Archive for March, 2010 | Monthly archive page

Beasiswa Pilot Batavia Air 2010

Saturday, March 13th, 2010

Batavia Air untuk Indonesia 2010
Answering the Call of Life
Persyaratan Umum :
a. Pria / Wanita, belum menikah
b. Berusia 17 – 25 tahun
c. Minimum lulusan SLTA atau sederajat/ Diploma/ Sarjana dari segala jurusan
d. Persyaratan Kualifikasi Dasar:
Nilai rata-rata rapor SLTA (mulai dari kelas 10 sd kelas 12 SLTA)
minimal 7.00
Nilai rata-rata MATEMATIKA (mulai dari kelas 10 sd kelas 12 SLTA)
minimal 7.50
Nilai rata-rata BAHASA INGGRIS (mulai dari kelas 10 sd kelas 12 SLTA)
minimal 7.50
Bagi yang kuliah (sedang atau sudah selesai) IPK min. 3.00
e. Persyaratan Fisik & Mental (Sangat Penting Untuk Diperhatikan):
Sehat jasmani dan rohani
Mata yang sehat dan normal (tidak buta warna, tidak berkacamata dan
tidak menggunakan lensa kontak)
Panjang kaki minimal 100 cm (untuk pria) dan 97 cm (untuk wanita)
(dihitung dari pangkal paha sampai dengan telapak kaki)
Persyaratan Administrasi:
a. Mengambil formulir beasiswa pilot dengan download di web ini.
b. Mengisi secara lengkap formulir tersebut. Formulir harap diisi dengan
tulisan tangan dan sejujurnya.
c. Melampirkan riwayat hidup lengkap / curriculum vitae (menggunakan
tulisan tangan).
d. Melampirkan fotocopy rapor SLTA kelas 10 sampai dengan rapor terakhir
(legalisir).
e. Melampirkan fotocopy transkrip nilai serta fotocopy ijasah SLTA (bagi
yang kuliah).
f. Melampirkan fotocopy KTP.
g. Melampirkan 2 buah pas foto ukuran 4×6.
h. Melampirkan 1 lembar surat ijin orang tua/wali (asli) yang menyatakan

ijin orang tua/wali untuk Anda dalam mengikuti proses seleksi beasiswa pilot ini.

i. Semua persyaratan diatas, kecuali foto dan fotocopy KTP, dijilid dengan
rapi dengan urutan sebagai berikut :
1. Formulir beasiswa pilot
2. Surat Lamaran
3. CV
4. Fotocopy raport SLTA (bagi yang masih sekolah atau tamat
SLTA)
5. Fotocopy transkrip nilai dan ijasah SLTA (bagi yang kuliah)
6. Surat Ijin Orang tua / wali
j. Kirimkan berkas aplikasi lengkap ke : PO BOX 1145 JKT 13011.
Penerimaan berkas oleh Panitia Seleksi paling lambat tanggal 31 Mei 2010.
Tahapan Seleksi:
Tahap Kegiatan
I Seleksi berkas persyaratan berkas:
administrasi ”Determination & Honesty”
II Tes Kompetensi
”Self Competency”

III Tes Dinamika ”Self Exposure”
IV Wawancara
”Self Acceptance”
V Tes Aptitude
”Talent Exploration”
VI Refleksi & Bina Diri
”Self Challenge”
VII Medical check-up
”Self Purification”
VIII Kuliah Umum

Tempat:

Seleksi dilakukan di Jakarta dan Surabaya

(alamat selengkapnya silangkan dilihat di website saat diumumkan hasil seleksi Tahap I).

Jadwal:

Penerimaan Berkas (paling lambat 31 Mei 2010)

Pengumuman hasil seleksi dapat dilihat di web 10 Juli 2010

Jadwal untuk tahap selanjutnya akan diumumkan via web.

