Archive for the ‘Berita’ Category

Informasi Terkini Pandemik Covid-19

Tuesday, April 21st, 2020

Nias Online – Singapura akhirnya memperpanjang lockdown sebagian hingga 1 Juni 2020. Keputusan ini diambil setelah jumlah kasus yang melonjak tajam akhir-akhir ini, terutama yang menimpa para pekerja migran. Lonjakan jumlah kasus di kalangan para pekerja ini dikarenakan kondisi hunian yang padat. Menurut pemberiatan South China Morning Post, para pekerja migran ini tidur di ranjang bertingkat dalam jumlah 12-20 orang setiap ruang yang disejukkan oleh kipas angin yang dipasang di langit-langit atau dinding. Ratusan orang di setiap lantai mandi dan buang air di fasilitas komunal / bersama.

Menurut Mohan Dutta, Professor dari Massey University di New Zealand yang mewawancara sejumlah pekerja migran, para pekerja migran ini kurang mendapat perhatian sampai-sampai alat-alat pembersih seperti sabun baru disuplai kepada mereka awal minggu ini, seperti diberitakan The Guardian. Selain itu kualitas makanan yang diberikan kepada para migran ini buruk dan kurang gizi.

Dalam dua hari terakhir, jumlah kasus Covid-19 di Singapura melonjak tajam, dengan jumlah penularan sebanyak 1,426 pada hari Senin dan 1111 pada hari Selasa, sehingga jumlah total penularan di Singapura sebanyak 9125 kasus.

Sementara itu, Presiden Amerka Serikat Donald Trump mengatakan ia akan mendandatangai perintah eksekutif untuk menghentikan sementara imigrasi ke Amerika. Amerika Serikat merupakan negara dengan jumlah tertular sebanyak 792,958 dan kematian sebanyak 42,531 orang.

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo melarang mudik Lebaran untuk meminimumkan penularan wabah Covid-19. Hingga hari ini, jumlah terinfeksi di Indonesia sudha mencapai 7,136 orang sementara angka kematian sebanyak 616 orang.

Dari Australia dilaporkan, sekitar dua per tiga dari jumlah yang tertular telah pulih kembali, dengan kasus aktif sebanyak 2,500. Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan selama 9 hari terakhir secara berturut-turut tercatat laju pertumbuhan kasus Covid-19 berada di bawah 1%. Meskipun sudah terlihat kecenderungan pelandaian kurva kasus Covid-19 di Australia, Perdana Menteri Scott Morrison belum bersedia melonggarkan pembatasan-pembatasan yang diberlakukan selama ini. Hingga berita ini disusun, jumlah kasus Covod-19 mencapai 6,645 dengan kematian sebanyak 71 orang. (brk/*)

Da Tasuwö Dungö Corona

Thursday, April 16th, 2020

Hadia duria solohe fa’ogömi
Si lö omasido urongo
Turia samanizinizi tödö
Turia sangombuyu boto

Ya’ia da’ö: turia dungö Corona
Tungö si möi mame’e famakao
Lö i’ombakha’ö me tohare ia
Idoro manö, lö hagohago

No sa’ae ato nibözinia
No sa’ae ato zi tekiko

Oi mogikhi mboto wa’ata’u
Oi mangelama, lö möi milo
Töra moroi ba nemali sanau gari
Tora ia moroi ba mbekhu soyo
Ibunu zi lö horö-horö
Itögi göi mbagi niha safaito

Itörö gödo wamareta
Ilau ia ba nomo ndra razo
Lö i’andrö izi me itörö
Bawandruhö na’i lö itoko

Tara’u danga niha, no tobaya!
Tababaya mbawada, no togule!
Tahofo noho ba ngai zi bahö, no talo!

Alai ndra’o ndra’ugö Corona!
Corona tungö fa’erao!

***

Hadia hatö da’ö lualua mbakhu dödö?
Si tobali metumetu mbewe?

