Posts Tagged ‘Kepulauan Nias’

Mengabdi Menjadi Kepala Daerah Kabupaten/Kota

Monday, March 16th, 2015

Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM*

OpiniKEPULAUAN Nias yang telah menjadi 4 (empat) Kabupaten dan 1 (satu) Kota, serentak melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) pada bulan Desember 2015 mendatang. Perhelatan pemilukada tersebut telah memberikan angin segar dan motivasi bagi sebagian putra-putri Nias untuk mengikuti pemilukada tersebut menjadi bakal calon (Balon) Kepala Daerah di Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Nias Barat. Para Balon yang akan menyediakan diri itu, ada yang bertempat tinggal di Kepulauan Nias dan ada juga yang bertempat tinggal di luar Kepulauan Nias.

Kalau kita melihat dan membaca di media sosial seperti facebook, twitter, instagram, sudah mulai bermunculan nama putra-putri Nias yang menjagokan dirinya untuk menjadi Balon Kepala Daerah di Kepulauan Nias. Dan ini kita sangat memberikan apresiasi, ternyata putra-putri Nias sekarang banyak yang sudah memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin di Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias.

Melalui semangat yang sudah mulai menyala pada masing-masing Balon Kepala Daerah tersebut, dapat diartikan bahwa sudah banyak putra-putri Nias yang telah memiliki kompetensi di bidang manajemen pemerintahan. Sudah banyak putra-putri Nias yang telah memiliki keahlian di bidangnya masing-masing, sehingga melalui pengalaman itu telah memberikan inspirasi bagi Balon untuk berbuat yang lebih baik di dalam mensejahterakan masyarakat yang berdomisili di Kepualaun Nias.

Permasalahnya sekarang, yaitu apakah masing-masing Balon tersebut sudah sangat bersungguh-sungguh untuk mensejahterakan masyarakat Kepulauan Nias bila nanti terpilih menjadi Kepala Daerah definitif? Tentu hal ini perlu dipertanyakan mulai dari sekarang.

Mari melihat beberapa fakta yang telah terjadi di beberapa daerah di wilayah Negara kesatuan republik Indonesia, yaitu pertama, ada diantara Balon yang sangat bersemangat untuk menjadi Kepala Daerah, karena ingin berkuasa. Untuk mencapai tujuan itu si Balon akan menempuh berbagai cara atau menghalalkan segala cara termasuk membagi-bagikan uang, yang istilahnya dikenal sebagai money politic (politik uang), agar dipilih rakyat di wilayah itu menjadi pemenang pemilukada.

Kadang masyarakat lupa bahwa bila menerima uang dari Balon sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) umpamanya, paling lama uang tersebut bertahan di kantong mungkin hanya 5 (lima) hari, sedang bila Balon itu terpilih dan memerintah selama 5 (lima) tahun ke depan, berarti masih ada hari lain yaitu 1.825 hari – 5 hari = 1.820 hari yang bisa penuh penderitaan dan atau penuh kesejahteraan. Jadi bila calon Kepala Daerah itu terpilih, maka kita berharap Kepala Daerah itu akan bekerja keras untuk memperbaiki kesejahteraan kita selama 1.820 hari. Semoga Anda bisa menangkap arti dan maksud dari hitung-hitungan hari di atas.

Kedua, mungkin juga ada Balon yang memiliki keinginan untuk mensejahterakan dirinya sendiri beserta kroni-kroninya setelah memenangkan pemilukada dan berkuasa penuh untuk mengelola keuangan yang bersumber dari APBD dan APBN dengan baik. Artinya tidak bisa tertangkap tangan KPK atau aliran keuangannya tidak bisa ditelusuri oleh PPATK.

Ketiga, bisa juga ada Balon Kepala Daerah itu yang sangat peduli pada Tim Suksesnya dengan cara membagi-bagi jabatan kepala dinas setelah memenangkan pemilukada. Contoh ada Tim Sukses yang berlatarbelakang pendidikan keagamaan, ditunjuk menjadi Kepala Dinas Pertanian, atau jabatan lainnya.

Keempat, bisa saja terdapat Balon Kepala Daerah yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya menjadi Kepala Daerah. Berdasarkan pengalaman hidup selama bekerja selama ini sudah memiliki kompetensi berupa knowledge (pendidikan), skill (kemampuan), dan personal attributes (atribut personal-sikap, perilaku, komunikasi, kerjasama), sehingga pada waktu sekarang sudah sangat tepat untuk melayani masyarakat di wilayah Kabupaten/Kota, agar hidup dari masyarakat menjadi sejahtera.

Berdasarkan beberapa catatan di atas, kira-kira apa yang menjadi keinginan dari para Balon Kepala Daerah di Kepulauan Nias? Bisa saja ada keinginan untuk berkuasa, atau ingin mensejahterakan diri dan kroni-kroninya, atau hanya peduli pada Tim Suksesnya, atau ingin mengabdi untuk melayani masyarakat. Untuk mengetahui apa yang diinginkan, tentu masing-masing Balon perlu bertanya pada diri sendiri. Tetapi harapan kita semua bahwa Balon Kepala Daerah yang ingin berkompetisi pada pemilukada di Kepulauan Nias, memiliki keinginan besar serta menyala-nyala untuk mengabdikan dirinya pada kemaslahatan masyarakat dan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Nias.

