Author Archive

Mutu Lulusan S2 Payah, 60% Beasiswa S3 Nganggur

Tuesday, October 19th, 2010

MALANG – Serapan beasiswa program doktoral (S3) yang disediakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) hanya capai 40%. Dari 5.000 beasiswa/tahun yang disediakan, hanya 2.000 beasiswa yang terserap. Penyebabnya, banyak peserta program ini belum berkualitas.

Prof Dr Supriyadi, Direktur Ketenagakerjaan Dikti Kementerian Pendidikan Nasional menyatakan, selama ini yang dikirim untuk program doktoral mayoritas alumnus S2. Ironisnya, banyak yang kualitasnya masih rendah atau belum layak menjadi doktor.

“Pada tahun ini kami membuka peluang bagi alumnus S1 untuk mengikuti program beasiswa. Bila sejak S1 sudah bisa menunjukkan kualitasnya, otomatis sejak S2 dan sekaligus S3 kami siapkan beasiswa,” urai Supriyadi di Kampus Universitas Negeri Malang, Senin (18/10).

Prosesnya, bagi lulusan S1 yang lolos ujian seleksi beasiswa, bisa menempuh jalur S2 di dalam negeri atau disesuaikan darimana S1-nya ditempuh. Keistimewaannya, peserta yang lolos ini saat menempuh proses S2 juga bisa langsung menempuh program doktor di luar negeri. Teknisnya saat ini sedang disiapkan.

“Dananya bisa diambilkan dari pihak ketiga karena setelah mendapat gelar doktor bisa langsung mendapatkan posisi pekerjaan sesuai keahliannya,” tukas Supriyadi yang enggan menyebut berapa dana yang dipersiapkan untuk program itu.

Program ini di Dikti disebut program Calon Tenaga Akademik Baru (CTAB). Yakni, mengambil lulusan S1 yang berkualitas untuk disekolahkan menjadi doktor. Dikti memiliki target ideal setiap tahunnya mengirimkan calon doktor sekolah ke luar negeri sebanyak 5.000.

’’Selama ini, Dikti hanya mampu mengirimkan dua ribu orang. Sementara jatahnya lima ribu orang. Jadi masih membutuhkan banyak calon doktor yang layak dan berkualitas untuk di sekolahkan,” kata Supriyadi.
Menurut dia, di Indonesia memang banyak alumnus S2, tetapi kualitasnya rendah. Penyebabnya, jejang S2-nya bisa dilalui karena jaringan, bukan karena kemampuan akademis yang dimilikinya.

Data di Dikti menyebutkan, setiap tahun lulusan sarjana strata 1 atau S1 sebanyak 200 ribu sampai 300 ribu mahasiswa. Sementara untuk mahasiswa baru yang masuk di perguruan tinggi diperkirakan 1,6 juta mahasiswa sampai 1,8 juta mahasiswa per tahunnya. (www.surabayapost.co.id – 19-10.2010)

Napi Pelarian Lapas Gunungsitoli Belum Ditemukan

Monday, October 18th, 2010

Medan – Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Gunungsitoli, Sumatera Utara, Rido Yanotatema Laia (20) yang melarikan diri dari Rumah Sakit di daerah setempat, hingga kini belum ditemukan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara, Mashudi, Minggu, berjanji akan terus memburu napi tersebut sampai dapat.

Menurut dia, untuk menemukan napi itu, petugas Lapas bekerja sama dengan pihak kepolisian terus mencari tempat persembunyian orang yang bermasalah tersebut.

Rido melarikan diri dari RSU Gunungsitoli, Jumat (24/9) sekitar pukul 20.30 WIB, saat petugas jaga sedang mengambil air minum di luar kamar tempat napi tesebut dirawat.

Napi tersebut sempat menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit itu karena sakit.

Ia mengatakan, akibat kaburnya Rido, Kementerian Hukum dan HAM Sumut mengirimkan timnya untuk meneliti dan memeriksa sejumlah petugas Lapas yang menjaga napi tersebut.

“Kami sempat menurunkan tim untuk mengetahui kasus larinya napi itu,” kata Mashudi.

Ia mengatakan, meskipun napi itu belum juga tertangkap, namun petugas terus dikerahkan untuk mencarinya.

Petugas Lapas sampai saat ini terus bekerja keras memburu Rido. Sejumlah tempat persembunyian napi itu telah didatangi oleh petugas.

“Napi tersebut harus ditangkap dan dimasukkan kembali ke dalam sel Lapas, karena masih menjalani hukuman,” kata Mashudi.

Napi Rido Yanotatema Laia (20) warga Desa Sogaeadu, Kecamatan Gido Kabupaten Nias menjalani hukuman 2 tahun 6 bulan penjara di Lapas Gunungsitoli. (SIB, 18-10-2010)

TEARS International Adakan Operasi Katarak Mata Gratis di Pulau Nias

Saturday, October 16th, 2010

Nias – TEARS (Tsunami Earthquake American Relief) International mengadakan operasi mata gratis di Pulau Nias. Operasi dilaksanakan di RSU Lukas Pemkab Nisel dan di RSU Gunung Sitoli Pemkab Nias. Di RSU Gunung Sitoli dilaksanakan dari tgl 11s/d 13/10. Sebelum dioperasi mata pasien terlebih dahulu diperiksa apa benar katarak atau sudah boleh dioperasi. Pemeriksaan mata dilaksanakan September lalu dengan petugas medis Safrin Dalimunte.

Pelaksanaannya bekerja sama dengan BKIM (Balai Kesehatan Indra Masyarakat) Dinas Kesehatan Propinsi Sumut dan Pemkab Nias. Operasi dilakukan 2 (dua) dokter ahli yaitu: dr Pinto Y Pulungan dan dr Yusni Saragih serta petugas medis Safrin Dalimunte.

