 2010

Kepedulian posko Delasiga terhadap pembangunan jalan di Nias Barat perlu diapresiasi. Bahkan pada akhir Maret 2010 segera memulai pembangunan jalan di desa Hilifadolo, Kecamatan Moro’õ. (more…)

16 daerah otonom Sumut masih layak dipertahankan

Friday, March 19th, 2010

MEDAN – 16 daerah otonom hasil pemekaran di Sumatera Utara, bisa dipastikan masih akan dipertahankan eksistensinya dari pada menggabungkannya kembali ke daerah induk. Sebab, Tim Evaluasi Nasional yang mengevaluasi 16 daerah otonom itu menilai tiga aspek sebagai komponen utama penilaian, sudah dijalankan dengan baik dan punya prospek untuk lebih dikembangkan lagi. (more…)

Beasiswa S1 Universitas Paramadina

Friday, March 19th, 2010

Universitas Paramadina bekerjasama dengan para dermawan Indonesia untuk “ketiga kalinya”, memberikan beasiswa kepada siswa-siswi lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau sederajat yang memiliki potensi akademis maupun non-akademis untuk mengikuti pendidikan (S-1) di Universitas Paramadina, pada Program Studi :

* Manajemen dan Bisnis
* Falsafah dan Agama,
* Ilmu Komunikasi,
* Psikologi,
* Hubungan Internasional,
* Teknik Informatika,
* Desain Komunikasi Visual
* Desain Produk Industri.

Kualifikasi

* Siswa kelas 3 atau lulusan SLTA atau sederajat dari seluruh Indonesia.
* Siswa kelas 3 atau lulusan SLTA atau sederajat, dengan nilai rata-rata NEM/UAN, STTB, dan Raport Kelas I, II dan III, minimum 7,50.
* Termasuk 10 siswa atau lulusan terbaik di kelas selama 4 (empat) semester.
* Tanggal lahir 1 Januari 1987 dan setelahnya.
* Memiliki kecerdasan emosional dan jiwa kepemimpinan, mudah bersosialisasi, serta beretika tinggi.
* Aktif dalam kegiatan organisasi intra dan ekstra sekolah.
* Mampu berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya.
* Memahami dan menyetujui semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam program beasiswa ini **

**) Ketentuan yang berlaku :

1. Penerima beasiswa harus menyelesaikan masa kuliah dalam kurun 4 tahun kalender akademik.
2. Siswa yang tidak mendapatkan nilai IPK minimal 3,00 selama dua semester pada saat perkuliahan, dinyatakan gagal dan tidak lagi memperoleh beasiswa untuk penyelesaian sisa masa studi.
3. Nominasi ini akan gugur dengan sendirinya apabila siswa/pendaftar dinyatakan tidak lulus UAN.
4. Tidak sedang menerima beasiswa untuk Pendidikan Tinggi.
5. Tidak boleh menerima beasiswa lain, selama menjalani PF.

Proses Pendaftaran

Formulir pendaftaran dapat diperoleh di Bagian Informasi Universitas Paramadina tanpa dipungut biaya atau dapat di download di website:

http://www.paramadina.ac.id/downloads/Fellowship/Formulir_PF_2010.pdf .

Formulir Pendaftaran yang sudah diisi diserahkan sebelum batas waktu yang ditentukan dengan disertai :

1. Satu halaman tulisan yang berjudul “Saya di Tahun 2025” dan satu halaman tulisan berjudul “Pengalaman Pahit Saya.” (Petunjuk dan lembar essay terlampir).
2. Dua surat rekomendasi yaitu dari Kepala Sekolah atau Tokoh Masyarakat dan Guru. (Form surat rekomendasi terlampir).
3. Fotocopy transkip nilai (dilegalisir) :

* Untuk Lulusan SLTA
o fotocopy NEM
o STTB
o Ijazah
o Raport Kelas 1, 2, dan 3

* Untuk Siswa SLTA Kelas 3
o Raport Kelas 1, 2, dan 3.

4. Fotocopy Sertifikat Penghargaan yang pernah diraih.
5. Satu foto berwarna ukuran 3 x 4 cm
6. Fotocopy Kartu Identitas (KTP)
7. Fotocopy Kartu Keluarga.

