Archive for the ‘Kesehatan’ Category

FDA Menyetujui Penuh Penggunaan Vaksin COVID-19 Buatan Pfizer Untuk Usia 16 ke Atas

Thursday, August 26th, 2021

* Tanpa menunggu berakhirnya masa pemantauan uji klinis

Badan Urusan Makan dan Obat Amerika Serikat (Food and Drug Administration – FDA) menyetujui penuh penggunaan COVID-19 buatan Pfizer untuk usia 16 ptahun ke atas. Persetujuan penuh FDA untuk penggunaan Produk yang dikenal dengan nama vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 diumumkan tanggal 23 Agustus lewat sebuah rilis yang dapat diakses di sini.

“Persetujuan FDA terhadap penggunaan vaksin ini merupakan tonggak capaian penting di tengah usaha kita memerangi pandemik. Sementara vaksin ini dan vaksin lain telah memenuhi standar – standar ilmiah FDA untuk otorisasi penggunaan darurat, sebagai vaksin COVID-19 pertama yang mendapat persetujuan penuh FDA, publik dapat sangat meyakini bahwa vaksin ini memenuhi standar – standar tinggi untuk keamanan, kefektifan dan kualitas produksi yang dituntut oleh FDA untuk suatu produk yang diseujui,” kata Acting FDA Commissioner Janet Woodcock, M.D.

“Sementara jutaan orang telah menerima vaksin COVID-19 dengan aman (melalui Otorisasi Penggunaan Darurat – Emergency Use Authorization (EUA), Red.), kami memahami bahwa untuk sebagian orang, persetujuan FDA terhadap penggunaan vaksin ini menanamkan kepercayaan diri tambahan untuk mau divaksinasi. Tonggak capaian ini akan membawa kita satu langkah lebih dekat untuk mengubah arah pandemik di Ameria Serikat,”, lanjutnya.

Vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 telah disediakan untuk individu berusia 16 tahun ke atas sejak 11 Desember 2020 lewat skim EUA. Autorisasi EUA ini diperluas untuk individu berusia 12 – 15 tahun sejak 10 Mei 2021.

***

Persetujuan penuh FDA ini agaknya melangkahi periode pemantauan hasil pengujian vaksin yang menurut informasi dari situs Pfizer berlangsung 2 (dua) tahun. Dalam sebuah halaman yang ketika tulisan ini dibuat kelihatannya tidak lagi tersedia / tak bisa diakses di situs Pfizer, pernyataan berikut ditulis:

To date, no one knows how long vaccine conferred protection will last in adolescents or adults. Researchers plan to monitor adolescent clinical trial participants for two years after vaccination to assess long-term safety and protection.” (Terjemahan bebas: Hingga saat ini, tak seorang pun tahu berapa lama protkesi yang diberikan vaksin bertahan dalam tubuh kelompok berusia muda maupun dewasa. Para peneliti berencana memantau peserta uji klinis berusia muda selama dua tahun setelah vaksinasi untuk menilai keamanan jangka panjang dan proteksi yang diberitakan vaksi kepada partisipan).

Periode pemantauan dua tahun yang disebut di depan juga dimuat dalam sebuah tulisan yang dapat diakses di sini. Menurut tulisan yang sama, uji klinis dimulai pada bulan Mei 2020, (hampir) bersamaan dengan diumumkannya Operation Warm Speed.

Berdasarkan informasi ini, dapat disimpulkan, sekurang-kurangnya, periode pemantauan hasil pengujian itu semestinya berlangsung hingga bulan Mei 2022. (brk/*)

 

 

 

CDC Akan Menghentikan Penggunaan Uji PCR Sesudah 31 Desember 2021

Tuesday, August 24th, 2021

Pusat Pengedalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention – CDC) akan menghentikan penggunaan uji Real-Time PCR (RT-PCR) untuk mendeteksi virus SAR-CoV-2. Uji RT-PCR diperkenalkan pada bulan Februari 2020.

Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan tertanggal 21 juli 2021, CDC merekomendasikan kepada laboratorium – laboratorium klinik dan tempat – tempat pengujian untuk memulai beralih pada uji COVID-19 yang disetujui badan makanan dan obat-obatan (Food and Drug Administration – FDA). Secara khusus, CDC menganjurkan metode multipleks yang “mampu memfasilitasi deteksi dan pembedaan / diferensiasi virus – virus SARS-CoV-2 dan influenza”.