Menurut Countri Manager TEARS Marganda Marbun SH yang ditemui wartawan di RSU Gunung Sitoli, Rabu (13/10) pihaknya sudah mengoperasi katarak 1.748 mata sejak tahun 2005 di Pulau Nias dan belum ada yang complain. Menurutnya jika perawatan setelah dioperasi seperti penggantian perban mata dan pembersihan dilakukan dengan baik selalu berhasil dan jangan lupa berdoa pada Tuhan ujarnya. Kepada pasien sebelum operasi dianjurkan berdoa. Setelah selesai operasi pasien menginap semalam baru besoknya diizinkan pulang dan dilanjutkan perawatan di rumah.

Untuk tahun 2011 TEARS menjadwalkan pemeriksaan mata gratis pada Oktober. Ditanya sumber dana Marbun mengatakan dari kolekte gereja orang Kristen Amerika yang peduli kepada orang yang kurang mampu. TEARS sebelumnya juga melakukan operasi hernia, usus buntu dan operasi sesar di Aceh dan Tapanuli. TEARS mengutamakan misinya di daerah tsunami dan gempa.

Melia Lawolo 1 tahun buta
Melia Lawolo (51) warga Desa Sihareo III Halambawa, Kabupaten Nias yang ditemui SIB sehari usai dioperasi mengatakan, ia sudah buta setahun. Ia tidak cukup uang untuk berobat, beruntung ada TEARS yang mau menanggung pengobatan. Ia berharap pihak TEARS dan smua yang pihak yang membuat operasi gratis ini terlaksana selalu diberkati Tuhan. Ditanya apakah operasi yang dilakukan sakit, dijawab hanya perih sedikit.

Safrin Dalimunte yang ditanya SIB mengatakan perkiraan biaya operasi untuk 1 (satu) mata Rp2 juta dan obat Rp1,2 juta. Obat yang diberikan selama 1 – 1,5 bulan. Setetelah seminggu dioperasi mata tidak lagi diplester tetapi obat harus digunakan sampai habis. (SIB, 16-10-2010)

Setelah Pemekaran, Ketua DPRD Nias Definitif Belum Ada

Friday, October 15th, 2010

*Anggota DPRD Minta Gubsu Buat SK Ketua DPRD Nias

Nias – Sejak DPRD Nias dibagi ke kabupaten yang dimekarkan Mei 2010 Ketua DPRD Nias definitif tidak ada.

Faigiasa Bawamenewi SH anggota DPRD Nias Komisi C mengatakan belum ditetapkannya ketua dan wakil ketua karena PDIP tidak setuju wakil ketua dari PNBK. PDIP berpendapat yang seharusnya menjadi wakil ketua dari PDIP karena sebelum dibagi ke kabupaten yang dimekarkan PDIP yang terbanyak tetapi setelah dibagi PNBK yang terbanyak.

F Bawamenewi dihubungi SIB via SMS (11/10) menyatakan belum ada rapat paripurna untuk menetapkan ketua dan wakil ketua definitif dan belum tahu kapan.

Anggota DPRD Nias Fajar Waruwu dari PDIP yang juga ketua PDIP Kabupaten Nias dihubungi SIB di kantor PDIP Gunung Sitoli, Kamis (7/10) mengatakan masalah penentuan wakil ketua hanyalah masalah penafsiran yang berbeda. Menurut dia tidak perlu lagi penetapan karena penetapan sebelum Mei 2010 sudah sah. Sebaiknya Gubsu membuat saja SK tentang ketua dan wakil ketua agar tidak ada perdebatan, pintanya.

Anggota DPRD Komisi C dari PKPB (Partai Karya Peduli Bangsa) Darwis Zendratõ yang juga fungsionaris Pemuda Pancasila yang diminta SIB tanggapannya Senin (11/10) via Ponsel mengatakan hendak Gubsu Samsul Arifin segera menetapkan ketua dan wakil ketua definitif. Dia meminta agar Gubsu mengesampingkan oknum yang tidak perduli dengan kesejahteraan masyarakat. Akibat belum adanya ketua dan wakil ketua yang definitif, APBD yang sudah dibahas tidak dapat disahkan, padahal 2 (dua) bulan lagi tahun anggaran berakhir. Dan 14 Ranperda belum juga selesai dibahas, ujarnya.

Menurut Ronal Zai anggota DPRD dari PNBK yang dihubungi SIB via SMS (5/8) mengatakan sudah ada surat dari Ditjen Otda yang menyatakan wakil ketua dari PNBK.

Ketua DPRD sementara S Zai yang diminta SIB tanggapannya via SMS Senin (11/10) belum bersedia memberi tanggapan dengan alasan sedang di luar kota. Ditanya kapan ada kesediaan, dijawab nanti saya hubungi, namun hingga berita ini diketik belum dihubungi. (SIB, 14-10-2010)

Bahas Daerah Tertinggal di Hotel Berbintang

Friday, October 15th, 2010

* Ada peningkatan kapasaitas dan bantuan peningkatan infrastruktur di kabupaten Nias

MANADO – Di Indonesia masih terdapat daerah tertinggal. Daerah ini merupakan di tingkatan Kabupaten yang masyarakat dan daerahnya yang memiliki indeks kemajuan pembangunan ekonomi dan sumberdaya manusia dibawah rata-rata indeks nasional.

Hal ini dikatakan oleh Sekretaris Kementrian Pembanguna Daerah Tertinggal, Lucky H Korah dalam sambutannya di acara Donor Meeting Kerjasama Bilateral, Multilateral dan Non Goverment Organization di Daerah Tertinggal regional II dan III di hotel berbintang Swissbelhotel Maelosan, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/10/2010).

“Harus ada intervensi pembangunan yang tepat strategi dan tepat sasaran sesuai dengan karakteristik serta keterkaitan fungsionalnya,” tuturnya.

