Author Archive
Jenazah Azas Bu’ulölö Segera Diberangkatkan Ke Telukdalam
Monday, September 9th, 20133 Korban Hilang di Kepulauan Batu Ditemukan Meninggal
Sunday, September 8th, 2013Ketiga korban tersebut adalah Azas Bu’ulölö dan Jireh Manullang, keduanya pegawai dari Dinas Pendidikan Nias Selatan. Sedangkan satu korban lagi, Sutrisno, merupakan pegawai dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut).
“Puji Tuhan, tadi pukul 16.00 wib ketiganya ditemukan di sekitar Pulau Sifika dan Samaleke. Ketiganya ditemukan oleh tim Muspika dan masyarakat yang dikerahkan untuk melakukan pencarian,†ujar Camat Pulau-pulau Batu Hayudin Zamili kepada Nias Online melalui sambungan telpon, Minggu (8/9/2013).
Dia menjelaskan, saat ini, ketiga jenazah sedang menjalani proses visum di RSU Tello.
Selanjutnya, kata dia, ketiga korban direncakanan berangkatkan besok ke Medan dan ke Telukdalam.
Ketiganya merupakan rombongan dari 12 orang yang akan melakukan verifikasi kecamatan terbaik tingkat Provinsi Sumut 2013. Dalam perjalanan menuju Pulau Sifika, perahu mereka dihajar ombak besar dan terbalik.
Dengan demikian, total korban meninggal pada kecelakaan itu sebanyak delapan orang. Lima korban lainnya, merupakan tiga pegawai Pemprov Sumut yakni Syahrun (48), Saidin Purba (51) dan Bahrin Lubis (55) sudah dievakuasi ke Medan. Bahkan, hari ini sudah dimakamkan.
Sedangkan dua korban lainnya, Edison Halawa (44) dan Arman Telaumbanua (25) merupakan Pemda Nisel dan telah diserahkan kepada keluarga kemarin malam setelah dievakuasi ke Teluldalam menggunakan KM Simeulue.
Evakuasi
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga Azas di Bawömataluo telah menerima kabar tersebut.
Demikian juga halnya dengan keluarga Jireh Manullang. Menurut informasi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nisel Faböwösa Laia, istrinya telah berangkat tadi pagi dan sudah tiba di Pulau Tello untuk memastikan kondisi suaminya.
Dia juga mengatakan, informasi terkini menyebutkan, keluarga meminta agar jenazah almarhum Jireh langsung dievakuasi ke Medan dan tidak lagi dibawa ke Telukdalam.
“Dengan demikian, kemungkinan jenazah almarhum Jireh akan dievakuasi bersama jenazah almarhum Sutrisno ke Medan besok. Sedangkan almarhum Azas akan dievakuasi menggunakan speed boat ke Telukdalam,” jelas dia. (EN)
PNS Naik Pangkat Secara Anumerta, Status Pegawai Honorer Belum Jelas
Sunday, September 8th, 2013Korban Perahu Tenggelam di Kepulauan Batu Diserahkan Kepada Keluarga
Saturday, September 7th, 20132 Korban Hilang di Kepulauan Batu Staf Dinas Pendidikan Nisel
Saturday, September 7th, 2013Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Nias Selatan Monasduk Duha, kepada Nias Online, mengatakan, pencarian masih terus dilakukan bersama Muspika dan masyarakat setempat. (more…)
Pencarian 3 Korban Hilang di Kepulauan Batu Dilakukan Selama 7 Hari
Saturday, September 7th, 2013Speed Boat Dihajar Ombak di Kepulauan Batu, 5 Penumpang Meninggal
Saturday, September 7th, 2013Speed boat itu membawa 11 penumpang selain operatornya. Akibat dihajar ombak, kapal kecil tersebut pecah dan tenggelam. (more…)
Para Caleg DPR/DPD Asal Nias Bahas Persiapan Hadapi Pileg 2014
Thursday, September 5th, 2013NIASONLINE, JAKARTA – Bertempat di Restoran Munik, Jakarta, sejumlah calon legislatif (Caleg) DPR RI dan DPD berkumpul di Jakarta. Pertemuan itu difasilitasi oleh Admin Grup Facebook dan BBM P2NMS14 (Putra Putri Nias Menuju Senayan 2014).
Admin/Penanggung Jawab grup FB dan BBM P2NMS14 tersebut, Herlina Gea menjelaskan, pertemuan itu dalam rangka menyampaikan “Suara Masyarakat†yang disampaikan melalui Grup FB dan BBM yang dikelola.