Catatan :

* Formulir dan kelengkapan dokumen pendaftaran, dapat diserahkan langsung ke Bagian Informasi Universitas Paramadina (Senin – Jum’at 09.00 – 16.00 WIB dan Sabtu 09.00 – 13.00 WIB) atau dikirim melalui pos.
* Kami tidak menerima pengembalian formulir dan berkas pendaftaran melalui e-mail.

Batas Waktu Pendaftaran

Batas akhir penyerahan formulir dan berkas pendaftaran Program Paramadina Fellowship 2010 adalah :

* Melalui pos, dengan stempel pos, 10 April 2010.
* Langsung diantar ke Universitas Paramadina, 17 April 2010.

Dana Beasiswa

Paramadina Fellowship 2010, dengan nilai beasiswa sebesar Rp. 125.000.000 (seratus duapuluh lima juta rupiah) mencakup pendanaan :

* Dana transportasi dari tempat asal menuju ke Universitas Paramadina.
* Biaya studi selama 4 tahun kalender akademik. Penerima beasiswa diharapkan dapat menyelesaikan studi, maksimal 4 tahun.
* Dana aktivitas kemahasiswaan sebesar Rp 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).
* Tunjangan buku 1 juta rupiah per-semester.
* Biaya hidup (living allowance) sebesar 1 juta rupiah per-bulan.**
* Disediakan asrama, wajib tinggal selama 2 tahun atau 4 semester berturut-turut.**
* Kemungkinan pelatihan dan magang selama studi, di perusahaan Donor.
* Peluang kesempatan kerja atau tawaran kerja dari Donor, setelah menyelesaikan studi S-1.

**) Keterangan :

Penerima beasiswa dari wilayah Jabodetabek, berhak atas biaya hidup dan wajib tinggal di asrama.

Informasi

Untuk memperoleh informasi Paramadina Fellowship 2009,

Sdri. Lina & Riri
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 888/200

Sdri. Muna
Telp. +62 21 7918 1188 Ext. 232/235

Universitas Paramadina
Jl. Gatot Subroto Kav. 97
Mampang, Jakarta 12790
Telp. +62 21 7918 1188
Fax. +62 21 799 3375

email: fellowship@paramadina.ac.id
www.paramadina.ac.id

Hasil Pemeringkatan Universitas Dunia 2009 Versi THES-QS

Thursday, March 18th, 2010

Hasil pemeringkatan universitas di seluruh dunia untuk 2009 menurut The Times Higher Education Supplement (THES) and Quacquarelli Symonds (QS) memperlihatkan pergeseran kecil pada peringkat-peringat atas (1-100 besar). (more…)

Kuis Televisi – Kontestan sebagai Penyiksa

Thursday, March 18th, 2010

Ketaatan tanpa syarat :
Percobaan menunjukkan, seberapa jauh seseorang akan bertindak dalam siaran televisi.

Para peneliti di Perancis merekayasa kuis televisi untuk sebuah eksperimen. Peserta kuis yang tak sadar mengikuti percobaan harus memberikan sengatan listrik. Jalannya percobaan bisa dilihat sebagai film dokumenter.
Paris. Dengan sorot lampu yang menyilaukan, kamera, pembawa acara muda, penontonyang bersorak-sorai, kuis La Zone Extreme (Daerah Berbahaya) mirip dengan acara kuis lainnya. Namun kuis ini bukan kuis biasa. Bedanya, jika kontestan Jean-Paul tidak memjawab dengan benar, ia akan mendapat hukuman dari kontestan lain. Hukuman sengatan listrik dimulai dengan daya 20 Volt, sampai tanpa ampun lagi, 460 Volt. Jean-Paul terjengat dan menjerik kesakitan setiap mendapatkan sengatan hebat. Ia mulai berteriak, memohon agar kuis dihentikan, atau malahan tak bersuara lagi. Jaman baru kuis televisi?