Untuk itu, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal sampai saat ini terdapat beberapa bantuan luar negeri yang ditanganinya secara langsung . Satu di antaranya program Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus, pelaksanaannya dilakukan masyarakat sedangkan nilai proyek sekitar Rp 1 triliun yang didistribusikan kepada 53 kabupaten daerah tertinggal dengan sistem pelaksanaan dikerjakan langsung oleh masyarakat. “ Berlangsung sampai dengan tiga tahun,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2010, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal diberikan kepercayaan untuk melanjutkan program setelah BRR seperti Nias Island Rural Access and Capacity Buliding Project dengan nilai project 10 juta dolar Amerika Serikat yang dilakukan oleh international Labour Organization dengan program kegiatan. “Ada peningkatan kapasaitas dan bantuan peningkatan infrastruktur di kabupaten Nias,” tuturnya.

Lainnya adalah Program Aceh Economic Development Financing Cafacity yang diperoleh dari bantuan dana berupa hibah dari Multi Donor Trust Fund dengan nilai proyek sebesar 50 juta dolar Amerika Serikat dengan tujuan meningkatkan kualitas dan nilai tambah, khususnya disektor pertanian dan perikanan. “Pelaksanaan kegiatannya selama tiga tahun,” kata Lucky. (www.tribunnews.com – 15-10-2010)

Para Penambang Chile Berhasil Diselamatkan

Thursday, October 14th, 2010

Nias Online – Seluruh penambang yang terkurung di bawah tanah selama 69 hari di penambangan Copiapo, San Jose, Chile berhasil diselamatkan.

Begitu Luis Urzua, 54, penambang terakhir yang ditarik ke atas ke luar dari kapsul penyelamatan, rakyat Chile larut dalam kegembiraan yang tiada tara.

Presiden Chile, Pinera, telah menanti dekat ujung pipa penyelamatan sepanjang 624 m ketika Luis Urzua muncul ke permukaan dengan sambutan tepuk tangan, nyanyian dan suasana gembira. Para penyelamata langsung menyelimutinya dengan bendera negara Chile.

Tindakan penyelamatan mulai terealisasikan ketika kapsul penyelamatan menurunkan Manuel Gonzalez, Rabu (pukul 0215 GMT, 9.15 WIB) ke dalam terowongan di mana para penambang terkurung. Sebenarnya, Gonzales hanya diminta melihat kondisi para penambang, kembali dan melaporkannya ke markas penyelamatan. Akan tetapi yang terjadi adalah ia meminta Florencio Avalos memasuki kapsul untuk kemudian ditarik ke atas. Avaloslah penambang pertama yang diselamatkan, disusul berturut-turut oleh ke 32 penambang lainnya.

Para penambang memakai pakaian “bio-harness” yang dirancang untuk para astronot. Pakaian ini juga memonitor detak jantung, kondisi pernafasan, suhu dan konsumsi oksigen. Mereka juga diperlengkapi dengan kacamata ‘peredam’ cahaya untuk melindungi mata mereka dari kilauan daerah pertambangan gurun Copiapo.

Avalos mencapai permukaan pada pukul 0310 GMT (10.10 WIB) Rabu pagi disambut anggota keluarganya, para anggota tim penyelamat dan Presiden Pinera beserta istri.

Setelah itu tim penyelamat mampu mempersingkat waktu penurunan dan pengangkatan dari satu jam menjadi 25 menit. Pada hari Rabu petang waktu setempat menjadi jelas bahwa penyelamatan dapat dilakukan dalam waktu setengah dari yang diperkirakan semula.

Kesehatan para penambang ini pada umumnya lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya dengan sejumlah pengecualian. Penambang tertua Mario Gomez, 63, dirawat karena menderita pneumonia penyakit paru-paru silikosis. Penambang kedua yang keluar dari terowongan, Mario Sepulveda, juga terkena silikosis.

Dalam pidatonya kepada rakyat Chile Presiden Pinera berkata:”Para penambang bukan lagi insan yang sama yang terjebak pada .. tangal 5 Agustus lalu. Mereka telah keluar dari sana lebih kuat, dan mereka memberikan kita pelajaran.Tetapi Chile juga tidak sama lagi.”

“Saya pikir Chile hari ini lebih bersatu dan lebih kuat dari waktu-waktu sebelumnya, dan saya pikir Chile hari ini lebih dihormati dan lebih bernilai di selurh dunia.”

“Apa yang pada akhirnya merupakan berkat Tuhan dimulai sebagai sebuah kemungkinan tragedi. Akan tetapi persatuan, keyakinan, kompromi, kejujuran, solidaritas rakyat Chile selama 69 hari itu membuat kita sangat bangga,” katanya menambahkan.

Para penambang itu terjebak dalam terowongan pertambangan tembaga dan emas San Jose di gurun Atacama, Chile, pada tanggal 5 Agustus 2010. Pada saat itu, mereka hanya memiliki bekal untuk 48 jam. Setelah penggalian selama 17 hari akhirnya tim penyelamat berhasil mengadakan kontak dengan mereka. (brk)

Lembaga Surfaid International PHK Karyawan Secara Sepihak

Thursday, October 14th, 2010

Gunungsitoli – Lembaga Surfaid International Cabang Nias melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sepuluh tenaga kerjanya secara sepihak tanpa memberikan kompensasi berupa pesangon.

Bahkan lembaga itu terkesan memaksakan kehendak terhadap tenaga kerja untuk menandatangani surat persetujuan pengunduran diri yang telah disiapkan oleh manajemen Surfaid International.

Akibat eprsengketaan itu para mantan tenaga kerja telah berulangkali melakukan mediasi kepada pihak manajemen Surfaid International agar hak-hak tenaga kerja yang telah di PHK berupa pesangon dapat dibayarkan sesuai yang tertuang dalam UU RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan namun hingga saat ini belum ada tanggapan positif dari lembaga dimaksud.

Hal ini terungkap pada pertemuan antara tenaga kerja yang terkena PHK dengan Managemen Surfaid International yang difasilitasi DPRD Kota Gunungsitoli, Jumat (8/10).

