Archive for the ‘Berita’ Category

AirAsia QZ8501, Ralat: 6 Jenazah Yang Ditemukan (Diangkat)

Tuesday, December 30th, 2014

NASONLINE – Informasi sebelumnya yang menyebutkan 40 jenazah korban dari jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada hari Minggu 28 Desember 2014, telah diralat. Sebelumnya, sejumlah media dalam dan luar negeri mengutip Kadispen TNI AL Laksma Manahan Simorangkir sebagai mengatakan bahwa 40 jenazah telah ditemukan (diangkat). Manahan mengatakan informasi yang tidak akurat itu sebagai akibat miskomunikasi staf.

Berita terakhir dari jurubicara Basarnas – menyebutkan 6 jenazah korban, bukan 40.

Dengan ini informasi dalam berita Nias Online sebelumnya dikoreksi. (brk/*)

Pesawat AirAsia QZ8501 Jatuh: Sekitar 40 Jenazah Telah Diangkat Dari Laut

Tuesday, December 30th, 2014
Helikopter TNI AL Yang Ikut Dalam Pencarian | AP

Helikopter TNI AL Yang Ikut Dalam Pencarian | AP

Tim SAR Indonesia telah mengangkat sejumlah jenazah dan serpihan-serpihan dari pesawat AirAsia QZ8501 yang diperkirakan jatuh di Selat Karimata. Kadispen TNI AL Laksma Manahan Simorangkir mengungkakan KRI Bung Tomo telah mengangkat 40 jenazah dan jumlah ini akan bertambah, sebagaimana mana diberitakan 9news.com.au.

Sebelumnya, beberapa objek temuan tim pencari lewat udara hari ini (Selasa, 30 Desember 2014) dipastikan merupakan puing-puing dari peawat AirAsia QZ8501 yang hilang pada hari Minggu, 28 Desember 2014. Kepastian itu disampaikan oleh Direktur Jendral Penerbangan Sipil Djoko Murjatmodjo.

“Untuk saat ini dapat dipastikan bahwa (puing-puing) itu adalah pesawat AirAsia dan menteri transportasi akan segera berangkat ke Pangkalan Bun,” kata Djoko Murjatmodjo.

“Berdasarkan pengamatan oleh personel pencarian dan penyelamatan, benda-benda penting ditemukan seperti pintu penumpang dan pintu kargo. Benda-benda itu ada di lautan, 160 kilometer barat daya Pangkalan Bun,” katanya, merujuk pada kota di Kalimantan Tengah,” kata Djoko lebih lanjut.

***

Pemutakhiran berita:

Dari halaman AirAsia Indonesia di Facebook (https://www.facebook.com/AirAsiaIndonesia), Redaksi mengambil informasi berikut:

“AirAsia Indonesia akan mengundang seluruh anggota keluarga penumpang QZ 8501 ke Surabaya, dimana kami akan memberikan tim konseling khusus kepada setiap keluarga guna mendukung dan memastikan segala kebutuhan mereka terpenuhi. Kami juga telah mengundang berbagai konselor psikologi dan spiritual termasuk para pemuka agama guna memberikan dukungan moril kepada seluruh keluarga penumpang.”

“AirAsia akan terus memberikan informasi terkini terkait proses pencarian dan evakuasi. Bagi seluruh keluarga penumpang QZ 8501 dapat menghubungi emergency call center kami di nomor:

021-29270811 atau

031-8690855 atau

031-2986790 (Surabaya).

“Doa dan harapan kami terus menyertai keluarga dan kerabat penumpang QZ 8501.”

Koreksi Jumlah Jenazah Yang Ditemukan:

Jumlah jenazah yang ditemukan sebanyak 40 orang seperti dituliskan di depan telah dikoreksi oleh pihak Basarnas. Silahkan baca berita terkini: AirAsia QZ8501, Ralat: 6 Jenazah Yang Ditemukan (Diangkat) - (brk/*)

Menkumham Minta Warga Nias Hargai Budaya Lokal

Monday, December 29th, 2014

Nias-PBaruWarga Kristiani asal Nias di Riau berfoto bersama DR. Yasona H. Laoli,
di Ballroom Hotel Aryaduta – Pekanbaru, Minggu malam (21/12/14)

Pekanbaru, NIAS ONLINE – Menteri Hukum & Hak Azasi Manusia (Menkumham), DR. Yasona Hamonangan Laoli mengatakan, warga Nias diharapkan tetap menghargai kultur budaya di manapun berdomisili. Selain itu persatuan dan kesatuan juga harus tetap dijaga.

