Oleh: Esther GN Telaumbanua*
Selain laut dan alamnya yang indah, Nias dikenal dengan kekayaan budaya dan tradisi yang bernilai sejarah, dan berbeda dengan daerah lain, diantaranya peninggalan budaya megalitikum dan tradisi lompat batu (hombo batu), arsitektur rumah adat Nias, Fatele (tarian perang) yang prestisius, berbagai kreatifitas senibudaya, berbagai keunikan living tradition lainnya.
Inilah yang menjadi daya tarik Nias hingga sekarang. Peninggalan budaya leluhur ini masih nyata hingga saat ini tersebar di seluruh wialayah dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan ono niha. Omo hada (rumah adat) Nias yang berusia ratusan tahun merupakan salah satu world’s heritage. Rumah adat Nias dengan arsitektur khas ini disebut-sebut sebagai konstruksi rumah paling handal menghadapi bencana. Ironisnya, tingkat kesejahteraan masyarakatnya tidak selaras dengan kekayaan alam dan heritage yang dimilikinya. (more…)
Peristiwa gempa bumi dan tsunami yanag melanda wilayah Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias (Sumut) pada tanggal 26 Desember 2004 yang kemudian disusul dengan peristiwa gempa bumi tektonik di Pulau Nias sekitarnya pada tanggaal 28 Maret 2005, telah mengakibatkan pengorbanan besar bagi masyarakat.
Buku ini, sebagaimana terlihat dari judulnya, mengisahkan masuknya dan berkembangnya agama Kristen, khususnya Protestan, dan lebih khusus lagi Banua Niha Keriso Protestant (BNKP) di Nias. Redaksi Nias Online memiliki Cetakan ketiga (2007) sedangkan Cetakan I dan II, menurut pengantar buku itu, masing-masing dikeluarkan pada tahun 1971 dan 1987.