Author Archive
Pemerintah Jamin Transparan, Peserta Tes CPNS Jangan Menyogok
Tuesday, August 20th, 2013Ini Dia Jadwal Pendaftaran dan Tes CPNS 2013
Tuesday, August 20th, 2013Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pelaksanaan ujian akan dilakukan dengan dua metode. Yakni, sistem Lembar Jawaban Komputer dan sistem Computer Assisted Test (CAT).
“Bagi pengguna sistem CAT, tes CPNS akan dimulai pada 29 September 2013. Tes dengan sistem CAT ini akan dilakukan pada 19 Kementerian dan Lembaga,†ujar Setiawan seperti dikutip dari situs menpan.go.id, dikutip Selasa (20/8/2013).
Sedangkan tes CPNS melalui sistem LJK, baik honorer kategori II maupun pelamar umum dijadwalkan digelar serentak pada 3 November 2013.
Untuk tahap awal, mulai hari ini, 20 – 30 Agustus 2013 akan dilakukan penetapan persetujuan formasi instansi.
Berikut adalah jadwal lengkap proses penerimaan CPNS 2013:
DPRD Kembali Rekomendasikan Pemekaran Provinsi Sumut
Monday, August 19th, 2013Ini Dia Opor Tunitas Hulu, Putra Nias di Paskibraka 2013
Saturday, August 17th, 2013Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin sendiri peringatan tersebut. Baik penaikan bendera pada pagi hari, maupun penurunan bendera pada sore hari. (more…)
Pidato Lengkap Presiden Soekarno Saat Membacakan Proklamasi Kemerdekaan
Saturday, August 17th, 2013Pada setiap peringatan HUT tersebut, warga Indonesia biasanya hanya diingatkan dengan secuil kisah sejarah penting yang disimbolkan dengan pembacaan kembali naskah Proklamasi kemerdekaan RI yang pernah dibacakan oleh Presiden Soekarno bersama Wapres Mohammad Hatta.
Tapi, tidak banyak yang tahu, bahwa sebelum membaca naskah Proklamasi, Presiden Soekarno menyampaikan pidato pengantar yang menggetarkan dengan pesan yang sangat kuat dan mendalam.
Gelora semangat dan komitmen perjuangan dalam pidato pengantar itu seolah menjadi pengiring ke klimaks pembacaan naskah proklamasi. Indonesia pun dinyatakan merdeka.
Sebuah referensi penting yang harusnya menjadi alasan bagi setiap warga RI agar tidak menyalahgunakaan kemerdekaan itu, kemudian. Mencemarkannya dengan pementingan diri sendiri, korupsi dan berbagai tindakan menjijikkan yang merusak masa depan rakyat Indonesia.
Naskah lengkap pidato tersebut, telah dibukukan dengan judul Kapita Selekta, Seri Pertama, Buku I, yang diterbitkan CV Bintang pada 1990. Buku itu dimasyarakatkan oleh Lembaga Sosial Pemasyarakatan Produk Peraturan Perundang-Undangan Republik Indonesia; Badan Pelaksana Proyek Pelayanan Sosial Yayasan Kesejahteraan Rakyat Padepokan Sawunggaling.
Berikut adalah naskah lengkap pidato lengkap dan pembacaan naskah Proklamasi oleh Presiden Soekarno yang didampingi Wapres Mohammad Hatta pada 17 Agustus 1945.
Saudara-saudara sekalian!
Saya telah minta saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa maha-penting dalam sejarah kita.
Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indonesia telah berjoang, untuk kemerdekaan tanah air kita bahkan telah beratus-ratus tahun!
Gelombang aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya dan ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita.
Juga di dalam jaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti-hentinya.
Di dalam jaman Jepang ini, tampaknya saja kita menyandarkan diri kepada mereka, tetapi pada hakekatnya, tetap kita menyusun tenaga sendiri, tetapi kita percaya kepada kekuatan sendiri.
Sekarang tibalah saatnya kita benar-benar mengambil sikap nasib bangsa dan nasib tanah air kita di dalam tangan kita sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri akan dapat berdiri dengan kuatnya.
Maka kami, tadi malah telah mengadakan musyawarat dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat bahwa sekaranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara!
Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 Agustus 1945
Atas Nama Bangsa Indonesia
Soekarno-Hatta
Demikianlah saudara-saudara!
Kita sekarang telah merdeka!
Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita!
Mulai saat ini kita menyusun Negara kita! Negara Merdeka, Negara Republik Indonesia – merdeka kekal dan abadi. Insyaallah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu!