Hal itu disampaikan Laoli dalam acara perayaan Natal warga Nias di ballroom Hotel Aryaduta, Minggu malam (21/12). Menteri berdarah Nias-Batak ini mengatakan, meski putra-putri Nias saat ini ada yang sudah menduduki posisi penting di pemerintahan, pihaknya sedikit prihatin atas kekurangkompakan warga Nias di 5 Kota/Kabupaten di Nias.

Ia mencontohkan, pada Pemilu Legislatif bulan April 2014 lalu, dari sekian putra-putri Nias yang mencalonkan diri untuk duduk sebagai anggota DPR RI, tak satupun yang berhasil.

Meski hal ini cukup memprihatinkan, satu hal yang membanggakan adalah putra Nias yang maju dari daerah pe,ilihan (Dapil) Provinsi Banten yakni Marinus Gea, berhasil meraih kursi DPR RI dari partai PDIP.

Untuk itu, Yasona berharap agar hal serupa bisa “menular” ke putra-putri Nias lainnya.

“Kita berharap agar dengan terpilihnya Marinus Gea, dapat dijadikan motivasi oleh teman-teman yang ingin berjuang demi kepentingan bersama”, ujar Yasona.

Selain itu, Yasona juga menegaskan agar warga Nias selalu menghargai kultur budaya lokal di manapun berdomisili.

Sebelumnya, tokoh Nias Riau Drs Sozifao Hia MSi mengatakan, saat ini ada 200 ribu warga Nias yang berdomisili di Provinsi Riau. Mereka tersebar di 12 Kota/ Kabupaten. Satu hal yang menjadi persoalan adalah KTP, terlebih bagi warga Nias yang eksodus pasca gempa tahun 2005 lalu.

Untuk itu, Sozifao berharap agar para pemimpin di negeri ini dapat mencarikan solusi. Sebab, bagi mereka yang belum mengantongi identitas KTP ini, selalu terbentur dengan persyaratan administrasi.

Menyikapi hal itu, Bupati Nias Utara yang mewakili lima Walikota/Bupati di Nias, Edward Zega, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi melalui Forum Komunikasi Kepala Daerah dalam waktu dekat.

Sementara itu, dalam rangkaian perayaan Natal yang tergabung dalam DPP Ikatan Keluarga Nias Riau – DPD Himpunan Masyarakat Indonesia (IKNR-HIMNI) Riau, Panitia Pelaksana menggelar perlombaan maena (tari) rohani.

Tampil sebagai juara I, BNKP Pekanbaru, juara II BNKP Pangkalan Kerinci Pelalawan, dan juara III STM Bago. Adapun juri pada perlombaan tersebut, yakni Fag Zega, Viktor Lahagu dan Pdt. Gea.

Selain Menkumham juga hadir Kepala Kantor Wilayah Depkumham Riau, Frans, anggota DPR RI Efendi Sianipar, anggota DPRD Riau Kordias Pasaribu dan Soniwati Wau. Sedangkan dari tokoh masyarakat Nias hadir Brigjen Pol (Purn) Luther Harefa, Penasehat IKNR S Waruwu, Ketua IKNR Elmansyah Telaumbanua dan Kompol P Zalukhu.

Demikian disampaikan Arifin Waruwu, wartawan media cetak harian Detil terbitan Pekanbaru, kepada Redaksi Nias Online. (fin/brk/*)

Pernyataan Terkini mengenai Penerbangan QZ8501

Monday, December 29th, 2014
Lintasan Penerbangan AirAsia | bbc.com

Lintasan Penerbangan AirAsia | bbc.com

NIASONLINE – Manajemen AirAsia Indonesia bersama Gubernur Provinsi Jawa Timur, Soekarwo, tim Badan SAR Nasional (BASARNAS) Republik Indonesia, otoritas bandara, dan PT. Angkasa Pura I kemarin malam (28 Desember 2014) telah bertemu dengan anggota keluarga penumpang QZ 8501 untuk menyampaikan informasi terkini terkait perkembangan dan menyampaikan komitmen maskapai untuk memberikan segala bentuk dukungan.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Sunu Widyatmoko mengatakan sungguh terpukul atas kejadian ini. AirAsia Indonesia tengah berkoordinasi dengan seluruh otoritas terkait guna menentukan penyebab dari kejadian ini. Ditambahkan Sunu Widyatmoko, saat ini prioritas utama AirAsia adalah memberikan informasi terkini kepada keluarga atau kerabat penumpang dan karyawan AirAsia yang berada di pesawat tersebut.

“Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya sejalan dengan proses investigasi yang saat ini tengah berlangsung. Selain itu, kami telah membentuk tim pendukung untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan para keluarga maupun kerabat termasuk akomodasi dan transportasi. Pusat informasi terpadu juga telah kami siapkan di Surabaya untuk para keluarga penumpang.”

