Author Archive

Jalan Lintas Tengah Nias-Nias Barat Rusak Berat

Thursday, May 6th, 2010

Medan – Jalan lintas tengah yang menghubungkan Kabupaten Nias dengan Kabupaten Nias Barat rusak berat. Setengah dari badan jalan longsor (amblas) sehingga menyulitkan bagi kendaraan untuk melintas.

Menurut Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Golkar yang juga putra kelahiran Nias Sudirman Halawa, SH menegaskan bahwa jalan rusak tersebut harus segera ditangani. Kalau tidak, jalan penghubung lintas tengah ini tidak bisa dilalui dan bisa berimbas kepada aktivitas warga di sana.

“Letak jalan rusak tersebut ada di kilometer 28, sekitar Desa Hilli’Uso Kecamatan Lolofitu Moi,” paparnya.

Dengan kondisi jalan rusak, lanjutnya efek yang ditimbulkannya sangat banyak. Selain roda perekonomian terhambat, jalan penghubung tersebut juga akan berimbas kepada lumpuhnya transportasi dari lintas tengah.

“Kita sangat berharap agar instansi terkait segera turun dan mencarikan solusinya. Bukahkah lebih baik mencegah daripada harus rusak dulu semuanya baru di perbaiki,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman selama ini, kata Sudirman Halawa, jalan tersebut juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat di Nias dan Nias Barat karena merupakan jalur lintas tengah.

Ia menambahkan, pada musim reses nanti Sudirman Halawa bersama anggota DPRD Sumut yang berasal dari Nias akan turun untuk meninjau langsung beberapa hal yang menjadi persoalan masyarakat Nias.

Selain bertemu dengan konstituen, kata Halawa, mereka juga akan tetap melakukan komunikasi dengan masyarakat tentang apa-apa saja yang mereka harapkan ke depan. (www.analisadaily.com – 6 Mei 2010)

Pembunuh petani di Nias ditangkap

Thursday, May 6th, 2010

MEDAN – Pelaku pembunuhan terhadap seorang petani yang bernama Faona Ami Laoli (46) warga Desa Dima kecamatan Hiliduo, kabupaten Nias berhasil ditangkap Polres Nias Selasa(4/5). Tersanka yang ditangkap Ama Ala Laoli (29) warga Desa Dima kecamatan Hiliduho.

Informasi yang dihimpun Waspada Online menyebutkan awalnya korban datang ke rumah pelaku untu meminjam uang. Tetapi pelaku tidak bisa memenuhi keinginan korban , karean korban terkesan memaksa maka pelaku marah dan mengambil sebilah parang da membacok kepala, muka serta perut korban hingga tewas.

Uasai melakukan pembunuhan pelaku mencoba kabur tatapi pelaku kemudian dapat di tangkap oleh anggota Polres Nias.

Kapolres Nias, AKBP Wawan Munawar kepada Waspada Online membenarkan hal tersebut.”Sat ini tersanka masih kita proses, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHpidana,” ungkap Wawan. (www.waspada.co.id – 5 Mei 2010)

Penetapan PPK dan PPS se Kabupaten Nias Utara Menuai Protes

Thursday, May 6th, 2010

Gunungsitoli – Pengumuman Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Nias Nomor 270/293/KPU.K-N/2010 dan 270/295/KPU.K-N/2010 tentang penetapan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Nias Utara menuai protes dan dinilai cacat hukum.

Pasalnya para peserta yang ikut seleksi PPK dan PPS di Kabupaten Nias Utara merasa dikebiri hak konstitusinya oleh KPU Kabupaten Nias. KPU Kabupaten Nias dianggap tidak objektif dalam menetapkan nama-nama PPK/PPs yang lulus di Kabupaten Nias Utara dan terkesan nama-nama tersebut dipaksakan untuk ditetapkan oleh KPU Kabupaten Nias.

Hal itu ditegaskan tiga orang peserta seleksi PPS di desa Afulu Kecamatan Cardan S Nazara SH didampingi dua peserta seleksi lainya yakni Nyakdin Aceh dan Ikhtiar Zega kepada Analisa, Senin, (3/5) di Gunungsitoli menanggapi hasil penetapan KPU tentang PPK dan PPS se Kabupaten Nias Utara.

Lebih jauh Cardan S Nazara SH mengatakan, keputusan KPU tersebut dinilai cacat hukum , seyogiyanya KPU Kabupaten Nias lebih teliti dan fair dalam memeriksa berkas dan permohonan para peserta yang ikut seleksi PPK/PPS diseluruh Kabupaten Nias utara, dengan memperhatikan pemenuhan syarat formal dan syarat material sebagaimana diatur dalam UU Nomor 22 tahun 2007 tentang penyelenggaraan Pemilu dan beberapa peraturan perundangan yang berlaku.

Salah satu bentuk ketidak telitian KPUD Kabupaten Nias adalah tidak ada standar pendidikan yang menjadi acuan seleksi, misalnya peserta tamatan SMP bisa ditetapkan sebagai menjadi PPS di Desa Afulu Kecamatan Afulu sedangkan peserta yang mempunyai kualitas pendidikan Strata-1 (S1) malah tidak diluluskan. Bahkan dalam penetapan itu ada PPS yang tidak memiliki berkas/lamaran tetapi langsung ditetapkan. Tidak hanya itu menurut informasi ungkap Cardan S Nazara bahwa salah satu peserta yang ditetapkan menjadi PPK di Kecamatan Alasa adalah mantan narapida.

Sementara itu, peserta lainnya Arotona Zebua peserta seleksi di Kecamatan Alasa Talu Muzoi mengatakan, bahwa keterwakilan perempuan 30 persen sesuai dengan amat UU 22 tahun 2007 belum terpenuhi, seperti halnya di Kecamatan Alasa Talu Muzoi, keterwakilan perempuan tidak ada sama sekali sementara peserta perempuan yang melamar ditingkat PPK ada, akan tetapi tidak diluluskan oleh pihak KPUD Kabupaten Nias.

