Posts Tagged ‘PLN Nias’

Pembangkit Listrik APR Energy di Nias Beroperasi Hingga 11 Juni 2016

Friday, June 3rd, 2016

NIASONLINE – Nias Online kembali merima surat terbuka Chief Executive Officer APR Energy, John Campion, melalui Alan Chapple, Corporate Communications and Public Relations Manager APR Energy. Dalam surat terbuka tersebut disampaikan bahwa APR Energy mengoperasikan pembangkit listriknya yang ada di Nias sampai tanggal 11 Juni 2016.

Surat terbuka tersebut selengkapnya dapat diunduh pada link di bawah ini,

Surat Terbuka APR Energy

OPEN-LETTER-Jun_2016

Pastikan Keandalan Pasokan Daya Listrik, Dirjen Ketenagalistrikan Kunjungi Nias

Thursday, May 26th, 2016

NIASONLINE – Guna memastikan kondisi kelitrikan di Pulau Nias, Sumatera Utara, pada hari Kamis (26/5), Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman melakukan kunjungan lapangan ke Pulau yang terletak di sebelah barat Sumatera tersebut.

Dalam kunjungannya, Jarman melakukan pemantauan progres pembangunan dan pemasangan PLTD Sewa Idanoi (12 MW) dan PLTD Sewa Idanoi (6 MW). Ia juga melakukan kunjungan ke PLTD Moawo dan pengatur distribusi di Moawo untuk memastikan kecukupan pasokan daya listrik bagi masyarakat setempat.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pemadaman bergilir di Pulau Nias.Dalam kunjungannya, Jarman didampingi beberapa pejabat dan inspektur ketenagalistrikan di Kementerian ESDM. Hadir pula dalam kunjungan tersebut Kepala Divisi Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero), GM Wilayah Sumatera Utara PT PLN (Persero) dan jajaran PT PLN (Persero) Area Nias.

Saat ini, sistem kelistrikan Pulau Nias memiliki beban puncak 25,97 MW dengan total daya mampu pembangkit 40,2 MW yang disuplai dari PLTD Moawo, PLTD Teluk Dalam serta PLTD Sewa tersebar di Moawo, Idanoi dan Teluk Dalam. Oleh karena itu cadangan sistem Pulau Nias saat ini mencapai 14,23 MW.

Untuk meningkatkan pasokan daya listrik di Pulau Nias, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM meminta PT. PLN (Persero) segera menyelesaikan pemasangan PLTD Sewa Idanoi (12 MW dan 6 MW) serta PLTD Teluk Dalam (6 MW). PT PLN (Persero) sendiri telah menyiapkan operasi mobile genset sebanyak 39 unit dengan rata-rata kapasitas 100 kVA per unit yang disiagakan pada jaringan SUTM 20 kV dan mengoperasikan unit-unit mesin cadangan pada PLTD Sewa.

Menurut Jarman, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan akan terus menempatkan Inspektur Ketenagalistrikan dan pegawai Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan di Pulau Nias untuk mengawasi progres pembangunan PLTD Sewa sampai dengan selesai.

Sebagai informasi, PT PLN (Persero) Area Nias telah memberikan kompensasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) terhadap 69.504 pelanggan akibat dampak pemadaman listrik bulan April lalu. Besaran kompensasi yang diberikan kepada pelanggan mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 08 Tahun 2016. Kompensasi TMP juga akan diberikan kepada pelanggan akibat dampak pemadaman listrik bulan Mei 2016.

Sumber: www.djk.esdm.go.id

Surat Terbuka Chief Executive Officer APR Energy Untuk Masyarakat Nias

Wednesday, May 18th, 2016
Logo APR ENERGY - http://www.aprenergy.com
Logo APR ENERGY – www.aprenergy.com

NIASONLINE – Terkait dengan rencana APR Energy untuk menghentikan menghentikan operasi pembangkit tenaga listriknya di Nias akhir bulan Mei 2016, Ketua dan Chief Executive Officer APR Energy John Campion menyampaikan surat terbuka kepada masyarakat Nias.

Dalam surat terbuka yang diterima Redaksi Nias Online disebutkan bahwa rencana penghentian operasi pembangkit tersebut adalah karena PLN tidak menghormati kontrak dengan APR Energy. Ditambahkan Campion, APR Energy telah menawarkan penjualan pembangkit listrik tersebut kepada PLN tetapi pihak PLN belum memmberikan tanggapan.