Pertanyaan selanjutnya yaitu, bagaimana Anda sebagai Balon dapat mewujudkan pengabdiannya untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera? Tentu masing-masing Balon perlu melakukan survei kecil-kecilan untuk memastikan mengenai kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada manajemen pemerintahan yang sekarang. Hal lain yang dilakukan lagi yaitumendalami dengan seksama mengenai apa saja kepentingan dan kebutuhan masyarakat di Kepulauan Nias pada waktu sekarang dan yang akan datang. Para Balon perlu melakukan inventarisasi pada kekuatan dan kelemahan manajemen pemerintahan sekarang, sekaligus merinci peluang dan ancaman Anda ke depan. Lalu menginventarisir juga mengenai kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kepulauan Nias.

Kepulaun Nias sudah menjadi kawasan strategi pariwisata nasional (KSPN) di wilayah bagian barat Indonesia, serta para Kepala Daerah di Kepulauan Nias sudah menyepakati dalam suatu forum pada pertengahan tahun 2014 yang lalu bahwa lokomotif pembangunan Kepulauan Nias adalah sektor pariwisata. Berhasilnya sektor pariwisata ini tentu sangat didukung oleh sektor-sektor lain seperti pertanian, perhubungan, pekerjaan umum, kelautan dan perikanan dan lain-lain. Karena itu para Balon Kepala Daerah sebaiknya turut menginventarisir juga mengenai hal-hal yang sangat berkaitan dengan peningkatan prasarana dan sarana kepariwisataan di Kepulauan Nias.

Untuk diketahui bersama bahwa pemerintah itu pada dasarnya memiliki 2 (dua) fungsi, yaitu fungsi primer (pelayanan dan pengaturan) dan fungsi sekunder (pembangunan dan pemberdayaan). Jadi sekali lagi kita sebutkan, bahwa fungsi pemerintah terdapat pada fungsi pelayanan dan pengaturan pada masyarakat yang menjadi subjek pemerintahan, serta berfungsi pula dalam hal pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat (Zebua, 2014).

Nah, apa saja yang akan dilakukan dan bagaimana cara melaksanakannya, tentu diperlukan penjabaran lebih dalam dan penjabarannya pun hendaknya dilakukan secara komprehensif. Walau semuanya itu selalu didasarkan pada visi, misi, dan tujuan para Balon, atau minimal pengaplikasiannya terdapat pada berbagai program kerja yang akan diusung bila Balon terpilih sebagai Kepala Daerah definitif. Program kerja-program kerja yang disiapkan serta diperiodekan pada bentuk program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang, diharapkan dapat menjadi patokan atau merupakan miles-stone pencapaian realisasi dari visi para Balon nantinya. Dan ini akan selalu dievaluasi setiap tahun, sehingga pada akhir periode kepemimpinan Kepala Daerah sudah dapat dinilai seberapa besar tercapainya visi Kepala Daerah.

Untuk itu, sangat diperlukan kesiapan para Balon untuk menyiapkan diri dengan serius, agar mampu melaksanakan strategi Anda bila terpilih menjadi Kepala Daerah. Strategi yang Anda lakukan sekarang adalah menyiapkan route jalan selebar-lebarnya agar jalan itu bisa Anda lewati dengan mulus dan nyaman, serta pilihlah alat yang digunakan untuk mempercepat waktu perjalanan Anda pada saat Anda melewati jalan tersebut. Dan alat yang dimaksud di sini adalah program kerja Anda selama duduk dalam jabatan sebagai Kepala Daerah.

Selamat mengabdikan diri untuk menjadi Kepala Pelayan masyarakat dan selamat melaksanakan pembangunan di Kepulauan Nias demi perwujudan kesejahteraan masyarakat yang dilayani, sesuai dengan keinginan pada waktu menjadi Balon Kepala Daerah.

*Penulis buku “Inspirasi Pengembangan Pariwisata di Daerah (2014)”, dan Staf Pengajar di beberapa Perguruan Tinggi di Yogyakarta.

Budaya Baca di Sekolah-Sekolah Kepulauan Nias Perlu Ditumbuh-kembangkan

Saturday, March 14th, 2015

Oleh: Agustinus Sihura, S.Pd., M.S*

OpiniSekolah sebagai lokasi utama yang menjalankan kegiatan pendidikan perlu memikirkan dan melakukakan usaha besar untuk membentuk sumber daya manusia yang berwawasan luas dan berkarakter bangsa. Sekolah bukan sekedar objek semata tetapi merupakan tempat untuk mendidik dan mengajar anak-anak bangsa menjadi manusia yang mampu memajukan bangsa. Kehadiran sekolah sebagai wahana pembentukan manusia bukan merupakan fiksi belaka melainkan suatu realita yang diakui oleh pemerintah dan masyarakat.

Seiring dengan perkembangan zaman, sekolah sebagai dunia pendidikan semakin dihadapkan pada berbagai tantangan termasuk pembangunan manusia yang berwawasan luas dan berkarakter bangsa. Untuk menghadapi tantangan tersebut tentunya sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias perlu memikirkan strategi dan usaha yang baik sehingga pembangunan manusia yang berwawasan luas dan berkarakter bangsa dapat dicapai secara maksimal. Strategi dan usaha yang dimaksud tentunya tidak hanya terbatas pada strategi pembelajaran internal yaitu pembelajaran di dalam kelas.