Pertemuan dilaksanakan di Gedung DPRD Kota Gunungsitoli dan dipimpin Ketua Komisi B Damili R. Gea didampingi Wakil Ketua DPRD Armansyah Harefa, SE, Hadirat ST Gea, serta sejumlah anggota dewan, para mantan tenaga kerja Surfaid International, Manajemen Surfaid International Cabang Nias masing-masing Manager Program, Asrial dan Office Manager, Caroline.

Pada pertemuan itu, juru bicara mantan tenaga kerja Surfaid International, Christian Elfianus Gea menyebutkan. Maret 2010 yang lalu pihak manajemen Surfaid International Cabang Nias mereka telah menandatangani Kontrak Kerja selama enam bulan yang berakhir pada 13 September 2010. Namun pada Juni 2010 pihak manajemen memanggil mereka untuk menandatangani persetujuan pemutusan hubungan kerja yang telah disediakan oleh pihak Surfaid International. Disebutkan bagi yang tidak menandatangani surat tersebut tidak akan dibayarkan hak-haknya oleh Lembaga Surfaid International.

Disebutkan pada Surat Pernyataan persetujuan itu dengan Kop Surat Surfaid International terlihat sudah ada tandatangan di atas nama mereka yang dibubuhi meterai Rp6.000 sehingga terindikasi pemaksaan dan pemalsuan tandatangan.

Sementara Program Manager Surfaid International yang hadir pada kesempatan itu mengakui adanya surat pernyataan dari tenaga kerja yang telah terlebih dahulu ditandatangani oleh pihak manajemen sebelumnya dan pihaknya telah menyampaikan permintaan maaf kepada para tenaga kerja sembari menggantinya dengan surat pernyataan yang baru.

Setelah mendapatkan klarifikasi dari kedua belah pihak yang bersengketa, DPRD Kota Gunungsitoli merekomendasikan agar manajemen Surfaid International bersama para mantan tenaga kerja menyelesaikan persengketaan tersebut secara kekeluargaan dalam kurun waktu 7 hari (a35) – Sumber: Harian Waspada Cetak – 11 Oktober 2010)

Terkait Perekrutan Calon Anggota KPU, Formanispe Gelar Aksi Damai

Wednesday, October 13th, 2010

Gunungsitoli – Terkait dengan penetapan 10 orang calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli yang lakukan Panitia Seleksi beberapa waktu lalu, Forum Masyarakat Nias Peduli menggelar aksi di DPRD Kantor Walikota dan Kantor KPU Kota Gunungsitoli meminta KPU Provinsi Sumatera Utara tunda pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan. Senin, (11/10).

Selain itu, Formanispe meminta kepada Panitia Seleksi seger membuka seluruh hasil seleksi tersebut dan meminta kepada Panitia Seleksi mengembalikan seluruh nlai-nilai para kandidat sesuai dengan hasil kopetensi yang sebenarnya.

Serta Formanispe meminta kepada DPRD, Walikota Gunungsitoli, KPU Kota Gunungsitoli dan Panitia Seleksi untuk segera KPU Provinsi untuk menunda sementara waktu jadwal uji kepatutan dan kelayakan terhadap 10 besar nam calon anggota KPU Kota Gunungsitoli sampai adanya penyelesaian yang benar pada masalah itu.

Kegiatan aksi di beberapa instasi pemerintah yang dilakukan oleh Formanispe itu, terkait dengan adanya dugaan diskriminasi dan dugaan adanya kontelasi politik pemenangan 4 orang calon dari 10 calon yang nantinya akan diuslkan kepada KPU provinsi untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.

Formanispe dalam pernyataan sikapanya yang disampaikan Herman Jaya Harefa baik di Kantor DPRD, Kantor Walikota Gunungsitoli dan KPU Kota Gunungsitoli mengatakan, setelah Formanispe mengumpulkan informasi dan keterangan kepada salah seorang Panitai Seleksi bahwa penetapan 10 besar nama kandidat calon anggota KPU di antaranya lulus dengan cara dikondisikan oleh Panitia seleksi dengan mengabaikan hasil nilai yang sebenarnya.

Seperti contoh, pada hasil asesment psikologi terdapat rangking 17 dan 15 dan bila ditambah dengan hasil wawancara tentunya tidak memungkinkan untuk lulus namun dinyatakan lulus oleh Panitia Seleksi.

Selain itu Formanispe mengatakan, tim seleksi dengan sengaja menekan beberapa nilai calon kandidat yang tidak disukai oleh panitia seleksi sehingga pada rapat pleno keputusan hasil penjaringan 10 besar berlangsung alot dari jam 20.00 WIB hingga jam 00.30 WIB.

Pada aksinya di Gedung Dewan Formanispe langung diterima Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli dan didampingi Wakil Ketua DPRD Hadirat ST dan dan Armansah Harefa SE dan sejumlah anggota DPRD Kota Gunungsitoli lainya.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli berjanji akan menindaklanjuti hal itu dalam waktu yang tidak begitu lama yakni dengan memanggil untuk dengar pendapat panitia Seleksi, KPU Kota Gunungsitooi dan bila perlu Tim Asessment psikologi dari USU.

Sementara kedatangan Formanispe di Kantor Walikota Gunungsitoli langsung diterima Sekda Kota Gunungsitoli didampingi Asisten III H Syaiful Gulõ SIP bersama SKPD lainya karena Walikota Gunungsitoli sedang berada di luar daerah.

Pada kesempatan itu, Sekda Kota Gunungsitoli Drs Kemurnian Zebua mengatakan, semua tuntutan dan permohonan para demostran akan segera dilaporkan kepada Walikota Gunungsitoli sepulangnya dari luar daerah dan untuk segera diambil langkah-langkah terkait hal itu.