Sementara itu, bagi para keluarga penumpang yang berada di Singapura, AirAsia telah telah menyiapkan sebuah ruangan khusus yang belokasi di Terminal 2 lantai 3 Bandara Internasional Changi Singapura, di mana maskapai akan memberikan informasi terbaru secara berkala.

Selain itu, AirAsia telah membuka Emergency Call Centre bagi keluarga atau kerabat penumpang yang berada dalam penerbangan tersebut di nomor: +6221 2927 0811.

Adapun saat ini AirAsia Indonesia tengah berkoordinasi dengan BASARNAS dalam upaya pencarian pesawat tersebut.

Pesawat yang hilang kontak adalah pesawat berjenis Airbus A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC. Dalam penerbangan tersebut terdapat 155 penumpang dimana sebanyak 137 penumpang adalah orang dewasa, 17 anak-anak dan 1 bayi. Di samping itu, juga terdapat 2 pilot, 4 awak kabin dan 1 teknisi.

Kapten yang memimpin penerbangan pesawat tersebut, Irianto, telah memiliki total jam terbang sebanyak 20.537 jam, dimana sebanyak 6.100 jam terbangnya dijalani bersama AirAsia Indonesia dengan pesawat Airbus A320. Sedangkan first officer atau co-pilot – Remi Plesel – telah memiliki sebanyak 2.275 jam terbang. (brk/*-AirAsia Indonesia-Ant-BBC).

Pesawat AirAsia Indonesia QZ8501 Hilang

Sunday, December 28th, 2014
Pesawat AirAsia yang Hilang |http://en.wikipedia.org

Pesawat AirAsia yang Hilang | en.wikipedia.org

NIASONLINE – Sebuah pesawat AirAsia Indonesia dengan nomor penerbangan QZ8501 dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapura kehilangan kontak dengan traffic control sekitar jam 7.24 pagi waktu Singapura, hari ini, 28 Desember 2014.

Saat ini pihak Air Asia sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait – termasuk dengan tim SAR (search and rescue) yang sudah mulai beroperasi – untuk mengetahui kondisi terkini mengenai status penupang dan kru pesawat.

Pesawat yang hilang ini dari jenis A320-200 dengan nomor registrasi PK-AXC.

Pihak keluarga dan kerabat para penumpang peswat yang hilang tersebut dapat menghubungi Emergency Call Centre AirAsia: +6221 2927 0811.

Demikian rilis berita pihak AirAsia Indonesia yang diterima Redaksi NO. (brk/*)

Beasiswa IPCC

Wednesday, December 10th, 2014
Ilustrasi | alertmagazine.org

Ilustrasi | alertmagazine.org

NIASONLINE The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) – badan ilmiah bentukan PBB untuk mengkaji perubahan iklim akan menawarkan beasiswa S3 (PhD) kepada pelamar dari negara berkembang. Menurut informasi situs IPCC, penawaran beasiswa ronde ke-3 ini akan dibuka pada bulan Januari 2015. Para pelamar terpilih akan dihubungi bulan September 2015 dan akan diumumkan pada bulan Oktober 2015.

Untuk bisa meraih beasiswa sebesar EUR15,000 per tahun (selama maksimum dua tahun) ini, pelamar harus berumur tidak lebih dari 30 tahun ketika melamar, sudah mendapat tawaran belajar pada level S3 atau sedang menyelesaikan pendidikan S3 pada universitas pilihannya.

Selanjutnya, usulan penelitian harus terkait dengan salah satu dari topik berikut: (1) Iklim dan air, (2) iklim dan samudara, (3) sains dasar perubahan iklim, (4) pemodelan sosio-ekonomi yang berhubungan dengan perubahan iklim.

Para peminat dapat meilihat informasi lebih rinci di situs IPCC. (brk/*)

Paus Fransiskus: Reformasi Ekonomi dan Keadilan Sosial Harus Seimbang

Wednesday, November 26th, 2014
Paus Fransiskus | vatican.va

Paus Fransiskus | vatican.va

NIASONLINE – Paus Fransiskus mengatakan Uni Eropa harus mencari keseimbangan antara reformasi ekonomi dan keadialan sosial.

Paus menekankan pentingnya memperhatikan kaum pekerja dalam setiap rancangan kebijakan.

“ … harus ada cara-cara baru untuk mempertemukan fleksibilitas pasar dengan kebutuhan akan kestabilan dan jaminan di pihak para pekerja; hal ini penting bagi pembangunan kehidupan mereka”, kata Paus di depan para anggota parlemen Eropa dalam arahannya di Parlemen Eropa, Strasbourg, Perancis, Selasa (25/11) seperti disiarkan oleh situs Vatikan.

