Archive for the ‘Berita’ Category

12 Oktober, LEAD Center-Nias Gelar Seminar “5 Level Kepemimpinan”

Friday, October 10th, 2014

Flyer LC-Nias, 12 Oktober 2014

Flyer LC-Nias, 12 Oktober 2014

NIASONLINE, JAKARTA – Lembaga pengembangan Kepemimpinan, Kewirausahaan dan Spiritualitas (Leadership, Entrepreneurship & Spiritual Development) – LEAD Center – Chapter Nias kembali akan menggelar seminar pada Minggu, 12 Oktober 2014. (more…)

Nias Tidak Butuh Pemimpin Jenis NADO dan NATO

Monday, October 6th, 2014

Pastor Postinus Gulö, OSC., M.Hum. | Dok. Pribadi

Pastor Postinus Gulö, OSC., M.Hum. | Dok. Pribadi

NIASONLINE – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kepulauan Nias yang tahapannya dimulai tahun depan, membenihkan perasaan was-was. Kuatir bahwa apa yang saat ini terjadi terulang kembali. Berbagai keprihatinan saat ini, akan muncul kembali, entah dengan wajah baru kepala daerah ataupun pejabat yang sama lagi. (more…)

Forum Anak Gunungsitoli Menggarap Sebuah Film Fiksi

Friday, October 3rd, 2014

FAG-NOGunungsitoli – Nias Online. Sebagai salah satu bentuk kegiatan untuk mengasah kemampuan dan kreativitas, beberapa anak yang tergabung dalam Forum Anak Gunungsitoli tengah menggarap sebuah film fiksi yang menggambarkan harapan dan impian mereka untuk Indonesia. Film ini nanti akan diikutsertakan dalam ajang Festival Film Anak (FFA) 2014 yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

Demikian penjelasan sutradara Sony Roy Kurniawan Hulu di lokasi syuting ruang Samaeri Kantor Walikota Gunungsitoli, Selasa (30/9) dalam rilis berita Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) yang diterima Redaksi NO.

Dengan dukungan peralatan seadanya, anak-anak tetap berpartisipasi untuk menyuarakan hak dan mimpi anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kepulauan Nias. Forum Anak Gunungsitoli berharap film ini dapat menjadi pemenang di ajang penganugrahan FFA 2014 pada tanggal 25 Oktober 2014 mendatang.

Menurut Misran Lubis, Direktur Eksekutif PKPA, FFA tahun ini merupakan pagelaran yang ketujuh. Selain kegiatan FFA, PKPA juga menyelenggarakan Festival Teater Anak (FTA) yang kedua. PKPA bersama dengan Sineas Film Documentary (SFD), Smile Program, Teater O USU dan Opique Pictures dengan dukungan Kinder Not Hilfe (KNH), Markisa Noerlen, Ikatan Alumni SMA Methodist 1 Medan tahun 1990 dan Mataniari Production, terus berupaya memberikan ruang dan apresiasi terhadap pandangan dan ide anak melalui film dan teater anak.

“Tema FFA dan FTA 2014 adalah Indonesia Baru, Indonesia Layak Anak, di mana anak-anak melalui film dan teater akan memberikan harapan, pandangan dan ide-ide terhadap pemerintahan Indonesia yang baru agar lebih berperspektif anak”, ucap Misran saat memberikan motivasi terhadap komunitas film dan teater anak.

Misran Lubis sangat mengapresiasi antusiasme Forum Anak Gunungsitoli dan Forum Anak Nias (FORANI) yang akan mengambil bagian dalam Festival Film Anak 2014. Ia menghimbau agar pemerintah memfasilitasi dan memberi dukungan kepada anak-anak Kepulauan Nias agar bisa meningkatkan kreativitas.