***
Löö le !
So wofo yawa mba’e
So dalu-dalu zowöhöwöhö
Ba so göi lala wamandröndröu Corona

Yai’a dani zi no tarongorongo
Si no la’ombakha’ö ira samatörö
Lala wangelama ba fangamoni’ö
Ena’ö tungö andre lö dumanö
Ena’ö Corona andrö lö itugu aböa

Ya’e lala wametugö högö
Ya’e lala wanögi bagi
Dungö Corona sasiliyawa
Dungö si lö butu lö karua

Asese’ö wemondri ba manasa tanga
Tenga i simane mondri mitimiti
Tenga simane mondri mazauwu
Tenga göi ha togule zabu ba danga
Ma ha asala no abasö mbörö mbu
Arakö ndra’ugö maifu ba nidanö
Ö’fanoto uli geu wanoto ndra’i ba mboto
Sasai nukha, böi ragö ba mbotou

Taha dödöu wondra’u tanga niha
Fa ‘Ya’ahowu’ manö moroi ba zaröu
Lau laka sile ba zi fasaule ba lala
Na idoro lakania ba gambölö
Ba hole’ögö ba gabera
Ba na larafe ndra’ugö ba gotalua
Ba lau laka lari
Lau’a, taha manö

Na so dalu-dalu bulu ndru’u
Ma lahia, undre, bawa safusi
Samandröndröu fa’okafukafu
Ba sangabölö boto ba wolawa fökhö bö’ö
Ba sökhi na mufaliaro da’ö

Ba ginötö simane da’a
Abölö sökhi ni’omaomao
Ni’osimiki
Ni’o-si-lö-döla-döla
Böi taforoma’ö wa’ebolo haru-haru
Ba fa’ebolo dötö’a
Lö ata’u Corona ba da’ö

Moloi i Corona
Na ta’o’ö fefu wotu si fakhai ba da’ö

Heta göi khöu wanizinizi dödö
Aröu’ö wa’ogömigömi dödö
Böi döröhöwa
Böi hulö niha si lö Lowalangi ita
Si lö lemba-lemba dödö
Si lö baluse
Corona ha tungö
So Lowalangida sondrorogö


(E. Halawa, 11-04-2020)


Jumlah Penandatangan Petisi Menuntut Pengunduran Diri Direktur Jendral WHO mendekati 1 Juta Orang

Wednesday, April 15th, 2020

Jumlah penandatangan petisi menuntut pengunduran diri Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) – Tedros Adhanom Ghebreyesus – telah mendekati 1 juta orang. Hingga malam hari ini 15 April 2020, jumlah penanda tangan petisi yang diprakarsai oleh Osuka Yip pada tanggal 1 Februari 2020 itu telah mencapai 954,838 orang.

Dalam pengantar petisi disebutkan, tuntutan pengunduran diri itu antara lain karena pada tanggal 23 Januari 2020, Tedros Adhanom Ghebreyesus menolak menyatakan keadaan darurat global sehubungan dengan merebaknya wabah virus korona yang berasal dari China.

Selanjutnya dikatakan, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengandalkan sepenuhnya penjelasan dari pemerintah China tentang jumlah kematian dan jumlah orang yang telah terinfeksi oleh virus tersebut, tanpa melakukan penyelidikan.

Petisi juga menyayangkan bahwa WHO tidak memasukkan Taiwan sebagai anggotanya hanya karena alasan politis, pada hal Taiwan memiliki teknologi yang lebih maju dari pada beberapa negara anggota WHO.

Petisi menilai Tedros Adhanom Ghebreyesus tak layak menduduki posisi sebagai Direktur Jenderal WHO dan karenanya dituntut untuk mundur.

Petisi itu ditulis dalam berbagai bahasa, antara lain: Inggris, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Spanyol, Thai, Perancis, dll.

Petisi itu dapat diakes di sini (brk/*)

Umat Kristen Merayakan Paskah 2020 di Rumah

Monday, April 13th, 2020
Suasana Perayaan Paskah di Basilika St Petrus, Vatikan

Krisis Covid-19 tidak menghalangi umat kristiani dari berbagai belahan dunia merayakan rentetan hari-hari suci yang dimulai dari Hari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Sabtu dan Minggu Paskah.

Walau kehadiran fisik di gereja-gereja tidak dimungkinkan karena aturan jaga jarak (social distancing) yang diberlakukan di hampir semua negara, umat kristiani bisa mengikuti perayaan hari-hari suci itu lewat pengaliran langsung (live streaming) dari saluran-saluran yang disediakan masing-masing Gereja atau pun siaran langsung yang difasilitasi oleh sejumlah pemancar televisi.

Di dalam Basilika St Petrus Vatikan yang kelihatan sepi, Paus Fransiskus memimpin perayaan Misa Paskah didampingi oleh para imam dan petugas perayaan.

“Kristus, harapanku, telah bangkit”, Paus memproklamirkan. Paus mengatakan, pesan ini merupakan bentuk penularan yang lain, yaitu “penularan dari hati ke hati”.

Kabar Gembira ibarat nyala api baru yang menyala di tengah malam di bumi yang sedang dahadapkan pada berbagai tantangan yang sangat serius, dan kini sedang dicobai oleh pandemi yang sungguh-sungguh menguji keluarga manusia secara keseluruhan.