Paus juga mengkritik institusi-institusi Eropa yang menurut beliau “tua”, “terisolasi”, letih dan lemah, yang menumbuh-kembangkan rasa saling tak percaya dalam masyarakat melalui kebijakan-kebijakan yang sungguh-sungguh membahayakan.

Sejak menjadi Paus, Fransiskus dikenal sangat vokal mengkritik kebijakan pengetatan yang diterapkan di Eropa dan mengecam ketamakan korporat dan budaya konsumerisme.

Paus juga mengecam perlakuan Eropa terhadap para pengungsi dan migran.

“Kita tidak boleh menjadikan Mediterania sebagai kuburan luas. Perahu-perahu yang tiba setiap hari di pantai-pantai Eropa berisikan manusia-manusia yang membutuhkan penerimaan dan uluran tangan,” kata Paus. (brk*/vatican.va).

India Targetkan Kapasitas Pembangkit Energi Surya 100 GW Pada Tahun 2022

Thursday, November 20th, 2014
Membersihkan Panel Surya | ipceagle.com

Membersihkan Panel Surya | ipceagle.com

NIAS ONLINE -  India di bawah pemerintahan Aliansi Demokratik Nasional (NDA) merevisi target pembangkitan listrik tenaga surya dari 20 ribu MW menjadi 100 ribu MW (100 GW) pada tahun 2022. Target ambisius ini diperirakan akan membutuhkan investasi sebesar $ 100 miliar.

Saat ini India telah memiliki kapasitas pembangkitan listrik energi surya sebesar 2.9 GW. Peningkatan kapasitas itu akan membutuhkan lahan, biaya investasi dan tenaga kerja.

Untuk merealsasikan sasaran itu, India akan melatih 50 ribu ‘bala tentara surya’, tenaga teknis yang akan memainkan peran penting di sektor ini.

Ke 50 ribu bala tentara surya ini akan diberi pelatihan selama 3 – 6 bulan untuk menguasai hal-hal yang berhubungan dengan teknik tenaga surya yang akan membuka kesempatan kerja bagi mereka kelak dari sektor ini,” kata seorang pejabat pemerintah India sebagaimana diberitakan oleh Live Mint.

Kapasitas pembangkitan listrik India saat ini sekitar 250 GW, sekitar 12.5 persen (31.6 GW) berasal dari energi terbarukan (surya, bayu, hidro, dll). (brk/*)

 

Menuju “Festival Sail Nias”

Wednesday, November 19th, 2014

Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM*

MZ2Sail Raja Ampat

BERITA “Festival Sail Raja Ampat” di Papua Barat sangat mendunia. Festival Sail Raja Ampat ini, dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia (RI) pada tanggal 23 Agustus 2014, 6 (enam) hari setelah peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-69, yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2014.

Beritanya sangat masif di berbagai media di penjuru wilayah Indonesia dan di dunia. Media-media di Indonesia memuatnya sebagai headline, karena festival tersebut dibuka langsung oleh Presiden RI. Peserta Festival Sail Raja Ampat tidak hanya diikuti peserta dari dalam negeri tetapi diikuti juga oleh peserta dari luar negeri, sehingga gemanya pun tersampaikan di berbagai Negara di luar negeri. Inilah kegiatan Sail Raja Ampat yang berpromosi langsung di dunia.

Menurut data kunjungan wisatawan di Raja Ampat, sesuai data yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pengarah Sail Raja Ampat, Agung Laksono (Menko Kesra), di tahun 2007 Raja Ampat hanya dikunjungi 1.000 orang, sedang di tahun 2014 ini sudah dikunjungi wisatawan sebanyak 15.000 orang. Dari jumlah wisatawan itu, 73% wisatawan berasal dari mancanegara.

Wow . . kegiatan promosi yang sudah sangat berhasil. Iven besar dilaksanakan hanya sekali dalam satu tahun, tetapi sangat berdampak pada perbaikan kondisi ekonomi rakyat di Papua Barat.

Dalam pengarahan Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa kegiatan Festival Sail Raja Ampat ini dimaksudkan untuk mengembangkan daerah-daerah maritim yang tertinggal. Caranya yaitu mengoptimalkan pembangunan sektor pariwisata lingkungan.

Arahan ini sesuai dengan laporan Ketua Pengarah Agung Laksono melalui perumusan tema Festival Sail Raja Ampat 2014, yaitu: Membangun Bahari menuju Raja Ampat ke Pentas Dunia. Artinya, kegiatan ini tidak hanya menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari, tetapi sekaligus mempromosikan produk wisata Raja Ampat di seantero dunia. Kegiatan ini akan memberikan dampak sebagai pendorong berbagai pembangunan fisik dan sumberdaya di Papua Barat

Sail Nias tahun 2015.

