Author Archive

Mantan Kadis Perikanan Kab. Nisel Disidangkan Terkait Dugaan Korupsi Proyek DAK Rp 500 Juta Lebih

Tuesday, November 9th, 2010

* Kontraktor Jefri T Gari Minta JPU dan Hakim Majelis Menghukum seberat-beratnya Terdakwa

Gunungsitoli – Pengadilan Negeri Gunungsitoli mulai menyidangkan terdakwa dugaan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan proyek pengadaan sarana transportasi antar pulau (DAK 2006) dengan Nilai kontrak Rp 549.433.500 pada dinas perikanan dan kelautan Kab.Nias Selatan yang bersumber dari APBD Kab.Nias Selatan Tahun 2008.

Sidang yang digelar Selasa (2/11) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dimana telah terjadi pembohongan kepada rekanan Jefri T Gari juga kepada staf Drs Aluisokhi Telaumbanua, Samadi Wau AMD dan Hendra Syam Zega AMD.

Saksi Drs Aluisokhi Telaumbanua, Samadi Wau AMD, Hendra Syam Zega AMD, kepada Hakim Majelis, mengatakan pengadaan sarana transportasi antar pulau itu tidak ada yang berminat karena anggaran sangat kecil dan tidak bisa membiayai satu unit kapal.

Namun terdakwa Ir AD meminta Jefri T Gari untuk melaksanakan proyek tersebut dengan perjanjian merehab kapal milik Jefri T Gari yaitu Kapal Boga Sari. Jefri T Gari juga mengatakan, bahwa dana sebesar itu tidak bisa memenuhi biaya rehap kata Drs Aluisokhi Telaumbanua dengan saksi Samadi Wau dan Hendra Syam Zega.

Selanjutnya Aluisokhi Telaumbanua menyatakan bahwa dalam proses administrasi pencairan dana pembayaran pengadaan kapal juga kami telah dibohongi oleh Kadis karena kami diberi tugas untuk melihat kapal disiapi-api namun secara tiba-tiba dibatalkan tanpa alasan yang jelas. Awalnya ditugaskan dengan surat perintah dari Kadis perikanan kelautan dan yang sakitnya kami dipaksa menandatangani berita acara pemeriksaan barang dengan perjanjian setelah pulang dari siapi-api baru surat tersebut diberlakukan.

Tetapi kami dibohongi karena uang telah dicairkan 21 Nopember 2008 sebesar Rp 164.830.050. untuk pembayaran uang muka sebesar 30 %, berita acara pembayaran 10 Desember 2008 Rp384.603.450 kepada Jefri T Gari melalui rekening BRI Unit Teluk Dalam yang ditandatangani oleh pihak pertama Ir Anselmus Dachi selaku KPA dengan pihak kedua Jefri T Gari selaku Direktur CV Putra Pantai Selatan.

Sedangkan Tim PHO dan penerima barang/jasa DAK TA 2008 pada 20 Desember 2008 yang isinya menerangkan bahwa telah melakukan serah terima (PHO) paket pekerjaan pengadaan sarana transportasi antar pulau 1. Satu unit berdasarkan berita acara pemeriksaan pekerjaan No 523/6464/TP-DAK/DPK/XI/2008 28 Nopember 2008 yang dilaksanakan oleh Tim Teknis dan pemeriksa barang/jasa pada dinas perikanan dan kelautan Kab.Nias Selatan tanpa memeriksa Fisik kapal tersebut.

Setelah mendengar keterangan saksi maka sidang dilanjutkan Selasa 9 Nopember 2010 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yaitu Direktur CV Putra Pantai Selatan Jefri T.Gari .

Sementara Jefri T Gari kepada SIB usai mendengar sidang tuntutan JPU Rabani Halawa SH selaku terdakwa sebagai kontraktor dalam kasus dugaan korupsi dana DAK tersebut (2/11) kepada SIB mengatakan, bahwa ia telah ditipu oleh mantan Kadis Perikanan Kelautan sesuai surat perjanjian 10 Nopember 2008 bahwa ia tidak mengerjakan kapal baru tetapi ia hanya merehap kapal miliknya Merek Boga Sari dan ternyata ia jadi korban, uangnya habis dan dipenjarakan sejak Maret 2010.

Saya mohon kepada Jaksa penutut umum (JPU) R Damanik dan Ketua Hakim Majelis agar terdakwa mantan Kadis Perikanan Kelautan Ir Anselmus Dachi dihukum seberat-beratnya, bila diringankan mereka akan mengadu ke MARI.

Pada sidang Jumat 5 Nopember 2010, Jefri T Gari divonis selama satu tahun penjara dan setelah dibacakan vonis tersebut dia menyatakan banding tidak menerima hukuman tersebut dengan alasan dia telah ditipu dan dibohongi oleh mantan Kadis karena ada perjanjian kami sebelumnya Tgl 11 Nopember 2008, katanya pada SIB usai sidang keputusan vonis. (www.hariansib.com – 8 November 2010)

Menjelang kunjungan Presiden Obama ke Indonesia

Monday, November 8th, 2010

Para pejabat Amerika terus memantau dari dekat aktivitas Gunung Merapi menjelang rencana kunjungan Presiden Obama ke Indonesia. “Kami sedang memantau berbagai perkembangan dengan seksama,” kata Ben Rhodes, deputi penasehat keamanan nasional Gedung Putih seperti dikutip harin the Hindu Times.

Karena aktivitas letusan Gunung Merapa sejumlah penerbangan ke dan dari Jakarta sempat dibatalkan beberapa hari belakangan ini.

Saat ini Presiden Obama sedang mengadakan kunjungan ke India sebagai bagian dari tur Asianya. Rencana kunjungan ke Indonesia sempat mengalami penundaan dua kali. (HT/brk*)

Skyfire, Memungkinkan Pemutaran Video yang menggunakan Adobe Flash

Friday, November 5th, 2010

Anda hanya mampu memutar video dari Youtube dan sejumlah terbatas format video lain di iPhone Anda ? Sebentar lagi hal itu akan berubah. Skyfire, sebuah applikasi baru iPhone yang baru saja diluncurkan memungkinkan Anda, pengguna telefon genggam iPhone, memutar Video yang menggunakan Adobe Flash.