Sampai Akhir yang Pahit
Kuis “” tak pernah ada. Kuis itu hanya eksperimet para peneliti dari Prancis. Sengatan listrik pada kenyataannya tak pernah ada dan Jean-Paul pun sebenarnya hanya seorang aktor yang bersandiwara kesakitan. Pembawa acara televisi terkenal Tania Young menuntun jalannya kuis dan tindakan peserta kuis lainnya. Peserta kuis berpikir bahwa memberikan sengatan listrik untuk jawaban kuis yang salah adalah format acara kuis yang baru tersebut. 81 % dari peserta kuis memberikan sengatan listrik sampai tingkat akhir, jauh melewati batas sengatan yang menyiksa.
Ide awal untuk percobaan berawal dari produser film Christophe Nick yang mendokumentasikan percobaan ini dalam film “Le jeu de la mort“ (Permainan Kematian). Untuk ini Nick menggunakan hasil percobaan Psikolog-Sosial Stanley Milgram. Pada awal tahun 1960-an Milgram meneliti apakah manusia mau taat pada autoritas sehingga mapu melakukan hal yang tak menusiawi. Dalam percobaan ia membuat peserta percaya, untuk keberhasilan penelitian ilmiah mereka harus memberikan sengatan listrik ke peserta lain. Ketaatan mayoritas peserta percobaan, mengagetkan publik pada masa itu.

Televisi Berkuasa
Produser Film Nick menerapkan percobaan Milgram tersebut ke dunia televisi masa kini. Ia mencoba menjawab pertanyaan, seberapa jauh televisi mampu memanipulasi manusia. Kesimpulannya dari hasil penelitian: “Televisi bisa membuat orang melakukan apa saja. Besarnya kuasa ini mengejutkan.” Bahkan pada jaman sekarang sudah ada siaran televisi di berbagai negara yang menunjukkan bagaimana orang mau melakukan apa saja, termasuk hal yag berbahaya dan yang merendahkan orang lain atau diri sendiri. Psikolog Jean-Leon Beauvois, yang memimpin tim televisi, menggambarkan dalam film tersebut tentang “massa individu-televisi”, di mana sejumlah besar individu menonton iklan yang sama, sinetron yang sama, dibentuk oleh kuis dan acara realitas yang sama. Hasilnya, apa yang mereka tonton akan terungkap lagi dalam pikiran dan tindakan mereka. “Ini merupakan suatu bentuk totalismus.” 80 orang peserta yang mengikuti percobaan kuis tersebut tak diperlihatkan oleh Nick. “Orang lihat bahwa sebenarnya mereka tak mau melakukan itu. Mereka melakukan semua cara untuk membuat pembawa acara menghentikan kuis.” Namun demikian: “Mereka taat dan ikut serta sampai akhir.” Menurut Nick, yang bertanggung jawab untuk penyiksaan itu menurut Nick adalah seluruh lingkungan studio: Kamera, pemirsa dan pembawa acara. “Para peserta mengungkapkan: saya berada dalam siaran televisi, saya harus melakukan apa yang diharapkan dari saya.”

sumber: afp
Potongan film bisa dilihat di www.youtube.com/watch?v=4DPXcoYxfgs
Informasi tentang percobaan ketaatan dari Stanley Milgram:

www.youtube.com/watch?v=y6GxIuljT3w&feature=related
www.nexusnexia.com/It-Pin-Arifin/teknik-persuasi-otoritas.html
en.wikipedia.org/wiki/Milgram_experiment

SMS ‘Menyesatkan’ Ramai Beredar di Nias

Wednesday, March 17th, 2010

Sejak akhir Minggu lalu, beberapa pesan singkat (Short Message Service/SMS) yang isinya aneh-aneh mampir ke telepon seluler saya. SMS itu dikirim dari Pulau Nias dan sepertinya telah di set sedemikian rupa menjadi semacam pesan berantai. (more…)

Pembukaan Raker Pendeta BNKP Tahun 2010 Sukses

Wednesday, March 17th, 2010

Gunungsitoli – Pelaksanaan pembukaan Raker Pendeta BNKP tahun anggaran 2010, Selasa (16/03) di Auditorium Teteholi STT BNKP Sunderman Gunungsitoli-Nias berjalan dengan baik, hikmat dan sukses. Pada acara dimaksud dirangkai beberapa kegiatan berupa ibadah, sambutan-sambutan, pengembalaan dan pembukaan secara resmi rapat kerja Pendeta BNKP tahun 2010 dan terakhir penutup. (more…)