Kardinal Ignasius Suharyo – Uskup Agung Jakarta – dalam homili Paskahnya di Gereja Katedral Jakarta menyatakan bahwa wabah Covid-19 merupakan dampak dari dosa ekologis manusia.

Kardinal Suharyo menyitir salah satu “pendapat yang menarik … disampaikan dengan sangat hati-hati, masuk akal, akal budi kita, tetapi juga akal iman kita.”

Bisa jadi wabah adalah reaksi natural atas kesalahan manusia secara kolektif terhadap alam. Dalam bahasa iman wabah antara lain disebabkan antara lain oleh dosa ekologis.”, lanjut Kardinal Suharyo.

Di Sydney, Uskup Agung Sydney Anthony Fisher dalam homilinya yang dialirkan langsung dari St Mary’s Cathedral memberikan refleksi historis tentang wabah.

Wabah dahsyat, ungkap Uskup Agung Anthony, pernah melanda kekaisaran Roma pada abad ke 3 Masehi. Wabah cacar atau Ebola yang berawal dari Etiopia itu menjalar cepat dan menulari Yunani dan seluruh kekaisaran Roma.

“Konsentrasi besar manusia di kota-kota, jalan-jalan yang berkualitas baik dan rute-rute perdagangan besar yang merupakan kekuatan kekaisaran Roma ternyata menjadi penyebab wabah menular secara efektif. Pada puncaknya, wabah ini menelan korban 5,000 orang per hari di Roma dan orang-orang sakit dan mayat-mayat korban wabah ditinggalkan begitu saja di jalan-jalan. Dengan korban hingga sebanyak satu juta orang, angkatan bersenjata, pemerintahan dan ekonomi Roma hancur lebur. Ada kalangan yang menuduh orang-orang Kristen sebagaimana mereka lakukan setiap kali muncul masalah sosial. Namun, orang-orang Kristen membedakan mereka dari yang lain; ketika para pembesar dan kalangan lain meninggalkan kota, orang-orang Kristen tetap bertahan untuk memberi makan dan merawat para penderita wabah. Orang-orang Krsiten menyelamatkan ribuan orang; di kota-kota di mana orang Kristen berjumlah cukup banyak, laju kematian berkurang setengahnya. Karya belaskasih orang-orang Kristen ini mengesankan banyak orang kafir di Roma dan menyebabkan mereka menjadi Kristen.”

Uskup Agung Anthony mengingatkan bahwa perawatan kesehatan yang bisa menyembuhkan penyakit tubuh, hanya mampu menunda kematian kita.

“Kita diajak berenung: adakah kehidupan setelah kematian? Lantas, ada kondisi-kondisi moral, intelektual dan emosional yang justru sering lebih tak mampu dicegah dan disembuhkan daripada kondisi-kondisi kesehatan fisik.”

Sementara itu Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) lewat Sekretaris Umumnya, Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty, menegaskan bahwa para penderita Covid-19 tidak boleh distigmatisasi dan diskriminasi. PGI juga berharap pandemi Covid-19 tidak boleh menjadi epidemi keputusasaan. (brk/*)

Informasi Pemakaian Masker dari WHO

Saturday, April 11th, 2020
Informasi Terkini Kasus Covid-19
Virus Korona

Nias Online – Bersadarkan informasi dari situs web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemakaian masker oleh masyarakat hanya diperlukan apabila seseorang sedang menderita batuk, demam, atau kesulitan bernafas.

Orang yang sehat sebaiknya hanya menggunakan masker apabila sedang merawat orang yang dicurigai atau sudah tertular Covid-19.

Selanjutnya, WHO menekankan, pemakaian masker hanya efektif apabila dikombinasikan dengan tindakan sanitasi lainnya seperti mencuci tangan dengan cairan berbasis alkohol atau sabun dan membuang masker bekas pada tempatnya.

Side view of an individual wearing a cloth face covering, which conceals their mouth and nose areas and has a string looped behind the visible ear to hold the covering in place. The top of the covering is positioned just below the eyes and the bottom extends down to cover the chin. The visible side of the covering extends to cover approximately half of the individual’s cheek.
Sumber: CDC

Sementara itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan pemakaian penutup muka bagi publik bila berada di tempat-tempat umum untuk memperlambat penyebaran Covid-19. Penutup muka dari kain itu harus terasa nyaman di muka, diikat dengan baik sehingga tidak mudah lepas, terdiri dari beberapa lapis, memungkinkan bernafas secara bebas dan nyaman, dan mudah dicuci tanpa menjadi rusak.