Aplikasi baru buatan Skyfire Labs Inc. ini adalah suatu web browser yang dapat memutar video yang menggunakan Flash dari berbagai situs web. Browser ini selain dapat dipakai di iPhone, bisa juga digunakan di iPad dan iPod Touch.

Aplikasi ini bekerja dengan mengirim video yang diminta ke server Skyfire Labs Inc. yang akan menerjemahkan video itu ke dalam format yang didukung oleh sistem operasi Apple.

Sebagaimana diketahui hingga saat ini Apple tidak mengizinkan teknologi Flash dalam sistem operasinya, hal yang membuat para pengguna iPhone kecewa.

Menurut Jeffrey Glueck Chief Executive Skyfire, aplikasi ini membantu pengguna iPhone, iPad dan iPod Touch untuk memutar video-video yang selama ini tak bisa diputar pada perangkat-perangkat tersebut. Ditambahkannya applikasi ini tidak akan berpengaruh pada kinerja baterai dan akses internet.

Apple mencegah penggunaan teknologi media Adobe pada perangkat-perangkat mobile-nya dengan alasan Adobe adalah teknologi usang yang berpengaruh pada kinerja perangkat buatannya.

Tanggapan pengguna iPhone terhadap aplikasi baru seharga $3 dollar (sekitar Rp 30,000) ini luar biasa. Hari Rabu lalu (3/10), pihak Skyfire menghentikan untuk sementara penjualannya karena kelabakan dengan permintaan yang memperngaruhi kinerja server-nya. (*)

Dinkes Sumut: Waspadai rabies

Wednesday, November 3rd, 2010

MEDAN – Rabies masih menjadi penyakit yang menghantui dan mematikan di Sumatera Utara. Pasalnya, penyakit jenis ini masih ditemukan di Sumut.

Atas kondisi itu, masyarakat dihimbau untuk tetap mewaspadai rabies, karena dalam tiga tahun belakangan ini penyakit tersebut di Sumatera Utara cenderung terus mengalami peningkatan di beberapa kabupaten/kota.

Koordinator Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P3B2) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Teguh Supriadi, mengatakan berdasarkan data yang ada, diketahui kasus rabies cenderung meningkat sejak tahun 2008 hingga penghujung tahun 2010.

Kabupaten Nias yang saat ini terbagi menjadi lima kabupaten/kota yakni Nias, Nias Selatan, Nias Barat, Nias Utara dan Kota Gunung Sitoli sebelumnya dinyatakan wilayah bebas rabies bersama beberapa daerah lain di Indonesia seperti pulau Bali, NTB, Maluku dan Jawa Timur.

“Namun pada awal tahun 2010 telah dilaporkan adanya kasus rabies yang hingga pertengahan tahun 2010 telah merenggut nyawa sedikitnya 31 orang di wilayah itu. Jumlah ini merupakan kasus terbanyak dalam periode waktu yang sama sepanjang sejarah rabies di Sumut,” katanya, hari ini.

Hingga saat ini, lanjutnya, Dinkes kabupaten/kota di sumut diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan penanggulangan dengan cepat pada setiap kasus gigitan hewan penular rabies.

Karena jumlah kasus gigitan anjing sebagai hewan utama penular rabies di Sumut pada tahun 2010 hingga bulan Juli diketahui mengalami peningkatan yang signifikan dan secara akumulatif per bulan hingga Desember nanti jumlahnya diperkirakan dapat meningkat dua kali lipat dibandingkan rata-rata tahun sebelumnya.

“Bukan hanya itu saja, baru-baru ini juga ada laporan kasus di pengungsian Gunung Sinabung yang menyatakan lima pengungsi terkena gigitan anjing liar, sehingga harus kita berikan VAR (Vaksin Anti Rabies) guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Mengingat rabies cenderung mengalami peningkatan, lanjutnya, upaya kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan rabies dengan jumlah yang lebih banyak di waktu yang akan datang perlu ditingkatkan dengan beberapa upaya, seperti meningkatan surveilans epidemiologi rabies pada hewan dan manusia.

Kemudian meningkatkan keamanan terhadap hewan yang kemungkinan menggigit manusia, penyediaan VAR di kabupaten/kota, pemberdayaan masyarakat tentang upaya pencegahan rabies melalui berbagai kegiatan sosial dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang P3K pascagigitan hewan tersangka rabies.

“Yang terakhir koordinasi yang solid antara Dinkes dan Dinas Peternakan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, sehingga kita dapat melakukan pencegahan penularan rabies secara menyeluruh di Sumut,” katanya. (www.waspada.co.id – 2 November 2010)

50 Kabupaten Berisiko Tsunami

Tuesday, November 2nd, 2010

JAKARTA–MICOM: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan sekitar 150 kabupaten/kota di Indonesia, beresiko tinggi diterjang tsunami. Untuk itu, salah yang terbaik yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko korban adalah relokasi penduduk yang berada di wilayah rawan tsunami.

“Tentunya yang dimaksud relokasi bukan mengosongkan pulau atau daerahd ari penduduk. Namun cukup memindahkan ke bagian lain dari pulau yang lebih aman,” tutur Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB Sutopo Purwo Negoro, di Jakarta, Senin (1/11).

Hal senada juga disampaikan oleh Menko Kesra Agung Laksono. “Idealnya penduduk yang tinggal di pulau-pulau kecil di sepanjang Pulau Sumatra mulai dari Nias hingga Lampung memang harus direlokasi. Karena daerah tersebut sangat rawan terkena gempa dan tsunami,” tutur Agung.

Sesuai dengan instruksi presiden, Agung menjelaskan, dalam waktu dekat akan dibuat semacam PP (Peraturan Pemerintah) atau Inpres tentang upaya relokasi bagi mereka. Tentu saja dalam relokasi nanti, pihak daerah yang harus menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan. Pasalnya, daerah dengan melibatkan pemuka adat dan tokoh masyarakat adalah yang paling memahami budaya dan kultur masyarakat setempat.