Salah satu strategi yang terakui sebagai usaha yang dapat menciptakan manusia-manusia yang berwawasan luas adalah kebiasaan membaca atau budaya baca. Membaca dapat mengantar manusia untuk mencapai derajat pengetahuan yang tinggi. Jadi sangatlah tepat apabila dikatakan bahwa membaca adalah syarat utama untuk membangun intelektualitas. Kalau kita melihat para pendiri bangsa Indonesia, mereka adalah orang-orang yang gemar membaca. Bung Karno, Bung hatta, Sutan Sjahrir mereka begitu dekat dengan buku. Kedekatan dengan buku membuat mereka berwawasan luas dan berpikiran besar (Republika.Co.Id, Oleh: Faisal Fadilla).

Pada beberapa tahun terakhir ini membaca dalam kehidupan sehari-hari sangat sulit dijumpai apalagi di Kepulauan Nias khususnya di sekolah-sekolah. Mulai dari pelajar sampai orang yang sudah bekerja termasuk guru hampir sedikit yang melakukan kegiatan membaca dalam kehidupan sehari-hari. Padahal dengan membaca, kita dapat memperoleh banyak informasi dan pengetahuan. Hasil survei UNESCO menunjukkan bahwa Indonesia masih jadi negara dengan minat baca masyarakat paling rendah di ASEAN! Tahun 2012, UNESCO mencatat indeks minat baca kita cuma 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Dari indeks tersebut tentu kita dapat membandingkan indeks minat baca di Kepulauan Nias.

Berdasarkan hasil pengamatan, rendahnya minat baca di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias disebabkan oleh beberapa aspek, yakni kurangnya motivasi atau dorongan pihak sekolah untuk mengajak anak didik dalam kegiatan membaca, rendahnya pengelolaan perpustakaan, ketidaktersediaan buku dan ruang perpustakaan, tidak adanya program budaya baca sekolah yang terorganisir dan terjadwal. Rendahnya budaya dan minat baca di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias juga dapat kita buktikan dari kegiatan siswa di luar sekolah atau ketika sudah tiba di rumah. Dari hasil pengamatan, hampir jarang sekali siswa yang membaca ketika sedang berada di luar sekolah. Tentunya, ini disebabkan tidak ditumbuh kembangkannya budaya baca dari sekolah. Di samping itu, minat baca yang rendah ini dapat kita amati dari kegiatan-kegiatan ekstra. Kebanyakan siswa hanya diarahkan pada satu kegiatan yang sifatnya monoton. Contohnya: olahraga atau olah vokal. Hampir tidak ada sekolah yang menyelenggarakan program membaca pada kegiatan ekstra siswa.

Selain penyebab-penyebab tersebut di atas, rendahnya minat baca siswa di sekolah-sekolah yang ada di Kepulauan Nias juga dipengaruhi oleh faktor kebiasaan keluarga yang tertanam pada diri siswa. Misalnya, kebiasaan anggota keluarga yang memanfaatkan waktu luang mereka untuk menonton televisi atau kebiasaan anggota keluarga terutama orangtua yang membiarkan anak-anak mereka untuk tidak belajar termasuk membaca.

Menyadari manfaat besar dari membaca dan fakta terkait minat baca masyarakat yang masih rendah terutama masyarakat kepulauan Nias serta mengingat peran sekolah sebagai tempat pembentukan manusia, sekolah-sekolah dari berbagai tingkatan pendidikan di Kepulauan Nias diharapkan berpacu untuk menumbuhkan dan mengembangkan program budaya baca. Karena melalui program budaya baca di sekolah, siswa akan terbiasa membaca dengan memanfaatkan buku atau bahan bacaan yang ada dan akan berdampak pada kegiatannya di luar sekolah. Dengan demikian, sekolah akan melahirkan siswa-siswa yang berpikiran besar atau manusia-manusia yang berwasan luas di tengah-tengah lingkungan kita. Di samping peran sekolah, tentunya pengembangan budaya baca tentunya juga perlu dikembangkan dalam keluarga dan masyarakat.

*Penulis adalah seorang guru / wiraswasta.

Dampak Sidang Raya PGI di Kepulauan Nias

Sunday, November 2nd, 2014

Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM*

MZ2BANGGA dan mantap Kepulauan Niasku. Pada tahun 2014 ini, Kepulauan Nias mendapat kehormatan besar untuk menjadi tuan rumah sebagai penyelenggara Sidang Raya PGI. Sungguh membanggakan.

Informasi ini didapatkan dari Bapak Walikota Gunungsitoli sebagai Ketua Pantia. Beliau mengatakan bahwa pada tahun 2014 ini ada momen besar di Kepulauan Nias, yakni pelaksanaan Sidang Raya XVI dan Musyawarah Pekerja Lengkap (MPL) Persatuan Gereja Indonesia (PGI). Sidang Raya ini dihadiri tamu-tamu yang berasal dari dalam negeri dan mancanegara.