Dirgahayu RI ke-68. Merdeka! (EN/*)
2014, Gaji & Pensiun Pokok PNS, TNI & Polri Naik Lagi
Friday, August 16th, 2013Genjot Kualitas SDM, Pemerintah Bebaskan PPh & PPn Buku Impor
Friday, August 16th, 2013Presiden SBY Kukuhkan Paskibraka, Salah Satunya Dari Nias Utara
Thursday, August 15th, 2013Namun, hari ini, 66 orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskribraka) 2013 telah dikukuhkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara hari ini, Kamis (15/8/2013). (more…)
Ironis, Jumlah Profesor Terjerat Kasus Korupsi Bertambah
Thursday, August 15th, 2013Menurut dia, 80% dari pelaku korupsi yang sudah diproses ternyata lulusan perguruan tinggi. Bahkan, di antara mereka ada yang bergelar guru besar. (more…)
Cegah KKN Pada Seleksi CPNS, Pemerintah Andalkan Sistem CAT
Thursday, August 15th, 2013Pemerintah Kaji Kemungkinan Hapus Cuti Bersama
Wednesday, August 14th, 2013Jumlah hari cuti bersama itu, nanti akan diputuskan apakah akan tetap berlaku atau sebaliknya dihapuskan. (more…)
Seniman Kawakan Kris Biantoro Tutup Usia
Tuesday, August 13th, 2013Bandara Kualanamu dan Peluang Kemajuan Kepulauan Nias
Tuesday, August 13th, 2013Pasangan Gubernur Gatot Pujo Nugroho periode 2013-2018 itu bahkan rela bergadang bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II) Tri S Sunoko di fasilitas baru pengganti Bandara Polonia itu.
Sebelumnya, di Bandara Polonia, Tengku Erry juga hadir pada seremoni penutupan Bandara Polonia untuk penerbangan sipil dengan menyambut para awak pesawat dan penumpang penerbangan terakhir di bandara itu. Selanjutnya, Bandara Polonia bersalin nama menjadi Bandara Soewondo dan dikelola TNI-AU.
Usai melepas penerbangan perdana dari bandara itu, dalam jumpa pers bersama di ruang tunggu keberangkatan domestik, Tengku Erry menyatakan keharuannya.
“19 tahun kami menanti bandara ini,†ujar dia yang saat jumpa pers itu duduk bersebelahan dengan Dahlan. Dia pun mengakui, kehadiran bandara baru itu akan menjadi magnet baru investasi di Sumut.
Tengku Erry menjelaskan, pihak Pemprov Sumut telah mulai melakukan pembebasan lahan sejak 1994. Bukan pekerjaan mudah. Selain karena urusan pertanahan yang memang ribet, juga butuh biaya yang sangat besar.
Adapun pembangunan fisik bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta itu menggunakan dana APBN dan juga dana internal AP II dengan total investasi sekitar Rp 5,8 triliun.
Tengku Erry pantas sumringah dan berbangga. Sejatinya, tidak hanya dia. Juga rakyat Sumut patut berbangga dengan kehadiran salah satu infrastruktur vital transportasi tersebut. Tentu saja, rakyat Kabupaten Deliserdang yang akan paling banyak mendapatkan manfaat dari kehadiran bandara itu.
Strategis di Asia
“Bandara Kualanamu itu akan menjadi yang terbesar, bahkan di Asia. Kita siapkan untuk jadi hub internasional agar bisa bersaing dengan Bandara Changi, Singapura dan Kuala Lumpur International Airport (KLIA),†ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Budhi Muliawan Suyitno saat masih menjabat beberapa tahun lalu.
Di masa jabatan pejabat yang terkenal tegas itu juga, pembangunan bandara yang sempat terkatung-katung itu digenjot. Saat itu, Jusuf Kalla (JK) juga masih menjabat sebagai Wakil Presiden.
JK, dengan gaya khasnya, ‘menggebrak’ agar pembangunan bandara itu segera dimulai, menindaklanjuti ground breaking yang dilakukannya pada 2006. JK juga beberapa kali melakukan ‘sidak’ saat pembangunan berlangsung untuk memastikan proyek itu berjalan sesuai harapan.
Budhi menjelaskan, pemilihan wilayah Kualanamu di Deliserdang itu, bukan hanya karena ketersediaan lahan yang luas. Tapi juga karena kestrategisannya dalam ‘perang’ industri penerbangan di regional Asia Tenggara dan internasional.Sumut, sebagai daerah paling maju di luar Jawa di Pulau Sumatera memang menjadi lumbung utama industri penerbangan di wilayah barat. Baik untuk penerbangan domestik maupun regional dan internasional.
Sumut dengan Bandara Kualanamunya, kini berhadap-hadapan dengan Changi dan KLIA. Berpadu dengan spesifikasinya yang jauh lebih besar, maka Bandara Kualanamu otomatis menjadi lawan setara dengan dua bandara negara jiran tersebut yang sampai saat ini masih menjadi favorit bandara transit penerbangan internasional.
Ya, dengan kapasitas bandara yang besar, kini Bandara Kualanamu hadir sebagai alternatif. Ke depan, sesuai rencana, akan diarahkan merebut posisi bandara transit internasional dari Changi dan KLIA. Makanya, dalam pengoperasiannya, AP II tidak tanggung-tanggung mencari partner. Yakni, menggandeng Incheon International Airport Corporation, pengelola Bandara Incheon, Korea Selatan yang selama bertahun-tahun ini jadi bandara terbaik di dunia.