Lomba Menulis Hari Lingkungan Hidup 2010

Wednesday, March 17th, 2010

Anand Krishna di Mata Seorang Muridnya

Tuesday, March 16th, 2010

E. Halawa*

Seperti apa sebenarnya sosok Anand Krishna dalam pandangan seorang muridnya ? Dalam situs Anand Krisna (www.anandkrishna.org) ada sebuah tulisan berjudul Kenapa Kami Mencintaimu Bapak? tulisan seorang pengikut meditasi Anand Krishna untuk coba memaparkan alasan mengapa ia begitu “mencintai bapak”. Mari kita simak: (more…)

Dua Pesawat Udara Akan Hubungkan Sibolga-Jakarta

Tuesday, March 16th, 2010

Untuk menambah angkutan udara di wilayah Pantai Barat Sumatera Utara dua pesawat baru jenis Lion berasal dari Negara Perancis direncanakan bulan ini akan tiba di Bandara Dr. FL. Tobing Pinang Sori Tapteng.

Hal ini disampaikan Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapteng Ir.R.Panahatan Hutabarat kepada wartawan di ruang kerjanya di Pandan beberapa hari lalu dan kedua pesawat baru tersebut dipersiapkan satu untuk Tapteng dan satu lagi untuk Nias.

Dikatakan, kehadiran pesawat jenis Lion untuk Pinang Sori dipersiapkan untuk rute Pinang Sori langsung Jakarta, setelah lebih dulu menyinggahi Polonia Medan sekaligus untuk mencari Pasar penumpang ke Batam atau pekan baru.

Kapasitas penumpang untuk jenis Lion ini menampung lebih kurang 70 orang penumpang lebih banyak disbanding pesawat CN-235 yang selama ini dipergunakan Bandara Pinangsori dan kondisinya membuat masyarakat merasa ragu dan kecewa dan jadwalnya tidak menentu atau tidak tepat waktu. Bagaimanapun masyarakat menginginkan hal yang demikian,sehingga terpenuhi keinginan masyarakat.

Dengan adanya pesawat jenis Lion ini nantinya kata Panahatan Hutabarat sesuai dengan hasil kesepakatan bersama pihak perhubungan akan memperpanjang landasan Pinangsori direncanakan tahun 2011 akan terrealisasi.

Menyinggung masalah tariff angkutan pesawat tersebut Panahatan Hutabarat meyakini bahwa pihak Lion juga akan dapat bersaing dengan penerbangan lain dan akan disesuaikan bila mana penumpang sudah pool kapasitas nanti dan sudah mencapai 70 persen tentu tarifnya akan lebih murah dan bisa terjangkau oleh masyarakat.

sumber: analisa (ms)

Diduga Korupsi APBD Nias Tahun 2006 ; Kejari Gunungsitoli Panggil Sejumlah Anggota DPRD Nias Gunungsitoli

Tuesday, March 16th, 2010

Dugaan korupsi senilai Rp 354.790.000 di bagian Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Nias tahun anggaran 2006 yang dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Harta Negara (LSM DPC-LP2KHN) Nias ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, Selasa (9/3) ditangani Kejari.

Kejari Gunungsitoli layangkan surat panggilan kepada Dua anggota DPRD Kabupaten Nias priode 2004-2009, Sekwan DPRD priode 2004-2009 serta Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Nias tahun 2006.

Hal itu ditegaskan Kasi Pidsus Kejakasaan Negeri Gunungsitoli, Noferius Lombu SH kepada Analisa di ruang kerjanya, Rabu, (10/3) terkait ada laporan tentang dugaan korupsi APBD Kabupaten Nias tahun 2006.

Kepada Analisa, Noverius Lombu SH membenarkan menerima laporan dari pihak LSM DPC LP2KHN Kabupaten Nias, yakni sesuai dengan nomor penerimaan laporan : B-44/N.2.21/Fd.1/03/2010 tanggal 09 Maret 2010.