CDC juga memberikan informasi untuk beberapa metode diagnostik COVID-19 yang diizinkan, termasuk uji diagnostik, uji serologi / antibodi dan respons kekebalan adaptif, serta pengujian untuk manajemen pasien COVID-19, yang dapat diakses di sini.

Pengujian PCR (polymerase chain reaction) sejak awal telah mengandung kontroversi. Jumlah kasus yang tinggi yang diperoleh lewat tes PCR telah menjadi semacam indikator bahwa suatu daerah telah menjadi zone yang rentan terhadap serangan SAR-CoV-2. Padahal hasil tes positif tidak selalu menujukkan bahwa seseorang menderita COVID-19 atau berpotensi menularkan SAR-CoV-2 kepada yang lain. Interpretasi hasil positif dari sebuah uji PCR disajikan dalam tulisan ini. (brk/*)

Peneliti: Bawang Putih Berpotensi Untuk Mencegah Penularan COVID-19

Monday, September 14th, 2020

Dua orang peneliti melihat potensi mengkonsumsi bawang putih sebagai salah satu tindakan bermanfaat untuk pencegahan penularan COVID-19.

Dalam sebuah karya ilmiah berjudul The effects of allium sativum on immunity within the scope of COVID-19, Profesor Mustafa Metin Donma dari Fakultas Kesehatan – Universitas Tekirdag Namik Kemal dan Profesor Orkide Donma dari Departemen Biokemistri Medis – Universitas Istanbul, Turki, menjelaskan potensi bawang putih (dengan nama Latin Allium sativum) dalam meningkatkan imunitas tubuh dan menekan produksi dan sekresi sitokin serta hormon leptin.

Karya ilmiah ke dua peneliti ini diterbitkan di jurnal Medical Hypotheses dari penerbit Elsevier dan dapat di akses di sini. Tulisan ini juga dimuat dalam situs web National Institutes of Healh (NIH) dan dapat diakses di sini. NIH adalah organ dari Departemen Kesehatan dan Pelayanan Manusia (Department of Health and Human Services) Amerika Serikat.

Mengutip beberapa karya ilimiah sebelumnya, kedua peneliti menjelaskan tanda-tanda awal orang yang tertular COVID-19 berupa: demam, batuk kering, distres pernafasan, rasa sakit di otot (mialgia), kelelahan dan kehilangan selera makan. Pasien COVID-19 juga mengalami gangguan fungsi penciuman dan daya mengecap rasa makanan (gustatori). Pada pasien kritis salah satu dari tiga kriteria ini dapat diamati: kegagalan respiratori, kejutan septik (septic shock) dan kegagalan multi-organ.

Efek menguntungkan bawang putih pada kesehatan sudah dikenal selama berabad-abad. Bawang putih mengandung senyawa-senyawa kimia yang mempengaruhi imunitas tubuh. Disfungsi imunitas tubuh berperan dalam perkembangan sejumlah penyakit dan berdsarkan penelitian sebelumnya, bawang putih berkontribusi dalam pencegahan dan pengobatan penyakit-penyakit seperti obesitas, sindrom metabolik, gangguan kardiovaskuler, maag, bahkan kanker.

Berdasarkan literatur yang mereka tinjau, kedua peneliti mengajukan hipotesis dan menyimpulkan bahwa semua dampak negatif yang datang dari COVID-19 dapat dilawan oleh senyawa-senyawa kimia yang terkandung dalam bawang putih. Oleh sebab itu, mereka mengusulkan agar bawang putih dimanfaatkan untuk mencegah penularan COVID-19 yang berasal dari virus SARS‐CoV‐2 ini.

Peminat, khususnya peneliti dan petugas medis, bisa mendalami lebih lanjut informasi lengkap penjelasan ilmiah kedua peneliti ini dengan membaca secara utuh karya ilmiah mereka yang dapat diakses secara bebas pada tautan yang diberikan di atas. (brk/*)

62 Negara Mendukung Usulan Penyelidikan Pandemik COVID-19

Monday, May 18th, 2020

Dalam sidang ke 73 Majelis Kesehatan Dunia (World Health Assembly, WHA) yang diselenggarakan secara virtual Senin (18 /05/2020), dihasilkan sebuah draft resolusi mendukung diadakannya penyelidikan independen tentang penyebaran wabah yang diakibatkan oleh wabah virus korona yang dikenal dengan COVID-19.