Surat terbuka yang diterima Nias Online dari Alan Chapple, Corporate Communications and Public Relations Manager APR Energy, selengkapnya dapat dibaca di bawah ini.

***

Para penduduk dan pemilik usaha di Nias yang terhormat,

Sejak tahun 2013, APR Energy telah bekerja untuk memberi Anda pasokan listrik yang dapat diandalkan.

Sayangnya, PLN belum membayar tagihan-tagihan kami. Perusahaan itu tidak menghormati kontrak dengan kami. Tetapi PLN terus mengumpulkan uang dari penduduk Nias untuk listrik yang mereka gunakan.

Oleh karena perilaku PLN ini, kami tidak dapat meneruskan beroperasi di Pulau Nias – atau di mana pun di Indonesia. Pada akhir Mei, kami akan secara permanen menutup pembangkit tenaga listrik kami yang berkekuatan total 20MW.

Meskipun kami akan pergi, kami ingin melindungi rakyat Nias dan memastikan Anda mendapatkan listrik. Itu sebabnya kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik kami di Nias kepada PLN.

Sayangnya, PLN belum menanggapi tawaran kami.

Harap dipahami bahwa keputusan kami untuk meninggalkan Nias tidaklah dengan mudah diambil. Kami menyesali dampak yang akan ada dengan menutup pembangkit tenaga listrik kami. Tetapi kami juga sebuah usaha yang memiliki karyawan yang bekerja agar mereka dapat menyokong keluarga mereka. Jika kami tidak dibayar, kami tidak dapat membayar karyawan kami, dan mereka adalah kewajiban kami yang paling penting.

Oleh karena PLN telah menolak untuk membayar tagihan kami dan untuk menghormati kewajibannya menurut kontrak dengan kami, APR Energy tidak memiliki pilihan lain kecuali meninggalkan Nias pada akhir Mei.

Hormat kami,

John Campion Ketua dan Chief Executive Officer

(NO/brk*)

APR Energy Akan Menghentikan Operasi Pembangkit Listriknya di Nias akhir Mei 2016

Tuesday, May 17th, 2016
Logo APR ENERGY - http://www.aprenergy.com
Logo APR ENERGY – www.aprenergy.com

NIASONLINE – JACKSONVILLE, Fla. —  APR Energy, melalui rilis berita yang diterima Nias Online dari Corporate Communications and Public Relations Manager Alan Chapple, mengumumkan hari ini (17/05) bahwa Perusahaan ini akan menghentikan operasi pembangkit tenaga listriknya yang berkapasitas total 20MW di Pulau Nias, Indonesia, pada akhir Mei. APR Energy memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya karena terus menerus tidak dibayar oleh perusahaan utilitas listrik nasional PLN dan karena masalah kontrak lainnya.

“Kami menyesal bahwa APR Energy, dan rakyat Nias, dihadapkan pada situasi ini untuk kedua kalinya tahun ini karena kegagalan PLN untuk menghormati kewajibannya berdasarkan kontrak dengan Perusahaan kami,” kata Ketua dan Chief Executive Officer John Campion. “Sejak tahun 2013, kami telah memasok sebagian besar listrik untuk Nias dan mempekerjakan penduduk lokal di pembangkit kami. Kami mengharap untuk dibayar penuh untuk layanan kami serta listrik yang dihasilkan.”

Pada tanggal 31 Maret, APR Energy menghentikan operasinya dan memindahkan para personelnya dari Nias ketika kontrak sebelumnya berakhir. Pada saat itu, PLN berutang kepada APR Energy sekitar $2,04 juta (Rp27,5 miliar). Listrik padam sampai tanggal 12 April, ketika PLN membayar sebagian dari jumlah yang terutang. Sebagai bagian dari kesepakatan, PLN diwajibkan membayar jumlah sisanya pada tanggal 27 Mei setelah adanya sebuah tinjauan independen.

“Oleh karena penolakan PLN untuk menghormati kontraknya dengan kami, kami tidak dapat lagi meneruskan beroperasi di Nias setelah pada akhir Mei,” kata Campion.

“Namun, kami bersimpati pada rakyat Nias yang akan terkena dampak keputusan kami untuk pergi dari sana, dan kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik itu beserta peralatan terkaitnya kepada PLN untuk memastikan bahwa Nias memiliki listrik yang dibutuhkannya.”