Masyarakat desa Olora – lokasi penggarapan film – sangat antusias menyaksikan proses penggarapan film tersebut. (BN/brk*)

Perguruan Tinggi Indonesia Tak Masuk Dalam Kelompok 400 Terbaik Dunia (Versi THE)

Thursday, October 2nd, 2014
timeshighereducation.co.uk

timeshighereducation.co.uk

Peringkat universitas di seluruh dunia 2014-2015 versi The Times Higher Education telah diumumkan. Kelompok 10 besar masih tetap didominasi universitas-universitas di Amerika Serikat yang menempatkan 7 universitas dan Inggris dengan 3 universitas. Ke 10 universitas – institut terbaik itu adalah: 1. California Institute of Technology (Caltech) (AS), 2. Harvard University (AS), 3. University of Oxford (Inggris), 4. Stanford University (AS), 5. University of Cambridge (Inggris), 6. Massachusetts Institute of Technology (MIT) (AS), 7. Princeton University (AS), 8. University of California, Berkeley (AS), 9 Imperial College London (Inggris), dan 9. Yale University (AS). Dalam daftar peringkat yang dikeluarkan The Times Higher Education di situsnya, Imperial College London (Inggris) dan Yale University (AS) sama berada pada peringkat 9 dengan nilai 87.5.

Peribgkat 10 besar untuk tahun 2014-2015 ini tidak jauh beda dengan hasil pemeringkatan tahun 2013-2014, dengan pergeseran kecil pada posisi 3 perguruan tinggi, yakni: Massachusetts Institute of Technology (MIT) (AS) sebelumnya pada peringkat 5, Princeton University (AS) sebelumnya pada peringkat 6 dan University of Cambridge yang naik dua tingkat dari peringkat 7 sebelumnya. Pada kelompok 10 besar 2014-2015 ini yang terlempar ke luar adalah University of Chicago (AS) yang pada tahun ini menempati peringkat 11, digantikan oleh Yale University (AS) pada posisi 9.

Kelompok 100 besar ditempati antara lain: ETH Zurich, Swiss (13), University of Pennsylvania, AS (16), University College London (UCL), Inggris (22), University of British Columbia, Canada (32), London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris (34) dan McGill University, Canada (39).

Dua universitas dari negara tetangga Singapura masuk dalam kelompok 100 besar yaitu: National University of Singapore (25) dan Nanyang Technological University (61). Jepang juga memiliki 2 wakil pada kelompok 100 besar yaitu: University of Tokyo (23), Kyoto University (59).

Australia mencatat kemajuan yang berarti pada hasil pemeringkatan 2014-2015, di mana beberapa universitasnya yang masuk kelompok 100 besar mengalami kenaikan peringkat. University of Melbourne naik setingkat dan menduduki posisi 34, Australian National University naik 3 tingkat menduduki peringkat 45, Sydney University dari posisi 72 menjadi 60, Monash University dari 91 ke 83. Pengecualian adalah University of Queensland yang justru turun peringkat dari 63 ke peringkat 65.

Asia, yang diwakili beberapa Negara Asia Timur (kecuali Singapura yang mewakili Asia Tenggara) menempatkan 6 universitas dalam kelompok 50 terbaik dunia: University of Tokyo (23), National University of Singapore (25), University of Hong Kong, Hong Kong (43), Peking University, Cina (48), Tsinghua University, Cina (49), Seoul National University, Korea (50).

Indonesia Tidak Punya Wakil Dalam 400 Besar Dunia

Dalam kelompok 400 besar dunia, menurut pengamatan NO, sudah sejak 5 tahun terakhir Indonesia tidak lagi memiliki wakil di sana.

Dalam kelompok 100 besar tingkat Asia pun, yang pada tahun 2014-2015 dipimpin oleh The University of Tokyo Japan, National University of Singapore (NUS) Singapore dan University of Hong Kong, Indonesia tidak memiliki wakil. Nasib yang sama dialami oleh Malaysia.

