Archive for the ‘Pariwisata’ Category
Peduli Pelestarian Pusaka dan Pengembangan Pariwisata Nias? Ikuti Lomba Menulis Ini
Friday, April 18th, 2014Disbudpar Rekrut Putra-Putri Nisel Jadi Duta Wisata
Monday, November 4th, 2013Forum Arsitektur Jepang Bahas Masa Depan Desa Bawömataluo
Friday, August 30th, 2013Desa yang telah masuk daftar calon warisan dunia tersebut kini jadi perhatian terkait upaya pelestariannya. (more…)
Gelar Kontes Lagi, Pemda Nisel Akan Kontak Asosiasi Surfing Internasional
Friday, August 30th, 2013Ini Hasil Pertemuan Disbudpar Nisel – Pelaku Wisata di Lagundri & Sorake
Friday, August 30th, 2013Pemasangan Lampu Jalan di Kawasan Lagundri-Sorake Diajukan ke Bupati Nisel
Wednesday, August 28th, 2013Akhir pekan lalu, para staf dinas tersebut telah diperintahkan melakukan observasi lapangan, termasuk untuk menentukan titik-titik pemasangan lampu jalan.
“Sudah disurvey dan dibuat peta lokasinya. Sekarang mau diajukan kepada Bupati untuk mendapatkan persetujuan,†ujar Faböwösa kepada Nias Online, Rabu (28/8/2013).
Dia mengatakan, untuk tahap awal, pemasangan lampu jalan akan difokuskan di kawasan Lagundri dan Sorake saja.
Sebelumnya Nias Online menanyakan apakah pemasangan lampu itu akan dilakukan di sepanjang jalur akses ke kawasan itu, terutama mulai dari simpang Loho (Pertigaan menuju Pantai Lagundri/Sorake, Telukdalam dan Desa Bawömataluo dan sekitarnya).
Sebelumnya, saat masih menjabat sebagai Plt Dinas Budpar Nisel (Sehari kemudian dilantik sebagai Kadis definitif, red), kepada Nias Online, Faböwösa mengungkapkan rencana pemasangan lampu jalan tersebut.
Menurut dia, hal itu sebagai respons awal atas permintaan masyarakat kepada Pemda Nisel. Tidak hanya itu, kata dia, ke depan, kawasan itu juga akan dilengkapi dengan fasilitas akses internet nirkael atau wifi. (EN)
Tepati Janji, Kadis Budpar Nisel Temui Pelaku Wisata Sorake-Lagundri Besok
Wednesday, August 28th, 2013Bantah ‘Matikan’ Pantai Sorake, Pemda Nisel Janjikan Pengembangan
Thursday, August 22nd, 2013Berpengalaman 7 Kali, Pantai Sorake Siap Gelar Kompetisi Internasional
Thursday, August 22nd, 2013
Aksi Mark Flint di Pantai Bawa, Kepulauan Hinako, Nias Utara. Mark mengaku menemukan ombak di pulau itu pada 1981. | Koleksi Mark Flint
Turis yang datang pun sangat sedikit. Ada kesan kalau saat ini destinasi wisata bahari yang sampai saat ini masih melambungkan nama Pulau Nias di level internasional itu kini tampak sekarat.
Tidak ada kompetisi lagi di sana selama beberapa tahun ini. Suasana pantainya pun tidak lagi menarik. Tergerus kerusakan akibat penambangan pasir ilegal secara massif selama beberapa tahun terakhir.
“Sayang sekali Simeulue sudah jadi (akan gelar kompetisi surfing internasional, red). Pantai Sorake/Lagundri tidak bisa melakukan apa-apa,†ujar Mark Flint, seorang pemerhati surfing di Pantai Sorake/Lagundri kepada Nias Online, Rabu (21/8/2013).
Warga Australia yang telah menghabiskan banyak waktunya selama puluhan tahun menjajal berbagai ombak di KepulauanPulau Nias itu mengatakan, Pantai Sorake/Lagundri telah berpengalaman menggelar kompetisi surfing internasional. Sampai pelaksanaan terakhir beberapa tahun lalu, di pantai itu, kata dia, telah digelar 7 kali kompetisi internasional.
“Jadi kalau mau gelar kontes internasional di Pantai Sorake/Lagundri, semua sudah siap melaksanakannya. Punya pengalaman. Cuma, sepertinya dukungan dari pemerintah minus,†jelas dia.
Belajar ke Simeulue
Menurut dia, kalau pemerintah daerah Nias Selatan (Nisel) ingin menggelarnya lagi dan mulai melakukan persiapan, dalam dua tahun mendatang, kompetisi internasional sudah bisa digelar lagi di Pantai Sorake/Lagundri.
Dia juga memberikan masukan penting untuk Pemda Nisel, khususnya Dinas Pariwisatanya. Di antaranya, dengan mengirimkan perwakilan ke kontes surfing di Simeulue untuk belajar langsung pelaksanaannya.
“Kalau mereka tidak tahu bagaimana melakukannya, mereka bisa memanfaatkan acara di Simeulue itu. Pergi ke sana dan tonton pertandingannya sambil belajar cara dan proses pelaksanaannya,†jelas dia.
Di acara itu, kata dia, perwakilan dari Pemda Nisel bisa berkenalan dengan bos promotr “Asian Surfing Circuit†Titi Jabrik yang kecewa dengan pembatalan Nias International Surfing Championship” 2011.
Pria yang telah menjajal hampir semua spot selancar di Kepulauan Nias, mulai dari Pulau-Pulau Batu hingga Toyo Lawa di Nias Utara tersebut mengatakan, akibat pembatalan kompetisi itu dan tidak adanya program yang jelas dalam kelanjutan pengembangan pertandingan selancar, para sponsor dan promotor di Asian Surfing Circuit telah memasukkan Nisel dalam kategori “not reseptive at the present time.”
