Author Archive

Banyak Aparat Penegak Hukum Tidak Paham UU No 40/99 tentang Pers

Tuesday, August 24th, 2010

Gunungsitoli – Banyak aparat penegak hukum yang tidak memahami Undang-Undang No 40 tahun 1999 tentang Pers khususnya dalam menangani kasus yang melibatkan wartawan dalam pemberitaan.

Akibatnya, banyak kasus wartawan yang ditangani kepolisian yang telah dilimpahkan mendapatkan putusan di Pengadilan namun sampai ditingkat Pengadilan tinggi banding banyak yang dibebaskan. Hal serupa juga sering terjadi pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Tentunya jika hal itu terus menerus berlangsung pihaknya mengkhawatirkan akan menjadi preseden buruk di tengah masyarakat dalam penegakkan hukum di Indonesia.

Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Torozatulo Mendrofa SH MH pada saat pertemuam pengurus Forum Jurnalis Kepulauan Nias (FJKN) di Hotel Binaka II Gunungsitoli, Kamis (l9/8).

“UU No 40 tahun 1999 telah dengan jelas dan tegas dikatakan, Pers dalam melaksanakan tugasnya dilindungi UU, maka apapun yang dilakukan wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik harus berpedoman pada UU No 40 tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ),” tegasnya.

Untuk itu Ia mengharapkan kepada wartawan dalam melaksanakan tugas Jurnalis lebih profesional dan kasus-kasus menyangkut pemberitaan harus diselesaikan dan berpedoman pada UU No 40 tahun 1999. Tidak boleh serta merta diproses berdasarkan KUHPidana.

Ia mengatakan, didalam UU No 40 telah diatur, barang siapa yang merasa dirugikan atas pemberitaan dapat melakukan hak jawab. Seandainya mengarah pada perbuatan melawan hukum pihak kepolisian dapat meminta keterangan ahli baik dari PWI atau dari dewan pers untuk memberi pertimbangan hukum pada kasus yang melibatkan wartawan atau media.

“Saya sangat mendukung terbentuknya Forum Jurnalis Kepulauan Nias (FJKN) sebagai wadah berhimpun dan silaturahmi para wartawan di Kepulauan Nias dan saya mengharapkan melalui FJKN dapat mendorong terbentuknya Perwakilan PWI, AJI dan IJTI di Kepulauan Nias,” jelasnya.

Kemudian Torozatulo Mendrofa SH MH menegaskan, anggota PWI tidak dilarang bergabung dengan forum-forum lokal seperti FJKN, yang dilarang bagi anggota PWI adalah bergabung dengan organisasi wartawan yang setingkat dengan PWI seperti AJI dan IJTI.

Selain itu, ia juga menyatakan akan hadir sebagai salah seorang nara sumber pada kegiatan pelatihan dan seminar yang direncanakan dilaksanakan FJKN pada Oktober 2010 mendatang.

Sebelumnya, Ketua Umum FJKN Y Restu Gulo SH (Pemimpin Umum Media Jarakpantau) bersama Ketua Devisi Pemberdayaan, Pendidikan dan Latihan Mario Hadi Sucipto Hulu (Pemred Tabloit Samaeri), Sekretaris Umum Karsani Aulia Polem (Harian Analisa), Sekretaris Divisi Loozaro Zebua (Harian SIB) dan Irwanto Hulu (ICW Post) mengharapkan, pada pelaksanaan pelatihan kepada wartawan di kepulauan Nias dan seminar dengan tema “Peranan Pers dalam Pembangunan dan Pilkada di Kepulauan Nias yang diagendakan pada akhir Oktober 2010 dalam rangka pengukuhan pengurus FJKN Ketua DPP PWI diharapkan menjadi penceramah dan pembicara pada kedua acara dimaksud, yang juga FJKN merencanakan akan mengundang dari Dewan Pers, LDS dan praktisi media cetak dan televisi. (www.analisadaily.com – 24 August 2010)

Tiga Mantan Pejabat Pemkab Nias Dituntut Dua Tahun Penjara

Monday, August 23rd, 2010

Gunungsitoli – Terkait kasus tindak pidana korupsi dana APBD 2007 senilai Rp 5,7 miliar, tiga mantan pejabat Pemkab Nias yakni mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Drs MZ,

mantan Kabag Umum BZ dan mantan Bendahara LD dituntut masing-masing 2 tahun penjara dan diharuskan mengembalikan uang negara sebesar Rp 3,5 miliar.

Dalam sidang pembacaan tuntutan itu, dipimpin Ketua Majelis Hakim Togar SH MH yang juga Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli dan dari Jaksa Penuntut Umum Andalan Zalukhu SH dan kuasa hukum terdakwa Yudikasi Waruwu SH Kamis (l9/8).

Dalam tuntutan yang dibacakan JPU, menyebutkan ke tiga terdakwa terbukti menyalahgunakan jabatan dan melakukan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian Negara Rp 3,7 miliar.

Kerugian negara itu harus dikembalikan oleh para terdakwa kepada negara dan kalau tidak mampu mengembalikan, harta kekayaan ketiga terdakwa akan disita untuk mengembalikan uang Negara.

Usai pembacaan tuntutan oleh JPU Ketua Majelis Hakim memberikan kesempatan kepada kuasa hukum terdakwa untuk menyiapkan nota pembelaan selama 12 hari ke depan yang disampaikan pada sidang 31 Agustus 2010 mendatang.

Kuasa Hukum mantan Sekda Nias Yudikasi Waruwu kepada wartawan seusai persidangan mengatakan, pihaknya selaku kuasa hukum mantan Sekda Nias Drs FGZ akan menyampaikan nota pembelaan pada tanggal 31 Agustus 2010 mendatang.

“Kita akan melakukan upaya hukum pembelaan terhadap mantan Sekda Nias, menurutnya sejak awal penyidikan kasus ini di Kejatisu diduga ada upaya melindungi Bupati Nias Binahati Baeha sementara mantan Sekda hanyalah korban,” Kata Yudikasi Waruwu.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Noverius Lombu SH yang dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya mengatakan, dalam kasus tindak pidana korupsi telah ada petunjuk Jaksa Agung.