“Pertemuan ini sebagai bentuk tanggung jawab atas keinginan masyarakat yang disampaikan melalui Grup Fesbuk, yaitu ingin melihat para caleg duduk bersama dan berdiskusi agar pemenangan caleg asal Kepulauan Nias khususnya dari Dapil Sumut 2, bisa difokuskan dan tidak menyebar sehingga menjadi mubazir,†jelas dia dalam rilis yang diterima Nias Online, di Jakarta, Rabu (4/9/2013) malam.
Selain itu, kata dia, pertemuan itu juga dimaksudkan sebagai tranformasi pendidikan politik kepada masyarakat.
Ada pun para caleg yang hadir maupun yang tidak hadir namun menyatakan dukungan atas pertemuan itu adalah caleg DPR RI Agustus Gea (Partai Demokrat No. 5), Barnabas Yusuf Hura (PAN No. 4), Talihadat Bazatogu Hia (Partai Golkar No. 7). Ketiganya dari Dapil II Sumut. Kemudian, Firman Jaya Daely (PDIP No. 5), dari Dapil I Sumut dan Turunan B Gulö, satu-satunya calon anggota DPD asal Nias mewakili Provinsi Sumut.
Juga hadir Marinus Gea (PDIP No. 9) dari dapil Banten III dan Anton Anatona Zagota (Partai Gerindra, No. 11), dari dapil Tangerang Selatan, Banten VII. Undangan lainnya yang hadir adalah Yuspan Zalukhu dan Pdt Derman Gea.
Sementara Yasonna H Laoly (PDI-P, Sumut II) tidak bisa hadir karena saat yang sama sedang berada di Pulau Nias. Sozifao Hia (PDIP), caleg DPRD II Kab Pelalawan Riau, batal datang karena istrinya mendadak sakit.
Adapun “Suara Masyarakat†yang disampaikan kepada para caleg tersebut, yakni, pertama, masyarakat pesimis akan integritas para caleg, yang hanya berusaha dekat dengan masyarakat ketika ada kepentingan dan melupakannya ketika nantinya sudah duduk di Senayan.
Kedua, tingginya golput karena kurangnya kepercayaan kepada caleg karena tingginya kecenderungan korupsi. Ketiga, peningkatan jalur penerbangan yang murah dan berkualitas ke Kepulauan Nias, terutama menjelang Sidang Raya PGI di Kepulauan Nias.
Keempat, layanan listrik PLN yang selalu mati dan bermasalah dalam keakuratan tagihan kepada masyarakat. Kelima, harga karet yang masih sangat minim dan tidak menolong ekonomi masyarakat. Dan keenam, pelayanan Rumah Sakit Gunung Sitoli yang sangat minim.
Para caleg mengaku sudah mengetahui juga masalah-masalah yang disampaikan tersebut dari hasil kunjungan ke masyarakat selama ini. Mereka juga sepakat mendorong perbaikan dan perubahan itu ketika nanti lolos ke Senayan.
Sementara itu, mewakili para caleg, Turunan mengapresiasi upaya admin grup FB dan BBM P2NMS14 dalam mensosialisasikan para caleg asal Nias.
“Kita harapkan, ke depan, ada pertemuan lanjutan dengan mengundang tokoh-tokoh Nias, baik dari pimpinan lembaga agama, para pimpinan daerah, ormas dan tokoh-tokoh masyarakat dengan harapan agar para pimpinan dan tokoh-tokoh tersebut bisa membantu sosialisasi pendidikan politik masyarakat sehingga pencapaian Pemilu yang bersih yang dicita-citakan bisa lebih maksimal,†jelas dia.
Dalam diskusi tersebut, juga fokus pada pemilihan para caleg di Dapil II Sumut. Seperti diketahui, di Dapil II sebanyak 8 caleg asal Nias akan bertarung.
Beberapa hal jadi pemikiran untuk dilakukan. Yakni, meningkatkan suara pemilih atau menekan Golput yang berdasarkan pengalaman pada Pemilu Gubenur beberapa waktu lalu angkanya mencapai lebih dari 50%. Itu bisa dilakukan dengan meningkatkan kesadaran politik dan tanggungjawab masyarakat.
Selain itu, Agustus Gea juga menawarkan agar para caleg dapil Sumut II bisa menakar kemampuan. “Lebih baik memfokuskan suara kepada yang berpeluang,†jelas dia.
Namun, hal itu juga diakui tidak mudah dilakukan karena para caleg berjuang dari partai yang berbeda dengan keyakinan pada peluang yang menjanjikan untuk lolos.
Kecenderungan masyarakat memilih tokoh yang membagi uang juga menjadi masalah krusial yang didiskusikan.
“Dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat, juga ditemukan bahwa masyarakat masih lebih fokus kepada pemenangan tokoh yang mampu membagi uang dengan cuma-cuma dan tidak memahami makna pembangunan yang terkandung dari pesta demokrasi Pileg,†jelas Talihadat.