(Sumber: Situs The World University Rankings) – brk*

Kamus Nias Online Bantu Penulisan Novel ‘Nias: Penyelamat Berkalung Matahari’

Thursday, October 2nd, 2014

Novel NiasNIASONLINE, JAKARTA – Kamus mini bahasa Nias di situs www.niasonline.net ternyata sangat bermanfaat. Tidak hanya bagi orang Nias, tapi juga bagi orang luar Nias. (more…)

Warga Nias Nyatakan Kekecewaan di Bundaran HI, Ini Isinya

Tuesday, September 30th, 2014

Ilustrasi | sindonews.com

Ilustrasi | sindonews.com

NIASONLINE, JAKARTA – Sejumlah warga Nias pada Senin (29/9/2014) malam menggelar aksi keprihatinan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta pada sekitar pukul 22.00 Wib. (more…)

DPR dan Pemerintah Batal Sahkan Provinsi Kepulauan Nias

Monday, September 29th, 2014

peta nias - antarasumutNIASONLINE, JAKARTA – Harap-harap cemas masyarakat Nias akan jadi tidaknya pembentukan Provinsi Kepulauan Nias akhirnya terjawab. Dalam rapat kerja (Raker) antara DPR dan Pemerintah hari ini memutuskan menolak mengesahkan seluruh usulan daerah otonomi baru (DOB) yang dinilai telah memenuhi syarat, termasuk di dalamnya usulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. (more…)

Penentuan Nasib Provinsi Kepulauan Nias Malam Ini Gagal

Sunday, September 28th, 2014

Yasonna H Laoly (Foto: FB)

Yasonna H Laoly (Foto: FB)

NIASONLINE, JAKARTA – Harapan untuk mendapatkan kepastian pembentukan Provinsi Kepulauan Nias malam ini, Minggu (28/9/2014) akhirnya kandas. Rapat mini fraksi dengan agenda pembahasan penetapan calon daerah otonomi baru (DOB) yang akan disahkan, gagal dilanjutkan. (more…)

Puluhan Warga Nias Ikuti Rapat Penentuan Nasib Provinsi Kepulauan Nias di DPR

Sunday, September 28th, 2014

Warga Nias di Gedung DPR RI | Sofi Manao

Warga Nias di Gedung DPR RI | Sofi Manao

NIASONLINE, JAKRTA – Malam ini (Minggu, 28/9/2014) menjadi malam penentuan lahir tidaknya Provinsi Kepulauan Nias. Pasalnya, malam ini, fraksi-fraksi di Komisi II DPR RI akan menyampaikan pandangan resmi terkait usulan daerah otonomi baru (DOB), termasuk Provinsi Kepulauan Nias. (more…)

Harap-Harap Cemas Menanti Kelahiran Provinsi Kepulauan Nias

Sunday, September 28th, 2014

Peta Nias | Antarasumut.com

Peta Nias | Antarasumut.com

NIASONLINE, JAKARTA – Tinggal dua hari lagi, anggota DPR RI periode 2009-2014 akan mengakhiri masa baktinya, tepatnya pada 30 September 2014. Selanjutnya, anggota DPR RI baru hasil pemilihan legislatif periode 2014-2019 akan dilantik pada 1 Oktober 2014. (more…)

DPR Putuskan Pilkada Melalui DPRD, SBY dan Partai Demokrat Dikecam

Friday, September 26th, 2014

Salah satu ungkapan kekecewaan untuk SBY di media sosial | liputan6.com

Salah satu ungkapan kekecewaan untuk SBY di media sosial | liputan6.com

NIASONLINE, JAKARTA – Pertarungan antara kubu Koalisi Merah Putih (KMP) yang dulu mengusung Prabowo Subianto dengan koalisi pendukung Jokowi Widodo pada Pilpres lalu dalam ‘memerebutkan’ RUU Pilkada akhirnya berakhir. (more…)