Kepada para terdakwa yang nilai bersama-sama melakukan perbuatan merugikan negara diberlakukan pengembalian keuangan negara dengan dibagi rata kepada para terdakwa. Artinya, karena kerugian Negara Rp 3,5 miliar maka masing-masing tersangka diwajibkan mengembalikan uang negara Rp 1, 133 juta. (www.analisadaily.com – 23 Agustus 2010)

Pencetak & Pengedar Uang Palsu di Nias 4 & 5 Bulan Penjara

Monday, August 23rd, 2010

* Seorang diantaranya baru ke luar penjara

Gunung Sitoli – Pikir Jadiaman Harefa (22) mahasiswa STIE warga Hilundra Kecamatan Lotu, Nias Utara dihukum 5 (lima) bulan penjara karena dinilai terbukti mencetak dan mengedarkan uang palsu serta menggunakannya sebagai alat membayar. Sedangkan rekannya Ferisman Harefa (19) pelajar SMK Negeri I Sitoli Eri warga Lombusaua, Lotu Kabupaten Nias Utara dihukum 4 (empat) bulan penjara dan mereka dikenakan biaya perkara masing-masing Rp1000,-
Putusan itu dibacakan Majelis Hakim yang dipimpin Togar Simamora dibantu Hakim Anggota Erita Harefa dan Bangun Sagita Rambe serta Panitera Anuar Gea di PN (pengadilan negeri) Gunung Sitoli Kamis (12/8).

Menurut hakim hal yang memberatkan terpidana Pikir Jadiaman Harefa yaitu terpidana pernah dihukum dan perbuatan mereka dapat merugikan dan mengacaukan perekonomian Negara. Sedangkan hal yang meringankan yaitu mengakui perbuatan dengan terus terang.

Dari kedua terpidana disita uang palsu sebanyak 110 lembar pecahan Rp50.000 senilai Rp5,5 juta untuk dimusnahkan. Satu unit computer dan printer merk Canon serta scanner disita untuk Negara. Empat kubik kayu dikembalikan kepada pemiliknya Sabadodo Waruwu yang dibeli terpidana dengan uang palsu yang dicetak terpidana.

Hakim ketua Togar Simamora yang ditanya wartawan SIB perihal ringan hukuman yang diberikan mengatakan karena mereka masih sekolah. “Bagaimana timbul rasa jera berbuat jahat kalau ringan hukumannya” tanya SIB lebih lanjut. Simamora mengatakan mereka itu masih pemula.

JPU (jaksa penuntut umum) Andalan Zaluku pada sidang tgl (2/8) menuntut agar kedua terpidana dihukum 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan penjara. Setelah tuntutan dibacakan kedua terpidana dikeluarkan hakim dari tahanan.

Kedua terpidana ditangkap polisi tgl (9/5/2010) atas pengaduan S Waruwu pemilik kayu. Terpidana dikenakan pasal 244 KUHP (kitab undang-undang hukum pidana) jo pasal 55 ayat ke 1 KUHP.

Panitera Anuar Gea yang ditanya SIB Kamis (19/8) mengatakan pihak jaksa banding atas putusan hakim.

Pikir Jadiaman Harefa baru saja ke luar dari penjara dalam kasus pengancaman. (SIB, 21 Agustus 2010)

PLN Nias Tidak Serius Perbaiki Jaringan

Friday, August 20th, 2010

Masyarakat Desa Dahana, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli sangat berharap kepada pimipnan PLN segera menindak tegas kepala cabang PLN Nias karena tidak mau memperbaiki tiang listrik yang sudah tumbang di desa tersebut.

Disebutkan masyarakat, ada lima kepala keluarga yang sangat terancam jiwanya bila dalam waktu dekat ini PLN tidak mau memperbaiki jaringan listrik di desa tersebut. Seperti pengakuan Harefa kepada Global, Kamis (19/8).

Masyarakat mengaku sudah mendatangi kantor PLN Kota Gunungsitoli memberitahu bahwa ada tiang listrik di Desa Dahana yang sudah hampir tumbang. Namun laporan warga sampai saat ini belum ada ditanggapi.

Lebih lanjut dijelaskan sudah lebih seminggu tiang listrik di Desa Dahana mengalami gangguan karena tanah di sekitar tiang listrik tersebut sudah longsor sehingga bila ada hujan atau angin akan sangat mengancam jiwa warga.

Ketika dikonfirmasi Global, sayangnya kepala cabang PLN Nias melalui Humas Medy Pasaribu tidak berhasil dijumpai karena sedang tugas di luar.

Beberapa staf PLN yang tidak mau di tulis namanya menyarankan Global untuk menghubungi bagian teknik Suryawan, namun semua katanya lagi tugas di lapangan. (www.harian-global.com – 20 Agustus 2010)

Kita dan Jaringan Sosial Dunia Maya

Thursday, August 19th, 2010

Jaringan sosial di dunia maya telah menjerumuskan kita semua ke dalam penyebaran berbagai informasi yang tidak kita sadari sekarang akan membawa akibat yang tak terbayangkan di masa mendatang. Jaringan sosial telah membuat kita yang terperangkap di dalamnya secara sadar atau tidak ‘menelanjangi diri’ dengan memberikan terlalu banyak informasi tentang diri kita kepada dunia luar, informasi yang sebenarnya hanya pantas diketahui oleh diri sendiri, atau paling banter teman terdekat dan terpercaya.

Eric Smith, Chief Executive Officer perusahaan raksasa Google mengkuatirkan bahwa kini terlalu banyak informasi dibagikan di internet, dan meramalkan bahwa di masa depan seseorang mungkin harus menukar namanya dan menciptakan jati dirinya yang baru hanya untuk menghindari masa lalu digital mereka yang memalukan dalam bentuk berbagai informasi yang tersebar di dunia maya. Demikian diberitakan oleh Reuter (18/8).

Jaringan sosial dunia maya lewat situs-situs jaringan seperti facebook, myspace, friendster dan twitter memiliki banyak keuntungan seperti memungkinkan terhubungkannya kita kembali dengan sahabat yang sudah lama kehilangan kontak, dan menawarkan fasilitas berbagi informasi agar tetap bisa berkomunikasi. Aspek waktu-ril peremajaan informasi di situs-sitsu jaringan semacam itu juga telah memungkinkan kita mengandalkannya untuk menemukan informasi terbaru seperti berita terkini dan sebagainya.

Masalah utama adalah perangkat jaringan sosial dunia maya ini bisa menjadi alat yang paling efektif untuk mempermalukan dan menghancurkan reputasi seseorang dalam skala global dan dalam skala waktu abadi. Begitu sebuah informasi tertayang di dunia maya, maka ia akan tersebar ke seluruh dunia maya dalam hitungan detik, dan dapat diakses oleh berbagai generasi sesudahnya.

Gambar mesum sepasang insan yang tersebar di dunia maya hampir dapat dipastikan tak akan pernah bisa dihapuskan lagi dari dunia maya, karena ia menyebar ke mana-mana dalam waktu yang relatif singkat. Ia akan diakses oleh generasi-generasi berikutnya dari pasangan itu.

Informasi yang disengaja untuk menjatuhkan reputasi seseorang juga mengalami penyebaran yang sama dalam skala dahsyat, dan dibutuhkan waktu dan usaha yang luar biasa untuk meluruskannya.