Walaupun skala PGI merupakan skala nasional tetapi karena gaungnya PGI di Indonesia sangat besar, maka kemungkinan besar dan diharapkan bahwa Presiden RI akan hadir pada pembukaan Sidang Raya ini. Demikian juga jajaran Kabinet Kerja Presiden RI dan utusan-utusan dari luar negeri pasti banyak yang datang. Kehadiran Presiden RI, jajaran Kabinet, dan utusan dari beberapa Negara dalam Sidang Raya PGI ini, akan memberikan dampak yang sangat besar pada masa depan Kepulauan Nias. Dampak utamanya adalah menjadi daya ungkit pada perkembangan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan di Kepulauan Nias.

Beberapa dampak lain dari pelaksanaan Sidang Raya di Kepulauan Nias ini, yaitu: Dampak pertama yaitu mereka akan melihat sejauhmana persekutuan gereja-gereja yang ada di Kepulauan Nias, menjadi satu sebagai insan yang diselamatkan. Dampak kedua, persepsi mereka pada karakter manusia Nias di Kepulauan Nias. Dampak ketiga, mereka akan melihat mengenai kemampuan putra-putri Nias untuk melaksanakan penyambutan terhadap tamu-tamu agung yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dampak keempat, mereka akan melihat mengenai kerjasama antara panitia lokal dan panitia nasional dalam menyukseskan Sidang Raya. Dampak kelima, mereka akan melihat sikap dan perilaku orang Kristen di Kepulauan Nias. Dampak keenam, mereka akan melihat keadaan sosial dan budaya masyarakat Nias. Dampak ketujuh, mereka akan melihat objek dan daya tarik wisata yang unik di Kepulauan Nias. Dampak kedelapan, mereka akan melihat dan merasakan makanan khas daerah Kepulauan Nias. Dampak kesembilan, mereka akan melihat hasil kerajinan khas warga masyarakat di Kepulauan Nias. Dampak kesepuluh, mereka akan melihat pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan di Kepulauan Nias. Dampak kesebelas, mereka akan merasakan mengenai keamanan dan kenyamanan selama berada di Kepulauan Nias.

Dampak-dampak yang dirasakan para tamu ini akan terucap setelah meninggalkan bumi Kepulauan Nias. Biasanya kesan itu terucap pada waktu mereka sudah menyelesaikan tugasnya di Kepulauan Nias, seraya bercakap-cakap dengan temannya di perjalanan menuju daerah mereka masing-masing. Hasil percakapan mereka itu bisa berujud pada hal-hal yang bersifat positif atau sebaliknya pada hal-hal yang bersifat negatif.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana cara supaya kesan tamu-tamu agung tersebut menjadi ucapan yang positif? Nah, untuk mewujudkan ini, sebaiknya kita memakai kacamata ‘manfaat’.

Peserta Sidang Raya berkenan datang di Kepulauan Nias, berarti mereka akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Nias. Baik bersifat manfaat material maupun bersifat manfaat non material. Dari segi material, mereka akan berbelanja penginapan, transportasi, makan, dan oleh-oleh khas Kepulauan Nias. Dari segi non material, mereka akan memberikan pelajaran yang sangat berhaga bagi kita, dalam hal keimanan, ketekunan, kerjasama, koordinasi, pengorganisasian, saling menghargai, percaya mempercayai, kepemimpinan, pengambilan keputusan dan lain-lain.

Kalau kita semua berpandangan bahwa para tamu yang menghadiri Sidang Raya PGI akan memberikan banyak ‘manfaat’, menjadikan kita ringan kaki dan tangan dalam melakukan pekerjaan, bertindak ramah, dan selalu penuh sukacita. Mudah bekerja, mudah melangkah dan mudah tersenyum.

Apabila panitia bekerja dengan sukacita dan panitia serta masyarakat Kepulauan Nias dapat melakukan kerjasama yang mantap, dalam rangka menghadirkan ‘kesan’ yang baik kepada tamu-tamu yang hadir pada Sidang Raya tersebut, dipastikan akan menghadirkan kesan yang positif. Dari mata turun ke hati dan dari hati turun ke tindakan yang menghasilkan kesan dan tindakan yang positif.

Bagaimana kalau sebaliknya bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan sebuah beban? Kalau yang dikedepankan adalah beban, maka yang terjadi adalah mudah berkeluh kesah, kesel, malas-malasan, saling menyalahkan, mudah bersungut-sungut dan mungkin tabiat-tabiat buruk yang lain akan muncul he he. Tidak terlihat sukacita di rona muka bahkan yang bisa dilihat adalah bekerja asal-asalan. Kalau hal ini yang disandang para panitia, akan mudah ditebak bagaimana hasil akhir dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Hasilnya akan menjadi kacau balau dan tidak berkesan sehingga kata akhir dari peserta Sidang Raya adalah kurang bagus pelaksanaannya.

Oleh karena itu, kesiapan kita dalam berbagai tugas menjelang dilaksanakannya sidang raya PGI pada tahun 2014 ini betul-betul diupayakan tertata dengan baik. Semua insan yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan Sidang Raya PGI ini hendaknya memiliki semboyan dalam hati bahwa akan berbuat yang terbaik menjelang, saat sidang, dan berakhirnya Sidang Raya tersebut di bumi Kepulauan Nias. Tujuannya adalah agar semua tamu yang datang dari luar Nias ke Kepulauan Nias memiliki pendapat dan kesan bahwa MEMANG ORANG-ORANG NIAS ITU PINTAR-PINTAR DAN RAMAH. Objek dan daya tarik wisatanya pun menakjubkan dan masih asli belum tertular virus-virus dari luar.

