Archive for September 17th, 2013 | Daily archive page

Tim UGM & Jepang Serahkan Hasil Riset Desa Bawömataluo Besok

Tuesday, September 17th, 2013

861208_10201771634280581_1856131656_oNIASONLINE, JAKARTA – Hasil riset tentang Bawömataluo yang digelar oleh Tim Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jepang sudah memasuki tahap final. Rencananya, hasil riset tersebut akan diserahkan langsung kepada Pemda Nias Selatan dan masyarakat Bawömataluo. (more…)

Selamatkan Status DOB Nias Barat, Ini yang Harus Dilakukan

Tuesday, September 17th, 2013

Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

Yasonna H Laoly | suarapembaruan.com

NIASONLINE, JAKARTA – Rendahnya nilai hasil evaluasi daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Nias Barat pada tahun lalu menimbulkan keprihatinan berbagai kalangan. Apalagi karena Kementerian Dalam Negeri menyatakan konsekuensinya adalah pencabutan status DOB daerah itu. (more…)

Bupati Adrianus A Gulö Yakin Nias Barat Lolos Pencabutan Status DOB

Tuesday, September 17th, 2013

Bupati Nias Barat Adrianus A Gulö | EN

Bupati Nias Barat Adrianus A Gulö | EN

NIASONLINE, JAKARTA – Bupati Nias Barat Adrianus A Gulö optimistik Kabupaten Nias Barat tidak akan masuk dalam daerah yang terancam dicabut status pemekarannya.

Kepada Nias Online, Bupati Adrianus yakin bahwa poin penilaian pada evaluasi Daerah Otonomi Baru (DOB) Nias Barat pada tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
“Yang disampaikan Mendagri itu adalah penilaian pada tahun 2012. Dan tahun 2013 ini pasti nilai Nias Barat naik,” ujar dia melalui pesan singkat, Selasa (17/9/2013).

Adapun dasar keyakinannya adalah adanya beberapa item yang bisa menambah nilai pada tahun ini. Yakni, ketersediaan kantor Bupati, DPRD, Bappeda, Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan. Selain itu, juga adanya penyerahan sejumlah aset dari Kabupaten Nias, sebagai kabupaten induk.

“Kita doakan Nias Barat tetap jaya,” kata dia.

Seperti diketahui, pekan lalu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan kemungkinan mencabut status DOB empat daerah yang berdasarkan evaluasi tahun lalu dan tahun ini poinnya di bawah standar.

Selain Nias Barat, tiga daerah lainnya adalah Kabupaten Nduga (Papua), Kabupaten Deiyai, dan Kabupaten Maybrat (Papua).

Keempat daerah itu hanya meraih poin di bawah standar untuk mencapai status sedang atau cukup sebesar 70 poin. Nias Barat tercatat hanya meraih 68 poin, Nduga 65,7 poin, Deiyai 64 poin dan Maybrat 55,7 poin. (EN)

Syarat Berat, Nias Selatan Sail 2014 Urung Digelar

Tuesday, September 17th, 2013

Kadis Budpar Nias Selatan | Faböwösa Laia | Koleksi Pribadi

Kadis Budpar Nias Selatan | Faböwösa Laia | Koleksi Pribadi

NIASONLINE, JAKARTA – Dua tahun lalu, tepatnya pada Jum’at (16/9/2011) kepada Nias Online, Bupati Nias Selatan Idealisman Dachi mengungkapkan keinginan mengajukan Nias Selatan sebagai pelaksana kegiatan Sail pada 2014.

Dia mengatakan, saat itu Nias Selatan telah menjadi salah satu nominator untuk pelaksanaan Sail pada 2014. Bahkan, Nias Selatan mewakili Sumatera Utara dalam pengajuan ke pemerintah pusat.

Dua tahun berlalu, rencana yang baik itu terpaksa diurungkan, atau minimal harus ditunda. Pasalnya, tidak memungkinkan memenuhi syarat yang dibutuhkan dalam dua tahun mendatang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nias Selatan Faböwösa Laia yang baru pulang memenuhi undangan menghadiri acara Sail Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Iya, kita diundang menyaksikan acara puncak Sail Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT kemarin yang diresmikan Presiden SBY karena semula kita ada wacana untuk mengajukan usul Sail Sorake untuk mengangkat potensi pariwisata Nisel. Tapi ternyata 5 syarat utama sepertinya akan susah kita penuhi dalam waktu satu atau dua tahun ke depan, antara lain pasokan listrik yang cukup, air bersih, hotel, restorean dan sarana transportasi,” ujar dia kepada Nias Online, Selasa (17/9/2013).

Dia menjelaskan, syarat itu sudah permanen ditetapkan oleh Dewan Kelautan Indonesia dan menjadi dasar pertimbangan dalam setiap pembahasan usulan Sail dari daerah.

“Setelah kita saksikan langsung di Kabupaten Manggarai Barat, ini ternyata berat juga.
Artinya harus ada support luarbiasa dari Gubernur Sumut,” jelas dia.

Dia juga memastikan usulan Pemkab Nisel sebelumnya untuk menggelar Sail telah diajukan secara resmi.

Seperti diketahui, untuk tahun depan, pemerintah menetapkan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat sebagai pelaksana acara Sail.

Sementara itu, Presiden SBY, seperti dikutip dari akun Twitternya @SBYudhoyono beberapa saat lalu memastikan, acara Sail tersebut akan terus dilakukan menjadi acara tahunan.
SBY menilai, pelaksanaan Sail selama lima tahun terakhir terbukti memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang nyata. (EN)

Ada Apa Dengan Pendidikan? (Bag. 2)

Tuesday, September 17th, 2013

Sebagaimana diulas sebelumnya (Ada Apa Dengan Pendidikan – Bagian 1), kondisi Jepang dan Jerman sama-sama ‘merangkak’ pada tahun 1945. Berikut sekilas gambaran kondisi negara-negara tersebut setelah PD II.

Jepang

Jepang menanggung pampasan akibat perang pasifik 1,3 trilyun Yen. Tidak hanya itu, kondisi perekonomian yang bersumber dari industri dalam negeri dan sumber-sumber ekonomi Jepang diluar negeri, seperti di Filipina, Cina, India, atau Thailand, yang selama perang dunia II dipaksa untuk memenuhi semua kebutuhan perang, menjadi carut-marut menghadapi inflasi tinggi dan devaluasi mata uang. (more…)