Ditambahkanya, berdasarkan hasil laporan itu pihaknya telah melakukan telaah, guna menentukan ada tidaknya kerugian negara terhadap penyimpangan itu tentunya dalam hal ini pihaknya harus melakukan penyelidikan pada seksi Tindak Pidana Khusus Kejakasaan Negeri Gunungsitoli, hingga Kejari Gunungsitoli mengeluarkan perintah penyelidikan atau P2 dengan nomor : print-370/ N.2.21/Fd.1/03/2010 tanggal 10 Maret 2010.

Pihaknya membuat surat pemanggilan kepada empat orang terlapor kepada Armansyah Harefa Anggota DPRD priode 2004-2009, kepada Yuliaro Gea Kepala Bagian Keuangan Kabupaten Nias kepada Firman Yanus Larosa Sekwan DPRD Kabupaten Nias, M Ingati Nazara. A.Md Ketua DPRD Kabupaten Nias priode 2004-2009. Pemanggilan itu dijadwalkan mulai dari tanggal 23 sampai dengan 25 Maret mendatang.

Sehari sebelumnya, Ketua DPC-LP2KHN Kabupaten Nias Yalisokhi Laoli didampingi dengan Sekretaris DPC-LP2KHN Kabupaten Nias Yanuari Zebua seusai menyerahkan laporan kepada Analisa,Selasa (9/3) mengatakan, laporan dugaan korupsi itu yakni, pada pos anggaran Bagian Keuangan Sekretariat Daerah dengan nilai dugaan korupsi APBD itu di antaranya, Rp 234.790.000 untuk alasan bantuan biaya perjalanan Dinas dan Rp 120.000.000 dan dengan alasan untuk biaya bantuan Sosial DPRD Kabupaten Nias.

Temuan BPK

Yalisokhi Laoli menambahkan, dasar laporan pihaknya yakni berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) tahun 2006 terhadap keuangan Pemerintah Kabupaten Nias.

Selanjutnya setelah pihaknya melakukan investigasi dan pendalaman terkait hal itu, pihaknya menduga ada 17 Anggota DPRD Kabupaten Nias priode 2004-2009 yang menerima dana dari B dengan dalil biaya bantuan perjalanan Dinas sebesar Rp 234.790.000.

Selain 17 anggota DPRD itu, pihaknya juga menduga dalam kasus ini Sekretaris DPRD Kabupaten Nias turut terlibat. Karena dari hasil BPK RI Perwakilan Medan Sekwan DPRD yang melakukan pengambilan dana dari Bagian Keuangan Pemkab Nias senilai Rp 120.000.000, ungkapnya.

Selanjutnya Yalisokhi Laoli melanjutkan, pihaknya melaporkan Kepala Bagian Keuangan Pemkab Nias tahun 2006. Karena dianggap harus bertanggungjawab atas dana.

Dalam temuan BPK RI Perwakilan Medan , Yanuari Zebua mengatakan pada pemberian bantuan biaya perjalanan Dinas dan Bantuan sosial DPRD Kabupaten Nias itu bagian keuangan Pemkab Nias tidak mempunyai landasan hukum dan bertentangan dengan surat edaran Menteri Dalam Negeri tanggal 21 Desember 2005, prihal penyusunan APBD tahun anggaran 2006 dan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2005.

Pemberian bantuan keuangan hanya diperbolehkan untuk pemerintah desa dalam pemerataan pembangunan, khususnya kawasan tertinggal, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi atau untuk KPUD atau Panwas dalam pemilihan kepala daerah dan wakil kepala Daerah.

Menurutnya, pemberian bantuan biaya perjalanan dinas kepada pejabat daerah atau pejabat instansi lainnya serta pemberian bantuan sosial DPRD Kabupaten Nias bagian keuangan setda Kabupaten Nias bertentangan dengan peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas PP No. 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD. Ujar Yanuari Zebua.