2. SEKILAS INFO TENTANG PROGRAM BEASISWA PILOT 2010
a. Seluruh pengumuman program dan tahapan seleksi serta hasil seleksi
setiap tahap akan ditayangkan via website : www.batavia-air.com dan
www.enlighten-hdc.com.
b. Bila masih ada hal yang kurang jelas bagi Anda, silakan telepon ke no :
021-90472323 setiap hari kerja (Senin – Jumat) pkl. 08.00 – 16.00. Di
luar waktu tersebut telepon tidak akan dilayani.
c. Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara bertahap, terbuka, dan fair.
d. Pelanggaran terhadap prinsip fairness dan segala bentuk kecurangan tidak
akan ditolerir.
e. Bagi Anda yang pernah mencoba mengikuti program ini pada tahun
sebelumnya, kami mempersilakan Anda untuk mencoba mendaftarkan diri
kembali KECUALI Anda yang telah gagal di tahap aptitude test dan
medical check-up atau Anda yang telah mengikuti tes ini sebanyak 3x.
Harap dimaklumi.
f. Keputusan panitia seleksi adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Selamat berjuang dan melangkahkan kaki Anda mencapai impian.
Panitia Seleksi Beasiswa Pilot
Batavia Air untuk Indonesia 2010
Each man has his own vocation; his talent is his call.
There is one direction in which all space is open to him
Ralph Waldo Emerson

Wah.. Serunya Bawa Motor Besar ke Pulau Nias

Friday, March 12th, 2010

Oleh: Salimin Djohan Wang

Keinginan Bikers IMBI Medan untuk menjajal jalanan di Pulau Nias awalnya hanya dipandang sebelah mata. Mendengar Pulau Nias saja kadang masih awam di telinga. Termasuk bagi kami. Apa sebenarnya keistimewaan dari pulau ini? (more…)

Korban Rabies Bertambah

Friday, March 12th, 2010

Anggaran Rp 600 Juta untuk Beli Vaksin

Medan, Kompas – Korban meninggal akibat gigitan anjing gila di Kota Gunungsitoli bertambah satu lagi. Kali ini menimpa Risnawati Zebua, warga Gunungsitoli. Ia masuk ke RSUD Gunungsitoli untuk mendapat perawatan pada hari Selasa (9/3) dan meninggal pada hari Rabu (10/3). (more…)

Murid Anand Krishna Dihipnotis di Acara tvOne

Friday, March 12th, 2010

* Memori lama Leon mengaku dia mencintai Anand Krishna. Namun saat ini jauh berbeda

VIVAnews – Beberapa mantan murid Anand Krishna mengaku dilecehkan dan diperdaya oleh pakar spiritual itu di bawah sadar. Mereka dikondisikan mencintai Anand Krishna secara total. Salah satunya Tara Pradipta Laksmi (19). (more…)

Depkes RI Turunkan Tim Evaluasi KLB Rabies di P Nias

Wednesday, March 10th, 2010

Medan – Guna penyelidikan Kejadian Luar biasa (KLB) Rabies di Nias, Gunung Sitoli dan Pulau Nias, Depkes RI dan Dinas Kesehatan Sumut turunkan tim penyelidik epidemologi dan evaluasi KLB Rabies, tim juga membawa 75 kuur, vaksin anti rabies guna menindaklanjuti kasus rabies yang mengakibatkan tewasnya Christian Zai Apt (40) Plt Kepala Dinas Kesehatan Nias Utara. (more…)

Disnak Sumut Rekomendasikan Penghentian Pengiriman Binatang Berpotensi Rabies

Wednesday, March 10th, 2010

Medan – Dinas Peternakan Sumatera Utara merekomendasikan untuk penghentian aktivitas pengiriman keluar masuk binatang yang berpotensi rabies, yakni anjing, kucing serta kera. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan rabies di Nias yang saat ini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB). (more…)

Presiden Yudhoyono tiba di Australia

Tuesday, March 9th, 2010

Canberra (NO) – Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Canberra, hari Selasa (9/03/2010) dalam rangka kunjungan kenegaraan selama dua hari di Australia. (more…)

Penerbangan Perintis ke Lasondre Kembali Beroperasi

Monday, March 8th, 2010

Medan – Setelah sempat terhenti dua bulan terkait dengan proses lelang, penerbangan perintis dari Sibolga-Gunung Sitoli dan Padang kembali beroperasi. Pengoperasian pesawat jenis cassa 212 seri 200 dengan operator Nusantara Buana Air (NBA) berkapasitas 21 penumpang itu dioperasikan sejak 1 Maret 2010. (more…)

Krisis Listrik Indonesia: Sebuah karma, bukan buah simalakama!