Rekomendasi CDC itu bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 dari orang-orang asimptomatik (orang-orang yang tertular Covid-19 tetapi tanpa gejala).

Di Australia, pemakaian masker tidak (belum) dianjurkan. Keterbatasan ketersediaan masker dan juga potensi bahaya penggunaannya menjadi pertimbangan utama. Menurut Profesor Paul Kelly, Deputi Pejabat Utama Medis Australia, penggunaan masker secara tidak benar justru bisa menimbulkan isu baru. Orang yang tidak biasa menggunakan masker bisa tidak nyaman memakainya dan bisa merasakan gatal-gatal pada permukaan muka yang ditutupi masker. Hal ini justru beresiko yang bersangkutan menggaruk mukanya dengan tangan yang mungkin saja membawa virus korona. (brk/*)

Informasi Terkini Kasus Covid-19

Saturday, April 11th, 2020
Virus Corona

Nias Online – Hingga hari ini, Sabtu 11 April 20, jumlah orang yang tertular Covid-19 di seluruh dunia sudah mencapai 1,700,951 dengan jumlah kematian sebanyak 102,789 dan jumlah penderita yang pulih sebanyak 376,796. Dengan demikian, jumlah kasus aktif adalah sebanyak 1,221,366. Dari jumlah kasus aktif ada sebanyak 1,171,531 (96%) penderita dengan kondisi ringan dan 49,835 (4%) dalam kondisi serius / kritis.

Secara global pertambahan kasus masih dalam kisaran 71,000 – 95,000 per hari dengan rata-rata 82,600 kasus per hari selama seminggu terakhir.

Amerika Serikat (AS) merupakan negara dengan jumlah kasus penularan tertinggi, sebanyak 503,177 disusul Spanyol dengan jumlah kasus 158273 dan Italia dengan jumlah kasus 147,577.

AS telah melakukan tes kepada sebanyak 2,538,888 orang disusul dengan Jerman (1,317,887) dan Rusia (1,090,000). Data jumlah tes untuk Jerman dan Rusia masih sama seperti kemarin (Jumat, 10/4/2020), kemungkinan belum dimutakhirkan oleh situs web Worldometers.

Sementara itu menurut situs Worldometers, hari ini belum ada kematian baru di Italia semntara di China ada 3 kasus kematian baru. Sumber yang sama tidak memberi data jumlah pengujian di China.

Di Indonesia, jumlah pengujian yang dilakukan sudah sebanyak 17,679 dengan jumlah kasus sebanyak 3,512 dan jumlah kematian sebanyak 306. Jumlah pengujian per sejuta jumlah penduduk masih sangat rendah sebanyak 65, dibandingkan dengan di Filipina (224), Malasyia (2,153), Vietnam (1,221), dan Singapura (12,423). (brk/*)

Kardinal George Pell Menang Dalam Putusan Banding di Pengadilan Tinggi Australia

Tuesday, April 7th, 2020
Kardinal George Pell

Nias Online – Pengadilan Tinggi Australia dalam keputusan mutlak 7-0 hari Selasa (7/4/2020) meluluskan permohonan banding pemimpin paling senior Gereja Katolik di Australia, Kardinal George Pell, dan membebaskannya dari hukuman atas kekerasan seksual yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi negara bagian Victoria.

Pada bulan Desember 2018, juri pada pengadilan negara bagian Victoria mendapatkan bahwa Kardinal Pell terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap dua orang anak laki-laki berusia 13 tahun, anggota koor Gereja Katedral di Melbourne, pada penghujung tahun 1990an. Hakim pengadilan negara bagian Victoria menghukum Pell 6 tahun penjara.

Menyambut keputusan hakim itu, Pell tetap menyatakan tak bersalah dan mengajukan banding di pengadilan tingkat banding Victoria. Di tingkat banding upaya Pell ditolak melalui keputusan 2-1, pada tanggal 21 Agustus 2019 oleh hakim banding Anne Ferguson (Hakim Ketua), Chris Maxwell dan Mark Weinberg.

Hakim Mark Weinberg berbeda pendapat dengan dua hakim lainnya, Anne Ferguson (Hakim Ketua) dan Chris Maxwell. Dari putusan hakim setebal 325 halaman, Weinberg menyumbang argumen-argimen hukum setebal 200 halaman yang menjelaskan keyakinannya bahwa Pell tidak bersalah.