Untuk itu kepada Panitia penyelenggaraan Sidang Raya PGI yang berasal dari Kepulauan Nias, supaya menyiapkan juga salah satu acara khusus bagi tamu-tamu peserta Sidang Raya yaitu TOUR PADA OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA UNGGULAN KEPULAUAN NIAS. Tour ini menjadi sangat penting dan banyak manfaatnya pada Kepulauan Nias di masa yang akan datang sebagai salah satu kawasan strategi pariwisata nasional (KSPN).

Manfaat yang akan kita dapatkan pada waktu sekarang, yaitu tamu-tamu yang ikutserta dalam rombongan tour itu, akan dapat menjadi agen-agen kita di waktu yang akan datang. Apabila mereka bisa sebagai agen, tentu akan bercerita tentang keunikan pariwisata di Kepulauan Nias kepada orang lain. Supaya harapan ini bisa terwujud, mereka diberi kelengkapan lain dengan menyiapkan brosur-brosur tentang objek dan daya tarik wisata yang dimiliki Kepulauan Nias.

Distribusikanlah brosur-brosur itu di meja-meja persidangan, karena nantinya brosur itu akan menjadi sumber informasi bagi mereka setelah meninggalkan Kepulauan Nias. Kegiatan ini merupakan sebuah taktik yang disiapkan oleh panitia. Pelaksanaan taktik ini dikandungmaksud sebagai upaya untuk melakukan kegiatan, yaitu PROMOSIKAN PARIWISATA KEPULAUAN NIAS KEPADA TAMU/PESERTA SIDANG RAYA PGI.

Apakah kegiatan Sidang Raya ini akan memberikan sebuah peluang untuk itu? Sebuah peluang bisa terdapat dimana-mana, tetapi orang-orang yang datang di Kepulauan Nias berkenaan dengan Sidang Raya PGI, merupakan sebuah peluang untuk langsung mempromosikan pariwisata Kepulauan Nias.

Promosi pariwisata Kepulauan Nias pada saat Sidang Raya ini merupakan satu peluang emas. Batangan emasnya ini menjadi sangat bernilai karena yang menghadiri Sidang Raya ini terdiri dari tamu-tamu agung yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Artinya kita tidak perlu melakukan kunjungan di beberapa Negara di luar negeri untuk mempromosikan pariwisata Kepulauan Nias. Kalau kegiatan kunjungan ke luar negeri dilakukan akan berbiaya besar, dan membutuhkan waktu berhari-hari.

Nah, sekarang mereka yang datang di Kepulauan Nias, kita tinggal menyiapkan berbagai macam informasi mengenai objek dan daya tarik wisata di Kepulauan Nias. Inilah yang disebut berpromosi dengan berbiaya rendah. Tangkap hati para tamu dan gunakan peluang pasar yang sudah berada di depan mata.

Berkenaan dengan beberapa poin di atas, tentu kita mengetuk pintu hati para Bupati/Walikota di Kepulauan Nias untuk bersama-sama menangkap pasar yang mungil ini. Beramai-ramailah menghadirkan objek dan daya tarik wisatanya yang menjadi unggulan, dan cantumkanlah informasi itu dalam brosur dengan bahasa yang menarik, sesuai kondisi dari masing-masing objek dan daya tarik wisata, serta bagikan brosur itu kepada setiap tamu yang hadir pada Sidang Raya PGI.

Kalau bisa, filemkan objek dan daya tarik wisata Kepulauan Nias. Lalu filem tersebut diputar pada sesi-sesi break, sehingga merasuk benak para peserta. Kalau sudah demikian, maka kita tinggal menunggu kedatangan mereka di Kepulauan Nias kembali, dalam wujud atau nama sebagai wisatawan yang berkunjung dan yang mengunjungi objek dan daya tarik wisata unggulan Kepulauan Nias.

Kepada teman-teman sekalian, silahkan dukung dan berikan ide cemerlang berkenaan dengan penyelenggaraan Sidang Raya PGI di Kepulauan Nias pada tahun ini. Semua yang akan dilakukan tentu bersumber dari dan untuk kita semua.

Selamat melaksanakan Sidang Raya, Tuhan Yesus memberkati, Amin.

*Penulis buku: Inspirasi Pengembangan Pariwisata di Daerah (2014), tinggal di Yogyakarta.

Koreksi dari DPP GPKN

Thursday, October 16th, 2014

Yth teman-teman redaksi Niasonline.net,

Mohon maaf atas kekeliruan pengetikan kami atas email yang kami kirim sebelumnya. Kami mengucapkan terima kasih banyak atas dimuatnya surat keberatan kami atas pemberitaan Niasonline.net berjudul “Nias Butuh Pemimpin yang Berkarakter“.

Surat elektronik yang kami kirim sebelumnya yang berjudul “Keberatan dengan berita Nias Bangkit yang berjudul “Nias Butuh Pemimpin yang Berkarakter” sebenarnya maksud kami adalah Niasonline.net. Mohon untuk mengoreksi judul tersebut menjadi Niasonline.net, begitu juga di dalam artikel yang masih ada kata “Nias Bangkit”. Kami sudah melampirkan koreksi yang benar, silahkan dicek.