Saturday, March 6th, 2010

Oleh: Eddy Satriya, selaku pemerhati masalah energi.

Banyak orang sekarang saling menyalahkan atas terjadinya krisis listrik yang akhirnya melanda ibukota. Bukan hanya daerah atau pelosok saja. Bukan pula di Medan dan SUmut yang telah menggulung berbagai perusahaan besar seperti industri sepatu dan sarung tangan karet. Bukan pula di Banjarmasin, PAlangka Raya dan Balik Papan yang menjadi daerah penghasil energi dengan berbagai jenis sumber. Tetapi juga sampai hingga Palembang yang listriknya juga ikutan mati dilumbung energi. Singkat kata, krisis listrik nyaris terjadi di semua wilayah.

Kerugian tidak perlu dibahas lagi, hanya menghabiskan waktu dan menyiratkan ketololan kita jika masih berdebat. Lalu apa sebenarnya yang terjadi?

Yang pasti krisis listrik bukanlah masalah baru, tetapi sudah barang lama. Dan agar kita tetap ingat, sebaiknya dituliskan disini bahwa keputusan seluruh rakyat Indonesia lah (lewat Mahkamah Konstitusi -MK) yang membatalkan UU listrik dan berbagai perangkat pelaksananya seperti PP tentang Bapeptal (regulator untuk sektor listrik). Alhasil, kita harus kembali lagi ke UU lama yaitu UU 15 tahun 1985 yang sangat kental mempertahankan “monopoli” PT.PLN yang sudah tidak sesuai lagi dengan zamannya. Sementara itu, tugas yang diembankan agar pemerintah segera menerbitkan UU listrik yang baru sebagai revisi tidak pernah dikerjakan dan ataupun ditagih DPR.

Alhasil…terima lah karma itu. (maaf memang terasa kasar, tapi itulah fakta sebenarnya). Sementara itu, ketika Presiden SBY sudah memerintahkan agar seluruh kontrak jual beli gas yang habis masa lakunya pada tahun 2009/2010, tidak diperbolehkan untuk diperpanjang. Dengan kata lain, kontrak itu harus dihentikan. Pernyataan ini disampaikan langsung presiden SBY dihadapan peserta Kongres GMNI pada 2006 lalu. Hal ini disampaikan beliau mengingat gejala kekurangan pasokan energi sudah sangat mengkhawatirkan. Tetapi apa mau dikata, akhirnya para otoritas dibidang nya tetap bernegosiasi dan melanjutkan kontrak lama, dan bahkan juga membuat kontrak baru dengan Jepang, Korea dan Taiwan.

Jadi…memang sudah seharusnya krisis listrik itu terjadi. Kita melalaikannya. Juga kita perlu ingat, disamping telah masuknya bbrp rekan petinggi PLN ke dalam penjara, tidak banyak yang peduli kalau hingga hari ini PT. PLN pernah menghapus direktorat perencanaan untuk masa yang cukup panjang, sekitar 6-7 tahun. Nah…kalau begini..memang lengkaplah penderitaan rakyat Indonesia (termasuk saya lho…). Gas nya terus dijual keluar, pembangkit combined cycle nya sekitar 3500 MW dipaksa membakar BBM (gasnya kagak ada…karena di ekspor terus-2an), Direktorat Perencanaan PLN baru dibentuk lagi tahun ini, dan Permen nya tentang jual beli listrik / energi alternatif no 1122 justru menguntungkan PLN dan merugikan pengembang yang harus menjual listriknya dibawah HPP PLN.

Kesemuanya itu diperburuk dengan rendahnya energy efficiency (penghematan).