Selain itu, Arotona Zebua menduga bahwa dalam rekrutmen PPK/PPS se Kabupaten Nias Utara ada kesan bahwa para peserta yang ditetapkan oleh KPUD Nias diduga telah dikondisikan, hal itu terbukti semua yang ditetapkan di Kecamatan Alasa Talu Muzoi saling ada hubungan keluaraga satu dengan yang lainya.

Sekretaris Lembaga Indepen Pemantau Pemilu Indonesia (LIPI) Koorda Nias Herman Jaya Harefa ketika dimintai tanggapanya mengatakan bahwa KPUD Kabupaten Nias diminta untuk meninjau ulang perekrutan PPK dan PPS di Kabupaten Nias Utara karena sarat dengan kepentingan tanpa mengutamakan penilaian kemampuan sebagai penyelenggara.

Perekrutan PPK dan PPS yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Nias dinilai sangat buruk dalam dan mengantisipasi serta menciptakan Pemilukada Nias Utara yang demokratis kedepan. Untuk itu diminta kepada KPU Sumut segara turun tangan untuk melakukan cros cek dan verifikasi terhadap proses perekrutan PPK/PPS di Kabupaten Nias Utara karena diduga ada permainan dan kepentingan politik oknum-oknum tertentu. (Analisa – www.analisadaily.com – 4 Mei 2010)

Sri Mulyani Menjadi Direktur Pengelola Kelompok Bank Dunia

Wednesday, May 5th, 2010

Washington (NO) – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati telah diangkat menjadi Direktur Pengelola (Managing Director) dari Kelompok Bank Dunia (World Bank Group) oleh Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick.

“Saya dengan gembira mengumumkan pengangkatan Sri Mulyani Indrawati. Ia telah menjadi Menteri Keuangan yang luar biasa yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang isu-isu pembangunan dan peran Kelompok Bank Dunia,” kata Zoellick sebagaimana dikutip dalam siaran pers Bank Dunia di Washington, kemarin Selasa (4 Mei 2010).

“Sebagai seorang anggota dari Tim Senior, ia akan memainkan peran kunci dalam menbantu memimpin Bank ini ketika kami bergerak untuk memperkuat dukungan klien, mengimplementasikan program reformasi kami, dan mengantisipasi tantangan-tantangan yang akan datang.”

Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan RI sejak 2005 dan telah mengarahkan kebijakan ekonomi dari salah satu negara terbesar di kawasan Asia Tenggara dan dunia. Ia menuntun perekonomian Indonesia di tengah krisis ekonomi global dengan berhasil, mengimplementasikan berbagai reformasi penting dan karenanya ia mendapat penghormatan rekan-rekannya dari seluruh dunia. Demikian siaran pers Bank Dunia melanjutkan.

Menyambut pengangkatannya Sri Mulyani mengatakan: “Merupakan kehormatan besar bagi saya dan juga bagi negara saya untuk mendapatkan kesempatan ini untuk berkontribusi bagi misi penting Bank Dunia untuk mengubah dunia.”

Robert B. Zoellick juga mengatakan bahwa Sri Mulyani Indrawati membawa keahlian-keahlian dan pengalaman khusus ke dalam Kelompok Bank Dunia dari perspektif sebuah negara berpenghasilan menengah yang masih menghadapi tantangan-tangan besar kemiskinan.

“Ia telah mendapatkan penghormatan dunia atas keberhasilannya memerangi korupsi dan memperkuat kepemerintahan yang baik,” kata Zoellick. “Ia telah menjadi seorang pemimpin dunia berkembang dalam hal perubahan iklim dan aktif dalam panggung internasional melalui G20, APEC, ASEAN dan kelompok-kelompok lain.”

Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Sri Mulyani adalah Menteri Negara Perencanaan Pembangunan dan Ketua Bappenas (2004-2005) dan Menko Perekonomian (2008-2009). Sebelum itu, ia menjadi Direktur Eksekutif IMF (2002-2004).

Sri Mulyani Indrawati memperoleh gelar doktor (Ph.D) dalam bidang ekonomi dari Universitas Illinois dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia. Ia menerima sejumlah penghargaan, antara lain Global Finance Minister of the Year dari Majalah Eoruomoney dan Menteri Keuangan Terbaik di Asia versi Emerging Markets. Ia juga secara regular masuk dalam daftar The 100 Most Powerful Women versi majalah Forbes.

Dalam peran barunya, Sri Mulyani akan mensupervisi tiga kawasan: Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, dan Asia Timur dan Pasifik. Ia juga akan mengawasi Information Systems Group.

Pengangkatan ini mengikuti proses pencarian internasional. Sri Muyani akan mulai bertugas di Bank Dunia pada tanggal 1 Juni 2010; ia akan menggantikan Juan Jose Daboub yang akan mengakhiri masa tugas 4 tahun pada tanggal 30 Juni.

Demikian siaran pers Bank Dunia di Washington. Foto: Bloomberg.com (brk*)

Mendiknas Janji Sederhanakan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru

Tuesday, May 4th, 2010

Beberapa anggota DPR RI yang membidangi pendidikan minta Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) menyederhanakan sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Banyaknya jalur penerimaan di PTN mengakibatkan calon mahasiswa harus mengeluarkan biaya cukup besar kalau ingin mencoba beberapa jalur agar punya peluang diterima di PTN.

Formulir untuk setiap jalur seleksi harganya Rp 150 ribu sampai Rp 750 ribu. Kalau calon mahasiswa ingin mendaftar di beberapa jalur, biaya yang diperlukan untuk membeli formulirnya saja bisa mencapai jutaan rupiah.

PRIYO BUDI SANTOSO Wakil Ketua DPR RI mendesak Mendiknas segera membuat rumusan sistem penerimaan mahasiswa baru yang sederhana yang bisa mendorong lulusan SMA dan sedejarat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.