Sampai hari ini, PLN belum menanggapi tawaran APR Energy. PLN juga masih berutang kepada APR Energy sebesar $950.000 (Rp10,5 miliar) dari operasi sebelumnya, dan belum membayar apa pun untuk listrik yang kami hasilkan sejak memulai kembali operasi di pembangkit di Nias bulan April,” kata Campion.

“Kami menyesali dampak penutupan pembangkit listrik kami sekali lagi terhadap penduduk dan bisnis di Nias,” kata Campion. “Sayangnya, walau sementara PLN meminta bayaran dari para pelanggannya untuk listrik, mereka tidak membayar utangnya terhadap pemasoknya sebagaimana disepakati dalam kontrak. Kami mendorong penduduk Nias untuk langsung menghubungi PLN untuk meminta perusahaan utilitas itu untuk membayar tagihan listriknya yang sudah lama jatuh tempo.”

Demikian isi rilis berita yang diterima Redaksi Nias Online dari APR Energy. (NO/brk*)

Terkait Krisis Listrik di Nias, APR Energy Himbau Masyarakat Nias Untuk Menghubungi Langsung PLN

Tuesday, April 5th, 2016
Logo PLN | www.pln.co.id
Logo PLN | www.pln.co.id

NIASONLINE – APR Energy – melalui Corporate Communications and Public Relations Manager Alan Chapple, menghimbau masyarakat Nias untuk menghubungi langsung PLN terkait dengan krisis listrik yang sedang berlangsung di Nias saat ini.

Dalam email yang diterima Redaksi Nias Online, APR Energy menyebut alasan ditangguhkannya operasi PLTD di Nias “karena PLN tidak melakukan pembayaran untuk proyek-proyek APR selama setahun terakhir.”

APR Energy adalah perusahaan energi Amerika yang menyewakan PLTD kepada PLN di Nias.

Pesan lewat imel dari APR Energy diterima Redaksi Nias Online pagi ini dalam versi bahasa Indonesia dengan judul “Kepada seluruh pelanggan listrik di Nias” dan versi bahasa Inggris dengan judul “Notice to Nias Customers”. Selengkapnya dapat dibaca di bawah:

***

Kepada seluruh pelanggan listrik di Nias,

Setelah berhasil menghasilkan listrik untuk masyarakat Nias di Indonesia sejak tahun 2013, kami terpaksa menangguhkan operasi karena PLN tidak melakukan pembayaran untuk proyek-proyek APR selama setahun terakhir.

Sayangnya, karena PLN masih belum juga melakukan pembayaran listrik, kami tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menangguhkan operasi pembangkit listrik. Kami juga menolak memperpanjang kontrak yang telah berakhir pada 25 Maret sebelum menerima pembayaran seluruh tunggakan.

Kami menyesali dampak hal ini pada penduduk dan bisnis di Nias. Sayang sekali bahwa PLN, meskipun menagih biaya listrik dari pelanggan, tetapi tidak melakukan pembayaran kepada pemasok sebagaimana disepakati dalam kontrak.

Kami mendorong warga Nias untuk menghubungi PLN secara langsung guna meminta perusahaan tersebut untuk membayar tunggakan listriknya yang sudah lama belum dibayarkan.

*     *     *     *

Notice to Nias Customers

After successfully generating power for the Indonesian community of Nias since 2013, we have been forced to suspend operations due to non-payment by PLN for the past year on APR projects.

Unfortunately, PLN’s continued non-payment for the power we have provided has left us with no other alternative except to suspend plant operations. We also have declined to extend our contract that expired March 25 until full payment of the overdue amount is received.

We regret the impact this will have on Nias residents and businesses. It is unfortunate that PLN, while charging customers for electricity, is not making payments owed to its suppliers as agreed in its contracts.

We encourage Nias resident to contact PLN directly to request that the utility pays its long-overdue power bill.

Best Regards,

Alan Chapple

Corporate Communications and Public Relations Manager

APR Energy

Karena Tagihan Listrik Selama 5 Bulan Tetap Sama, Seorang Warga Gunungsitoli Menyurati PT PLN (Persero)

Tuesday, July 7th, 2015

Logo PLN | www.pln.co.id

Logo PLN | www.pln.co.id

NIASONLINE – Aktivitas Sarumaha, seorang warga Gunungsitoli, menyurati PT PLN (Persero) sehubungan dengan keherannya karena jumlah tagihan listrik di rumahnya dari bulan Maret s/d Juli 2015 tetap sama.