Dalam paparannya pada sidang banding di Pengadilan Tinggi Australia (11/3/2020), pengacara Pell, Brett Walker, mengatakan bahwa waktu sesingkat 6 menit yang disebut korban tak memungkinkan Pell melakukan kekerasan seksual itu, yang berlangsung segera sesudah perayaan Misa, di sakristi, yang tidak langsung sepi karena kehadiran para imam, petugas misa dan para anggota koor . Sudah menjadi tradisi sehabis perayaan Misa, Kardinal Pell (dan imam yang memimpin misa) pergi ke halaman depan Gereja untuk menyalami / menyapa umat yang keluar dari Gereja. Kebiasaan ini diperkuat oleh Monsignor Charles Portelli, imam muda yang biasanya mendampingi Pell selama dan sesudah perayaan Misa.

Uskup Agung Sydeny, Anthony Fisher menyambut positif pembebasan Kardinal Pell sambil mengatakan bahwa keputusan ini akan sangat mengecewakan banyak pihak, tetapi akan disambut baik oleh orang-orang yang yakin bahwa Kardinal Pell tak bersalah.

“Saya minta usaha pengejaran terhadap beliau – yang telah menggiring kita semua ke titik ini – dihentikan”, kata Uskup Agung Anthony Fisher.

“Pemulihan reputasi Kardinal melalui putusan hari ini mengundang refleksi yang luas terhadap sistem pengadilan kita, komitmen kita mempertahankan azas praduga tak bersalah, dan perlakuan kita terhadap tokoh-tokoh besar yang dituduh melakukan kejahatan,”

Usakup Agung Anthony memaklumi putusan ini akan mengecewakan banyak pihak, dan akan membuka luka-luka lama para korban kekerasan seksual.

“Tetapi keadilan bagi korban tidak akan pernah dihadirkan melalui penghukuman orang yang tak bersalah,” lanjutnya.

Sementara itu, Kardinal Pell yang telah keluar dari penjara mengatakan tidak menaruh dendam kepada penuduhnya. Kardinal Pell menghabiskan waktu selama lebih dari 440 hari di penjara (brk/*)

Ŵe’eŵe’egu (Tolodo Yesu)

Sunday, October 1st, 2017

Lirik lagu Ŵe’eŵe’egu (Tolodo Yesu) dimuat di situs ini pada tahun 2008. Klik tautan berikut untuk mengunduh partiturnya.

Tolodo_Yesu_Nias_Online

Pembangkit Listrik APR Energy di Nias Beroperasi Hingga 11 Juni 2016

Friday, June 3rd, 2016

NIASONLINE – Nias Online kembali merima surat terbuka Chief Executive Officer APR Energy, John Campion, melalui Alan Chapple, Corporate Communications and Public Relations Manager APR Energy. Dalam surat terbuka tersebut disampaikan bahwa APR Energy mengoperasikan pembangkit listriknya yang ada di Nias sampai tanggal 11 Juni 2016.

Surat terbuka tersebut selengkapnya dapat diunduh pada link di bawah ini,

Surat Terbuka APR Energy

OPEN-LETTER-Jun_2016

Pastikan Keandalan Pasokan Daya Listrik, Dirjen Ketenagalistrikan Kunjungi Nias

Thursday, May 26th, 2016

NIASONLINE – Guna memastikan kondisi kelitrikan di Pulau Nias, Sumatera Utara, pada hari Kamis (26/5), Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jarman melakukan kunjungan lapangan ke Pulau yang terletak di sebelah barat Sumatera tersebut.

Dalam kunjungannya, Jarman melakukan pemantauan progres pembangunan dan pemasangan PLTD Sewa Idanoi (12 MW) dan PLTD Sewa Idanoi (6 MW). Ia juga melakukan kunjungan ke PLTD Moawo dan pengatur distribusi di Moawo untuk memastikan kecukupan pasokan daya listrik bagi masyarakat setempat.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM ingin memastikan bahwa tidak ada lagi pemadaman bergilir di Pulau Nias.Dalam kunjungannya, Jarman didampingi beberapa pejabat dan inspektur ketenagalistrikan di Kementerian ESDM. Hadir pula dalam kunjungan tersebut Kepala Divisi Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero), GM Wilayah Sumatera Utara PT PLN (Persero) dan jajaran PT PLN (Persero) Area Nias.

Saat ini, sistem kelistrikan Pulau Nias memiliki beban puncak 25,97 MW dengan total daya mampu pembangkit 40,2 MW yang disuplai dari PLTD Moawo, PLTD Teluk Dalam serta PLTD Sewa tersebar di Moawo, Idanoi dan Teluk Dalam. Oleh karena itu cadangan sistem Pulau Nias saat ini mencapai 14,23 MW.