”Kalau untuk membeli formulir saja sampai jutaan rupiah, bagaimana nasib siswa yang pintar tapi ekonominya lemah? Pemerintah harus memperhatikan hal ini tidak membiarkan PTN membuat sistem penerimaan mahasiswa baru seenaknya sendiri,” kata PRIYO.

Dilaporkan JOSE ASMANU reporter Suara Surabaya, Selasa (04/05), menanggapi saran anggota DPR RI ini MUHAMMAD NUH Mendiknas, mengakui, masuk PTN sekarang cukup berat, disamping sistem penerimaan yang perlu diperbaiki seperti saran anggota DPR daya tampung di PTN sangat terbatas.

Kata M NUH, pemerintah bersama PTN sudah melakukan kajian sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih simpel, tapi ada beberapa PTN yang masih keberatan ingin tetap menggunakan otoritasnya.

”Maunya pemerintah lulusan SMA, MA dan SMK yang akan masuk PTN syaratnya cukup menyodorkan hasil Ujian Nasional (UN). Siapa yang ranking nilainya tinggi itu yang akan diterima, tidak perlu tes lagi, seperti SD melanjutkan ke SMPN dan SMP ke SMAN,” kata M NUH.

GUMILAR RUSLIWA SUMANTRI Rektor Universitas Indonesia (UI) mengatakan, sekolah mahal itu pandangan yang keliru. UI yang disebut-sebut lembaga perguruan tinggi elit, justru termurah. Uang kuliahnya hanya Rp100 ribu sampai Rp7,5 juta berdasarkan kemampuan orang tua BOP berkeadilan.

Dari segi daya tampung di UI memang terbatas. Setiap tahun hanya bisa menampung sekitar 5 ribu mahasiswa S1 reguler, sedang pendaftar mencapai puluhan ribu. Sehingga seleksi penerimaan mahasiwa baru di UI cukup ketat.(www.suarasurabaya.net – 4 Mei 2010)

BI beri beasiswa Rp1,18 miliar per bulan

Tuesday, May 4th, 2010

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) akan memberikan beasiswa senilai Rp740 juta–Rp1,18 miliar per bulan kepada 2.960 mahasiswa di 63 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Deputi Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia BI Edy Setiadi mengatakan sebagai bentuk mewujudkan perkembangan pendidikan di Indonesia, bank sentral akan memberikan Rp250.000 – Rp400.000 kepada masing-masing mahasiswa yang berprestasi secara akademik tetapi kurang mampu dalam administrasi sekolah.

“Kisarannya sekitar Rp250.000 – Rp400.000 per bulan kepada masing-masing mahasiswa yang mendapat beasiswa. Namun, kami akan memberikannya per semester, jadi jumlahnya akan diakumulatifkan,” ujarnya hari ini.

Edy menuturkan jumlah beasiswa yang diberikan memang tidak merata, sesuai dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Dia mencontohkan, jika iuran kuliah mahasiswa tersebut tinggi dan biaya hidup di daerah itu tinggi, maka dana yang diberikan tentu lebih besar dibandingkan yang iuran kuliahnya rendah.

Beasiswa ini, lanjut Edy, akan diberikan kepada mahasiswa yang telah duduk mulai dari semester V dan akan disubsidi hingga mahasiswa tersebut lulus kuliah.

Hal senada diungkapkan Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution. Dia mengatakan BI memang tidak memiliki program sosial (sorporate social responsibility/CSR), namun BI sebagai institusi negara yang mengelola dana dan pembiayaan juga harus ikut berpartisipasi dalam membangun pendidikan di Indonesia.

“Ini merupakan wujud kongkrit atas partisipasi kami dalam dunia pendidikan. Kita harus menyadari memang biaya pendidikan itu mahal, walaupun itu perguruan tinggi negeri. Kami ingin anak yang berprestasi tetapi kurang mampu tetap bisa melanjutkan studi,” ujarnya.

Dengan adanya pemberian beasiswa dari bank sentral, Darmin berharap sektor dunia usaha lainnya juga tambah tergerak untuk ikut membantu menyumbang dalam dunia pendidikan. Dia menilai, saat ini peran dunia usaha memberikan sumbangan pendidikan masih kurang.

Hari ini BI menandatangani kerja sama dengan empat PTN di Jabodetabek dalam rangka pemberian beasiswa tersebut. BI akan memberi beasiswa kepada 240 mahasiswa yang berada di empat PTN, yaitu Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Jakarta, dan UIN Syarif Hidayatullah. (www.bisnis.com – 3 Mei 2010)

Wings Air Pesan 30 Pesawat ATR 72

Tuesday, May 4th, 2010

Medan (Berita): Untuk melayani rute pendek dan daerah perintis di seluruh Indonesia manajemen Wings Air telah memesan 30 unit pesawat ATR 72 yang menggunakan baling-baling. Pemesanan tersebut telah dilakukan sejak tahun 2009 lalu.

Hal itu dikatakan Direktur Umum Wings Air Edward Sirait dalam acara peresmian penerbangan perdana di VIP Room Bandara Polonia Medan, Minggu (2/5) siang.

Dijelaskannya, jumlah itu terdiri dari 15 pesawat ATR 72 seri 500 dan 15 lagi seri 600 yang secara keseluruhan akan diterima secara bertahap hingga tahun 2012 mendatang. Menurut Sirait, dari 30 unit yang dipesan itu saat ini Wings Air sudah menerima 5 unit pesawat yang 3 di antaranya sudah dioperasikan menerbangi rute-rute di wilayah Indonesia bagian Timur 2 unit lagi dioperaikan ke wilayah Sumatera yang diberi registrasi PK-WFI dan PK-WFJ.