“Tempat relokasi tidak harus ke tempat yang jauh dari tempat tinggal mereka sekarang, tetapi cukup dicarikan yang lebih aman, mungkin ke tepian bukit yang datarannya lebih tinggi,” katanya. (www.mediaindonesia.com – 2 November 2010)

Guru Honor SMA Negeri 2 Mandrehe Nias Barat Aniaya Siswi Sampai Pingsan

Monday, November 1st, 2010

* Sekda Nias Barat akan Panggil Pelakunya

Nias Barat – Guru honor di SMA Negeri 2 Mandrehe di Kabupaten Nias Barat menganiaya siswi kelas XII IPA. Getini Gulö (17) Jumat (8/10) sampai pingsan di hadapan siswa/i SMA negeri 2 Mandrehe.

Setelah kejadian korban dibawa ke puskesmas terdekat, namun karena puskesmas tidak mampu, korban dirujuk ke RSU Gunungsitoli dan dirawat sejak 11 Oktober 2010 hingga 14 Oktober 2010.

Dokter RSU Gunungsitoli yang dikonfirmasi Jumat (15/10) mengakui siswi SMA Negeri 2 Mandrehe diopname RSU Gunungsitoli sejak 11 Oktober 2010 hingga 14 Oktober 2010. “Kami tidak bisa memberitahukan kepada siapapun tentang masalah yang diderita korban kecuali pihak kepolisian meminta visum melalui RSU Gunungsitoli. Yang jelasnya korban sudah diobati berdasarkan rujukan Puskesmas Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat,” kata dokter.

Sementara Kepala Desa Iraono Gambö ketika ditanya SIB Jumat (15/10 ) melalui telepon selulernya tentang langkah yang sudah dilakukan terkait penganiayaan siswi SMA Negeri 2 Mandrehe yang merupakan warga desanya mengatakan, setelah kejadian pihaknya melapor kepada pihak yang berwajib secara lisan dan anggota Polsek Mandrehe telah turun di TKP dan korban langsung dibawa ke Puskesmas untuk menyelamatkan korban dan karena tidak dapat diobati oleh pihak puskesmas maka korban dirujuk ke RSU Gunungsitoli.

“Atas penganiayaan tersebut pelaku dan orangtua pelaku (Yaebesi Hia SH) telah membuat pernyataan bahwa segala biaya pengobatan korban sampai dia sembuh ditanggulangi oleh pelaku dan orangtuanya sehingga kami sebagai kepala desa dan orangtua korban fokus untuk memikirkan bagaimana supaya korban bisa sembuh secara fisik maupun traumatisnya akibat penganiayaan oleh gurunya sendiri,” kata kades.
Harapan masyarakat terhadap penegak hukum agar diterapkan Undang – Undang Perlindungan Anak kepada pelaku penganiayaan.

Kalau nanti ada perdamaian antara korban dan pelaku itu hanya untuk meringankan hukuman bukan berarti menghapuskan tindak pidananya. Diharapkan kepada Kepala Dinas Pendidikan agar memecat guru honor itu karena sebelumnya sudah pernah melakukan penganiayaan yang sama kepada siswa lainnya.

Kadis Pendidikan Kabupaten Nias Barat melalui telepon selulernya kepada SIB mengatakan, belum ada laporan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Mandrehe. “Mohon maaf saya berada di atas mobil ke Kota Gunungsitoli dan tunggu penjelasan berikutnya biar saya cek ke sekolah tersebut,” kata Kadis.

Kapolsek Mandrehe AKP Kalvinus Gulö melalui telepon selulernya membenarkan adanya peristiwa penganiayaan terhadap siswi di SMA Negeri 2 Mandrehe. “Namun belum ada laporan secara resmi dari pihak orangtua korban sehingga kita belum melakukan proses sebagaimana mekanisme yang berlaku dan informasi yang kita peroleh pihak pelaku dan orangtua pelaku telah berjanji bahwa semua biaya sampai korban sembuh ditanggulangi mereka dan kita juga menunggu kalau sudah sembuh korban meminta keterangan dan baru kepada pihak pelaku karena hingga saat ini belum ada surat perdamaian antara pihak korban dan pelaku,” kata Kapolsek.

Sementara itu, sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat Zemi Gulö SH, akan memanggil kepala sekolah dan pelakunya untuk diminta penjelasan terkait adanya pemukulan siswi, karena hal itu melanggar UU perlindungan anak.

Menurut Sekda, dia sudah mendengar ada guru honor memukul siswi bahkan polisi telah datang ke sekolah menangkap pelakunya. “Mungkin ada perjanjian pelaku Guru Honor dengan jaminan orang tua pelaku maka Polisi tidak jadi menangkapnya katanya pada SIB diruang kerja kamis (21/10 ) ketika ditanya SIB bahwa Guru honor di Kab Nias barat membuat resah orang tua karena takut atau trauma terhadap guru honor yang melakukan pemukulan terhadap siswi dan siswa. (www.hariansib.com – 31-10-2010)

Pasangan Balon Walikota Gunungsitoli Lenny Trisnadi BBA Armansyah Harefa SE Mendaftar ke KPU Kota Gunungsitoli

Friday, October 29th, 2010

Gunungsitoli – Pasangan bakal calon Walikota dan wakil Walikota Gunungsitoli Lenny Trisnadi BBA-Armansyah Harefa SE (LENTERA) Kamis (28/10) mendaftar ke KPU kota Gunungsitoli dengan diantar ribuan massa bersama pimpinan partai politik dari partai Pelopor, PKD, PPD, PDIP, PKPI, PPP, PBN, Partai Buruh, Partai Patriot.

Pasangan LENTERA mendaftar dengan diantar ribuan massa dari masing–masing kader partai politik pengusung memakai kendaraan becak sekitar 800 unit dengan 2 orang penumpang ditambah kendaraan roda 2 hampir 500 unit, sehingga membuat petugas Lantas Polres Nias sibuk mengatur arus lalu lintas.