Para pengguna situs jaringan sosial seperti facebook dan myspace secara tidak sadar seringkali menjadikan ‘dinding’ (wall) sebagai ajang ‘berbagi informasi’ yang terkadang sangat sensitif, yang tidak seharusnya ditayangkan di sana. Mereka tidak sadar bahwa sekali tertayang, jejak informasi itu akan tetap hadir secara abadi di sana.

Ada istri yang mengeluh tentang suaminya yang sudah lama tidak pulang ke rumah; atau suami yang menceritakan berbagai kelemahan istrinya.

Seorang perwira militer yang memajangkan foto-fotonya ketika menandatangani kerjasama militer dengan negara lain dalam digolongkan ke dalam kelompok orang yang kurang bijak dalam memanfaatkan situs jaringan sosial.

Ada guru yang menggambarkan perasaannya ketika tidak meluluskan salah seorang muridnya yang berprestasi di bawah rata-rata. Dia tidak tau bahwa teman-temanya bisa menyebarluarkan informasi ini lewat dinding-dindingnya masing-masing. Dia tidak sadar bahwa informasi ini bisa membawa akibat yang luar biasa di kemudian hari kepada murid yang disebutkan dalam kisah itu. Dia tidak sadar bahwa informasi ini bisa dibaca oleh sang murid atau sang orang tua murid yang juga bisa memiliki akses ke jaringan itu.

Hal yang sama bisa dikatakan tentang jaringan sosial para alumni sebuah sekolah atau perguruan tinggi; misalnya ketika mereka membicarakan kejadian-kejadian masa lalu, yang bisa saja menyangkut nama baik salah seorang atau beberapa dari teman mereka, dalam berbagai bentuk: kisah tentang masa pacaran, mantan-mantan kekasih dan sebagainya.

Siapa teman anda di jaringan ?
Karena umumnya situs jaringan macam itu memberikan kemudahan untuk menambahkan siapa saja menjadi teman, maka seharusnya anda siap-siap untuk menghadapi kenyataan bahwa dari banyak teman itu – yang tidak jarang menyamarkan nama dan indentitas lainnya, termasuk jenis kelaminnya – bisa saja ada suami, istri, anak, pimpinan atau bawahan anda di kantor. Bayangkan apabila Anda berbagi informasi senstif tentang pekerjaan Anda di kantor kepada teman-teman yang di antaranya adalah atasan Anda sendiri. Bayangkan kalau atasan Anda membaca bahwa sebenarnya Anda tidak menyukai pekerjaan atau bahkan membenci atasan Anda.

Ketika Anda melamar pekerjaan, Anda harus siap-siap diintai oleh perusahaan tempat Anda melamar dalam jaringan sosial tempat Anda bergabung. Profil, tulisan-tulisan di dinding tentang Anda, bagaimana Anda menampilkan diri dalam jaringan itu akan dijadikan bahan untuk menilai lamaran Anda.

Bila seorang pemuda mencari tahu informasi tentang gadis yang sedang diincarnya, selain ia mencari tahu lewat yang bersangkutan dan teman-temannya, ia juga bisa melacak informasi lewat jaringan sosial dunia maya.

Kiat Menghindari “Bahaya”
Berikut ini diberikan beberapa kita menghindari ‘bahaya’ yang bisa mempermalukan dalam jaringan sosial dunia maya.

1. Kuasai cara mengatur lalu lintas informasi
Anda harus menguasai cara mengatur lalu lintas informasi )setting) situs jaringan sosial tempat Anda bergabung. Anda harus bisa mengatur mana informasi yang boleh dibaca oleh umum, oleh teman, dan yang khusus bagi Anda pribadi.

2. Jangan sembarang menyetujui permintaan pertemanan.
Sebaiknya Anda tidak sembarang menyetujui permintaan pertemanan dari seseorang yang Anda tidak kenal. Anda sebaiknya mengecek dengan sesama siapa dirinya yang sebenarnya: nama, alamat atau nomor telepon untuk memungkinkan mengontaknya. Siapa tau ia seseorang yang sedang menyamar untuk menambang berbagai informasi tentang Anda di dunia maya.

3. Hindari kebiasaan menulis secara ‘spontan’ di dinding
Anggota jaringan sosial di dunia maya umumnya ingin aktif menuliskan pikiran dan perasaannya dan ingin dindingnya diramaikan oleh tulisan teman-temannya. Hal ini sah-sah saja. Akan tetapi hendaknya selalu disadari bahwa begitu sebuah informasi Anda tayangkan hampir dapat dipastikan tidak bisa Anda menariknya kembali. Maka ‘berhemat’lah dalam menulis, apalagi kalau informasi yang Anda tulis cukup senstif.

4. Jaringan sosial dunia maya bisa menjadikan Anda ‘selebriti’ Siapkah Anda ?
Dengan menjadi anggota sebuah jaringan sosial dunia maya, Anda berpotensi menjadi ‘selebriti’, orang yang dikenal luar seperti artis, tokoh politik dan sebagainya.

Potensi itu berada di tangan Anda. Sama seperti selebriti sungguhan, Anda pun bisa menjadi selebriti dadakan melalui informasi yang Anda tayangkan di dunia maya. Apakah Anda mau dikenal oleh publik secara luas? Kalau ya, silahkan Anda mengumbar informasi tentang siapa Anda: nama, tempat dan tanggal lahir, suami/istri, anak-anak, pendidikan, mantan kekasih/suami/istri, pandangan politik, nomor telepon dan sebagainya. Jangan lupa juga mengumbar informasi tentang pendapat Anda tentang sesuatu hal dalam bentuk tulisan atau komentar di dinding, dan tentu saja foto-foto tentang Anda.

Kalau belum ingin (siap) menjadi selebriti, maka Anda sebaiknya membatasi akses kepada informasi tentang diri Anda dalam jaringan sosial dunia maya. (brk)

Franstino Ndruru Raih Juara I Lomba Karya Tulis

Thursday, August 19th, 2010

Gunungsitoli – Franstino Ndruru (24) penduduk Jalan Ampera Gunungsitoli, berhasil gemilang raih nilai terbesar mengungguli 65 orang peserta lainnya pada perlombaan karya tulis berjudul “Andai Aku Jadi Wartawan” yang disponsori “Bank Sumut” dalam rangkaian kegiatan HUT ke -65 RI yang diselenggarakan Forum Jurnalis Kepulauan Nias (FJKN), Minggu (15/8) di halaman Kantor Walikota Gunungsitoli.