Dengan pengoperasian pesawat-pesawat baru tersebut Wings Air lanjut Sirait memberi kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan perjalanan ke seluruh daerah Indonesia. “Kedatangan dua pesawat ATR 72-500 yang baru menambah jumlah pesawat yang kini dioperasikan Wings Air menjadi 14 unit terdiri dari pesawt ATR

72-500, enam pesawat MD-80 dan tiga DHC8-300.

Dia menjelaskan, pesawat ATR 72-500 merupakan pesawat berkapasitas 72 tempat duduk, menggunakan mesin Pratt&Whitney 127M sehingga bisa terbang non stop selama 4 jam. Pesawat ini juga dilengkapi interior kabin yang nyaman dan dilengkapi navigasi terbaru serta tidak membutuhkan landasan pacu yang panjang untuk tinggal landas maupun mendarat.

Disebutkannya, penambahan dan peremajaan armada yang dilakukan Wings Air sesuai visi menjadi perusahaan penerbangan swasta nasional yang melayani domestic dan internasional (regional lintas batas) serta mengembangkan rute-rute feeder ke hub-hub utama serta menjangkau lebih banyak daerah yang belum diterbangi penerbangan ukuran lebih besar serta daerah-daerah terpencil.

Dikatakannya, Wings Air akan melayani penerbangan rute Medan-Gunung Sitoli Nias, Medan-Sibologa, Medan – Meulaboh dan Medan-Lhokseumawe dengan pesawat ATR 72 seri 500 secara regular.

Penerbangan perdana dilakukan dengan acara serimonial melepas pesawat ATR 72-500 tinggal landas dari Bandara Polonia Medan menuju Sibolga. Wings Air dijadwalkan menerbangi Medan-Gunung Sitoli pulang pergi dua kali sehari, Medan-Sibolga pulang pergi sehari sekali, Medan–Meulaboh pp sehari sekali dan Medan-Lhokseumawe pp sehari sekali.

Pada acara lounching penerbangan itu dihadiri Gubsu H Syamsul Arifin SE, GM AP II Bandara Polonia Kol. (Pnb) Bram Bharoto Tjiptadi, Kadiv Humas Kombes Baharuddin Djafar, Gubernur LIRA Sumut Henry Halomoan Sitompul MM, Kadis Kominfo Sumut Eddy Syofian serta rombongan wartawan dan mitra kerja Wings Air lainnya ikut terbang menuju Sibolga.

Gubsu Syamsul Arifin pada dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Wings Air diharapkan akan semakin mempercepat pembangunan di seluruh daerah hingga pedalaman Sumatera Utara. Visi Wings Air itu lanjut Gubsu sangat mendukung visinya dalam memudahkan masyarakat bepergian dari kota ke daerah-daerah terpencil atau sebaliknya.

“Saya dulu diberi jimat mantan Gubsu almarhum Raja Inal Siregar dua puluh tahun silam yaitu Marsipature Hutanabe. Jadi dengan tersedianya penerbangan ke daerah pedalaman maka para perantau sudah lebih mudah datang untuk membangun kampong halamannya,” katanya.

Gubsu meminta Wings Air ataupun Lion Air membantu pengembangan kepariwisataan Sumatera Utara dengan membuka rute Medan-Danau Toba-Silangit, Medan-PekanBaru-Silangit dan Medan-Palembang penerbangan wisata paket Medan-Danau Toba-Silangit agar semakin mudah wisatawan maupun para perantau datang ke Danau Toba. “Di Palembang dan Pekan Baru itu banyak orang Batak. Tapi selama ini penumpang dari Medan harus singgah ke Jakarta dulu karena tidak ada penerbangan langsung dari Medan ke Palembang,” sebut Gubsu. (Berita Sore – www.beritasore.com, 3 Mei 2010)

Orang Indonesia yang Jadi Pahlawan di Korea

Thursday, April 29th, 2010

Jakarta – Di tengah duka bangsa Korea yang masih sangat dalam terasa akibat tenggelamnya kapal perang Cheonan yang menewaskan 46 prajurit angkatan laut, nama Indonesia harum dipuji di negeri ginseng itu.

Ada orang Indonesia yang dipandang sebagai pahlawan dan pemberi inspirasi dalam musibah yang menggetarkan hati dan meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea tersebut. Penghargaan terhadap orang Indonesia itu disampaikan pejabat dan media setempat.

Pada 26 Maret 2010 sebuah Korvet Angkatan Laut dengan 104 awak kapal sedang patroli rutin di perairan dekat perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara. Tiba-tiba saja terjadi ledakan dahsyat di buritan. Mesin perang itu nyaris terbelah dua dan tenggelam.

Saat itu pukul 21:00 waktu setempat. Tempat di Laut Kuning, dekat Kepulauan Baengyeong. Malam mulai gelap ketika operasi penyelamatan dilakukan oleh penjaga pantai dibantu oleh nelayan pencari ikan yang kebetulan berada di sekitar lokasi. Mereka berhasil menyelamatkan 58 orang. Yang lainnya tewas dan menghilang.

Salah satu kapal nelayan yang ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan adalah kapal ikan Geumyang No.98. Di kapal ikan itu ada Lambang Nurcahyo (36) dan Yusuf Harefa (35), dua pelaut Indonesia. Bersama lima pelaut Korea Selatan, awak Geumyang terlibat dalam aksi heroik penyelamatan di laut bebas, gelap dan berbahaya.

Malang tak bisa diraih, untung tak bisa ditolak. Kapal ikan Geumyang di tengah aksi penyelamatan bertabrakan dengan kapal kargo Kamboja. Seluruh awaknya ikut tenggelam.

Jenazah Lambang Nurcahyo, bapak dua anak, ditemukan beberapa hari kemudian. Namun si lajang Yusuf Harefa hingga kini masih hilang. Upaya kemanusiaan pelaut Indonesia itu diakui dan dihormati bangsa Korea yang tengah berkabung. Mereka wafat dalam upaya mulia.