“Anggaran untuk biaya perjalanan Dinas DPRD Kabupaten Nias itu kan sudah dimuat dalam APBD Tahun 2006 yakni, pada SKPD sekretariat DPRD yakni untuk perjalanan dinas luar daerah senilai Rp 1.468.880.000 dan telah terealisasi pemakaiannya sebesar Rp 1.461.014.224 sedangkan untuk biaya perjalanan dinas dalam daerah sebesar Rp 501.500.000,- dengan jumlah terealisasi Rp 158.265.000. tentunya dalam hal ini sangat ironis bila oknum DPRD Kabupaten Nias masih mengambil SPPD dari bagian keuangan sekretariat daerah,” tegasnya.

Kemudian berdasarkan temuan BPK RI itu terdapat keanehan dalam pengambilan atau penerimaan dana bantuan itu.

Waktu penerimaan pada tanggal 11 Oktober 2006 hampir seluruh anggota DPRD yang dilaporkan itu menerima uang mulai dari 1 kali sampai 10 kali dalam sehari dengan jumlah nominal yang bervariasi mulai dari Rp1 juta sampai Rp13 juta.

Anggota DPRD Kabupaten Nias yang dilaporkan menerima uang diduga sebagai panitia anggaran DPRD Kabupaten Nias tahun 2006 antara lain, ARH SE, MIN AM.d, DRG SH, YL SH, AT SE, SB, RZ, AH, HW, TG, AGH, IW, SL, AZ, BG, TN. Sekwan DPRD FYL priode 2004-2009, sementara yang diduga memberi uang Kepala Bagian Keuangan YL. (kap)

Gempa 5,7 SR di Nias

Monday, March 15th, 2010

Takut Terjadi Tsunami, Warga Nias Keluar Rumah. Warga Nias seketika berhamburan, ketika gempa berkekuatan 5,7 SR melanda Sumatra Utara dan sekitarnya.

Menurut salah seorang warga Nias, mereka takut bila gempa yang terjadi Sabtu (13/3) malam ini disusul dengan gelombang tsunami. Sebab, tambahnya, wilayah Nias dekat dengan laut. Ia juga mengungkapkan gempa yang terjadi pukul 21.59 WIB tadi bukan menggoyang ke kanan atau ke kiri, tapi ke atas dan ke bawah. Sebelum gempa terjadi Nias, listrik di Nias padam dan hingga sekarang keadaan masih juga gelap gulita.

Menurut Laporan dari US Geographical Survey, sumber gempa terletak 190 km Barat Daya Gunung Sitoli dengan kedalaman 9 km. Gempa ini tak berpotensi Tsunami.

Pada hari Minggu, 14 Maret, pusat gempa bergeser ke Flores dan mengakibatkan gempa sebesar 5,2 SR.

Dampak Gempa 2005

Jika kebanyakan kota bergeser horizontal akibat gempa, maka Nias menjadi salah satu daerah yang bergeser secara vertikal. Pasca gempa 8,6 SR pada 28 Maret 2005, Nias naik ke atas dari kondisi sebelumnya.

“Setelah gempa, ada permukaan kota yang turun dan naik. Di Nias itu naik,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Fauzi. Seberapa jauh kota berpindah, lanjut Fauzi, tergantung kepada ukuran gempa dan kedalaman gempanya. “Kalau di Aceh, itu banyak kota yang turun sehingga banyak daerah yang kini terendam permanen. Tapi kalau di Nias, itu semakin naik ke atas,” jelasnya.

Fauzi menceritakan, di masyarakat Nias ada sebuah kata populer untuk tsunami, yaitu smong. Pada gempa tahun 2005, masyarakat berlarian menuju tempat yang tinggi.
“Dan setelahnya, mereka mengamati airnya nggak surut-surut. Nah ternyata bukan surut airnya, tapi pantainya naik,” kata Fauzi.

Kepala Pusat Geodesi dan Geodinamika Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) Cecep Surbaya menambahkan, gempa Nias juga mengakibatkan beberapa kota di dalamnya bergeser ke arah barat. “Yang di Pulau Nias bergeser 3-3,5 meter ke barat. Kalau di pantai timur Nias itu naik beberapa centimeter,” katanya.

