Archive for the ‘Berita’ Category

Karena Tagihan Listrik Selama 5 Bulan Tetap Sama, Seorang Warga Gunungsitoli Menyurati PT PLN (Persero)

Tuesday, July 7th, 2015
Logo PLN | www.pln.co.id

Logo PLN | www.pln.co.id

NIASONLINE – Aktivitas Sarumaha, seorang warga Gunungsitoli, menyurati PT PLN (Persero) sehubungan dengan keherannya karena jumlah tagihan listrik di rumahnya dari bulan Maret s/d Juli 2015 tetap sama.

Dalam surat elektronik (imel)-nya kepada PT PLN (Persero) yang salinannya beredar di Facebook, Sarumaha menengarai terjadinya “kekeliruan oleh petugas di lapangan saat pengecekan dan pencatatan”. Tagihan listrik yang diterimanya selaku pelanggan dengan No ID 123160017004 sejak Maret hingga Juli 2015 tetap sama sebesar Rp. 130.874,00.

Sarumaha juga menyampaikan kekauatiran karena jumlah tagihan yang tiba-tiba membengkak.

“Pembayaran tagihan listrik yang tiba-tiba membengkap kerap terjadi seperti pengalaman saya pada tagihan listrik di bulan Januari 2015 dan Februari 2015. Pengalaman ini sangat memberatkan kami sebagai pelanggan,” keluh Sarumaha dalam imelnya yang dikirimkan ke pl****@****co.id pada hari Selasa, 7 Juli 2015 (brk/*)

Pesawat Hercules Milik TNI Jatuh di Medan, Sumatera Utara

Tuesday, June 30th, 2015

Sebuah pesawat militer Hercules C-130 milik TNI jatuh dan menimpa perumahan penduduk di kawasan Simpang Simalingkar, sekitar Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara.

Pesawat naas tersebut jatuh sekitar jam 12 siang waktu setempat.

Beijing Mulai Memberlakukan Aturan Keras Larangan Merokok Hari Ini

Monday, June 1st, 2015
Poster larangan merokok di beiing | http://www.hindustantimes.com

Poster larangan merokok di beiing | http://www.hindustantimes.com

Beijing – Mulai hari ini, 1 Juni 2015, Beijing akan menerapkan aturan keras di mana merokok dilarang di ruang-ruang internal tempat berkumpul publik, ruang kerja dan tempat-tempat umum seperti sekolah, rumah-rumah sakit dan tempat-tempat turis.

Larangan juga dikenakan untuk iklan yang berkaitan dengan tembakau di berbagai media seperti radio, film, televisi, penyedia layanan telepon genggam dan perusahaan-perusahaan inetrnet.

Poster-poster anti rokok seperti terlihat dalam gambar telah dipasang di berbagai lokasi di kota Beijing terutama di restoran, bar, stasiun-statiun bus dan kereta api, dan tempat-tempat umum lain seperti bandar udara. Menindaklanjuti aturan baru yang keras ini, 3 ruang merokok di tiga terminal di bandara Beijing akan ditutup dan sebagai gantinya akan dibuka tempat-tempat merokok baru di luar.

Di lebih dari 600 stopan bis juga akan disediakan tempat-tempat merokok bagi para perokok.

Cina adalah konsumer dan produser tembakau terbesar di dunia. Akhir tahun 2014, jumlah perokok di Cina mencapai 300 juta orang.

Toko-toko yang jaraknya sekitar 100 m dari gedung-gedung TK, SD, SMP dan SMA juga dilarang menjual rokok.

Aturan keras ini diperkirakan akan mendapat perlawanan gigih dari para perokok. Di Beijing sendiri, ada lebih dari empat juta orang perokok berat, yang menghabiskan hingga 15 batang rokok rokok per hari.

Untuk mengantisipasi itu, pemerintah kota Beijing menerapkan denda sebesar 200 Yuan (sekitar Rp 425,000) atau dua puluh kali lipat dari denda sebelumnya sebesar 10 Yuan bagi pelanggar.

Publik juga diminta untuk melaporkan setiap pelanggaran terhadap aturan baru ini. (HT/brk*).

Joseph Sepp Blatter Terpilih Kembali Memimpin FIFA

Saturday, May 30th, 2015
SBlatter

Joseph S Blatter – FIFA.com

Zurich, NIASONLINE – Joseph Sepp Blatter terpilih kembali menjadi Presiden Federasi Sepakbola Internasional, FIFA, di Zurich, Swiss, Jumat (29/05/2015). Terpilihnya kembali Blatter berlangsung di tengah skandal suap yang menggoncang badan sepakbola dunia tersebut.

Kemenangan Blatter terwujud setelah pesaing satu-satunya – Pangeran Ali bin Al Hussein dari Yordania – mengundurkan diri pada pemilihan babak kedua. Dalam pemilihan babak pertama, Blatter mendapat 133 suara sedangkan Ali mendapat 73 suara.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Yang Mulia Pangeran Ali bin Al Hussein. Beliau mendapat jumlah suara yang banyak. Kemudian saya mengucapkan terima kasih kepada Anda semua atas kepercayaan dan keyakinan. Saya bertanggung jawab mengembalikan FIFA kepada posisi yang seharusnya. Dan ini janji saya kepada Anda: pada akhir jabatan saya, saya akan menempatkan FIFA pada posisi yang kuat,” kata Blatter dalam pidatonya setelah kemenangannya.

Pemilihan Presiden FIFA baru berlangsung di tengah skandal suap yang ditengarai melibatkan para pejabat tinggi FIFA. Swiss telah menahan tujuh pejabat teras FIFA di Zurich atas tuduhan kejahatan kriminal dan suap yang dituduhkan Amerika Serikat. Ke tujuh pejabat ini akan didakwa dalam kaitan dengan alokasi tempat penyelenggaraan Piala Dunia tahun 2018 dan 2022.