Surat kabar Korea Times hari Kamis (22/4) memuji Nurcahyo dan Harefa. Dalam tajuk rencana berjudul “Indonesian heroes”, Korea Times menulis bahwa “Seperti para pelaut AL yang gugur itu, para nelayan Geumyang itu juga merupakan pahlawan-pahlawan yang telah mengambil risiko nyawa mereka untuk menyelamatkan korban-korban Cheonan?.

Pemerintah Korea Selatan berjanji memberikan santunan baik kepada awak kapal Korsel maupun Indonesia. Menteri Luar Negeri Yu Mung-hwan menyampaikan simpati dan telah menulis surat sehubungan dengan tragedi tersebut kepada keluarga Nurcahyo dan Harefa.

“Kami menghargai jasa-jasa kedua pelaut Indonesia yang tewas dalam insiden tersebut. Kami sungguh menyesalkan telah terjadinya peristiwa ini,” kata Yu Mung-hwan.

Jadi pusat perhatian

Orang Indonesia lain yang mendapat penghormatan di Seoul adalah Dirut Perum LKBN ANTARA Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf. Ia menjadi pusat perhatian di Seoul karena selaku Presiden Organisasi Kantor Berita Asia Pasifik (OANA) ia meminta pimpinan media dunia yang berkumpul di negeri itu untuk berdiri dan mengheningkan cipta atas musibah yang meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

“Semoga arwah mereka beristirahat dengan damai dan yang hilang bisa segera ditemukan,” katanya dalam hening cipta yang diikuti 68 pimpinan kantor berita dari Asia Pasifik, Arab, Mediterania, Eropa dan Balkan serta Perdana Menteri Korea Selatan Chung Un-Chan.

Mukhlis Yusuf sudah tiga tahun terakhir ini memimpin OANA, organisasi kantor berita dari 33 negara di kawasan Asia Pasifik.

Bekerja sama dengan kantor berita Yonhap, OANA mengumpulkan para tokoh media di Seoul untuk membahas tantangan dan peluang yang dihadapi kantor berita pada era konvergensi multimedia. Namun, OANA Summit Congress dibayangi kasus tenggelamnya Cheonan.

Meski belum bisa dibuktikan keterlibatan Korea Utara dalam insiden itu, laporan media setempat menyebut kemungkinan kapal tersebut ditorpedo atau terkena ranjau laut yang disebar Pyongyang.

Ketika membawa para tokoh media dari seluruh dunia itu bertemu dengan Presiden Lee Myung-bak di Istana Biru, Mukhlis menyampaikan belasungkawa dan doa kepada para korban. Presiden Lee tampak tergugah dengan pidato pengantar Mukhlis yang tidak diduga menyinggung insiden Cheonan dan doa agar bangsa Korea bisa mengatasi musibah itu dengan penuh kesabaran dan perdamaian.

Pidato Mukhlis itulah yang mendorong Presiden Lee menyatakan sikapnya atas musibah Cheonan. Sikap itulah yang kemudian menjadi berita utama di seluruh dunia. Di koran-koran setempat, seperti The Korean Times dan Korean Herald, berita pertemuan Mukhlis Yusuf dan Presiden Lee menjadi berita utama di halaman depan. Foto Mukhlis pun menghiasi halaman media Seoul.

“Saya mulai mengagumi anda,” kata Park Jung-Chan, Presiden kantor berita Korea Selatan Yonhap kepada Mukhlis Yusuf pada pidato jamuan makan malam selepas pertemuan di Istana Biru.

“Anda berhasil membuat Presiden Lee angkat bicara soal Cheonan,” katanya.

Presiden Lee dan seluruh bangsa Korea memang sangat terguncang dengan musibah itu. Lee langsung meninjau operasi pencarian dan bertemu marinir yang ditempatkan di barat Pulau Baengnyeong.

Dengan helikopter, Lee menuju pulau dekat perbatasan Korsel-Korut itu. Kunjungan Lee dimaksudkan untuk menghibur keluarga korban yang menunggu dengan cemas pencarian jasad anggota keluarga mereka. Lee juga memerintah militer agar lebih waspada pasca tenggelamnya Cheonan. Sejak tenggelamnya kapal Cheonan militer diminta benar-benar mempersiapkan diri untuk setiap aktivitas yang dilakukan Korea Utara.

Ketegangan memuncak di semenanjung Korea menyusul insiden itu. Kemungkinan pecah perang baru antar Korea kembali menjadi kekhawatiran dunia. Padahal, Korea Utara memiliki senjata nuklir sebagai pemusnah massal dan rejim di Pyongyang bisa melakukan tindakan tidak terduga.

Namun, kekhawatiran dunia itu bisa diredakan. Menjawab pertanyaan dan pernyataan Mukhlis, Presiden Lee menyatakan tidak akan membalas dendam sekalipun Pyongyang terbukti paling bertanggungjawab atas insiden Cheonan. Perang, menurut Lee, bukan pilihan. Pihaknya membawa kasus ini kepada Dewan Keamanan PBB.

Oleh karena itulah, pemimpin media dari seluruh dunia yang bertemu Presiden Lee, memuji Mukhlis Yusuf. Presiden OANA yang juga Dirut Perum ANTARA itu berhasil menggugah Presiden Lee untuk menyatakan sikapnya yang jelas: tak boleh ada perang lagi di semenanjung Korea.
(A017/B010) – Antara News – www.antaranews.com – 27 April 2010

Puskesmas Gunungsitoli Kehabisan Stok Obat

Thursday, April 29th, 2010

Stok obat di puskesmas Kota Gunungsitoli, kosong. Setidaknya itu yang tertulis di dinding Puskesmas Olora, Puskesmas Alo’oa, Puskesmas Gunungsitoli Fodo, Puskesmas Tetehosi Foa.

Kepala Puskesmas Tetehosi Foa, Fatieli W Lõmbu SKM ketika ditemui Global, Selasa (27/4), mengatakan mulai bulan April ini stok obat tidak ada lagi. “Untuk melayani masyarakat yang mau berobat terpaksa kami rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Gunungsitoli,” katanya.