Draft resolusi ini diusulkan oleh 62 negara di antaranya: Australia, Indonesia, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Rusia, seluruh negara yang tergabung dalam Uni Eropah, dan Inggris.

Dalam draft resolusi yang dikeluarkan berjudul “COVID-19 response“, negara-negara pendukung penyelidikan itu meminta Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memprakarsai evaluasi imparsial, independen dan komprehensif untuk meninjau pengalaman yang diperoleh dan pelajaran-pelajaran yang ditimba dari respons kesehatan yang dikordinasi WHO terhadap COVID-19. Ini mencakup: (1) keefektifan mekanisme-mekanisme WHO, (2) fungsionalisasi Regulasi-regulasi Kesehatan Internasional (International Health Regulations, IHR) dan status implementasi rekomendasi-rekomendasi yang relevan dari Komite-Komite IHR sebelumnya, (3) kontribusi WHO terhadap usaha-usaha luas PBB, dan (4) tindakan-tindakan WHO dan linimasa-linimasa yang berkaitan dengan pandemik COVID-19.

Inisiatif yang diusulkan ini diharapkan membuat rekomendasi – rekomendasi untuk meningkatkan pencegahan, kesiap-siagaan dan kapasitas respons terhadap pandemik global, termasuk penguatan Program Kedaruratan Kesehatan WHO (Health Emergency Programme).

Selanjutnya draft resolusi itu menyatakan agar dalam inisiatif itu, Direktur Jenderal berkonsultasi dengan negara-negara anggota WHO dan menggunakan mekanisme yang berlaku.

Inisiatif ini merupakan hasil usulan Australia dan Uni Eropa untuk menyelidiki awal mula proses penularan wabah COVID-19 di China.

Pemungutan suara untuk mengesahkan draft resolusi itu diharapkan dilaksanakan pada hari Selasa pagi, 19 Mei 2020. (brk/*)

Australia Mulai Melonggarkan Pembatasan Kegiatan Publik

Wednesday, May 6th, 2020

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengumumkan akan melonggarkan pembatasan kegiatan masyarakat setelah landainya kurva pandemik Covid-19 di Australia.

Keputusan ini menyusul Rapat Kabinet Nasional yang diselenggarakan kemarin (Selasa, 5/5/2020), yang juga dihadiri secara virtual oleh PM Selanda Baru, Jacinda Ardern.

Menurut Scott Morrison, pelonggaran ini tidak seragam di seluruh negara bagian / teritorial karena laju pengurangan penularan yang berbeda. Oleh sebab itu, Menteri Utama (Premier) masing-masing negara bagian / teritorial diminta menjelaskan rincian pelonggaran sesuai dengan kondisi setempat.

Australia memberlakukan pembatasan gerak masyarakat dan penutupan kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan secara bertahap selama dua bulan terakhir.

Pelonggaran pengekangan ini akan diumumkan hari Jumat ini.

Bahan-bahan telah disiapkan bagi bisnis sebagai penuntun bagi para pekerja untuk bekerja secara aman di tengah pandemik.

Profesor Brendan Murphy, Chief Medical Officer Pemerintah Australia menyarankan bisnis mempertimbangkan pentahapan waktu karyawan memasuki dan keluar dari ruang kerja sehingga jarak yang aman bisa dijaga. Hal yang sama disarankan untuk masuk dan keluar eskalator.

Scott Morrison dan Brendan Murphy mengatakan peluang untuk munculnya kembali penularan setelah pelonggaran ini pasti ada. Namun periode lockdown telah memberikan waktu bagi pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan.

Keikutsertaan PM Selandia Baru Jacinda Ardern dalam rapat Kabinet Nasional Australia itu adalah dalam rangka menjajaki pembukaan “koridor perjalanan” antara Australia dan Selandia Baru pasca pelonggaran restriksi pergerakan masyarakat kedua negara.