Blatter terpilih untuk pertama kali menjadi Presiden FIFA pada tahun 1998. (FIFA.com,brk*)

Kadin Jabar Dukung Rosan Roeslani

Friday, May 29th, 2015

Bandung, NIASONLINE – Setelah mendapatkan dukungan para pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari 13 Provinsi di Indonesia Timur, pengusaha muda nasional Rosan Perkasa Roeslani kembali mendapatkan dukungan dari Kadin Jawa Barat untuk maju sebagai Calon Ketua Umum Kadin Indonesia (2015 – 2020).

Pada Kamis (28/5/2015), Rosan Roeslani dan rombongan hadir di Bandung untuk menghadiri undangan silaturahmi Kadin Jawa Barat. Dalam sambutannya, Ketua Kadin Provinsi Jabar Agung Suryamal menyatakan Kadin mempunyai peran informal untuk menjadi perekat antar pengusaha. Untuk itulah Kadin membutuhkan sosok yang bersahabat, terbuka, memiliki jaringan yang luas dan kematangan.

“Kita perlu tokoh yang bisa menjadi perekat, yang memiliki jaringan luas dan bisa menyatukan kita dengan kematangannya, supaya tidak muncul lagi kadin-kadin tandingan. Itu saya lihat dalam diri Rosan, orang yang sudah cukup lama saya kenal,” ujar Agung Suryamal di Bandung.

Agung juga memberikan kredit bagi Chairman Recapital Advisors. Menurutnya, Kadin perlu memelopori kemandirian ekonomi nasional. Ketergantungan yang besar pada produk, SDM, hingga investasi asing perlu diminimalisir.

“Dari prasyarat ini, saya melihat salah satu calon yang bisa diandalkan untuk memimpin Kadin ke depan adalah Rosan,” ungkap Agung.

Ia yakin Rosan bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk mendorong masyarakat mencintai produk dalam negeri. Langkah ini sebagai titik awal untuk mewujudkan kemandirian nasional.

Erwin Aksa yang hadir dalam silaturahmi ini juga ikut memuji sohibnya sebagai seorang entrepreneur ulung. Menurut Erwin, selain keunggulan network dan kematangan sebagai pengusaha, Rosan merupakan tokoh yang memiliki kredibilitas dan kapabilitas untuk menjadi seorang pemimpin. “Karena itulah saya lah yang pertama mendorong Bang Rosan untuk maju sebagai Ketua Umum Kadin,” ulas Erwin.

Menanggapi undangan ini, Rosan dalam sambutannya menyatakan rasa terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Dia menyatakan bahwa perlu terjadi reorientasi dalam paradigma ekonomi nasional. Ketergantungan yang besar pada produk komoditas telah mengakibatkan ekonomi Indonesia rentan terhadap krisis. “Semua negara maju perlu didukung industri-manufaktur yang kuat sebagai basisnya. Komoditas sangat fluktuatif dan rentan terhadap goncangan ekonomi. Itulah yang menyebabkan kondisi ekonomi saat ini melemah. Kita lama terlena pada harga komoditas yang tinggi sehingga lupa membangun industri,” papar Rosan.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana dialog-diskusi. Hadir dalam diskusi ini para ketua Kadin Kabupaten/Kota se-Jawa Barat serta ketua asosiasi-asosiasi pengusaha se-Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, periode kepemimpinan Suryo Bambang Sulisto sebagai Ketua Kadin akan berakhir pada September 2015.

(ak/brk*)

Budi Daya Jamur Tiram di Kabupaten Nias Selatan

Sunday, March 29th, 2015

Oleh: Agustinus Sihura, S.Pd., M.S*

Jamur tiram yang juga dikenal dengan nama Pleurotus ostreatus dalam bahasa latin merupakan jenis bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori. Menurut (Food Agriculture Organization/FAO, 1992), dalam setiap seratus gram jamur tiram mengandung: protein 13.8 gram, serat 3,5 gram, lemak 1,41 gram, abu 3,6 gram, karbohidrat 61,7 gram, kalori 0,41 gram, kalsium 32,9 gram, zat besi 4,1 gram, fosfor 0,1 gram, vitamin B1 0,12 gram, vitamin B2 0, 64 gram, vitamin C 5 gram dan niacin 7,8gram. Dari kandungan gizi yang ada dalam jamur tiram dapat dikatakan bahwa jamur tiram sangat aman untuk dikonsumsi oleh manusia dan bermanfaat bagi kesehatan. Salah satu diantaranya adalah memperlancar pencernaan karena kandungan serat yang ada di dalamnya dan kandungan gizi sebagai protein nabati yang tidak mengandung kolestrol.

Menurut Bobek et. al (1998) dalam Widyastuti dan Istini (2004), jamur tiram sangat bagus untuk penderita jantung kardiovaskular dan untuk mengendalikan kolesterol. Chan dan Buswell (1996) dalam Widyastuti dan Istini (2004), menyebutkan jamur pangan tidak hanya lezat, juga bermanfaat berkat nutrisi yang tinggi dan mempunyai manfaat obat seperti antikanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh antidiabetes dan hipolipidemik. Menurut ahli jamur di Washington State University Departement of Agriculture, Jamur tiram juga bisa dimanfaatkan sebagai antibakteri, antiinflamasi, antiviral, tekanan darah, dan memberbaiki sistem imun.

Berdasarkan kandungan gizi dan khasiat yang ada pada jamur tiram, maka tanaman ini sangat layak untuk diproduksi yang tentunya melalui sektor Budi Daya. Dari , dikemukakan bahwa produksi jamur tiram banyak dilakukan di daerah Jawa Barat, yang tercatat kurang lebih sekitar 10 ton produksi jamur tiram setiap hari. Pertanyaannya, apakah budi daya jamur tiram sudah ada di Kabupaten Nias Selatan? atau apakah masyarakat Nias Selatan dapat mendapatkan gizi yang berasal dari Jamur tiram?. Jawabannya “Ya”.

