NIASONLINE, JAKARTA – Hasil riset tentang Bawömataluo yang digelar oleh Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jepang sudah memasuki tahap final. Rencananya, hasil riset tersebut akan diserahkan langsung kepada Pemda Nias Selatan dan masyarakat Bawömataluo. (more…)
Archive for September 17th, 2013 | Daily archive page
Tim UGM & Jepang Serahkan Hasil Riset Desa Bawömataluo Besok
Tuesday, September 17th, 2013Syarat Berat, Nias Selatan Sail 2014 Urung Digelar
Tuesday, September 17th, 2013Dia mengatakan, saat itu Nias Selatan telah menjadi salah satu nominator untuk pelaksanaan Sail pada 2014. Bahkan, Nias Selatan mewakili Sumatera Utara dalam pengajuan ke pemerintah pusat.
Dua tahun berlalu, rencana yang baik itu terpaksa diurungkan, atau minimal harus ditunda. Pasalnya, tidak memungkinkan memenuhi syarat yang dibutuhkan dalam dua tahun mendatang.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nias Selatan Faböwösa Laia yang baru pulang memenuhi undangan menghadiri acara Sail Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
“Iya, kita diundang menyaksikan acara puncak Sail Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT kemarin yang diresmikan Presiden SBY karena semula kita ada wacana untuk mengajukan usul Sail Sorake untuk mengangkat potensi pariwisata Nisel. Tapi ternyata 5 syarat utama sepertinya akan susah kita penuhi dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, antara lain pasokan listrik yang cukup, air bersih, hotel, restorean dan sarana transportasi,†ujar dia kepada Nias Online, Selasa (17/9/2013).
Dia menjelaskan, syarat itu sudah permanen ditetapkan oleh Dewan Kelautan Indonesia dan menjadi dasar pertimbangan dalam setiap pembahasan usulan Sail dari daerah.
“Setelah kita saksikan langsung di Kabupaten Manggarai Barat, ini ternyata berat juga.
Artinya harus ada support luarbiasa dari Gubernur Sumut,†jelas dia.
Dia juga memastikan usulan Pemkab Nisel sebelumnya untuk menggelar Sail telah diajukan secara resmi.
Seperti diketahui, untuk tahun depan, pemerintah menetapkan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat sebagai pelaksana acara Sail.
Sementara itu, Presiden SBY, seperti dikutip dari akun Twitternya @SBYudhoyono beberapa saat lalu memastikan, acara Sail tersebut akan terus dilakukan menjadi acara tahunan.
SBY menilai, pelaksanaan Sail selama lima tahun terakhir terbukti memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata. (EN)
Ada Apa Dengan Pendidikan? (Bag. 2)
Tuesday, September 17th, 2013
Sebagaimana diulas sebelumnya (Ada Apa Dengan Pendidikan – Bagian 1), kondisi Jepang dan Jerman sama-sama ‘merangkak’ pada tahun 1945. Berikut sekilas gambaran kondisi negara-negara tersebut setelah PD II.
Jepang
Jepang menanggung pampasan akibat perang pasifik 1,3 trilyun Yen. Tidak hanya itu, kondisi perekonomian yang bersumber dari industri dalam negeri dan sumber-sumber ekonomi Jepang diluar negeri, seperti di Filipina, Cina, India, atau Thailand, yang selama perang dunia II dipaksa untuk memenuhi semua kebutuhan perang, menjadi carut-marut menghadapi inflasi tinggi dan devaluasi mata uang. (more…)


