Terkait Perekrutan Calon Anggota KPU, Formanispe Gelar Aksi Damai

Wednesday, October 13, 2010
By borokoa

Gunungsitoli – Terkait dengan penetapan 10 orang calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gunungsitoli yang lakukan Panitia Seleksi beberapa waktu lalu, Forum Masyarakat Nias Peduli menggelar aksi di DPRD Kantor Walikota dan Kantor KPU Kota Gunungsitoli meminta KPU Provinsi Sumatera Utara tunda pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan. Senin, (11/10).

Selain itu, Formanispe meminta kepada Panitia Seleksi seger membuka seluruh hasil seleksi tersebut dan meminta kepada Panitia Seleksi mengembalikan seluruh nlai-nilai para kandidat sesuai dengan hasil kopetensi yang sebenarnya.

Serta Formanispe meminta kepada DPRD, Walikota Gunungsitoli, KPU Kota Gunungsitoli dan Panitia Seleksi untuk segera KPU Provinsi untuk menunda sementara waktu jadwal uji kepatutan dan kelayakan terhadap 10 besar nam calon anggota KPU Kota Gunungsitoli sampai adanya penyelesaian yang benar pada masalah itu.

Kegiatan aksi di beberapa instasi pemerintah yang dilakukan oleh Formanispe itu, terkait dengan adanya dugaan diskriminasi dan dugaan adanya kontelasi politik pemenangan 4 orang calon dari 10 calon yang nantinya akan diuslkan kepada KPU provinsi untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.

Formanispe dalam pernyataan sikapanya yang disampaikan Herman Jaya Harefa baik di Kantor DPRD, Kantor Walikota Gunungsitoli dan KPU Kota Gunungsitoli mengatakan, setelah Formanispe mengumpulkan informasi dan keterangan kepada salah seorang Panitai Seleksi bahwa penetapan 10 besar nama kandidat calon anggota KPU di antaranya lulus dengan cara dikondisikan oleh Panitia seleksi dengan mengabaikan hasil nilai yang sebenarnya.

Seperti contoh, pada hasil asesment psikologi terdapat rangking 17 dan 15 dan bila ditambah dengan hasil wawancara tentunya tidak memungkinkan untuk lulus namun dinyatakan lulus oleh Panitia Seleksi.

Selain itu Formanispe mengatakan, tim seleksi dengan sengaja menekan beberapa nilai calon kandidat yang tidak disukai oleh panitia seleksi sehingga pada rapat pleno keputusan hasil penjaringan 10 besar berlangsung alot dari jam 20.00 WIB hingga jam 00.30 WIB.

Pada aksinya di Gedung Dewan Formanispe langung diterima Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, Sowa’a Laoli dan didampingi Wakil Ketua DPRD Hadirat ST dan dan Armansah Harefa SE dan sejumlah anggota DPRD Kota Gunungsitoli lainya.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli berjanji akan menindaklanjuti hal itu dalam waktu yang tidak begitu lama yakni dengan memanggil untuk dengar pendapat panitia Seleksi, KPU Kota Gunungsitooi dan bila perlu Tim Asessment psikologi dari USU.

Sementara kedatangan Formanispe di Kantor Walikota Gunungsitoli langsung diterima Sekda Kota Gunungsitoli didampingi Asisten III H Syaiful Gulõ SIP bersama SKPD lainya karena Walikota Gunungsitoli sedang berada di luar daerah.

Pada kesempatan itu, Sekda Kota Gunungsitoli Drs Kemurnian Zebua mengatakan, semua tuntutan dan permohonan para demostran akan segera dilaporkan kepada Walikota Gunungsitoli sepulangnya dari luar daerah dan untuk segera diambil langkah-langkah terkait hal itu.

Sedangkan kehadiran Formanispe di KPU Kota Gunungsitoli langsung disambut oleh Ketua Panitia Seleksi dan Sekretaris Panitia Seleksi serta Sekretaris KPU Kota Gunungsitoli.

Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Seleksi, Sawofati Gea, S.Th didampingi Sekretaris Panitia Seleksi Synodia Telaumbanu, SH membantah keras tudingan oleh para demostran tersebut. Sebab mereka telah menjalan penyeleksian itu sesuai dengan prosedural yang ada. Sementara hasil nilai tidak dapat ditunjukan karena itu menyangkut dengan kode etik, kata Sarofati Gea

Namun ketika para demostran menyatakan pernyataan Ketua Panitia Seleksi tentang kode etik seperti ngambang dan kode etik yang tidak jelas. Ketika demostran menyatakan kepada Panitia Seleksi bahwa bukti-bukti terkait dengan dugaan mereka itu telah mereka “kantongi” Ketua dan Sekretaris Panitia Seleksi tidak dapat menjawab sehingga oleh Sekretaris KPU langsung mengambil alih pembicaraan dan mengatakan permasalahan itu akan segera diselesaikan.

Pantau Analisa di lapangan dalam aksi dibeberapa instasi tersebut, para demostran yang mengatasnamakan dirinya dari formanispe itu turut membawa berbagai poster dan spanduk serta para demostran turut dikawal ketat oleh pihak keamanan dari Polres Nias. (www.analisadaily.com – 13-10-2010)

Leave a Reply

Comment spam protected by SpamBam

Kalender Berita

October 2010
M T W T F S S
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031