Ketua Tim pemenangan pasangan Lentera Damili Ranimbowo Gea SH mengatakan di kantor KPU bahwa Lenny Trisnadi BBA dan Armansyah Harefa SE diusung partai Pelopor, PKD, PPD, PDP, PKPI, PPP PATRIOT, Partai Buruh dan PBN.

Selanjutnya Damili R Gea mengatakan bahwa pasangan ini merupakan dorongan dari warga Kota Gunungsitoli dalam rangka perubahan untuk menciptakan Kota Gunungsitoli lebih baik dan membuat warga kota Gunungsitoli sejahtera sesuai Visi yaitu kota Gunungsitoli yang nyaman, indah, masyarakatnya beriman dan sejahtera dengan Motto pengabdian tanpa batas dan melayani dengan hati.

Drs Ya’atulo Halawa sebagai Plt Ketua KPU Kabupaten Nias mengatakan pasangan Lentera yang didaftarkan dan diusung oleh 9 Partai telah memenuhi syarat karena jumlah suara telah melebihi dari 7500 suara. KPU menyatakan telah memenuhi aturan yang berlaku dan tinggal melakukan verifikasi berkas.

Sementara Balon Walikota Lenny Trisnadi BBA mengatakan, “kami mempunyai visi dan misi serta motto yaitu kota Gunungsitoli yang nyaman indah, masyarakat beriman dan sejahtera dan misi membangun tata kelola pemerintah yang baik dengan menerapkan Good Governance. Melayani masyarakat dengan prinsip pelayanan prima dengan motto melayani untuk semua bukan dilayani. Memberdayakan masyarakat dengan prinsip pemberian orientasi pada masyarakat untuk mengenali permasalahan yang dihadapi, memberdayakan perempuan di segala bidang dalam rangka mewujudkan kesetaraan gender, membangun sarana dan prasarana kota yang menjamin kenyamanan dengan memperhatikan prinsip pembangunan yang berkelanjutan, menciptakan lingkungan kota yang dinamis dalam mendorong pertumbuhan pembangunan dan kesejahteraan berdasarkan tata ruang.”

Mempunyai program unggulan yaitu di bidang pendidikan dan kesehatan antara lain: memberikan bea siswa di setiap jenjang pendidikan bagi siswa/ yang berprestasi dan keluarga tidak mampu setiap tahun dianggarkan sebanyak seratus orang, mendirikan Paud (pendidikan anak usia dini) di setiap desa, menetapkan para guru secara merata di setiap Kecamatan, dan pemberantasan buta huruf.

Sedangkan di bidang kesehatan memberikan honor secara rutin kepada kader-kader posyandu di seluruh kota Gunungsitoli, menetapkan para dokter setiap puskesmas di wilayah kota Gunungsitoli, menempatkan para bidan desa secara merata, menempatkan kepala puskesmas yang peduli kepada kesehatan masyarakat yang tidak mampu, pengobatan gratis katarak dan bibir sumbing bekerjasama dengan OBI dan sahabat Aceh Nias.

Sementara balon Wakil Walikota Armansyah Harefa SE mengatakan, bahwa bidang infrastruktur mengutamakan pembangunan sarana jalan desa agar semua jalur transportasi dapat dilalui kendaraan roda empat, pembangunan sarana air bersih sesuai standar kesehatan, memperbaiki suluran air untuk menghindari banjir bandang.

Meningkatkan kualitas para penyuluh pertanian agar mencapai hasil pertanian yang maksimal, dengan memberikan bibit unggulan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi lahan partanian yang tersedia, mengembangkan pendirian koperasi seperti koperasi wanita yang berbadan hukum, menciptakan keharmonisan antar umat beragama, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh aparat desa.(SIB, 29-10-2010)

PLN Cabang Nias Peringati Hari Listrik Nasional

Thursday, October 28th, 2010

* Manajer PLN Nias Harapkan Masyarakat Bayar Tunggakan Listrik Rp 6 Miliar

Gunungsitoli – PT PLN Cabang Nias bersama ranting PLN di Kepulauan Nias memperingati Hari Listrik Nasional ke 65 yang dilaksanakan di halaman kantor Cabang di Jalan PLN Yos Sudarso Desa Saewe Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli. Peringatan ini dihadiri Ketua DPRD Nias Sozanolo Zai SE, Anggota DPRD, Asisten I Pemkab Nias Samson P Zai SH, para pimpinan PLTD Nias, para pimpinan cabang dan ranting PLN di Kepulauan Nias serta karyawan PLN, Kasdim 0213/Nias serta para pensiunan, Rabu ( 27/10).

Manajer Cabang PT PLN Nias PC Didi Hadisantoso pada arahannya mengatakan selama ini pelayanan PLN telah berupaya semaksimal namun yang membuat kondisi terjadi pemadaman diakibatkan kemampuan sumber daya listrik sehingga jaringan listrik putus.

Setelah itu PT PLN telah berupaya dengan mendatangkan mesin baru dan sebelumnya juga dilakukan upaya untuk tetap hidup selama 1×24 Jam namun terjadi persoalan dikarenakan terjadi kerusakan jaringan berhubungan pohon tumbang dan membuat terjadi pemadaman, katanya.

Selanjutnya ia mengatakan, PT PLN akan melayani masyarakat se kepulauan Nias dan bila terlaksana program tersebut maka terjawab keluhan seperti ingin penyambungan ke rumah penduduk yang belum terlayani. Tentu kita berharap dukungan pemerintah Kab.Nias, Kab.Nias Selatan, Kota Gunungsitoli, Pemkab Nias Barat dan Pemkab Nias Utara serta para Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD pada 5 Daerah di Kepulauan Nias.

Berikutnya ia mengatakan dalam rangka menyambut Hut Listrik Nasional ke 65 telah melakukan kegiatan Gerakan sehari Sejuta pasangan baru dimana masyarakat yang telah mengajukan permohonan dan hari ini akan langsung terlayani semua penyambungannya. “Untuk memeriahkan HUT Listrik Nasional kita telah melaksanakan kejuaraan Catur terbuka “ PLN Nias CUP “ Oktober 2010 yang diikuti 20 peserta,” katanya.