Budi daya jamur tiram di Kabupaten Nias Selatan telah dirintis oleh Seorang Pemuda Nias Selatan, Memoris Fau. Budi daya jamur tiram ini dirintis sejak tahun 2014. Untuk membudidayakan jamur tiram dibutuhkan bahan baku yang berasal dari serbuk kayu, dedak padi, dedak jagung, kapur sirih dan bibit jamur tiram. Semetara untuk pengolahannya membutuhkan fermentasi bahan, sterilisasi baglog, pendinginan, penanaman bibit jamur tiram pada media baglog. Disamping itu, hal yang tidak kalah pentingnya untuk memberhasilkan pertumbuhan jamur adalah kebersihan kumbuh jamur dan suhu serta kelembaban lokasi budi daya jamur.

Dari budi daya jamur tiram yang telah dibudidayakannnya ini 10.000 baglog sudah mulai dipanen dengan hasil sekitar 500-800 Kg per bulan dan sekitar 15.000 baglog sedang dalam proses pertumbuhan. Lokasi budi daya jamur tiram ini terletak di daerah Kecamatan Fanayama tepatnya di Simpang Bawomataluo-Lagundri.

Meskipun Budi daya jamur tiram ini merupakan usaha yang tidak membutuhkan modal besar, namun ketekunan, ketelitian serta sterilisasi yang tinggi sangat dituntut dalam memberhasilkan pertumbuhannya. Budi daya jamur tiram yang dirintis oleh Memoris Fau yang sedang belajar ilmu hukum di STIH Nias Selatan ini merupakan yang pertama dan merupakan budi daya jamur tiram yang terbesar di Kepulauan Nias. Dari hasil usahanya ini, akhirnya masyarakat Nias Selatan dapat memperoleh gizi yang dikandung oleh jamur tiram.

Budi daya jamur tiram ini tentunya memberi kontribusi untuk perkembangan bidang pertanian sekaligus ekonomi di daerah Nias Selatan, yang mana dengan kehadiran usaha ini paling tidak member Nias Selatan peluang pekerjaan bagi sebagian orang yang dipekerjakan dalam usaha ini meskipun masih dalam skala kecil.

*Penulis adalah seorang guru / wiraswasta.

PKPA dan DPRD Dorong Pemerintah Nias Serius Tangani ABH

Thursday, March 26th, 2015

Gunungsitoli, Nias Online – Penanganan masalah sosial yang dihadapi oleh anak-anak di Nias dari tahun ke tahun selalu luput dari perhatian pemerintah daerah. Hal itu mengemuka dalam diskusi terbatas sebelum pelaksanaan Musrembang Nias. Dalam diskusi itu Chairidani Purnamawati, SH, koordinator advokasi PKPA Nias dan Faigi’asa Bawamenewi, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Nias, menyampaikan bahwa kendala penanganan tersebut terjadi karena belum adanya pagu dana secara khusus.

Chairidani mengatakan saat ini belum ada pekerja sosial yang menangani anak berhadapan hukum (ABH), termasuk dalam hal proses diversi, pengobatan, rehabilitasi dan Drop in Center (DiC).

“Sebaiknya nanti saat dilakukan musrembang, PKPA bisa sampaikan hal tersebut. Dan jangan lupa untuk langsung berdiskusi dengan kepala Bappeda”, ujar Faigi’asa Bawamenewi menanggapi pernyataan Chairidani.

Pada tempat terpisah, kepala Bappeda, Agustinus Zega sangat mendukung langkah yang diambil PKPA dalam upaya memperkuat penanganan ABH. Agustinus menyarankan agar PKPA segera membuat surat resmi kepada Bappeda sehingga masukan tersebut dapat segera dirapatkan dengan SKPD terkait.

Keumala Dewi selaku manajer PKPA Nias sangat mengapresiasi langkah awal dan respon pemerintah terhadap usulan PKPA tersebut. Keumala mengatakan bahwa PKPA akan terus menindaklanjuti dan siap bekerjasama dengan pemerintah untuk penanganan kasus- kasus kekerasan dan sosial yang dihadapi oleh anak.

“PKPA selalu berkomitmen menjaga dan menjadi sahabat anak, selain itu PKPA akan terus mengadvokasi pemerintah agar lebih berperan dalam penanganan kasus ABH. Kewajiban pemerintah sebenarnya sudah tertuang dalam mandat Undang-undang Perlindungan Anak, namun sayang selama ini sering luput dari perhatin mereka”, tambah Keumala.

Keumala mencontohkan ketika seorang anak dari kabupaten Nias yang menjadi korban penganiayaan oleh kakeknya, dimana dinas sosial justru menghubungi PKPA untuk menangani kasus tersebut. Ditambah lagi saat anak butuh perawatan di rumah sakit, pemerintah dan dinas terkait tidak mampu untuk mengeluarkan biaya perawatannya. Pemerintah Nias harus lebih serius untuk penanganan permasalahan anak, terlebih dengan secara khusus mengadakan pagu anggaran.

Beasiswa Australia Awards 2015/2016

Monday, March 23rd, 2015
Ilustrasi | alertmagazine.org

Ilustrasi | alertmagazine.org

Pemerintah Australia kembali membuka kesempatan kepada putra-putri Indonesia melamar beasiswa Australia Awards untuk putaran 2015/2016.

Australia Awards dibagi dalam dua kategori: (1) Kategori Sektor Publik dan (2) Katergori Terbuka.