Lalu bagaimana dengan Kepulauan Nias? Bisakah menyelenggarakan kegiatan Sail Nias? Bagi sebagian orang yang memiliki karakteristik optimistik, pasti langsung menjawab: BISA!

Kalau daerah lain bisa, mestinya Nias juga bisa menyelenggarakan Sail Nias. Nias dikelilingi oleh laut, dan wilayahnya sudah terbentuk menjadi 4 (empat) Kabupaten dan 1 (satu) Kota, jadi sudah ada 5 (lima ) pemerintah daerah.

Apabila ke-5 pemerintah daerah ini bersatu-padu dengan sukacita untuk menyelenggarakan Sail Nias, dipastikan bisa terlaksana dengan baik dan lancar. Apa sih yang berat? Pada dasarnya tidak ada yang terlalu berat, lebih-lebih kalau akan mendapatkan dukungan dari pemerintah provinsi Sumatera Utara dan Kementerian Pariwisata. Apalagi kalau mendapat dukungan dari Kementerian yang lain seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian-kementerian lainnya.

Bagaimana pelaksanaan Sail Nias? Dari beberapa pemikiran yang diidekan dan diusulkan oleh beberapa orang yang peduli pada pembangunan dan pengembangan pariwisata di Nias (baca: Kepulauan Nias), bisa digambarkan sebagai berikut:

  1. Peserta Sail Nias berkumpul di kota Gunungsitoli, sambil melihat pameran potensi daerah Kepulauan Nias;
  2. Setiap peserta Sail Nias, akan diminta untuk berhenti dan istirahat di setiap objek dan daya tarik wisata unggulan yang disiapkan oleh masing-masing Kabupaten dan Kota;
  3. Pemerintah daerah akan memantapkan objek dan daya tarik wisata itu dengan membangun atau merenovasi objek tersebut supaya daya tarik wisata itu bisa dinikmati oleh peserta Sail Nias;
  4. Pemerintah daerah membangun jalan dan sarana lainnya menuju objek dan daya tarik wisata;
  5. Pemerintah daerah memantapkan transportasi menuju objek wisata;
  6. Pemerintah daerah menyiapkan tempat MCK, area parkir kendaraan, tempat berjualan makanan khas masyarakat setempat, tempat penjualan hasil kerajinan masyarakat, dan tempat pertunjukkan budaya lokal;
  7. Pemerintah daerah menyuguhkan kepada peserta Sail Nias mengenai berbagai hasil kerajinan, makanan khas Kabupaten/Kota, dan atraksi budaya masyarakat setempat; dan
  8. Menyiapkan kebutuhan wisatawan lainnya seperti pengadaan air bersih, listrik, telekomunikasi, dan lain-lain.

Mengenai tempat istirahat bagi peserta Sail Nias di setiap titik objek dan daya tarik wisata di setiap Kabupaten dan Kota, tentu termasuk yang dipikirkan dan disiapkan. Barangkali peserta Sail Nias bisa istirahat di lokasi tersebut selama 1-2 hari, sambil melihat lokasi objek dan daya tarik wisata itu, termasuk pertunjukkan budaya, pameran hasil-hasil kerajinan, dan penyediaan makanan khas Nias yang disiapkan oleh masyarakat setempat.

Dan demikian seterusnya perjalanan peserta Sail Nias, hingga peserta Sail Nias kembali di kota Gunungsitoli. Selama perjalanan pelayaran dari peserta Sail Nias, peserta dapat menikmati objek dan daya tarik wisata beserta keunikan yang ditampilkan dari masing-masing Kabupaten dan Kota se Kepulauan Nias. Jadi Sail Nias ini akan memberikan banyak manfaat, baik kepada peserta Sail Nias maupun di masing-masing Kabupaten dan Kota, terutama kepada warga masyarakat sekitar objek dan daya tarik wisata.

Apabila kegiatan Sail Nias kita bisa lakukan di tahun 2015, akan banyak memberikan pengaruh pada keberadaan pembangunan dan pengembangan pariwisata di Kepulauan Nias. Nias tentu semakin dikenal di nusantara dan di dunia.

Manfaat Sail Nias

Penyelenggaraan kegiatan Sail Nias ini dapat juga menjadi media yang bisa langsung mempromosikan pariwista Kepulauan Nias. Kegiatan Sail Nias sangat mengena dan mendukung cita-cita kita untuk menjadikan Kepulauan Nias sebagai Bali-nya Sumatera atau sebagai destinasi pariwisata utama di kawasan barat Indonesia.