Adapun alasan disisipkannya nama “Nias Bangkit” karena memang surat keluhan yang sama kami kirimkan sebelumnya ke Nias Bangkit dengan kata-kata yang hampir sama, namun sampai kini Nias Bangkit belum memuatnya sebagaimana teman-teman redaksi Niasonline.net muat.

Demikian surat koreksi kami ini. Terima kasih atas pengertian, perhatian dan kerjasamanya. Yaahowu!

Salam hangat,

Dellinus Sarumaha, S.H

Ketua DPP bidang Humas

HP: 0812.8105.9305

E-mail: de**************@**kn.org

Catatan Redaksi:

Koreksi DPP GPKN ini kami terima hari ini. Dalam imel yang dikirim dari dp*@**kn.org ini diselipkan juga berita tentang Turnamen Futsal GPKN Cup 2014, namun kami tidak muat di sini.

Keberatan dengan berita Nias Bangkit yang berjudul “Nias Butuh Pemimpin yang Berkarakter”

Tuesday, October 14th, 2014

Yang terhormat redaksi Niasonline.net,

Kami keberatan dengan berita Niasonline.net yang berjudul “Nias Butuh Pemimpin yang Berkarakter”. Kami keberatan karena berita tersebut memuat kegiatan GPKN yang diadakan oleh mantan pengurus DPP GPKN yang sebelumnya sudah kami “pecat” lewat pengambil-alihan posisi ketua umum GPKN. Kami beranggapan bahwa kegiatan yang berlangsung di Hotel Mega tersebut hanyalah kepentingan sekelompok orang yang mengatasnamakan DPP GPKN.

Perlu diketahui, bahwa berdasarkan hasil rapat bersama DPP Gerakan Pemuda Kepulauan Nias pada anggal 6 April 2014, berjumlah 9 orang dengan mengambil kesimpulan yang termuat dalam surat keputusan nomor 020/GPKN-KPS/IV/2014 (terlampir).

Berita ini sudah kami publikasikan di website resmi GPKN yakni di http://gpkn.org/blog/2014/04/22/pemberitahuan-kepengurusan-sementara-gpkn dan telah meng-share berita tersebut di media-media sosial Ono Niha.

Selanjutnya pada tanggal 15 Juni 2014 lewat Surat Keputusan bersama Deklarator, BPH dan DPP GPKN dengan nomor 022 /VI/GPKN-KP/2014 memutuskan menunjuk saudara Kristiurman Jaya Mendröfa untuk mengisi posisi sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (GPKN) untuk masa bakti sampai tahun 2017.

Publikasi resmi Ketua Umum GPKN yang baru atas nama Kristiurman Jaya Mendröfa memang belum kami lakukan karena kami ingin “mendeklarasikan” Ketua Umum baru kami kepada publik pada tanggl 12 Oktober 2014 mendatang bersamaan dengan penyelenggaraan “Turnamen Futsal GPKN Cup 2014” diantara pemuda Ono Niha se-Jabodetabek yang akan berlangsung di lapangan futsal Palmerah, Slipi – Jakarta Barat.

Dengan pertimbangan di atas, maka kami sebagai pengurus DPP GPKN yang sah tidak mengakui kegiatan yang diselenggarakan di hotel Mega tersebut. Kami merasa dirugikan dengan kegiatan diskusi tersebut, kami juga merasa dirugikan dengan pemberitaan yang dimuat oleh Nias-bangkit.com.

Kami berharap, Niasonline.net dapat mendengar dan memuat keluhan kami ini agar masyarakat luas bisa mengetahui kronologis yang sebenarnya terjadi atas kepengurusan DPP GPKN yang seolah-olah kini menjadi dua kubu yakni kubu Tobias Duha cs dan kubu Kristiurman Jaya Mendrofa cs. Padahal sebenarnya, “kubu-kubuan” itu tidak ada, karena salah satu pihak telah kami dipecat dan tidak punya wewenang untuk menyelenggarakan acara atas nama GPKN.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Yaahowu!

Jakarta, 22 September 2014

Hormat kami,

 

(Dellinus Sarumaha, S.H)

 

Diketahui oleh:

 

Viktor Gulo                                                                                      Kristiurman J. Mendrofa

Sekjen                                                                                                 Ketua Umum

 

Catatan Redaksi:

Redaksi menerima imel bertanggal 22 September 2014 ini pada hari Sabtu 11 Oktober 2014 – sekitar 3 minggu setelah berita berjudul Nias Butuh Pemimpin yang Berkarakter di muat di Nias Online.

Kami menunggu beberapa hari sebelum memuat imel ini untuk memberikan kesempatan kepada pengirim untuk mengoreksi kekeliruan mereka. Sebagaimana terlihat dari judulnya, surat elektronik ini sebenarnya ditujukan kepada “Nias Bangkit” … bukan Nias Online.

Forum Anak Gunungsitoli Menggarap Sebuah Film Fiksi

Friday, October 3rd, 2014

FAG-NOGunungsitoli – Nias Online. Sebagai salah satu bentuk kegiatan untuk mengasah kemampuan dan kreativitas, beberapa anak yang tergabung dalam Forum Anak Gunungsitoli tengah menggarap sebuah film fiksi yang menggambarkan harapan dan impian mereka untuk Indonesia. Film ini nanti akan diikutsertakan dalam ajang Festival Film Anak (FFA) 2014 yang diselenggarakan oleh Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

Demikian penjelasan sutradara Sony Roy Kurniawan Hulu di lokasi syuting ruang Samaeri Kantor Walikota Gunungsitoli, Selasa (30/9) dalam rilis berita Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) yang diterima Redaksi NO.