Pelamar dalam Kategori Publik berasal dari instutusi pemerintah, universitas negeri dan BUMN, dan aplikasinya harus mendapat persetujuan dari Badan Kerjasama Luar Negeri dari institusi yang bersangkutan. Informasi selengkapknya dapat dibaca pada halaman Category and Eligibility.

Bidang-bidang studi prioritas adalah (1) Sustainable Growth and Economic Management, (2) Democracy Justice and Good Governance, (3) Investing in People, (4) Safety and Peace. Informasi selengkapknya dapat dibaca pada halaman Priority Fields of Study.

Pendaftaran dibuka hingga tanggal 30 April 2015. (brk/*)

Beasiswa ILF Untuk Pendidikan Tingkat Sarjana (S1)

Monday, March 23rd, 2015
Ilustrasi | alertmagazine.org

Ilustrasi | alertmagazine.org

Indonesian Leadership Foundation (ILF), sebuah yayasan yang bekedudukan di Maryland, Amerika Serikat, menawarkan beasiswa kepada calon mahasiswa Indonesia beragama Kristen/Katolik yang ingin melanjutkan kuliah di universitas terakreditasi di Indonesia.

Persyaratan pelamar beasiswa ILF:

  1. Warga negara Indonesia (WNI)
  2. Beragama Kristen / Katolik
  3. Ingin melanjutkan studi tingkat sarjana di perguruan tinggi terakreditasi di Indonesia
  4. Memperlihatkan kualitas kepemimpinan atau potensi kepemimpinan di masa depan
  5. Memiliki rekor akademik yang baik
  6. Membutuhkan dukungan finansial untuk melanjutkan studi
  7. Mengisi formulir lamaran dan dokumen-dokumen pendukung

Informasi selengkapnya (termasuk formulir pendaftaran) dapat dilihat pada halaman beasiswa ILF.

(brk/*)

Pariwisata Nias – Sisi Penting Yang Ter(Di)abaikan

Wednesday, March 18th, 2015

Oleh E. Halawa*

NO-FokusHingar bingar yang menyangkut Pembangunan Pariwisata Nias akhir-akhir ini terkesan makin menghangat kalau tidak bisa dikatakan hampir mencapai titik didih yang – kalau suhunya tidak diturunkan sedikit – akan menguap dan akan tinggal menjadi bagian dari masa lalu, seperti kisah tragis i’ambanua, uro, orö, falagaŵo di Sungai Muzöi – Sungai Yang Hampa dan Merana.

Kita tentu saja patut bergembira karena berbagai pihak menunjukkan kepedulian terhadap Pariwisata Nias, yang – konon – merupakan salah satu pilar utama pembangunan dan kemajuan Nias ke depan.

Akan tetapi makna dari penggalan kalimat terakhir di atas itulah: pariwisata sebagai — pilar pembangunan dan kemajuan Nias — perlu kita fahami secara sungguh-sungguh dan sekali gus membandingkannya dengan berbagai kegiatan yang akhir-akhir ini dilakukan untuk merealisasikannya.

***
Tulisan ini dimaksudkan sebagai semacam sumbangsih dan sekaligus brain storming untuk memancing kontribusi lebih lanjut demi pemahaman yang lebih utuh tentang ‘pariwisata’ dalam kaitannya dengan pembangunan Nias.

***

Sisi Penting yang ter(di)abaikan ?

Mari membayangkan pariwisata Nias akan dikembangkan secara besar-besaran. Dan itu bukan mustahil … kita bahkan sudah sampai pada pemikiran menjadikan Republik Sychelles sebagai ‘templat’ pembangunan pariwisata Nias.

Berbagai seminar tentang pariwisata Nias dan lobi-lobi sana sini telah dilakukan dalam rangka pematangan persiapan pembangunan pariwisata Nias itu.

Maka, tulisan ini mengandaikan berbagai usaha yang telah dan tengah dilakukan selama ini akan membawa kita kepada realisasi rencana pembangunan pariwisata Nias itu.

***

Dari berbagai inisiatif yang kita lihat selama ini, tidak diragukan lagi ke 5 pemda di Nias berpikiran ‘maju’ dan mendukung pengembangan pariwisata Nias. Karena mereka (baca: pemda) tak punya modal dan belum memiliki semacam Badan Usaha Daerah bidang Pariwisata, maka mereka tentu hanya mampu memfasilitasi dalam bentuk memberikan kemudahan-kemudahan …

Maka investor pun masuk …

Dan … bisa jadi, skenario berikut ini yang akan terjadi: pembebasan lahan besar-besaran untuk keperluan pendirian berbagai fasilitas seperti hotel, restoran, jalan-jalan, taman-taman hiburan … dan tentu saja perluasan bandara.

Setelah sekian lama, terealisasilah semua itu …

Kalau akhirnya semua itu  terealisasi, siapa yang tak berbangga ? Nias akhirnya  menjadi daerah pariwisata tersohor, menjadi perhatian dunia. Membanjirlah wisatawan ke sana … singkat kata: luar biasa.

Beberapa tahun kemudian, seorang putra atau putri Nias yang sudah lama di perantauan rindu dan pulang ke sana, menjadi wisatawan.

Sesampainya di sana, kesannya pertama adalah: serba kekaguman.

Namun, beberapa waktu kemudian dia mulai bertanya-tanya pada diri sendiri:

… di mana orang-orang kampung dan rumah-rumah desa yang dulu ?

… di mana petak-petak sawah atau kebun havea yang dulu?

… di mana para pemuda dan pemudi yang dulu memenuhi bangku-bangku Gereja pada hari Minggu?

… ke mana mereka semua?

Penduduk lokal, bagian dari kulitnya ternyata telah melarikan diri – tak mampu bertahan dengan ‘kemajuan’ yang ada di hadapan mereka.

Yang dia temukan kios-kios milik orang dari daerah lain, restoran-restoran dan hotel-hotel entah milik siapa.