Selain dapat menjadi sarana promosi pariwisata Kepulauan Nias, kegiatan Sail Nias akan memberikan dampak pada sosialisasi pariwisata kepada masyarakat. Pemahamannya adalah bahwa kegiatan pariwisata akan memberikan daya manfaat dan daya ungkit pada perbaikan ekonomi masyarakat, serta memberikan banyak peluang dalam hal terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat. Peluang-peluang ini, bisa dijadikan dasar sosialisasi pariwisata kepada masyarakat, dan masyarakat bisa menangkap peluang ini sebagai sebuah peluang usaha, sehingga masyarakat akan memberikan dukungan pada program kerja pemerintah di masa yang akan datang.

Sekali warga masyarakat mendapatkan manfaat dari kegiatan pemerintah di dalam meningkatkan peran pariwisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, akan memberikan semangat bagi warga masyarakat untuk mendukung program-program pemerintah ke depan, dalam upaya perbaikan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Semangat inilah yang perlu dipelihara oleh pemerintah, agar di masa yang akan datang masyarakat merasakan apa yang diprogramkan pemerintah, dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat.

Dengan perasaan adanya manfaat dari kegiatan pariwisata ini bagi perbaikan ekonomi masyarakat, dapat diyakini bahwa akan mampu memperbaiki sikap dan perilaku masyarakat nantinya pada waktu menerima kedatangan para wisatawan. Dimana ada gula di situ ada semut, dimana ada manfaat di situ ada dukungan masyarakat.

Nah, dukungan masyarakat ini akan mempercepat proses program pemerintah untuk memperbaiki taraf hidup warga masyarakat. Dan apabila sistem ini bisa terbentuk, siapa pun yang duduk dalam jabatan pemerintah, akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Dengan demikian, rasa kepercayaan itu akan menjadi cambuk bagi pemerintah untuk terus bekerja demi perbaikan taraf hidup masyarakat. Semangat pemerintah yang sedang menyala-nyala ini, akan terus hidup di dalam mengaplikasikan berbagai program kerja yang sudah direncanakan sebelumnya.

Jadi kedua belah pihak sama-sama terpacu di dalam koridor bersemangat. Masyarakat semakin semangat karena program kerja pemerintah memberikan daya manfaat bagi warganya, sedang pemerintah semakin bersemangat karena yang diprogramkan pemerintah mendapat apresiasi dari masyarakat. Dengan kondisi ini, dapat dipastikan bahwa kinerja pemerintah akan semakin meningkat, dan masyarakat juga akan semakin baik taraf hidupnya di dalam menjalani hidup ini.

Sail Nias hendaknya dapat dijadikan sebagai basis pengembangan pariwisata, sekaligus sebagai model untuk mewujudkan percepatan pembangunan di Kepulauan Nias. Untuk itu pelaksanaannya diusahakan setiap tahun, agar dapat memberikan dukungan yang lebih besar pada pembangunan Kepulauan Nias ke depan.

Pembangunan yang bisa dilaksanakan sebagai output dari kegiatan Sail Nias ini, bisa berupa pembangunan fisik dan non fisik. Khusus pembangunan yang non fisik, masyarakat diajak untuk mewujudkan lingkungan yang baik, berperilaku bersih, dan siap menjaga keindahan pantai. Artinya, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pariwisata memberikan dampak positif pada pemeliharaan lingkungan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan.

Selamat mempersiapkan pelaksanaan Sail Nias, dan sukses dalam pelaksanaannya. Semangat kerja yang menyala-nyala dan fokus, akan menjadi modal pemerintah daerah untuk memajukan kepariwisataan di Kepulauan Nias.

*Penulis buku: Inspirasi Pengembangan Pariwisata di Daerah (2014), tinggal di Yogyakarta.

Harga BBM Naik Sebesar Rp 2000 Per Liter

Tuesday, November 18th, 2014
Ilustrasi | beritakendal.com

Ilustrasi | beritakendal.com

NIAS ONLINE – Terhitung mulai pukul 00.00 tanggal 18 November 2014, harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan sebesar Rp 2000 per liter.

Dengan kenaikan sebesar Rp 2000 ini, harga bensin jenis premium menjadi Rp 8500 per liter (sebelumnya Rp 6500 per liter), sedangkan harga solar menjadi Rp 7.500 per liter (sebelumnya Rp 5500).

Kenaikan harga BBM tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Istana Kepresidenan, Senin (17/11) malam yang disiarkan oleh sejumlah stasium TV.

“Dari waktu ke waktu kita sebagai bangsa dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Meski demikian kita harus memilih dan mengambil keputusan,” kata Presiden Widodo di awal pidato pengumuman kenaikan harga BBM itu.