Sumber: CyberNews, USGS, detiknews

Rabies declared endemic in Nias Island

Sunday, March 14th, 2010

The Jakarta Post | Tue, 03/09/2010 3:46 PM | National

North Sumatra Animal Husbandry Agency head Teti Erlina Lubis said Tuesday that she had declared rabies endemic in Nias Island following the recent death of a local health agency head due to a bite from a rabies-infected dog.

North Nias health agency chairman Christian Zai was reported to have died on Thursday apparently after being bitten by his own dog.

Teti said in Medan, North Sumatra, that her team had conducted a thorough test on the dog and found that the animal was infected with rabies. She said she believed most dogs in Nias Island were infected with the disease.

“We have delivered a total of 18,000 doses of anti-rabies vaccine to Nias Island so far,” Erlina said as quoted by kompas.com.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/03/09/rabies-declared-endemic-nias-island.html

Nias Butuh Balai Karantina Hewan

Sunday, March 14th, 2010

Medan, Kompas – Pulau Nias hingga kini belum memiliki balai karantina hewan. Pemikiran untuk mendirikan balai karantina muncul pasca-masuknya virus rabies ke Pulau Nias, Sumatera Utara, yang diduga mulai masuk pada akhir tahun lalu.

”Sudah ada pemikiran untuk membuat balai karantina. Hari Jumat tanggal 12 nanti, Gubernur melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait di Medan, termasuk balai karantina, pemerintah daerah di Pulau Nias, dan dinas kesehatan,” tutur Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Sumatera Utara Mulkan Harahap, Selasa (9/3).

Analisis Dinas Peternakan Sumut sementara menunjukkan bahwa virus diduga masuk lewat hewan pembawa rabies atau HPR dari Pulau Sumatera melalui jalur laut. Selama ini lalu lintas manusia dan hewan secara intens masuk ke Pulau Nias dari Tapanuli Tengah-Sibolga melalui jalur laut. Di sisi lain, pulau dengan satu kota dan empat kabupaten itu belum memiliki balai karantina untuk pintu masuk, baik dari laut maupun udara. ”Masih perlu penelitian lebih lanjut dari mana virus berasal,” kata Mulkan.

Menurut Mulkan, Dinas Peternakan Sumut telah mengajukan draf surat penutupan sementara lalu lintas HPR, yakni anjing, kera, dan kucing, ke Pulau Nias selama enam bulan. Draf surat sudah masuk ke Biro Hukum Pemerintah Provinsi Sumut.

Bupati Nias Binahati Baeha mengakui, Pulau Nias belum punya pengalaman mengatasi rabies sebab selama ini dinyatakan bebas dari rabies. Maka, pemerintah kabupaten/kota banyak yang tak punya vaksin antirabies berikut tenaga vaksinatornya.

”Tapi, kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah di lima kabupaten/kota di sini,” tutur Binahati.

Kasus gigitan anjing gila pertama kali terjadi kepada Elvi Kristiani Lase (7) di Desa Saewe, Kota Gunungsitoli. Elvi digigit anjing gila pertengahan November dan meninggal 11 Januari 2010. Selain Elvi, korban lain adalah Rosila Ndraha (52) di Desa Idanö Tae yang digigit anjing tanggal 17 Desember 2009 dan meninggal pada 4 Februari 2010.

Kasus lain menimpa Amina Zega (70), warga Desa Gawugawu Bauso, yang digigit anjing pada awal Desember dan meninggal 1 Februari 2010. Selain mereka, juga ada Elisari Arefa (51), warga Desa Leleana, yang digigit anjing pada 27 Desember dan meninggal pada 30 Januari 2010.

Kasus terakhir menimpa Kepala Dinas Kesehatan Nias Utara Christian Zai (40). Korban digigit anjing awal Januari dan meninggal 6 Maret lalu.

Penanganan rabies di Nias, kata Mulkan Harahap, sulit karena populasi anjing di pulau itu diperkirakan puluhan ribu ekor, sementara sampai saat ini hanya ada empat tenaga vaksinator. Vaksinasi juga sulit dilakukan pada siang hari karena warga bekerja. (WSI)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/10/03574737/nias.butuh.balai.karantina.hewan