Sedangkan kehadiran Formanispe di KPU Kota Gunungsitoli langsung disambut oleh Ketua Panitia Seleksi dan Sekretaris Panitia Seleksi serta Sekretaris KPU Kota Gunungsitoli.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Seleksi, Sawofati Gea, S.Th didampingi Sekretaris Panitia Seleksi Synodia Telaumbanu, SH membantah keras tudingan oleh para demostran tersebut. Sebab mereka telah menjalan penyeleksian itu sesuai dengan prosedural yang ada. Sementara hasil nilai tidak dapat ditunjukan karena itu menyangkut dengan kode etik, kata Sarofati Gea

Namun ketika para demostran menyatakan pernyataan Ketua Panitia Seleksi tentang kode etik seperti ngambang dan kode etik yang tidak jelas. Ketika demostran menyatakan kepada Panitia Seleksi bahwa bukti-bukti terkait dengan dugaan mereka itu telah mereka “kantongi” Ketua dan Sekretaris Panitia Seleksi tidak dapat menjawab sehingga oleh Sekretaris KPU langsung mengambil alih pembicaraan dan mengatakan permasalahan itu akan segera diselesaikan.

Pantau Analisa di lapangan dalam aksi dibeberapa instasi tersebut, para demostran yang mengatasnamakan dirinya dari formanispe itu turut membawa berbagai poster dan spanduk serta para demostran turut dikawal ketat oleh pihak keamanan dari Polres Nias. (www.analisadaily.com – 13-10-2010)

DPRDSU Salut, KPUD Nisel Secara Tegas Coret Balon Bupati Tidak Memiliki Ijazah

Tuesday, October 12th, 2010

· Kabupaten Nisel Sangat Butuhkan Figur Bupati Pencipta Pembangunan Signifikan

Medan – Komisi A DPRD Sumut menyampaikan rasa salutnya terhadap KPUD Nisel (Nias Selatan) yang secara tegas telah melakukan pencoretan terhadap Balon Bupati/Wakil Bupati Nisel periode 2010–2015 yang tidak memiliki ijazah. Sikap tegas itu menunjukkan KPUD Nisel telah menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilukada yang benar-benar jujur, adil dan tidak memihak.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi A DPRD Sumut Suasana Dachi SH, Alamsyah Hamdani SH MH dan H Syamsul Hilal kepada wartawan, Senin (11/10) di DPRD Sumut menanggapi hasil keputusan pleno KPUD Nisel yang baru terhadap para Balon Bupati/Wakil Bupati Nisel periode 2010 – 2015.

“KPUD Nisel benar-benar telah menunjukkan sikap yang objektif dalam melakukan tahapan verifikasi ulang para Balon Bupati/Wakil Bupati, sesuai dengan persyaratan, yang diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang Pilkada,” ujar Dachi yang juga Sekretaris FP Hanura ini.

Ditegaskan Dachi, pihaknya juga telah mewanti-wanti, apabila tidak ada tindakan tegas dari KPUD Nisel untuk melakukan pencoretan nama Balon Bupati/Wakil Bupati yang tidak memenuhi syarat yang diatur sesuai Peraturan Perundang-undangan tentang Pilkada, dikhawatirkan akan muncul gugatan para Balon lain yang kurang puas dengan hasil keputusan pleno KPUD Nisel ke MK (Mahkamah Konstitusi).

Sehingga tidak tertutup kemungkinan Keputusan MK nantinya akan memerintahkan KPUD Nisel untuk melakukan Pemilukada ulang di Nisel mengingat keputusan pleno KPUD Nisel sebelumnya dinilai cacat hukum, karena salah satu Balon yang terakomodir tanpa memiliki legal formal izajah yang merupakan syarat prinsip yang diatur melalui undang-undang tentang Pemilukada maupun peraturan KPU.

Sementara itu Alamsyah Hamdani SH MH menyatakan keyakinannya terhadap KPUD Nisel sebagai pihak penyelenggara Pemilukada akan mengedepankan independensinya, bukan berpihak kepada salah satu balon Bupati seperti yang telah dilakukan oleh KPUD Nisel sebelumnya, yang berani meloloskan salah seorang Balon Bupati yang tidak memiliki legal formal ijazah yang dipersyaratkan oleh peraturan dan perundangan.

Dengan telah ditetapkannya keputusan pleno KPUD Nisel terhadap pasangan Balon lewat Keputusan KPUD Nisel dengan No. 41/Kpts/KPU-Kab 002.434832/X/2010 dan tentang nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, kata Alamsyah, KPUD Nisel benar-benar telah menjalankan tupoksinya sebagai anggota KPUD yang mengedepankan keobjektifannya tanpa mengabaikan aturan-aturan yang telah diatur melalui peraturan KPU.

Sementara itu H Syamsul Hilal juga menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap KPUD Nisel tersebut, karena berani mengambil sikap untuk menegakkan peraturan dan perundangan dengan cara mencoret orang yang diduga tidak memiliki izajah sehingga jelas tidak memenuhi syarat menjadi Balon Bupati.

Di akhir keterangannya, Syamsul dan Dachi mengajak seluruh masyarakat Nisel benar-benar menggunakan hak pilihnya di hari H pelaksanaan Pemilukada nanti. Pilihlah figur pemimpin yang bisa membawa perubahan, jangan karena iming-iming sesuatu yang sifatnya sesaat yang pada akhirnya nanti akan merugikan masa depan pembangunan Nisel.

Menurut Dachi, Kabupaten Nisel sangat membutuhkan Bupati yang dapat menciptakan kemajuan pembangunan secara signifikan, untuk mengejar ketertinggalan pembangunan yang selama ini terabaikan, jika dibandingkan dengan daerah lain. (SIB, 12-10-2010)

Hekinus Manaõ Susul Sri Mulyani di Bank Dunia

Monday, October 11th, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Hekinus Manaö, tehitung mulai November 2010, akan menjabat sebagai Direktur Eksekutif Bank Dunia (World Bank).