“Pemerintah memutuskan untuk mengalihkan subsidi BBM dari sektor konsumtif ke sektor-sektor produktif,” kata presiden Joko Widodo menjelaskan alasan di balik keputusan menaikkan harga BBM. (brk/*).

Beasiswa ESED

Monday, November 17th, 2014
Ilustrasi | alertmagazine.org

Ilustrasi | alertmagazine.org

Setiap tahun, Global Sustainable Electricity Partnership memberikan beasiswa untuk mahasiswa tingkat master untuk studi di bidang pengembangan energi berkelanjutan di pusat-pusat riset di seluruh dunia (Education for Sustainable Energy Development <ESED> Scholarship). Dana beasiswa untuk tingkat master US$ 23,000.- per tahun (selama dua tahun).

Berikut adalah informasi dari situs tersebut.

The Global Sustainable Electricity Partnership considers an outstanding student to be one who:

  • graduates with excellent grades in the top 20% of her/his class
  • is determined to advance her/his knowledge and understanding
  • has a history of community involvement
  • is committed to sustainable energy
  • is committed to return and contribute to her/his home country

Who is eligible?

To be eligible to apply for this scholarship, students must

  • plan to undertake studies at the Masters level in areas directly related to sustainable energy development
  • be citizens of the developing countries and territories identified for OECD official development aid in the DAC List of ODA Recipients

What are the levels of financial assistance and the duration of the scholarships?

Scholarships of US$ 23,000 per year for up to two years are offered for Masters level students.  Up to ten Masters scholarships will be awarded annually.


How can I apply?

Information and required forms can be obtained online by clicking on this link to the Application Forms page.


How can I submit my application package?                                             

Applications should be submitted :

As the volume of incoming applications is extremely heavy around the deadline, we strongly urge you to submit your file as early as possible. Please note that:

  • Applications sent by e-mail or mail will no longer be accepted.

Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada situs web Global Sustainable Electricity Partnership. (brk/*)

 

 

Tentang Kesepakatan AS dan Cina Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Sunday, November 16th, 2014
Logo Pertemuan Puncak G20 2014 - www.g20.org

Logo Pertemuan Puncak G20 2014 – www.g20.org

NIAS ONLINE – Beberapa hari menjelang dimulainya Pertemuan Puncak Kelompok 20 di Brisbane, Australia, 14-16 November 2014, Amerika Serikat dan Cina pada pertemuan di Beijing mengumumkan kesepakatan kedua negara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK).

Presiden Obama menargetkan, emisi GRK AS pada tahun 2025 akan berkurang sebesar 26 – 28  dari emisi GRK yang diemisi pada 2005. Target ini setara dengan dua kali target reduksi untuk periode 2005 – 2020.

Sementara itu, Presiden Xi Jinping mengatakan Cina akan menargetkan tahun 2030 sebagai tahun puncak emisi; setelah mana Cina akan secara gradual mengurangi emisi GRK-nya.

***

Kesepakatan ini memiliki efek yang cukup berarti pada kesepakatan pengurangan EGRK dunia. Cina dan AS adalah dua negara pengemisi GRK terbesar di dunia; pada tahun 2010 Cina mengemisi 9 632 juta ton setara karbon sementara AS mengemisi 6 548 juta ton setara karbon. Namun, bila dilihat dari emisi per kapita, maka setiap penduduk Amerika mengemisi 17.6 ton setara karbon pertahun, jauh di atas emisi per kapita Cina sebesar 6.2 ton setara karbon per tahun.

***

Pengurangan emisi GRK menjadi isu yang sensitif di seluruh dunia karena ia menyangkut hitung-hitungan ekonomi yang rumit. Di satu pihak, emisi GRK yang tak terkendali akan mengakibatkan konsekuensi ekonomi dan lingkungan hidup sebagai mana disampaikan dalam laporan Stern. Di pihak lain, banyak negara yang belum menemukan alternatif yang tepat untuk mengatasinya. (brk/*)

Jokowi Umumkan Menteri Kabinet Kerja, Yasonna H. Laoly Jabat Menkumham

Sunday, October 26th, 2014

Menteri Kabinet Kerja Jokowi - JK | Setkab.go.id

Menteri Kabinet Kerja Jokowi – JK | Setkab.go.id

NIASONLINE, JAKARTA – Enam hari setelah pelantikannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden, Jokowi dan Jusuf Kalla mengumumkan personil kabinetnya yang disebut sebagai Kabinet Kerja. (more…)

Joko Widodo – Jusuf Kalla Resmi Jadi Presiden dan Wakil Presiden

Monday, October 20th, 2014

Jokowi-Jusuf Kalla | tribunnews.com

Jokowi-Jusuf Kalla | tribunnews.com

NIASONLINE, JAKARTA – Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), mulai Senin, 20 Oktober 2014, resmi menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2014-2019. (more…)

Penanggulangan Kabut Asap Membutuhkan Manajemen Ekstra

Friday, October 17th, 2014
komering.org

Ilustrasi – komering.org

Jakarta, Nias Online – Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menekankan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan tiga kementerian yang turut berperan dalam penanggulangan kabut asap untuk menerapkan manajemen ekstra, yang ukuran performansinya ialah kecepatan dan ketepatan sesuai dengan tuntutan keadaan, mengutamakan penyelamatan jiwa manusia, serta koordinasi dan keterpaduan berbagai sektor yang saling mendukung.

