Akhir bulan ini, dua rangkaian kereta baru segera dioperasikan menuju bandara pengganti Bandara Polonia itu. (more…)
Archive for the ‘Berita Lain Lain’ Category
Akhir September, Kereta Api Mewah Layani Bandara Kualanamu
Wednesday, September 4th, 2013Turisiswa di Kota Kembang
Monday, September 2nd, 2013Oleh Kennial Laia*
Untuk dapat berkuliah di luar Nias bagi saya merupakan tantangan yang menggelitik perut setiap malam, jika tidak menyebutnya sebagai mimpi. Melihat dunia luar, sebagaimana yang dikumandangkan oleh sebagian besar orang yang saya kenal yang pernah melakukan perjalanan ke luar Pulau Nias sebelumnya, merupakan pengalaman berharga yang turut membangun karakter diri. Kemudian saya bertanya dalam hati, benarkah?
Maka, ketika kesempatan untuk berkuliah datang bagaikan berkah Natal pada bulan Desember 2008 empat tahun lalu, tak ragu lagi saya segera menyetujui tawaran seorang teman baik bernama Michael Cornish untuk mengadu nasib di kota Bandung, yang kabarnya memiliki kreativitas tinggi dan segudang ragam kuliner yang mampu menggoyang lidah. Begitu banyak proses, termasuk tes SNMPTN, yang ketika itu saya jalani hingga akhirnya saya resmi diterima di salah satu universitas yang cukup ternama di kota kembang tersebut.
Ketika akhirnya menginjakkan kaki di kota tersebut, berbagai perasaan berkecamuk dalam diri saya. Mungkin inilah rasa-rasa yang dialami oleh anak rantau pada umumnya, antara takjub pada tanah baru yang didatangi dan sekaligus rindu akan rumah. Namun, harus saya akui, pesona kota yang (sepertinya) memiliki segalanya tersebut mampu membius untuk tetap tinggal disana. Hal ini terbukti dengan banyaknya –meskipun belum dapat disertakan dengan angka statistik– anak Nias yang tidak ingin kembali ke kampung halaman dan memilih untuk menetap serta berkarir di Bandung atau di beberapa kota yang tersebar di Pulau Jawa. Meskipun demikian, terdapat pula sebagian ‘perantau’ yang menyerah pada bujukan dan bahkan paksaan keluarga untuk kembali ke pulau yang terkenal dengan lompat batunya tersebut. Mereka bersedia meninggalkan pesona kota yang mampu membuat diri melesakkan kaki di jalan-jalan beton, serta memenuhi telinga dengan hiruk-pikuk sirene lalu lintas, dan mewarnai mata dengan dinding-dinding yang menghalangi jarak pandang. Maka kembalilah mereka kepelukan tanö niha yang minim gedung tinggi dan berpisah dari kota impian yang sekaligus mencetuskan perasaan asing selama di perantauan.
Keberadaan di sebuah tanah baru, terutama untuk mahasiswa baru seperti saya, tidak hanya menghadirkan perasaan asing, namun pada saat yang bersamaan, perasaan ciut juga melanda -meski dapat diruntuhkan oleh rasa semangat. Di keramaian kota, yang kala itu baru saya pijak, menumbuhkan sebuah perasaan baru. Perasaan seperti seolah menjadi turis yang berkunjung ke sebuah objek wisata yang diidam-idamkan. Namun bukankah pada dasarnya kita adalah turis dan sekaligus juga masyarakat lokal pada saat yang bersamaan? Sebagaimana yang diungkapkan oleh Jamaica Kincaid dalam novel semi-autobiografinya A Small Place (1988) bahwa “For every native of every place is a potential tourist, and every tourist is a native of somewhere.†(Kincaid, 1988:18). Setiap orang yang melakukan perjalanan berpotensi untuk menjadi turis dengan tujuan bermacam-macam, apakah perjalanan tersebut ditujukan untuk urusan bisnis, migrasi, ataupun pendidikan. Saya sendiri termasuk ke dalam kelompok terakhir, yakni menjadi mahasiswa yang datang ke Bandung dengan tujuan untuk berkuliah, dengan tambahan bonus menjadi turis sambil lalu yang dapat menikmati tempat-tempat lain, khususnya Bandung dan wilayah sekitarnya, selain tempat tinggal saya di Nias, setidaknya selama empat tahun. Maka, jadilah saya turisiswa, mahasiswa dan turis dengan uang bulanan serta dukungan teman baik berhati malaikat yang berkewarganegaraan Australia.