Ada juga sebagian warga desa yang dia kenal yang masih bertahan: menjadi penjaga toko, pelayan restoran, tukang semir sepatu, dan anggota kelompok kesenian desa yang setiap saat siap menghibur tamu-tamu wisata dan para pejabat dengan pertunjukan budaya sambil memakai pakaian tradisonal Nias. Mereka molau maena, fatele, fahombo batu, manari moyo dst. Mereka melakukan semua ini dengan kebanggaan dan dibayar sangat rendah entah dari sisa-sisa dana mana.

Yang tak mampu bertahan dengan dahsyatnya pembangunan pariwisata justru makin menjauh dan terisolasi, atau ikut bergabung dengan saudara-saudaranya di Sumatera, bekerja manga gazi di berbagai pabrik demi mempertahankan hidup.

Kalau seperti ini yang akhirnya terwujud lewat pembangunan pariwisata Nias yang sedang diwacanakan ini … sebaiknya tidak disebut pembangunan pariwisata Nias … sebaiknya dicari nama atau slogan lain yang lebih pas.

Masih banyak waktu untuk berefleksi untuk mendefinisikan pembangunan pariwisata Nias, sebelum mengambil keputusan yang dampaknya akan dirasakan oleh generasi-generasi mendatang.

*Tulisan ini merupakan olahan dari komentar penulis terhadap sebuah tulisan dalam Komunitas Sadar Wisata Nias (KOSWIN), 24 Agustus 2013.

Mengabdi Menjadi Kepala Daerah Kabupaten/Kota

Monday, March 16th, 2015

Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM*

OpiniKEPULAUAN Nias yang telah menjadi 4 (empat) Kabupaten dan 1 (satu) Kota, serentak melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) pada bulan Desember 2015 mendatang. Perhelatan pemilukada tersebut telah memberikan angin segar dan motivasi bagi sebagian putra-putri Nias untuk mengikuti pemilukada tersebut menjadi bakal calon (Balon) Kepala Daerah di Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Nias Barat. Para Balon yang akan menyediakan diri itu, ada yang bertempat tinggal di Kepulauan Nias dan ada juga yang bertempat tinggal di luar Kepulauan Nias.

Kalau kita melihat dan membaca di media sosial seperti facebook, twitter, instagram, sudah mulai bermunculan nama putra-putri Nias yang menjagokan dirinya untuk menjadi Balon Kepala Daerah di Kepulauan Nias. Dan ini kita sangat memberikan apresiasi, ternyata putra-putri Nias sekarang banyak yang sudah memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin di Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias.

Melalui semangat yang sudah mulai menyala pada masing-masing Balon Kepala Daerah tersebut, dapat diartikan bahwa sudah banyak putra-putri Nias yang telah memiliki kompetensi di bidang manajemen pemerintahan. Sudah banyak putra-putri Nias yang telah memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, sehingga melalui pengalaman itu telah memberikan inspirasi bagi Balon untuk berbuat yang lebih baik di dalam mensejahterakan masyarakat yang berdomisili di Kepualaun Nias.

Permasalahnya sekarang, yaitu apakah masing-masing Balon tersebut sudah sangat bersungguh-sungguh untuk mensejahterakan masyarakat Kepulauan Nias bila nanti terpilih menjadi Kepala Daerah definitif? Tentu hal ini perlu dipertanyakan mulai dari sekarang.

Mari melihat beberapa fakta yang telah terjadi di beberapa daerah di wilayah Negara kesatuan republik Indonesia, yaitu pertama, ada diantara Balon yang sangat bersemangat untuk menjadi Kepala Daerah, karena ingin berkuasa. Untuk mencapai tujuan itu si Balon akan menempuh berbagai cara atau menghalalkan segala cara termasuk membagi-bagikan uang, yang istilahnya dikenal sebagai money politic (politik uang), agar dipilih rakyat di wilayah itu menjadi pemenang pemilukada.

Kadang masyarakat lupa bahwa bila menerima uang dari Balon sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) umpamanya, paling lama uang tersebut bertahan di kantong mungkin hanya 5 (lima) hari, sedang bila Balon itu terpilih dan memerintah selama 5 (lima) tahun ke depan, berarti masih ada hari lain yaitu 1.825 hari – 5 hari = 1.820 hari yang bisa penuh penderitaan dan atau penuh kesejahteraan. Jadi bila calon Kepala Daerah itu terpilih, maka kita berharap Kepala Daerah itu akan bekerja keras untuk memperbaiki kesejahteraan kita selama 1.820 hari. Semoga Anda bisa menangkap arti dan maksud dari hitung-hitungan hari di atas.

Kedua, mungkin juga ada Balon yang memiliki keinginan untuk mensejahterakan dirinya sendiri beserta kroni-kroninya setelah memenangkan pemilukada dan berkuasa penuh untuk mengelola keuangan yang bersumber dari APBD dan APBN dengan baik. Artinya tidak bisa tertangkap tangan KPK atau aliran keuangannya tidak bisa ditelusuri oleh PPATK.

Ketiga, bisa juga ada Balon Kepala Daerah itu yang sangat peduli pada Tim Suksesnya dengan cara membagi-bagi jabatan kepala dinas setelah memenangkan pemilukada. Contoh ada Tim Sukses yang berlatarbelakang pendidikan keagamaan, ditunjuk menjadi Kepala Dinas Pertanian, atau jabatan lainnya.

Keempat, bisa saja terdapat Balon Kepala Daerah yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya menjadi Kepala Daerah. Berdasarkan pengalaman hidup selama bekerja selama ini sudah memiliki kompetensi berupa knowledge (pendidikan), skill (kemampuan), dan personal attributes (atribut personal-sikap, perilaku, komunikasi, kerjasama), sehingga pada waktu sekarang sudah sangat tepat untuk melayani masyarakat di wilayah Kabupaten/Kota, agar hidup dari masyarakat menjadi sejahtera.