Itu berarti, akses turis dan perdagangan internasional melalui Sumut ke depan akan sangat besar. Sumut, dengan infrastruktur baru tersebut kini setidaknya maju selangkah menempatkan diri sebagai daerah tujuan investasi. Itu juga berarti, para turis mancanegara kini bisa dengan mudah mengakses Sumut dan kekayaan destinasi wisatanya tanpa harus transit di kedua negara itu.
Peluang Kepulauan Nias
Lalu, apakah ada manfaat kehadiran Bandara Kualanamu tersebut bagi Kepulauan Nias? Jawabannya bisa ya dan bisa juga tidak.
Sebagai bagian dari Provinsi Sumut, sejatinya Kepulauan Nias akan turut menikmati kue kemajuan karena kemudahan akses tersebut. Lokasinya juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar satu jam penerbangan lanjutan saja.
Itu berarti, kekayaan destinasi wisata di Kepulauan Nias juga kini dan ke depan akan lebih mudah dijangkau dengan kehadiran bandara itu. Idealnya, jumlah turis pun akan lebih banyak dari sebelumnya yang memang sudah sangat sedikit.
Tanda-tanda ke arah itu sudah mulai kelihatan. Saat bertemu dengan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Bandara Kualanamu pada hari peresmian perdana itu, dia mengungkapkan keinginan untuk terbang ke Kepulauan Nias.
Jelang akhir tahun ini, pihaknya akan mulai menerima dan mengoperasikan 18 pesawat turboprop ATR 72. Pesawat itu sejenis dengan yang dioperasikan oleh Wings Air saat ini. Bahkan, ada informasi kalau Wings Air berencana menambah frekuensi penerbangan ke Bandara Binaka.
Tapi, itu semua bisa juga tidak akan jadi apa-apa. Cuma mimpi di siang bolong. Terutama bila para pemerintah daerah (Pemda) di Kepulauan Nias masih tidak bisa mengantisipasinya dan tetap bekerja dalam paradigma business as usual. Bila masih sibuk dalam urusan pribadi dan mungkin saja kasus hukum sehingga tidak mampu mengakselerasi pembangunan infrastruktur penunjang di daerahnya.
Bisa saja Bandara Kualanamu memudahkan akses turis ke Sumut. Tapi apakah turis akan cepat dan banyak melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Nias sangat ditentukan oleh kesiapan di daerah itu.
Hingga saat ini, pengembangan Bandara Binaka agar bisa menampung pesawat yang lebih besar belum jelas. Demikian juga pembangunan Bandara Silambo di Nias Selatan, tidak jelas kapan akan selesai.
Dimana-mana, bahkan di pusat kota sekalipun, akses jalan juga mengalami kerusakan. Tampaknya pemda-pemda di Kepulauan Nias tak mampu merawat dan memanfaatkan berbagai infrastruktur yang dulu dibangun oleh BRR-Nias. Jangankan bikin yang baru, yang sudah dibangun pun kini tidak sedikit yang terbengkalai dan tidak terawat.
Dana lebih besar yang mengalir ke Kepulauan Nias paska pemekaran juga tidak serta merta membuat para pemda bisa berbuat banyak. Bahkan, saban tahun, tidak sedikit dana dari pusat harus dikembalikan karena tidak terserap.
Harapan tersedianya jalan lingkar Nias yang diharapkan terbangun dengan mengalir lebih besarnya dari pusat ke Kepulauan Nias paska pemekaran, juga tampaknya tinggal mimpi.
Akses jalan ke daerah-daerah wisata juga kini tampak tak terurus. Bahkan, potensi daerah yang sudah mendunia pun kini tak terurus, apalagi dipromosikan. Boro-boro menemukan dan mengangkat ke permukaan potensi wisata lainnya yang selama ini masih tersembunyi.
Sejatinya, penyiapan Kepulauan Nias sudah dilakukan jauh-jauh hari mengantisipasi kehadiran Bandara Kualanamu tersebut. Tapi, tampaknya tidak seperti harapan.
Tapi sepertinya belum terlalu terlambat untuk memulainya. Bandara Kualanamu yang baru beroperasi ini juga butuh waktu untuk sampai pada puncak capaiannya seperti telah direncanakan.
Tidak hanya itu, ke depan, Bandara Kualanamu itu juga akan terus dikembangkan hingga dua tahapan lagi. Itu akan semakin memperbesar peluang bagi Kepulauan Nias untuk mengeruk manfaatnya.
Sekarang, peluang kemajuan sudah tersaji di depan mata. Salah sendiri bila masih terlena atau berleha-leha tanpa melakukan antisipasi, tidak kreatif dan tidak proaktif memanfaatkannya.
Semoga mereka tidak sedang asyik dengan mimpi dan kepentingan sendiri dan kemudian berpikir bahwa itu mimpi dan kepentingan semua rakyat Kepulauan Nias, yang sebagian besar tiap hari harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah berbagai kesulitan saat ini. Sementara berbagai peluang di depan mata, lewat begitu saja. (Etis Nehe)
