Para peserta diskusi juga menyadari kemungkinan terjadinya gesekan di lapangan dalam persaingan di Dapil II tersebut. Karena itu, semua berkomitmen dan sepakat untuk melakukan kampanye yang sportif dan bersih dengan mengedepankan sikap kekeluargaan antara Caleg. Menang atapun kalah, harus berjiwa besar dan saling menerima. (EN)
Akhir September, Kereta Api Mewah Layani Bandara Kualanamu
Wednesday, September 4th, 2013Akhir bulan ini, dua rangkaian kereta baru segera dioperasikan menuju bandara pengganti Bandara Polonia itu. (more…)
1.154 Desa di Sumut Belum Nikmati Listrik
Tuesday, September 3rd, 2013Sampai saat ini, seperti diungkapkan Gubernus Sumut Gatot Pudjo Nugroho, hingga Maret 2013, tercatat masih ada 1.154 desa lagi yang belum teraliri listrik dari total 5.779 desa di seluruh Sumut. Jumlah itu setara dengan 421.660 rumah.
Karena itu, rasio elektrifikasi di Sumut masih sebesar 86,45%.
“Jadi masalah kita bukan cuma byarpet, tapi juga hampir 20% desa di Sumut belum teraliri listrik, “ ujar dia saat melantik pengurus Masyarakat Kelistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Sumut, di Medan, Senin (2/9/2013).
Dia menjelaskan, krisis listrik tersebut terus berlanjut karena dipicu tak kunjung tuntasnya pembangunan sejumlah proyek pembangkit di Sumut.
Dia mengaku telah berusaha melobi pemerintah pusat untuk mempercepat penyelesaian masalah kelistrikan tersebut. (EN/*)
Seleksi Diperketat, Ini 9 Modus Kecurangan Pada Seleksi CPNS
Monday, September 2nd, 2013Namun, bagi banyak orang, penerimaaan kali ini hanya akan mengulang kebiasan kecurangan lama yang identik dengan seleksi CPNS.
Masa seleksi CPNS biasanya menjadi masa ‘perjuangan’ bagi yang mau jadi PNS. Istilah ‘perjuangan’ sudah lazim karena sesuai kenyataan selama ini di benak publik, ‘masuk PNS itu tidak mungkin gratis.’ Permainan uang bisa mencapai puluhan juta rupiah per orang.
Masa seleksi CPNS juga, selama ini, menjadi masa ‘panen’ bagi para pejabat di lembaga terkait maupun penguasa yang menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya.
Praktik-praktik itu pun diakui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Makanya, kali ini, seleksi CPNS tahun ini mengalami perubahan. Intinya, seperti kata para pejabat Kemenpan-RB, dibikin sedemikian rupa untuk mempersempit peluang korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Menpan-RB Azwar Abubakar, hari ini, Senin (2/9/2013) menyebutkan, tingkat kesulitan tes kali ini setingkat di bawah tes UMPTN.
Dia juga minta agar semua aparatur negara menindak tegas pelaku praktik percaloan. Bahkan, bagi PNS yang terlibat, akan dipecat selain hukuman penjara.
Dia menegaskan, pihaknya ingin memperbaiki citra bahwa jika menjadi PNS itu bisa dibeli dengan sejumlah uang.
“Kita mau hapus image itu bahwa masuk PNS bisa dibayar. Kita mau hapuskan itu. Kita akan menghapus oknum-oknum yang waktu lalu menjadi calo,†tegas dia.
Nah, apakah janji Kemenpan-RB itu akan terbukti atau tidak, ada baiknya mengenal apa saja modus kecurangan dalam seleksi CPNS.
Seperti dilansir Konsorsium Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Seleksi CPNS, Minggu (1/9/2013), terdapat sembilan modus kecurangan yang terjadi. Masyarakat pun diminta mewaspadai hal itu
“Banyak sekali penyelewengan dari mulai pendaftaran sampai penetapan CPNS,” ungkap Peneliti Indonesia Corruption Watch Febri Hendri pada paparan konsorsium itu di Kantor ICW, Jakarta, Minggu (1/9/2013).
Sembilan modus ataupun titik rawan tersebut adalah:
1. Meloloskan pelamar tidak memenuhi kriteria sebagai pegawai honorer kategori 2. Pegawai honorer ini adalah mereka yang bekerja pada instansi pemerintah pusat dan daerah minimal satu tahun sebelum 31 Desember 2005. Mereka yang bekerja setelah 2005, tidak masuk dapat dimasukkan sebagai honorer kategori 2.
2. Adanya diskriminasi pada seleksi adminsitrasi pada pelamar tertentu terkait nomor dan lokasi ujian guna memperkecil persaingan pada saat seleksi CPNS. Pada tahap seleksi administrasi ini sangat rawan pungutan liar oleh pihak tertentu.