Sayangnya ketika dikonfirmasi, Pejabat Walikota Gunungsitoli tidak ada di tempat dan beberapa staf mengatakan Walikota sedang bertugas di luar daerah. Sukurnya masih ada Sekda Drs Kemurnian Zebua BE didampingi Kadis Kesehatan Temaziduhu Lombu.

Sekda mengakui keadaan itu dan bahkan diungkapkan seluruh kepala puskesmas sudah menyampaikan ke Kadis Kesehatan, namun Pemko Gunungsitoli tidak berdaya karena dana anggaran untuk beli obat tidak ada.

Dikatakan bahwa pihaknya telah menyurati dua kali Bupati Nias sebagai kabupaten induk untuk segera mendistribusikan obat ke puskesmas, namun sampai sekarang belum ada jawaban.

Ketika dikonfirmasi kepada Kadis Kesehatan Kabupaten Nias Julianus Dawolo MKes mengakui telah menerima surat tersebut, tapi belum ada petunjuk dari Bupati Nias. Begitupun Julianus Dawolo menjelaskan bahwa habisnya obat bukan tanggung jawabnya.

Soalnya, sejak Kota Gunungsitoli menjadi daerah pemekaran yang defenitif pada 1 Januari 2010. Namun pada Mei sampai Desember 2009 yang merupakan masa transisi obat tetap didistribusikan, katanya.

Kemudian di tambahkannya, Pemkab Nias sedang menyusun rencana penyerahan obat hanya butuh waktu lama karena harus melibatkan beberapa unsur termasuk Bagian Hukum. Karena pembelian obat tersebut memakai DPA Kabupaten Nias, bukan DPA kota Gunungsitoli. Jadi harus jelas apakah dihibahkan, atau tidak, katanya.

Sementara anggota DPRD Gunungsitoli dari Partai Hanura Agustinus Lase SH mengatakan kepada Global bahwa pihaknya hanya mengimbau kepada Pemko Gunungsitoli untuk segera mencari solusi agar obat segera didistribusikan ke puskesmas. “Jangan sampai pelayanan kesehatan masyarakat terganggu,” katanya.

Sedangkan anggota DPRD dari PKDI, B Harefa berharap Pemko Gunungsitoli segera menyurati Gubernur Sumatera Utara, sesuai visi misi yang di antaranya melaksanakan program “rakyat tidak sakit”. (Harian Global – www.harian-global.com – 29 April 2009)

Beasiswa Bidik Misi, Jawaban Mimpi Pelajar Miskin

Thursday, April 29th, 2010

Tana Toraja: Jangan pernah menyerah pada nasib jika ingin maju. Ungkapan ini rasanya tepat menggambarkan perjuangan dua remaja asal Sulawesi Selatan yang mau melakukan apapun asalkan bisa duduk dibangku kuliah. Meski berasal dari keluarga miskin, Andi William Pakilaran dan Mutmainna Cendi pantang menyerah agar bisa kuliah.

Perjuangan mereka melalui prestasi belajar dan juga mengikuti beragam lomba ternyata jadi salah satu jalan agar bisa mendapatkan beasiswa bidik misi dari pemerintah. Itu adalah sebuah beasiswa yang bertujuan untuk membiayai segala kebutuhan siswa berprestasi selama menjalani proses perkuliahan sepanjang 4 tahun.

Andi yang sehari-hari tinggal dengan neneknya aktif bernyanyi di gereja. Beragam penghargaan pernah diraih karena suara emas dan kemampuannya memainkan alat musik.

Sementara Mutmainna yang lulusan pesantren putri modern Rahmatul Asri, Kabupaten Enrekang adalah seorang qori dan saritilawah terbaik yang sering menang dalam lomba baca Alquran sekaligus juga atlit tolak peluru berbakat.

Pemerintah menganggarkan dana satu triliun rupiah untuk menyelenggarakan program beasiswa bidik misi ini. Sekitar 20 ribu siswa miskin seluruh Indonesia akan menjadi sasaran program itu. Dalam program ini tiap siswa akan menerima uang tunai lima hingga enam juta rupiah per semesternya untuk menunjang perkuliahannya.(IAN) – (Liputan 6 – http://berita.liputan6.com, 18 April 2010.)

Catatan Redaksi: Informasi lengkap tentang Beasiswa Bidik Misi dapat dilihat pada tautan berikut:
http://kelembagaan.dikti.go.id/index.php/component/content/article/43-berita/388-bidik-misi

Peran DPRD yang Strategis Wujudkan Kedaulatan Rakyat dan Ciptakan Kehidupan Demokrasi

Wednesday, April 28th, 2010

Gunungsitoli – Bupati Nias Utara, Tolo’aro hulu menegaskan sebaiknya dan seharusnya peran DPRD yang sangat strategis adalah mewujudkan kedaulatan rakyat dan menciptakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah karena pada hakekatnya DPRD dan pemerintah daerah memiliki tujuan yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Tentunya sangat diharapkan terciptanya hubungan kemitraan yang harmonis dengan tetap saling menghormati tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing sesuai anugrah tuhan ” katanya saat menyampaikan sambutannya pada acara pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten Nias Utara, Tolo’aro hulu di aula serba guna kantor Bupati Nias Utara.

Ditambahkannya, berdasarkan pengalaman yang terjadi di berbagai daerah, hubungan legislatif dan eksekutif penuh dinamika maka saat pendapat dan pandangan berbeda membuat mekanismeme pemerintah berjalan agak lambat. Jadi hal ini jangan sampai Kabupaten Nias Utara sebagai daerah otonom baru menjadi susunan kesenjangan pemikiran yang berbeda dalam memajukan daerah tersebut, harap Bupati Nias Utara.