So….selamat datang blackout dan brownout!!
Ini Karma Bung, bukan simalakama. Jangan diputarbalikkan.

http://eddysatriya.blogspot.com/2008/07/krisis-listrik-indonesia-sebuah-karma.html

Kota Gunungsitoli dan Sekitarnya Dapat Subsidi 10 Ribu Vaksin Cegah Ancaman Rabies

Thursday, March 4th, 2010

Gunungsitoli – Kepala bidang kesehatan (Kabidkes) Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Utara, drh. Mulkam Harahap mengatakan, dalam upaya pelaksanaan vaksinasi massal hewan khususnya anjing di kota Gunungsitoli telah di subsidi sebamyak 10 ribu vaksin untuk mencengah ancaman rabies. (more…)

Gunungsitoli Hanya Dapat Dijangkau Melalui Udara dan Laut

Thursday, March 4th, 2010

Sibolga – Nias merupakan salah satu wilayah yang berada di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara, yang hanya dapat dijangkau dengan menggunakan jalur udara dan laut. Seiring dengan Otonomi Daerah serta ada pemekaran Daerah di kawasan Pulau Nias memacu pergerakan ekonomi dan pembangunan di daerah ini. (more…)

Krisis Listrik Ancam Investasi

Thursday, March 4th, 2010

Jakarta – Krisis listrik yang terjadi belakangan ini mengancam masuknya investasi yang tengah gencar dikampanyekan pemerintah, padahal investasi diharapkan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu ditegaskan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi dan Penasihat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Lili Asjudiredja dan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Haryadi Sukamdani ketika dihubungi SH secara terpisah di Jakarta, Selasa (8/7).
”Investasi pasti akan terhambat karena krisis listrik, terutama investasi di sektor industri,” kata Sofyan.
Sebelumnya, Ketua Umum Kadin Indonesia Mohamad S. Hidayat mengungkapkan menerima surat keluhan Jakarta Japan Club tentang kerugian bisnisnya akibat krisis listrik pada 3 Juli. Surat yang sama juga diterima dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia. “Mereka mengharapkan agar dilakukan perbaikan untuk mendukung kegiatan investasi,” katanya.
Wakil Ketua Kadin Haryadi Sukamdani menegaskan krisis listrik mempunyai efek luar biasa bagi perekonomian. Diakui investasi enggan masuk dengan tidak adanya komitmen pasokan listrik. Trelebih lagi gambaran industri di dalam negeri kian parah.
Menurutnya, dengan seringnya pemadaman listrik industri praktis menurunkan kapasitas hingga 15 persen karena produktivitas tidak bekerja optimal. ”Kalau asumsinya industri tidak memakasi genset terjadi penurunan produksi hingga 15 persen. Tapi masalahnya dengan genset industri harus mengeluarkan biaya produksi yang lebih besar,” kata Haryadi.
Menurutnya industri saat ini hanya bisa bertahan menghadapi kesulitan. Terlebih krisis listrik mempunyai efek berganda yang mengganggu roda perekonomian. ”Mungkin dampaknya tidak terlalu hebat terhadap pertumbuhan tapi harus disadari ada efek bola salju yang akan terjadi dengan terlalu seringnya pemadaman listrik,” kata Haryadi.
Dia meminta pemerintah segera membenahi birokrasi terutama di Departemen ESDM yang dinilai dalam mengelola kebijakan kelistrikan carut marut. ”Kalau terjadi krisis listrik sekarang karena kesalahan pemerintah sejak dulu,” katanya.
Sementara itu, Lili Asjudiredja mengatakan akibat krisis listrik industri di Jawa Barat meminta pengurangan pemakaian listrik hingga 300 MW mulai bulan ini. Hal itu akan membuat kegiatan ekonomi di Jawa Barat tersendat. ”Pemerintah jangan gembar-gembor soal investasi saja, benahi masalah infrastruktur ini,” katanya.
Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy di Jakarta, Selasa (8/7), mengatakan pemerintah memilih opsi yang salah dalam mengatasi krisis listrik. Kesalahan ini terletak pada penggunaan privatisasi (mekanisme pasar bebas) dalam menyelesaikan krisis listrik di Tanah Air.
”Pemadaman selama 2 minggu secara bergilir di Jakarta-Tangerang ini hanya ingin membenarkan keputusan pemerintah, bahwa setelah pembangkit diprivatisasi maka pelayanan dan sistem distribusi juga akan menyusul untuk diprivatisasi,” kata Noorsy.
Opsi melakukan privatisasi inilah yang meresahkan dan kembali menegaskan pemerintah Yudhoyono-Kalla ingin melepas sektor-sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak ditentukan melalui mekanisme pasar. Jika sistem distribusi dan pelayanan sudah ditangan swasta maka ini akan merugikan masyarakat bawah.
Noorsy menyatakan pemerintah seharusnya melakukan tiga hal penting yakni menjamin pasokan energi ke pembangkit listrik dengan menggunakan batubara dan gas domestik.