Dr Marwan Rosyadi – Peneliti Muda Indonesia Yang Sedang Berkiprah di Jepang

Sunday, September 21st, 2014

MRosyadiNIASONLINE – Tokyo. Kisah-kisah sukses mahasiswa/i dan para peneliti Indonesia di luar negeri seperti tiada habisnya, justru di tengah kegalauan dunia penelitian di tanah air. Sebut saja Ricky Elson yang beberapa waktu lalu digaet oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Kisah membanggakan bercampur mengharukan yang dialami Ricky boleh dikatakan merupakan kisah tipikal peneliti kita, yang pada awalnya memiliki idealisme tinggi tapi kemudian ‘terpelanting’ oleh situasi yang di luar kendali mereka sebagai peneliti.

Di sela-sela berlangsungnya Grand Renewable Energy 2014 International Conference and Exhibition di Tokyo dari 27 Juli – 2 Agustus 2014, Nias Online sempat ngobrol-ngobrol santai dengan salah seorang peneliti muda Indonesia yang sedang aktif meneliti di Jepang.

Dia adalah Dr Marwan Rosyadi, yang sejak tahun 2013 bekerja sebagai peneliti di Laboratory of Electric Machinery, Dept. of Electrical and Electronic Engineering, Kitami Institute of Technology, Hokkaido, Jepang. Bidang khusus yang menjadi minat Marwan adalah Analisis Dinamik dan Pengendalian Jejala Daya Skala Besar yang digandeng dengan sumber-sumber energi terbarukan (Dynamic Analysis and Control for Large Scale Power Grid Incorporating Renewable Energy Sources).

Ketertarikannya Marwan dengan dunia listrik dimulai sejak umur 6 tahun.

“Saat itu listrik baru masuk di kampung kelahiran saya di Taliwang, Sumbawa Barat. Ketika pertama kali melihat bolam listrik menyala saat saklar di-on-kan, decak heran dan kagum bercampur baur saat itu. Ada keinginan besar dalam diri saya untuk ingin tahu lebih dalam. Kerap kali saya membuat listrik di rumah saya konslet dan membuat skringnya bolak balik putus. Saya beberapa kali kena strum karena eksperimen konyol saya, Alhamdulillah saya tidak apa-apa karena rumah saya adalah rumah panggung dari kayu”, tuturnya kepada Nias Online.

Pada tahun 2013 Marwan mendapat gelar Doctor of Engineering (Dr. Eng) dari Kitami Institute of Technology, dalam bidang Cold Region Environmental and Energy Engineering. dengan topik riset “Stability augmentation of grid connected wind farm by using Permanent Magnet Synchronous Generator“.

Marwan, yang mendapat gelar Sarjana Teknik (ST) dari Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya pada tahun 2004 ini, memiliki kisah ketika bekerja di sebuah perusahaan asing sebagai Electrical Engineer yang menjadikannya tertarik dengan energi terbarukan.

“Saya sangat terkejut ketika pertama melihat lokasi tambang. Pepohonan yang katanya rindang dan besar menurut cerita guru SD saya sudah tidak terlihat lagi di tempat yang saya tuju, hanya ada bukit-bukit dan gunung-gunung yang sudah gundul, kadang-kadang berasap menandakan bahwa bukit/gunung itu kaya akan batu-bara.

Dalam hati saya berkata “gunung-gunungnya sudah gundul lalu batubara dibakar, jadi berapa ton CO2 yang akan mencemari bumi sementara pohon-pohon yang akan menyerapnya sudah berkurang”.”

Ironisnya lagi, tambah Marwan, masyarakat yang hidup di sekitar tambang kebanyakan hidup miskin dan tanpa listrik. Dia tidak habis berpikir bahwa kekayaan negeri ini hanya dinikmati oleh segelintir orang. Batinnya bergejolak, sebab apa yang sedang dia kerjakan tidak sesuai dengan idealismeya. Akhirnya Marwan memutuskan berhenti setelah bekerja 6 hanya (enam) bulan di perusahaan itu.