Berdasarkan beberapa catatan di atas, kira-kira apa yang menjadi keinginan dari para Balon Kepala Daerah di Kepulauan Nias? Bisa saja ada keinginan untuk berkuasa, atau ingin mensejahterakan diri dan kroni-kroninya, atau hanya peduli pada Tim Suksesnya, atau ingin mengabdi untuk melayani masyarakat. Untuk mengetahui apa yang diinginkan, tentu masing-masing Balon perlu bertanya pada diri sendiri. Tetapi harapan kita semua bahwa Balon Kepala Daerah yang ingin berkompetisi pada pemilukada di Kepulauan Nias, memiliki keinginan besar serta menyala-nyala untuk mengabdikan dirinya pada kemaslahatan masyarakat dan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Nias.

Pertanyaan selanjutnya yaitu, bagaimana Anda sebagai Balon dapat mewujudkan pengabdiannya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera? Tentu masing-masing Balon perlu melakukan survei kecil-kecilan untuk memastikan mengenai kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada manajemen pemerintahan yang sekarang. Hal lain yang dilakukan lagi yaitumendalami dengan seksama mengenai apa saja kepentingan dan kebutuhan masyarakat di Kepulauan Nias pada waktu sekarang dan yang akan datang. Para Balon perlu melakukan inventarisasi pada kekuatan dan kelemahan manajemen pemerintahan sekarang, sekaligus merinci peluang dan ancaman Anda ke depan. Lalu menginventarisir juga mengenai kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kepulauan Nias.

Kepulaun Nias sudah menjadi kawasan strategi pariwisata nasional (KSPN) di wilayah bagian barat Indonesia, serta para Kepala Daerah di Kepulauan Nias sudah menyepakati dalam suatu forum pada pertengahan tahun 2014 yang lalu bahwa lokomotif pembangunan Kepulauan Nias adalah sektor pariwisata. Berhasilnya sektor pariwisata ini tentu sangat didukung oleh sektor-sektor lain seperti pertanian, perhubungan, pekerjaan umum, kelautan dan perikanan dan lain-lain. Karena itu para Balon Kepala Daerah sebaiknya turut menginventarisir juga mengenai hal-hal yang sangat berkaitan dengan peningkatan prasarana dan sarana kepariwisataan di Kepulauan Nias.

Untuk diketahui bersama bahwa pemerintah itu pada dasarnya memiliki 2 (dua) fungsi, yaitu fungsi primer (pelayanan dan pengaturan) dan fungsi sekunder (pembangunan dan pemberdayaan). Jadi sekali lagi kita sebutkan, bahwa fungsi pemerintah terdapat pada fungsi pelayanan dan pengaturan pada masyarakat yang menjadi subjek pemerintahan, serta berfungsi pula dalam hal pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat (Zebua, 2014).

Nah, apa saja yang akan dilakukan dan bagaimana cara melaksanakannya, tentu diperlukan penjabaran lebih dalam dan penjabarannya pun hendaknya dilakukan secara komprehensif. Walau semuanya itu selalu didasarkan pada visi, misi, dan tujuan para Balon, atau minimal pengaplikasiannya terdapat pada berbagai program kerja yang akan diusung bila Balon terpilih sebagai Kepala Daerah definitif. Program kerja-program kerja yang disiapkan serta diperiodekan pada bentuk program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, diharapkan dapat menjadi patokan atau merupakan miles-stone pencapaian realisasi dari visi para Balon nantinya. Dan ini akan selalu dievaluasi setiap tahun, sehingga pada akhir periode kepemimpinan Kepala Daerah sudah dapat dinilai seberapa besar tercapainya visi Kepala Daerah.

Untuk itu, sangat diperlukan kesiapan para Balon untuk menyiapkan diri dengan serius, agar mampu melaksanakan strategi Anda bila terpilih menjadi Kepala Daerah. Strategi yang Anda lakukan sekarang adalah menyiapkan route jalan selebar-lebarnya agar jalan itu bisa Anda lewati dengan mulus dan nyaman, serta pilihlah alat yang digunakan untuk mempercepat waktu perjalanan Anda pada saat Anda melewati jalan tersebut. Dan alat yang dimaksud di sini adalah program kerja Anda selama duduk dalam jabatan sebagai Kepala Daerah.

Selamat mengabdikan diri untuk menjadi Kepala Pelayan masyarakat dan selamat melaksanakan pembangunan di Kepulauan Nias demi perwujudan kesejahteraan masyarakat yang dilayani, sesuai dengan keinginan pada waktu menjadi Balon Kepala Daerah.

*Penulis buku “Inspirasi Pengembangan Pariwisata di Daerah (2014)”, dan Staf Pengajar di beberapa Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

Budaya Baca di Sekolah-Sekolah Kepulauan Nias Perlu Ditumbuh-kembangkan

Saturday, March 14th, 2015

Oleh: Agustinus Sihura, S.Pd., M.S*

OpiniSekolah sebagai lokasi utama yang menjalankan kegiatan pendidikan perlu memikirkan dan melakukakan usaha besar untuk membentuk sumber daya manusia yang berwawasan luas dan berkarakter bangsa. Sekolah bukan sekedar objek semata tetapi merupakan tempat untuk mendidik dan mengajar anak-anak bangsa menjadi manusia yang mampu memajukan bangsa. Kehadiran sekolah sebagai wahana pembentukan manusia bukan merupakan fiksi belaka melainkan suatu realita yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat.