Pada saat berita ini ditayangkan, kasus Covid-19 di Australia berjumlah 6875 dengan jumlah kematian 97 orang.
(brk/*)

Berita Terkini Pandemik Covid-19

Saturday, May 2nd, 2020

Nias Online – Sebuah dokumen setebal 15 halaman mengungkap China secara sengaja menyembunyikan atau memusnahkan bukti-bukti merebaknya wabah korona. Dokumen itu disusun oleh sejumlah negara Barat yang kena imbas penularan COVID-19. Dokumen itu mengatakan China menutupi kasus COVID-19 dengan “membungkam” atau “menghilangkan” para dokter yang angkat bicara tentang COVID-19, menghancurkan bukti-bukti virus itu di laboratorium dan menolak memberikan sampel hidup kepada peneliti internasional yang sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin. Isi dokumen itu diberitakan oleh harian The Saturday Telegraph, hari ini, Sabtu – 2-5-2020.

Sementara itu, usul Perdana Menteri Australia Scott Morrison untuk pembentukan sebuah tim internasional yang independen untuk menyelidiki merebaknya kasus COVID-19 mendapat reaksi keras dari Beijing. Usul ini bermaksud menyelidiki alasan merebaknya pandemik serta bagaimana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meresponsnya. Usul Australia ini memancing ancaman ekonomi dari China. Duta besar China di Australia, Cheng Jingye, memperingatkan bahwa konsumen China berpotensi memboikot produk-produk buatan Australia dan para mahasiswa China bisa menghindari universitas-universitas Australia apabila penyelidikan itu berlanjut. Scott Morrison tetap bergeming pada pendiriannya sambil menekankan bahwa tujuan penyelidikan itu adalah untuk mencegah merebaknya pandemik yang serupa di masa depan.

Hari ini (Sabtu, 2 Mei 2020) jumlah kasus di Indonesia bertambah sebanyak 292 sehingga total kasus menjadi 10,843. Jumlah kematian baru ada sebanyak 31 orang sehingga jumlah kematian keseluruhan 831. Jumlah orang berstatus ODP (orang dalam pemantauan) ada sebanyak 233,120 sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 22,123 orang. Dari jumlah kasus, Provinsi DKI masih menduduki tempat teratas sebanyak 4,397 disusul berturut-turut Jawa Barat (1043) dan Jawa Timur (1037).

Di Sumatera Utara, jumlah kasus ada sebanyak 117 dengan jumlah yang meninggal 13 orang dan yang sembuh sebanyak 41 orang.

Penyakit penyerta (komordibitas) yang memperburuk kesehatan para pasien yang meninggal termasuk: hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru. Demikian informasi dari Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Wabah Virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers hari ini (brk/*)

Informasi Terkini Pandemik Covid-19

Tuesday, April 21st, 2020

Nias Online – Singapura akhirnya memperpanjang lockdown sebagian hingga 1 Juni 2020. Keputusan ini diambil setelah jumlah kasus yang melonjak tajam akhir-akhir ini, terutama yang menimpa para pekerja migran. Lonjakan jumlah kasus di kalangan para pekerja ini dikarenakan kondisi hunian yang padat. Menurut pemberiatan South China Morning Post, para pekerja migran ini tidur di ranjang bertingkat dalam jumlah 12-20 orang setiap ruang yang disejukkan oleh kipas angin yang dipasang di langit-langit atau dinding. Ratusan orang di setiap lantai mandi dan buang air di fasilitas komunal / bersama.

Menurut Mohan Dutta, Professor dari Massey University di New Zealand yang mewawancara sejumlah pekerja migran, para pekerja migran ini kurang mendapat perhatian sampai-sampai alat-alat pembersih seperti sabun baru disuplai kepada mereka awal minggu ini, seperti diberitakan The Guardian. Selain itu kualitas makanan yang diberikan kepada para migran ini buruk dan kurang gizi.

Dalam dua hari terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Singapura melonjak tajam, dengan jumlah penularan sebanyak 1,426 pada hari Senin dan 1111 pada hari Selasa, sehingga jumlah total penularan di Singapura sebanyak 9125 kasus.

Sementara itu, Presiden Amerka Serikat Donald Trump mengatakan ia akan mendandatangai perintah eksekutif untuk menghentikan sementara imigrasi ke Amerika. Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah tertular sebanyak 792,958 dan kematian sebanyak 42,531 orang.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo melarang mudik Lebaran untuk meminimumkan penularan wabah Covid-19. Hingga hari ini, jumlah terinfeksi di Indonesia sudha mencapai 7,136 orang sementara angka kematian sebanyak 616 orang.