Dengan dukungan peralatan seadanya, anak-anak tetap berpartisipasi untuk menyuarakan hak dan mimpi anak Indonesia, khususnya anak-anak di Kepulauan Nias. Forum Anak Gunungsitoli berharap film ini dapat menjadi pemenang di ajang penganugrahan FFA 2014 pada tanggal 25 Oktober 2014 mendatang.

Menurut Misran Lubis, Direktur Eksekutif PKPA, FFA tahun ini merupakan pagelaran yang ketujuh. Selain kegiatan FFA, PKPA juga menyelenggarakan Festival Teater Anak (FTA) yang kedua. PKPA bersama dengan Sineas Film Documentary (SFD), Smile Program, Teater O USU dan Opique Pictures dengan dukungan Kinder Not Hilfe (KNH), Markisa Noerlen, Ikatan Alumni SMA Methodist 1 Medan tahun 1990 dan Mataniari Production, terus berupaya memberikan ruang dan apresiasi terhadap pandangan dan ide anak melalui film dan teater anak.

“Tema FFA dan FTA 2014 adalah Indonesia Baru, Indonesia Layak Anak, di mana anak-anak melalui film dan teater akan memberikan harapan, pandangan dan ide-ide terhadap pemerintahan Indonesia yang baru agar lebih berperspektif anak”, ucap Misran saat memberikan motivasi terhadap komunitas film dan teater anak.

Misran Lubis sangat mengapresiasi antusiasme Forum Anak Gunungsitoli dan Forum Anak Nias (FORANI) yang akan mengambil bagian dalam Festival Film Anak 2014. Ia menghimbau agar pemerintah memfasilitasi dan memberi dukungan kepada anak-anak Kepulauan Nias agar bisa meningkatkan kreativitas.

Masyarakat desa Olora – lokasi penggarapan film – sangat antusias menyaksikan proses penggarapan film tersebut. (BN/brk*)

Warga Nias Nyatakan Kekecewaan di Bundaran HI, Ini Isinya

Tuesday, September 30th, 2014

Ilustrasi | sindonews.com

Ilustrasi | sindonews.com

NIASONLINE, JAKARTA – Sejumlah warga Nias pada Senin (29/9/2014) malam menggelar aksi keprihatinan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta pada sekitar pukul 22.00 Wib. (more…)

DPR dan Pemerintah Batal Sahkan Provinsi Kepulauan Nias

Monday, September 29th, 2014

peta nias - antarasumutNIASONLINE, JAKARTA – Harap-harap cemas masyarakat Nias akan jadi tidaknya pembentukan Provinsi Kepulauan Nias akhirnya terjawab. Dalam rapat kerja (Raker) antara DPR dan Pemerintah hari ini memutuskan menolak mengesahkan seluruh usulan daerah otonomi baru (DOB) yang dinilai telah memenuhi syarat, termasuk di dalamnya usulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. (more…)

Penentuan Nasib Provinsi Kepulauan Nias Malam Ini Gagal

Sunday, September 28th, 2014

Yasonna H Laoly (Foto: FB)

Yasonna H Laoly (Foto: FB)

NIASONLINE, JAKARTA – Harapan untuk mendapatkan kepastian pembentukan Provinsi Kepulauan Nias malam ini, Minggu (28/9/2014) akhirnya kandas. Rapat mini fraksi dengan agenda pembahasan penetapan calon daerah otonomi baru (DOB) yang akan disahkan, gagal dilanjutkan. (more…)

Puluhan Warga Nias Ikuti Rapat Penentuan Nasib Provinsi Kepulauan Nias di DPR

Sunday, September 28th, 2014

Warga Nias di Gedung DPR RI | Sofi Manao

Warga Nias di Gedung DPR RI | Sofi Manao

NIASONLINE, JAKRTA – Malam ini (Minggu, 28/9/2014) menjadi malam penentuan lahir tidaknya Provinsi Kepulauan Nias. Pasalnya, malam ini, fraksi-fraksi di Komisi II DPR RI akan menyampaikan pandangan resmi terkait usulan daerah otonomi baru (DOB), termasuk Provinsi Kepulauan Nias. (more…)

Harap-Harap Cemas Menanti Kelahiran Provinsi Kepulauan Nias

Sunday, September 28th, 2014

Peta Nias | Antarasumut.com

Peta Nias | Antarasumut.com

NIASONLINE, JAKARTA – Tinggal dua hari lagi, anggota DPR RI periode 2009-2014 akan mengakhiri masa baktinya, tepatnya pada 30 September 2014. Selanjutnya, anggota DPR RI baru hasil pemilihan legislatif periode 2014-2019 akan dilantik pada 1 Oktober 2014. (more…)

Nias Butuh Pemimpin Yang Berkarakter

Sunday, September 21st, 2014

Jakarta  – Dewan Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Kepulauan Nias (DPP GPKN) mengadakan diskusi panel di Jakarta, bertempat di Hotel MegaPro (20-09-2014) dengan Thema Peluang dan Tantangan Pemuda Dalam Pembangunan Provinsi Kepulauan Nias, menghadirkan narasumber KombesPol (Purn) Drs. Asli Manao dan Drs. Saroziduhu Zebua, MM serta moderator Apolonius Lase

Pemateri KombesPol (Purn) Drs. Asli Manao menyampaikan pengalaman saat pulang ke nias belum lama ini, bahwa kepulauan nias butuh pemimpin yang punya karakter dan berhati melayani dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi.  Perananan semua tokoh, rohaniawan harus turut serta dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat supaya sadar bahwa kita sudah tertinggal jauh dengan daerah lain.