Untuk meningkatkan pasokan daya listrik di Pulau Nias, Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM meminta PT. PLN (Persero) segera menyelesaikan pemasangan PLTD Sewa Idanoi (12 MW dan 6 MW) serta PLTD Teluk Dalam (6 MW). PT PLN (Persero) sendiri telah menyiapkan operasi mobile genset sebanyak 39 unit dengan rata-rata kapasitas 100 kVA per unit yang disiagakan pada jaringan SUTM 20 kV dan mengoperasikan unit-unit mesin cadangan pada PLTD Sewa.

Menurut Jarman, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan akan terus menempatkan Inspektur Ketenagalistrikan dan pegawai Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan di Pulau Nias untuk mengawasi progres pembangunan PLTD Sewa sampai dengan selesai.

Sebagai informasi, PT PLN (Persero) Area Nias telah memberikan kompensasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) terhadap 69.504 pelanggan akibat dampak pemadaman listrik bulan April lalu. Besaran kompensasi yang diberikan kepada pelanggan mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 08 Tahun 2016. Kompensasi TMP juga akan diberikan kepada pelanggan akibat dampak pemadaman listrik bulan Mei 2016.

Sumber: www.djk.esdm.go.id

Surat Terbuka Chief Executive Officer APR Energy Untuk Masyarakat Nias

Wednesday, May 18th, 2016
Logo APR ENERGY - http://www.aprenergy.com
Logo APR ENERGY – www.aprenergy.com

NIASONLINE – Terkait dengan rencana APR Energy untuk menghentikan menghentikan operasi pembangkit tenaga listriknya di Nias akhir bulan Mei 2016, Ketua dan Chief Executive Officer APR Energy John Campion menyampaikan surat terbuka kepada masyarakat Nias.

Dalam surat terbuka yang diterima Redaksi Nias Online disebutkan bahwa rencana penghentian operasi pembangkit tersebut adalah karena PLN tidak menghormati kontrak dengan APR Energy. Ditambahkan Campion, APR Energy telah menawarkan penjualan pembangkit listrik tersebut kepada PLN tetapi pihak PLN belum memmberikan tanggapan.

Surat terbuka yang diterima Nias Online dari Alan Chapple, Corporate Communications and Public Relations Manager APR Energy, selengkapnya dapat dibaca di bawah ini.

***

Para penduduk dan pemilik usaha di Nias yang terhormat,

Sejak tahun 2013, APR Energy telah bekerja untuk memberi Anda pasokan listrik yang dapat diandalkan.

Sayangnya, PLN belum membayar tagihan-tagihan kami. Perusahaan itu tidak menghormati kontrak dengan kami. Tetapi PLN terus mengumpulkan uang dari penduduk Nias untuk listrik yang mereka gunakan.

Oleh karena perilaku PLN ini, kami tidak dapat meneruskan beroperasi di Pulau Nias – atau di mana pun di Indonesia. Pada akhir Mei, kami akan secara permanen menutup pembangkit tenaga listrik kami yang berkekuatan total 20MW.

Meskipun kami akan pergi, kami ingin melindungi rakyat Nias dan memastikan Anda mendapatkan listrik. Itu sebabnya kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik kami di Nias kepada PLN.

Sayangnya, PLN belum menanggapi tawaran kami.

Harap dipahami bahwa keputusan kami untuk meninggalkan Nias tidaklah dengan mudah diambil. Kami menyesali dampak yang akan ada dengan menutup pembangkit tenaga listrik kami. Tetapi kami juga sebuah usaha yang memiliki karyawan yang bekerja agar mereka dapat menyokong keluarga mereka. Jika kami tidak dibayar, kami tidak dapat membayar karyawan kami, dan mereka adalah kewajiban kami yang paling penting.

Oleh karena PLN telah menolak untuk membayar tagihan kami dan untuk menghormati kewajibannya menurut kontrak dengan kami, APR Energy tidak memiliki pilihan lain kecuali meninggalkan Nias pada akhir Mei.

Hormat kami,

John Campion Ketua dan Chief Executive Officer

(NO/brk*)

APR Energy Akan Menghentikan Operasi Pembangkit Listriknya di Nias akhir Mei 2016

Tuesday, May 17th, 2016
Logo APR ENERGY - http://www.aprenergy.com
Logo APR ENERGY – www.aprenergy.com

NIASONLINE – JACKSONVILLE, Fla. —  APR Energy, melalui rilis berita yang diterima Nias Online dari Corporate Communications and Public Relations Manager Alan Chapple, mengumumkan hari ini (17/05) bahwa Perusahaan ini akan menghentikan operasi pembangkit tenaga listriknya yang berkapasitas total 20MW di Pulau Nias, Indonesia, pada akhir Mei. APR Energy memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya karena terus menerus tidak dibayar oleh perusahaan utilitas listrik nasional PLN dan karena masalah kontrak lainnya.