Selama setahun ungkapnya penyelenggaraan pemerintah daerah di Nias Utara perlu dipaparkan beberapa hal adalah pertama telah mempersiapakan struktur dan mekanisme pemerintah daerah, kedua, telah menyelenggarakan pemerintah daerah Nias Utara, ketiga, telah menfasilitasi pembentukan DPRD dan ke empat, telah menfasilitasi pemerintah Kabupaten Nias Utara pada Oktober 2010 mendatang akan dilakukan pesta demokrasi pemilihan Bupati Nias Utara dan wakilnya, jelas Hulu.

Dari paparan Bupati Nias utara, mengungkapkan, permasalahan utama yang dihadapi oleh pemerintah nias utara hingga saat ini adalah terbatasnya jumlah SDM aparatur khususnya tenaga teknis yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan struktural, terbatasnya sarana dan prasarana pemerintahan, serta terbatasnya anggaran, kgusus menyangkut anggaran alokasi umum untuk Nias Utara sangat terbatas dan sebagian besar tersedor untuk membiayai sebagai aparatur kama dana hanya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), jelasnya.

Adapun ke 25 anggota perwakilan rakyat Kabupaten Nias Utara masing-masing: Partai Demokrat, Ferieli Zaluhu, Rasali Zaluhu, S. Ag, Asnidar Hulu, Hisikia Harefa, A. Ma. Pd, Sirila Baeha, Pidaman Nazara, A, Ma. Pd, Partai Demokrat Indonesia Perjuangan Alim Yunus Hulu, Partai Golongan Karya, Varselius Zagati Nazara, A.Md, Partai Peduli Rakyat Nasional, Budieli Telaumbanua, Partai Kebangkitan Bangsa, Kabayu Hulu, SH, Partai Patriot, Desman Serius Nazara, SE, Partai Damai Sejahtera, Emannuel Zebua, SH, Partai Kasih Demokrasi Indonesia, Asa’aro Lase, Dalifati Ziliwu, S.Pd, Partai Karya Peduli Bangsa, Penataran Zebua, Partai Persatuan Daerah, Agustinu Hulu, S.Pd, Arimei Zega, SE, Partai Nurani Rakyat, Faogõnaso Harefa, Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia, Sodiriang Ziliwu, A.Md, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Drs. Foanoita Zai, Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Sozaro Gea, Partai Merdeka, Tolosõkhi Gea. (Analisa, 28 April 2010)

UK Petra Beri Beasiswa Rp 2,75 M

Saturday, April 24th, 2010

SURABAYA — Guna menjawab kebutuhan dunia usaha dan mahasiswanya, Universitas Kristen Petra (UK Petra) terus membuat gebrakan. Salah satunya, membuka tiga jurusan baru, yakni akuntansi pajak, akuntansi bisnis, dan sistem informasi bisnis.

UK Petra juga mengadakan Petra Parade, dan memberi beasiswa bagi mahasiswa berprestasi kurang mampu senilai Rp 2,75 miliar.

Dengan materi kuliah yang fokus dan spesifik, para lulusan bisa menguasai detail ilmunya secara teori maupun praktik. “Untuk jurusan sistem informasi bisnis, kami menggabungkan antara teknologi dan bisnis. Lulusan tidak hanya bisa menciptakan program, tapi juga mengaplikasikan dalam bisnis. Tidak hanya memproduksi tapi juga bisa menjual,” jelas Rektor UK Petra Prof Ir Rolly Intan, MA Sc, Dr Eng, kemarin.

Jurusan akuntansi pajak, para lulusan nantinya bisa langsung mengaplikasikan ilmunya sebagai tax auditor dan tax consultant. Sedangkan akuntansi bisnis ditekankan pada bidang business consultant, corporate accountant, financial planner, informasi system auditor dan financial auditor.

Menyongsong ultah ke-50 UK Petra, Keluarga Alumni Universitas Petra yang anggotanya lebih dari 25 ribu alumnus ini mengadakan Petra Grand. “Saat ini UK Petra sendiri telah memberikan beasiswa Rp 2,75 miliar kepada mahasiswa berprestasi kurang mampu,” tambah alumnus universitas di Jepang ini.

Dalam Petra Parade 2010 diadakan Petra Olimpiade dengan lomba berhadiah ratusan juta dan piala bergilir UK Petra. (www.fajar.co.id – 24 April 2010)

25 Anggota DPRD Kabupaten Nias Utara Dilantik

Saturday, April 24th, 2010

* Ketua Sementara Rasali Zalukhu SAg, Wakil Ketua Amizaro Waruwu SPd

Nias Utara – Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Togar SH MH melantik 25 anggota DPRD Kabupaten Nias Utara periode 2009-2014, Jumat (23/4) di Balai Pertemuan Kabupaten Nias Utara. Acara pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah /janji anggota DPRD Kabupaten Nias Utara masa jabatan periode 2009-2014 didampingi oleh rohaniawan.

Anggota DPRD yang dilantik yaitu; 1. Faogonaso Harefa Partai Hati Nurani Rakyat, 2. Pentaran Zebua Partai Karya Peduli Pembangunan, 3. Drs Foanita Zai Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, 4. Budieli Telaumbanua Partai Peduli Rakyat Nasional, 5. Arimei Zega SE, Partai Persatuan Daerah, 6. Agustinus Hulu SPd Partai Persatuan Daerah, 7. Kabuyu Hulu SH Partai Kebangkitan Bangsa, 8. Amizaro Waruwu SPd Partai Pelopor, 9. Srila Baeha Partai Pelopor, 10. Pidaman Nazara AMaPd Partai Pelopor, 11. Marsilinus Ingati Nazara AMd Partai Golongan Karya, 12. Sokhizatulo Zega Partai Golongan Karya 13 Imanuel Zebua Partai Damai Sejahtra,14. Sodiriang Ziliwu AMd Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, 15. Alim Yunus Hulu, Partai Demokrasi Perjungan, 16. Sozaro Gea Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, 17. Ferieli Zalukhu Partai Demokrat, 18. Rasali Zalukhu SAg Partai Demokrat, 19. Asnidar Hulu Partai Demokrat, 20. Hiskia Harefa AMaPd Partai Demokrat, 21. Notiria Harefa Partai Demokrat, 22. Desman Serius NazaraSE, Partai Patriot, 23. Tolosokhi Gea Partai Merdeka, 24. Asa aro Lase Partai Kasih Demokrasi Indonesia, 25. Dalifati Ziliwu SPd. Partai Kasih Demokrasi Indonesia.