Dalam surat elektronik (imel)-nya kepada PT PLN (Persero) yang salinannya beredar di Facebook, Sarumaha menengarai terjadinya “kekeliruan oleh petugas di lapangan saat pengecekan dan pencatatan”. Tagihan listrik yang diterimanya selaku pelanggan dengan No ID 123160017004 sejak Maret hingga Juli 2015 tetap sama sebesar Rp. 130.874,00.

Sarumaha juga menyampaikan kekauatiran karena jumlah tagihan yang tiba-tiba membengkak.

“Pembayaran tagihan listrik yang tiba-tiba membengkap kerap terjadi seperti pengalaman saya pada tagihan listrik di bulan Januari 2015 dan Februari 2015. Pengalaman ini sangat memberatkan kami sebagai pelanggan,” keluh Sarumaha dalam imelnya yang dikirimkan ke pl****@****co.id pada hari Selasa, 7 Juli 2015 (brk/*)

Kantor PLN Cabang Gunungsitoli Dilalap Api

Friday, September 20th, 2013

Suasana kebakaran | ACL

Suasana kebakaran | ACL

NIASONLINE, GUNUNGSITOLI – Kebakaran melanda kantor cabang PLN Cabang Gunungsitoli di Jalan Yos Sudarso, di wilayah Mo’awö, Gunungsitoli.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 Wib dan mengakibatkan terjadinya pemadaman listrik di kota Gunungsitoli. (more…)

PLN Cabang Nias Peringati Hari Listrik Nasional

Thursday, October 28th, 2010

* Manajer PLN Nias Harapkan Masyarakat Bayar Tunggakan Listrik Rp 6 Miliar

Gunungsitoli – PT PLN Cabang Nias bersama ranting PLN di Kepulauan Nias memperingati Hari Listrik Nasional ke 65 yang dilaksanakan di halaman kantor Cabang di Jalan PLN Yos Sudarso Desa Saewe Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli. Peringatan ini dihadiri Ketua DPRD Nias Sozanolo Zai SE, Anggota DPRD, Asisten I Pemkab Nias Samson P Zai SH, para pimpinan PLTD Nias, para pimpinan cabang dan ranting PLN di Kepulauan Nias serta karyawan PLN, Kasdim 0213/Nias serta para pensiunan, Rabu ( 27/10).

Manajer Cabang PT PLN Nias PC Didi Hadisantoso pada arahannya mengatakan selama ini pelayanan PLN telah berupaya semaksimal namun yang membuat kondisi terjadi pemadaman diakibatkan kemampuan sumber daya listrik sehingga jaringan listrik putus.

Setelah itu PT PLN telah berupaya dengan mendatangkan mesin baru dan sebelumnya juga dilakukan upaya untuk tetap hidup selama 1×24 Jam namun terjadi persoalan dikarenakan terjadi kerusakan jaringan berhubungan pohon tumbang dan membuat terjadi pemadaman, katanya.

Selanjutnya ia mengatakan, PT PLN akan melayani masyarakat se kepulauan Nias dan bila terlaksana program tersebut maka terjawab keluhan seperti ingin penyambungan ke rumah penduduk yang belum terlayani. Tentu kita berharap dukungan pemerintah Kab.Nias, Kab.Nias Selatan, Kota Gunungsitoli, Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Utara serta para Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD pada 5 Daerah di Kepulauan Nias.

Berikutnya ia mengatakan dalam rangka menyambut Hut Listrik Nasional ke 65 telah melakukan kegiatan Gerakan sehari Sejuta pasangan baru dimana masyarakat yang telah mengajukan permohonan dan hari ini akan langsung terlayani semua penyambungannya. “Untuk memeriahkan HUT Listrik Nasional kita telah melaksanakan kejuaraan Catur terbuka “ PLN Nias CUP “ Oktober 2010 yang diikuti 20 peserta,” katanya.

Sementara Asisten I Pemkab. Nias, ketua DPRD Nias , DPRD kota dan DPRD lainnya menyatakan mendukung program PLN untuk meingkatkan pembangunan dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat Kepulauan Nias.

Lebih lanjut Asisten I Samson P. Zai SH mengatakan, apa yang telah disampaikan Manajer PT. PLN Cabang Nias PC. Didit Hadisantoso kiranya dibarenGi dengan komitmen untuk memperbaharui. Sehingga apa yang diharapkan masyarakat terlaksana dengan baik.