Situs Kementerian Keuangan www.depkeu.go.id di Jakarta, Senin (11/10/2010), menyebutkan, Hekinus yang menjabat sebagai Inspektur Jenderal sejak 12 Agustus 2008, menurut rencana akan bertugas di Bank Dunia selama dua tahun hingga November 2012.

Sebagai Direktur Eksekutif, pria kelahiran Nias, 14 Juli 1956, itu akan mewakili 11 negara konstituen, yaitu Indonesia, Brunei, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga, dan Vietnam.

Hekinus Manaö, yang diusulkan oleh Menteri Keuangan sebagai Direktur Eksekutif World Bank, berhak menduduki jabatan tersebut berdasarkan hasil pemilihan direktur eksekutif yang dilaksanakan oleh bank pembangunan multilateral itu pada akhir pekan ini.

Dewan Eksekutif Bank Dunia merupakan otoritas yang mewakili kepentingan negara anggotanya dan negara yang memilih mereka.

Dewan ini memiliki wewenang menjalankan operasional Bank Dunia seperti persetujuan anggaran dan pinjaman. Hekinus sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Kementerian Keuangan dan sejak 2008 ditunjuk Menkeu, saat itu Sri Mulyani, sebagai Inspektur Jenderal Kemenkeu hingga kini. (Kompas, 11 Oktober 2010).

Hujan Sepekan, Jalan Longsor

Thursday, October 7th, 2010

Tingginya curah hujan yang melanda Kepulauan Nias sepekan terakhir berdampak pada infrastruktur transportasi. Jalan provinsi dan jembatan dikabarkan amblas dan longsor.

Masyarakat pun resah. Apalagi bila kondisi itu tidak ditanggulangi dengan segera, dikhawatirkan roda perekonomian dan pemerintahan bisa lumpuh.

Pantauan Global kemarin di lapangan, ruas jalan dari Kota Gunungsitoli menuju Kabupaten Nias Barat di Km 30 Desa Hili Uso Kecamatan Moi Kabupaten Nias Barat amblas.

Begitu juga ruas jalan nasional di Km 9,5 Desa Ononamolo Lot I Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli longsor sampai ke tengah badan jalan. Bila hujan masih berlanjut, diprediksi jalan putus total.

Beberapa masyarakat di lokasi longsor mengakui kepada Global, dua hari lalu petugas dari Dinas Bina Marga Provinsi di Gunungsitoli pernah datang ke lokasi. Hanya saja mereka sekadar meninjau tanpa melakukan apapun.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowaa Laoli mengatakan, jalan yang longsor itu merupakan urat nadi perekomian di Kepulauan Nias. Seperti jalan Nasional di Km 9,5 Desa Ononamolo Lot I Kecamatan Gunungsitoli Selatan yang menghubungkan Bandara Binaka serta Kabupaten Nias Selatan dan beberapa daerah lainnya. “Bila dibiarkan maka semua kegiatan pemerintah dan swasta pasti lumpuh total,” katanya.

Makanya Soowa Laoli berharap kepada semua yang terkait baik pemerintah daerah dan Dinas Bina Marga Sumatera Utara untuk berkoordinasi dalam penanggulangan agar masyarakat jangan resah dan menjaga lebih kondusifnya roda perekonomian di Kepulauan Nias,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi, Kepala UPRPPJJ Bina Marga Gunungsitoli O Ndraha tidak berhasil ditemui. Menurut staf dia sedang tugas di Medan. Mereka juga memberikan penjelasan, pihaknya sudah melakukan peninjauan dan dalam waktu dekat akan segera menangani masalah jalan yang longsor dan amblas itu. (www.harian-global.com 7 Sep 2010)

DPRD Sumut Minta Perbaikan Jalan Gunungsitoli – Nias Selatan

Thursday, October 7th, 2010

MEDAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, minta pemerintah segera memperbaiki jalan nasional yang menghubungkan Kota Gunung Sitoli dengan Kabupaten Nias Selatan di Kepulauan Nias yang kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kita minta pemerintah segara memperbaiki jalan tersebut karena merupakan urat nadi perekonomian daerah,” ujar anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kepulauan Nias, Sudirman Halawa di Medan, Rabu (6/10/2010).

Dia menyebutkan, jalan yang menghubungkan kedua daerah, khususnya di kilometer 9,5 atau di Jalan Pelud Binaka nyaris putus, karena tanah di pinggiran jalan tergerus longsor akibat banjir yang melanda Sungai Idonoi.

Kita benar-benar khawatir melihat kondisi jalan yang nyaris putus itu. Kita berharap jalan itu segera diperbaiki sebelum benar-benar putus,” kata Sudirman.

Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Kepulauan Nias Analisman Zalukhu menyebutkan, di sepanjang tepi Sungai Idonoi yang bersisian dengan jalan negara itu tidak dibangun tembok penahan banjir atau beronjong, sehingga mudah tergerus longsor.

Jalan tersebut, menurut dia, sangat vital, sehingga pemerintah pusat harus segera mengatasi kerusakan dengan melakukan perbaikan secara permanen.

“Jika tidak segera diperbaiki, perekonomian dua kabupaten yaitu Nias dan Nias Selatan terancam lumpuh, karena tidak ada jalan alternatif menuju kawasan itu kecuali harus memutar jauh menempuh jarak ratusan kilometer,” katanya.

Analisman juga mendesak pemerintah pusat melalui Badan Besar Jalan dan Jembatan Wilayah Sumatera II Kementerian Pekerjaan Umum segera turun tangan dan memperbaiki jalan tersebut sebelum benar-benar putus.

Pada bagian lain ia menyebutkan, Jalan Pelud Binaka merupakan satu-satunya jalan menuju Bandara Binaka di Gunung Sitoli dan jalan itu merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.