Sementara Asisten I Pemkab. Nias, ketua DPRD Nias , DPRD kota dan DPRD lainnya menyatakan mendukung program PLN untuk meingkatkan pembangunan dalam rangka memenuhi permintaan masyarakat Kepulauan Nias.

Lebih lanjut Asisten I Samson P. Zai SH mengatakan, apa yang telah disampaikan Manajer PT. PLN Cabang Nias PC. Didit Hadisantoso kiranya dibarenGi dengan komitmen untuk memperbaharui. Sehingga apa yang diharapkan masyarakat terlaksana dengan baik.

“Kami dapat memahami kondisi yang dihadapi PLN seperti tuntutan begitu banyak tetapi sumber daya listrik sangat terbatas. Masyarakat tidak pernah tahu bahwa ada gangguan jaringan listrik, tetapi masyarakat hanya menginginkan bahwa listrik itu menyala dalam tempo 1 kali dalam 24 jam tanpa putus,” katanya.

Karena itu komitmen dan ini upaya bagaimana PLN bisa menjawab tantangan itu, harus senantiasa berupaya melakukan sosialisasi tentang itu. Tapi ini perlu dicatat bahwa masyarakat sulit dan susah memahami sebab masyarakat hanya tahu bagaimana listrik itu tetap nyala 24 jam.

Dan apa catatan tentu pihak PLN sendiri yang menjawabnya tetapi sebagai pemerintah Daerah akan membantu dan mendukung kegiatan PLN ini sebab keberhasilan PLN juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Insvestor hanya bisa berani datang ke Pulau Nias ini kalau ada jaminan listrik tentu kalau tidak ada jaminan maka insvestor tidak akan berani menanamkan insvestasinya dipulau yang kita cintai ini dan harapan kami kiranya program PLN menjadi kenyataan katanya.

PT PLN menyerahkan trofi tetap kepada pemenang turnamen catur terbuka PLN CUP Oktober 2010 juara 1 Bezisokhi Waruwu dengan uang pembinaan Rp5 juta, juara 2 Arsyab uang pembinaan Rp3 juta. Juara 3 Chiliaro Hura Rp2 juta dan sampai pemenang hingga ke-20 dengan nilai 4 Rp50 Ribu.

Masyarakat di kepulauan Nias sebagai pelanggan PLN masih menunggak sekitar Rp6 miliar dan harapan Manager PLN dapat secepat dibayarkan untuk mempercepat pembangunan listrik di kepulauan Nias hal itu dikemukakan pada saat wawancaran wartawan. (SIB, 28-10-2010)

Wagubsu kehilangan ‘gigi 1’

Thursday, October 28th, 2010

* Hari ini Penjabat Walikota Gunung Sitoli, Lakhomizaro Zebua, dan Penjabat Bupati Nias Barat, Sudirman Wuruwu, dilantik.

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugroho mengaku sangat kehilangan seorang sahabat sekaligus guru dalam satu pekan terakhir pasca ditahannya Gubernur Syamsul Arifin. Jumat (22/10) lalu, KPK menahan Syamsul sebagai tersangka kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat senilai Rp102,7 miliar.

Gatot mengaku tak bisa menolak perintah Gubsu untuk memimpin prosesi pelantikan dua Penjabat (Pj) Kepala Daerah di Nias, Penjabat Walikota Gunung Sitoli, Lakhomizaro Zebua, dan Penjabat Bupati Nias Barat, Sudirman Wuruwu, hari ini.

Gatot menjelaskan, saat memimpin pelantikan itu, dirinya merefleksikan kepada diri sendiri, sudah sejauh mana kepemimpinannya bisa memberikan manfaat kepada seluruh rakyat Sumut. “Jadi, kalau ditanya seperti apa perasaan saya saat ini, terus terang saat ini versneling saya lagi bermasalah karena ‘gigi satu’ (Gubernur, red) hilang,” kata Gatot.

Ini saja sudah membuat saya merasa kehilangan, apalagi kepada Gubsu, jelas saya merasa sangat kehilangan seorang sahabat sekaligus guru.” kata Gatot.

Terkait kebijakan Pemprovsu untuk memberikan advokasi hukum kepada Syamsul kendati saat ini DPP Partai Golkar sudah melakukannya, Gatot menjelaskan, secara normatif hal tersebut akan dilakukan Biro Hukum Setdaprovsu. Disinggung apakah sejauh ini sudah ada pendelegasian tugas-tugas dari Gubsu kepada dirinya untuk memimpin roda organisasi pemerintahan, Gatot mengaku sudah ada. (www.waspada.co.id – 28-10-2010)

Kasus rabies naik 4 kali lipat di Sumut

Tuesday, October 26th, 2010

* Kota Gunung Sitoli sebanyak 17 kasus

MEDAN – Kasus gigitan hewan penular rabies di Sumut meningkat secara signifikan. Data Program Pencegahan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Dinkes Sumut, kasus rabies yang belum genap satu tahun di 2010, meningkat 4 kali lipat dari tahun 2009.

Berdasarkan data, kasus rabies 2008 di Kabupaten Dairi ditemukan sebanyak 2 kasus dan Simalungun 1 kasus. Sedangkan tahun 2009, Kabupaten Simalungun ditemukan 1 kasus, Taput 1 kasus, Humbahas 3 kasus, Dairi 1 kasus dan Batu Bara 1 kasus.

Sementara itu pada tahun 2010 kasus rabies dilaporkan oleh 9 kabuten/kota yaitu: Asahan 2 kasus, Taput 1 kasus, Samosir 3 kasus, Tapteng 1 kasus, Nias 5 kasus, Nisel 1 kasus, Dairi 1 kasus, Nias Barat 1 kasus dan Kota Gunung Sitoli sebanyak 17 kasus.

Sebelumnya berdasarkan data Depkes RI (2006) Nias merupakan wilayah bebas rabies bersama beberapa daerah lain di Indonesia seperti pulau Bali, NTB, Maluku dan Jawa Timur.