Menjadi turis, atau dalam kasus seperti saya, yang saya sebut sebagai turisiswa, sesuai dengan yang diungkapkan Urry dalam tulisannya The Tourist Gaze (2002), merupakan cara manusia modern untuk menaikkan status di mata masyarakat. Pendidikan telah menjadi demikian penting dimata masyarakat Indonesia baru-baru ini, meskipun tidak menyeluruh ke setiap relung-relung pulau yang tersebar dari kepulauan paling luar hingga pulau-pulau besar seperti Jawa dan Sumatera. Contohnya, ya seperti saya ini; Mahasiswa asal Nias yang mengenyam pendidikan di Bandung, sekaligus turut berbaur dengan kehidupan pariwisata di Bandung menikmati kuliner, budaya, dan bahasanya. Meskipun pada awalnya minat saya hanya terletak pada kuliah, namun kesadaran akan bonus tambahan tersebut datang belakangan, dan sejujurnya memang tak dapat saya abaikan. Maka jadilah saya turis, di tanah asing, bukan sebagai alien, namun sebagai salah satu orang yang menambah populasi mahasiswa di kota Bandung.
* Penulis baru saja menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Budaya, jurusan Sastra Inggris di Universitas Padjadjaran, Bandung. (Editor: LCZ)
Agar Tak Gugur Tes Awal CPNS, Siapkan Dokumen Penting Ini
Wednesday, August 28th, 2013Diakui Internasional, Destinasi Wisata Tetap Perlu Payung Hukum
Saturday, August 24th, 2013Ini Dia 12 Pejabat Baru di Pemkab Nisel
Friday, August 23rd, 2013Pantai Sorake/Lagundri Akan Dilengkapi Lampu Jalan dan Wifi
Friday, August 23rd, 2013Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Nisel Faböwösa Laia mengungkapkan, anggaran untuk pengadaan lampu penerangan jalan tersebut akan diajukan melalui P-APBD yang akan diajukan ke DPRD Nisel. (more…)
Nisel Akan Belajar ‘Jualan’ Potensi Wisata ke Beberapa Daerah
Friday, August 23rd, 2013Ini Dia 19 Hari Libur Nasional Pada 2014
Wednesday, August 21st, 2013
NIASONLINE, JAKARTA – Informasi ini penting sekali bagi Anda yang ingin mengatur kegiatan pada tahun mendatang. Pemerintah telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang tahun. (more…)
Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias: DPRD dan Gubsu Didesak Terbitkan SK dan Persetujuan Anggaran Awal
Tuesday, August 20th, 2013
NIASONLINE, JAKARTA – Berlarut-larutnya pengusulan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias maupun calon provinsi lainnya ternyata tidak hanya pada proses adminsitrasi di kantor Gubenur Sumatera Utara (Gubsu).
Masalah adminsitrasi juga terjadi di DPRD Sumut yang hanya memberikan persetujuan di rapat paripurna tanpa diikuti penerbitan SK dan persetujuan anggaran awal bagi provinsi yang akan dibentuk. (more…)
Pemerintah Jamin Transparan, Peserta Tes CPNS Jangan Menyogok
Tuesday, August 20th, 2013Ini Dia Jadwal Pendaftaran dan Tes CPNS 2013
Tuesday, August 20th, 2013Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pelaksanaan ujian akan dilakukan dengan dua metode. Yakni, sistem Lembar Jawaban Komputer dan sistem Computer Assisted Test (CAT).
“Bagi pengguna sistem CAT, tes CPNS akan dimulai pada 29 September 2013. Tes dengan sistem CAT ini akan dilakukan pada 19 Kementerian dan Lembaga,†ujar Setiawan seperti dikutip dari situs menpan.go.id, dikutip Selasa (20/8/2013).
Sedangkan tes CPNS melalui sistem LJK, baik honorer kategori II maupun pelamar umum dijadwalkan digelar serentak pada 3 November 2013.
Untuk tahap awal, mulai hari ini, 20 – 30 Agustus 2013 akan dilakukan penetapan persetujuan formasi instansi.
Berikut adalah jadwal lengkap proses penerimaan CPNS 2013:
DPRD Kembali Rekomendasikan Pemekaran Provinsi Sumut
Monday, August 19th, 2013Ironis, Jumlah Profesor Terjerat Kasus Korupsi Bertambah
Thursday, August 15th, 2013Menurut dia, 80% dari pelaku korupsi yang sudah diproses ternyata lulusan perguruan tinggi. Bahkan, di antara mereka ada yang bergelar guru besar. (more…)
Pemerintah Kaji Kemungkinan Hapus Cuti Bersama
Wednesday, August 14th, 2013Jumlah hari cuti bersama itu, nanti akan diputuskan apakah akan tetap berlaku atau sebaliknya dihapuskan. (more…)