Dari kutipan Frans nama Akrab Panggilan ayah-bundanya setiap hari menulis ” pekerjaan yang digeluti wartawan merupakan sebuah anugrah Tuhan dan mereka melakukan pekerjaannya dengan melihat segala kemungkinan dari berbagai tantangan, maka secara konsekuensinya wartawan telah memberi andil mengubah sejarah melalui karya tulisnya dalam bentuk berita.

Sebelum mengakhiri tulisannya Frans yang hoby musik dan pencipta lagu pop di Nias itu menulis “Andai aku Jadi Wartawan” aku akan mencari berita yang sesuai dengan kenyataan sebab berita bukan fiksi, tetapi berita selalu berdasarkan fakta publik meliputi fakta empirik dan fakta psikologis, betapa bangganya aku nanti bila jadi wartawan profesional, dihargai lewat berbagai bentuk dan jenis karya jurnalis yang dikenal dunia sebagai seorang pekerja mulia tulisnya.

Walikota Gunungsitoli Drs. Martinus Lase, MSP antara lain pada sambutannya saat menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba karya tulis, tertulis mengatakan, rasa terimakasih Pembko Gunungsitoli kepada FJKN sebagai penyelenggara dalam rangkaian kegiatan HUT ke-65 RI Kota Gunungsitoli seraya mengimbau para wartawan sebagai mitra pemerintah dapat melakukan tugas sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ) Indonesia dan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 serta UU RI Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik ((KIP) dengan membangun hubungan komunikasi antara semua pihak.

Sebelumnya ketua DPRD Kota gunungsitoli Sowa’a Laoli juga mengatakan ucapan terimakasih atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kota Gunungsitoli dan menilai kegiatan yang diselenggarakan FJKN sebuah hal yang positip, terutama dalam rangka pembinaan dan pendekatan serta pemahaman kegiatan yang berhubungan dengan perkembangan jurnalistik yang pada prinsipnya diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

Ketua panitia penyelenggara lomba Samadaya Ziliwu,S.Sos antara lain melaporkan FJKN merupakan Forum Silaturahmi para Jurnalis dan beraktifitas di kepulauan Nias yang diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja para jurnalis dalam meningkatkan profesionalisme di masa mendatang.

Pada kegiatan lomba karya tulis yang dinilai Ketua Juri Yas. Harefa, S.Pd anggota Ester Pasaribu dan Samadaya Ziliwu, S.Sos dengan hasil Juara I Franstino Ndruru, Juara II Past Sabarwati Mendofa dan Juara III Gerhard F. Hulu masing – masing diberikan hadiah berupa Trophy, Piagam, dan Tabanas dari sponsor Bank sumut Cabang Gunungsitoli. (www.analisadaily.com – 19 Agustus 2010)

DPRDSU Prihatin, Aset UPT BPI Senilai Milyaran Rupiah di Nisel Jadi “Besi Tua”

Thursday, August 19th, 2010

Medan – Tim DPRD Sumut dari Dapil (daerah pemilihan) VII meliputi Kabupaten Nias, Nisel, Nias Barat, Nias Utara dan Gunung Sitoli, sangat prihatin melihat aset UPT BPI (Balai Pengelolaan Ikan) milik Pempropsu senilai miliaran rupiah di Kecamatan PP (Pulau-pulau) Batu Kabupaten Nisel, kini hanya tinggal besi tua, sehingga ada kesan menyia-nyiakan aset dan mubazir.

Demikian laporan hasil reses DPRD Sumut ke Dapil VII disampaikan Ketua Tim Reses Analisman Zalukhu SSos MSP dalam rapat paripurna dewan dipimpin ketua dewan H Saleh Bangun didampingi wakil ketua HM Affan SS, Ir H Chaidir Ritonga MM, Ir H Kamaluddin Harahap, MSi dan Sigit Pramono Asri SE, Rabu (18/8) di gedung wakil rakyat tersebut yang dihadiri Gubsu H Syamsul Arifin SE dan Sekdaprosu RE Nainggolan.

Analisman menyebutkan, UPT Balai Pengelolaan Ikan di Kecamatan Pulau-pulau Batu kondisinya sangat memprihatinkan, karena atapnya jebol dan UPT itu kurang lebih 3 tahun tidak berfungsi, sehingga saat ini hanya tinggal besi tua. Namun, ada 11 PNS yang ditempatkan tanpa memiliki tugas yang jelas.

“Saat bertemu dengan tim reses, beberapa PNS mengaku tidak ada kegiatan dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena sebagai PNS hanya melaksanakan perintah dari Kadis Perikanan dan Kelautan Propsu,” ajarnya.

Karena itu, kata Analisman, tim reses dapil VII terdiri dari Ramli, Sudirman Halawa, Suasana Dachi dan Restu Kurnia Sarumaha meminta Gubsu membenahi asset balai pengelolaan ikan tersebut dan kemudian difungsikan kembali, agar aset yang sudah menelan biaya miliaran rupiah itu tidak menjadi mubazir dan sia-sia.

Keprihatinan yang sama juga dilontarkan Tim Reses dapil VII, karena sudah 65 tahun Indonesia merdeka, masyarakat PP Batu, Hibala, PP Batu Timur belum menikmati pelayanan bank, sehingga untuk menikmati gaji terpaksa harus menempuh perjalanan laut selama 8 jam setiap bulan di Teluk Dalam.

Padahal, katanya, masyarakat sudah menyiapkan lahan secara hibah untuk mengharapkan kehadiran bank di daerah tersebut, terutama Bank Sumut atau BRI untuk bisa membantu aktivitas perekonomian dan keuangan masyarakat di daerah yang ‘jauh’ tersebut. Tapi alasan bank selama ini terkendala PLN tidak beroperasi 24 jam. Untuk itu, diminta Gubsu dan Dirut Bank Sumut membuka cabang minimal cabang pembantu di PP Batu, karena PLN sudah beroperasi penuh selama 24 jam.

Di bagian lain, Analisman melaporkan maraknya pemboman ikan dan ‘jaring setan’ atau jaring gurami lebih parah dari pukat Harimau di Perairan PP Batu. Sementara keberadaan Polsek dan Pol Air selama ini masih kurang berfungsi dengan alasan keterbatasan fasilitas alat pendukung, sehingga aparat terkesan tidak berdaya menghadapi kelicikan pelaku pengeboman ikan itu.

“Kami minta perhatian serius dan langkah konkrit dari Kapoldasu mengungkap, menangkap dan menghukum pihak-pihak terlibat pengeboman, karena pengeboman itu merusak dan menghancurkan sumber daya laut dan ekosistem di perairan PP Batu,” ujarnya.