“Namun pada awal 2010 dilaporkan adanya kasus rabies yang hingga pertengahan tahun 2010 telah merenggut nyawa sedikitnya 31 orang di wilayah pulau Nias,” kata Teguh Supriyadi, Koordinator P2B2 Dinkes Sumut, Senin (25/10).

Menurutnya, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies ini merupakan kasus terbanyak dalam periode waktu yang sama sepanjang sejarah rabies di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Hal ini menurutnya dikarenakan meningkatnya frekuensi kasus, ditambah meningkatnya jumlah hewan penular rabies, namun akibat kurangnya follow up terhadap kasus yang dirawat, tidak diperoleh data akhir dari kondisi penderita yang dirawat di rumah sakit.

“Tapi, merujuk dari berbagi literatur bahwa kasus rabies umumnya berujung pada kematian, dalam hal ini setiap kasus rabies diasumsikan meninggal dunia,” tegas Teguh.

Dia mengatakan, Medan melaporkan 200 lebih kasus gigitan salah satu hewan penular rabies yakni anjing. Untuk mengurangi atau mematikan virusnya terang Teguh, usaha paling efektif ialah mencuci luka tersebut dengan sabun selama 10 menit atau lebih, kemudian diberi antiseptik.

“Namun, jika hewan yang menggigit mati atau hewan itu lari dan tidak bisa ditemukan lagi, pengobatannya harus diberikan VAR (vaksin anti rabies),” terangnya. (www.waspada.co.id – 26-10-2010)

Puluhan CPNS Datangi Kantor Bupati Nias Barat Pertanyakan NIP dan SK Pengangkatan

Monday, October 25th, 2010

*Ketua Komisi A DPRD Nias Barat: Menurut BKN Pusat 165 CPNS Yang diumumkan Bupati Nias Barat Ilegal.

Gunungsitoli – Sedikitnya 30 puluh-an CPNS formasi tahun 2009 yang dinyatakan lulus seleksi oleh Bupati Nias Barat mendatangi Kantor Bupati di Kecamatan Lahomi, Kamis (21/10) mempertanyakan NIP dan SK pengangkatan.

Mereka diterima Sekda Kab Nias Barat Zemi Gulo SH, di ruang kerjanya dan dialog berlangsung aman. Tetapi mereka merasa kecewa kepada Sekda karena tidak dapat memberi penjelasan siapa yang 165 orang dinyatakan ilegal oleh BKN pusat.

Mereka pertanyakan kenapa NIP mereka tidak diberikan oleh BKN pusat dan siapa yang dinyatakan ilegal oleh BKN pusat itu.

Sekda Kab Nias Barat Zemi Gulõ SH mengatakan, pihaknya selaku panitia penyelenggara Seleksi CPNSD Formasi Tahun 2009 telah mengusulkan sebanyak 410 orang sesuai hasil seleksi perengkinan yang dikirim oleh Poliktenik Jakarta dan usul tersebut hingga Kamis 22 Oktober 2010 belum pernah dibatalkan atau berubah.

Persoalan kenapa belum keluar NIP ia tidak berwewenang memberi penjelasan, silakan langsung bertanya kepada Bupati Nias Barat karena dia yang berwewenang memberi penjelasan serta jawaban yang lebih akurat, kata Sekda Nias Barat. Permintaan foto copy usul dari Pemerintah Kab Nias Barat akan diberikan melalui sekretaris panitia yaitu Kepala BKD Nias Barat Talizokhõ Halawa SH, katanya.

Setelah Sekda menerima peserta pemenang CPNS Kab Nias, SIB meminta tanggapannya terkait pernyataan Ketua Komisi A DPRD Kab Nias Barat bahwa menurut BKN pusat ada 165 orang dari 410 orang diumumkan oleh Pemkab Nias Barat ilegal karena ada yang tidak memenuhi perengkingan, Sekda mengatakan, yang bertanggung jawab adalah Bupati Nias Barat, silakan saja DPRD menyatakan pendapat seperti itu.

Namun hingga detik ini belum ada pembatalan pengumuman 410 orang dinyatakan lulus sesuai hasil perengkingan dan itu tetap kita perjuangkan sampai dikeluarkan NIP oleh BKN pusat karena itu merupakan hak peserta CPNS yang telah mengikuti seleksi, tegasnya.
Selanjutnya peserta CPNS mendatangi BKD untuk bertemu dengan Kepala BKD sebagai sekretaris Panitia namun tidak ada kepala BKD tetapi hanya Ka Sekretaris BKD.

Selanjutnya mereka mendatangi Kantor DPRD Kab Nias Barat, namun para delegasi tidak menemukan anggota DPRD Nias Barat karena alasan berada di luar daerah.

Ketua Komisi A DPRD Nias barat Yasiduhu Gulõ yang dihubungi SIB melalui telepon seluler, Kamis (21/10) mengatakan, telah mendatangi Kantor BKN pusat. Dari hasil pertemuan tersebut BKN pusat menyatakan bahwa ada 165 orang CPNS yang telah dinyatakan lulus oleh Pemkab Nias Barat dinyatakan ilegal atau tidak valid karena tidak sesuai nomor perengkingan yang disampaikan oleh Politekinik Jakarta sebagai penguji seleksi CPNSD.

Selanjutnya, Senin, 25 Oktober 2010 akan menggelar rapat paripurna untuk membahas masalah CPNSD siapa yang sebenarnya yang berhak menerima NIP dari BKN sesuai hasil seleksi yang dinyatakan oleh Politeknik Jakarta, dan kita tidak mau dirobah pemenang yang sebenarnya dan kita tetap mendukung hasil yang murni, katanya. (www.hariansib.com, 23-10-2010)

Kredit Sumut Sejahtera Prioritaskan Masyarakat Miskin

Friday, October 22nd, 2010

Kepala Pimpinan Cabang Bank Sumut Gunungsitoli Yustin Sagala mengatakan kredit Sumut Sejahtera dengan dana bergulir mencapai Rp23 miliar diprioritaskan untuk masyarakat miskin.

“Dana sebesar itu mempu meraup sekitar 5.000 nasabah di wilayah Gunungsitoli dan sebagian wilayah Nias,” katanya kemrin ketika ditemui di rang kerjanya, kemarin.