“Kami menyesal bahwa APR Energy, dan rakyat Nias, dihadapkan pada situasi ini untuk kedua kalinya tahun ini karena kegagalan PLN untuk menghormati kewajibannya berdasarkan kontrak dengan Perusahaan kami,” kata Ketua dan Chief Executive Officer John Campion. “Sejak tahun 2013, kami telah memasok sebagian besar listrik untuk Nias dan mempekerjakan penduduk lokal di pembangkit kami. Kami mengharap untuk dibayar penuh untuk layanan kami serta listrik yang dihasilkan.”

Pada tanggal 31 Maret, APR Energy menghentikan operasinya dan memindahkan para personelnya dari Nias ketika kontrak sebelumnya berakhir. Pada saat itu, PLN berutang kepada APR Energy sekitar $2,04 juta (Rp27,5 miliar). Listrik padam sampai tanggal 12 April, ketika PLN membayar sebagian dari jumlah yang terutang. Sebagai bagian dari kesepakatan, PLN diwajibkan membayar jumlah sisanya pada tanggal 27 Mei setelah adanya sebuah tinjauan independen.

“Oleh karena penolakan PLN untuk menghormati kontraknya dengan kami, kami tidak dapat lagi meneruskan beroperasi di Nias setelah pada akhir Mei,” kata Campion.

“Namun, kami bersimpati pada rakyat Nias yang akan terkena dampak keputusan kami untuk pergi dari sana, dan kami telah menawarkan untuk menjual pembangkit listrik itu beserta peralatan terkaitnya kepada PLN untuk memastikan bahwa Nias memiliki listrik yang dibutuhkannya.”

Sampai hari ini, PLN belum menanggapi tawaran APR Energy. PLN juga masih berutang kepada APR Energy sebesar $950.000 (Rp10,5 miliar) dari operasi sebelumnya, dan belum membayar apa pun untuk listrik yang kami hasilkan sejak memulai kembali operasi di pembangkit di Nias bulan April,” kata Campion.

“Kami menyesali dampak penutupan pembangkit listrik kami sekali lagi terhadap penduduk dan bisnis di Nias,” kata Campion. “Sayangnya, walau sementara PLN meminta bayaran dari para pelanggannya untuk listrik, mereka tidak membayar utangnya terhadap pemasoknya sebagaimana disepakati dalam kontrak. Kami mendorong penduduk Nias untuk langsung menghubungi PLN untuk meminta perusahaan utilitas itu untuk membayar tagihan listriknya yang sudah lama jatuh tempo.”

Demikian isi rilis berita yang diterima Redaksi Nias Online dari APR Energy. (NO/brk*)

Diperlukan Solusi Efektif Untuk Memberantas Kekerasan Seksual Pada Anak

Wednesday, May 11th, 2016
Presiden Jokowi pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Selasa (10/5).
Presiden Jokowi pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Selasa (10/5) – Kredit Foto: Humas Setkab.

NIASONLINE, Jakarta – Presiden Joko Widodo menilai kasus kekerasan seksual pada anak semakin hari semakin mengkhawatiran. Oleh sebab itu Presiden meminta respons bersama dan komprehensif antara kementerian terkait, Polri dan Kejaksaan Agung.

Presiden memerintahkan Menko terkait mengkoordinasi langkah-langkah yang menghasilkan sebuah keputusan yang efektif untuk memberantas kejahatan ini.

Presiden Jokowi juga menginginkan agar kekerasan seksual pada anak menjadi kejahatan luar biasa.

“Saya ingin agar ini (kekerasan seksual pada anak, Red.) menjadi sebuah kejahatan yang luar biasa, sehingga penanganannya juga dengan penanganan, sikap-sikap yang luar biasa,” tegas Presiden Jokowi saat menyampaikan pengarahan pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/5).

Sidang kabinet paripurna itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Menteri Koordinator dan para menteri Kabinet Kerja. Demikian rilis berita Hubungan Masyarakat Sekretariat Kabinet yang diterima Redaksi Nias Online. (brk/*)

Terkait Krisis Listrik di Nias, APR Energy Himbau Masyarakat Nias Untuk Menghubungi Langsung PLN

Tuesday, April 5th, 2016
Logo PLN | www.pln.co.id
Logo PLN | www.pln.co.id

NIASONLINE – APR Energy – melalui Corporate Communications and Public Relations Manager Alan Chapple, menghimbau masyarakat Nias untuk menghubungi langsung PLN terkait dengan krisis listrik yang sedang berlangsung di Nias saat ini.