Terkait masalah penebangan hutan di Kecamatan Hibala oleh PT Teluk Nauli, Analisman menyesalkan munculnya pro kontra dan dikhawatirkan akibat arogansi kekuasaan dan mental kapitalisme akan menempatkan rakyat pada posisi tidak berdaya oleh perusahaan.(SIB, 19 Agustus 2010)

Sudah 3 Bulan DPRD Nias Makan Gaji Buta

Monday, August 9th, 2010

Nias – Sudah 3 (tiga) bulan DPRD Nias makan gaji buta/gelap karena mereka tidak bekerja. Sejak Mei 2010 DPRD Nias dibagi ke kabupaten yang baru dimekarkan maka sejak itu DPRD Nias tidak bekerja karena belum ada ketua/wakil ketua DPRD yang definitif.

Hal itu dikatakan Faigiasa Bawamenewi SH Ketua Komisi C DPRD Nias menjawab wartawan SIB perihal permasalahan ketua dan wakil ketua DPRD Nias yang hingga kini belum ada yang definitif di kantor DPRD Nias Desa Ononomolo, Gunung Sitoli Kamis (4/8).

“Kami sekarang sudah tiga bulan makan gaji buta karena tidak bekerja. Saya sudah bilang kepada para anggota dewan yang mengaku wakil rakyat agar kita bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan berdasarkan UU. “ Ia sudah meminta DPRD Nias yang menghadiri undangan Mendagri ada (lima) orang di antaranya ketua sementara Sochizanolo Zai , Aluizaro Telaumbanua yang tgl 26 Juli 2010 tiba kembali di Nias. Mereka diundang Mendagri membicarakan soal ketua dan wakil ketua, namun hingga kini mereka belum mengadakan rapat tentang hasil rapat dengan Mendagri. “ Saya tanya kepada mereka kapan rapat perihal ketua/wakil ketua DPRD difinitif, tetapi mereka diam saja,” katanya.
Menurut F Bawamenewi yang bekas advokad/penasehat hukum itu, belum ditetapkannya ketua/wakil ketua DPRD Nias yang definitif, karena pihak PDIP tidak setuju wakil ketua DPRD dari Partai PNBK. PDIP berpendapat PDIP yang seharusnya menjadi wakil ketua karena sebelum DPRD dibagi ke kabupaten yang dimekarkan, PDIP yang terbanyak, tetapi setelah dibagi PNBK yang lebih banyak dari pada PDIP maka menurut aturan yang menjadi wakil ketua adalah dari PNBK, karena bukan PAU (pengganti antar waktu) tetapi penetapan. Dan hal ini sudah sesuai dengan peraturan dan Mendagri juga sudah mengatakan itu kepada DPRD Nias yang menghadiri undangan.Waktu wartawan SIB ke kantor DPRD Nias hanya beberapa anggota DPRD di sana.

Ronal Zai anggota DPRD Nias yang dihubungi via SMS (short message service) Jumat (5/8) menyatakan belum dijadwalkan rapat paripurna, tetapi Ditjen Otda sudah memutuskan wakil ketua dari PNBK.
Ketua DPRD sementara S Zai yang dicoba dihubungi wartawan SIB pada hari yang sama sudah pulang dari kantor meski masih jam kerja. Dihubungi via telepon maupun SMS Jumat (5/8) tidak dijawab. (SIB, 9 Agustus 2010)

93 Tahun Berpisah, Keturunan Balugu Lalaizihono Berkumpul Kembali di Gunungsitoli

Thursday, August 5th, 2010

Gunungsitoli – Suasana haru dan bahagia serta suka cita tercermin bagi seluruh keturunan Kafaoso (Ama Wadoma) gelar Balugu Lalaizihono yang berpisah sejak 1917 atau 93 tahun lalu, pada pertemuan Rabu (4/7) di kediaman Ama Joni Telaumbanua di Desa Sisambalahe dan di kediaman Ama Alfa Telaumbanua di Desa Hiligo’ogamo, Kecamatan Gunungsitoli, Rabu (11/7).

Berpisah karena sebagian pindah ke desa lain mendirikan desa sendiri dan juga ada ke luar daerah Pulau Nias mencari nafkah atau kehidupan yang lebih baik.

Menurut Ama Eronu Telaumbanua selaku Ketua panitia di sela-sela pertemuan, Keturunan Balugu Lalaizihono selama itu tidak pernah saling mengunjungi atau memberitahukan sekalipun ada di antara mereka yang mengalami suka dan duka. “Namun melalui pertemuan ini kerinduan untuk berkumpul kembali seluruh keturunan Balugu Lalaizihono terjawab sudah yang dihadiri semua keturunan baik dari anak laki-laki dan perempuan sampai ke anak cicit,” ujar Ama Eronu.

Dalam pertemuan yang akrab dan penuh kebahagiaan yang dihadiri sekira 800 orang itu (dari luar Pulau Nias hanya dua keluarga), semua yang hadir sangat terharu karena baru kenal satu sama lain siapa saudaranya yang paling dekat.

Pertemuan yang diawali kebaktian pada 4 Juli 2010 dipimpin Evangelis Ama Luter Telaumbanua dari Desa Hiligo’ogamo dan 11 Juli 2010 dipimpin Pdt Ama Sion Telaumbanua STh. Dalam khotbahnya, kedua hamba Tuhan itu menegaskan, apa yang terjadi ini merupakan sejarah dan berkat serta muzizat dari Tuhan Yesus Kristus khususnya bagi semua keturunan Balugu Lalaizihono. Keduanya mengajak semua keturunan Balugu Lalaizihono semakin mempererat rasa kekeluargaan dan meningkatkan solidaritas antar sesama. Selesai acara kebaktian dilanjutkan menjelaskan silsilah keturunan atau dalam bahasa Nias Tambo oleh Ama Joni Telaumbanua, keturunana tertua yang ada saat ini kemudian makan bersama.

Ama Eronu Telaumbanua selaku pemrakarsa pertemuan sekaligus Ketua Panitia dalam sambutannya menyatakan, melatarbelakangi pertemuan itu karena merasa malu selama ini banyak orang setiap ketemu mengatakan bahwa keluarga/saudara tapi tidak kenal dan paling menyedihkan ada yang melakukan pernikahan tanpa ditanya asal usulnya padahal masih saudaranya atau ada juga yang bertngkar baru mengetahui mereka masih saudara/keluarga.

Untuk itu, diharapkan kepada seluruh keturunan Balugu Lalaizihono, mulai saat ini supaya membina rasa kekeluargaan dimana pun berada. “Mari kita bersama-sama memelihara, membina dan menjaga nama baik keluarga besar Balugu Lalaizihono,” imbaunya sembari menyebut hal mendesak segera diselesaikan mengenai Tambo keturunana Balugu Lalaizihono dan nama Desa Sisambalahe yang sudah dirubah menjadi Desa Sisarahili Sisamabalahe sejak tahun 70-an.