Bupati Nias Utara Drs Toloaro Hulu pada sambutan tertulisnya mengatakan berdasarkan UU No 45 tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Nias Utara di Propinsi Sumut dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait dengan pemilihan umum dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah serta proses penetapan anggota DPRD Kabupaten Nias Utara yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum maka Gubsu telah menerbitkan keputusan No.188.44/249/KPS/Tahun 2010 tanggal 8 April 2010 tentang pemberhentian anggota DPRD Kabupaten Nias dari Daerah Pemilihan 4 (empat) dan 5 (lima) serta pengangkatan anggota DPRD Kabupaten Nias Utara masa bakti 2009-2014.

Disebutkan, peran DPRD sangat strategis dalam kerangka mewujudkan kedaulatan rakyat dan menciptakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pada hakekatnya DPRD dan Pemerintah Daerah memiliki tujuan yang sama yakni untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu tentunya diharapkan dapat tercipta hubungan kemitraan yang harmonis dengan tetap saling hormati tugas fungsi dan kewenangan masing-masing, kata bupati. (SIB, 24 April 2010)

25 Anggota DPRD Gunungsitoli Dilantik

Thursday, April 22nd, 2010

Pelantikan 25 anggota DPRD Kota Gunungsitoli masa bakti 2010-2015, di Gedung Nasional, Selasa (20/4), dihadiri pejabat Walikota, Ketua Pengadilan Negeri, Wakil Bupati Nias, Sekda Nias, unsur Muspida, tokoh masyarakat.

Mereka adalah, Agustinus Lase SH, Alisõkhi Harefa SE, Damiri Gea SH, Armansyah Harefa SE, Ridwan Saleh Zega, Arosekhi Harefa, Faeriani Zega, Orudugõ Halawa, Alfonsus Marianto Telaumbanua, Filifo Waruwu, Ekodius L Harefa, Yanto, Hadirat Syukur Totona Gea, Ainil Wardah Polem, Meiman Harefa, Ya’atoziduhu Laoli, Sowa’a Laoli, Frince Sorani Sumarlius Gea, Jhon Kristian Zxiliwu, Temani Halawa, Yasman Zebua, Otomosi Harefa, Tolna Lindungi Gea SSos, Beziduhu Harefa, Imanuel Ziliwu.

Pejabat Walikota Gunungsitoli Drs Martinus Lase MSP mengatakan bahwa peran DPRD sangat strategis dalam kerangka mewujudkan kedaulatan rakyat dan menciptakan kehidupan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

Berdasarkan pengalaman yang terjadi di berbagai daerah hubungan eksekutif dengan legislatif penuh warna dan dinamika, dan terkadang karena perbedaan pendapat dan pandangan, maka terkadang mekanisme pemerintah terlambat.

“Namun kami tetap percaya bahwa pemerintah daerah dan DPRD Kota Gunungsitoli sama sama mempunyai prinsip dan komitmen membangun kota ini lebih maju lagi,” ujarnya.

Ketua DPRD Gunungsitoli Sowa’a Laoli dari Partai Demokrasi mengatakan bahwa tantangan penyelenggara pemerintah kota kedepan ini makin berat, seiring perkembangan dan tuntutan masyarakat yang terus meningkat.

“Untuk itu seluruh unsur penyelenggara pemerintah harus mampu mengambil kebijakan stategis secara terpadu, terukur dan terkoordinasi,” katanya. (Harian Global, 21 April 2010).

Provinsi Nias Solusi Atasi Ketertinggalan

Wednesday, April 21st, 2010

GUNUNGSITOLI: Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH mewakili 5 kepala daerah di Pulau Nias mengatakan latar belakang pendeklarasian Provinsi Nias dipicu pengalaman selama ini, di mana masyarakat Nias diombang-ambingkan oleh kepentingan daerah di luar Nias. Selain itu, pembentukan Provinsi Nias salah satu solusi keluar dari ketertinggalan.

Hal itu disampaikan saat pengukuhan Pengurus Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Nias, yang merupakan tindaklanjut pendeklarasian Provinsi Nias sebelumnya oleh para deklarator bertempat di Ruang Sidang DPRD Nias, Rabu (17/2).

Lebih lanjut Binahati mengatakan, disadari atau tidak, pembentukan BPP Provinsi Nias akan menimbulkan pro kontra di tengah-tengah masyarakat termasuk yang mengaku dirinya tokoh masyarakat. Hal ini, kata Binahati, karena orang-orang yang mengaku tokoh masyarakat ini belum memahami apa yang menjadi tujuan dari pembentukan provinsi di Nias.

‘’Proses pemekaran butuh waktu panjang. Perjuangan pemekaran provinsi Nias belum tentu dapat terwujud 5 hingga 10 tahun ke depan, dan untuk itu agar hal ini dapat terwujud masyarakat harus memulainya dari sekarang,’’ kata Binahati. (a35)

Bupati Nias Selatan, Fahuwusa Laia, SH.M.Hum, Bupati Nias, Binahati B Baeha, SH, Ketua Tim Deklarator, Pdt. Beni Gulo dan Ketua DPRD Nias Selatan, Efendi saat menyerahkan Surat Keputusan kepada Pengurus BPP Provinsi Nias di Ruang Sidang DPRD Nias, Rabu (17/2). (Waspada – www.waspada.co.id – 18 April 2010).