Kedua mengikis KKN pada maintenance (pemeliharaan) pembangkit listrik dan terakhir melakukan manajemen maintenance sehingga unsur pencurian listrik dan kerugian teknis diminimalkan.
Menurut dia, penghapusan aktivita PLN yang tiap tahun mencapai triliunan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan negara tersebut memang tidak dikelola dengan baik.
Sementara itu, ekonom UGM Sri Adiningsih menyatakan pemadaman listrik yang terjadi di tanah air ini menunjukkan pemerintah masuk dalam jebakan fiskal. Artinya, pemerintah terjebak dalam prioritas penggunaan anggaran untuk jangka pendek dan tidak melaksanakan hal-hal yang memiliki dampak jangka panajang seperti kepastian pasokan listrik dan infrastruktur yang memadai.
Sri menyatakan pemadaman litrik selama 11-25 Juli ini sangat menggangu perekonomian nasional karena aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Jika di Jakarta sebagai ibu kota negara terkena pemadaman listrik, ini menunjukkan kondisinya memang sudah sedemikian buruk.
Menurutnya, pemadaman listrik berimplikasi pada kerugian masyarakat dan aktivitas ekonomi yang nilainya sangat besar. ”Listrik ini kan sumber energi terutama di Indonesia sehingga masyarakat sangat bergantung pada hal tersebut,” katanya.

Masa Lalu
Pengamat ekonomi Faisal Basri saat ditanya tentang dampak pemadaman bergilir yang terjadi pada periode 11–25 Juli mengatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya menyalahkan pemerintahannya dan juga PLN yang tidak gencar dalam membangun pembangkit listrik, sehingga menyebabkan harus terjadinya pemadaman ini. ”Yudhoyono pernah menjadi bagian dari masa lalu,” kata Faisal.
Faisal mengingatkan kalau Yudhoyono pernah juga menjadi Menteri Pertambangan dan Energi di masa lalu,sehingga turut bertanggung jawab juga atas minimnya pembangkit listrik di Indonesia. Pemadaman ini sudah pasti berdampak kepada penurunan perekonomian. ”Hitung saja bila dengan pemadaman bergilir tersebut, sepertiga waktu untuk berproduksi akan hilang, dan pasti akan berakibat pada meruginya perusahaan,” katanya.
Ia mencontohkan di sebuah pabrik tekstil. Bila saja mesin jahit listrik yang ada di sana tidak beroperasi selama 6 jam dalam sehari, pendapatan perusahaan juga dipastikan akan turun. Perusahaan dapat saja menggunakan pembangkit atau genset sendiri, seperti yang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat di Medan misalnya.
”Tetapi, harga solar saja kan sudah bisa mencapai Rp 10.000 per liter. Mau tidak mau beban masyarakat jadi semakin tinggi, dan perusahaan pun bakal merugi juga,” kata Basri. (sigit wibowo/cr-2)
 
 
 
Copyright © Sinar Harapan 2008
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0807/08/sh04.html, 8 Juli  2008

Panitia “Pesta Ya’ahowu” Dikukuhkan

Wednesday, March 3rd, 2010

Gunungsitoli, (Analisa)

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gunungsitoli yang ke-332 yang jatuh pada 6 April 2010 mendatang, Walikota Gunungsitoli Senin, (1/3) kukuhkan Panitia “Pesta Ya’ahawu” di Lantai II Aula Kantor Walikota Gunungsitoli. (more…)