“Kami dapat memahami kondisi yang dihadapi PLN seperti tuntutan begitu banyak tetapi sumber daya listrik sangat terbatas. Masyarakat tidak pernah tahu bahwa ada gangguan jaringan listrik, tetapi masyarakat hanya menginginkan bahwa listrik itu menyala dalam tempo 1 kali dalam 24 jam tanpa putus,” katanya.

Karena itu komitmen dan ini upaya bagaimana PLN bisa menjawab tantangan itu, harus senantiasa berupaya melakukan sosialisasi tentang itu. Tapi ini perlu dicatat bahwa masyarakat sulit dan susah memahami sebab masyarakat hanya tahu bagaimana listrik itu tetap nyala 24 jam.

Dan apa catatan tentu pihak PLN sendiri yang menjawabnya tetapi sebagai pemerintah Daerah akan membantu dan mendukung kegiatan PLN ini sebab keberhasilan PLN juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Insvestor hanya bisa berani datang ke Pulau Nias ini kalau ada jaminan listrik tentu kalau tidak ada jaminan maka insvestor tidak akan berani menanamkan insvestasinya dipulau yang kita cintai ini dan harapan kami kiranya program PLN menjadi kenyataan katanya.

PT PLN menyerahkan trofi tetap kepada pemenang turnamen catur terbuka PLN CUP Oktober 2010 juara 1 Bezisokhi Waruwu dengan uang pembinaan Rp5 juta, juara 2 Arsyab uang pembinaan Rp3 juta. Juara 3 Chiliaro Hura Rp2 juta dan sampai pemenang hingga ke-20 dengan nilai 4 Rp50 Ribu.

Masyarakat di kepulauan Nias sebagai pelanggan PLN masih menunggak sekitar Rp6 miliar dan harapan Manager PLN dapat secepat dibayarkan untuk mempercepat pembangunan listrik di kepulauan Nias hal itu dikemukakan pada saat wawancaran wartawan. (SIB, 28-10-2010)

PLN Nias Tidak Serius Perbaiki Jaringan

Friday, August 20th, 2010

Masyarakat Desa Dahana, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli sangat berharap kepada pimipnan PLN segera menindak tegas kepala cabang PLN Nias karena tidak mau memperbaiki tiang listrik yang sudah tumbang di desa tersebut.

Disebutkan masyarakat, ada lima kepala keluarga yang sangat terancam jiwanya bila dalam waktu dekat ini PLN tidak mau memperbaiki jaringan listrik di desa tersebut. Seperti pengakuan Harefa kepada Global, Kamis (19/8).

Masyarakat mengaku sudah mendatangi kantor PLN Kota Gunungsitoli memberitahu bahwa ada tiang listrik di Desa Dahana yang sudah hampir tumbang. Namun laporan warga sampai saat ini belum ada ditanggapi.

Lebih lanjut dijelaskan sudah lebih seminggu tiang listrik di Desa Dahana mengalami gangguan karena tanah di sekitar tiang listrik tersebut sudah longsor sehingga bila ada hujan atau angin akan sangat mengancam jiwa warga.

Ketika dikonfirmasi Global, sayangnya kepala cabang PLN Nias melalui Humas Medy Pasaribu tidak berhasil dijumpai karena sedang tugas di luar.

Beberapa staf PLN yang tidak mau di tulis namanya menyarankan Global untuk menghubungi bagian teknik Suryawan, namun semua katanya lagi tugas di lapangan. (www.harian-global.com – 20 Agustus 2010)

Massa GMNI Nias Demo ke PLN Ranting Gunungsitoli, Minta Perbaiki Kinerja PLN

Thursday, November 13th, 2008

Gunungsitoli – Karena pemadaman listrik di wilayah Nias dan Nias Selatan sering terjadi sehingga mengganggu pelaksanaan tugas pemerintah dan meresahkan masyarakat, maka puluhan orang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nias mendatangi Kantor PLN Ranting Gunungsitoli Selasa (11/11). Dalam orasinya yang dibacakan Pimpinan aksi Andi Titus Zebua, meminta agar kinerja pegawai PLN ranting Gunungsitoli diperbaiki, karena sering melakukan pemadaman listrik yang tidak menentu, pencatatan rekening yang main tebak-tebakan yang mengakibatkan membludaknya biaya rekening listrik. (more…)