“Harapan kita kerusakan jalan itu harus segera ditangani oleh pemerintah pusat,” kata Analisman. (Sumber: www.surya.co.id 6 Oktober 2010)

Nias Surganya Surfer

Wednesday, October 6th, 2010

Oleh: Ida Hendriawati

Sejak dari Sibolga hujan mengguyur kota pelabuhan ini, kapal yang seharusnya diberangkatkan jam 8 malam ternyata baru diberangkatkan jam 10 malam, (04/10) karena cuaca buruk. Dan ternyata ditengah perjalanan dihadang badai, menurut Pinem karena dia tidak tidur, sedangkan saya tidak merasakan apa – apa karena terlelap dan menggunakan ear plug.

Sesampainya di gunung Sitoli, hujan deras menyambut kedatangan kami. Ditengah guyuran hujan kami mengunjungi museum pusaka Nias, dan ditempat ini terdapat benda – benda pusaka peninggalan orang Nias jaman dulu, seperti senjata, miniatur rumah adat, peralatan dapur, peralatan perang dan sampai perlengkapan terbuat dari batu jaman megalitikum pun terdapat disini.

Kamipun melanjutkan perjalanan menuju teluk dalam tepatnya pantai Sorake, betapa mengagumkannya ombak dipantai ini, padahal menurut surfer yang kami temui hari ini termasuk kecil padahal bagi saya tinggi banget. Menurut James, orang Hawaii yang kebetulan satu hotel dengan kami, Nias adalah surga bagi para surfer, Nias termasuk kategori kelas A tingkat internasional. Dan dia sudah 10 tahun belakangan datang terus ke Nias, menurut James sekitar 30 tahun yang lalu Nias dikenal oleh para surfer kelas Internasional. Bahkan Rob Machado dan Jerry Lopez pernah surfing disini (Legenda hidup surfer).

Sangat disayangkan semenjak Tsunami, pengunjung ke P. Nias cenderung berkurang, dan jalannya pun masih banyak yang rusak akibat gempa, walaupun sebagian masih dalam perbaikan. Tempat ini cukup potensial untuk dijadikan tempat wisata, apalagi sudah terkenal di dunia internasional.

Karena saya baru melakukan perjalanan yang cukup jauh, maka hari ini hanya menikmati indahnya pantai Sorake dan Lagundri sambil melihat para surfer beraksi.Dan besok saatnya mencoba surfing dipantai ini. Menurut James besok swell akan datang.

Di Nias untuk penginapan termasuk murah dari 50.000 – 75.000 hanya untuk transportasi agak susah harus charter mobil dari gunung Sitoli, daerahnya cukup tenang dan masih alami. Dan kita tidak perlu repot – repot bawa Surf board sendiri karena terdapat penyewaan papan surfing. [Ida]

Sumber: http://aci.detik.com/read/2010/10/05/222931/1456467/1001/nias-surganya-surfer

Jalan Menghubungkan Kota Gunungsitoli-Nias-Nisel Amblas

Wednesday, October 6th, 2010

Gunungsitoli – Akibat di hujan yang mengguyur selama sepekan, Jalan Nasional penghubung antara Kota Gunungsitoli-Kabupaten Nias-Kabupaten Nias Selatan (Nisel) tepatnya kilometer 9,5 nyaris putus, Selasa, (5/10).

Pantauan Analisa di lokasi ruas jalan provinsi yang terletak di Desa Ononamolo I Lot Kecamatan Gunungsitoli Selatan itu, jelas terlihat setengah badan jalan sudah amblas akibat terjangan air sungai Idonoi.

Menurut penuturan salah seorang warga, selama ini ruas jalan tersebut sudah terlihat retak. Selanjutnya pada Senin pagi, (4/10) sekira pukul 06.00 WIB ruas badan jalan amblas dibawa terjang arus sungai.

Kini amblasnya semakin melebar dan diprediksi jika hal itu tidak segera ditangani diperkirakan satu atau dua hari ke depan ruas jalan penghubungan tiga kabupaten dan kota itu akan putus total.

Pantauan wartawan ruas jalan provinsi tepatnya di KM 9,1 Jalan Pelud Binaka juga terlihat retak dan nyaris amblas karena di gerus air yang melintas di bahu jalan itu.

Hal serupa terjadi di sekitar ruas jalan menuju Taman Makam Pahlawan Desa Mudik, ruas jalan yang menghubungkan antara jalan kabupaten menuju taman makam pahlawan nyaris putus. Hal itu karenakan tumpatnya gorong-gorong yang melintang di ruas jalan itu, sehingga air yang tumpat menggerus bagian bawah badan jalan. Jika tidak segera ditangani diprediksi ruas jalan itu juga akan putus.

Langkah

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli saat mengatakan, pihaknya berharap pemerintah dan dinas terkait sesegera mengambil langkah kongkrit atas amblasnya ruas jalan itu, termasuk sungai Idonoi yang merupakan penyebab utama amblasnya ruas jalan tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, ruas jalan yang amblas dan hampir putus tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Nias. Karena jalan itu menghubungkan antara Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan jalan satu-satunya menuju Bandara Binaka Gunungsitoli.

Kepala UPRPJJ Gunungsitoli melalui Kepala Seksi Lapangan Togu Tambunan ST mengatakan, badan jalan yang longsor pada ruas jalan Nasional Gunungsitoli-Tetehosi terjadi akibat meluapnya Sungai Idanoi karena tingginya curah hujan.

Karena tingginya curah hujan selain, ruas jalan yang longsor atau amblas diantaranya, jalan provinsi Miga-Lolowa’u berserta bangunan pelengkap tembok penahan dan bronjong ikut mengalami kerusakan.

Untuk sementara penanggulangan yang telah dilakukan oleh UPRPJJ pada ruas jalan provinsi itu yakni, melakukan penimbunan dengan batu dan sirtu pada ruas badan jalan di KM 30 dan KM 32, sehingga kendaraan dapat melintasi ruas jalan itu.