Salah satu contohnya rata-rata kebutuhan pokok masyarakat nias mulai dari sayur mayur selalu di datangkan dari luar nias, padahal nias punya potensi untuk hal ini akan tetapi kurangnya pemberdayaan masyarakat oleh pemimpin nias di kepulauan nias saat ini, lanjut Asli Manao dalam pemaparannya.

Asli Manao menambahkan, Peranan pemuda dibutuhkan untuk bisa ambil bagian, terlebih dalam menyongsong pemilukada yang rencana akan di gelar tahun 2015 untuk bersama-sama memberikan pencerahan kepada masyarakat nias supaya memilih pemimpin yang punya kakter, punya hati untuk membangun, mau memberdayakan ekonomi kreatif masyarakat sehingga kebutuhan tadi tidak lagi di datangkan dari luar pulau nias.

Sedangkan pemateri Drs. Saroziduhu Zebua, MM yang juga sebagai Ketua Badan Persiapan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN) Jakarta menyampaikan proses perjuangan provinsi kepulauan nias yang dimulai dengan deklarasi 02 Pebruari 2009 dan di lanjutkan dengan pembentukan BPP-PKN Jakarta pada tanggal 18 Pebruari 2012.

Saroziduhu Zebua mengatakan bahwa pencapaian pembentukan provinsi Kepulauan Nias yang sebentar lagi akan di sahkan oleh DPR RI pada sidang paripurna 25 September 2014 semuanya itu karna kasih karunia Tuhan. Proses perjuangan selama ini selalu menuai pro dan kontra, ada yang pesimis bahwa Kepulauan Nias mustahil menjadi sebuah provinsi dilihat dari SDM dan SDA yang ada, walaupun sebenarnya kalau kita melihat nias sangat kaya akan potensi SDA jika dikelola dengan baik mulai dari hasil bumi, pariwisata dan budaya.

Sementara Tobias Duha, Ketua Umum DPP – GPKN mengatakan tujuan diskusi panel kali ini untuk memberikan pencerahan serta mengajak pemuda nias untuk bersama-sama memberikan buah pemikiran dalam menyongsong provinsi Kepulauan Nias yang sebentar lagi akan disahkan oleh DPR RI. Pemuda sebagai agen perubahan tentunya punya peranan penting dalam mengawal provinsi kepulauan nias, GPKN sebagai ormas kepemudaan siap mengawal serta memberikan pencerahan kepada masyarakat khususnya pemuda untuk tidak lagi salah dalam memilih pemimpin.

Ketua Panitia, Wardaniman Larosa memberikan apresiasi kepada para pemuda yang hadir pada diskusi panel GPKN, kehadiran pemuda yang berasal dari berbagai kampus merupakan bukti bahwa pemuda nias sangat rindu untuk punya wadah dalam menyampaikan ide dan gagasan untuk ikut bagian dalam mengisi pembangunan di Kepulauan Nias.

Dimikian rilis berita yang diterima Redaksi NO dari DPP GPKN (brk/*)

Dicari, Pemimpin Tak Atasnamakan Rakyat Untuk ‘Gemukkan’ Diri dan Kelompoknya

Monday, September 15th, 2014

Fenueli Zalukhu | FB

Fenueli Zalukhu | FB

NIASONLINE, JAKARTA – Berbagai lapisan masyarakat Nias pilkada di seluruh Kepulauan Nias yang tahapannya dimulai pada tahun depan merupakan momen yang tepat untuk mewujudkan perubahan. Perubahan dalam wujud penempatan orang-orang yang tepat, berintegritas dan mampu bekerja keras untuk kesejahteraan masyarakat Nias, beranjak dari keadaan memprihatinkan saat ini. (more…)

Persetujuan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias Tunggu Rapat Terakhir Panja

Friday, September 12th, 2014

Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

NIASONLINE, JAKARTA – Realisasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tinggal selangkah lagi. Sebab, berdasarkan pembahasan antara pemerintah dan DPR, usulan Provinsi Kepulauan Nias menjadi salah satu dari sejumlah daerah otonomi baru (DOB) yang dinilai memenuhi syarat dan berpotensi lolos untuk disetujui DPR RI. (more…)

2015, 5 Daerah di Nias Mulai Tahapan Pilkada

Thursday, August 7th, 2014

Ilustrasi | nasriaika1125.wordpress.com/

Ilustrasi | nasriaika1125.wordpress.com/

NIASONLINE, JAKARTA – Empat kabupaten dan satu kota di Kepulauan Nias kembali akan disibukkan dengan suasana pemilihan umum pada 2015, yakni pemilihan umum kepala daerah. (more…)