Dari Australia dilaporkan, sekitar dua per tiga dari jumlah yang tertular telah pulih kembali, dengan kasus aktif sebanyak 2,500. Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan selama 9 hari terakhir secara berturut-turut tercatat laju pertumbuhan kasus Covid-19 berada di bawah 1%. Meskipun sudah terlihat kecenderungan pelandaian kurva kasus Covid-19 di Australia, Perdana Menteri Scott Morrison belum bersedia melonggarkan pembatasan-pembatasan yang diberlakukan selama ini. Hingga berita ini disusun, jumlah kasus Covod-19 mencapai 6,645 dengan kematian sebanyak 71 orang. (brk/*)

Jumlah Penandatangan Petisi Menuntut Pengunduran Diri Direktur Jendral WHO mendekati 1 Juta Orang

Wednesday, April 15th, 2020

Jumlah penandatangan petisi menuntut pengunduran diri Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) – Tedros Adhanom Ghebreyesus – telah mendekati 1 juta orang. Hingga malam hari ini 15 April 2020, jumlah penanda tangan petisi yang diprakarsai oleh Osuka Yip pada tanggal 1 Februari 2020 itu telah mencapai 954,838 orang.

Dalam pengantar petisi disebutkan, tuntutan pengunduran diri itu antara lain karena pada tanggal 23 Januari 2020, Tedros Adhanom Ghebreyesus menolak menyatakan keadaan darurat global sehubungan dengan merebaknya wabah virus korona yang berasal dari China.

Selanjutnya dikatakan, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengandalkan sepenuhnya penjelasan dari pemerintah China tentang jumlah kematian dan jumlah orang yang telah terinfeksi oleh virus tersebut, tanpa melakukan penyelidikan.

Petisi juga menyayangkan bahwa WHO tidak memasukkan Taiwan sebagai anggotanya hanya karena alasan politis, pada hal Taiwan memiliki teknologi yang lebih maju dari pada beberapa negara anggota WHO.

Petisi menilai Tedros Adhanom Ghebreyesus tak layak menduduki posisi sebagai Direktur Jenderal WHO dan karenanya dituntut untuk mundur.

Petisi itu ditulis dalam berbagai bahasa, antara lain: Inggris, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Spanyol, Thai, Perancis, dll.

Petisi itu dapat diakes di sini (brk/*)

Informasi Pemakaian Masker dari WHO

Saturday, April 11th, 2020
Informasi Terkini Kasus Covid-19
Virus Korona

Nias Online – Bersadarkan informasi dari situs web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemakaian masker oleh masyarakat hanya diperlukan apabila seseorang sedang menderita batuk, demam, atau kesulitan bernafas.

Orang yang sehat sebaiknya hanya menggunakan masker apabila sedang merawat orang yang dicurigai atau sudah tertular Covid-19.

Selanjutnya, WHO menekankan, pemakaian masker hanya efektif apabila dikombinasikan dengan tindakan sanitasi lainnya seperti mencuci tangan dengan cairan berbasis alkohol atau sabun dan membuang masker bekas pada tempatnya.

Side view of an individual wearing a cloth face covering, which conceals their mouth and nose areas and has a string looped behind the visible ear to hold the covering in place. The top of the covering is positioned just below the eyes and the bottom extends down to cover the chin. The visible side of the covering extends to cover approximately half of the individual’s cheek.
Sumber: CDC

Sementara itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan pemakaian penutup muka bagi publik bila berada di tempat-tempat umum untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Penutup muka dari kain itu harus terasa nyaman di muka, diikat dengan baik sehingga tidak mudah lepas, terdiri dari beberapa lapis, memungkinkan bernafas secara bebas dan nyaman, dan mudah dicuci tanpa menjadi rusak.

Rekomendasi CDC itu bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 dari orang-orang asimptomatik (orang-orang yang tertular Covid-19 tetapi tanpa gejala).