Seiring dengan perkembangan zaman, sekolah sebagai dunia pendidikan semakin dihadapkan pada berbagai tantangan termasuk pembangunan manusia yang berwawasan luas dan berkarakter bangsa. Untuk menghadapi tantangan tersebut tentunya sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias perlu memikirkan strategi dan usaha yang baik sehingga pembangunan manusia yang berwawasan luas dan berkarakter bangsa dapat dicapai secara maksimal. Strategi dan usaha yang dimaksud tentunya tidak hanya terbatas pada strategi pembelajaran internal yaitu pembelajaran di dalam kelas.

Salah satu strategi yang terakui sebagai usaha yang dapat menciptakan manusia-manusia yang berwawasan luas adalah kebiasaan membaca atau budaya baca. Membaca dapat mengantar manusia untuk mencapai derajat pengetahuan yang tinggi. Jadi sangatlah tepat apabila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama untuk membangun intelektualitas. Kalau kita melihat para pendiri bangsa Indonesia, mereka adalah orang-orang yang gemar membaca. Bung Karno, Bung hatta, Sutan Sjahrir mereka begitu dekat dengan buku. Kedekatan dengan buku membuat mereka berwawasan luas dan berpikiran besar (Republika.Co.Id, Oleh: Faisal Fadilla).

Pada beberapa tahun terakhir ini membaca dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit dijumpai apalagi di Kepulauan Nias khususnya di sekolah-sekolah. Mulai dari pelajar sampai orang yang sudah bekerja termasuk guru hampir sedikit yang melakukan kegiatan membaca dalam kehidupan sehari-hari. Padahal dengan membaca, kita dapat memperoleh banyak informasi dan pengetahuan. Hasil survei UNESCO menunjukkan bahwa Indonesia masih jadi negara dengan minat baca masyarakat paling rendah di ASEAN! Tahun 2012, UNESCO mencatat indeks minat baca kita cuma 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Dari indeks tersebut tentu kita dapat membandingkan indeks minat baca di Kepulauan Nias.

Berdasarkan hasil pengamatan, rendahnya minat baca di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias disebabkan oleh beberapa aspek, yakni kurangnya motivasi atau dorongan pihak sekolah untuk mengajak anak didik dalam kegiatan membaca, rendahnya pengelolaan perpustakaan, ketidaktersediaan buku dan ruang perpustakaan, tidak adanya program budaya baca sekolah yang terorganisir dan terjadwal. Rendahnya budaya dan minat baca di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias juga dapat kita buktikan dari kegiatan siswa di luar sekolah atau ketika sudah tiba di rumah. Dari hasil pengamatan, hampir jarang sekali siswa yang membaca ketika sedang berada di luar sekolah. Tentunya, ini disebabkan tidak ditumbuh kembangkannya budaya baca dari sekolah. Di samping itu, minat baca yang rendah ini dapat kita amati dari kegiatan-kegiatan ekstra. Kebanyakan siswa hanya diarahkan pada satu kegiatan yang sifatnya monoton. Contohnya: olahraga atau olah vokal. Hampir tidak ada sekolah yang menyelenggarakan program membaca pada kegiatan ekstra siswa.

Selain penyebab-penyebab tersebut di atas, rendahnya minat baca siswa di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias juga dipengaruhi oleh faktor kebiasaan keluarga yang tertanam pada diri siswa. Misalnya, kebiasaan anggota keluarga yang memanfaatkan waktu luang mereka untuk menonton televisi atau kebiasaan anggota keluarga terutama orangtua yang membiarkan anak-anak mereka untuk tidak belajar termasuk membaca.

Menyadari manfaat besar dari membaca dan fakta terkait minat baca masyarakat yang masih rendah terutama masyarakat kepulauan Nias serta mengingat peran sekolah sebagai tempat pembentukan manusia, sekolah-sekolah dari berbagai tingkatan pendidikan di Kepulauan Nias diharapkan berpacu untuk menumbuhkan dan mengembangkan program budaya baca. Karena melalui program budaya baca di sekolah, siswa akan terbiasa membaca dengan memanfaatkan buku atau bahan bacaan yang ada dan akan berdampak pada kegiatannya di luar sekolah. Dengan demikian, sekolah akan melahirkan siswa-siswa yang berpikiran besar atau manusia-manusia yang berwasan luas di tengah-tengah lingkungan kita. Di samping peran sekolah, tentunya pengembangan budaya baca tentunya juga perlu dikembangkan dalam keluarga dan masyarakat.

*Penulis adalah seorang guru / wiraswasta.

PBNU: Jangan Terpengaruh Faham dan Idelologi ISIS

Tuesday, January 27th, 2015
Lambang NU | jombang.nu.or.id

Lambang NU | jombang.nu.or.id

JAKARTA-NIASONLINE – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan beredarnya foto-foto yang memperlihatkan konvoi mirip pendukung gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Makassar melalui twitter dan beredarnya video youtube ancaman yang bikin gempar akhir Desember lalu.

“Itu bukan ancaman, hanya sensasi belaka. Jadi masyarakat tidak terlalu takut dan hal itu jangan dibesar-besarkan,” terang Ketua PBNU KH. Maksum Machfoedz, di Jakarta, Selasa (27/1).

Menurut dia, agama Islam tidak mentoleransi kekerasan seperti yang dilakukan oleh kelompok  ISIS. Sebab, ISIS telah bertindak sadistis terhadap orang yang tidak sejalan dengan ajarannya.

“Agama Islam tidak mentoleransi kekerasan,” beber Maksum.

Kendati warga negara Indonesia yang bergabung ISIS terhitung relatif kecil jumlahnya, namun kata Maksum, bukan berarti kasus itu tidak penting untuk dicermati. Semua masyarakat Indonesia harus tetap waspada dan tidak terpengaruh dengan paham ISIS.

