Seniman Kawakan Kris Biantoro Tutup Usia

Tuesday, August 13, 2013
By susuwongi

Kris Biantoro | Mediapalu.com

Kris Biantoro | Mediapalu.com

NIASONLINE, JAKARTA – Setelah didera penyakit ginjal selama 38 tahun, penyanyi dan pembawa acara kawakan Kris Biantoro dikabarkan meninggal dunia hari ini dalam usia 75 tahun.

Kris menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa (13/8/2013) pukul 13.30 WIB.

Pria yang bernama asli Christoporus Soebiantoro meninggalkan seorang istri asal Vietnam bernama Maria Nguyen Kim Dung, dua anak Invianto dan Ceasefiarto dan dua cucu Iyo dan Rafa.

Lahir di Magelang, Jawa Tengah pada 17 Maret 1938, Kris telah malang melintang di berbagai peran di negeri ini.

Lahir di era penjajahan dan menyaksikan masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan, Kris sangat kental dengan semangat menjaga kedaulatan bangsa.

Saat masih kuliah di Universitas Atmajaya, Kris bersama teman-temannya pernah dengan sukarela dikirim ke Irian Barat selama enam bulan. Saat itu, sedang berlangsung operasi pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan Operasi Trikora. Dari perjuangan itu, Kris pun mendapatkan gelar kehormatan Veteran Pembela Kemerdekaan.

Pria yang dikenal dengan salam “Merdeka!” itu juga orang penting dalam sejarah seni di Indonesia. Dia melakoni semuanya. Sebagai aktor, penyanyi dan pencipta lagu.

Alumni SMA de Britto, Yogyakarta itu, juga pernah begitu populer karena kemampuannya sebagai master of ceremony atau MC.

Pelantun lagi Jangan Ditanya Kemana Aku Pergi tersebut, pernah bekerja sebagai staf KBRI di Australia pada rentang 1964-1971. Saat itu, dia bertemu dengan istrinya, seorang gadis asal Vietnam dan kemudian menikah. Selama di Australia, Kris juga pernah menjadi penjual roti karena keterbatasan keuangan setelah pensiun.

Pada 1971, Kris dan keluarga kembali ke Indonesia. Itu menjadi momen penting yang menandai catatan emas karirnya di dunia hiburan di Indonesia.

Sesampai di Indonesia, pemeran di film Kuda-Kuda Binal pada 1978 itu bergabung dengan TVRI, satu-satunya stasiun televisi saat itu sebagai pembawa acara kuis. Dia makin terkenal setelah membawa acara “Dansa yo Dansa” di stasiun TV yang sama.

Usai pensiun dari TVRI, Kris memilih istrahat. Sejak itu, juga tubuhnya mulai digerogoti penyakit ginjalnya. Meski begitu, hingga menghela nafas terakhir, Kris tetap sosok yang semangat, tenang dan penuh gairah hidup.

Diskografi:

– Mungkinkah
– Jangan ditanya kemana aku pergi
– Angela
– Juwita Malam
– Answer me oh My love
– The Impossible dream

Filmografi:

– Last Tango in Jakarta – 1973
– Si Manis Jembatan Ancol – 1973
– Bulan di Atas Kuburan – 1973
– Paul Sontoloyo – 1974
– Atheis – 1974
– Pilih Menantu – 1974
– Kuntianak – 1974
– Bajingan Tengik – 1974
– Bawang Putih – 1974
– Tiga Sekawan – 1975
– Akulah Vivian – 1977
– Kuda-Kuda Binal – 1978

Buku:

– Manisnya Ditolak. Cetak pertama November 2004.

Iklan:

– Rinso (1979)
– Suzuki Hi-Ace.

Selamat jalan, Pak Kris! (EN/Wikipedia)

One Response to “Seniman Kawakan Kris Biantoro Tutup Usia”

  1. 1
    Edward Dakhi Says:

    Selamat jalan pahlawanku!

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

August 2013
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031