I
Dari pengamatan terhadap bahasa tulis Li Niha generasi muda Ono Niha dalam dunia maya memang membuat kita kuatir, bahwa suatu saat Li Niha itu tinggal nama, alias punah. Banyak dari kita misalnya tidak bisa lagi membedakan kapan kita harus menuliskan “duria” atau “nduria” ketika berbicara tentang buah durian, kapan kita menuliskan “kefe” atau “gefe” untuk “uang”, “turia” atau “duria” untuk “kabar”, “banua” atau “mbanua” untuk “kampung” atau “langit”. Padahal, sebagaimana diungkapkan Dr. Lea Brown dalam sebuah wawancara dengan Nias Portal dan ditayangkan kembali dalam Situs Yaahowu, “mutasi awal” (initial mutation) ini merupakan salah satu ciri khas bahasa Nias. (more…)