Dalam email yang diterima Redaksi Nias Online, APR Energy menyebut alasan ditangguhkannya operasi PLTD di Nias “karena PLN tidak melakukan pembayaran untuk proyek-proyek APR selama setahun terakhir.”

APR Energy adalah perusahaan energi Amerika yang menyewakan PLTD kepada PLN di Nias.

Pesan lewat imel dari APR Energy diterima Redaksi Nias Online pagi ini dalam versi bahasa Indonesia dengan judul “Kepada seluruh pelanggan listrik di Nias” dan versi bahasa Inggris dengan judul “Notice to Nias Customers”. Selengkapnya dapat dibaca di bawah:

***

Kepada seluruh pelanggan listrik di Nias,

Setelah berhasil menghasilkan listrik untuk masyarakat Nias di Indonesia sejak tahun 2013, kami terpaksa menangguhkan operasi karena PLN tidak melakukan pembayaran untuk proyek-proyek APR selama setahun terakhir.

Sayangnya, karena PLN masih belum juga melakukan pembayaran listrik, kami tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menangguhkan operasi pembangkit listrik. Kami juga menolak memperpanjang kontrak yang telah berakhir pada 25 Maret sebelum menerima pembayaran seluruh tunggakan.

Kami menyesali dampak hal ini pada penduduk dan bisnis di Nias. Sayang sekali bahwa PLN, meskipun menagih biaya listrik dari pelanggan, tetapi tidak melakukan pembayaran kepada pemasok sebagaimana disepakati dalam kontrak.

Kami mendorong warga Nias untuk menghubungi PLN secara langsung guna meminta perusahaan tersebut untuk membayar tunggakan listriknya yang sudah lama belum dibayarkan.

*     *     *     *

Notice to Nias Customers

After successfully generating power for the Indonesian community of Nias since 2013, we have been forced to suspend operations due to non-payment by PLN for the past year on APR projects.

Unfortunately, PLN’s continued non-payment for the power we have provided has left us with no other alternative except to suspend plant operations. We also have declined to extend our contract that expired March 25 until full payment of the overdue amount is received.

We regret the impact this will have on Nias residents and businesses. It is unfortunate that PLN, while charging customers for electricity, is not making payments owed to its suppliers as agreed in its contracts.

We encourage Nias resident to contact PLN directly to request that the utility pays its long-overdue power bill.

Best Regards,

Alan Chapple

Corporate Communications and Public Relations Manager

APR Energy

Sebanyak 121.653 Peserta Seleksi SBMPTN 2015 Lulus

Thursday, July 9th, 2015

diktiNIASONLINE – Dari jumlah 693.185 peserta  yang mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2015, sebanyak 121.653 dinyatakan lulus. Dari jumlah itu, sebanyak 49.719 lulus seleksi pada program studi (prodi) Saintek, 45.878 lulus seleksi prodi Soshum, dan 26.056 lulus campuran prodi Saintek dan Soshum.

Pada SBMPTN 2015, peserta yang lulus dengan nilai tertinggi pada kelompok Saintek diterima di Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika – Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan nilai 925,39. Peserta dengan nilai tertinggi pada kelompok Soshum diterima di prodi Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan nilai 801,97. Peserta dengan nilai tertinggi pada kelompok Soshum / Bahasa diterima di prodi Bahasa Inggris Universitas Indonesia dengan nilai 790,76.

Demikian informasi yang diperoleh Nias Online dari situs Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Pengumuman SBMPTN sudah dapat diakses Kamis 9 Juli 2015 mulai pukul 17.00 melalui laman resmi SBMPTN di :

http://pengumuman.sbmptn.or.id

Hasil SBMPTN dapat juga diakses pada laman mirror berikut:

1. Universitas Indonesia (UI);

2. Institut Teknologi Bandung (ITB);

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS);

4. Universitas Diponegoro (Undip);

5. Universitas Airlangga (Unair);

6. Universitas Gadjah Mada (UGM);

7. Universitas Sriwijaya (Unsri);

8. Universitas Hasanuddin (Unhas);

9. Universitas Tanjungpura (Untan);

10. Universitas Andalas (Unand); dan

11. Institut Pertanian Bogor (IPB). (brk/*)