Yustin Sagala menjelaskan, dengan pinjaman dari dana ini diharapkan para warga kurang mampu dapat mengelola dan meningkatkan perekonomian keluarga serta menumbuh kembangkan rasa kebersamaan antara sesama anggota, saling tukar informasi dalam mengembangkan usaha yang sedang digeluti.

Dia mengatakan, kredit ini telah berjalan beberapa tahun dengan sistim kelompok yang beranggotakan 20 sampai 30 orang dan Bank Sumut Cabang Gunungsitoli menugaskan 11 personil untuk turun langsung ke lapangan melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Yustin mengungkapkan, Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu telah melihat secara langsung perkembangan ke kelompok masyarakat tersebut. Dan dia menyampaikan apresiasi atas keuletan dan kesungguhan masyarakat.

Apalagi kredit Sumut Sejahtera ini memiliki berbagai kemudahan seperti pinjaman modal tanpa agunan, bunga yang sangat minim (sekitar 0,35% setiap bulan), pembayaran cicilan tiap minggu.

Bagi nasabah yang berhasil dan disiplin dalam mengembalikan pembayaran pinjamannya dengan baik dan usahanya makin maju, maka akan diberikan kemudahan pinjaman dengan modal yang lebih besarlagi.

Selain itu Bank Sumut Cabang Gunungsitoli memprogramkan berbagai kegiatan produk unggulan untuk diikutsertakan pada kegiatan perlombaan pameran pada Nopember 2010 di Medan berkaitan dengan ulang tahun Bank Sumut, kata Yustin Sagala. (www.harian-global.com – 22-10-2010)

Anggota KPU Harus Jaga Netralitas

Friday, October 22nd, 2010

Medan – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus bekerja secara profesional, mandiri, dan independen. “Jaga netralitas dan tingkatkan profesionalitas,” kata Ketua KPU Sumut,

Irham Buana Nasution SH MHum saat melantik anggota KPU lima kabupaten/kota, Kamis (21/10) di gedung KPU Sumut Jalan Perintis kemerdekaan Medan.

Irham mengingatkan, tugas komisioner sebagai penyelenggara pemilu sangatlah berat, dan penuh tantangan. Persoalan-persoalan yang muncul tentang pemilu mulai dari tahapan pemutahiran data pemilih, pendaftaran calon, dan penghitungan suara.

“Saya ingatkan kembali, anggota KPU harus dapat menjaga netralitas dan profesionalisme karena ini merupakan harkat dan martabat yang harus dipertahankan,” ujar Irham Buana.

Ketua KPU Sumut dua periode ini juga menekankan, sesama komisioner KPU harus besinergi dan bekerjasama serta menjalin hubungan baik dengan sekretariat, karena komisoner KPU dan sekretarist tidak bisa dipisahkan.

Hadir dalam acara itu, anggota komisioner KPU Sumut masing-masing Turunan B Gulo, dan Surya Perdana, Sekretaris KPU Sumut Dra Hj Vita Lestari Nasution, Asisten I Pemkab Labura H Amin Daulay, para undangan dan keluarga anggota KPU terpilih.

Pelantikan dilaksanakan berdasarkan Keputusan KPU Nomor 2896, 2897, 2898, 2889, 2900/Kpts/KPU-Prov-002/2010 Tentang Pengangkatan Anggota KPU Kabupaten Labuhan Batu Utara, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat dan Kota Gunung Sitoli.

Nama-nama Komisioner

Berikut nama-nama komisioner lima KPU Kabupaten/Kota yang dilantik.

Kabupaten Labuhanbatu Utara, Harun SPdI, Drs Khairuddin Marpaung, Habibullah SP, Maruli Sitorus, Drs Junaidi. Salah satu lima anggota KPU Labura di antaranya adalah wartawan Harian Analisa, yakni Drs Khairuddin Marpaung.

Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Irwansyah SSos, Ir M Ali, Mahmuddin SE, Imran Husaini Siregar SP dan Salim SAg.

Kabupaten Nias Utara, Emanuel Zebua, Agustinus Hulu, Ir Otorius Harefa, Haogolala Gea, Tugas Duha STh MMin. Kabupaten Nias Barat, Meiatasi Dolai, Yoramo Hia, Pdt Christoph Masanatal Hia STh, Herman Zebua SH, Firman Januari Gulo. Kota Gunung Sitoli, Drs Aroli Hulu MM, Arifin Telaumbanua SH, Drs Edizon Parlindungan Laoly, Hamdan Telaumbanua SH dan Asli Zendrato.

Setelah pelantikan, langsung dilaksanakan pleno pemilihan ketua masing-masing KPU kabupaten/kota. Setelah pleno, Harun SPdI terpilih menjadi Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu Utara, Imran Husaini Siregar SP Ketua Kabupaten KPU Labuhanbatu Selatan, Emanuel Zebua Ketua KPU Kabupaten Nias Utara dan Drs Aroli Hulu MM Ketua Kota KPU Gunung Sitoli, dan Herman Zebua SH Ketua KPU Kabupaten Nias Barat.

Dijadwalkan, hari ini (Jumat-red) para komisioner KPU kabupaten/kota pemekaran ini langsung mengikuti bimbingan teknis (bimtek) penyelenggaraan tahapan pilkada.

Hal ini dikarenakan sejumlah kabupaten/kota akan menggelar pilkada, diantaranya Nias, Nias Barat, Nias Utara, dan Kota Gunung Sitoli. Sedang di Labuhanbatu Selatan akan ada pilkada putaran kedua. (www.analisadaily.com – 22-10-2010)

Masyarakat Nias Minta Gubsu Perintahkan Dinas Tarukim Serahkan Hasil Audit kepada Polres Nias

Thursday, October 21st, 2010

Gunungsitoli – Terkait dengan kasus dugaan korupsi pada pemantapan Kantor Bupati Nias dan Kantor DPRD Kabupaten Nias sejumlah kalangan masyarakat Nias meminta kepada Gubernur Sumatera Utara segera memerintahkan Dinas Tarukim Sumatera menyerahkan hasil audit kepada pihak Polres Nias.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Masyarakat Nias Peduli (Formnispe), Sonitehe Telaumbanua bersama Sekretaris Fort Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Nias Yason Hulu kepada Analisa di Gunungsitoli Jum’at (15/10), menyikapi proses kasus itu terkendala dilanjutkan oleh pihak Polres Nias karena belum turunya hasil audit tersebut.