“Jangan sampai masyarakat terpengaruh dan kemasukan oleh paham dan ideologi ISIS yang disebarkan oleh kelompok atau jaringan tertentu,” ujarnya. (brk/*)

Fahira Idris: Pemberantasan Korupsi di Daerah Bisa Terganggu

Thursday, January 22nd, 2015
DPR DI | dumaiheadlines.com

DPR DI | dumaiheadlines.com

Jakarta, NIASONLINE — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)  Fahira Idris mengatakan, prestasi Polri dalam memberantas korupsi di daerah patut diapresiasi. Pada 2013 saja, Polri berhasil merampungkan 1.343 kasus korupsi di seluruh Indonesia dan menyelamatkan sekitar Rp911 miliar uang negara.

“Kejahatan korupsi di daerah, di mana KPK belum bisa menjangkaunya, menjadikan Polri sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi di daerah. Ini bisa terganggu jika institusi Polri masih dipimpin seorang Plt yang tidak  bisa memutuskan kebijakan strategis,” ujar Wakil Ketua Komite III DPD ini di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta (20/01).

Dengan sumber daya manusia yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia serta ditunjang dengan anggaran yang besar, menjadikan peran Polri dalam agenda pemberantasan korupsi di daerah sangat signifikan.

“Saya yakin Polri bisa jadi garda terdepan pemberantasan korupsi di daerah yang begitu masif. Syaratnya, institusi ini harus dipimpin oleh orang yang bersih, tidak punya cela baik dari sisi hukum maupun moral. Bagaimana anggota Polri di daerah mau berantas korupsi kalau Kapolrinya sendiri bermasalah dengan hukum. Pemberantasan korupsi perlu cara yang tidak biasa dan ini hanya bisa berjalan baik jika institusi Polri sudah punya pimpinan definitif,” ujar senator asal Jakarta ini.

Fahira Idris meminta Presiden Jokowi jangan berlama-lama membiarkan institusi Polri dipimpin oleh seorang Plt. Menurutnya, harus ada solusi yang konkret mengingat proses hukum Komjen Budi Gunawan di KPK dipastikan memakan waktu.

“Apakah harus menunggu status hukum (Komjen Budi Gunawan) jelas, baru presiden mengambil keputusan? Proses hukum di KPK itu bisa berbulan bahkan setahun. Presiden, harus ambil tindakan mengakhiri kondisi ini agar institusi Polri bisa kembali bekerja dengan penuh rasa percaya diri, dan tidak ada beban,” jelas Fahira dalam siaran pers yang diterima Redaksi NO. (brk/*)

Ketika Bill Gates Meminum Air Olahan Teknologi Dari Limbah Manusia

Wednesday, January 21st, 2015
Bill Gates ! en.wikipedia.org
Bill Gates ! en.wikipedia.org

NIASONLINE – Siapa yang tak pernah mendengar nama Bill Gates. Setiap kali kita bersentuhan dengan komputer yang bersistem operasi Windows dan berbagai produk terkait lainnya, kita tentu ingat nama itu.

Meskipun Bill Gates telah cukup lama pensiun sebagai CEO Microsoft, ia masih aktif dalam kapasitas lain: membantu masyarakat miskin di dunia ketiga lewat Yayasan Bill Gates (Bill Gates Foundation).

Melalui yayasan ini, ia bersama istrinya – Melinda – menyalurkan sebagian dari kekayaannya untuk meringankan penderitaan masyarakat miskin di berbagai belahan dunia, khususnya di Afrika.

Kali ini mari kita menyimak sebuah aktivitas sosial Bill Gates dalam bentuk usaha perbaikan sanitasi di dunia ketiga.

Baru-baru ini, Gates dalam blognya memperlihatkan sebuah video di mana ia menerangkan teknologi pengolahan limbah manusia menjadi energi listrik, abu yang bisa dijadikan pupuk dan … ini: air bersih, sebersih air kemasan dalam botol plastik yang biasa kita minum sehari-hari.

Bagaimana hal itu dimungkinkan? Jawabannya tentu saja adalah teknologi. Bill Gates menantang para insinyur untuk menciptakan sebuah sistem pengolahan limbah manusia yang bisa menjadi kunci perbaikan sanitasi di dunia ketiga. Syaratnya: murah (terjangkau secara ekonomis) dan handal secara teknik.

Terciptalah sebuah sistem pengolahan limbah manusia yang disebut Omniprocessor hasil rancangan Janicki Bioenergy, sebuah perusahaan teknik di Seatle, Amerika Serikat.

***
Mengapa Gates begitu getol mencari alat yang cocok untuk tujuan ini? Dari berbagai kunjungannya ke negara-negara berkembang, ia menemukan bahwa sanitasi adalah salah satu masalah serius di dunia ketiga. Limbah manusia yang dibuang secara terbuka adalah salah satu sumber kematian sekitar 700,000 anak-anak setiap tahun. Menurut Gates, ada sekitar 2 miliar orang di dunia ketiga yang mengguakan kakus seadanya – tanpa sistem pembersihan dan pembuangan yang baik, bahkan ada yang membuangnya secara sembarangan. Limbah ini tidak jarang mengotori sumber-sumber air minum yang membawa berbagai penyakit, bahkan kematian.

***

Meurut Gates, Omniprocessor adalah alat paling aman untuk menampung dan mengolah kotoran manusia. Mesin ini memproses limbah pada suhu mencapai 1000°C, jadi semua bakteri yang menghasilkan bau dan penyakit mati. Mesin ini juga telah memenuhi standar emisi yang dikeluarkan pemerintah AS.

Bill memilih Dakar, Senegal, sebagai tempat projek percontohan dari sistem pengolah limbah ini, yang direncakan akan dimulai akhir tahun ini.

Pada kunjungannya ke lokasi pengoperasian Omniprocessor di Seatle, Gates melihat langsung limbah manusia memasuki mesin pemroses, dan tidak lama kemudian, ia mengarahkan gelas ke keran pengeluaran air bersih dari mesin … dan meminumnya. (brk/*)