Sejak saat itu Marwan pun mulai berhasrat mempelajari dan mengembangkan energi terbarukan, karena dia sadar suatu saat nanti sumber-sumber energi fosil akan habis.

Pada Tahun 2006 Marwan mendapat gelar Magister Teknik (MT) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jurusan Teknik Elektro dengan bidang studi: sistem tenaga. Topik riset yang diambilnya adalah Optimal Reactive Power Compensation on Jawa-Bali Grid System Using Artificial Immune System via Clonal Selection Algorithm (CSA).

Marwan berharap pemerintah Indonesia mulai lebih serius mengambil langkah kebijakan energi yang mendorong pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan.

“Hampir seluruh negara maju saat ini mulai mengembangkan technologi yang berorientasi pada RE. Uni Eropa, misalnya, bersepakat bahwa di tahun 2050 nanti 100% pasukan energi listrik mereka berasal dari sumber-sumber energy terbarukan. Jepang yang semula hanya memanfaatkan sebagian kecil saja energi terbarukan, kini sedang membangun renewable energy plants berupa wind farm (tenaga angin: red.) dan sistem fotovoltaik dalam sekala besar,” ujarnya.

(Catatan: Dari pengamatan NO selama berlangsungnya konferensi, bencana nuklir Fukushima tahun 2011 masih menyisakan trauma bagi rakyat Jepang, dan ini mau tak mau memaksa pemerintah Jepang untuk mengembangkan sumber-sumber energi alternatif terutama energi terbarukan, sebagai pengganti energi nuklir. )

Di Hokkaido, tempat Marwan melakukan riset saat ini, akan dibangun wind farm dengan kapasitas 400 MW. Di lepas pantai Fukushima juga akan dibangun floating wind farm dengan kapasitas yang cukup besar sebagai pengganti pembangkit nuklir yang hancur saat tsunami 2011. Projek ini akan berlanjut sampai dengan tahun 2050.

Marwan kuatir, Indonesia akan ketinggalan dalam percaturan tingkat global di bidang energi kalau kelak lahir kebijakan internasional yang mengikat semua negara untuk membatasi pembangkitan energi dengan menggunakan bahan bakan fossil. Juga, menurut Marwan, teknologi energi nuklir sampai saat ini belum mampu menjamin tidak terulangnya berbagai bencana dari penggunaan energi nuklir.

“Saya berharap Indonesia bisa memaksimalkan pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan yang ada, dan tidak melakukan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan oleh negara-negara maju terutama digunakannya tenaga nuklir, mumpung kita masih dalam tahap negara berkembang,” kata Marwan.

Setelah menyelesaikan program riset pasca doktoralnya, Marwan berencana kembali ke tanah air dan menyumbangkan pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya di bidang energi terbarukan untuk ikut membangun Indonesia (brk/*).

Nias Butuh Pemimpin Yang Berkarakter

Sunday, September 21st, 2014

Jakarta  – Dewan Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (DPP GPKN) mengadakan diskusi panel di Jakarta, bertempat di Hotel MegaPro (20-09-2014) dengan Thema Peluang dan Tantangan Pemuda Dalam Pembangunan Provinsi Kepulauan Nias, menghadirkan narasumber KombesPol (Purn) Drs. Asli Manao dan Drs. Saroziduhu Zebua, MM serta moderator Apolonius Lase

Pemateri KombesPol (Purn) Drs. Asli Manao menyampaikan pengalaman saat pulang ke nias belum lama ini, bahwa kepulauan nias butuh pemimpin yang punya karakter dan berhati melayani dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi.  Perananan semua tokoh, rohaniawan harus turut serta dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat supaya sadar bahwa kita sudah tertinggal jauh dengan daerah lain.

Salah satu contohnya rata-rata kebutuhan pokok masyarakat nias mulai dari sayur mayur selalu di datangkan dari luar nias, padahal nias punya potensi untuk hal ini akan tetapi kurangnya pemberdayaan masyarakat oleh pemimpin nias di kepulauan nias saat ini, lanjut Asli Manao dalam pemaparannya.