Kepala PSDA Nias, Dorman Lubis yang dikonfirmasi Analisa melalui telepon mengatakan, sungai Idanoi yang berada di samping jalan Nasional di KM 9,5, pihaknya telah mengusulkan pelurusan sungai tersebut. Namun hal itu masih menunggu realisasi dari pemerintah karena memerlukan biaya cukup besar. (www.analisadaily.com – 6 September 2010)

PT. Bank Danamon Membuka Program Simpan Pinjam untuk UKM di G.Sitoli

Saturday, October 2nd, 2010

Gunungsitoli – Pj Walikota Drs Martinus Lase MSP meresmikan PT Bank Danamon Indonesia Tbk Unit Simpan Pinjam untuk melayani UKM (Usaha Kecil Menengah) di wilayah Kota Gunungsitoli di Jalan Diponegoro Gunungsitoli, Senin (27/9), ditandai pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng.

Pj Walikota mengucapkan terima kasih kepada Bank Danamon yang telah membuka unit pelayanan khusus kepada pengusaha kecil dan menengah.

Pihaknya berharap para pengusaha dapat memanfaatkan program kredit khusus kepada masyarakat yang membutuhkan modal kecil. Adapun syarat untuk mendapatkan kredit dalam program tersebut sangat mudah. Keterangan selanjutnya bisa didapat langsung di Bank Danamon Unit Gunungsitoli. Pj Walikota juga berharap kepada masyarakat untuk mendukung dalam program ini yaitu menabung supaya kredit dapat dikembangkan ke pengusaha lain.

Kehadiran Bank Danamon Gunungsitoli sangat bermanfaat untuk membantu masyarakat seperti pedagang sayur, pedagang ikan, pedagang beras, pedagang makanan, peternakan dan pertanian.

Sementara SDH SEMM Kantor Pusat Jakarta Sahat Sitompul mewakili Direktur PT Danamon menyebut bahwa Bank Danamon mempunyai 1.040 tempat pelayanan nasabah di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Menurut Sahat Sitompul, kantor unit melayani pinjaman kredit kepada nasabah minimum Rp5.000.000 dan maksimum Rp 500.000.000 sedangkan di atas Rp 500.000.000 dilayani oleh cabang. Tujuan pembentukan Bank Danamon Gunungsitoli adalah untuk membantu pengusaha kecil menengah ke bawah yang mana pihak cabang tidak bisa melayani pinjaman yang jumlah pinjamannya minimum Rp 5.000.000.

Dengan hadirnya Bank Danamon di Gunungsitoli akan melayani para pengusaha seperti pedagang sayur, pedagang ikan, pedagang beras, pedagang makanan peternakan dan pertanian dengan persyaratan memberikan agunan seperti tanah harus memiliki surat akte atau sertifikat, jika kendaraan maka yang menjadi agunan BPKB.

Sahat Sitompul berharap kehadiran bank itu dapat membantu masyarakat di wilayah Gunungsitoli untuk memperbaiki perekonomian masyarakat Nias.

Sementara tokoh masyarakat Kota Gunungsitoli AA Giawa BA mengatakan selama ini BNI, Bank Sumut, BRI, Danamon hanya melayani pengusaha-pengusaha besar yang pinjamannya miliaran rupiah. Sedangkan pengusaha yang lebih banyak adalah pedagang kecil tidak terlayani oleh pihak bank tersebut karena pinjamannya kecil.

Kehadiran Bank Danamon untuk simpan pinjam itu merupakan program yang sangat menyentuh kaum ekonomi lemah dan dapat membuat masyarakat lebih sejahtera karena dapat memperoleh pinjaman dengan jumlah kecil dan bunga juga bersaing dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.

Masyarakat Kota Gunungsitoli mengucapkan terima kasih kepada Pj Walikota Gunungsitoli yang telah membuat program pelayanan terhadap masyarakat menengah ke bawah untuk memperoleh pinjaman yang nilainya mulai dari Rp1 juta hingga ke Rp 500 juta.

Sementara, Ketua DPRD Gunungsitoli Sowa’a Laoli SE mengatakan, ia sebagai wakil rakyat menyambut baik program ini yang sangat membantu masyarakat ekonomi lemah dan DPRD kota mendukung program ini karena bermanfaat bagi masyarakat yang permodalannya sangat rendah dan ini merupakan awal menuju masyarakat sejahtera.

Unit Manager Dsp Gunungsitoli Nias Kasiruddin Ndruru yang diwawancarai SIB mengatakan sesuai penegasan pimpinan dari pusat Sahat Sitompul bahwa Unit Bank Danamon melayani pengusaha kecil dan pinjaman mulai dari minimum Rp 5 juta ke Rp500 juta, tidak melayani PT, CV, dan PNS, tetapi hanya melayani pengusaha perorangan dan syaratnya bisa agunan dengan akte dari Kantor Camat atau Sertifikat dari BPN. Sedangkan untuk kendaraan yang kita butuhkan adalah BPKB.

Setelah kita terima permohonan dilakukan survey lapangan baru diadakan penilaian kelayakan pinjaman disertai dengan agunan dan kita melayani usaha yang berjalan selama 2 tahun, sedangkan bunga juga sama dengan bunga bank lainnya.

Acara dihadiri Pj Walikota Drs Martinus Lase MSP mewakili PT Bank Danamon Pusat Jakarta Sahat Sitompul, Regional SEMM Head Wilayah VI Sumatera Utara Juanto Padang pejabat lama yang akan digantikan tanggal 1 Oktober 2010 Julius Chausar, Cluster Manager Pematang Siantar Firman Foarota Ndruru, Unit menager DSP. Gunungsitoli Kasiruddin Ndruru, dan RCO BDI Konfensional Sumatera Ibu Ester Junita Ginting, Ketua DPRD Kota Gunungsitoli dan para pengusaha. (SIB, 1 – 10 – 2010)