Kepada Pemko Gunungsitoli diminta mengembalikan nama desa itu yang sebenarnya Desa Sisambalahe.Juga disepekati nama perkumpulan itu yaitu “Orahua Wahasara Dodo Nga’oto Balugu Lalaizihono Sisambalahe”.

Susunana pengurus antara lain Pensehat Ama Joni Telaumbanua, Ama Eronu Telaumbanua, Ama Adaria Telaumbanua, Ama Opiner Telaumbanua, Ama Sion Telaumbanua. Ketua umum Ama Alfa Telaumbanua, Ketua Ama Demi Telaumbanua, Ama Loys Telaumbanua, Ama Flora Telaumbanua, Ama Toni Telaumbanua, sekretaris Ama Waudu Adam Telaumbanua, wakil sekretaris Ama Reza Telaumbanua, Ama Kris Telaumbanua, bendahara Ina Kevin Halawa, wakil bendahara Ina Nadya Sinaga.(SIB, 5 Agustus 2010)

Forum Peduli Kota Tuntut Pasar Yaahowu Difungsikan

Friday, July 30th, 2010

Forum Peduli Kota Gunungsitoli unjuk rasa di gedung DPRD, Kamis (28/7). Mereka menuntut supaya pasar Yaahowu yang berada di inti kota Gunungsitoli segera di fungsikan.Massa berjalan kaki menuju gedung DPRD kota Gunungsitoli dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan dari Polres Nias, Satpol PP dan Dinas Perhubungan. Mereka diterima pimpinan dan anggota dewan.

Pimpinan aksi Leon Zebua dan koordinator lapangan Mira Zebua menegaskan bahwa pasar Yaahowu sudah berdiri sejak 2008 yang lalu, namun belum difungsikan sampai sekarang. “Apa sengaja dibiarkan sampai jadi gedung tua di inti Kota Gunungsitoli,” katanya.

Padahal pembangunan pasar yang dibangun oleh BRR NAD-Nias dengan biaya Rp21 miliar ditujukan untuk menaikkan taraf hidup masyarakat ota Gunungsitoli yang sempat terpuruk oleh gempa bumi.

Untuk itu pihaknya menuntut agar segera memfungsikan pasar Yaahowu dan minta kepada dewan segera mempersiapkan Perda yang dapat mendorong pemerintah daerah segera memilih dDireksi yang mengelolah pasar Yaahowu.Setelah keluar dari gedung DPRD, massa menuju pasar Yaahowu dan memasang spanduk yang bertuliskan “Segera difungsikan Pasar Yaahowu”. Namun begitu mereka pulang, oknum satpol PP kabupaten Nias mencopoti spanduk itu.

Ketua DPRD kota Gunungsitoli Armansyah Harefa SE menjelaskan bahwa sesuai Undang undang No. 47 Tahun 2008 disebutkan penyerahan aset dilakukan selambat lambatnya lima tahun setelah pemekaran.

“Dan kami juga sadar bahwa asset yang belum di serahkan pemkab Nias masih banyak lagi. Untuk itu kami dari wakil rakyat telah berupaya dengan menyurati Mendagri,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD kota Gunungsitoli Hadirat ST Gea kepada Global menilai Pemkap Nias tidak serius untuk menyerahkan asset yang merupakan pelayanan masyarakat ke Kota Gunungsitoli.

“Buktinya pasar Yaahowu ini sudah dua tahun berdiri tapi sampai saat ini belum difungsikan. Ada kesan Bupati Nias sengaja membiarkan Kota Gunungsitoli terlantar,” ujarnya dengan nada kesal. (www.harian-global.com – 30 Juli 2010)

Bocah Tertembak Senapan Angin

Friday, July 30th, 2010

MEDAN – Yan Solid Hia, 10, warga Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara (Sumut), kritis setelah kepalanya tertembak senapan angina saat bermain-main bersama temannya.

Hingga Kamis (29/7) bocah itu masih terbaring lemah di ruang perawatan anak Kelas 3 di Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan. Yan yang merupakan anak pasangan Fama Haisi Hia dan Rimae Nalai dirujuk ke Medan pada Kamis dinihari karena minimnya peralatan medis di rumah sakit di Nias. RS di Nias tidak bisa mengeluarkan peluru yang masih bersarang di kepalanya.

Di RSU Pirngadi Medan Yan yang didampingi ibunya terus mendapat perawatan medis, antara lain infus secara rutin untuk membantu tubuhnya yang tidak berdaya. Bibi korban, Rros Upika Dachi, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika Yan baru pulang sekolah dan langsung bermain dengan anak tetangga yang juga temannya di sekolah.

Saat itu lah, temannya mengacungkan senapa angin dengan laras diarahkan kepada korban tanpa maksud apa-apa. Ternyata, tanpa sepengetahuan mereka, senjata itu berisi peluru dan seketika meletus.

“Yan pun terkapar bersimbah darah setelah peluru menembus kepala bagian kanannya. Dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Gunung Sitoli,” ujar Ros.

Humas RSU Pirngadi Medan Edison Peranginangin mengatakan pihaknya segera membentuk tim untuk menangani Yan yang kini kondisinya lemah. “Untuk awal, kita akan menfokuskan pada pengeluaran peluru yang masih bersarang di kepalanya,” ujarnya. (www.mediaindonesia.com – 29 Juli 2010)

Walikota Gunungsitoli Minta Panitia Berikan Kesempatan kepada Seluruh Etnis

Thursday, July 22nd, 2010

Gunungsitoli – Walikota Gunungsitoli meminta kepada panitia peringatan hari ulang tahun ke-65 RI, untuk memberi kesempatan kepada seluruh warga dan etnis yang ada di Kota Gunungsitoli, menampilkan budaya-budaya yang ada.

Hal itu ditegaskan Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase M.SP pada arahanya seusai melantik Panitia HUT Kemri Ke 65 Kota Gunungsitoli di Ruang Rapat Samaeri Kantor WaliKota Gunungsitoli, Jumat (16/7).

Lebih lanjut Walikota mengatakan tujuan dikatakan itu untuk memberi kesempatan kepada seluruh suku atau etnis yang berdomisili di Kota Gunungsitoli agar seluruh warga Kota Gunungsitoli ini dapat menyalurkan kegembiraannya dalam rangka HUT ke-65 RI ini.

Seperti tarian barongsai dari suku Tionghoa, Tari Wayang orang dan Tari Topeng dari Suku Jawa, Tari Saman dari Aceh, Tari Cawan dan Tari Tortor dari Batak Sumut, Tari Eta’e Wosi dari Papua Barat, dan berbagai tarian khas Nias seperti Tari Perang, Tari Tuwu, Tari Ya’ahowu, Tari Moyo, Tari Hiwo dan Tari Maena serta Lompat batu.