“Dinas terkait di Pemda Nisel disarankan belajar mengenai “activity planning and development” untuk memajukan sumber daya alam dan pariwisata dengan berkonsultasi dengan orang-orang yang berkompeten. Termasuk menjalin hubungan kembali dengan pimpinan organisasi Asian Surfing Circuit supaya Nisel bisa masuk daftar dan membuat persiapan untuk memenuhi persyaratan mengikuti kejuaraan ASC terkait. Mudah-mudahan saja tidak hilang momentum,†harap dia. (EN)
Pemda Nisel Terkesan Mematikan Kawasan Wisata Pantai Sorake/Lagundri?
Thursday, August 22nd, 2013Satu Lagi Tetangga Pulau Nias Gelar Lomba Selancar Internasional
Wednesday, August 21st, 2013Pantai Alawasa, Satu Lagi Destinasi Selancar di Nias Selatan
Wednesday, August 7th, 2013Sebenarnya, Nisel masih memiliki beberapa pantai yang sangat indah lainnya. Namun, sama saja, belum tergarap sama sekali, apalagi dipromosikan menjadi penarik wisatawan.
Di antaranya, Pantai Moale dengan hamparan pasir putihnya dan Pantai Genasi dengan pemandangan laut birunya. Keduanya sudah cukup dikenal, setidaknya di lingkup masyarakat Nisel.
Namun, sedikit sekali yang tahu kalau Nias Selatan memiliki harta tersembunyi lainnya. Namanya Pantai Alawasa.
Banyak yang tidak familiar dengan nama pantai ini. Padahal, jaraknya dari Pantai Sorake tidak terlalu jauh.
Wajar saja bila tersembunyi. Pasalnya, akses menuju pantai ini sangat minim. Pantai itu terletak di desa Botohili Salo’o. Sebuah desa pemekaran dari Desa Botohili Tanö. Sebelumnya, Pantai Sorake juga merupakan salah satu bagian dari Desa Botohili Tanö.
Keberadaan pantai berpasir putih dan masih alami tersebut diungkap oleh kelompok pecinta fotografi dan penggemar kebudayaan dan pariwisata Nias Selatan. Secara sengaja, pada Minggu (4/8/2013) mereka yang tergabung dalam Komunitas Fotografi Budpar Nias Selatan tersebut mengunjungi pantai itu.
Mereka adalah Patriot Saro Zagötö yang juga sebagai Ketua Umum Komunitas Fotografi Budpar Nias Selatan, Firdollin Wau, Fally Gulö dan Antoni Dachi. Hasil berburu foto, kemudian ditampilkan di grup Facebook Komunitas Fotografi Budpar Nias Selatan.
Menggunakan sepeda motor, mereka harus berjibaku menuju lokasi itu. Ya, harus berjibaku. Pasalnya, untuk menuju desa tersebut harus melalui jalan yang tidak mendukung sama sekali.Menuju ke sana, bisa mulai dari simpang Sorake-Botohili Tanö-Lagundri-Hilimaniamölö. Kemudian pilih jalan menuju Desa Botohili Tanö. Sebelum mencapai desa, belok kiri mengikuti jalan yang belum lama dibuka menuju Desa Botohili Salo’o.
Patriot mengatakan, jalan tersebut pernah dikerjakan, namun kemudian terhenti sampai sekarang. Akibatnya, bakal jalan akses sepanjang 8 kilometer itu dipenuhi bebatuan cukup besar yang berserakan dan menyulitkan perjalanan.
Sesampai desa Botohili Salo’o, perjuangan belum selesai. Sebab, untuk menuju pantai, harus melewati jalan setapak di antara pepohonan karet ataupun kelapa.
“Pantainya indah sekali. Ombaknya juga bagus untuk tempat selancar,†jelas Patriot kepada Nias Online, Selasa (6/8/2013).
Ombaknya di Pantai Sorake memang sedikit lebih besar. Tapi Pantai Alawasa tetap bisa jadi pilihan menarik atau alternatif bagi penggemar olahraga air tersebut. Apalagi karena lingkungan pantainya masih alami dan belum mengalami kerusakan seperti terjadi di Pantai Sorake dan Lagundri.
Akses dan Pelestarian
Tim itu mendesak pembangunan jalan akses ke desa itu. Meski begitu, mereka juga menyimpan kekuatiran. Sebab, ketiadaan akses menuju pantai itu selama ini membuat pasirnya aman dan pantainya tidak mengalami kerusakan sehingga keindahannya tetap terjaga.
Di sisi lain, kebutuhan akses jalan di sana, diakuinya, sangat mendesak. Selain untuk membantu warga desa yang umumnya berprofesi petani tersebut, juga untuk memudahkan para turis mengaksesnya.
Mereka berharap, bila akses ke pantai itu sudah dibuka, pemerintah daerah dan terutama warga secara sadar mau menjaga keindahannya dengan tidak merusaknya, termasuk dengan tidak melakukan penambangan pasir secara ilegal.Nah, bagi Anda yang ingin menikmati suasana baru di Nias Selatan, Anda bisa menjadikan Pantai Alawasa sebagai salah satu destinasi petulangan.
Tentu saja, memang butuh banyak persiapan dan stamina yang maksimal untuk bisa ke sana. Tapi semua itu akan terbayar bila menyaksikan dan menikmati keindahan dan ombak Pantai Alawasa. (EN)