3. Saling menitip pelamar antar pejabat atau pihak tertentu dari dua daerah yang berbeda. Misalnya, kepala daerah atau pejabat di instansi tertentu di daerah A menitipkan kerabat atau temannya pada seleksi di daerah B. Sebaliknya, kepala daerah atau pejabat instansi tertentu dari daerah B menitipkan kerabat atau temannya kepada kepala daerah atau pejabat instansi tertentu di daerah A.
4. Pembocoran soal Tes Kemampuan Dasar (TKD) dan Tes Kemampuan Bidang (TKB). Biasanya ini terjadi saat penggandaan soal dari percetakan hingga ke lokasi ujian. Konsorsium menemukan, pembocoran itu merupakan perilaku kolektif tim panitia di daerah atau pusat untuk meloloskan orang tertentu atau menjual kunci jawaban.
5. Praktik perjokian. Pada saat TKD dan TKB, joki menggantikan pelamar sebenarnya atau bisa juga menjadi pendamping pelamar tertentu di dalam ruangan ujian.
6. Pengisian kembali Lembar Jawaban Komputer pelamar tertentu oleh pihak lain setelah ujian TKD atau TKB dilaksanakan.
7. Praktik pemerasan atau suap oleh pejabat atau pihak lain setelah ujian TKD atau TKB dilaksanakan.
8. Penambahan pelamar yang lolos TKD dan TKB pada pengumuman resmi di pemerintah daerah.
9. CPNS mendapatkan NIP meski tidak mengikuti proses seleksi. (EN)
Dr. Yoyok: Bawömataluo, Salah Satu Monumen Hidup Kebudayaan Nias Tersisa
Saturday, August 31st, 2013Bukan tanpa alasan Desa Bawömataluo jadi referensi dalam acara bergensi yang diikuti oleh sekitar 3.000 akademisi dan arsitek seluruh Jepang tersebut.
Sejak Agustus 2011 lalu, belasan pakar Jepang, bersama pakar dari Universitas Gajah Mada (UGM) telah melakukan serangkaian riset di Desa Bawömataluo. Riset mereka, salah satunya, sebagai bahan untuk memperjuangkan desa itu menjadi warisan dunia di Unesco, PBB.
Dr. Yoyok Wahyu Subroto, Ketua Tim Peneliti Desa Bawömataluo pada Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik UGM sekaligus menjadi ketua Tim Jepang-UGM tersebut.
Dr. Yoyok juga yang memaparkan materi terkait Desa Bawömataluo pada acara yang digelar di University of Hokkaido, Sapporo, Jepang tersebut. Lalu, apa pertimbangan menjadikan Desa Bawömataluo sebagai fokus bahasan di seminar itu?
“Bawömataluo termasuk salah satu the living culture monument (monumen hidup kebudayaan) ‘tua’ di dunia yang masih tersisa dan dimiliki oleh Indonesia khususnya Nias Selatan. Selain itu, juga memiliki identitas budaya yang jelas, yang ditandai oleh budaya megalith yang masih ‘hidup’, dan rumah-rumah yang masih secara konsisten dihuni,†ujar Yoyok melalui pesan singkat kepada Nias Online, Jum’at (30/8/2013).
Namun, kata dia, meski memiliki keunikan yang termasuk langka, kini desa itu juga dalam ‘ancaman.’
“Di sisi lain, kondisinya cukup mengkhawatirkan, baik karena ancaman alam (bencana alam, umur bangunan) maupun oleh ancaman sosial ekonomi (kurangnya perhatian pemerintah, kurangnya dana perbaikan, keinginan masyarakat untuk mengganti menjadi rumah ‘modern’) sehingga keasliannya terancam,†jelas dia.
Dia menambahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan, laju perubahan fisik bangunan atau laju ‘hilangnya’ bangunan rumah tradisional di Bawömataluo adalah 2 bangunan per tahun.
“Ini harus dihentikan atau pada saatnya nanti Bawömataluo hanya tinggal kenangan,†tegas dia.
Terkait Desa Bawömataluo, jelas dia, terdapat lima materi paparan. Yakni, materi I terkait kondisi struktur dan konstruksi bangunan tradisional. Materi II terkait manajemen ‘branded’ pariwisata Bawömataluo.
Kemudian, materi III terkait kebudayaan Nias Selatan khususnya Bawömataluo. Materi IV terkait kondisi lansekap alam Bawömataluo. Dan materi V terkait bangunan Omo Sebua. (EN)
Forum Arsitektur Jepang Bahas Masa Depan Desa Bawömataluo
Friday, August 30th, 2013Desa yang telah masuk daftar calon warisan dunia tersebut kini jadi perhatian terkait upaya pelestariannya. (more…)