“Saya telah bertemu dengan Kepala RRI Gunungsitoli dan beliau telah menyampaikan kesediaannya untuk selalu siap menyiarkan semua kegiatan Panitia Peringatan HUT ke-65 RI tahun 2010 di RRI Gunungsitoli, sehingga kegiatan dapat didengar seluruh warga Indonesia di Kepulauan Nias dan sekitarnya,” kata walikota.

Ketua Umum Panitia HUT ke-65 RI di Kota Gunungsitoli, Drs Firman Harefa S.Pd, M.Si (Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesos Setko Gunungsitoli) mengatakan perayaan HUT RI tahun ini di Kota Gunungsitoli diupayakan meriah agar masyarakat Kota Gunungsitoli berbaur dalam nuansa kegembiraan, maka kepada seluruh personil panitia diminta untuk membuat program kegiatan melalui seksi masing-masing,

Sedangkan Ketua IV Drs Yulianus Harefa MEDTESOL (Kadis Parbudpora Kota Gunungsitoli) menghimbau agar semua cabang-cabang olahraga di Kota Gunungsitoli dapat berpartisipasi mengikuti pertandingan Olahraga seperti, Bola kaki, Volli Ball, Bulu Tangkis dan olahraga lainnya, karena pihaknya ingin mencari bibit olahragawan yang dapat diutus bertanding ke tingkat nasional dan apalagi pihak Indofood dan PLN Gunungsitoli telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi sponsor pad kegiatan sekali ini.

Susunan Personil Panitia HUT ke-65 RI Kota Gunungsitoli, Ketua Umum Drs Firman Harefa S.Pd, M.Si, Ketua I-V Kapten Inf.S Zalukhu Pasi Pabung Kodim 0213 Nias), AKP Fas Gulo ( Kasat Samapta Polres Nias), H.A. Syaiful Gulo S.Ip (Asisten Bidum Kota Gunungsitoli), Drs Yulianus Harefa MEDTESOL (Kadis Parbudpora) dan Drs Edison Ziliwu MM,M.SI (Kadis Kesehatan Kota Gunungsitoli). Sekum Theodore Hulu S.Pd (Ka BKD) Sekretaris I-IV Meiman K Harefa S.Sos, M.Sp, Drs Duhunasokhi Zai, Drs Arham Duski Hia M.Si, dan Drs Soziduhu Lombu M.Pd. (www.analisadaily.com – 22 Juli 2010)

NU Berdiri untuk Semua Golongan

Wednesday, July 21st, 2010

Niat besar Ketua Tanfidziyah Nahdlatul Ulama Cabang Gunung Sitoli, Abdul Majid Chaniago, SE maju sebagai bakal Calon Walikota Gunung Sitoli, Nias mendapat dukungan penuh dari Ketua Tanfidziyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara H. Ashari Tambunan.

Dalam pembicaraan via telpon dengan penulis, Ashari merasa bangga karena ada niat besar dari anak buahnya untuk ikut terjun dalam pemilihan umum kepala daerah kota Gunung Sitoli untuk yang pertama kalinya. “Tapi tetap saja Pak Majid harus menghitung kekuatan politik dan finansialnya,” ujarnya.

Menurut Ashari, niat pencalonan anak buahnya itu hendaknya disikapi dengan elegant tanpa curiga akan sesuatu hal, karena pada prinsipnya, keberadaan kaum nahdliyin di Indonesia bukan untuk tujuan mendominasi sebuah ajaran, tetapi untuk menghidupkan demokrasi yang lebih sehat.

“Namun, bukan berarti orang diluar NU tidak baik, karena NU menganggap semua orang atau golongan itu baik, maka NU tidak pernah menolak bekerjasama dengan siapa saja, terlebih itu untuk kepentingan rakyat,” tandas Ashari.

Ashari menjelaskan, keberadaan orang NU ditengah-tengah masyarakat dipastikan akan membawa manfaat ketimbang mudhorotnya. Sebab, lanjut pengusaha itu, dibidang agama, NU akan melaksanakan dakwah Islamiyah dan meningkatkan rasa persaudaraan yang berpijak pada persatuan dalam perbedaan. Dibidang sosial budaya, NU akan bekerja keras untuk kesejahteraan rakyat dengan semangat kebudayaan yang sesuai dengan nilai-nilai ke-Islaman dan kemanusiaan.

Dibidang ekonomi, lanjut Ashari Tambunan, mengusahakan pemerataan kesempatan untuk mendapatkan hasil pembangunan dengan mengutamakan berkembangnya ekonomi yang berbasis kerakyatan. Kalau dibidang sosial politik, NU akan menjaga seluruh tumpah darah Indonesia agar tetap bersatu, tentunya juga akan merangkul dan bekerjasama dengan semua golongan. “Almarhum GUs Dur membuktikan itu, NU mampu dihormati dan disegani di seluruh dunia karena sikap toleran-nya yang sangat tinggi,” tandas pengusaha sukses di Medan itu.

Dalam menghadapi pemilu kada nanti, kata Ashari, warga NU yang mau maju dalam percaturan politik itu, dia sangat mendukung dan dia juga yakin bahwa warga NU itu akan mampu bersikap demokratis, elegan dan tidak ekslusif. Warga NU akan terbuka dengan perbedaan karena diyakini dari perbedaan itu akan muncul persamaan yang muaranya kepada persaudaraan. “Orang NU lebih senang bersaudara daripada musuhan,” ujarnya.

Menyinggung minimnya dukungan untuk Abdul Majid, Ashari tidak mempermasalahkan, karena dia yakin sebagai ketua cabang NU Nias, Majid akan mampu bersikap negarawan dalam melihat situasi dan kondisi secara objektif. “Kalau mampu teruskan, kalau tidak hentikan,” tandasnya. Sebagai Ketua NU Wilayah Sumatera Utara, dirinya tidak berhak menghentikan langkah Abdul Majid karena yang tahu akan peta kekuatannya itu dia sendiri. “Saya hanya mendukung sebatas dukungan moral,” kata Ashari.

Pengagum berat almarhun Gus Dur itu juga menghimbau kepada semua khalayak untuk tidak alergi akan keberadaan orang NU yang minoritas di satu wilayah, karena pada dasarnya NU tidak pernah membedakan status, golongan atau agama seseorang. Sikap pluralisme yang diwariskan almarum Gus Dur terbukti mampu mempersatukan ummat semua golongan dan terbukti kuat. “Warga NU sangat menghormati semua manusia terlepas apa agama dia, suku, golongan dan adat istiadatnya dan siap bekerjasama dalam bingkai untuk kepentingan bersama,” tandas Ashari Tambunan. (www.kabarindonesia.com – 21 Juli 2010)

Firman Harefa Ketua Dekopinda Kota Gunungsitoli

Thursday, July 15th, 2010

Gunungsitoli – Firman Harefa SPd MSi terpilih sebagai Ketua Dekopinda Kota Gunungsitoli periode 2010-2015 dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke I Dekopinda Kota Gunungsitoli di Aula Samaeri Lantai II, Kantor Walikota Gunungsitoli, Sabtu (3/7).