Asli Manao menambahkan, Peranan pemuda dibutuhkan untuk bisa ambil bagian, terlebih dalam menyongsong pemilukada yang rencana akan di gelar tahun 2015 untuk bersama-sama memberikan pencerahan kepada masyarakat nias supaya memilih pemimpin yang punya kakter, punya hati untuk membangun, mau memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat sehingga kebutuhan tadi tidak lagi di datangkan dari luar pulau nias.

Sedangkan pemateri Drs. Saroziduhu Zebua, MM yang juga sebagai Ketua Badan Persiapan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) Jakarta menyampaikan proses perjuangan provinsi kepulauan nias yang dimulai dengan deklarasi 02 Pebruari 2009 dan di lanjutkan dengan pembentukan BPP-PKN Jakarta pada tanggal 18 Pebruari 2012.

Saroziduhu Zebua mengatakan bahwa pencapaian pembentukan provinsi Kepulauan Nias yang sebentar lagi akan di sahkan oleh DPR RI pada sidang paripurna 25 September 2014 semuanya itu karna kasih karunia Tuhan. Proses perjuangan selama ini selalu menuai pro dan kontra, ada yang pesimis bahwa Kepulauan Nias mustahil menjadi sebuah provinsi dilihat dari SDM dan SDA yang ada, walaupun sebenarnya kalau kita melihat nias sangat kaya akan potensi SDA jika dikelola dengan baik mulai dari hasil bumi, pariwisata dan budaya.

Sementara Tobias Duha, Ketua Umum DPP – GPKN mengatakan tujuan diskusi panel kali ini untuk memberikan pencerahan serta mengajak pemuda nias untuk bersama-sama memberikan buah pemikiran dalam menyongsong provinsi Kepulauan Nias yang sebentar lagi akan disahkan oleh DPR RI. Pemuda sebagai agen perubahan tentunya punya peranan penting dalam mengawal provinsi kepulauan nias, GPKN sebagai ormas kepemudaan siap mengawal serta memberikan pencerahan kepada masyarakat khususnya pemuda untuk tidak lagi salah dalam memilih pemimpin.

Ketua Panitia, Wardaniman Larosa memberikan apresiasi kepada para pemuda yang hadir pada diskusi panel GPKN, kehadiran pemuda yang berasal dari berbagai kampus merupakan bukti bahwa pemuda nias sangat rindu untuk punya wadah dalam menyampaikan ide dan gagasan untuk ikut bagian dalam mengisi pembangunan di Kepulauan Nias.

Dimikian rilis berita yang diterima Redaksi NO dari DPP GPKN (brk/*)

Pemerintah Pastikan Sahkan Sekitar 20 Daerah Otonomi Baru

Friday, September 19th, 2014

Ilustrasi | pdk.or.id

Ilustrasi | pdk.or.id

NIASONLINE, JAKARTA – Posisi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang semula berkukuh menolak pembentukan daerah otonomi baru (DOB) dipastikan berubah. Sebelumnya, pemerintah berpendapat tidak mau menyetujui usulan DOB tersebut dengan alasan tidak mau membebani pemerintahan berikutnya. Persetujuan atas pembentukan DOB tersebut akan diserahkan kepada pemerintah Jokowi yang akan menggantikannya. (more…)

Pimpinan DPRD Nias Gugat UU Pembentukan Kabupaten Nias Barat ke MK

Thursday, September 18th, 2014

dprd niasNIASONLINE, JAKARTA – Pemekaran Kabupaten Nias Barat dari Kabupaten Nias pada 2008 masih menyisakan persoalan. Hal itu terkait bergabungnya sejumlah desa di Kecamatan Lölöfitu Moi ke Kabupaten Nias Barat dan sebagian lainnya masih di Kabupaten Nias sebagai kabupaten induk. (more…)