Di Australia, pemakaian masker tidak (belum) dianjurkan. Keterbatasan ketersediaan masker dan juga potensi bahaya penggunaannya menjadi pertimbangan utama. Menurut Profesor Paul Kelly, Deputi Pejabat Utama Medis Australia, penggunaan masker secara tidak benar justru bisa menimbulkan isu baru. Orang yang tidak biasa menggunakan masker bisa tidak nyaman memakainya dan bisa merasakan gatal-gatal pada permukaan muka yang ditutupi masker. Hal ini justru beresiko yang bersangkutan menggaruk mukanya dengan tangan yang mungkin saja membawa virus korona. (brk/*)

Informasi Terkini Kasus Covid-19

Saturday, April 11th, 2020
Virus Corona

Nias Online – Hingga hari ini, Sabtu 11 April 20, jumlah orang yang tertular Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai 1,700,951 dengan jumlah kematian sebanyak 102,789 dan jumlah penderita yang pulih sebanyak 376,796. Dengan demikian, jumlah kasus aktif adalah sebanyak 1,221,366. Dari jumlah kasus aktif ada sebanyak 1,171,531 (96%) penderita dengan kondisi ringan dan 49,835 (4%) dalam kondisi serius / kritis.

Secara global pertambahan kasus masih dalam kisaran 71,000 – 95,000 per hari dengan rata-rata 82,600 kasus per hari selama seminggu terakhir.

Amerika Serikat (AS) merupakan negara dengan jumlah kasus penularan tertinggi, sebanyak 503,177 disusul Spanyol dengan jumlah kasus 158273 dan Italia dengan jumlah kasus 147,577.

AS telah melakukan tes kepada sebanyak 2,538,888 orang disusul dengan Jerman (1,317,887) dan Rusia (1,090,000). Data jumlah tes untuk Jerman dan Rusia masih sama seperti kemarin (Jumat, 10/4/2020), kemungkinan belum dimutakhirkan oleh situs web Worldometers.

Sementara itu menurut situs Worldometers, hari ini belum ada kematian baru di Italia semntara di China ada 3 kasus kematian baru. Sumber yang sama tidak memberi data jumlah pengujian di China.

Di Indonesia, jumlah pengujian yang dilakukan sudah sebanyak 17,679 dengan jumlah kasus sebanyak 3,512 dan jumlah kematian sebanyak 306. Jumlah pengujian per sejuta jumlah penduduk masih sangat rendah sebanyak 65, dibandingkan dengan di Filipina (224), Malasyia (2,153), Vietnam (1,221), dan Singapura (12,423). (brk/*)

Beijing Mulai Memberlakukan Aturan Keras Larangan Merokok Hari Ini

Monday, June 1st, 2015

Poster larangan merokok di beiing | http://www.hindustantimes.com

Poster larangan merokok di beiing | http://www.hindustantimes.com

Beijing – Mulai hari ini, 1 Juni 2015, Beijing akan menerapkan aturan keras di mana merokok dilarang di ruang-ruang internal tempat berkumpul publik, ruang kerja dan tempat-tempat umum seperti sekolah, rumah-rumah sakit dan tempat-tempat turis.

Larangan juga dikenakan untuk iklan yang berkaitan dengan tembakau di berbagai media seperti radio, film, televisi, penyedia layanan telepon genggam dan perusahaan-perusahaan inetrnet.

Poster-poster anti rokok seperti terlihat dalam gambar telah dipasang di berbagai lokasi di kota Beijing terutama di restoran, bar, stasiun-statiun bus dan kereta api, dan tempat-tempat umum lain seperti bandar udara. Menindaklanjuti aturan baru yang keras ini, 3 ruang merokok di tiga terminal di bandara Beijing akan ditutup dan sebagai gantinya akan dibuka tempat-tempat merokok baru di luar.

Di lebih dari 600 stopan bis juga akan disediakan tempat-tempat merokok bagi para perokok.

Cina adalah konsumer dan produser tembakau terbesar di dunia. Akhir tahun 2014, jumlah perokok di Cina mencapai 300 juta orang.

Toko-toko yang jaraknya sekitar 100 m dari gedung-gedung TK, SD, SMP dan SMA juga dilarang menjual rokok.

Aturan keras ini diperkirakan akan mendapat perlawanan gigih dari para perokok. Di Beijing sendiri, ada lebih dari empat juta orang perokok berat, yang menghabiskan hingga 15 batang rokok rokok per hari.

Untuk mengantisipasi itu, pemerintah kota Beijing menerapkan denda sebesar 200 Yuan (sekitar Rp 425,000) atau dua puluh kali lipat dari denda sebelumnya sebesar 10 Yuan bagi pelanggar.

Publik juga diminta untuk melaporkan setiap pelanggaran terhadap aturan baru ini. (HT/brk*).