“Kita telah mengkonfirmasi hal ini kepada Kapolres Nias dan pihaknya mengatakan hingga saat ini Dinas Tarukim Sumatera Utara sebagai tim ahli belum menyerahkan hasil audit sehingga proses penanganan kasus itu terkendala”, katanya.

Lebih lanjut Sonitehe Telaumbanua menyatakan dan mengharapkan Gubernur sebagai pimpinan segera memerintahkan Dinas Tarukim Sumut agar hasil audit tersebut segera diserahkan, mengingat hasil audit itu hampir setahun lamanya telah “mengendap” namun hasilnya tidak jelas hingga saat ini.

Tentunya dengan terkendalanya hasil audit itu dari Dinas Tarukim Provinsi Sumatera Utara, sangat berpengaruh dalam proses kepastian hukum dalam penanganan kasus yang diduga turut melibatkan mantan Kepala Kadis Kimprawil Kabupaten Nias Ir Lakhomizaro Zebua.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Fort Komunitas Indonesia Satu (FKI-1) Kabupaten Nias Yason Hulu sangat mengharapkan Dinas Tarukim Provinsi Sumatera Utara untuk tidak “mempetieskan” hasil audit tersebut dengan cara mengundur-undur waktu. Sehingga, kasus yang diduga melibatkan mantan Kepala Kadis Kimprawil Kabupaten Nias Ir Lakhomizaro Zebua tersebut tidak bisa ditindaklanjuti oleh pihak penegak hukum.

“Adanya dugaan karena penyerahan hasil audit ini hampir setahun belum diserahkan kepada Polres Nias, patut diduga adanya “main mata” antara mantan Kadis Kimprawil Kabupaten Nias dengan pihak auditor sebagai tim ahli dari Tarukim Sumatera Utara”.

Baik Sonitehe Telaumbanua sebagai DPP Forminispe maupun Sekretaris FKI-1 Kabupaten Nias mengharapkan kepada Gubernur Sumatera Utara untuk segera memerintakan Dinas Tarukim Sumatera Utara menyerahkan hasil audit tim ahli tersebut kepada pihak Polres Nias sehingga kepastian hukum dalam kasus itu dapat diketahui oleh masyarakat Nias.

Desakan itu juga disampaikan Ketua PPKDI Kabupaten Nias kepada Analisa yang merupakan pelopor dari kasus tersebut, pihaknya juga mengaku telah menyurati pihak Polres Nias untuk mempertanyakan perkembangan penangan kasus itu.

Sesuai dengan pemberitaan sebelumnya, kasus tersebut terkait laporan LSM PPKDI kepada pihak Polres Nias atas dugaan penggelembungan jumlah galian pemantapan pertapakan Kantor Bupati Nias dan Kantor DPRD Kabupaten Nias tahun anggaran 2007 senilai Rp. 2,1 miliar yang dilaksanakan dengan cara penghunjukkan langsung yang diduga merugikan negara Rp. 1,3 miliar. (www.analisadaily.com – 21-10-2010)

Facebook Kembali Disorot

Wednesday, October 20th, 2010

Facebook kembali disorot banyak pihak karena setting privasi yang kurang memadai dan membingungkan, walau kabar terakhir mengatakan Facebook sedang menyelesaikan masalah ini.

Pembuat aplikasi dan gim Facebook seperti Zynga memanen keuntungan besar melalui aplikasi/gim seperti FarmVille, FrontierVille atau Mafia Wars. Beberapa aplikasi Facebook – termasuk FarmVille – dituduh melanggar aturan privasi jaring sosial dengan mengirim informasi pribadi para penggunanya ke perusahaan-perusahaan periklanan.

Menurut sebuah laporan baru dari Wall Street Journal, agaknya Zynga mengabaikan privasi orang-orang yang memainkan gim-gim buatannya, dan memasok informasi pribadi penggunanya kepada perusahaan-perusahaan iklan, bahkan termasuk pengguna yang mengeset privasinya secara ketat.

“Banyak aplikasi populer di Facebook telah mentransmisikan informasi yang bersifat mengidentifikasi termasuk nama penggguna dan dalam beberapa kasus nama-nama teman penggunanya – ke sejumlah perusahaan iklan dan perusahaan pelacak internet,” ungkap penyelidikan Wall Street Journal.

Menurut surat kabar tersohor itu, banyak aplikasi semacam itu memasok perusahaan-perusahaan iklan ID Facebook para penggunanya, mengizinkan perusahaan-perusahaan ini mengakses profil pengguna meskipun mereka telah memperketat setting privasi mereka.

“Aplikasi-aplikasi yang ditinjau Wall Street Journal mengirim ID Facebook ke sekurang-kurangnya 25 perusahaan iklan dan data, beberapa dari mereka mengembangkan [rofil para pengguna dengan melacak aktivitas mereka di dunia maya.”

Sebagian perusahaan iklan tersebut membela praktek-praktek mereka dengan mengatakan mereka tidak mengumpulkan informasi yang bersifat pribadi, tetapi sebagian mengakui mereka menggunakan sejumlah data dari profil-profil pengguna itu untuk memasang iklan yang sesuai.

Sementara itu dua orang anggota Kongres AS, Edward Markey (Demokrat Massachussets) dan Joe Barton (Republikan Texas) telah mengirim surat ke CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dalam surat itu keduanya mengungkapkan keprihatinan bahwa “aplikasi pihak ketiga mengumpulkan dan meneruskan informasi pribadi para pengguna Facebook dan teman-teman mereka.”

Praktek-praktek tidak terpuji semacam ini akan menimbulkan kegelisahan para pengguna Facebook dan jaring sosial dunia maya sejenis. (SP/WN/CRN/brk)