“Sekarang bencana asap, sebelumnya bencana gunung api Sinabung. Penanganan bencana harus extra management. Normal saja harus dimenej pas, apalagi kalau bencana. Kenapa kami membuat acara ini karena persoalan ini menyangkut hidup orang banyak di daerah,” ujar Parlindungan Purba, Senator asal Sumatera Utara, yang juga Ketua Komite I DPD dalam rapat kerja (raker) dengan BNPB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/10) dalam rilis  dari Bidang Pemberitaan dan Media Visual DPD RI yang diterima NO.

Sebagai lembaga Pemerintah nonkementerian yang membantu Presiden, maka BNPB yang mengoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan penanganan bencana yang terpadu, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana. Pengkoordinasian perencanaan dan pelaksanaan yang terpadu itu meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan kedaruratan, dan pemulihan.

Kemampuan menanggulangi saat dan setelah bencana bertujuan untuk menangani kondisi kritis. Kondisi kritis saat dan setelah bencana itu dinyatakan sebagai fase tanggap darurat dengan mengutamakan penyelamatan jiwa manusia dan harta bendanya. Fase tanggap darurat membutuhkan penanganan ekstra, terutama mobilisasi dan suplai sumberdaya yang besar dan banyak. Tentunya dibutuhkan manajemen ekstra untuk mengatur atau mengelola sumberdaya dan mengarahkan atau mengendalikan kegiatan menggunakan sumberdaya itu.

Komite II DPD meminta keterangan/penjelasan BNPB tentang penanggulangan bencana yang menyebabkan atau menimbulkan kesusahan, kerugian, atau penderitaan seperti kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah. Dalam acara itu, sejumlah senator mengeluhkan kelambanan pemerintah pusat menangani kabut asap. “Pertemuan ini untuk mencari penyelesaian masalah tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan. Tujuannya untuk kami tindak lanjuti,” ujar Parlindungan.

Para senator tersebut berasal dari daerah terdampak kabut asap, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Bengkulu, dan Jambi. “Kabut asap sudah sangat parah. Jarak pandang di Banjarmasin hanya berjarak 20 meter. Gubernur sudah menyebutkan ada kekecewaan atas lambannya penanggulangan,” ujar Habib Abdurrahman Bahasyim (senator asal Kalimantan Selatan).

Sekretaris Utama BNPB Dody Ruswandi menejaskan, BNPB akan mengoptimalkan penanggulangan kabut asap melalui penanganan operasi darat dan udara. “Ketika sudah terjadi eskalasi besar, BNPB akan segera turun tangan dalam penanganan bencana,” jelasnya yang didampingi Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB.

BNPB memperkirakan kabut asap berakhir bulan Oktober-November. Untuk mempercepat penanggulangannya, BNPB berupaya untuk menambah unit yang melakukan operasi udara dengan modifikasi cuaca melalui pengerahan helikopter water bombing dan membuat hujan buatan. Penambahan unit itu di antaranya menambah jumlah pesawat yang pekan ini diberangkatkan menuju titik panas di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Guna menanggulangi kabut asap, Dody menambahkan, BNPB berkordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya tiga kementerian yang turut berperan dalam penanganan kabut asap, yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Dalam raker, Komite II DPD menekankan rencana untuk membentuk panitia khusus (pansus) bencana kabut asap. Pansus akan meminta kembali keterangan/penjelasan BNPB dan tiga kementerian serta instansi penegak hukum tentang kebijakan penanggulangan bencana yang prioritasnya pengurangan resiko bencana seperti pencegahan, mengurangi dampak (mitigasi), dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Karena kesamaan visi dan misi para pihak, khususnya menyangkut pertukaran data dan informasi, DPD dan BNPB akan menandatangani memorandum of understanding (MoU). Kesepakatan bersama itu menjadi landasan untuk mewujudkan kerjasama antara DPD dan BNPB untuk memberdayakan daerah dalam menanggulangai bencana dalam kerangka desentralisasi (otonomi daerah). (brk/*)