Walikota Gunungsitoli diwakili Sekda Kota Gunungsitoli, Drs Kemurnian Zebua BE dalam sambutan tertulisnya mengatakan, setelah terbentuk Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui UU No 47 tahun 2008 maka pemerintah dan masyarakat Kota Gunungsitoli mulai berbenah diri dari keterpurukan pengelolaan organisasi pemerintahan dengan satu tekad berpegang tangan menuju perubahan ke arah yang lebih baik.

“Koperasi kita ketahui bersama merupakan suatu badan usaha yang beranggotakan orang-orang dan atau badan hukum koperasi, yang dijadikan sebagai soko guru perekonomian bangsa kita,” tutur Sekda.

Bagaimana koperasi itu dapat menjadi soko guru perekonomian bangsa, hal itu memungkinkan terwujud apabila koperasi itu sendiri terbentuk karena adanya kepentingan yang sama antara seluruh anggota.

Musyawarah daerah itu merupakan Musda I sejak terbentuknya pemerintah kota Gunungsitoli. “Kami menaruh harapan yang besar, melalui musyawarah daerah tersebut akan terbentuknya Dekopin Daerah Kota Gunungsitoli yang dipimpin pengurus yang rela meluangkan waktu tenaga dan pikiran untuk kemajuan Dekopinda Kota Gunungsitoli” katanya.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli pada sambutannya mengatakan, koperasi merupakan soko guru perekonomian bangsa yang selama berapa dekade ini telah banyak mempengaruhi ekonomi masyarakat. Sangat bermanfaat dirasakan ketika pengaruh globalisasi dan praktik monopoli merambah dunia usaha.

Susunan kepengurusan Harian Dekopinda Kota Gunungsitoli periode 2010-2015 pada Musda I itu Ketua Drs Firman Harefa SPd MSi. Wakil Ketua terdiri Theodore Hulu SPd, Sekretaris Bowosokhi Zebua.

Dewan Pakar Ketua Hsa Lase, Anggota Drs Yasato Harefa, Berdinardine Telaumbanua SH, Orani Zebua SE MSi, Aroziduhu Mendrofa, Penasehat Drs Martinus Lase MSP, Sowaa Laoly, Drs Kemurnian Zebua BE, MD Telaumbanua BA. (www.analisadaily.com – 15 Juli 2010)

TPQ Al-Khaerat Desa Mudik Khatam dan Wisuda 20 Santri

Wednesday, July 14th, 2010

Gunungsitoli – Dalam pembinaan pendidikan non formal khususnya, pembinaan generasi penerus dalam membaca Al-quran, Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Al-Khaerat Desa Mudik Gunungsitoli khatam dan wisuda dua puluh orang santri dan santriwati yang telah mampu membaca Alquran di Masjid Agung Kabupaten Nias. Minggu, (11/7).

Turut hadir pada kesempatan itu, Mewakili Kepala Kementerian Agama Kabupaten Nias, Ermansyah Polem, S.Ag, Nazir Masjid Agung Kabupaten Nias, Abdul Malik Harefa, Mewakili Kepala Desa Mudik, Akmal Nas Hulu, sejumlah tokoh agama dan tokoh mayarakat serta orang tua/wali TPQ Al-Khaerat Desa Mudik.

Ermansyah Polem S.Ag dalam arahanya mengatakan sangat berterimakasih TPQ kepada Al-Khaerat yang telah membantu dan menyukseskan program pemerintah khususnya Kementerian Agama dalam pembinaan umat agama di Kabupaten Nias, terutama pembinaan pendidikan baca tulis Alquran.

Selanjutnya Ermansyah Polem S.Ag mengatakan, dalam pembinaan Kementerian Agama Kabupaten Nias tetap akan memberikan perhatian kepada TPQ_TPQ yang adi di wilayah Kabupaten Nias namun disisi lain karena keterbatasan dana pihak Kementerian agama untuk sementara hanya mampu membantu lembaga pendidikan formal seperti TK, MIN/MIS hingga ke tingkat yang lebih atas.

“Selama bedirinya TPQ Al-Khaerat kurang lebih 20 tahun saya mengetahui telah banyak menelurkan santri dan santriwati yang mampu bersaing dengan yang lainnya bahkan saya melihat dan mengetahui bahwa tidak jarang alumni TPQ Al-Khaerat yang telah berhasil seperti PNS, Dokter dan lainnya,” katanya.

Selain itu, tambah Ermansyah TPQ Al-Khaerat juga mampu untuk bicara baik di event-evet tingkat Kabupaten, tingkat Provinsi bahkan di tingkat nasional seperti keikut sertaan TPQ Al-Khaerat pada perlombaan anak sholeh.

Sebelumnya, Pengurus TPQ Al-khaerat Desa Mudik Ahmad Sani Waruwu dalam sambutanya mengatakan TPQ Al-Khaerat yang telah berdiri pada 2 Agustus 1990 lalu hingga saat ini masih tetap eksis dan aktif dalam melakukan pembinaan dan proses belajar mengajar kepada anak didiknya. Meskipun banyak tantangan dan kendalam yang dihadapi selama ini. Seperti kekurangan tenaga guru serta dana dalam melakukan pembinaan dan pengelolaan TPQ Al-Khaerat.

Dalam pengembangan TPQ Al-Khaerat kedepan pihaknya juga meminta kepada semua pihak baik tokoh agama dan pemerintah untuk dapat memberikan saran dan pendapat yang sifatanya membangun untuk kesinambungan TPQ Al-Khaerat di masa yang akan datang.

Mewakili Kepala Desa Mudik Akmal Nas Hulu pada kesempatan itu mengimbau kepada seluruh orangtua murid untuk terus memberikan arahan dan bimbingan kepada anak-anak mereka sebab perkembangan zaman dewasa ini cukup pesat khususnya kearah yang negatif.

Untuk menghindari berbagai kenakalan remaja dewasa ini, kunci atau antisipasi perkembangan tersebut yakni pengisian moral yang baik serta didikan agama kepada para anak karena mereka merupakan generasi penerus.

Sedangkan untuk pengembangan TPQ Al-Khaerat pihaknya berharap pengurus tetap membangun komunikasi karena komunikasi merupakan salah satu cara efektif dalam menyelesaikan berbagai kendala. (www.analisadaily.com – 14 Juli 2010)